Anda di halaman 1dari 25

LATAR BELAKANG

1. Pencatatan debit air irigasi masih bersifat manual, lambat,


subyektif dan data tidak terupdate/ tidak real time  pengamat
mengamati dan mancatat secara manual  tergantung kondisi
pengamat dan lokasi daerah irigasi

2. Sering terjadinya konflik sosial antara petani di hulu (dekat


pintu air) dengan petani di hilir (jauh dari pintu air)

3. Fenomena perubahan iklim yang menyebabkan perubahan


pola hujan

4. Terbatasnya ketersediaan air pada lahan kering

5. Pemberian air sesuai kebutuhan tanaman  sangat tergantung


kondisi debit air irigasi.

6. Diperlukan suatu sistem informasi yang tepat sesuai dengan


kebutuhan  sistem real-time debit air yang akurat, up to date
dan hemat biaya.
SOLUSI
TERHADAP PERMASALAHAN

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka


dibuatlah:
1. Aplikasi Pencatatan Debit Air Real Time yang
diberi nama “Petani PEDE tanam 1.0”
2. Alat Pencatat debit otomatis yang diberi nama
“Haik Lontar”
MAKNA FILOSOFI
HAIK LONTAR
MAKNA FILOSOFI HAIK LONTAR
 HAIK
MERUPAKAN ALAT TIMBAH AIR; WADAH PENAMPUNG AIR; ALAT SIRAM; DAN
ALAT MINUM, PALING PERTAMA DAN DIANDALKAN PENGGUNAANNYA OLEH
MASYARAKAT NTT YANG TERBUAT DARI DAUN LONTAR.
ADANYA KONSEP HUBUNGAN BESARAN DIMENSINYA TERHADAP JUMLAH
AIR TERTAMPUNG UNTUK FUNGSI DAN TUJUAN PEMANFAATANNYA YANG
BERBEDA.
 LONTAR/SIWALAN
MERUPAKAN TANAMAN PENCIRI (IKON) DAERAH NTT SEJAK LAMA ,
CONTOHNYA DIMUAT PADA LAMBANG PEMDA NTT, SELAIN SAPI DAN
KOMODO.
SECARA BOTANI BERNILAI EKONOMI KARENA HAMPIR SEMUA BAGIAN
TANAMANNYA DAPAT DIMANFAATKAN DALAM MENDUKUNG KEHIDUPAN
MASYARAKAT NTT.
DARI BATANGNYA DIPEROLEH BAHAN BANGUNAN RUMAH, DARI MALAI
BUAHNYA BETINA/JANTAN DIPEROLEH GULA MERAH (AREN; TUAK MANIS;
TUAK ASAM(CUKA); LARU; SOPI; SIRUP; MAKANAN BUAH SEGAR.
DARI DAUNNYA DIBUAT HAIK, JUGA DIJADIKAN BAHAN DASAR BERBAGI
BENTUK KERAJINAN SEPERTI; SASANDO; TOPI TI,I LANGGA; TEMPAT SIRIH
PINANG; SARAUNG PARANG/PISAU; TIKAR; BAKUL; DLL.
Makna tersirat HAIK LONTAR
HAIK :
- HITUNGAN AIR IRIGASI KEKINIAN
- TAKAR

LONTAR :
- LANSUNG ONLINE NYATA TANPA ADA RAGU
- MOMENTUM
TUJUAN

1. Mengembangkan sistem informasi pencatat debit air


secara real time dan akurat baik secara sistem
maupun aplikasi berbasis android.
2. Memantau ketersediaan air di saluran, bendung, dan
bendungan secara real time dan akurat
3. Menentukan kebutuhan air irigasi optimal berbasis
hasil pencatatan debit air dan ketersediaan air
disaluran
4. Mendokumentasikan blanko O-6 secara tertib dan
tepat waktu
ALAT DAN SENSOR
1. Non contact ultrasonic
water level sensor
2. High accuracy flow
sensor
3. Low power
microcontroller
4. Low power gsm
transmitter
5. Upgradeable high gain
antenna for remote area
application
6. High performance li-ion
battery with solar charger
7. Up to 2Giga Bytes data
logger
Water Level Water Flow Microcontroller, Li-Ion Batterai
Sensor Sensor GSM Transmitter,
& Data Logger

Solar Panel Solar Panel Controller


Sistem kerja Alat Pencatat Debit
Pencatat Debit Air HAIK LONTAR terdiri
atas solar panel unit sebagai penyimpan
cadangan energi, dalam control box
terdapat microcontroller yang berfungsi
mengubah sinyal analog dari sensor dan
mengolahnya menjadi data setelah itu
dikirimkan lewat jaringan GSM. Water level
sensor untuk mendeteksi ketinggian air, serta
flow sensor untuk mendeteksi arus air.
DOKUMENTASI
PEMASANGAN
Memantau di manapun,
dan kapanpun.

Menggunakan Dekstop/ Laptop


maupun Android
Tampilan pada Desktop/ Laptop
GRAFIK DAN DATA DEBIT

Data Debit per 5 menit


Data Debit saat ini

Areal yang dapat ditanami Padi


BANKO 06-O
BANKO 06-O TERCETAK
Tampilan pada Android
Legalitas
Alat dan Program
RENCANA & REALISASI PEMASANGAN
RENCANA :
1. DAERAH IRIGASI KEWENANGAN PUSAT : 26 D.I.
2. DAERAH IRIGASI KEWENANGAN PROVINSI : 42 D.I.

REALISASI TAHUN 2018 :


1. DAERAH IRIGASI KEWENANGAN PUSAT : 13 TITIK
TERPASANG : 4 TITIK
- D.I. MANIKIN KAB. KUPANG
- D.I. BENA KAB. TIMOR TENGAH SELATAN
- D.I. MALAKA KAB. MALAKA
- D.I. KAMBANIRU KAB. SUMBA TIMUR
PEMBIAYAAN/ SUMBER DANA
1. DAERAH IRIGASI KEWENANGAN PUSAT : 26 D.I. (APBN)
2. DAERAH IRIGASI KEWENANGAN PROVINSI : 42 D.I.
(APBD I)
MANFAAT
1. Manajemen kinerja Petugas OP (POB & PPA) lebih
baik.
2. Pengaturan, pengelolaan air serta pemanfaatan air di
tingkat D.I. (P3A, GP3A, IP3A) Lebih efisien dan
optimal.
3. Meminimalisir konflik antara petani pemakai air.
4. Kinerja KOMIR semakin baik dalam menentukan pola
tanam pada suatu D.I.
5. Efisiensi dan efektifitas pengolahan data debit lebih
baik.
6. Blanko O-6 tercetak.
7. Terbuka peluang kerjasama dengan penyedia jasa
provider untuk menjadikan sistem irigasi yang modern.
Terimakasih...