Anda di halaman 1dari 2

EVIDENCE BASED MEDICINE

CRITICAL APPRAISAL

“ Research Field and Laboratory Comparative Evaluation of Rapid


Malaria Diagnostic Tests versus Traditional and Molecular Techniques in
India”

Disusun oleh:
Muchammad alfiansyah ( 1102013177 )
Siti Solikha ( 1102013277 )

Dosen Pembimbing :
Dr. Miranti Pusparini, MPd (Ked)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI JAKARTA
2016
SKENARIO :

Tuan Ahmad berusia 35 tahun, seorang karywan swasta yang datang ke klinik YARSI dengan
keluahan demam, menggigil, berkeringat dan disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan
nyeri otot. Dari hasil anamnesis, pasien bercerita bahwa pasien baru 2 minggu yang lalu
pulang dari pedalaman diKalimantan untuk memenuhi tugas kantornya. Dari hasil anamnesis
dan gejala yang ditemukan, dokter mencurigai tuan Ahmad terkena malaria. Untuk
menegakkan diagnosis, dokter melakukan pemeriksaan rapid diagnosis test.

QUESTION :

Apakah pemeriksaan rapid diagnostic tests (RDTs) sama baiknya dengan pemeriksaan
mikroskopi sediaan apus darah tepi yang digunakan untuk menegakan diagnosis malaria?

PICO

P : Tuan Ahmad, 35 tahun dengan malaria


I : rapid diagnostic test untuk mendiagnosis malaria
C : pemeriksaan mikroskopi sediaan apus darah tepi untuk malaria
O : sensitivitas

PENCARIAN BUKTI ILMIAH

Website
www.ebscohost.com

Key
Male AND adult AND malaria AND rapid diagnostic tests AND microscopy AND blood
smears AND sensitivity

Limitasi
2010 – 2014

Hasil Pencarian Artikel


9
Artikel Yang Dipilih

Research Field and Laboratory Comparative Evaluation of Rapid Malaria Diagnostic Tests
versus Traditional and Molecular Techniques in India