Anda di halaman 1dari 3

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Pendidikan Kewarganegaraan
KELAS 53

Disusun Oleh:

Ayu Fahma Muyasari


150210101065

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Opini tentang Radikalisme di Indonesia
Radikalisme merupakan respons terhadap kondisi yang sedang
berlangsung, biasanya respons tersebut muncul dalam bentuk evaluasi, penolakan
atau bahkan perlawanan. Masalah-masalah yang ditolak dapat berupa asumsi, ide,
lembaga atau nilai-nilai yang dipandang bertanggung jawab terhadap
keberlangsungan kondisi yang ditolak. Radikalisme tidak berhenti pada upaya
penolakan, melainkan terus berupaya mengganti tatanan tersebut dengan bentuk
tatanan lain. Ciri ini menunjukan bahwa di dalam radikalisme terkandung suatu
program atau pandangan dunia tersendiri. Kaum radikalis berupaya kuat untuk
menjadikan tatanan tersebut sebagai ganti dari tatanan yang ada.
Beberapa faktor penyebab yang dapat memunculkan radikalisme
keagamaan di Indonesia: pertama adalah variabel norma dan ajaran. Ajaran yang
ada mempengaruhi tingkah laku dan tindakan seorang muslim berasal dari Al-
Quran dan hadist. Karena ajaran yang sangat umum, hal ini memungkinkan
munculnya berbagai interpretasi. Hal ini juga dimungkinkan anggota masyarakat
muslim mengalami sosialisasi primer yang berbeda.
Kedua variabel sikap dan pemahaman mengenai tiga isu penerapan syariat
islam, Bentuk Negara Islam Indonesia dan Khilafah Islamiyah. Sikap ini adalah
kelanjutan dari penafsiran terhadap ajaran agama Islam. Diasumsikan bahwa ada
beberapa sikap umum yang muncul setelah masyarakat menafsirkan ajaran islam.
Sikap ini tersimbolkan dalam penerapan pemahaman muslim terhadap ajaran
mereka.
Ketiga variabel sikap yang muncul ketika variabel kedua dihadapkan
dengan kondisi sosial di masyarakat.hal ini termasuk didalamnya adalah faktor-
faktor domestik dan internasional. Kelompok skripturalis yang diasumsikan akan
memperlihatkan sikap radikal.
Dari apa yang digambarkan diatas, bisa dikatakan bahwa variabel yang
sangat berpengaruh terhadap tingkah laku umat islam adalah ajaran Islam itu
sendiri. Ajaran ini diinterpretasi dan karena ajaran ini bersifat umum maka
pemahaman yang muncul adalah bervariasi. Pemahaman ini mempengaruhi dunia
ideal yang harus diciptakan oleh kaum muslim. Tetapi dalam perjalanannya dunia
ideal dihadang oleh perkembangan sosial, politik ekonomi, dan budaya yang ada
dan berkembang dalam masyarakat sehingga pencapaiannya sangat jauh yang
diharapkan.
Dengan maraknya radikalisme di Indonesia, terkait dengan sila kedua
"Kemanusiaan yang adil dan beradab " yang secara keseluruhan mempunyai arti
bahwa sifat manusia ( Indonesia ) adalah memperlakukan manusia lain secara
adil, tidak sewenang-wenang , perlakuan hanya bisa dilaksanakan karena telah
mencapai peradaban yang sudah tinggi nilainya. Itulah sebabnya mengapa sila
kemanusiaan yang adil dan beradab mewajibkan kepada manusia, untuk
senantiasa menjunjung tinggi norma-norma hukum dan moral hingga
memperlakukan manusia. Bukan hanya manusia namun makhluk-makhluk hewani
secara adil dan beradab sehingga tidak ada keegoisan untuk mencapai kepentingan
induvidu , menurut norma-norma tersebut.