Anda di halaman 1dari 8

DAFTAR ISI

HALAMAN DOKUMEN……………………………………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………. 1

BAB II LINGKUP KEGIATAN …………………………………………… 2

BAB III TATA LAKSANA…………………………………………………. 5

BAB IV DOKUMENTASI………………………………………………….. 7

LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Infection Control Risk Assessment (ICRA) merupakan suatu pengkajian
sebagai bagian dari proses perencanaan program pencegahan dan pengendalian
infeksi rumah sakit, bersama-sama dengan perencanaan membentuk dasar dari
proses serta mendukung akreditasi survelans yang terfokus dan memenuhi
peraturan perundangan yang berlaku. Pengakajian resiko infeksi juga diperlukan
untuk mengidentifikasi resiko untuk mendapatkan data kawasan infeksi
berdasarkan :
- Lokasi geografis, masyarakat dan populasi yang dilayani
- Perawatan, pengobatan dan pelayanan
- Analisis aktivitas surveilans dan data infeksi lain

1.2 Tujuan
- Untuk meminimalisir resiko infeksi RS (HAI’S) pada pasien yang mungkin bisa
terjadi.
- Mengontrol penyebaran infeksi yang ada di lingkungan RS.
BAB II
LINGKUP KEGIATAN

A. Melaksanakan proses pengkajian resiko


1. Faktor-faktor resiko :
* Geografi dan lingkungan
Dari bulan Januari 2016 ada pembangunan gedung CSSD, Rehab ruang
kedongdong sehingga mengganggu kondisi lingkungan. Debu berkeliaran dan
alat-alat bangunan masih banyak berserakan.
* Karakteristik populasi
Petugas, pasien dan pengunjung beresiko terpapar debu.
* Infeksi area endemik
Belum ada infeksi area endemik oleh karena belum ada pengecekan
kualitas udara dan alat kualitas udara belum tersedia.
* Area yang terkait resiko
Semua area Lingkungan dalam Rumah Sakit beresiko terpapar debu.
* Karakteristik perawatan medis
Rata-rata sudah sesuai standar, namun ada beberapa pelaksanan
perawatan belum sesuai standar perawatan.
* Pelayanan tersedia
Tersedia pelayanan sesuai standar baik pelayanan gawat darurat,
pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan.
2. Kelompok Resiko
* Organisme resisten antibiotik
Belum ada kultur untuk mengetahui resistensi antibiotik di RSUD
Kabupaten Klungkung
* Kegagalan aktivitas pencegahan
Kegagalan aktivitas pencegahan terjadi karena kurang kepatuhan petugas
dan kurang membudayanya pencegahan infeksi.
* Aktivitas isolasi
Isolasi sudah dilakukan namun belum maksimal, belum sesuai standar.
Pasien Infeksius (seperti TBC)
* Kebijakan prosedur
Sudah ada semua kebijakan yang diperlukan dan untuk klinisnya sudah
dituangkan dalam SPO
* Kesiapan
Kesiapan sudah dilakukan sesuai perencanan dan rencana program
sehingga pelaksanaan bisa dipantau.
* Health care = Associated Infection (HAI’S)
Dari pengkajian data 2016 dan monitoring ke lapangan data HAI,S
ditemukan pada IADP yaitu ditemukan angka plebitis saja sedangkan
angka ISK, ILO, VAP, Bakterimia dan Dekubitus tidak ditemukan.
* Lingkungan
Lingkungan yang masih banyak ada pembangunan dan renovasi sehingga
beresiko terjadi ISPA dan Pneumonia.
* Kesehatan Petugas
Belum ada pengecekan dan control petugas terutama yang bertugas di
tempat yang beresiko.

B. Melaksanakan kegiatan/program ICRA


No Kegiatan yang dilakukan / Risiko Assessment
Kontrol
1. Kontrol Gedung yang sedang Risiko ISPA dan Membuat skat
direnovasi dan pembangunan Pneumonia pelindung debu
Gedung disekitar proyek
pembangunan
sehingga orang
melewati tidak
terpapar debu
.
2. Kontrol ruang rawat inap baik Masih ada Membuat
perawatan , lingkungan dan beberapa perawat Rencana Tindak
kepatuhan melakukan Lanjut dan Audit
tindakan pemasangan infus
perawatan (pasang perawat ke pasien.
infus) tidak sesuai
SPO.
Lingkungan masih
ada sedikit yang
berdebu di
tempat-tempat
yang jarang
tersentuh.
INFECTION CONTROL RISK ASSESMENT (ICRA)

Penulis Dokumen : Komite PPI


Tanggal : 30 September 2016
Jumlah Halaman : 7 Halaman