Anda di halaman 1dari 4

Macam-macam gaya pada kendaraan

Nama : Muhammad Hanif

NIM : 5315154179

Gaya aerodinamika yang terjadi pada mobil secara umum terdapat tiga, yaitu: gaya hambat
(drag force) aerodinamik [FD], gaya angkat (lift force) aerodinamik [FL] dan gaya samping (side
force) aerodinamik [FS]. Gaya gaya tersebut bekerja pada titik yang disebut dengan "Center of
Pressure" (Cp). Besarnya gaya yang terjadi tersebut (FD, FL, FL), kecepatan angin (VA) dan
sudut arah angin (βA) diperoleh melalui pengujian langsung model atau mobil aslinya pada
terowongan angin (wind tunnel). Nilai besaran yang telah didapatkan dari terowongan angin
selanjutnya dihitung untuk menghasilkan Coeffisien of Drag (CD), Coeffisien of Lift (CL) dan
Coeffisien of Side (CS)

1. Gaya Hambat (Drag Force)


Gaya hambat adalah gaya udara yang berlawanan arah dengan arah gerak maju mobil,
sehingga menghambat traksi mobil. Secara umum gaya hambat (drag force) dikenal
melalui angka Coeffisien of Drag (CD) Nilai CD semakin kecil maka aerodinamika bodi
mobil semakin baik, karena gaya hambat yang timbul semakin rendah.

Gaya hambat total terdiri dari beberapa jenis gaya hambat yaitu:

a. Hambatan Bentuk. Bentuk bodi mobil yang kompleks menyebabkan terjadinya


distribusi tekanan di sepanjang permukaan bodi mobil. Saat mobil berjalan terjadi
perbedaan tekanan antara bagian depan mobil dan bagian belakang mobil tekanan positif
bekerja pada bagian depan mobil dan tekanan negatif di bagian belakang mobil, sehingga
gaya udara yang bekerja pada bagian depan mobil lebih tinggi daripada gaya pada
bagian belakang mobil, akibatnya timbul gaya drag yang bekerja berlawanan dengan
arah gerak mobil dan menghambat gerak mobil.

b.Hambatan Pusaran/Turbulensi (Vortex). Pada bagian belakang mobil terjadi


perbedaan tekanan antara bagian atas dan bagian bawah mobil, menyebabkan
terjadinya gerakan aliran udara dari permukaan bawah menuju ke permukaan atas
mobil yang berupa pusaran atau turbulensi (vortex). Timbulnya vortex pada mobil juga
akan menghambat gerak laju mobil yang disebabkan adanya pengaruh gaya angkat
vertikal pada bodi mobil yang sedang bergerak secara horisontal. Vortex yang terjadi
akan mengubah arah lift yang semula tegak lurus terhadap jalan menjadi miring ke
belakang.

c. Hambatan Tonjolan. Adanya tonjolan profil tertentu pada bagian permukaan


bodi mobil seperti kaca spion, pegangan pintu, antena dan aksesori lainnya juga
mengakibatkan gaya hambat. Oleh karena itu maka komponen tersebut biasanya
bentuknya dibuat mendekati bulat dan halus supaya udara yang lewat semakin lancar dan
berarti mengurangi hambatan.

d. Hambatan Aliran Dalam. Hambatan aliran dalam ini berupa hambatan oleh aliran
udara yang mengalir melalui sistem pendingin mesin yaitu radiator.

Hambatan-hambatan tersebut diatas semuanya tidak dapat dihindarkan, tetapi penerapan


ilmu aerodinamika akan meminimalisir hambatan yang ada. Pada kenyataannya hanya
hambatan bentuk dan hambatan pusar yang paling besar pengaruhnya terhadap gaya
hambat secara keseluruhan.

Tabel Coefisien of Drag (CD) secara umum untuk beberapa jenis mobil

No Jenis Mobil Koefisien Hambat (CD)

1 Mobil penumpang 0,3 - 0,6

2 Mobil convertible 0,4 - 0,65

3 Mobil balap 0,25 - 0,3


4 Bus 0,6 - 0,7

5 Truck 0,8 - 1,4

6 Tractor - Tailer 0,8 - 1.,3

7 Sepeda motor & pengendara 1,8

2. Gaya Angkat (Lift Force)


Perbedaan bentuk antara permukaan atas dan bagian bawah mobil menyebabkan
aliran udara pada permukaan atas lebih cepat daripada aliran udara pada permukaan
bawah, sehingga tekanan pada permukaan atas mobil lebih rendah daripada tekanan
permukaan bawah.
Faktor lain adalah kekasaran bagian permukaan bawah mobil yang disebabkan oleh
profil mesin dan komponen lain yang memperlambat aliran dibawah sehingga
memperbesar tekanan aliran permukaan bawah. Karena itu tekanan yang bekerja
pada bagian bawah mobil secara umum lebih besar dari tekanan yang bekerja pada
bigian atas mobil sehingga menimbulkan terbentuknya gaya angkat (lift force) karena
adanya desakan aliran udara dari permukaan bawah ke permukaan atas mobil.

Gaya ini bekerja dalam arah vertikal dan biasanya arah ke atas ditandai sebagai arah
positif dan ke bawah sebagai arah negatif.

3. Gaya Samping (Side Force)


Jika ada gerakan angin yang tidak sejajar dengan arah gerak mobil sehingga
membentuk sudut tertentu terhadap lintasan mobil, maka akan terjadi gaya samping.
Gaya samping bekerja dalam arah horisontal dan transversal sehingga bersifat
mendorong mobil ke samping. Gaya samping juga terjadi pada kondisi mobil
berbelok. Bodi mobil yang semakin aerodinamis akan mengeliminir terjadinya gaya
samping, sehingga stabilitas mobil lebih terkendali dengan baik.

4. Gaya Turbulen
Gaya yang terjadi dibagian belakang mobil yang berupa hembusan angin dari depan
membentuk pusaran angin dibagian belakang mobil.