Anda di halaman 1dari 2

1.

Larutan glukosa yang diukur pada panjang gelombang 580 nm dengan ketebalan cell 2 cm
mempunyai serapan 0,920. Berapa konsentrasi larutan jika absorptivitas larutan glukosa
adalah 460 l/g cm ?
A. 920 ppm
B. 2 ppm
C. 1 ppm
D. 1.840 ppm
E. 0,001 ppm
2. Larutan BSA ppm dalam sel 1 cm diukur serapannya pada panjang gelombang 510 nm
diperoleh serapan 1.420. maka absortifitas tersebut sebesar .... l/g cm
3. Sebanyak 26 gram gula dilarutkan dalam air kemudian ditambahkan larutan penjernihan dan
diencerkan hingga 100 ml. Jika diukur pol larutan tersebut diperoleh 52o, maka kadar gula
(%pol) tersebut jika diketahui BJ= 1.43 g/ml adalah
4. Sebanyak 4 gram soda kue dianalisis dilarutkan dalam 100 ml air. 25 ml larutan tersebut
dilakukan titrasi secara potensiometri dengan lerutan HCl 0,1 N dan diperlukan sebanyak 11
ml. Maka kadar natrium bikarbonat dalam sampel (Mr = 74) adalah
5. 10 ml cuka makanan dengan BJ = 1.44 g/ml diencerkan hingga 25 ml, kemudian dititrasi
secara konduktometri dengan NaOH 0.1 N. Tentukan persentase asam asetat (Mr = 60)
dalam cuka makanan tersebut jika dibutuhkan volume NaOH sebesar 12 ml
6. Analisis kadar gula dalam saos tomat denganperbandingan air 1:1 diperoleh data sebagai
berikut :
Pembacaan indeks bias pada suhu 26°C = 1,3243
Factor koreksi = 0.0005
Maka indeks bias larutan dalam skala suhu 20°C adalah
7. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme dan dapat diatur/dikondisikan di
dalam inkubator adalah ....
8. Proses memindahkan reagen HCl pekat yang sesuai dengan prinsip K3LH dalam bekerja di
laboratorium adalah ....
9. Pertolongan pertama yang dilakukan saat terjadi kecelakaan kerja di laboratorium akibat
tergores/tersayat pecahan alat gelas adalah ....
10. Perhatikan pengolahan makanan nerikut ini
1) Pemeriksaan mutu bhan baku
2) Proses pengolahan sesuai SOP
3) Proses pengolahan dipercepat
4) Spesifikasi mutu sesuai selera produsen
5) Pengujian mutu hasil produksi
Usaha untuk memastikan hasil pengolahan memiliki mutu sesuai harapan pelanggan dapat
dipenuhi melalui langkah ....
11. Data hasil analisis sidik ragam :
Tabel Analisis Sidik Ragam untuk Pengujian Organoleptik
Sumber Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F hitung
Keragaman
Contoh 4 35,50 A B
Panelis 14 113,58 8,11 2,49
Kesalahan 56 182,12 3,25
Total 74 331,20
Berdasarkan tabel tersebut nilai A (kuadrat tengeh contoh) dan B (F hitung untuk contoh)
adalah ....
12. Sebanyak 0,0927 gram KIO3 dilarutkan dalam erlenmeyer dengan aquades sebanyak 25 ml,
kemudain ditambahkan dengan 5 ml H2SO4 2 N, 10 ml KI 20% dengan indikator amilum.
Setelah dititrasi dengan natrium thiosulfat menghabiskan 31,9 ml. Berdasarkan data
tersebut, berapa normalitas natrium thiosulfat? (Mr KIO3 = 214, valensi = 6)
13. Tahapan penetapan kadar protein metode Makro Kjeldahl, setelah dilakukan tahap destruksi,
meliputi ....
14. Pada pennetapan kadar protein metode Makro-Kjeldahl, HCl sisa penampung destilat
dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Produk hasil titrasi berupa ....
15. Perhatikan tabel berikut!
Larutan Standart Indikator
Na2S2O30,1 N Indigo Carmine
NCl 0,1 N Amylum
NaOH 0,1 N K2CrO4
KmnO4 0,1 N Ethyl Violet
H2SO4 0,1 N Methyl Red
Pasangan larutan standar dan indikator pada tabel yang digunakan dalam penetapan kadar
protein Makro Kjedhal adalah ....
16. Jika diketahui data hasil analisis kadar protein pada sampel mie kering menggunakan
metode Makro Kjedhal sebagai berikut:
Sampel Bobot Volume Volume N titer Fk mie
Sampel Tetrasi Tetrasi NaOH
Blanko Sampel
Mie kering 0,5225 gram 46,3 ml 31,8 ml 0,095 N 5,70
Maka kadar (%) protein dalam mie kering tersebut adalah ....
17. Metode analisis gula reduksi yang menggunakan reagen Soxhlet sebagai bahan oksidator
adalah ....
18. “Tambahan 10 ml HCL 30%, kemudian panaskan di atas penangas air pada suhu 67 – 70°C
selama 10 menit”. Instruksi tersebut terdapat dalam analisis kadar ....
19. Tujuan dilakukannya proses hidrolisa dengan HCl 30% dan pemanasan di atas penangas air
pada suhu 67-70°C dalam analisis kadar sakarosa adalah ....
20. Reaksi reduksi dan oksidasi dengan penambahan pereaksi luff schoorl pada analisis kadar
gula metode Luff Schoorl pada kahirnya terbentuk endapan merah bata. Reaksi ini
merupakan reduksi CuO menjadi ....
21. Fungsi penambahan amylum pada tahap titrasi penetapan kadar pati metode Luff Schoorl
adalah sebagai ....