Anda di halaman 1dari 14

1 Struktur Jembatan.

HSKB (626 )

NAMA : NOOR AINAH


NIM : 1610811120030

Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang


atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ataupun jalan raya. Jembatan dibangun
untuk penyeberangan pejalan kaki, kendaraan atau kereta api di atas
halangan.Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat
yang sangat vital dalam aliran perjalanan (traffic flows).

A. Pengelompokan Jembatan berdasarkan tipe konstruksinya


1. Jembatan Alang (Beam Bridge)

Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana


dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang
penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang
berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk
menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok
baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang
biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m)

2. Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)


2 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa


balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu
pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih
banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya
digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan
tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu
proses pembuatan.

3. Jembatan Lengkung (Arch Bridge)

Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap


ujungnya. Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh
masyarakat Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari
jembatan akan mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya.

4. Jembatan Gantung (Suspension Bridge)

Jembatan gantung modern digantungkan dengan menggunakan


kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari
3 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti


terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau
cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar
jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai
danau atau sungai. Deck/ lantai jembatan di tahan oleh kabel vertikal yang
dihubungkan pada kabel suspensi di atasnya. Kabel suspensi adalah bagian
terpenting dari jembatan bersuspensi, karena fungsinya adalah menahan
beban lantai jembatan yang nantinya diteruskan ke tumpuan yang ada di
ujung jembatan. Kabel suspensi ini juga didukung oleh suatu menara yang
tugasnya membawa berat daripada Dek jembatan. Jembatan gantung
terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang.
Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .

Jembatan Suspensi ini juga dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :

a. Jembatan Suspensi Sederhana (Simple Suspension Bridge)

jenis ini adalah tipe pertama dari Jembatan Suspensi yang telah
dibangun. Jangkar di kedua sisinya mendukung dek/ lantai jembatan dan
tidak memiliki menara/dermaga untuk dukungan tambahan di tengahnya.
Jembatan ini biasanya memiliki busur ke atas dan ke bawah, yang terbentuk
karena dek/ lantai jembatan. Jembatan ini termasuk jembatan fleksibel yang
didukung oleh kabel suspensi. Jenis jembatan ini tidak digunakan untuk
menahan beban yang sangat berat karena lantai jembatan memiliki kapasitas
beban yang terbatas, biasanya hanya pejalan kaki yang hendak
menyeberang sungai, lembah maupun jurang.

b. Underspanned Suspension Bridge


4 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Jenis Jembatan Gantung ini juga dikenal sebagai jembatan gantung


dek atas. Struktur jembatan ini berbeda dengan pendahulunya, jembatan
gantung sederhana. Dek / lantai jembatan ini berada di atas kabel utamanya.
Jembatan jenis ini sangat jarang dibangun karena tidak memiliki kestabilan
dikarenakan kabel utamanya yang berada di bawah dek jembatan. Tumpuan
kabel utama dari jembatan ini sama seperti jembatan suspensi sederhana
(Simple Suspension Bridge) yaitu pada ujung ujung jembatan, ditanam ke
dalam tanah.

c. Stressed Ribbon Bridge

Struktur dari jembatan ini mirip dengan Jembatan Gantung


Sederhana. Kabel sebagai unsur struktur penahan ditanam di Dek. Dek/
lantai jembatan tersebut membentuk huruf “U” pada bentang antar
tumpuannya. Ini terbentuk karena Kabel/pita dikenai kompresi, dengan
begitu jembatan ini menjadi kaku dan tidak bergoyang atau memantul.
Jembatan ini dibuat dengan memperkuat beton dengan diberi kabel
tegangan baja. Ini adalah salah satu jenis jembatan suspensi terkuat dan juga
bisa digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

d. Suspended Deck Suspension Bridge


5 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Jembatan ini juga disebut jembatan gantung yang paling umum


digunakan dari beberapa jenisnya. Menggunakan kabel suspensi yang
ditanam di tanah. Suspender jembatan ini menyuport dek/ lantai jembatan
yang ada di bawah kabel suspensi utama. Dek jembatan ini dibuat kaku dan
bisa dilalui oleh kendaraan berat dan lalu lintas rel. Jembatan ini juga
menggunakan menara/ tiang untuk membantu kabel suspensi menyalurkan
beban ke pondasi jembatan.

e. Self Anchored Suspension Bridge

Jembatan ini hampir sama dengan jembatan berjenis Suspended Deck


Suspension Bridge. Bedanya hanya pada penanaman ujung kabel suspensi
utama. Ujung dari kabel suspensi utama dari jembatan gantung ini melekat
pada masing masing ujung dek dan tidak ditanam ke tanah melainkan
menggunakan jangkar buatan untuk menanamnya. Untuk itu jembatan jenis
ini sangat cocok dibangun pada daerah yang tidak mempunyai struktur
tanah yang stabil dan sulit membuat penahan jembatan. Seperti contoh di
Negara Jepang.

Jembatan Suspensi sangat banyak memiliki kelebihan. Dia jauh lebih


fleksibel, karena dia mampu menahan gempa dan kekuatan alam lainnya.
Garis garis yang dibuat oleh kabel utama maupun kabel vertikalnya
membuat jembatan ini terkesan ramping dan memiliki estetika yang
menarik.
6 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

5. Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)

Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan


menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-
penahan dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah
jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit
dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan
kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT
Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini adalah
Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.

6. Jembatan Kerangka (Truss Bridge)

Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan


membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat
struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka
dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya
yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain
itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak
yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada
jembatan alang. Jembatan rangka umumnya terbuat dari baja, dengan
bentuk dasar berupa segitiga. Elemen rangka dianggap bersendi pada
kedua ujungnya sehingga setiap batang hanya menerima gaya aksial tekan
atau tarik saja.
7 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

7. Jembatan Beton Prategang (Prestressed Concrete Bridge)

Jembatan beton prategang merupakan suatu perkembangan


mutakhir dari bahan beton. Pada Jembatan beton prategang diberikan gaya
prategang awal yang dimaksudkan untuk mengimbangi tegangan yang
terjadi akibat beban. Jembatan beton prategang dapat dilaksanakan dengan
dua sistem yaitu post tensioning dan pre tensioning. Pada sistem post
tensioning tendon prategang ditempatkan di dalam duct setelah beton
mengeras dan transfer gaya prategang dari tendon pada beton dilakukan
dengan penjangkaran di ujung gelagar. Pada pre tensioning beton dituang
mengelilingi tendon prategang yang sudah ditegangkan terlebih dahulu
dan transfer gaya prategang terlaksana karena adanya ikatan antara beton
dengan tendon. Jembatan beton prategang sangat efisien karena analisa
penampang berdasarkan penampang utuh. Jembatan jenis ini digunakan
untuk variasi bentang jembatan 20 - 40 meter.

8. Jembatan Box Girder

Jembatan box girder umumnya terbuat dari baja atau beton


konvensional maupun prategang. box girder terutama digunakan sebagai
gelagar jembatan, dan dapat dikombinasikan dengan sistem jembatan
gantung, cable-stayed maupun bentuk pelengkung. Manfaat utama
dari box girder adalah momen inersia yang tinggi dalam kombinasi dengan
berat sendiri yang relatif ringan karena adanya rongga ditengah
penampang. box girder dapat diproduksi dalam berbagai bentuk, tetapi
bentuk trapesium adalah yang paling banyak digunakan. Rongga di tengah
box memungkinkan pemasangan tendon prategang diluar penampang
8 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

beton. Jenis gelagar ini biasanya dipakai sebagai bagian dari gelagar
segmental, yang kemudian disatukan dengan sistem prategang post
tensioning. Analisa fullprestressing suatu desain dimana pada penampang
tidak diperkenankan adanya gaya tarik, menjamin kontinuitas dari gelagar
pada pertemuan segmen. Jembatan ini digunakan untuk variasi panjang
bentang 20 – 40 meter.

B. Tumpuan Pada Jembatan

1. Pengertian Tumpuan
Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, maka konstruksi harus
berdiri dengan kokoh. Semua beban yang diterimanya akan diteruskan
ke bumi dengan sesingkat-singkatnya. Bagian yang meneruskan beban
itulah yang disebut perletakan/tumpuan. Selain meneruskan beban,
perletakan juga akan memikul konstruksi tersebut. Perletakan bisa
berupa sebuah pondasi. Bangunan-bangunan harus terletak diatas
permukaan bumi, hubungan antara bangunan tersebut dengan lapisan
permukaan bumi dikaitkan dengan suatu pondasi. Jadi, dapat
disimpulkan bahwa Tumpuan merupakan tempat perletakan konstruksi
atau dukungan bagi konstruksi dalam meneruskan gaya-gaya yang
bekerja pada pondasi.
9 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Jenis- Jenis Tumpuan

1. Tumpuan Sendi / Engsel


2. Tumpuan Rol
3. Tumpuan Jepit
4. Pendel
5. Tumpuan Bidang
6. DatarTumpuan Tali
7. Tumpuan Gesek
8. Tumpuan Titik

Ada delapan jenis tumpuan, tetapi yang dipelajari dalam mekanika teknik
hanya 4 jenis tumpuan, yaitu tumpuan sendi, rol, jepit dan pendel.

1. Tumpuan sendi, diberi notasi

Tumpuan Sendi, yaitu tumpuan yang terdiri dari poros dan lubang
sendi. Pada tumpuan demikian dianggap sendinya licin sempurna,
sehingga gaya singgung antara poros dan sendi tetap normal terhadap
bidang singgung, dan arah gaya ini akan melalui pusat poros. Tumpuan
sendi sering disebut dengan engsel karena cara bekerjanya yang mirip
dengan cara kerja engsel. Tumpuan sendi mampu memberikan reaksi
arah vertikal dan reaksi arah horizontal artinya tumpuan sendi dapat
menahan gaya vertikal dan horizontal atau terdapat 2 variabel yang akan
10 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

diselesaikan (Rv dan Rh). Tumpuan sendi ini tidak dapat menerima /
menahan momen artinya jika diberi momen maka akan berputar, seperti
sifat engsel.

Gambar di samping merupakan bentuk


pemodelan tumpuan sendi pada suatu
struktur jembatan, yang bertugas untuk
menyangga sebagian dari jembatan.
Karena struktur harus stabil, maka
perletakan sendi tidak boleh turun jika
tertimpa beban dari atas. Oleh karena itu,
sendi harus mempunyai reaksi vertikal
(Rv). Selain itu, tumpuan sendi tidak boleh
bergeser horizontal. Oleh karena itu,
tumpuan sendi harus mempunyai reaksi
horizontal (Rh). Tumpuan sendi dapat
berputar jika diberi momen untuk
mencegah patah jika memuai dan
melendut, maka tumpuan sendi tidak
mempunyai reaksi momen.

Gambar pemodelan perletakan sendi

Aplikasi tumpuan sendi pada struktur jembatan

2. Tumpuan rol, diberi notasi


11 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Tumpuan Rol adalah tumpuan yang selalu memiliki lubang sendi.


Apabila poros ini licin sempurna maka poros ini hanya dapat
meneruskan gaya yang tegak lurus bidang singgung di mana poros ini
diletakkan. Tumpuan rol merupakan tumpuan yang dapat bergeser ke
arah horizontal, sehingga tumpuan ini tidak dapat menahan gaya
horizontal. Pada tumpuan rol terdapat roda yang dapat bergeser. Roda
tersebut berguna untuk mengakomodir pemuaian pada konstruksi,
sehingga konstruksi tidak rusak. Tumpuan rol hanya mampu
memberikan reaksi arah vertikal artinya tumpuan rol hanya dapat
menahan gaya vertikal saja. Dengan demikian, tumpuan rol hanya
memiliki satu variabel yang akan diselesaikan (Ry). Tumpuan ini tidak
dapat menahan momen.

Gambar di samping merupakan bentuk


perletakan rol pada suatu struktur jembatan
yang bertgas untuk menyangga sebagian
dari jembatan.
Karena struktur harus stabil, maka
perletakan rol tersebut tidak boleh turun jika
diberi beban dari atas. Oleh karena itu,
tumpuan rol harus mempunyai reaksi
vertikal (Ry). Perletakan rol tersebut dapat
bergeser/menggelinding kea rah horizontal
artinya tumpuan ini tidak mempunyai reaksi
horizontal. Jika diberi momen, tumpuan rol
dapat berputar artinya tumpuan ini tidak
dapat menahan/ menerima momen untuk
mencegah patah jika memuai dan melendut
Gambar pemodelan perletakan rol

Aplikasi tumpuan rol pada struktur atas jembatan


12 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

3. Tumpuan jepit, diberi notasi

Tumpuan Jepit adalah tumpuan yang menciptakan kondisi


kaku/monolit. Tumpuan ini seolah-olah dibuat dari balok yang
ditanamkan pada tumpuannya, demikian sehingga mampu menahan
gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan torsi. Tumpuan
jepit berupa balok yang terjepit pada tiang(kolom), di mana pada
tumpuan ini mampu memberikan reaksi terhadap gaya vertikal, gaya
horizontal, bahkan mempu memberikan reaksi terhadap putaran
momen. Oleh karena itum, tumpuan jepit mempunyai 3 variabel yang
akan diselesaikan (Rv, Rh dan momen).

Gambar di samping merupakan bentuk


perletakan jepit dari suatu struktur.
Tumpuan ini bertugas untuk menahan balok
sorotan jembatan agar tidak jatuh.
Karena struktur sorotan harus stabil, maka
perletakan jepit tidak boleh turun jika diberi
beban dari atas. Oleh karena itu, tumpuan
jepit harus mempunyai reaksi vertikal((Ry).
Tumpuan tersebut tidak boleh berputar
Gambar pemodelan tumpuan jepit pada sambungannya jika diberi momen.
Oleh karena itu, tumpuan ini harus
mempunyai reaksi momen. Selain itu jepit
juga tidak boleh bergese ke arah horizontal.
13 Struktur Jembatan. HSKB (626 )

Aplikasi tumpuan jepit pada bagian jembatan

4. Tumpuan pendel, diberi notasi

Tumpuan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis
kerjanya berimpit. Garis kerja reaksi pada batang pendel berhimpit
dengan batang itu sendiri, memberi peluang berputar ke segala arah.
Bentuk tumpuan pendel ini jika pada suatu struktur jembatan
bertugas untuk menyangga sebagian dari baja. Pendel tersebut
hanya bisa menyangga sebagian jembatan yang hanya searah
dengan sumbu pendel tersebut, maka hanya mempunyai satu reaksi
yang searah dengan sumbu pendel.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa :


14 Struktur Jembatan. HSKB (626 )