Anda di halaman 1dari 17

Tugas Microteaching

“RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN”


Dosen Pengampu : Ardi Widhia Sabekti, S.Pd., M.Pd.

KARTKA HISMAWATI (NIM :160384204027)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2018
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI TANJUNGPINANG


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester :X
Materi Pokok : Kestabilan atom
Alokasi Waktu : 1 JP (1 x 50 menit)

A. Kompetensi Inti
 KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif
dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan
regional, dan kawasan internasional”.
 KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
 KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Membandingkan proses pembentukan 3.2.1 Menjelaskkan kecendrungan suatu
ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan unsur untuk mencapai kestabilan (sesuai
koordinasi, dan ikatan logam serta dengan kaidah duplet dan oktet
hubungannya dengan sifat fisika senyawa
yang terbentuk
4.2 Menyajikan hasil diskusi kelompok 4.2.1 menggambarkan struktur lewis
tentang kestabilan unsur, struktur lewis.

C. Tujuan Pembelajaran
A. Kognitif
1. Siswa dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai
kestabilan berdasarkan electron valensinya
2. Siswa dapat menggambarkan struktur lewis beberapa unsur berdasarkan
kaidah duplet dan octet

B. Afektif
1. Karakter:
a) Dalam proses pembelajaran, siswa dapat dilatihkan karakter dapat dipercaya.
Diantaranya siwa jujur, mampu mengikuti komitmen, mencoba melakukan
tugas yang diberikan, menjadi teman yang baik dan membantu orang lain.
b) Dalam proses pembelajaran, siswa dapat dilatihkan karakter tanggung jawab
individu. Diantaranya siswa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan, dapat
dipercaya/diandalkan, tidak pernah membuat alasan atau menyalahkan orang
lain atas perbuatannya.
c) Dalam proses pembelajaran, siswa dapat dilatihkan karakter tanggung jawab
sosial. Diantaranya siswa mengerjakan tugas kelompok untuk kepentingan
bersama, secara suka rela membantu teman.
d) Dalam proses pembelajaran, siswa dapat dilatihkan karakter peduli.
Diantaranya siswa peka terhadap perasaan orang lain, mencoba untuk
membantu siswa yang membutuhkan.
e) Dalam proses pembelajaran, siswa dapat dilatih karakter teliti. Diantaranya
siswa teliti dalam mengerjakan soal yang diberikan.

2. Keterampilan sosial:
a) Dalam kerja kelompok semua siswa bertanggung jawab terhadap tugas
kelompok yang diberikan.
b) Dalam diskusi kelompok atau kelas, siswa aktif mengajukan pertanyaan. dan
memberikan ide atau pendapat, dan menghargai pendapat orang lain.
Dalam diskusi kelompok, siswa dapat bekerja sama dalam menyelesaikan
tugas kelompok

D. Materi Pembelajaran
1. Kecendrungan Mencapai Kestabilan
2. Struktur Lewis
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
2. Model Pembelajaran : Problem Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, demontrasi, diskusi, dan
penugasan.
F. Media Pembelajaran
Media :
 Buku Kimia Kelas X
 Laptop
 Tabel periodik unsur
 Power Point
G. Alat/Bahan :
 Spidol, papan tulis
 Laptop dan infocus

H. Sumber Belajar
 Buku Kimia Kelas XI
 Buku atau sumber lain yang relevan,

I. Langkah-Langkah Pembelajaran

1. Pertemuan Ke-1 (1x 50 Menit)


Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Guru 1. Memberi salam dan berdoa sebelum pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap
disiplin.
3. Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan
4. Mengaitkan materi pembelajaran yang akan
dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan
materi sebelumnya.
5. Menyampaikan kompetensi dan tujuan yang akan
dicapai berkaitan dengan pengertian asam basa dan
penulisan reaksi kimia asam dan basa
6. Menyampaikan metode pembelajaran dan teknik
penilaian yang akan digunakan saat membahas materi
asam basa.

Kegiatan Inti ( 50 Menit )


Sintak Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran
Mengorientasi Pada Masalah Peserta didik memperhatikan dan menelaah beberapa
peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang disajikankan
lewat tayangan slide pada powerpoint. Contoh bahan
pengamatan berupa gambar dari asam dan memuat
beberapa pertanyaan saat melihat tayangan tersebut :
1. Anda telah mengetahui bahwa setiap hari kita
bernafas dengan oksigen dimana rumus kimianya
adalah O2 atau ketika kita haus kita meminum air
yang rumus kimianya adalah H2O. Nah, pernahkah
terfikir bagaimana unsur O dapat bergabung dengan
unsur O yang lain membentuk O2? Mengapa harus 2
atom O yang bergabung ? Mengapa bukan 4 atom O
membentuk O4? Begitu juga dengan rumus kimia air
mengapa 1 atom oksigen yang bergabung dengan
dua atom hydrogen ? mengapa bukan 1 atom
oksigen yang bergabung dengan 1 atom H ?Jadi
apasih yang membuat atom-atom tersebut berikatan?
Mengapa atom-atom tersebut bisa berikatan ?
Mengorganisasikan 1. Guru membagi siswa dalam
Kegiatan Pembelajaran beberapa kelompok (4-5 siswa).
2. Guru memberikan bahan diskusi
kepada siswa yaitu berupa
pertanyaan atau soal terkait
materi yang dipelajari.
 Apa itu ikatan kimia ?
 Menejelaskan kestabilan
atom
 Menjelaskan aturan oktet
dan duplet
 Bagaimana terjadinya
pembentukan ion
 Contoh pembentukan ion
Membimbing penyelidikan dan 1. Siswa mendiskusikan jawaban dari pertanyaan guru
individu kelompok dengan mencari dari berbagai sumber.
2. Guru membimbing siswa pada saat diskusi,
dengan membantu siswa yang kesulitan dalam
merumuskan jawaban.

Mengembangkan Guru meminta perwakilan dari beberapa kelompok


dan menyajikan hasil karya untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan
kelas.
Menganalisis Guru memberikan evaluasi hasil presentasi siswa,
dan evaluasi memberi kesempatan siswa untuk berpendapat terkait
proses materi tersebut.
pemecahan
masalah
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Guru 1. Untuk memberi penguatan, Guru meminta siswa
untuk menyimpulkan pembelajaran hari ini.
2. Guru menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
3. Pelajaran ditutup dengan berdoa bersama.

J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian (terlampir)
a. Sikap
- Penilaian Observasi
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik
sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian
sikap
Aspek Perilaku yang
N Jumla Skor Kode
Nama Siswa Dinilai
o h Skor Sikap Nilai
BS JJ TJ DS
1 Contoh 75 75 50 75 275 68,75 C
2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin

Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x
4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai

- Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik,
maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya
sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya
menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan
kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang
akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format
penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format
penilaian :
Jumlah Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Selama diskusi, saya ikut
1 serta mengusulkan 50
ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi,
2 setiap anggota mendapatkan 50
250 62,50 C
kesempatan untuk berbicara.
Saya ikut serta dalam
3 membuat kesimpulan hasil 50
diskusi kelompok.
4 ... 100

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 =
400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x
100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan
dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya
sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan
maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan
format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

Jumlah Skor Kode


No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Mau menerima pendapat
1 100
teman.
Memberikan solusi terhadap
2 100
permasalahan.
Memaksakan pendapat 450 90,00 SB
3 sendiri kepada anggota 100
kelompok.
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif,
sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 =
500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x
100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

Penilaian Jurnal (Lihat lampiran)

b. Pengetahuan
- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)
- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
Skala
N Jumla Skor Kode
Aspek yang Dinilai 10
o 25 50 75 h Skor Sikap Nilai
0
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancaran
4 Ekspresi
5 Penampilan
6 Gestur

c. Keterampilan
- Penilaian Unjuk Kerja
Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian
ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:
Instrumen Penilaian
Sangat Kurang Tidak
Baik
No Aspek yang Dinilai Baik Baik Baik
(75)
(100) (50) (25)
Kesesuaian respon dengan
1
pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
Kesesuaian penggunaan tata
3
bahasa
4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor)


100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor
maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi


No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik

2. Instrumen Penilaian (terlampir)


Pertemuan Pertama

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM),
maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!
2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik
Indonesia dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian!
3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan
pemerintahan!

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..

Indikator
Nama Bentuk Nilai
Nilai yang
No Peserta Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan Belum
Didik Remedial Remedial
Dikuasai
1
Indikator
Nama Bentuk Nilai
Nilai yang
No Peserta Tindakan Setelah Keterangan
Ulangan Belum
Didik Remedial Remedial
Dikuasai
2
3
4
5
6
dst

b. Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut
:
1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara yang relevan.
2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam
kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai
Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara
4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik
penyelenggaraan pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.

Tanjungpinang,15 februari 2019

Mengetahui
Kepala SMAN Tanjungpinang Guru Mata Pelajaran
NIP. NIP.

Catatan Kepala Sekolah


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
........................................................
LAMPIRAN

A. Kecendrungan Mencapai Kestabilan


Ikatan kimia terjadi karena adanya kecendrungan suatu atom untuk memiliki
konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia. Kestabilan unsur dapat dilihat dari
susunan elektron valensinya. Elektron valensi adalah elektron terluar dari konfigurasi
elektron.

Dibandingkan dengan unsur-unsur lain, unsur gas mulia merupakan unsur


yang paling stabil. Kestabilan ini disebabkan karena susunan elektronnya berjumlah 8
elektron di kulit terluar, kecuali helium (mempunyai konfigurasi elektron penuh). Hal
ini dikenal dengan konfigurasi oktet, kecuali helium dengan konfigurasi duplet.
Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan membentuk ikatan agar
dapat menyamakan konfigurasi elektronnya dengan konfigurasi elektron gas mulia
terdekat. Kecenderungan ini disebut aturan oktet. Konfigurasi oktet (konfigurasi
stabil gas mulia) dapat dicapai dengan melepas, menangkap, atau memasangkan
elektron.
Suatu unsur cederung melepaskan atau menerima elekron untuk mencapai
kestabilan untuk membentuk konfigurasi stabil seperti konfigurasi gas mulia. Unsur
yang melepaskan electron akan terbentuk ion positif sedangkan unsur yang menerima
elekron akan terbentuk ion negatif. Untuk mencapai kestabilan tersebut, unsur-unsur
juga dapat memakai sepasang atau lebih elektron secara bersama.

B. Struktur Lewis

Lambang lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya. Lambang


lewis digunakan untuk mempermudah dalam melihat elektron valensi atom dan
memudahkan saat pembentukan ikatan dengan unsur lain.

Lambang Lewis untuk unsur gas mulia menunjukan 8 elektron valensi yang
terbagi dalam 4 pasang. Lambang Lewis dari unsur golongan lain menunjukan
adannya elektron tunggal (elektron yang belum berpasangan).

Konfigurasi Elektron Unsur-Unsur Gas Mulia beserta struktur lewisnya


No Unsur Nomor Atom Susunan Valensi Struktur
Elekron Lewis
1 He 2 2 2 .He.

2 Ne 10 28 8
3 Ar 18 28 8 8

4 Kr 36 2 8 18 8 8

5 Xe 54 2 8 18 18 8 8
6 Rn 86 2 8 18 32 18 8 8

Unsur-unsur lain dapat mencapai konfigurasi oktet dengan melepas elektron


valensinya atau menyerap elektron tambahan. Hal itulah yang terjadi ketika unsur-
unsur tersebut membentuk ikatan kimia.

Unsur-unsur dari golongan alkali dan alkali tanah cenderung melepaskan


elektron terluarnya untuk mencapai kestabilan sehingga membentuk ion positif.
Unsur-unsur yang demikian termasuk unsur elektropositif.

Contoh : 11Na konfigurasi elektronnya 2, 8, 1 (tidak stabil) agar stabil unsur Na


membentuk ion positif dengan melepaskan 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga
menjadi ion Na+. Dimana konfigurasi elektron Na+ adalah 2, 8 (sudah stabil) sesuai
dengan kaidah oktet.

Unsur-unsur dari golongan halogen dan khalkogen mencapai kestabilan


dengan menangkap elektron sehingga membentuk ion negatif. Unsur-unsur yang
demikian termasuk unsur elektronegatif.

Contoh : 9F mempunyai konfigurasi elektron 2,7 (tidak stabil). Agar mencapai


kondisi stabil (kondisi gas mulia) unsur flour harus menangkap 1 elektron lagi
sehingga menjadi ion F-. Dimana konfigurasi elektron F- adalah 2,8 (stabil) sesuai
kaidah oktet