Anda di halaman 1dari 28

Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.

Pd
Management Risiko

BAB 1
MANAJEMEN RESIKO

Definisi Resiko
Dapat di tafsirkan sebagai bentukketidak pastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi
nantinya dengan keputusan yang di ambil berdasarkan keadaan saat ini. Menurut Ricky W. Grifin
dan Ronald J. Ebert resiko adalah uncertainty about future events. Adapun Joel G. Siegel dan Jae
K. Shim mndifinisikan resiko pada tiga hal :
· Keadaan yang mengarah pada sekumpulan hasil khusus, di mana hasilnya dapat di peroleh
dengan kemungkinan yang telah di ketahui oleh pengambil keputusan
· Variasi dalam keuntungan, penjualan, atau variable keuangan lainnya dan
· Kemungkinan dari sebuah masalah keuangan yang mempengaruhi kinerja peusahaan atau
posisi keungan, seperti resiko ekonomi, ketidak pastian politik, dan masalh industry.

Definisi Manajemen Resiko


Manajemen resiko adalah suatu bidang ilmu yang membahas tentang bagaimana sebuah
organisasai menerapkan ukuran dalam memetakan berbagai permasalahan yang ada dengan
menempatkan berbagai pendekatan manajemen secara komprehensif dan sistematis.

Tahap – Tahap Melaksanakan Manajemen Risiko


· Identifikasi risiko
· Mengidentifikasi bentuk – bentuk resiko
· Menempatkan ukuran – ukuan resiko
· Menempatkan altenatif – alternative
· Menganalisis setiap alternative
· Memutuskan satu alternative
· Melaksanakan alternative yang di pilih
· Mengontol alternative yang di pilih
· Mengevaluasi alternatife yang di pilih
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Tipe Risiko
· Risiko murni terdiri dari :
o Risiko asset atau fisik
o Risiko kariawan
o Risiko legal
· Risiko spekulatif etrdiri dari :
o Risiko pasar
o Risiko kredit
o Risiko likuiditas
o Risiko operasional

Cara menyelesaikan resiko


· Saling bekerja sama untuk memetakan Risiko
· Saling bekerja sama untuk member solusi dan memilih satu alternative solusi yang terbaik
untuk di jadikan rekomendasi
· Dan saling bertangung jawab untuk menyelesaikan hinga selesai

Target deviden yang maksimal dan manajemen resiko


Pihak manajemen perusahaan harus melakukan berbagai tindakan dengan adanya untuk
pencapaian laba perusahaan yaitu :
· Meningkatkan angka penjualan dengan membuka dan memperluas pasar
· Mencari bahan baku dengan harga yang rendah
· Menciptakan produk dengan kualitas yang baik
· Memberikan hadiah atau bonus kepada distributor
· Menaikkan harga produk
· Melakukan efisiensi dan efektifitas dari segi biaya
Hedging
Hedging adalah menukar valuta asing di masa depan dengan mata uang local atau melindungi
uang tersebut dari perubahan nilai tukar.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 2
RISIKO KREDIT

Risiko kredit akan terjadi pada saat pihak kreditur dan debitur melakukan tindakan yang
tidak hati – hati dalam melakukakan keputusan kredit.

Definisi Risiko kredit


Risiko kredit merupakan bentuk ketidakmampuan suatu perusahaan, institusi, lembaga maupun
pribadi dalam menyelesaiakan kewajiban – kewajiban secara tepat waktu baik pada saat jatuh
tempo maupun sudah jatuh tempo.

Risiko Kredit Jangka Pendek Dan Jangka Panjang


Adapun kedua pengertian di atas adalah
· Risiko yang bersifat jangka pendek dimana di sebabkan karena ketidakmampuan suatu
perusahaan memenuhi dan menyelesaikan kewajibannya yang bersifat jangka pendek
terutama kewajiban likiuditas
· Risiko yang bersifat jangka panjang dimana disebabkan karena ketidak mampuan sbuah
perusahaan memenuhi dan menyelesaikan kewajibannya yang bersifat panjang.seperti
penyelesaian proyek hinga tuntas.

Peranan Kredit Risk Management (CRM) Dan Relationship Management (Rm)


Dari kedua hal diatas memeliki tangung jawab masing – masing yaitu :
a. Kredit Risk Management (CRM)
· memeliki tangung jawab utama dalam bidang mengendalikan risiko kredit
· memeliki tangung jawab mengelola dan menyelesaikan kredit yang bermasalah
· memeliki tangung jawab dalam manajemen portofolio kredit
· berfungsi dalam menetapkan suatu sistem ukuran penilaian serta alat analisis yang bisa
atau layak di gunakan
b. Relationship Management (RM)
· Pada saat menemukan adanya kredit bermasalah memindahkan pengelolaannya ke bagian
CRM untuk di selesaikan
· Pihak RM berfungsi dalam mempertangungjawabkan kelanjutan bisnis / usaha perbankan
· Pihak RM saling berkoodinasi dengan pihak CRM dalam memutuskan berbagai persoalan
penting.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Tugas Komite Kredit


Menurut Dahlan Siamet adapun tugas dari komite kredit adalah
· Meneliti dan menilai permohonan kredit baru yang berjumlah besar
· Meneliti dan menilai permohonan perpanjangan kredit dan alasan – alasan atas permintaan
tersebut
· Meneliti apakah semua pemberian kredit tersebut sesuai dengan sesuai dengan kebijakan
prekeditan bank yang bersangkuatn
· Memeriksa kelengkapan – kelengkapan dokumen kredit
· Memeiksa konsitensi perlakuan terhadap permohonan kredit

Risiko Kredit Bagi Investor


Mereka yang memeliki surplus financial akan kecendrungan menempatkan dana di tempat
– tempat dalam tempat yang mampu memberi kenyamanan dalam bentuk keuntungan dan
keamanan,seperti tabungan, deposito, dan obligasi.
Pada saat risk kredit timbul ada beberapa permasalahn yang akan di hadapi oleh beberapa
para investor yaitu antara lain ;
· Investor akan mengalami keterlambatan penerimaan keuntungan dalam bentuk bunga atau
capital
· Bagi para pemegang obligasi permasalahan terjadi pada saat perusahaan penjual obligasi
sedang berada dalam keadaan bangrut
· keterlambatan penerimaan keuntungan dari setiap bunga menyebabkan permasalahan
dengan pihak exstenal.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 3
RISIKO SUKU BUNGA

Definisi Risiko Suku Bunga


Risiko suku bunga adalah risiko yang di alami akibat perubahan suku bunga yang tejadi di
pasaran yang dapat mempengaruhi bagi pendapatan perusahanaan. Sedangkan menurut Mashud
Ali adalah terjadi sebagai akibat dari terdapatnya mismatched atas maturities pada interest rate
related products di sis aktiva dan pasiva neraca bank.
Suku bunga dan jangka waktu oblgasi suku bunga dari jangka waktu obligasi memeliki
keterkaitan dalam memberikan ketetapan. Untuk ini ada dua bentuk keputusan yang biasa berlaku
atau di tetapkan oleh pemerintah dan perusahaan yaitu : obligasi dengan jangka waktu pendek
dan obligasi dengan jangka waktu panjang.

Risiko Pada Hubungan Obligasi Dan Saham


obligasi adalah suatu surat berharga yang di jual kepada public, di mana di san di
cantumkan beberapa ketentuan yang menjelaskan berbagai hal seperti nilai nominal, tingkat suku
bunga, jangka waktu, nama penerbit dan beberapa ketentuan lainnya.

Dampak Perubahan Suku Bunga Bagi Perusahaan


Menurut Mamduh M. Hanafi perubahan tingkat bunga yang menyebabkan perusahaan
menghadapi du tipe risiko yaitu :
· risiko perubahan pendapatan pendapatan bersih (hasil investasi di kurangi biaya) berubah
yaitu berkurang dari yang di harapkan
· risiko perubahan nilai pasar berubah karena perubahan tingkat bunga , yaitu berubah
karena lebih kecil (turun nilainya)

Risiko Carry Trade


Risiko carry trade adalah bentuk perilaku investor dalam melakukan investasi dengan cara
meminjam dana suatu Negara yang memeliki suku bunga yang rendah dan selanjutnya membawa
dana tersebut untuk di investasikan atau di tanamkan pada negara yang memeliki suku bunga
tinggi, dengan harapan akan memperoleh selisih keuntungan di sana. Kasus crry trade ini hamper
sama dengan hot money (arus dana asing jangka pendek).

Factor Yang Menyebabkan Perubahan Pada Suku Bunga Domestik


Ada tiga factor yang mampu member pengaruh suku bunga domestic pada suatu Negara yaitu :
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

· kondisi ekonomi global


· stabilitas ekonomi dalam negeri
· stabilitas social politik dalam dan luar negeri
Bila ketiga hal di atas terus tidak mendapat penanganan yang serius dari lembaga yang
berwenang khususnya bank sentral yaitu bank Indonesia maka di perkirakan secara jangka
panjang akan member efek pada stabilitas suku bunga.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 4
RISIKO OPERASIONAL

Definisi Risiko Operasional


Merupakan sebuah masalah yang bersumber dari internal perusahaan, di mana Risiko ini terjadi di
sebabkan oleh lemahnya system control manajemen yang di lakukan oleh pihal internal kampus.

Bentuk – Bentuk Risiko Operasinal


Ada beberapa factor yang mempengaruhi pada terbentuknya operational risk yaitu :
· Risiko pada computer
Hal ini terjadi di mana masuknya firus di sebabkan oleh proteksi software yang tidak memadai.
Oleh karena itu, ada beberapa Risiko yang di perkirakan akan timbul di bidang computer :
· Terhentinya aktivitas produksi salaam beberapa saat.
· Biaya service
· Biaya penggantian dalam bentuk pembelian baru beberapa peralatan pabrik.

Kecelakaan kerja
Kecelakaan kerja terjadi pada saat suatu perusahaan tidak menerapkan dan memberlakukan suatu
konsep keselamatan dan jaminan kerja sesuai dengan aturan dan kebutuhan yang berlaku

Kesalahan dalam pembukuan secara manual


resiko dalam bidang pembukuan secara manual sebenarnya terjadi karena bebepa sebab :
· Pembukuan secara manual ditulis atau dicatak pada umumnya dikertas.
· Jika kesalahan dalam catatan pembukuan terjadi maka pemecahan masalahnya dilakukan
secara manual.
· Proses penyusunan pembukuan akan dilakukan dengan waktu yang lama sehingga
pembukuan tidak efektif dan efisien.
· Setiap pengiriman informasi harus dilakukan melalui kantor pos

Kesalahan pembelian barang dan tidak ada kesepakatan bahwa barang yang dibeli
dapat ditukar kembali
Adapun kerugian perusahaan yang ditimbulkan dari hal ini adalah :
· Adanya bang yang sudah dibeli dengan harapan dapat terjual amun tidak laku terjual dan tidak
ada perjanjian barang tersebut barang tersebut dapat ditukar.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

· Pada saat barang sudah terjual namun ternyata ada sisa dan itu tidak bisa ditukar dengan
yang baru.
· Perusahaan tidak bisa melakukan penghematan biaya

Pegawai outsourching
Penempatan pegawai menggunakan konsep ini member pengaruh besar bagi perusahaan baik
secara jangka pendek maupun jangka panjang. Pada saat ini banyak perusahaan menerapkan
sistem outsourching dengan berbagai alas an sebagai berikut :
· Biaya yang dikeluarkan lebih murah karena perusahaan tinggal menghubungi lembaga
penyalur kerja
· Pegawai yang berasal dari outsourching dianggap lebih memiliki kesiapan matang
· Perusahaan hanya memiliki dan pertanggung jawab pada lembaga penyalur tenaga kerja
· Tidak ada biaya fixed cost yang harus ditanggung dan dipersiapkan
· Perusahaan bisa dengan mudah mengganti karyawan tersebut setelah habis masa kontrak

Suatu perusahaan menerima pegawai bersifat outsourching maka ada beberapa resiko yang harus
ditanggung perusahaan yaitu :
· Pegawai tersebut bukan pegawai tetap
· Rahasia perusahaan selama dia bekerja memungkinkan sekali untuk diketahui oleh public luar
ketika dia tidak bekerja lagi diperusahan tersebut.

Globalisasi dalam konsep dan produk


Era globalisasi telah memberi perubahan konsep bisnis pada perusahaan dalam sector bisnis baik
financial maupun non financial karena itu perusahaan ditutuntut untuk menerapkan konsep
berbasis global. Untuk menerapkan konsep global tersebut perusahaan harus cepat melakukan
adaptasi dalam menyesuaikan setiap perubahan sekarang ini dengan kondisi realita di perusahaan.
Oleh karena itu solusi penerapan yang harus diterapkan adalah berpikir,merencanakan,dan
merealisasikan semua aktivitas usaha dengan menerapkan standar-stabdar internasional terutama
yang berhubungan dengan aspek permodalan,regulasi,transparansi atau komunikasi,teknologi
serta kompetensi manajemen dan karyawan.

Biaya untuk risiko operasional


Untuk mengatasi risiko operasional suatu perusahaan harus membuat analisa yang mencakup :
· Menghitung dan memetakan bentuk risiko yag sedang dan akan di hadapi.
· Memperhatikan berapa biaya yang akan dialokasikan.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

· Memutuskan pembentukan mekanisme.


· Memutuskan dari mana sumber dana yang dapat dialokasikan untuk mendukung penyelesaian
operasional risk.

Risiko operasional dan modal kerja


Adapun Tujuan pembuatan pembukuan dengan metode pemahaman risiko operasional dan modal
kerja adalah :
· Dapat dijadikan laporan pertanggung jawaban terhadap pimpinan perusahaan.
· Dapat dijadikan sebagai alat prediksi dalam memperkirakan berbagai kebutuhan perusahaan
· Sebagai pedoman bagi berbagai pihak yang berkepentingan untuk melihat kondisi perusahaan.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 5
RISIKO PERUSAHAAN

Definisi Risiko Pasar


Merupakan kondisi yang di alami oleh suatu perusahaan yang disebabkan oleh perubahan kondisi
dan situasi pasar di luar dari kendali perusahaan. Resiko pasar sering di sebut juga sebagai risiko
menyeluruh karena sifat umumnya adalah sifat menyeluruh.

Bentuk - Bentuk Risiko Pasar


Risisko pasar secara umum ada 2 :
· General market risk (risiko pasar secara umum)
Hal ini di alami oleh semua perusahaan yang di sebabkan oleh suatu kebijakan yang di lakukan
oleh lembaga terkait yang mana kebijakan tersebut mampu memeberi pengaruh bagi semua
sector bisnis.
· Specific market risk (risiko pasar secara spesifik)
Suatu bentuk risiko yang hanya di alami secara khusus pada satu sector atau sebahagian bisnis
saja tampa bersifat menyeluruh.

Kategori Yang Masuk General Marketrisk


Ada beberapa sebab yang menimbulkan general market risk yaitu :
· Forgein exchange risk
· Interest rate risk
· Commodity position risk
· Equality position risk
· Politic risk

Hubungan Foreign Exchange Risk Dan Perbankan


Perbankan adalah lembaga mediasi yang menghubungkan mereka yang kelebihan dana dan
mereka yang kelebihan dana. Kondisi tejadinya market risk terjadi karena oleh beberapa factor
yang berada di luar kendali perusahaan atau perbankan. Factor tersebut antara lain adalah naik
turunnya suku bunga bank, inflasi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, perubahan nilai tukar,
dll.
Jika mengkaji sebenarnya ada beberapa factor yang menyebabkan pebankan mengalami foreign
exchange risk tersebut yaitu :
· Masih lemahnya independensi dalam mengatasi permasalahan foreign exchange risk
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

· Masih lemhnya perangkat dan peraturan perbankan


· Masih sering terjadi keputusan pemberian kredit dalam bentuk mata unag asing
· Penerimaan deposito mata uang asing ternyata memberatkan perusahaan
· Perbankan harus menghindari kebijakan dalam bentuk perlakuan khusus kepada debitor
tertentu.

Factor – Factor Yang Mempengaruhi Terjadinya Gejolak Harga Di Pasar


Menurut Masyhud Ali ada enam factor yang mempengaruhi terjadinya gejolak harga di pasar yaitu
:
· Factor fundamental ekonomi
· Terjadinya peristiwa besar dalam ekono I dan politik
· Campur tangan financial authorities
· Perimbangan kekuatan permintaan dan penawaran
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 6
RISIKO VALUTA ASING

Definisi Risiko Valuta Asing


Risiko valuta asing merupakan risiko yang di sebabkan oleh perubahan kurs valuta asing di
pasaran yang tidak sesuai lagi dengan pengharapan, terutama pada saat dikonversikan dengan
mata uang domestic.
Menghindari risiko valuta asing

Ada tiga cara yang akan ditempuh oleh suatu perbankan guna menghindari risiko akan ketidak
pastian ini :
 Accounting / translation axposure
Melakukan kebijakan untuk mengkonversi aktiva dan pasiva dalam bentuk valas jangka panjang ke
dalam bentuk domestic Negara yang bersangkutan
 Transaction expose
Melakukan kebijakan berupa perlakuan pendapatan dan biaya dalam valas dalam pembukuan yang
akan datang
 Ekonomik exsposure
Melakukan research dan analisis secara mendalam terhadap ternd kurs vals yang terjadi pada
masa yang akan datang.

Antisipasi perusahaan dalam menghadapi flukuatif valuta asing


Jika suatu perusahaan keterlibatan bisnisnya lebih banyak bersifat domestic maka tentu
maksimalitas cadangannya adalah dalam bentuk mata uang domestic namun kalau bnyak terlibat
dalam bisnis internasional tentu cadangannya dalam bentuk mata uang asing.
Kondisi ini menyebabkan peusahaan mengambil beberapa keputusan guna melindungi
keputusan bisnisnya dari kondisi flukuatif yang dapat member dampak kerugian bagi perusahaan
yaitu :
 Menghindari pembelian barang dalam bentuk mata uang asing
 Menghindari pembelian barang baru walaupun harganya rendah
 Jika ada barang di gudang yang memeliki nilai jual tinggi di pasaran dan jumlah barang
tersebut di anggap tidak efektif
Keuntungan dan kerugian pergerakan valas
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Secara umum keuntungan dan kerugian dari pergerakan nilai tukar mata uang asing di perlukan
sebagai berikut :
 Transaksi yang melibatkan laba atau rugi
 Aktivia dan kewajiban dalam neraca penutupan
 Aktiva bersih pada neraca awal
 Perbedaan nilai atas pinjaman dalam bentuk mata uang asing
 Semua keuntungan dan kerugian telah di masukkan ke laporan laba rugi

Risiko Investasi Yang Berasal Dari Hot Money


Dikatakan oleh M. Fajar Marta bahwa tingginya kandungan hot money menyimpan potensi
bahaya besar berupa kejatuhan nilai tukar yang amat dalam jika terjadi perbalikan arus dana
secara tiba – tiba dalam jumlah besar.

Alasan Mempergunakan Mata Uang Dolar Amerika Sebagai Kesepakatan Dalam


Transaksi Bisnis
Ada beberapa alasan yang menyebabkan dollar amerika di pergunakan sebagai alat ukur dalam
pembayaran berdasarkan pada berbagai analisa seperti :
 Factor kestabilan dollar
 Seringnya mata uang dollar di pergunakan sebagai transaksi perdagangan internasional
 Factor stabilitas ekonomi Amerika

Akibat Dan Risiko Yang Timbul Pada Saat Dollar Amerika Dipakai Sebagai Media
Transaksi Bisnis
Pada saat berbagai Negara di dunia ini terlibat dalam transsaksi perdagangan internasional dan
kesepakatan internasional dan kesepakatan pembayaran yang di terapkan dalam bentuk dolar
Amerika Serikat ini akan menimbulkan beberapa askes sebagai berikut :
 Terjadi peningkatan lalu lintas
 Kebutuhan dollar amerika menjadi sesuatu yang dominan
 Terjadi fluktuasi dollar amerika
 Perbankan harus memeliki cadangan dollar
 v Kebijakan federal reserve atau bank sentral amerika menjadi sangat penting untuk diamati.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 7
RISIKO PERBANKAN
Definisi Risiko Perbankan
Risiko perbankan adalah risiko yang di alami oleh sector bisnis perbankan sebagai bentuk dari
berbagai keputusan yang di lakukan dalam berbagai bidang seperti keputusan penyaluran kredit,
penerbitan kartu kredit,valuta asing, inkaso dan berbagai bentuk keputusan financial lainnya,
dimana itu telah menimbulkan kerugian bagi perbankan tersebut.

Bank devisa dan non devisa


 Bank devisa adalah bank yang dapat mengadakan transaksi nasional seperti ekspor dan impor,
jual beli valas, dan segala aktifitas lainnya yang sejenis.
 Bank non devisa adalah bank yang di dalam aktifitasnya tidak dapat melakukan transaksi
internasional, namun bank tersebut mampu mengubah bank tersebut menjadi bank devisa
asalkan dapat memenuhi semua syarat yang di tentukan.

Tindakan pemerintah dalam mengatasi perbankan bermasalah


Ada tiga tindakan yang akan di ambil adalah :
 Pembinaan
 Tindak lanjut pengawasan bank
 Likiudasi bank

Kebijakan Bank Dalam Menghindari Risiko


Dalam hal ini ada empat risiko yang perbankan yang di tetapkan atau di syaratkan oleh Bank
Indonesia untuk di kelola yaitu :
 Risiko kredit
 Risiko pasar
Risiko pasar terbagi menjadi dua yaitu risiko nilai tukar dan risiko tingkat bunga
 Risiko operasional
 Risiko likuiditas

Pengawasan Perbankan Sebagai Bagian Menghindari Risiko


Dalam menciptakan kondisi perbankan yang baik dan tegas serta meneapkan prinsip – prinsip GCG
(good corporate govermance / tata kelola perusahaan yang baik)
Secara umum pengawasan pada lembaga perbankan ada dua yaitu :
 Pengawasan yang di lakukan oleh internal perbankan
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

 Pengawasan yang di lakukan oleh eksternal perbankan


Kemudian ada dua bentuk pemeriksaan secara umum yaitu :
 Pemeriksaan umum dan
 Periksaan khusus

Antisipasi Perbankan Dalam Menghadapi Tindak Pidana Perbankan


Ada beberapa tindakan strategis yang di lakukan oleh dalam upaya mengatasi terjadi tindak
pidana di bidang perbankan antara lain ;
 General awareness
Seluruh pegawai bank harus mempunyai kendaraan tentang kemungkinan terjadinya kejahatan
berikut implikasinya serta bagaiman hal tersebut bias terjadi
 Good understanding
Pemahaman tentang perlunya pedoman standar pengawasan dan pengamanan terhadap kejadian
kejahatan perbankan
 Risk assessment

Terjadinya kejahatan pada penilaian resiko bisnis.


 Dynamic prevention
Pengawasan yang berfungsi sebagai alat utama mengatasi hambatan dalam pencapaian tujuan
 Proactive detection
Organisasi perlu memahami kejahatan yang timbul secara proaktif dalam hal terjadi kejahatan dan
cara menanganinya
 Investigation
Setiap bank harus memeliki tim investigasi yang mampu melakukan investigasi atas suatu kasus
yang terjadi.

Memperhitungkan Biaya Risiko


Ada dua cara yang di pergunakan yaitu ;
 Dengan cara mengkaji berapa angka kredit macet dengan fakta yang terjadi
 Melihat beberapa angka pinjaman yang menghapusbukukan berapa rata – rata angka
residunya.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 8
RISIKO LIKUIDITAS

Risiko likuiditas adalah bentuk risiko yang di alami oleh suatu perusahaan karna
ketidakmampunnaya membayar kewajiban dan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Untuk menganalisis secara lebih dalam tentang risiko likuiditas dapat di lakukan dengan
menganalisis kondisi kemampuan suatu perusahaan yang dapat di lihat dari segi yaitu :
v Analisis arus kas
v Analisis kewajiban jangka pendek
v Melakukan analisis terhadap arus dana jangka pendek

Sebab – sebab tejadinya risiko likuiditas


Ada beberapa sebab yang melatar belakanginya :
v Uang perusahaan yang berada posisi extreme leverage
v Jumlah utang dan berbagai tagiahn yang dating di saat jatuh tempo sudah sangat besar
v Perusahaan telah melakukan kebijakan strategi yang salah sehinga mengakibatkan kerugian
jangka pendek dan panjang
v Kepemilikan asset peusahaan tidak lagi mencukupi untuk menstabilkan perusahaan yaitu banyak
asset yang di jual dan tidak dapat mengembalikan asset perusahaan

Hubungan Likuiditas Dan Solvabilitas


Likuditas adalah Kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara
tepat waktu.
Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang – utang yang jatuh
tempo secaa tepat waktu atau tidak tepat.
Dalam permasalahan likuiditas dan solvabilitas ini, dalam prespektif investor ada hubungan antara
likuiditas dan solvabilitas yang dapat di jadikan ukuran untuk melihat risiko suatu perusahaan
yaitu;
 Liquid dan solvable
Di mana suatu perusahaan dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik, karena ia mampu melunasi
kewajiban – kewajibannya.
 Liquid dan insolvabl
Suatu kondisi dimana suatu perusahaan tidak memeliki keseimbangan financial secara
baik,likuiditas dianggap sehat dan solvabilitas kemampuan perusahaan membayar utang –
utangnya
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

 Liquid dan solvable


Suatu kondisi dimana suatu perusahaan tidak mampu lagi keseimbangan financial baik,terjadi
karena likuiditas sudah tidak sehat lagi atau pihak manajemen

Keunggulan Analisa Rasio Keuangan


Menurut Sofyan Syafri Harahap analisa rasio mempunyai keunggulan sebagai berikut ;
 Rasio merupakan angka – angka ikhtiar statistic yang mudah di tafsirkan
 Merupakan penganti yang lebih sederhana dari semua informasi
 Mengetahui posisi perusahaan di tengah industry lain
 Sangat bermamfaat untuk bahan dalam mengisi model – model pengabilan keputusan dan
model pediksi
 Menstandarisir size perusahaan
 Mudah membedakan perusahaan yang satu dengan yang lain

Kelemahan Analisa Rasio Keuangan


Kelamhan dengan dipergunakannya analisa rasio keuangan yaitu
 Memberikan pengukuran yang relatie terhadap kondisi suatu perusahaan
 Analisa rasio di jadikan sebagai peringatan awal bukan kesimpulan akhir
 Setiap data yang di peroleh dan dipergunakan dalam menganalisa besumber dai laporan
keuangan perusahaan
 Pengukuran rasio keuangan banyak yang bersifat artificial

Solusi Mengatasi Rasio Keuangan


Yaitu dengan mengadakan reconcilitation atas berbagai bentuk keadaan pokok. Arti yang
digunakan disini adalah menyelesaikan perbedaan antara dua pos dan apa yang akan
menyebabkan perbedaan itu terjadi

Solusi untuk mengatasi risiko likuiditas


Ada beberapa yang dapat diberikan agar suatu perusahaan terhindar dari risiko likuiditas yaitu ;
v Melakukan pinsip keuangan dengan kehati – hatian
v Menepatkan setiap keputusan sesuai dengan situasi dan kondisi
v Menghindari keputusan tang berhubungan dengan keuntungan yang bersifat jangka pendek
v Memperhatikan dan mengamati setiap kebijakan moneter
v Pihak menajemn perusahaan sebaiknya memahami kondisi mikro dan makro ekonomi secara
baik
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

v Menurunkan harga pada barang yang susah di jualmelakukan pernaikan dan pengendalian
produksi
v Menghindari operasi luar negri di Negara beresiko tinggi
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 9
RISIKO FRAUD

Risiko fraud adalh risiko yang di alami oleh suatu perusahaan atau intuisi karena fakto
terjadinya tindakan kecurangan yang di sengaja. Baik keugian materi maupun non materi.

Bentuk – Bentuk Fraud


Perkembangan fraud adalah sejaln dengan semakin banyaknya aktifitas kehidupan. Sukrisno
Agoes mengatakan bahwa kekeliruan dan kecurangan bisa terjadi dalam berbagai bentuk antara
lain :
v Intentainol error (sesuatu yang di sengaja )
v Untentional error (kecurangan kerja sama atau kelompok )
v Collusion ( kecurangan bersama yang merugikan orang ketiga)
v Intentional misrepresentation (saran yang benar)
v Negligent misrepresentation (pernyataan salah oleh seseorang)
v White coller crime (kejahatan oleh orang – orang yang berdasi )

Sebab – Sebab Suatu Fraud Bisa Terjadi


Sebab timbulnya fraud adalah terjadi dari individu itu sendiri seperti factor ketidak stabilan
emosional atau kurangnya kemampuan control yang mendalam dari pihak yang bersangkutan.

Bentuk Fraud Pada Earnings Management


Merupakan suatu tndakan yang mengatur laba sesuai dengan kehendak oleh pihak tertentu
atau terutama oleh manajemen perusahaan. Secara akuntansi beberapa faktor yang menyebabkan
perusahaan melakukan earnings management adalah :
 Standar akuntansi keuangan memberikan fleksibilitas management untuk memeilih
prosedur dan metode akuntansi
 SAK memberikan fleksibilitas kepad pihak manjemen dapat mengunakan judgement dalam
menyusuri estimasi
 Pihak manajemen perusahaan memberikan kesempatan untuk merekayasa transaksi
dengan car mengeser pengukuran biaya dan pendapatan
Beberapa Solusi Untuk Mencegah Terjadinya Risiko Fraud
Ada beberapa saran untuk mencegah terjadinya kecurangan yaitu :
v Tingkatkan pengendalian interen yang terdapat pada perusahaan
v Lakukan seleksi pegawai secara tepat
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

v Tingkatkan keadaan internal audit department


v Imbalan memedai untuk seluruh pegawai
v Lakukan pembinaan rohani
v Buat kebijakan tertulis mengenai fair dealing
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 10
RISK AND RETURN

Return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan individu dan intuisi dari hasil
kebijakan investasi yang dilakukan.
Definisi dari return and risk adalah kondisi yang dialami oleh perusahaan, intuisi, dan individu
dalam keputusan intuisi baik kerugian maupun dan keuntungan dalam suatu periode akutansi.
Sumber – sumber risiko yang mempengaruhi besarnya risiko suatu intuisi
Menurut Eduardus tandellilin ada beberapa sumber risiko yang mempengaruhi besarnya risiko
investasi. Sumber – sumber tersebut antara lain :
v Risiko suku bunga Risiko Bisnis
v Risiko pasar Risiko Inflasi
v Risiko inflasi Risiko Nilai Tukar

Systematic Risk, Unsystematic Risk, Dan Total Risk


v Systematic risk, Merupakan risiko yang tidak dapat diveresifikasikan atau mempengaruhi secara
menyeluruh
v unsystematic risk yaitu risiko yang tidak sistematis yaitu yang hanya membawa dampak bagi
perusahaan yang terkait saja
v total risk merupakan gabungan dari Systematic risk dan unsystematic risk. Adapun rumus untuk
menghitungnya adalah
Total Risk = Unsystematic Risk + Systematic Risk

Alternative – Alternative Menghindari Risiko


Alternative yang di ambil adalah yang dianggap realistis dan tidak akan menimbulkan masalah
nantinya.

Mengelola Risiko
Pada dasarnya risiko itu sendiri dapat dilakukan dengan empat cara :
v memperkecil risiko
v mengalihkan risiko
v mengontrol risiko
v pendanaan risiko
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Hubungan Karakteristik Dengan Risk And Return


Karateristik dapat di bagi menjadi tiga yaitu :
v takut pada risiko atau risk avoider
v hati – hati pada risiko atau risk indifference
v suka pada risiko atau risk seeker atau risk lover

Pengambilan Keputusan Dalam berbagai Sisi


Ada berbagai kondisi yang sering muncul dalam pengambilan keputusan namun secara umum
dapat di bagi menjadi tiga :
v kondisi pasti
v kondisi tidak pasti
v kondisi konflik
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 11
PERAN ASURANSI SEBAGAI PENGALIH RISIKO

asuransi merupakan sebuah lembaga yang didirikan atas dasar untuk menstabilkan kondisi bisnis
dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Bedasarkan pengertian tersebut asuransi mengandung
empat unsure yaitu :
v pihak tertanggung
v pihak penangung
v sesuatu peristiwa yang tak tantu
v kepentingan yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tentu

Manfaat Asuransi
ada beberapa mamfaat yang dapat diterima pada saat seseorang atau intuisi masuk ke asuransi
yaitu :
v asuransi mampu berperan sebagai penetralisir risiko
v sebagai pihak penganti kerugian
v mengurangi siksaan mental dan fisik bagi pihak tertanggung
v menghasilkan tingkat produksi
v memperbaiki posisi persaingan perusahaan kecil

Syarat – Syarat Suatu Risiko Dapat Di Asuransikan


menurut Harman Darmawi ada enam syarat yang harus di tempuh yaitu
v kerugian potensial cukup besar
v probabilitas potensial cukup besar
v keugian bersifat kebetulan
v kerugian tertentu
v terdapat sejumlah unit yang terbuka terhadap risiko yang sama
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Peran asuransi swasta dan pemerintah dalam perspektif manajemen risiko asuransi milik swasta
memeliki tanggung jawab yang kecil, dan asuransi milik pemerintah memeliki tanggung jawab
yang lebih besar kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi menurut Soeisno
Djojosoedarso ada beberapa kondisi yang memungkinkan berkembangnya usaha asuransi, kondisi
tersebut antara lain :
v sistem ekonomi masyarakat terbentuk perekonomian bebas
v masyarakatnya sudah sangat maju dan merupakan masyarakat industry
v peraturan perundang – undangan sudah terorganisasi dengan baik.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 12
BENTUK RISIKO PADA BERBAGAI SECTOR BISNIS

Sector Bisnis Pertanian Dan Perikanan


Adapun bentuk risiko yang akan di alami pada sector bisnis ini adalah
v produk yang dimiliki dapat mengalami pembusukan
v harus memeliki tempat penyimpanan yang aman
v pada produk perikanan harus mampu menghindari masuknya bakteri
v membutuhkan pengulangan dalam penyediaan parstisida
v membutuhkan perawatan yang insentif
v naik turunnya harga pupuk akan berpengaruh pada nilai harga jual
v pada sector pertanian sangat berhubungan erat dengan kondisi dan situasi cuaca
v risiko perubahan iklim global

Sektor Bisnis Peternakan


Meliputi :
BPS dalam melakukan perhitungan produksi pada sektor ini didasarkan pada :
v Data pemotongan.
v Selisih stok atau perubahan populasi.
v Ekspor netto.

Karakteristik peternakan rakyat :


v Skala usaha kecil dan modal terbatas.
v Tekonologi sederhana dan pengelolaan tradisional.
v Padat karya dan berbasis keluarga serumah.
v Produktivitas dan mutu produk rendah serta tidak baku.

Usaha peningkatan produksi dilakukan dengan :


v Intensifikasi.
v Ekstensifikasi
v Diversifikasi
v Perbaikan mutu
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Sektor Bisnis Minyak Dan Gas (Oil And Gas)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Sangat mengutungkan factor utama adalah energy
v Factor bahan tegantung kondisi alam
v harus menemukan sumur migas yang baru apabila habis

Sektor Bisnis Konstruksi


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Naik turun harga barang kontruksi
v Mengamati kebijakan ekonomi
v Pengurusan izin membutuhkan waktu lama
v Memahami kondisi cuaca

Sektor Bisnis Makanan Dana Minuman (Food And Beverage)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Produk memeliki masa kadaluarsa
v Produk dihasilkan tergantung alam
v Harus memeliki cadangan cukup

Sektor Bisnis Tobacco Manufacturess (Pabrik Rokok)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Keluarnya undang – undang baru
v Kampanye anti rokok
v Rokok yang di tawarkan harus memeliki cita rasa

Sektor Bisnis Asuyransi Dan Perbankan (Insurance And Banking)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Sering terjadi klaim
v Factor ketidak jujuran
v Keputusan pengalokasian dana
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

Sektor Bisnis Real Estate Dan Property


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Naik turun harga material
v Kredit macet perumahan
v Demonstrasi buruh tentang gaji

Sektor Bisnis Perhotelan


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Pajak di tanggung bersifat hidup
v Naik turun pengunjung

Sektor Bisnis Travel Agency (Agen Perjalanan)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Pemilik angkutan tariff harga yang di tentukan
v Pembeli tiket mengalami lonjakan

Sektor Bisnis Angkutan Darat, Laut Dan Udara (Transportation Business)


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Naik turun harga bahan bakar
v Biaya bagi ijin trayek

Sektor Bisnis Tekstil


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Mengikuti trend dan mode
v Produk ketinggalan jaman di anggap tidak laku

Sektor Bisnis Retail, Supermarket, Toserba Dan Mini Market


Adapun bentuk risiko yang di rasakan dalam sector ini adalah :
v Produk yang di pakai hingga konsumen akhir
v Bisnis retail berkembang dengan cepat
v Terjadinya kebakaran dan bencana lainnya.
Rangkuman Materi kuliah Dosen Pengampu : Henky Setiadi,S.Pd,M.Pd
Management Risiko

BAB 13
ANALISIS SWOT DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN RISIKO

Definisi Swot
Swot adalah singkatan dari strenghts (kekuatan), weakness (kelemahan), oppurtunities
(peluang), threats(ancaman). Analisa swot di event organizer dan event organizer ultah adalah
alat yang digunakan untuk mengidentifikasi isu-isu internal dan eksternal yang mempengaruhi
kemampuan kita dalam memasarkan event kita.

Kekuatan Dan Kelemahan


Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan event, kita harus mencermati isu-isu dalam
organisasi yang mempengaruhi kemampuan kita menjual event ke pasar dan sponsor. Wilayah
penting yang perlu digali adalah persepsi dari si event organizer dan event organizer ultah itu
sendiri terhadap suatu event. Jika event organizer anak atau organizer anak kita memandang
event tersebut sebagai perioritas dan peluang untuk meningkatkan profil eo, maka event tersebut
menjadi sebuah kekuatan. Namun jika kita memandang event tersebut sebagai pemborosan
sumber daya, maka event tersebut menjadi kelemahan.

Peluang Dan Ancaman


Langkah selanjutnya adalah menganalisa semua faktor di luar organisasi yang mungkin
mempengarhi event organizer anak atau organizer anak kita. Analisa eksternal ini akan membantu
kita mengidentifikasi peluang dan ancaman yang terkait dengan event.

Model Analisis Swot


Adapun cara yang akan di lakukan adalah :
o Menyiapkan sesi SWOT.
o Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
o Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
o Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
o Menganalisis kekuatan dan kelemahan.
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda
perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada pendapat dan
indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada kenyataan.
************************************Terima Kasih *********************************