Anda di halaman 1dari 2

Cara Mudah Mengatur Posisi Lampu Depan

Yang Tepat
Tahukah Anda bahwa sorotan cahaya lampu kendaraan memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan
keselamatan berkendara di jalan. Keselamatan baik dari sisi pengemudi mobil dan juga pengemudi
kendaraan lain tentu dapat terancam jika sorotan lampu depan mobil yang dimiliki tidak tepat. Jika
sorotan lampu yang dimiliki terlalu rendah, hal ini tidak bisa menyinari permukaan jalan yang masih
masuk ke dalam “field of view” pengemudi. Akibat yang ditimbulkan, pengemudi akan telat
mengantisipasi jika terdapat ancaman bahaya mendekat karena tidak terlihat sebelumnya. Namun
jika sorot lampu terlalu tinggi, titik fokus optimal sorotan lampu akan berubah, hal ini dapat
membuat tidak maksimalnya sinar bagian area pandang, dan justru menyinari area yang kurang
penting.
Untuk mengatasi hal tersebut, penting bagi Anda untuk melakukan pengaturan terhadap posisi lampu
depan. Maka dari itu, Blog BeliOnderdil akan memberikan langkah-langkah yang dapat Anda
lakukan untuk mengatur posisi lampu depan yang benar agar tidak bermasalah bagi diri Anda sendiri
maupun orang lain. Cermati langkah demi langkah ulasan berikut ini :

1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam proses ini ialah memarkirkan mobil di jalan yang
rata. Anda dapat mengeluarkan berbagai benda yang memberi beban berat dari bagasi mobil setelah
itu memastikan bahwa tekanan ban telah sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh produsen mobil.
Anda juga perlu memeriksa kadar bahan bakar kendaraan dan memastikan gerigi pengatur arah
sorotan lampu depan sudah berada di posisi nol.

2. Atur posisi mobil Anda. Parkirkan mobil Anda di jalan yang rata, pada jarak kira-kira 3 m hingga 4,6
m dari tembok yang gelap atau pintu garasi, dengan bagian depan mobil mengarah ke tembok. Jalan
aspal atau tempat parkir yang datar adalah tempat yang terbaik. Saat ini Anda perlu mengatur posisi
mobil yang tepat dengan kisaran jarak kurang lebih 3 – 4,6 m dari pintu garasi atau tembok yang
gelap dengan sisi depan mobil mengarah ke tembok.

 Guncangkan mobil tersebut dua kali pada setiap sudut untuk memastikan pegas-pegas peredam
guncangan telah rata.
 Ukurlah jarak kedua lampu depan ke permukaan jalan untuk memastikan bahwa suspensinya juga
telah berada pada posisi rata.

3. Berikutnya, Anda perlu menghidupkan lampu depan mobil, bukan lampu jauh atau kabut. Untuk
membuat dua tanda “T” pada dinding atau pintu garasi berikanlah tanda garis tengah horizontal dan
vertical pada cahaya sorotan lampu menggunakan selotip.

4. Anda perlu memastikan bahwa kedua lampu mobil berada di posisi yang rata begitu juga sorotannya.
Letakkan alat waterpas di antara dua tanda garis tengah untuk melihat apakah sorotannya rata. Jika
posisi tidak rata, Anda dapat menggunakan meteran untuk mengukur jarak tanda bagian bawah pada
tembok dan turunkan tanda garis tengah yang lainnya pada ketinggian yang sama. Kedua garis
tengah ini seharusnya sama rata pada ketinggian tidak lebih dari 1,1 m dari permukaan jalan.

5. Selanjutnya Anda harus memundurkan mobil sampai berjarak tepat 7,6 m dari tembok atau pintu
garasi. Tidak disaran bagi Anda untuk sekedar memperkirakan jarak, Anda perlu memastikan bahwa
memang mobil telah berada pada jarak yang tepat dari tembok. Matikan lampu-lampunya. Bukalah
ring trim lampu-lampu tersebut dan carilah sekrup-sekrupnya. Sekrup-sekrup ini biasanya ditemukan
berdekatan dengan lampu tersebut, walaupun beberapa produsen memasangnya pada bagian mesin,
di belakang lampu-lampu tersebut. Seharusnya terdapat tanda pengaturan horizontal dan vertikal.

 Ikuti spesifikasi yang ada pada buku manual kendaraan. Sebagian produsen merekomendasikan jarak
pengaturan yang berbeda. Karena itu, penting untuk memeriksa buku manual kendaraan dan
mengikuti petunjuk-petunjuk tersebut.
 Seharusnya ada satu sekrup di bagian atas lampu untuk mengatur posisi lampu secara vertikal dan
sekrup lain di bagian samping lampu untuk mengatur posisinya secara horizontal, walaupun beberapa
mobil mungkin menggunakan baut, bukan sekrup.

6. Aturlah posisi setiap lampu secara terpisah. Tutuplah salah satu lampu dengan sebuah kain atau
benda lainnya sementara Anda mengatur posisi dan menguji lampu yang lainnya, karena sorotan
cahaya yang berbaur dapat menyulitkan Anda membedakan cahaya dari lampu yang satu dengan
lampu lainnya. Mintalah bantuan seseorang untuk duduk di bangku pengemudi sementara Anda
melakukan pengaturan, untuk menyalakan dan mematikan lampu agar Anda dapat melakukan
pengaturan dengan benar.

7. Putarlah sekrup atau baut bagian atas untuk mengatur bagian yang vertikal. Putaran searah jarum jam
seharusnya akan menaikkan posisi lampu tersebut, sementara putaran berlawanan dengan arah jarum
jam akan menurunkan posisinya.

 Nyalakan lampunya setelah pengaturan selesai, dan lihat polanya pada tembok. Bagian atas dari
sorotan cahaya yang paling terang seharusnya rata, atau sedikit di bawah garis tengah dari selotip
yang Anda rekatkan.

8. Putar sekrup atau baut bagian samping untuk mengatur posisi lampu secara horizontal. Sekarang,
pada dasarnya Anda akan melakukan hal yang sama dengan pengaturan ke kanan dan ke kiri. Bagian
sorotan cahaya lampu yang paling terang seharusnya ada di bagian kanan pada garis yang vertikal.

9. Ujilah pengaturan sorotan lampu Anda di jalan. Kemudikan mobil Anda untuk memastikan bahwa
lampu-lampu depan mobil Anda telah diatur pada posisi yang benar. Aturlah kembali jika perlu,
dengan mengulangi langkah-langkah di atas.