Anda di halaman 1dari 22

‫بِس ِْم ه‬

ِ ‫ّللاِ الرَّحْ َم ِن الر‬


‫َّحي ِْم‬

Hidrolisis

Hidro Lisis
Air Penguraian

• Reaksi yang terjadi berdasarkan terurainya sebuah


senyawa di dalam air (senyawa bersifat lemah)
• Senyawa bersifat kuat tidak dapat terhidrolisis dalam
air
Dita Farastika - Pendidikan Kimia UIN Jakarta
Tentukan sifat asam dan basa berikut!
Manakah yang termasuk asam lemah/kuat
dan basa lemah/kuat?
1. H3PO4
2. KOH
3. CH3COOH
4. HCl
5. HF
6. NH4OH
7. Al(OH)3
8. Ba(OH)2
Sifat Larutan Garam
 Garam adalah senyawa ion yang terdiri atas kation logam
yang berasal dari suatu basa dan anion sisa asam.
 Hidrolisis kation menghasilkan H+
 Hidrolisis anion menghasilkan ion OH-

Contoh :
NaCl K2SO4 CH3COONa AlCl3

Yang merupakan kation (basa) : Na+, K+, Al3+


Yang merupakan anion (asam) : Cl-, SO42-, CH3COO-
Garam bersifat netral
 Berasal dari asam kuat dan basa kuat
 Memiliki pH = 7 (netral)
 Tidak terhidrolisis

Contoh : NaCl
NaCl  Na+ + Cl-
Na+ + H2O  (tidak bereaksi)
Cl- + H2O  (tidak bereaksi)
Garam bersifat basa
 Berasal dari asam lemah dan basa kuat
 Memiliki pH > 7 (basa)
 Terhidrolisis sebagian

Contoh: CH3COONa
CH3COONa  CH3COO- + Na+
CH3COO- berasal dari asam lemah
Na+ berasal dari basa kuat

CH3COO- + H2O ↔ CH3COOH + OH-


Na+ + H2O  (tidak bereaksi)

 Hidrolisis anion menghasilkan ion OH- yang menyebabkan


perubahan pH dalam larutan menjadi basa
Garam bersifat asam
 Berasal dari asam kuat dan basa lemah
 Memiliki pH < 7 (asam)

Contoh: (NH4)2SO4
(NH4)2SO4  SO42- + 2NH4+

SO42- berasal dari asam kuat


2NH4+ berasal dari basa lemah

2NH4+ + 2H2O ↔ 2NH4OH + 2H+


SO42- + H2O  (tidak bereaksi)

 Hidrolisis kation menghasilkan ion H+ yang menyebabkan perubahan


pH dalam larutan menjadi asam
Garam dari asam lemah dan basa lemah
 Mengalami hidrolisis total
 Membentuk garam asam, jika Ka > Kb
 Membentuk garam basa, jika Ka < Kb
 Membentuk garam netral, jika Ka = Kb

Contoh: (NH4)2CO3 (Ka = 1,2 . 10-4, Kb = 2 . 10-6)


(NH4)2CO3  2 NH4+ + CO32-
CO32- berasal dari asam lemah
2NH4+ berasal dari basa lemah
Tentukan sifat garam dari larutan berikut!

1. K2SO4
2. NaCN
3. NH4CN
4. Na2S
5. Al2S3

Keterangan :
Ka HCN: 6,2 . 10-10 Ka H2S: 2,6 . 10-3
Kb NH3: 1,8 . 10-5 Kb Al(OH)3: 10-6
Penyelesaian
 K2SO4 = Garam Netral
K2SO4 → 2 K+ + SO42-
Basa Kuat Asam Kuat

 NaCN = Garam Basa


NaCN → Na+ + CN-
Basa Kuat Asam Lemah

 NH4CN = Garam Basa


NH4CN → NH4+ + CN-
Basa Lemah Asam Lemah
Membandingkan Ka CN- (HCN) dengan Kb NH4+ (NH3)
6,2 . 10-10 < 1,8 . 10-5
Menghitung pH larutan garam
Garam dari asam kuat dan Garam dari basa lemah
basa kuat dan asam lemah

 Tidak mengalami hidrolisis 𝐾𝑤 𝐾𝑎


[H+] = .
(penguraian oleh air) 𝐾𝑏

 pH = netral = 7
Keterangan :
Kw = tetapan
kesetimbangan air (10-
14 )

Ka = tetapan ionisasi asam


lemah
Kb = tetapan ionisasi basa
lemah
Garam dari asam lemah Garam dari asam kuat dan
dan basa kuat basa lemah

𝐾𝑤 𝐾𝑤
[OH-] = 𝑀𝑎 [H+] = 𝑀𝑏
𝐾𝑎 𝐾𝑏

Keterangan :
Keterangan :
Kw = tetapan kesetimbangan
Kw = tetapan kesetimbangan air (10-14)
air (10-14 ) Kb = tetapan ionisasi basa
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
lemah Mb = konsentrasi kation
Ma = konsentrasi anion (asam) (basa) yang terhidrolisis/
yang terhidrolisis/ konsentrasi kation dari
konsentrasi anion dari garam
garam
Soal
Hitunglah pH larutan berikut :
a. (NH4)2SO4 0.1 M (Kb = 10-7)

b. Larutan 25 mL CH3COOH 0.2 M + 10 mL NaOH 0.5


M (Ka =10-5).
Petunjuk: Reaksikan terlebih dahulu untuk mengetahui
garamnya.
Penyelesaian No. 1
a. (NH4)2SO4 0,1 M (Kb = 10-7)
Diketahui:
Konsentrasi (NH4)2SO4 = 0,1 M ; Kb = 10-7
Ditanya: pH …?
Jawab: (NH4)2SO4  2 NH4+ + SO42-
Garam Asam Basa Lemah Asam Kuat
0,1 M 2. 0,1 M = 0,2 M 0,1 M
𝐾𝑤
[H+] = 𝑀𝑏
𝐾𝑏

10 14
= − 0,2
10 7
−7
= 10 . 0,2
−8
= 10 .2
= 1,4 . 10-4

pH = - log [H+]
= - log 1,4 . 10-4
= 4 – log 1,4
BUFFER

Aditya Ratu Hanifa – Pendidikan Kimia UIN Jakarta


Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa

 Yang bersisa adalah asam  Yang bersisa adalah basa


lemah lemah
𝑎 𝑏
[H+] = Ka [OH-] = Kb
𝑔 𝑔

Keterangan : Keterangan :
Ka = tetapan ionisasi asam Kb = tetapan ionisasi basa
lemah lemah
a = mol asam b = mol basa
g = mol garam g = mol garam
CARA MUDAH MEMBEDAKAN HIDROLISIS
DAN BUFFER

SYARAT HIDROLISIS SYARAT BUFFER

 Memiliki senyawa  Memiliki senyawa


asam/basa lemah sebagai asam/basa lemah sebagai
reaktan (pereaksi) reaktan (pereaksi)
 Reaktan harus habis atau  Reaktan yang lemah harus
tidak bersisa. bersisa.
Tentukan pH larutan dibawah ini! Apakah
termasuk hidrolisis atau buffer?
1. 20 mL H2CO3 0,3 M + 30 mL Ba(OH)2 0,2 M
(Ka = 10-5)

2. 23 mL H2CO3 0,3 M + 30 mL Ba(OH)2 0,2 M


(Ka = 10-5)
Penyelesaian Untuk Menentukan Hidrolisis /
Buffer
1. 20 mL H2CO3 0,3 M + 30 mL Ba(OH)2 0,2 M
Diketahui:
mmol H2CO3 = M .V = 0,3 M . 20 mL = 6 mmol
mmol Ba(OH)2 = M .V = 0,2 M . 30 mL = 6 mmol
Ditanya: pH … ?
Jawab:
H2CO3 + Ba(OH)2  BaCO3 + 2 H2O
M = 6 mmol ; 6 mmol ; - ; -
R = 6 mmol ; 6 mmol ; 6 mmol ; 12 mmol
S = - ; - ; 6 mmol ; 12 mmol
Berdasarkan hasil di atas, didapat reaktan tidak bersisa, maka rumus yang
digunakan untuk menentukan pH adalah rumus Hidrolisis Garam Basa,
karena H2CO3 adalah asam lemah dan Ba(OH)2 adalah basa kuat yang
menghasilkan Garam bersifat basa.
2. 23 mL H2CO3 0,3 M + 30 mL Ba(OH)2 0,2 M
Diketahui:
mmol H2CO3 = M . V = 0,3 M . 23 mL = 6,9 mmol
mmol Ba(OH)2 = M . V = 0,2 M . 30 mL = 6 mmol
Ditanya: pH … ?
Jawab:
H2CO3 + Ba(OH)2  BaCO3 + 2 H2O
M = 6,9 mmol ; 6 mmol ; - ; -
R = 6,9 mmol ; 6 mmol ; 6 mmol ; 12 mmol
S = 0,9 mmol ; - ; 6 mmol ; 12 mmol
Berdasarkan hasil di atas, didapat reaktan dari H2CO3 yang
merupakan asam lemah bersisa, maka rumus yang digunakan untuk
menentukan pH adalah rumus Buffer/Larutan Penyangga Asam.
NOTE
JIKA REAKTAN YANG BERSISA BASA-ASAM
KUAT, MAKA PAKAI RUMUS [H+] ATAU [OH-]
M . Valensi