Anda di halaman 1dari 4

1.

Energi

Angka kecukupan energi (AKG, 2004) balita usia 1-3 tahun dan 4-5 tahun secara

berturut-turut adalah 1000 kkal dan 1550 kkal. Kebutuhan energi balita secara

perorangan didasarkan energi untuk metabolisme basal, kecepatan pertumbuhan, dan

aktivitas. Rata-rata kebutuhan energi untuk pertumbuhan setelah usia 12 bulan

rendah, kurang lebih 5 kkal/g penambahan jaringan. Kebutuhan energy balita dengan

umur, gender, dan ukuran tubuh yang sama bervariasi. Diduga hal- hal yang

berpengaruh adalah perbedaan aktivitas fisik, angka metabolisme dengan asupan

protein minimal dan berlebihan pada asupan energi yang sama, dan efisiensi

penggunaan energy secara perorangan. Pada aktivitas fisik, ada balita yang

melakukan aktivitas ringan seperti duduk, melihat-lihat buku atau gambar, mencoret-

coret, dan lainnya. Ada pula yang melakukan aktifitas berat seperti berlari, melompat

dan melakukan garakan-gerakan tubuh. Cara paling baik untuk menilai cukup

tidaknya asupan energy balita adalah dengan mengamati laju pertumbuhan yang dapat

dibandingkan dengan grafik pertumbuhan, dan mengukur lemak tubuh.

2. Protein

Kebutuhan protein balita termasuk untuk pemeliharaan jaringan, perubahan

komposisi tubuh, dan pembentukan jaringan baru. Selama pertumbuhan, kadar

protein tubuh meningkat dari 14,6 % pada umur 1 tahun menjadi 18,19 % pada umur

4 tahun. Kebutuhan protein untuk pertumbuhan diperkirakan berkisar antara 1-4 g/kg

penambahan jaringan tubuh.

Angka kecukupan protein (AKG, 2004) yang dianjurkan untuk balita usia 1-3 tahun

adalah 25 gram dan 4-5 tahun adalah 39 gram. Penilaian terhadap asupan protein anak
harus didasarkan pada: 1) kecukupan untuk untuk pertumbuhan, 2) mutu protein yang

dimakan, 3) kombinasi makanan dengan kandungan asam amino esensial yang saling

melengkapi bila dimakan bersama, 4) kecukupan asupan vitamin, mineral, dan energi.

Sumber protein yang dianjurkan adalah kacang-kacangan, tempe, tahu, daging, telur,

ayam, hati, susu, olahan susu seperti keju dan yoghurt.

3. Mineral

Mineral penting untuk proses tumbuh kembang secara normal. Kekurangan konsumsi

terlihat pada laju pertumbuhan yang lambat, mineralisasi tulang yang tidak cukup,

cadangan besi yang kurang dan anemia.

Diantara sumber mineral adalah sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam,

brokoli, labu kuning, tomat dan sebagainya; buah-buahan seperti apel, manga,

papaya, pisang, pir, jambu biji dan sebagainya; serta daging-dagingan dan susu.

4. Kalsium

Kalsium penting untuk pertumbuhan dan mineralisasi tulang dan gigi. Lebioh dari

98% kalsium tubuh terdapat dalam tulang dan gigi. Penambahan kalsium rata-rata

sehari hendaknya berkisar antara 150-200 mg, puncaknya adalah sebanyak 400

mg/hari dalam periode pertumbuhan cepat. Angka kecukupan kalsium (AKG, 2004)

untuk anak berkisar antara 500-600 mg/hari.

Bahan makanan sumber kalsium utama adalah susu dan hasil olahan yang

mempunyai ketersediaan biologis tinggi, dan sumber kalsium lain yang dimakan

dengan tulang (teri, dan ikan duri lunak). Serealia, kacang-kacangan, dan hasil
kacang-kacangan seperti tempe dan tahu, serta sayuran hijau merupakan sumber

kalsium yang baik.

5. Besi

Angka kecukupan besi (AKG, 2004) yang dianjurkan untuk balita usia 1-3 tahun

didasarkan pada median kebutuhan besi sebanyak 4,6 mg/hari, dengan penyerapan

besi sebesar 7,5 % maka kecukupan besi menjadi 8,0 mg/hari. Bagi balita usia 4-5

tahun dengan median kebutuhan besi sebanyak 5mg/hari dan asumsi penyerapan

sebesar 7,5 %, maka kecukupan besinya menjadi 9,0 mg/hari.

Kebutuhan besi pada balita bervariasi menurut tingkat pertumbuhan, peningkatan

total massa besi, dan penyimpanan besi. Sumber besi dalam makanan hewani adalah

daging, hati, ungags dan ikan; dalam makanan nabati adalah kacang-kacangan dan

hasil olahannya, sayuran hijau, dan rumput laut.

6. Seng

Angka kecukupan seng (AKG,2004) balita usia 1-3 tahun didasarkan pada kebutuhan

rata-rata normatif sebesar 0,46 mg/kgBB/hari (ketersediaan biologis 15 %) dengan

berat badan 12 kg adalah sebesar 8,3 mg/hari. Angka kecukupan seng bagi balita usia

4-5 tahun didasarkan pada kebutuhan rata-rata normatif sebesar 0,38 mg/kgBB/hari

(ketersediaan biologis 15 %) dengan berat badan 18 kg adalah 10,3 mg/hari. Seng

mempunyai peranan penting dalam proses pertumbuhan, fungsi kognitif, pematangan

seks, fungsi kekebalan, dan pemusnahan radikal bebas. Seng di dalam makanan
hewani seperti daging, ikan, dan kerang mudah disrap daripada yang terdapat di

dalam makanan nabati seperti serealia.

7. Yodium

Angka kecukupan yodium balita berusia 1 tahun ke atas ditetapkan Rconnended

Dietary Allowance (RDA) yang dikeluarkan oleh National Research Council

Amerika Serikat. Angka kecukupan yodium balita usia 1-3 tahun adalah 10 mcg/kg

berat badan/hari. Dengan rata-rata berat badan 12 kg, maka angka kecukupan yodium

kelompok umur ini adalah 120 mcg/hari. Angka kecukupan yodium balita usia 4-5

tahun didasarkan pada kebutuhan yodium 8 mcg/kg berat badan/hari. Angka

Kecukupan Yodium kelompok umur ini adalah 120 mcg/hari.

Yodium sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan

mental. Akibat kekurangan yodium tampak pada membesarnya kelenjar tiroid

(hipertiroidisme) pada balita, pertumbuhan terhambat yang dalam keadaan berat dapat

menyebabkan cebol (kretinisme), dan kemampuan belajar kurang hingga dungu.

Kekurangan yodium banyak terdapat di daerah pegunungan, karena sumber utama

yodium adalah air laut. Hasil laut seperti ikan, udang dan kerang, rumput laut serta

tanaman yang tumbuh di daerah pantai merupakan sumber yodium.

8. Vitamin

Fungsi vitamin adalah untuk membantu proses metabolism, yang berarti

kebutuhannya ditentukan oleh asupan energy, karbohidrat, protein, dan lemak.

Kebutuhan vitamin yang pasti sukar ditetapkan.

9. Suplemen Zat Gizi