Anda di halaman 1dari 4

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA


JURUSAN ANALIS KESEHATAN
SURABAYA

Jl. KARANGMENJANGAN NO.18A SURABAYA


TELP. 0315020718 FAX.031 5055023

LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI

MATA KULIAH PARASITOLOGI II


1. Drh. Ocky Dwi Suprobowati, M.Kes
2. Retno Sasongkowati, S.Si, M.Kes
DOSEN PENGAJAR
3. Dr. Tjiptorini, M.Kes
4. Krisdiyanti Ellyfas, S.ST

TINGKAT / SEMESTER II / 3
KELOMPOK C
TANGGAL PRAKTIKUM 4 September 2014

MATERI PRATIKUM : PEMERIKSAAN FAECES SECARA BIAKAN


METODE HARADA MORI

A. Dasar Teori
Pemeriksaan faeces secara biakan metode Harada Mori yaitu digunakan untuk
menentukan dan mengidentifikasi larva cacing pada faeces. Metode ini digunakan untuk
menentukan dan mengidentifikasi larva cacing Ancylostoma duodenale, Necator
americanus, Strongyloides stercoralis dan Trichostrongilus yang didapatkan dari faeces
yang duperiksa.
Dengan metode ini memungkinkan telur cacing dapat berkembang menjadi larva infektif
pada kertas saring basah selama kurang lebih 7 hari, kemudian larva ini akan ditemukan
didalam cairan yang terdapat pada dasar tabung, pemeriksaan larva yaitu setelah cairan
dipindah ke dalam tabung sentrifuge kemudian disentrifuge 1000 rpm selama 5 menit
setelah disentrifuge akan terbentuk endapan dan supernatan, endapan dan supernatan
dalam tabung dipisahkan, supernatan dibuang dan endapan dibuat preparat kemudian
diamati menggunakan mikroskop.
Metodi Harada Mori ini juga bisa digunakan untuk mengamati pergerakan larva cacing,
jika memungkinkan larva masih hidup.
Kelebihan dari metode Harada Mori adalah preparat yang dibuat jika diamati pada
mikroskop bebas dari kotoran, ini dikarenakan adanya perlakuan sentrifuge pada sampel
faeces yang akan diperiksa. Serta lebih mudah dilakukan karena hanya untuk
mengidentifikasi larva infektif mengingat bentuk larva jauh lebih besar dibandingkan
dengan telur.
Sedangkan kekuranan dari metode Harada Mori adalah dalam penanganan pemeriksaan
membutuhkan waktu yang cukup lama dan memerlukan peralatan yang banyak.

B. Tujuan
Untuk mengetahui cara melakukan pemeriksaan faeces secara biakan metode Harada
Mori

C. Alat dan Bahan


Alat :
1. Mikroskop
2. Tissue Lens
3. Objek glass
4. Cover glass
5. Pipet pasteur
6. Batang pengaduk
7. Tabung reaksi
8. Rak tabung reaksi
9. Kain kasa untuk menyaring feaces
10. Kertas saring
11. Tabung sentrifuge
12. Sentrifuge
13. Kapas
14. Petridish
15. Beaker glass

Bahan :
1. Faeces
2. Aquadest
3. Lisol
D. Prosedur
1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Menyiapkan kertas saring dengan bentuk persegi panjang
Panjang kertas saring melebihi ukuran tabung reaksi yang digunakan dan lebar
sedikit menyempit dari ukuran tabung reaksi yang akan digunakan
3. Menyiapkan tabung reaksi dengan ukuran sedang dan diisi dengan aquades
sebanyak 4 mL
4. Mengoleskan feaces pada bagian dasar kertas saring, dari setengah bagian kertas
sampai ujung kertas dengan menggunakan batang pengaduk dan kertas diletakkan
diatas petridish
5. Memasukkan kertas saring tersebut ke dalam tabung reaksi yang telah berisi
aquadest 4 mL tadi
6. Menutup tabung reaksi dengan kapas
7. Dibiarkan selama 7 hari
8. Setiap hari harus diperhatikan agar aquadest dalam tabung reaksi jangan sampai
habis. Jika terlihat akan habis, ditambahkan aquades melalui dinding tabung reaksi.
9. Setelah 4 hari, kemudian salin ke dalam tabung sentrifuge
10. Lalu disentrifuge selama
(untuk sentrifuge, dilakukan beberapa kali yaitu 3 kali, sampai didapatkan
supernatan yang jernih/bening, namun tidak boleh berkali-kali karena dapat
melisiskan telur atau larva cacing)
11. Setelah disentrifuge cairan dibuang, kemudian endapan faeces pada dasar tabung
dibuat preparat
12. Melakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran lensa
obyektif 10x dan 40x
13. Mencatat hasil pengamatan
14. Membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikan ke tempat semula.

E. Hasil Pengamatan (gambar)


Berdasarkan praktikum pemeriksaan beberapa sampel faeces yang telah dilakukan
dengan metode Harada Mori, diketahui bahwa tidak ditemukan adanya telur cacing
maupun larva caing pada faeces atau dapat dinyatakan negatif terinfeksi cacing.
Sampel 1 Sampel 2

Sampel 3