Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini, menekankan pada proses

dan makna, maka dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan

penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengkaji secara utuh serta

memberikan gambaran masalah secara sistematis, cermat, rinci dan

mendalam mengenai pemberdayaan masyarakat dalam akses jamban sehat

yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. Jenis

penelitian kualitatif berusaha untuk memaparkan, menggambarkan, dan

membuat penafsiran data serta mengadakan analisa terhadap data secara

mendalam. Data-data yang dikumpulkan terutama berupa kata-kata, kalimat

atau gambar yang memiliki arti lebih dari sekedar angka atau frekuensi

(Sutopo: 2002 : 35).

Studi diskriptif mengupayakan pencarian data yang berupa kata-kata,

kalimat atau gambar dengan pendeskripsian yang teliti, lengkap dan akurat,

kemudian dilakukan analisis terhadap data tersebut untuk memberikan

gambar yang senyatanya tentang permasalahan yang ada. Hasil penelitian

menekankan pada pemberian gambaran secara objektif tentang keadaan dari

obyek yang diteliti, dalam penelitian ini yaitu pemberdayaan masyarakat

dalam akses jamban sehat di Kabupaten Banjarnegara.

39
40

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banjarnegara, dengan lokasi di

Desa Masaran dan Desa Bandingan yang ada di Kecamatan Bawang. Kedua

Desa tersebut dipilih sebagai lokasi penelitian karena kedua desa tersebut

telah mendapatkan Piagam Deklarasi Stop BABS.

Sebagai bahan rujukkan, penelitian juga dilakukan di Dinas Kesehatan

Kabupaten Banjarnegara khususnya pada Seksi Penyehatan Lingkungan,

yang beralamat di Jl. Mayor Jedral Soetoyo No.83 Banjarnegara. Alasan

peneliti memilih lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa lembaga

tersebut adalah penanggung jawab indikator persentase penduduk yang

menggunakan jamban dan indikator persentase penduduk tidak BABS,

dengan demikian, terdapat kesesuaian antara permasalahan dengan tanggung

jawab yang diberikan kepada lembaga tersebut, sehingga peneliti dapat

menemukan jawaban atas penelitian yang dilakukan.

C. Sumber data

Menurut Lofland dan Lofland dalam Moleong (2000:112) sumber data

utama dalam penelitian kulitatif adalah kata-kata dan tindakan, selain itu

merupakan data tambahan seperti arsip, dokumen, dan lain-lain.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:
41

1. Informan

Dalam penelitian kualitatif informan sangat penting perannya

sebagai individu yang memiliki informasi. Peneliti dengan narasumber

memiliki posisi yang sama, narasumber tidak sekedar memberikan

tanggapan terhadap yang diminta peneliti, tetapi lebih memilih arah dan

selera dalam menyajikan informasi (Sutopo,2002:50).

Informan dalam penelitian ini adalah :

a. Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara yang dipilih

sebagai informan dalam penelitian ini adalah Saff Seksi Penyehatan

Lingkungan karena merupakan pihak yang berhubungan langsung

dengan penanganan akses jamban sehat di Kabupaten Banjarnegara.

b. Pihak dari kelurahan Desa Masaran dan Desa Bandingan, Kecamatan

Bawang, Kabupaten Banjarnegara

Pihak dari kelurahan Desa Masaran dan Desa Bandingan,

Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara dalam penelitian ini yaitu

Kadus dan Kaur Kesra Desa Bandingan serta Kaur Keuangan Desa

Masaran Kecamatan Banwang. Pemilihan informan tersebut

dikarenakan perlu adanya data dari kelurahan tentang pelaksanaan

pemberdayaan masyarakat yang sudah dirumuskan oleh Dinas

Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dalam meningkatkan akses jamban

sehat. Kelurahan ini sebagai penghubung pemerintah daerah pusat

dengan masyarakat.
42

c. Sanitarian Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara

Sanitarian Puskesmas Bawang 2 Kabupaten Banjarnegara dipilih

sebagai informan dalam penelitian ini karena sanitarian merupakan

petugas yang melaksanakan tugas terkait dengan kesehatan lingkungan

dan merupakan tangan panjang dari Dinas Kesehatan Kabupaten

Banjarnegara yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

d. Warga dan Kader Kesehatan Desa Masaran Kabupaten Banjarnegara

Warga masyarakat adalah pihak yang tinggal di daerah tersebut

dan mengetahui tentang kondisi daerah tempat penelitian serta warga

masyarakat merupakan pihak atau subyek dilaksanakannya upaya

pemberdayaan masyarakat sehingga dijadikan sebagai informan. Warga

yang dipilih dalam penelitian ini adalah warga Desa Masaran yang

sekaligus berperan sebagai kader kesehatan.

2. Hasil observasi

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan observasi

non partisipasi. Observasi non partisipasi adalah kegiatan pengumpulan

data yang bersifat non verbal di mana peneliti hanya berperan sebagai

pengamat dan tidak turut serta sebagai aktor yang melibatkan diri dalam

kegiatan. Hasil observasi yang menjadi sumber penelitian ini adalah hal-

hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dalam akses jamban

sehat seperti adanya alat-alat untuk membuat jamban sehat di Dinas

Kesehatan dan adanya media promosi seperti spanduk, poster, tanggalan

serta kondisi lingkungan Desa Masaran dan Desa Bandingan.


43

3. Dokumen

Dokumen adalah data yang diperoleh melalui buku, kepustakaan,

arsip dan keterangan lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

Dokumen yang menjadi sumber dalam penelitian ini yaitu :

a. Foto-foto kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan,

b. Data-data terkait pemberdayaan masyarakat dalam akses jamban sehat

oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.

c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM.

d. Kabupaten Banjarnegara dalam angka 2014.

e. Profil Desa Masaran,

f. Data umum Desa Bandingan.

D. Teknik Pengambilan Sampel

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik pengambilan

sampel secara purposive. Purposive adalah pengambilan sampel berdasarkan

penilaian subyektif peneliti, berdasarkan karakteristik tertentu yang dianggap

mempunyai sangkut paut dengan karakteristik populasi yang sudah diketahui

sebelumnya dengan pertimbangan tertentu (Iskandar, 2008:74). Dalam

penelitian ini, peneliti memilih informan yang dianggap mengetahui

informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk

menjadi sumber data yang lengkap dan benar. Informan yang diambil oleh

peneliti adalah :
44

1. Staff Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten

Banjarnegara

2. Kaur Keuangan Desa Masaran, Kadus Desa Bandingan dan Kaur Kesra

Desa Bandingan Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara

3. Sanitarian Puskesmas Bawang 2 Kabupaten Banjarnegara

4. Warga masyarakat dan kader kesehatan di Desa Masaran Kabupaten

Banjarnegara

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Wawancara mendalam

Wawancara mendalam adalah cara yang dipakai untuk memperoleh

informasi melalui kegiatan interaksi sosial antara peneliti dengan yang

diteliti (Slamet, 2006:101). Wawancara dilakukan dengan pedoman

panduan wawancara yang berisi hal-hal pokok yang berkaitan dengan apa

yang ingin digali lebih dalam dari informan. Informan yang peneliti

wawancara adalah dari

a. Staff Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten

Banjarnegara

b. Kaur Keuangan Desa Masaran, Kadus Desa Bandingan dan Kaur

Kesra Desa Bandingan Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara

c. Sanitarian Puskesmas Bawang 2 Kabupaten Banjarnegara

d. Warga masyarakat dan kader kesehatan di Desa Masaran Kabupaten

Banjarnegara
45

2. Observasi non partisipasi.

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk

menggali data dari sumber data yang berupa peristiwa, tempat, lokasi,

benda dan rekaman gambar (Sutopo, 2002:64). Dalam penelitian ini

peneliti menggunakan obsevasi non partisipasi di mana peneliti hanya

berperan sebagai pengamat dan tidak turut serta sebagai aktor yang

melibatkan diri dalam kegiatan. Observasi dilakukan dengan mengamati

hal-hal yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dalam akses

jamban sehat seperti adanya alat-alat untuk membuat jamban sehat yang

dan adanya media promosi seperti spanduk, poster, tanggalan serta

dilakukan juga obeservasi tentang kondisi lingkungan desa tempat

pelaksanaan program pemberdayaan.

3. Studi dokumentasi

Teknik pengambilan data dengan dokumentasi adalah pengambilan

data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen (Susanto, 2006:126).

Tujuan studi dokumentasi adalah untuk mendapatkan data-data yang

sesuai dengan objek yang diteliti. Studi kepustakaan diperoleh melalui

buku, arsip-arsip, laporan kelembagaan, dan peraturan-peraturan yang

relevan dengan fokus penelitian. Dokumen yang digunakan dalam

penelitian ini antara lain :

a. Foto-foto kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan

terkait pemberdayaan masyarakat dalam akses jamban sehat.


46

b. Data-data terkait pemberdayaan masyarakat dalam akses jamban sehat

oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.

c. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang STBM

d. Kabupaten Banjarnegara dalam angka 2014

e. Profil Desa Masaran

f. Data umum Desa Bandingan

F. Validitas Data

Untuk menjamin keabsahan data atau validitas data, dalam penelitian

ini digunakan teknik triangulasi data (triangulasi sumber). Teknik triangulasi

sumber adalah teknik validitas data yang dilakukan dengan menggali data

dari informan yang berbeda-beda posisinya dengan wawancara mendalam

sehingga informasi dari beberapa informan bisa dibandingkan diuji

kemantapan dan kebenarannya (Sutopo 2002:79). Teknik triangulasi ini

memanfaatkan jenis sumber data yang berbeda untuk menggali data sejenis.

Hal ini berarti bahwa data yang sama atau sejenis akan lebih mantap

kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda yaitu

dengan menggunakan beberapa informan yang berbeda. Selain itu juga

dilakukan teknik pengumpulan data yang berbeda yaitu melalui wawancara,

observasi dan penggunaan dokumentasi, sehingga data yang sejenis bisa teruji

kemantapan dan kebenarannya.


47

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik

analisis interaktif. Dalam proses analisis terdapat tiga komponen utama yang

harus benar-benar dipahami oleh setiap peneliti kualitatif. Ketiga komponen

utama tersebut adalah:

1. Reduksi data

Bagian dari proses analisis yang mempertegas, memperpendek,

membuat fokus, membuang hal-hal yang tidak penting, dan mengatur data

sedemikian rupa sehingga simpulan penelitian dapat dilakukan (Sutopo,

2002:92)

2. Sajian data

Sajian data yang dimaksud di sini adalah sekumpulan informasi yang

tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan.

Sajian data bisa berbentuk narasi kalimat, dapat meliputi berbagai jenis

matriks, gambar/skema, jaringan kerja kaitan kegiatan, dan juga tabel

sebagai pendukung narasinya. Semuanya dirancang guna merakit

informasi secara teratur supaya mudah dilihat dan dapat dimengerti dalam

bentuk yang lebih kompak (Sutopo, 2002:92-93).

3. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Merupakan analisis lanjutan dari reduksi data dan display data

sehingga data dapat disimpulkan dan peneliti masih berpeluang untuk

menerima masukan. Dari awal pengumpulan data, peneliti sudah harus

memahami apa arti dari berbagai hal yang ia temui dengan melakukan
48

pencatatan peraturan-peraturan, pola-pola, pernyataan-pernyataan,

konfigurasi yang mungkin, arahan sebab akibat, dan berbagai proporsi

(Sutopo, 2002:93)

Selengkapnya, proses analisis data tersebut dijabarkan dalam bagan

berikut ini :

Gambar 3.1
Model Analisa Interaktif

Pengumpulan Data

Reduksi Data Penyajian Data

Penarikan Kesimpulan/

Verifikasi

Sumber: Sutopo (2002:96)