Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEORI

PERUBAHAN FISIOLOGI PERSALINAN

Dosen Pengampu : Andri Nur Sholikhah, S.ST., M.Keb

Oleh:
Nur Rizqi
1810104365

PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG DIPLOMA IV


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
2019
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
PERUBAHAN FISIOLOGI PERSALINAN

I. IDENTITAS
Mata Kuliah :Asuhan Kebidanan Persalinan
Program Studi :DIV Bidan Pendidik
Kode/Bobot SKS :MW3210 / 2 SKS
Kelas/Semester :B / II ( Dua)
Elemen Kompetensi :MKB
Jenis Kompetensi :Utama
Waktu Kuliah :1x20 Menit
Pokok Bahasan : Perubahan Fisiologi Persalinan

II. STANDAR KOMPETENSI


Mahasiswa mampu memahami teori-teori tentang asuhan kebidanan persalinan
sesuai dengan PERMENKES NO 28 Tahun 2017 yakni pelayanan kesehatan ibu
diberikan pada masa sebelum hamil, masa hamil, masa persalinan, masa nifas,
masa menyusui, dan masa antara dua kehamilan.

III. KOMPETENSI DASAR


Mahasiswa mampu menguasai materi perubahan fisiologi dalam persalinan

IV. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Mahasiswa Dapat :
1. Menjelaskan perubahan fisiologis kala 1 tentang Tekanan darah,
metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, pernapasan
2. Menjelaskan perubahan fisiologis kala 1 tentang Ginjal, gastrointestinal,
hematologi
3. Menjelaskan perubahan fisiologis kala II tentang Perubahan uterus dan
organ dasar panggul

V. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui perkuliahan dikelas mahasiswa dapat:

1. Mengetahui perubahan fisiologis dan psikologis dalam persalinan

2. Menjelaskan Perubahan fisiologi kala 1

- Tekanan darah, metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, pernapasan


- Ginjal, gastrointestinal, hematologi

3. Menjelaskan Perubahan fisiologis kala II

- Perubahan uterus dan organ dasar panggul

VI. DESKRIPSI MATERI

1. Perubahan fisiologis dan psikologis dalam persalinan

2. Perubahan fisiologi kala 1

- Tekanan darah, metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, pernapasan

- Ginjal, gastrointestinal, hematologi

3. Perubahan fisiologis kala II

- Perubahan uterus dan organ dasar panggul

VII. STRATEGI PEMBELAJARAN


1. Ceramah
2. Tanya Jawab

VIII. MEDIA PEMBELAJARAN


1. Power Point
2. Video
3. Stik
4. LCD
5. Proyektor
6. Laptop

IX. KEGIATAN PEMBELAJARAN


Langkah Uraian Kegiatan Estimasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Mempersiapkan Fisik dan Psikis mahasiswa 5 menit
2. Melakukan apersepsi dan integrasi nilai-
nilai islam
3. Melakukan Apersepsi Dengan Integrasi
Nilai-Nilai Islam
4. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran
5. Mengaitkan Dengan Realitas Kehidupan
Sehari Hari
Kegiatan Inti 1. Menjelaskan perubahan fisiologi Kala 1 15 menit
meliputi tekanan darah, metabolisme, suhu
tubuh, detak jantung pernapasan, ginjal,
gastrointestinal, hematologi
2. Menjelaskan Perubahan Fisiologi Kala II
perubahan uterus dan organ dasar panggul

Penutup 1. Refleksi terhadap kegiatan pembelajaran 5 menit


dan integrasi nilai-nilai islam
2. Tindak lanjut pemberian tugas resume untuk
materi pertemuan selanjutnya
3. Menutup dengan salam

1. PENILAIAN
Jenis : Tulis
Bentuk : pilihan ganda dan essay
Instrumen : Soal : Terlampir

2. REFERENSI

Prawirohardjo, Sarwono. (2011). Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP


Departemen Kesehatan RI. (2007). Asuhan Persalinan Normal.
Febri. (2010). Konsep Dasar
Persalinan.http://bidanshop.blogspot.com/2010/05/konsep-dasar-
persalinan.html
Herdiniwidya. (2011). Konsep Dasar Asuhan
Persalinan.http://herdiniwidya.wordpress.com/2011/07/29/konsep-dasar-
asuhan-persalinan/
Rafless. (2011). Konsep Dasar Asuhan Kebidanan pada Ibu dalam Masa
Persalinan.http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/2011/04/konsep-dasar-
asuhan-kebidanan-pada-ibu.html
Varney’s Midwivery,1997.
Yogyakarta, Februari 2019

Dosen Pembimbing Praktikan

(Andri Nur Sholikhah, S.ST., M.Keb) ( Nur Rizqi )


LAMPIRAN MATERI

Artinya :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang


menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah
dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

A. PENGERTIAN PERSALINAN

Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil,
sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling
mendebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama
sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia.

Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu
baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan
energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Ada
baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa,
sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi
proses persalinan ini.

B. PERUBAHAN FISIOLOGI KALA I


Sejumlah perubahan fisiologis yang normal akan terjadi selama persalinan,
Hal ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan yang dapat dilihat
secara klinis bertujuan untuk dapat secara tepat dan cepat mengintreprestasikan
tanda-tanda, gejala tertentu dan penemuan perubahan fisik dan laboratorium
apakah normal atau tidak pada persalinan kala I. Beberapa perubahan yang
terjadi pada masa persalinan kala I, yaitu:
1. Tekanan darah, metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, pernapasan
Tekanan Darah
Perubahan darah meningkat selama konstraksi uterus dengan kenaikan
sistolik rata-rata sebesar 10-20mmHg dan kenaikan diastolik rata-rata 5-10
mmHg diantara konstraksi-konstraksi uterus, Tekanan darah akan turun
seperti sebelum masuk persalinan dan akan naik lagi bila terjadi konstraksi.
Arti penting dan kejadian ini adalah untuk memastikan tekanan darah yang
sesungguhnya,sehingga diperlukan pengukuran diantara konstraksi. Jika
seorang ibu dalam keadan yang sangat takut/khawatir, rasa takutnyalah yang
menyebabakan kenaikan tekanan darah. Dalam hal ini perlu dilakukan
pemeriksaan lainnya untuk mengesampingkan preeklamsia. Oleh karena itu
diperlukan asuhan yang mendukung yang dapat menimbulkan ibu
rileks/santai. Posisi tidur telentang selama bersalin akan menyebabkan
penekanan uterus terhadap pembuluh darah besar (aorta) yang akan
menyebabkan sikulasi darah baik untuk ibu maupun janin akan terganggu, ibu
dapat terjadi hipotensi dan janin dapat asfiksia.
2. Metabolisme
Metabolisme karbohidrat aerob dan anaerob akan meningkat secara
berangsur disebabkan oleh kecemasan dan aktivitas otot skeletal. peningkatan
ini ditandai adanya peningkatan suhu tubuh, denyut nadi, kardiak output,
pernafasan dan cairan yang hilang.
3. Suhu tubuh
Suhu badan akan sedikit meningkat selama persalinan, suhu mencapai
tertinggi selama persalinan dan segera setelah persalinan. Kenaikan ini
dianggap normal asal tidak melebihi 0,5 - 1 C. Suhu badan yang naik sedikit
merupakan hal yang wajar,namun keadaan ini berlangsung lama, keadaan
suhu ini mengindikasikan adanya dehidrasi. Parameter lainnya harus
dilakukan antara lain selaput ketuban pecah atau belum, karena hal ini
merupakan tanda infeksi.
4. Detak Jantung
Detak jantung secara dramatis naik selama kontraksi dan Antara
kontraksi sedikit meningkat dibandingkan sebelum persalinan, 400 ml darah
dikeluarkan dari uterus dan masuk ke dalam sistem vaskuler ibu. Hal ini akan
meningkatkan curah jantung sekitar 10% sampai 15% pada tahap pertama
persalinan dan sekitar 30% sampai 50% pada tahap kedua persalinan.
Ibu harus diberitahu bahwa ia tidak boleh melakukan manuver valsava
(menahan napas dan menegakkan otot abdomen) untuk mendorong selama
tahap kedua. Aktivitas ini meningkatkan tekanan entratoraks, mengurangi
aliran balik vena dan meningkatkan tekanan vena. Curah jantung dan tekanan
darah meningkat, sedangkan nadi melambat untuk sementara. Selama ibu
melakukan manuver valsava, janin dapat mengalami hipoksia. Proses ini
pulih kembali saat wanita menarik napas.
5. Pernafasan
Terjadi sedikit peningkatan laju pernapasan dianggap
normal. Hiperventilasi yang lama dianggap tidak normal dan bisa
menyebabkan alkologis. Peningkatan aktivitas fisik dan peningkatan
pemakaian oksigen terlihat dari peningkatan frekuensi pernafasan.
Hiperventilasi dapat menyebabkan alkalosis respiratorik (pH meningkat),
hipoksia dan hipokapnea (karbondioksida menurun), Pada tahap kedua
persalinan. Jika ibu tidak diberi obat-obatan, maka ia akan mengkonsumsi
oksigen hampir dua kali lipat. Kecemasan juga meningkatkan pemakaian
oksigen.
6. Ginjal
Poliuri (jumlah urin lebih dari normal) sering terjadi selama persalinan,
disebabkan oleh peningkatan kardiak output, peningkatan filtrasi glomerulus
dan peningkatan aliran plasma ginjal. proteinuria dianggap gejala normal
selama persalinan. Proteinuria +1 dapat dikatakan normal dan hasil ini
merupakan respons rusaknya jaringan otot akibat kerja fisik selama
persalinan.
Pada trimester ke dua, kandung kemih menjadi organ abdomen. Apabila
terisi, kandung kemih dapat teraba di atas simpisis pubis. Selama persalinan
wanita dapat mengalami kesulitan untuk berkemih secara spontan akibat
berbagai alasan yaitu edema jaringan akibat tekanan bagian presentasi, rasa
tidak nyaman, sedasi dan rasa malu.
7. Gastrointestinal
Motilitas lambung dan absorbsi makanan padat secara substansial
berkurang banyak selama persalian. pengeluaramn getah lambung berkurang,
menyebabkan aktivitas pencernaan hampir berhenti dan pengosongan
lambung menjadi lambat. cairan tidak berpengaruh dan meninggalkan perut
dalam tempo yang biasa. mual dan muntah sering terjadi sampai akhir kala I.
8. Hematologi
Hemoglobin meningkat sampai 1,2 gram/100ml selama persalianan dan
akan kembali pada tingkat seperti sebelum persalinan dan sehari setelah
persalinan kecuali pada perdarahan postpartum. Jumlah sel-sel darah putih
meningkat secara progessif selama kala satu persalinan sebesar 5000s/d
15.000 WBC sampai dengan akhir pembukaan lengkap, hal ini tidak
berindikasi adanya infeksi. Gula darah akan turun selama persalinan dan akan
turun secara menyolok pada persalinan yang mengalami penyulit atau
persalinan lama.
C. PERUBAHAN FISIOLOGI KALA II

1. Perubahan uterus dan organ dasar panggul


Kotraksi otot uterus.
a) Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berelaksasi kembali ke
keadaan sebelum kontraksi tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun
tonusnya seperti sebelum kontraksi (Retraksi).
b) Kontraksi tidak sama kuatnya, tapi paling kuat di daerah fundus uteri dan
berangsur-angsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen
bawah rahim (SBR).
c) Sebagian dari isi rahim keluar dari segmen atas dan diterima oleh segmen
bawah
Segmen atas rahim (SAR) dan segmen bawah rahim (SBR).
a) Jadi segmen atas makin lama makin mengecil sedangkan segmen bawah
makin diregang dan makin tipis dan isi rahim sedikit demi sedikit pindah
ke segmen bawah
b) Karena segmen atas makin tebal dan segmen bawah makin tipis maka
batas antara segmen atas dan bawah lingkaran retraksi yang
fisiologismenjadi jelas
c) Kalau segmen bawah sangat diregang maka lingkaran retraksi lebih jelas
dan naik mendekat pusat -lingkaran retraksi yang patologis / lingkaran
bandle
Perubahan bentuk rahim
a) Pada tiap kontraksi sumbu panjang rahim bertambah panjang sedangkan
ukuran melintang maupun muka belakang berkurang.
b) Hal di atas dapat terjadi karena ukuran melintang berkurang, artinya
tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutup atas
anak tertekan pada fundus sedangkan kutub bawah ditekan ke dalam
PAP.
Pergeseran organ dasar panggul
Jalan lahir disokong dan secara fungsional ditutupi oleh sejumlah
lapisan jaringan yang bersama-sama membentuk dasar panggul. Struktur
yang paling penting adalah m.levator ani dan fasia yang membungkus
permukaan atas dan bawahnya, yang praktisnya disebut dasar panggul.
Kelompok otot ini menutup ujung bawah rongga panggul sebagai sebuah
diafragma sehingga memperlihatkan permukan atas yang cekung dan bagian
bawah yang cembung.
Pada kala I persalinan selaput ketuban dan bagian terbawah janin
memainkan peran penting untuk membuka bagian atas vagina. Namun,
setelah ketuban pecah perubahan-perubahan dasar panggul seluruhnya
dihasilkan oleh tekanan yang diberikan oleh bagian terbawh janin. Perubahan
yang paling nyata terdiri atas peregangan serabut-serabut m.levator ani dan
penipisan bagian tengah perinium, yang berubah bentuk dari massa jaringan
terbentuk baji setebal 5 cm menjadi (kalau tidak dilakukan episiotomi)
struktur membran tipis yang hampir transparan dengan tebalkurang dari 1 cm.
Ketika perinium teregang maksimal, anus menjadi jelas membuka dan terlihat
sebagai lubang berdiameter 2 sampai 3 cm dan disini dinding anterior trektum
menonjol. Jumlah dan besar pembuluh darah biasa yang memelihara vagina
dan dasar panggul menyebabkan kehilangan darah yang amat banyak
kalau jaringan ini robek.

Lampiran soal

Ny. C 30 tahun, G IV P II AI hamil 39 minggu. Datang ke BPS pada pukul 09.00 WIB
dengan keluhan keringat dingin dan kenceng-kenceng teratur sejak pukul 07.00
WIB disertai pengeluaran lendir darah. Hasil VT: pembukaan 7 cm, KK +,
penurunan masuk panggul diantara tepi bawah sympisis dan spina ischiadica.
Data fokus yang mendukung ibu dalam proses persalinan adalah ......
A. Dilatasi serviks
B. Hamil 39 minggu
C. Kenceng-kenceng
D. Keluar keringat dingin
E. Pengeluaran lendir darah
Jika diketahui seorang ibu datang ke Bidan pada jam 09.00 ibu mengeluh mengeluarkan
cairan lendir berwarna putih disertai darah dari kemaluannya sejak
2 jam yang lalu. setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan terdapat pembukaan servik
dan his 4x4” 10 Apakah hal tersebut termasuk kondisi fisiologis pada ibu bersalin kala1
dan diagnosa apa yang tepat untuk ibu tersebut'(C )A.

a. Fisiologis KPD

Patologis KPD

Fisiologis inpartu kala 1 fase aktif


Fisiologis inpartu kala 1 fase laten

KUNCI JAWABAN
A. Pilihan ganda
1. B
2. A
3. A
4. E
5. A
B. ESAY
1. Tujuan pemeriksaan head to toe
a. Menilai gangguan adaptasi BBL yang memerlukan resusitasi
b. Menentukan kelainan yang perlu tindakan segera (atresia ani,
atresia esofagus), trauma lahir
c. Menentukan apakah BBL dapat rawat gabung atau ruang
perawatan khusus atau segera operasi
2. Jelaskan prinsip persiapan pemeriksaan fisik head to toe pada bayi
a. lingkungan hangat, bayi hangat, cahaya cukup
b. Melibatkan ibu dan keluarga
c. Bidan harus waspada terhadap tanda abnormal
d. Menyeluruh dan sistematis
e. Dilakukan dengan lembut
3. A. Diagnosa apakah yang tepat
Jawab : Hipotermi
B. definisi pemeriksaan head to toe
Merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang
bertujuan untuk memastikan normalitas & mendeteksi adanya
penyimpangan dari normal. Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi
tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap
kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan.
Pengkaian BBL seharusnya dimulai dengan melihat riwayat
kehamilan dan persalinan karena hal ini sangat menentukan kondisi
bayi yg akan dilahirkan. Pemeriksaan fisik BBL dilakukan minimal
3x yaitu: pada saat lahir; dalam 24 jam pertama; pada waktu pulang