Anda di halaman 1dari 9

BELIA 3 (2) (2014)

EARLY CHILDHOOD EDUCATION


PAPERS ( BELIA)
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/belia

PEMANFAATAN MEDIA POP-UP BOOK BERBASIS TEMATIK UNTUK


MENINGKATKAN KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK ANAK USIA 4-5
TAHUN (STUDI EKSPERIMEN DI TK NEGERI PEMBINA BULU
TEMANGGUNG)

Tisna Umi Hanifah 

Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang,
Indonesia

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Kecerdasan verbal-linguistik merupakan kecerdasan dalam menggunakan bahasa dan
Diterima Agustus 2014 kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan. Anak-anak dengan kecerdasan jenis ini
Disetujui September 2014
memiliki kemampuan menyimak yang sangat baik dan merupakan orang-orang yang
Dipublikasikan Oktober
pandai berbicara dengan tepat.Salah satu media yang dapat digunakan untuk
2014
meningkatkankan kecerdasan verbal-linguistik anak usia dini adalah melalui pop-up book.
________________
Media pop-up book berbasis tematik adalah buku yang memiliki bagian yang dapat
Keywords:
children aged 4-5 years; pop- bergerak atau berunsur 3 dimensi, serta memberikan visualisasi lebih menarik
up book media based on berdasarkan tema-tema tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan
thematic; and verbal- kecerdasan verbal- linguistik anak usia 4-5 tahun melalui pemanfaatan media pop-up book
linguistic intelligence. berbasis tematik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif Quasi
____________________ Eksperiment dengan bentuk desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian
adalah anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina se-kebupaten Temanggung. Sampel
penelitian berjumlah 60 anak dengan 30 anak sebagai kelompok kontrol dan 30 anak
sebagai kelompok eksperimen,serta menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji t independent pretest kelompok eksperimen dan
kontrol adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan karena memiliki nilai thitung = -
0,237 dengan tingkat signifikan kurang dari 0,05. Artinya, kecerdasan verbal-linguistik
pada anak sebelum diberi perlakuan dengan menggunakan media pop-up book adalah
sama. Setelah diberikan perlakuan pada kelompok eksperimen terdapat peningkatan
pada kecerdasan verbal-linguistik anak, terlihat dari mean (rata-rata) pada kelompok
eksperimen sebesar 67,52 dan kelompok kontrol sebesar 50,72. Hasil rata-rata tersebut
menunjukkan bahwa skor yang didapat kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok
kontrol dengan selisih sebesar 16,8 serta nilai thitung pada posttest sebesar 8,112 dengan Sig.
(2 tailed) 0,00 < 0,05 yang menandakan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang
signifikan dalam penerapan media pop-up book berbasis tematik terhadap kecerdasan
verbal-linguistik anak, yang dapat dilihat dari adanya perbedaan perolehan skor posttest
pada kelompok eksperimen dengan perolehan skor posttest pada kelompok kontrol.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pop-up book memberikan
peningkatan yang signifikan terhadap kecerdasan verbal-linguistik pada anak usia 4-5
tahun setelah diberikan perlakuan dengan pop-up book. Guru disarankan untuk
menggunakan media pop-up book dalam meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik pada
anak usia 4-5 tahun.

46
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

Abstract
___________________________________________________________________
Verbal-linguistic intelligence is intelligence in the use of language and words, either verbally or
writing.Wit having children with this kind of capability is very good, and to those who could speak
well. One of the media can use to increase verbal-linguistic intelligence to children is pop-up book
media. The pop-up book on thematic is a book that has a movable or has as an element three
dimensions, and deliver stunning more interesting based on certain themes.The increase aims to
know intelligent verbal- linguistic children aged 4-5 years by using media pop-up book besed on
thematic. The approach is applicable in the quantitative by Quasi Eksperiment form Nonequivalent
Control Group Design. The research is children aged 4-5 years at Pembina Kindergarten
Temanggung. The sample of the research were 60 children with 30 children as the control group and
30 children as the experiment group, and use purposive sampling. The results of the study there is
an increase in children's verbal-linguistic intelligence, the result of t independent pretest, in
experiment and control group is have no difference that significant because have point t computing
= - 0,237 by level significant less than 0,05. Its mean, verbal-linguistic intelligence on child before
given by conduct by use of pop-up book media are same. After been given conduct on agglomerate
experiment was gotten by step-up on child’s verbal-linguistic intelligence, visually of mean on
experiment group as big as 67,52 and agglomerate controls as big as 50,72. Result average that
points out that score that gotten by better experiment group of agglomerate control with difference as
big as 16,8 and point t computing on posttest as big as 8,112 by Sig. (2 tailed) 0,00< 0,05, which
indicates H 1 is accepted that there is a significant influence in the pop-up book media on thematic
says at the beginning verbal-linguistic intelligence as seen from the absence of a significant difference
between the acquisition of test scores in the experimental group with the acquisition of test scores in
the control group. It is clear that an increase in the verbal-linguistic intelligence after treatment in
children. Based on the above description, it can be concluded that the pop-up book provide a
significant improvement in the verbal-linguistic intelligence in children aged 4-5 years after treatment
with a given pop-up book media. Teachers are advised to use the pop-up book media to improve the
verbal-linguistic intelligence in children aged 4-5 years.

© 2014 Universitas Negeri Semarang


Alamat korespondensi: ISSN 2252-6382
Gedung A3 Lantai 1 FIP Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati,
Semarang, 50229 E-mail: pgpaud@unnes.ac.id

47
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

PENDAHULUAN dalam melakukan kegiatan, khususnya dalam


peningkatan kecerdasan verbal-linguistik untuk
Setiap anak usia dini pada dasarnya anak usia 4-5 tahun.
memiliki potensi kecerdasan yang dibawa sejak Namun, pada kenyataannya di TK Negeri
lahir, karena semua kecerdasan telah ada di otak Pembina Kabupaten Temanggung, guru jarang
manusia sejak lahir. Teori Multiple Inteligences dari menggunakan media dalam kegiatan
Howard Gardner menyebutkan bahwa terdapat pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pada
sembilan macam kecerdasan yang dimiliki anak usia 4-5 tahun (kelompok A) di TK tersebut,
manusia, antara lain: kecerdasan verbal - peneliti mengamati bahwa metode pembelajaran
linguistik, kecerdasan logika matematika, lebih menekankan metode calistung (membaca-
kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, menulis-berhitung), guru masih banyak
kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, menggunakan lembar kerja dan papan tulis.
kecerdasan intrapersonal, kecerdasan Suasana pembelajaran di kelas menjadi monoton
naturalistik; dan kecerdasan eksistensial. dan kurang menarik minat anak. Kegiatan
Berdasarkan sembilan jenis kecerdasan yang pembelajaran sehari-hari khususnya yang terkait
dipaparkan oleh Gardner, salah satu aspek yang dengan pengembangan kemampuan verbal-
harus dikembangkan pada anak usia dini adalah linguistik anak cenderung hanya bersifat non-
kecerdasan verbal-linguistik yang berkenaan verbal saja, misalnya mengerjakan LKA,
dengan kemampuan seseorang dalam bahasa, sehingga tingkat kecerdasan verbal-linguistik
yakni mendengar, menulis, berbicara dan pada anak masih rendah yang terlihat dari banyaknya
umumnya sangat suka membaca. anak yang masih pasif ketika pembelajaran.
Stimulasi terhadap kecerdasan verbal- Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik
linguistik penting diberikan pada anak usia dini, untuk meneliti tentang “Pemanfaatan Media Pop-
khususnya anak usia 4-5 tahun, karena Up Book Berbasis Tematik untuk Meningkatkan
kecerdasan ini sangat diperlukan dalam hampir Kecerdasan Verbal-Linguistik Anak Usia 4-5
semua bidang kehidupan. Musfiroh (2005:82) Tahun”.
menyatakan bahwa pada kecerdasan verbal- Permasalahan dalam penelitian ini
linguistik anak usia 4-5 tahun, umumnya mereka difokuskan pada pembahasan mengenai :
telah memiliki banyak kosa kata, mampu Apakah pemanfaatan media pop-up book berbasis
mengembangkan keterampilan bicara melalui tematik dapat meningkatkan kecerdasan verbal-
dengan baik menggunakan kalimat atau linguistik anak usia 4-5 tahun?
percakapan sederhana, mampu mengungkapkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
keinginannya serta memberikan sejumlah mengetahui peningkatan kecerdasan verbal-
informasi dan menggunakan berbagai bentuk linguistik anak usia 4-5 tahun melalui
pertanyaan sederhana. pemanfaatan media pop-up book berbasis tematik.
Salah satu media yang dapat digunakan Penelitian ini diharapkan dapat
guru dalam mengembangkan kecerdasan verbal- bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat,
linguistik anak usia dini adalah melalui khususnya bagi peneliti. Disamping itu,
pemanfaatan media pop-up book. Media pop-up penelitian ini diharapkan juga dapat bermanfaat
book merupakan sebuah alat peraga tiga dimensi dari dua sisi, baik manfaat teoritis maupun
yang dapat menstimulasi imajinasi anak serta manfaat praktis, yaitu :
menambah pengetahuan sehingga dapat 1) Manfaat Teoritis
mempermudah anak dalam mengetahui Penelitian ini dapat memberikan
penggambaran bentuk suatu benda, memperkaya sumbangan pemikiran maupun wawasan dan
perbendaharaan kata serta meningkatkan pengetahuan maupun bahan kajian bagi
pembaca, khususnya mengenai pemanfaatan
pemahaman anak. Media pop-up book sebagai media pop-up book berbasis tematik untuk
media pembelajaran yang menarik dan variatif meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik anak
dapat membuat anak senang serta percaya diri usia 4-5 tahun.

48
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

2) Manfaat Praktis Dapat disimpulkan bahwa kecerdasan


a. Bagi anak, media pop-up book bermanfaat verbal-linguistik adalah salah satu jenis
sebagai media pembelajaran edukatif yang kecerdasan majemuk yang berkaitan dengan
menarik dan menyenangkan bagi anak dalam kemampuan menggunakan sistem bahasa untuk
meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik. berkomunikasi secara efektif melalui kata-kata,
b. Bagi guru di TK, dapat menambah ilmu atau kemampuan berpikir dalam bentuk kata-
pengetahuan melalui pemanfaatan media pop- kata dan menggunakan bahasa untuk
up book berbasis tematik sebagai sarana mengekspresikan dan menghargai makna yang
strategis untuk memberikan stimulus kompleks. Kecerdasan verbal-linguistik pada
pengembangan kecerdasan verbal-linguistik anak dapat menunjukkan sejauh mana
pada anak usia 4-5 tahun (kelompok A). kemampuan logika berpikirnya. Jadi, seorang
c. Bagi lembaga pendidikan TK, sebagai anak yang cerdas dalam lingusitik memiliki
masukan dalam meningkatkan kecerdasan kemampuan berbicara yang baik dan efektif.
verbal-linguistik melalui media pop-up book.
d. Bagi peneliti, dapat menambah dan KOMPONEN DAN CIRI-CIRI
memperluas pengetahuan tentang KECERDASAN VERBAL-LINGUISTIK
pemanfaatan media pop-up book berbasis Howard Gardner dalam buku Frames of
tematik untuk meningkatkan kecerdasan Minds (1983) mengemukakan tentang komponen
verbal-linguistik pada anak TK kelompok A. kecerdasan verbal-linguistik meliputi
kemampuan memanipulasi (mengutak-atik dan
HAKEKAT KECERDASAN VERBAL- menguasai) tata bahasa yang disebut dengan
LINGUISTIK sintaksis, sistem bunyi bahasa (fonologi), sistem
Pada hakikatnya, semua kecerdasan telah makna bahasa (semantik), penggunaan bahasa
ada di otak manusia sejak lahir, termasuk pada dan aturan pemakaiannya (pragmatik).
anak usia dini. Kecerdasan merupakan modal Menurut Suyadi (2010:154), anak usia dini
penting bagi anak untuk mengarungi kehidupan. yang memiliki kecerdasan verbal-linguistik tinggi
Teori Multiple Inteligences menyebutkan bahwa maka kecerdasan tersebut dapat menjadi pintu
terdapat sembilan macam kecerdasan yang masuk untuk meningkatkan kecerdasan-
dimiliki manusia, antara lain: kecerdasan verbal- kecerdasan lain yang masih rendah. Ciri-ciri anak
linguistik, kecerdasan logika matematika, usia dini khususnya pada anak usia 4-5 tahun
kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, yang memiliki kecerdasan verbal-linguistik tinggi
kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, adalah sebagai berikut: a) mampu mengenal
kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalistik masing-masing bunyi huruf; b) senang belajar
serta kecerdasan eksistensial. membaca; serta c) mampu diajak berdialog
Kecerdasan verbal-linguistik atau sederhana.
kecerdasan bahasa merupakan salah satu dari
jenis kecerdasan yang dimiliki oleh anak. HAKIKAT MEDIA POP-UP BOOK BERBASIS
Menurut Gardner (1989:6) kecerdasan verbal- TEMATIK
linguistik adalah kemampuan untuk Media pembelajaran menjadi salah satu
menggunakan kata-kata secara efektif, baik komponen penting dalam mencapai keberhasilan
secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran
mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan dikelompokkan kedalam beberapa jenis baik
kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang yang berbentuk dua dimensi maupun tiga
diucapkan. Termasuk kemampuan untuk dimensi. Salah satu media pembelajaran yang
mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi memiliki unsur tiga dimensi adalah pop-up book.
pikiran dan menyampaikan informasi. Anak Pop-up berasal dari bahasa inggris yang berarti
yang cerdas dalam linguistik mungkin telah “muncul keluar” sedangkan pop-up book dapat
menguasai kemampuan membaca dan menulis. diartikan sebagai buku yang berisi catatan atau

49
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

kertas bergambar tiga dimensi yang mengandung untuk orang tua untuk duduk bersama
unsur interaktif pada saat dibuka seolah-olah ada dengan putra-putri mereka dan menikmati
sebuah benda yang muncul dari dalam buku cerita (mendekatkan hubungan antara orang
(www.robetsabuda.com) tua dan anak).
Bluemel dan Taylor (2012: 22) memberi c) Mengembangkan kreativitas anak.
pengertian pop-up book adalah sebuah buku yang d) Merangsang imajinasi anak.
menampilkan potensi untuk bergerak dan e) Menambah pengetahuan hingga
interaksinya melalui penggunaan kertas sebagai memberikan penggambaran bentuk suatu
bahan lipatan, gulungan, bentuk, roda atau benda (pengenalan benda).
putarannya. Pengertian lain menurut Montanaro Dapat digunakan sebagai media untuk
(2009) pop-up book merupakan sebuah buku yang menanamkan kecintaan anak terhadap
memiliki bagian yang dapat bergerak atau membaca.
memiliki unsur 3 dimensi. Sedangkan menurut Sedangkan Menurut Bluemel dan Taylor
Joko Muktiono (2003: 65), pop-up book adalah (2012: 23) menyebutkan beberapa kegunaan
sebuah buku yang memiliki tampilan gambar media pop-up book, yaitu:
yang bisa ditegakkan serta membentuk obyek- a) Untuk mengembangkan kecintaan anak
obyek yang indah dan dapat bergerak atau muda terhadap buku dan membaca.
memberi efek yang menakjubkan. b) Bagi peserta didik anak usia dini untuk
Mendukung dari pengertian-pengertian menjembatani hubungan antara situasi
diatas, Dzuanda (2011: 1) menjelaskan kehidupan nyata dan simbol yang
pengertian pop-up book adalah sebuah buku yang mewakilinya.
memiliki bagian yang dapat bergerak atau c) Bagi siswa yang lebih tua atau siswa
memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan berbakat dan memiliki kemampuan dapat
visualisasi cerita yang lebih menarik, mulai dari berguna untuk mengembangkan
tampilan gambar yang dapat bergerak ketika kemampuan berfikir kritis dan kreatif.
halamannya dibuka. d) Bagi yang enggan membaca, anak-anak
Dengan demikian dapat disimpulkan dengan ketidakmampuan belajar bahasa
bahwa pop-up book merupakan sebuah buku yang inggris sebagai bahasa kedua dapat
memiliki unsur 3 dimensi serta dapat bergerak membantu siswa untuk menangkap makna
ketika halamannya dibuka, disamping itu pop-up melalui perwakilan gambar yang menarik
book memiliki tampilan gambar yang indah dan dan untuk memunculkan keinginan serta
dapat ditegakkan. Sehingga media pop-up book dorongan membaca secara mandiri dengan
sangatlah cocok digunakan sebagai alat peraga di kemampuannya untuk melakukan hal
Taman Kanak-kanak. Selain itu, proses tersebut secara terampil.
pembelajaran dengan menggunakan media pop-
up book akan jauh lebih menyenangkan. JENIS-JENIS TEKNIK POP-UP
Jika dilihat secara keseluruhan, pop-up book
MANFAAT DAN KEUTAMAAN MEDIA tidak jauh berbeda dengan buku lainnya. Hanya
POP UP BOOK saja, pada setiap pembuatan pop-up book desainer
Menurut Dzuanda (2011: 5-6), media pop-up haruslah memiliki keterampilan khusus. Sama
book memiliki berbagai manfaat yang sangat seperti buku lainnya, pembuatan buku diawali
berguna, yaitu : dengan penetuan konsep dan jalan cerita.
a) Mengajarkan anak untuk lebih menghargai Selanjutnya menentukan teknik-teknik yang
buku dan memperlakukannya dengan lebih dipakai dalam membuat bentuk pop-up book
baik. tersebut.
b) Mendekatkan anak dengan orang tua Menurut Sabuda dalam Frequenty Asked
karena pop-up book memiliki bagian yang Question, Creative Questions
halus sehingga memberikan kesempatan (www.robetsabuda.com) teknik Pop-up ada

50
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

berbagai macam antara lain diantaranya teknik 45) mengemukakan bahwa aspek perkembangan
transformations, volvelles, peepshow, flaps, pull-tabs, anak TK diantaranya adalah perkembangan fisik,
dan pull-downs. intelektual, sosial emosional, bahasa, serta moral.
Tahun-tahun prasekolah adalah tahun awal masa
PENGERTIAN PEMBELAJARAN kanak-kanak dan tahapan diletakkannya dasar
TEMATIK struktur perilaku kompleks (Hurlock dalam
Tema sangat penting untuk diaplikasikan Soetjiningsih:181-182). Berikut ini merupakan
ciri-ciri khas usia kanak-kanak menurut Susanto
dalam pembelajaran anak usia dini sebagai
(2011) yaitu:
alat/sarana atau wadah untuk mengenalkan
a) Usia prasekolah (pre school age).
berbagai konsep pada anak. Sujiono dan Sujiono
b) Usia pra-kelompok (pre-gang age).
(2010:126) menyatakan tentang kandungan
c) Usia penjelajah dan penjajagan (the
tematik pada anak usia dini bahwa pembelajaran
exploration age).
tematik merupakan suatu strategi pembelajaran
d) Usia mengandung kesulitan (the problem
yang melibatkan beberapa bidang pengembangan age).
untuk memberikan pengetahuan yang bermakna e) Usia yang menyajikan hal kurang menarik
kepada anak. Keterpaduan dalam pembelajaran (ales apppeling age).
ini dapat dilihat dari aspek proses atau waktu, f) Sifat egosentris naif.
aspek kurikulum, dan aspek pembelajarannya. g) Relasi sosial yang primitif.
Pembelajaran tematik diterapkan pada anak usia h) Kesatuan jasmani-rohani yang hampir tidak
dini karena pada umumnya mereka masih terpisahkan.
melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan i) Sikap fisiognomis terhadap dunia
(holistik). sekitarnya.
Dapat disimpulkan bahwa tema adalah Berdasarkan uraian di atas, dapat
suatu alat untuk mengenalkan berbagai konsep, disimpulkan bahwa anak TK merupakan anak
topik dan ide kepada anak didik secara utuh berusia empat sampai enam tahun yang
dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan memasuki tahun-tahun awal masak kanak-kanak
kurikulum dalam rangka mencapai tujuan yang memiliki karakteristik tersendiri serta
pendidikan. memiliki berbagai potensi serta fase-fase
perkembangan sesuai dengan tahap usia anak.
HAKIKAT ANAK USIA TAMAN KANAK-
METODE PENELITIAN
KANAK
Anak usia Taman Kanak-Kanak adalah
Penelitian ini merupakan jenis penelitian
anak usia dini yang berusia antara 4-6 tahun.
kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu anak
Dalam UU No. 20 Tahun 2003 pasal 28 ayat 3
usia 4-5 tahun sejumlah 60 responden yaitu 30
dinyatakan bahwa Pendidikan Taman Kanak-
anak di TK Negeri Pembina Bulu dan 30 anak di
Kanak adalah pendidikan anak usia dini pada
TK Negeri Pembina Parakan. Teknik
jalur pendidikan formal yang bertujuan
pengumpulan data pada penelitian ini
membantu anak didik mengembangkan berbagai
menggunakan metode tes digunakan untuk
potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral
mengukur kemampuan anak di kedua kelompok.
dan nilai agama, sosial, emosional, kemandirian,
Perhitungan statistik dalam analisis data pada
kognitif, bahasa, fisik/motorik dan seni untuk
penelitian ini yaitu menggunakan metode
siap memasuki sekolah dasar.
Independent Sample t-Test pada program SPSS (
Usia 4-5 tahun merupakan usia taman
Statistical Package for Sosial Science) 16 for windows.
kanak-kanak atau prasekolah. Susanto (2011 : 33-

51
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

HASIL PENELITIAN Pembinan Bulu Temanggung sudah mencapai


target yang sudah ditentukan. Rata-rata
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kecerdasan verbal-linguistik kelompok
sebelum diberikan perlakuan, tingkat kecerdasan
eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata
verbal-linguistik kelompok kontrol dan
kecerdasan verbal-linguistik kelompok kontrol.
eksperimen dapat dikatakan masih rendah yang
dapat dilihat dari data pretest yang rata-rata masih SIMPULAN
rendah. Sedangkan setelah diberikannya
perlakuan dengan menggunakan media pop-up Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat
disimpulkan bahwa pemanfaatan media pop-up
book berbasis tematik, skor postest pada kelompok
berbasis tematik dapat meningkatkan kecerdasan
eksperimen lebih tinggi dibanding kelompok verbal-linguistik anak usia 4-5 tahun di TK
kontrol yang tanpa menggunakan media pop-up Negeri Pembina Bulu Temanggung. Hal tersebut
book. dapat dilihat dari perbedaan hasil skor posttest
pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas
Hasil perhitungan uji t independent pretest
eksperimen yang mendapat treatment media pop-
kelompok eksperimen dan kontrol adalah tidak up book berbasis tematik memperoleh hasil lebih
terdapat perbedaan yang signifikan karena tinggi dari kelas kontrol yang tidak mendapatkan
memiliki nilai thitung = - 0,237 dengan tingkat treatment.
Kecerdasan verbal linguistik anak yang
signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,025 > 0,05.
meliputi kemampuan menerima bahasa,
Artinya, kecerdasan verbal-linguistik pada anak mengungkapkan bahasa, dan kemampuan
sebelum diberi perlakuan dengan menggunakan keaksaraan mengalami peningkatan sesudah
media pop-up book adalah sama. Data hasil diberikannya perlakuan melalui media pop-up
book berbasis tematik. Sehingga dapat dikatakan
perhitungan uji-t postetst menunjukkan perbedaan
bahwa media pop-up book berbasis tematik dalam
yang signifikan dengan t hitung ≥ t tabel atau thitung penelitian ini efektif digunakan untuk
= 8,112 dengan Sig. (2 tailed) < 0,05. meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik pada
Secara umum hasil penelitian di atas anak usia dini di Taman Kanak-kanak.

menunjukkan bahwa penggunaan pop-up book


SARAN
berbasis tematik dapat meningkatkan kecerdasan 1. Bagi guru
verbal-linguistik. Pemanfaatan pop-up book a. Guru dapat menambah variasi mengajar
berbasis tematik memberikan pengaruh yang menggunakan media pop-up book dengan
mengikuti langkah-langkah membuat pop-up
signifikan terhadap kecerdasan verbal-linguistik
book yang benar dan menggunakan gambar
anak TK. Kecerdasan verbal-linguistik anak yang berwarna-warni yang lebih menarik.
meliputi kemampuan menerima bahasa, b) Guru dapat mengimplementasikan media
mengungkapkan bahasa, dan kemampuan pop-up book kedalam pengenalan tema-tema
pembelajaran baik dengan metode bercerita
keaksaraan mengalami peningkatan sesudah
ataupun dengan metode-metode yang lain
diberikannya perlakuan melalui media pop-up dalam kegiatan belajar mengajar.
book berbasis tematik. Melalui kegiatan
pemanfaatan media pop-up book berbasis tematik 2. Bagi peneliti selanjutnya
a) Melakukan penelitian mengenai penggunaan
tersebut dapat dilihat bahwa peningkatan
media pop-up book dengan melibatkan variabel
kecerdasan verbal-linguistik anak di TK Negeri yang lain selain kecerdasan verbal-linguistik.

52
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

b) Melakukan penelitian mengenai penguasaan Asyhar, Rayandra. (2012). Kreatif Mengembangkan


kos kecerdasan verbal-linguistik akata ditinjau Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi
dari penggunaan teknik-teknik lain, karena Azwar, Syaifuddin. (2011). Metode Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
meningkatkan kecerdasan verbal-linguistik
Bluemel & Taylor. (2012). Pop Up Books: A Guide for
anak tidak hanya dapat dilakukan dengan
Teachers and Librarians. USA: Library of
media pop-up book. Congress Cataloging-in-Publication-Data.
Botting, Nicola. (2002). Narrative as a tool for the
DAFTAR PUSTAKA assessment of linguistic and pragmatic. Child
Language Teaching and Therapy; 18; 1.
Anonymous. Classic Carousel Pop-Up Cards-Any Occasion Boyle, Erin Elizabeth O’byrne. (2001). Investigating
Gift-Cards. the picture book preference of grade four
http://www.graphics3inc.com/store/pro aboriginal students. Tesis. The Faculty of
duct.php?productid=7&cat=3&page=1. Graduate Studies The University of British
(diakses tanggal 27 Agustus 2014) Columbia.
Anonymous. Make a Pop-Up Cylinder. https://circle.ubc.ca/bitstream/id/27866
http://www.popularkinetics.com/volum /ubc_2001-0155.pdf (diakses 20 Juni 2013)
e_cylinder_page.html. (diakses tanggal 27 Chaer, Abdul.2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka
Agustus 2014) Cipta
Anonymous. Pier 39 Carousel. Colville-Hall, Susan & Barbara O’Connor.(2006).
Using Big Books: A Standards-Based
http://www.liveyourdreamdesigns.com/
Instructional Approach for Foreign Language
187.php. (diakses tanggal 27 Agustus 2014)
Teacher Candidates in a PreK–12 Program.
Anonymous. (2012). Printable: Pop-Up Birdie.
Foreign Language Annals. Vol. 39, No. 3.
http://stuck-on- Charles. (2001). Peep Show Pop Up Box.
glue.blogspot.com/2012/07/printable- http://www.craftygal.com/archives/301
pop-up-birdie.html. (diakses tanggal 27 /table301.htm. (diakses tanggal 27 Agustus
Agustus 2014)
2014)
Anonymous. Transformations Graphic Design Project.
Dzuanda. (2011). Perancangan Buku Cerita Anak
Pop-Up Book.
Pop-Up Tokoh-Tokoh Wayang Berseri,
https://www.flickr.com/photos/5990887
Seri ”Gatotkaca”. Jurnal Library ITS
1@N08/5631424802/. (diakses tanggal 27
Undergraduate, (Online),
Agustus 2014)
(http://library.its.undergraduate.ac.id, diakses
Anonymous. Une Boule Pas Ordinaire.
pada 5 Mei 2014).
http://scrappezavecmamy.canalblog.com Efendi, Agus. (2005). Revolusi Kecerdasan Abad-21.
/archives/2011/12/06/22060056.html. Bandung: Alfabeta.
(diakses tanggal 27 Agustus 2014) Eliyawati, Cucu. (2005). Pemilihan dan Pengembangan
Apipah. (2012). Fonologi, Fonetik, dan Fonemik. Sumber Belajar untuk Anak Usia Dini. Jakarta.
http://www.diaryapipah.com/2012/05/pengertian- Departemen Pendidikan Nasional Direktorat
sintaksis-frase-dan-klausa.html (diakses 5 Juni Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat
2014) Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan
Aqib, Zainal. (2011). Pedoman Teknis Penyelenggaraan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.
PAUD. Bandung: Nuansa Aulia. Fitriani, Tika Nur & Zainul Aminin. “Pengaruh
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Penggunaan Media Buku Besar (Big Book)
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak
Armstrong, Thomas. (2009). Multiple Intelligences in the Kelompok B di TK Qoshrul Ubudiyah Surabaya”.
Classroom. Virginia : Association for ejournal.unesa.ac.id/article/4269/19/article.p
Supervision and Curriculum Development. df (diakses 23 Mei 2013)
Armstrong, Thomas. (2013). Kecerdasan Multipel di Gardner, Howard. (2011). Frames of Mind : The Theory
dalam Kelas. Jakarta: PT Indeks. of Multiple Intelligences. New York : Basic Books.
Arsyad, Azhar. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta : Gardner, Howard & Thomas Hatch. (1989). Multiple
PT RajaGrafindo Persada. Intelligences Go to School: Educational
Implications of the Theory of

53
Tisna Umi Hanifah / BELIA 3 (2) (2014)

MultipleIntelligences. Educational Researcher. Tahun di TK Putera Harapan Surabaya”.


Vol. 18, No. 8. pp. 4-10. www.unesa.ac.id. (diakses tanggal 15 Juni
Johnson, Linda K. (2004). Fishy Tales. 2014)
http://thefineartbook.com/lindagallery/l Patmonodewo, Soemiarti. (1995). Buku Ajar Pendidikan
indagalpages/24.html (diakses tanggal 27 Prasekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan
Agustus 2014) dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
Montanaro, Ann. (2009). A Concise History of Pop- Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga
Akademik.
up and Movable Books.
Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar
http://www.libraries.rutgers.edu/rul/libs
Pendidikan Anak Usia Dini.
/scua/montanar/p-intro.htm). (diakses
Sabuda, Robet: www.robetsabuda.com, (diunduh
tanggal 15 Juni 2014) pada 15/02/ 2014).
Meliala, Andyda.(2004). Temukan dan Kembangkan Santrock, John, W. (2007). Perkembangan Anak.
Keajaiban Anak Anda Melalui Kecerdasan Jakarta: Erlangga.
Majemuk. Yogyakarta: ANDI. Suarca, Kadek dkk. (2005). Kecerdasan Majemuk
Moeslichatoen. (2004). Metode Pengajaran di Taman pada Anak. Sari Pediatri, Vol. 7, No. 2, hlm. 85
Kanak-Kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta. – 92.
Muktiono, Joko D. 2003. Menumbuhkan Minat Baca Sudjana, Nana & Ahmad Rivai. (2010). Media
Pada Anak. Jakarta: PT. Elex Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Komputindo. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan
Musfiroh, Tadkiroatun. (2005). Bermain sambil Belajar Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D.
dan Mengasah Kecerdasan (Stimulasi Multiple Bandung: Alfabeta.
Intelegences Anak Usia Taman Kanak-kanak). Sujiono, Yuliani Nurani dan Bambang Sujiono.
Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga (2010). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan
Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Jamak. Jakarta: PT Indeks.
Tinggi Subdit PGTK dan PLB. Susanto, Ahmad. (2011). Perkembangan Anak Usia Dini.
Musfiroh, Tadkiroatun. (2009). Menumbuhkembangkan Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Baca-Tulis Anak Usia Dini. Jakarta : Grasindo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Nicholson-Nelson, Kristen. (1998). Developing Student’s Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Multiple Intelligence. New York: Scholastic. Nasional.
Nicolini, Paola. (2011). How to Assess Intelligences Widayati, Sri & Utami Widijati. (2008).
Through the Observational Method: The Mengoptimalkan 9 Zona Kecerdasan Majemuk
Italian Experience. Procedia Social and Anak. Yogyakarta: Luna Publisher.
Behavioral Sciences.Vol. 11. 87–91 Yaumi, Muhammad. (2012). Pembelajaran Berbasis
Nila Rahmawati. “Pengaruh Media Pop-up Book Multiple Intelligences. Jakarta : Dian Rakyat.
Terhadap Penguasaan Kosakata Anak Usia 5-6

54