Anda di halaman 1dari 3

3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

I1. A Larutan
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia
yang terlarut. Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat
kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-
bahannya, cara peracikan atau penggunaanya, tidak dimasukkan kedalam
golongan produk lainnya. Larutan terjadi jika sebuah bahan padat tercampur atau
terlarut secara kimia maupun fisika kedalam bahan cair. Larutan dapat
digolongkan menjadi larutan langsung (direct) dan larutan tidak langsung
(indirect). Suatu larutan dapat digolongkan menjadi laurtan mikromolekuler,
miseler dan makromolekuler.

II. B Jenis Larutan


1. Berdasarkan perbandingan solut –solvent
a. Larutan encer adalah larutan yang mengandung sejumlah kecil zat
A yang terlarut.
b. Larutan pekat adalah larutan yang mengandung fraksiAyang sangat
besar.
c. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung jumlah maksimum
zat A yang dapat larut dalam air pada tekanan dan temperatur
tertentu.
d. Larutan lewat jenuh adalah larutan yang mengandung jumlah zat A
yang terlarut melebihi batas kelarutannya di dalam air pada
temperatur tertentu.
2. Menurut cara pemberianya larutan di bedakan menjadi 2 bagian yaitu:
a. Larutan oral. Larutan oral adalah sediaan cair yang di buat untuk
pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan dengan
atau tanpa bahan pengaroma, pemanis, atau pewarna yang larut
dalam air atau campuran kosolven-air.
1. Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula
lain dalam kadar tinggi (sirup simplex adalah sirup yang
4

hamper jenuh dengan sukrosa). Larutan oral yang tidak


mengandung gula tetapi bahan pemanis buatan seperti sorbitol
atau aspartam, dan bahan.
2. Eliksir adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai
konsolven (pelarut). Untuk mengurangi kadar etanol yang
dibutuhkan untuk pelarut, dapat ditambahkan konsolven lain
seperti gliserin dan propilen glikol.
b. Larutan topical adalah larutan yang biasanya mengandung air,
tetapi sering kali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol
untuk penggunaan pada kulit, atau dalam larutan lidokainoral
topical untuk penggunaan pada permukaan mukosa mulut.

II.C Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Larutan

Interaksi obat terjadi antara pelarut dengan pelarut, pelarut dengan zat
terlarut, dan zat terlarut dengan zat terlarut. Nilai atau deskripsi kualitatif beberapa
parameter fisika kimia zat terlarut dan pelarut dapat membantu memberikan
gambaran mengenai kelarutan suatu obat. Faktor yang mempengaruhi kelarutan
adalah sifat polaritas zat terlarut dan pelarut, co- solvency, sifat kelarutan,
hidrotopi, ukuran partikel, ukuran dan bentuk molekul.
Keuntungan larutan secara umum adalah merupakan campuran homogen,
dosis dapat di ubah-ubah dalam pembuatan, dapat di berikan dalam larutan
encer,sedangkan kapsul dan tablet sulit di encerkan, kerja awal obat lebih cepat
karena obat cepat di absorpsi, mudah di beri pemanis,bau-bauan,dan warna dan
hal ini cocok untuk pemberian obat pada anak-anak, untuk pemakain luar, bentuk
larutan mudah digunakan.
Kerugian larutan secara umum adalah volume bentuk larutan lebih besar,
ada obat yang tidak stabil dalam larutan, ada obat yang sukar ditutupi rasa dan
baunya dalam larutan.
5