Anda di halaman 1dari 1

Besar Sampel

Pada penelitian eksperimental, belum banyak rumus yang dikembangkan

untuk menentukan besar sampel yang dibutuhkan. Prinsip pemanfaatan hewan

dalam penelitian adalah sesedikit mungkin, tetapi tetap mendapatkan hasil yang

optimal. Perhitungan besar sampel minimal dapat mempergunakan rumus besar

sampel uji hipotesis terhadap rerata dua populasi independen sebagai berikut

(Lemeshow et al., 1990; Sastroasmoro dkk, 2010) :

2 (Z1-α + Z1-β)2.σ2
n=
(µ1 - µ2)2

n = Jumlah sampel tiap kelompok


Z1 - α = Nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan tingkat
kemaknaan, untuk kemaknaan 95% (α = 0,05) adalah 1,65
Z1 - β = Nilai pada distribusi normal standar yang sama dengan kuasa
(power) yang diinginkan, untuk power 90% (β=0,10) adalah 1,28

Berdasarkan penelitian (Shady et al., 2010) :

σ = Standar deviasi di populasi adalah 0,06 μg/100 ml


µ1 = Mean outcome kelompok tidak terpapar adalah 0,47 μg/100 ml
µ2 = Mean outcome kelompok terpapar adalah 0,36 μg/100 ml

Sehingga,

2 (1,65 + 1,28)2.0,062
n= = 5,17
(0,47 – 0,36) 2

Dibulatkan menjadi 6 tikus untuk tiap-tiap kelompok.

Etika pemanfaatan hewan mengharuskan penggunaan hewan sesedikit mungkin,

tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal (Ridwan, 2013). Berdasarkan

pertimbangan reduksi tersebut, serta untuk mengantisipasi adanya drop out, maka

masing-masing kelompok menggunakan 8 ekor tikus.