Anda di halaman 1dari 18

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Persaingan industri yang sangat ketat pada saat ini menyebabkan
pertumbuhan industri yang mempengaruhi perusahaan untuk meningkatkan
produktivitas dalam kegiatan produksinya. Selain tergantung dari kualitas produk
yang dihasilkan, performansi kemampuan perusahaan dalam memenuhi pesanan
yang dijanjikan dari segi waktu maupun jumlah kepada konsumen juga menjadi
salah satu parameter dalam mengukur kesuksesan suatu perusahaan. Untuk
memenuhi pesanan secara efektif dan efisien dibutuhkan suatu manajemen
penjadwalan proses produksi yang baik, dengan demikian proses produksi
akan berjalan dengan lancar dan tidak ada keterlambatan produksi yang
akan merugikan perusahaan dan menurunnya performansi. Penjadwalan
merupakan salah satu elemen perencanaan dan pengendalian produksi. Oleh
karena itu, penjadwalan memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan.
Dengan adanya perencanaan penjadwalan produksi yang baik maka
perusahaan dapat mengetahui dengan pasti beberapa hal bersangkutan dengan
produksi yaitu jumlah produk yang dapat dijanjikan kepada konsumen untuk
periode waktu tertentu, jumlah bahan baku yang diperlukan untuk memenuhi
permintaan tersebut, dan (serta) kapan produksi yang diminta oleh konsumen
diantarkan. Salah satu yang sangat dibutuhkan dan memiliki peran penting
dalam memproduksi adalah kebutuhan akan bahan baku produksi dimana
jika tidak ada ketepatan dalam pengaturan penjadwalan kebutuhan bahan
baku yang terencana dengan baik maka produksi akan terhambat dan
kemudian akan menurunnya tingkat kepuasan konsumen terhadap
perusahaan. (Pengaturan penjadwalan kebutuhan bahan baku sangat penting
sebab dengan penjadwalan bahan baku yang terencana dengan baik maka
produksi yang sudah dijadwalkan sebelumnya dapat terlaksana tanpa kekurangan
bahan baku dan tidak ada waktu menunda.)
Dalam merencanakan kebutuhan bahan baku, perusahaan membutuhkan
kemampuan manajemen operasi dan sistem yang tepat untuk dapat mengatur
persediaan bahan baku agar sesuai dengan kuantitas dan waktu yang telah
ditentukan. Persediaan bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan harus
dikontrol dengan baik, karena bisa mempengaruhi jalannya proses produksi dan
biaya-biaya seperti biaya produksi dan biaya penyimpanan. Menurut Heizer, Jay
dan BarryRender (2001) apabila perusahaan mengalami kekurangan kebutuhan
bahan baku, maka proses produksi akan terhambat, sebaliknya apabila perusahaan
mengalami kelebihan bahan baku makan akan membawa dampak yaitu
meningkatnya biaya pengeluaran perusahaan.
Selain pengaturan kebutuhan bahan baku produksi yang akan dipakai,
ketepatan waktu produksi untuk sampai pada tangan konsumen merupakan
essensial dalam suatu produksi pada perusahaan manufaktur. Keterlambatan
penyelesaian barang dari perusahaan diakibatkan belum adanya optimalisasi
pengolahan data pesanan yang masuk pada perusahaan. Perusahaan tidak melihat
pada jumlah pesanan, status prioritas pelanggan dan kapasitas mesin, sehingga
menyebabkan pesanan belum terkelola dengan baik. Keterlambatan itu terjadi
karena ketidaktauan informasi untuk pesanan mana yang harus dikerjakan terlebih
dahulu sehingga kerja mesin harus berubah-ubah yang menimbulkan antrian dan
waktu tunggu yang lama, serta berdampak pada jadwal kerja produksi yang
terlambat.
PT. Surya Pratista Hutama merupakan suatu perusahaan industri yang
bergerak di bidang produksi mie dan snack berkualitas tinggi dengan komitmen
mengutamakan kualitas, nilai dan rasa. Bisnis bertumbuh dengan baik melalui
produk paling popular adalah mie telur kering dengan merek Burung Dara. Selain
merek sendiri, PT. Surya Pratista Hutama juga bergerak dalam bidang co-packing
dan melakukan hubungan kerjasama internasional dengan HJ. Heinz. Dari
kerjasama tersebut dimulai untuk ekspansi produk di pasar internasional. Strategi
manajemen, kualitas produk dan efisiensi teknologi semakin ditingkatkan untuk
memperluas cakupan produk di pasar domestik dan internasional.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka penting untuk dilakukan suatu
kajian dan identifikasi yang lebih mendalam mengenai manajemem penjadwalan
produksi di PT. Surya Pratista Hutama.Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk
melaksanakan suatu kegitan magang kerja dengan harapan mampu memberikan
edukasi dan pengalaman kerja bagi peserta magang kerja.
1.2 Tujuan Magang Kerja
Kegiatan magang kerja yang dilakukan memiliki beberpa tujuan yaitu
sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi dan mengikuti lingkup kerja di PT. Surya Pratista Hutama
dalam bidang manajemen penjadwalan produksi.
2. Melakukan observasi implementasi mengenai manajemen penjadwalan
produksi di PT. Surya Pratista Hutama.
3. Menemukan permasalahan dalam lingkup manajemen penjadwalan produksi
di PT. Surya Pratista Hutama.

1.3 Sasaran Kompetensi yang Diharapkan


Sasaran kompetensi yang ditargetkan dalam pelaksanaan kegitan magang
kerja yaitu sebagai berikut :
1. Mampu mengidentifikasi permasalahan, merencanakan solusi, melaksanakan,
mengevaluasi dan mengelolaa serta mengembangkan sistem yang berkaitan
dengan kegiatan manajemen penjadwalan produksi dalam perusahaan.
2. Mampu menerapkan, membandingkan dan menelaah ilmu pengetahuan yang
di dapat selama di bangku perkuliahan dengan kondisi riilnya di dunia kerja
serta dilatih menyesuaikan diri dengan lingkup kerja nyata.
3. Mampu belajar dan berpikir analitik untuk mengidentifikasi merumuskan
masalah dan akar masalah serta mencari solusi berbasis ilmiah mengenai
manajemen penjadwalan produksi dalam suatu perusahaan.

1.4 Manfaat Magang Kerja


Manfaat yang diharpakan dari pelaksanaan kegiatan magang kerja yaitu
sebagai berikut :
1.4.1 Bagi Mahasiswa
1. Mahasiswa memperoleh pemahaman tentang hubungan antara teori di
perkuliahan dengan aplikasi kondisi riil di dunia kerja.
2. Mahasiswa diharapkan bisa mengasah, memperdalam dan
meningkatkan kemampuan, ketrampilan serta kreativitas diri.
3. Untuk dapat menguji kemampuan pengembangan karir dengan tujuan
yang realistis dan dapat untuk mengembangkan kebiasaan bekerja
secara professional.
1.4.2 Bagi Jurusan
1. Mendapatkan umpan balik mahasiswa yang dapat digunakan sebagai
kajian perbaikan kurikulum.
2. Memperkuat hubungan positif dengan para pihak yang bergerak
disektor pertanian dan masyarakat agribisnis.
3. Meningkatkan hubungan untuk kepentingan masyarakat luas dan
mendorong dukungan masyarakat dalam program - program
pendidikan tinggi berbasis pertanian.
4. Mengembangkan sinergitas para pihak yang bergerak di industri
pertanian untuk memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
1.4.3 Bagi Pihak Tempat Magang
1. Sebagaisaranaalihinformasi yang dapatmempublikasikan kegiatan
yang telah dilakukan oleh PT. Surya Pratista hutama dalam
mendukung sektor pertanian kepadakhalayakluas.
2. Merupakansaranauntuk menghubungkan PT. Surya Pratista Hutama
dengan lembagapendidikanUniversitasBrawijaya
Malanguntukbekerjasamalebihlanjutbaik yang
sifatnyaakademismaupunorganisasi.
3. Dapatmembangunhubungandengancalontenagapotensial yang
telahmenunjukkankinerjasaatmahasiswamelakukanmagang.
4. Dapatmemanfaatkanmekanismemagangsebagaialatmerekruttenaga
professional denganduniakampus.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PT. Surya Pratista Hutama


PT. Surya Pratista Hutama (SUPRAMA), merintis usaha dengan sederhana
sebagai perusahaan kecil yang dikelola keluarga bernama PT. Sampindo yang
berdiri pada tahun 1972 di Sidoarjo, Jawa Timur. PT. Sampindo memproduksi mi
dan snack berkualitas tinggi dengan komitmen mengutamakan kualitas, nilai dan
rasa yang bermutu, bisnis bertumbuh dengan baik melalui produk paling popular
dengan merek mie telur kering merek Burung Dara. Ditahun 1989, seiring dengan
perubahan zaman yang semakin maju dan permintaan dari konsumen yang terus
meningkat, maka PT. Sampindo berpindah lokasi dan memulai produksi beragam
mie instan merek Surya Mie dan produk snack. PT. Sampindo adalah salah satu
perusahaan dengan kapasitas produksi yang terbesar di Indonesia Timur. Produk
didistribusikan ke seluruh Jawa dan berbagai cabang di Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi dan lain-lain.
Dalam era globalisasi, PT. Sampindo melakukan kerjasama internasional
dengan HJ. Heinz di tahun 1997, yang kemudian menjadi PT. Heinz Suprama dan
memulai ekspansi produk di pasar internasional. Manajemen dan integritas
organisasi, produk kualitas dan efisiensiensi teknologi semakin ditingkatkan untuk
memperluas cakupan produk di pasar lokal dan internasional dalam masa
kerjasama ini. Tahun 2006, PT. Heinz Suprama, yang sekarang menjadi PT. Surya
Pratista Hutama kembali sebagai bisnis keluarga, sedangkan HJ. Heinz kembali
berfokus pada bisnis industri utamanya.

2.2 Pengertian Penjadwalan Produksi


2.2.1 Pengertian Penjadwalan
Penjadwalan dalam proses produksi merupakan sesuatu yang cukup
penting, dalam proses penjadwalan dapaat menentukan waktu yang dibutuhkan
untuk proses produksi serta memprediksi jumlah produksi yang akan dihasilkan
perusahaan dalam periode tertentu. Tujuan dari penjadwalan adalah untuk
mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada sehingga tujuan produksi
secara keseluruhan dapat terpenuhi. (Narasimhan, 1995)
2.2.2 Penjadwalan Produksi
Penjadwalan produksi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan untuk
menentukan kapan dan di mana setiap operasi yang dibutuhkan untuk
membuatatau merakit suatu produk dapat mulai dikerjakan. Penjadwalan juga
diartikansebagai susunan waktu untuk memulai dan selesainya setiap operasi
(Burbidge,1971). Menurut Baker (*Jangan terlau sering menggunakan kata
“Menurut” variasikan dengan kata yang lain yang bermakna sama bisa diganti
dengan kata “berdasarkan”, “Menilik”, “Mengikuti”) (1974) penjadwalan yaitu
proses pengalokasian sumber-sumberuntuk memilih sekumpulan tugas dalam
jangka waktu tertentu.Definisi yang diberikan Baker (1974) mengandung dua arti,
yaitu:
a. Penjadwalan merupakan suatu fungsi pengambilan keputusan untuk
membuatatau menentukan jadwal.
b. Penjadwalan merupakan suatu teori yang berisi sekumpulan prinsip
dasar,model, teknik, dan kesimpulan logis dalam proses pengambilan
keputusanyang memberikan pengertian dalam fungsi penjadwalan.
Keputusan yang dibuat dalam penjadwalan meliputi:
a. Pengurutan pekerjaan (sequencing)
b. Waktu mulai dan selesai pekerjaan (timing)
c. Urutan proses suatu pekerjaan (routing)
Persoalan penjadwalan timbul apabila beberapa pekerjaan akan dikerjakan
secarabersamaan, sedangkan sumber yang dimiliki terbatas. Input dari
suatupenjadwalan mencakup jenis dan banyaknya part yang akan dioperasi,
urutanketergantungan antar operasi, waktu proses untuk masing-masing operasi,
sertafasilitas yang dibutuhkan oleh setiap operasi. Sedangkan output dari
penjadawalanmeliputi dispatch list, yaitu daftar yang menyatakan urutan
pemrosesan part sertawaktu mulai dan selesai dari pemrosesan part.

2.3 Tujuan Penjadwalan


Tujuan penjadwalan, adalah sebagai berikut:
1. Menurut Baker (1974), tujuan penjadawalan umumnya adalah sebagai
berikut:
a. Meningkatkan produktifitas mesin, yaitu dengan mengurangi waktu
mesinmenganggur.
b. Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan jalan
mengurangijumlah rata-rata pekerjaan yang menunggu dalam antrian suatu
mesinkarena mesin tersebut sibuk.
c. Mengurangi keterlambatan suatu pekerjaan. Setiap pekerjaan
mempunyaibatas waktu (due date) penyelesaian, jika pekerjaan tersebut
diselesaikanmelewati batas waktu yang ditentukan maka pekerjaan
tersebut dinyatakanterlambat. Dengan metoda penjadwalan maka
keterlambatan ini dapatdikurangi, baik waktu maupun frekuensi.
2. Menurut Narasimhan (1985), penjadwalan yang baik seharusnya
simpel,mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak manajemen dan
olehsiapapun yang menggunakannya. Aturan-aturan penjadwalan
seharusnyacukup kuat tetapi mempunyai tujuan yang realistis sehingga cukup
flexibeluntuk memecahkan masalah yang tidak terprediksi sebelumnya
danmembolehkan satu perencanaan ulang.
3. Bedworth (1987) mengidentifikasikan beberapa tujuan dari
aktivitaspenjadwalan, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi
waktutunggunya, sehingga total waktu proses dapat berkurang dan
produktivitasdapat meningkat.
b. Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi
sejumlahpekerjaan menunggu dalam antrian ketika sumber daya yang ada
masihmengerjakan tugas yang lain. Teori Baker mengatakan, jika aliran
kerjasuatu jadwal konstan, maka antrian yang mengurangi rata-rata waktu
alirakan mengurangi rata-rata persediaan barang setengah jadi.
c. Mengurangi beberapa kelambatan pada pekerjaan yang menpunyai
bataswaktu penyelesaian sehingga akan meminimalisasi penalty cost
(biayakelambatan).
d. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas
pabrikdan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya
yangmahal dapat dihindarkan.
Pada saat merencanakan suatu jadwal produksi, yang harus
dipertimbangkanadalah ketersediaan sumber daya yang dimiliki, baik berupa
tenaga kerja,peralatan ataupun bahan baku. Karena sumber daya yang dimiliki
dapat berubahubah(terutama operator dan bahan baku), maka penjadwalan dapat
kita lihatmerupakan proses yang dinamis. Masalah penjadwalan muncul
karenaketerbatasan:
1. Waktu
2. Tenaga kerja
3. Jumlah mesin
4. Sifat dan syarat pekerjaan
Dua permasalahan utama yang hendak diselesaikan dengan menggunakan
penjadwalan:
1. Penentuan mesin yang akan digunakan (pengalokasian mesin)
untukmenyelesaikan suatu proses produksi.
2. Penentuan waktu pemakaian mesin tersebut (pengurutan).

2.4 Element penjadwalan


Penjadwalan mempunyai element-element penting yang harus diperhatikan seperti
job, operasi, mesin, serta hubungan yang terjadi diantaranya:
1. Job
Job dapat didefinisikan sebagai suatu pekerjaan yang harus diselesaikan
untuk mendapatkan suatu produk. Job biasanya terdiri dari beberapa operasi
yangharus dikerjakan (minimal 1 operasi). Manajemen melalui perencanaan
yang telah dibuat/berdasarkan pesanan dari pelanggan yang memberikan job
kepada lantai kerja pabrik untuk dikerjakan. Informasi yang dipunyai oleh
suatu jobketika datang ke lantai kerja pabrik biasanya adalah operasi-operasi
yang harusdilakukan didalamnya (dari bagian engineering) saat job harus
diselesaikandan pada saat job mulai dapat dikerjakan.
2. Operasi
Operasi adalah himpunan bagian dari job. Untuk menyelesaikan suatu
job,operasi dalam job diurutkan dalam suatu urutan pengerjaan tertentu.
Urutan tersebut ditentukan pada saat perencanaan proses. Suatu operasi baru
dapat dikerjakan apabila operasi atau proses yang mendahuluinya sudah
dikerjakan terlebih dahulu. Matriks routing berisikan informasi mengenai
urutanpengerjaan dan jenis mesin yang digunakan dalam setiap operasi.
Setiap opersimempunyai waktu proses.
3. MesinMesin adalah sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan
prosespenyelesaian suatu job. Setiap mesin hanya dapat memproses satu
tugas padasaat tertentu.
2.5 Output dan Input Sistem Penjadwalan
2.5.1 Output Sistem Penjadwalan
Untuk memastikan bahwa suatu aliran kerja yang lancar melalui tahapan
produksi,maka sistem penjadwalan harus membentuk aktivitas-aktivitas output
sebagaiberikut:
a. Pembebanan (loading), Pembebanan melibatkan penyesuaian
kebutuhankapasitas untuk order-order yang diterima atau diperkirakan
dengan kapasitasyang tersedia. Pembebanan dilakukan dengan menugaskan
order-order padafasilitas-fasilitas, operator-operator, dan peralatan tertentu.
b. Pengurutan (sequencing), Pengurutan ini merupakan penugasan tentang
order-order mana yangdiprioritaskan untuk diproses dahulu bila suatu
fasilitas harus memprosesbanyak job.
c. Prioritas Job (dispatching)Prioritas job merupakan prioritas kerja tentang job-
job mana yang diseleksidan diprioritaskan untuk diproses.
d. Pengendalian kinerja penjadwaan, dilakukan dengan:
1. Meninjau kembali status order-order pada saat melalui sistem tertentu.
2. Mengatur kembali urutan-urutan.
e. Up-dating Jadwal, dilakukan sebagai refleksi kondisi operasi yang
terjadidengan merevisi prioritas-prioritas.
2.5.2 Input Sistem Penjadwalan
Pekerjaan-pekerjaan yang berupa alokasi kapasitas untuk order-order,
penugasanprioritas job, dan pengendalian jadwal produksi membutuhkan
informasi terperinci, dalam informasi-informasi tersebut akan menyatakan input
dari sistempenjadwalan.Pada bagian ini, kita harus menentukan kebutuhan-
kebutuhan kapasitas dari order-order yang dijadwalkan dalam hal macam dan
jumlah sumber daya yangdigunakan. Untuk produk-produk tertentu, informasi ini
diperoleh dari lembar kerja operasi (berisi ketrampilan dan peralatan yang
dibutuhkan, waktu standar,dll) dan BOM (berisi kebutuhan-kebutuhan akan
komponen, sub komponen, dan bahan pendukung). Kualitas dari keputusan-
keputusan penjadwalan sangatdipengaruhi oleh ketepatan estimasi input-input
diatas. Oleh karena itu,pemeliharaan catatan terbaru tentang status tenaga kerja
dan peralatan yangtersedia dan perubahan kebutuhan kapasitas yang diakibatkan
perubahan desainproduk atau proses menjadi sangat penting.

2.6 Klasifikasi Penjadwalan Produksi


Pada penjadwalan produksi terdapat beberapa klasifikasi, salah satunya
adalah berdasarkan pola aliran proses (Ronald G. Askin dan Jeffrey B. Goldberg,
2003, hal.411) *(untuk bodynote sesuaikan dengan yang lain jangan beda-beda,
ikuti sesuai dengan aturan)
a. Penjadwalan Flow Shop
Proses produksi dengan aliran Flow Shop berarti proses produksi
denganaliran identik dari satu mesin ke mesin lain. Dan dalam prosesnya
produkhanya melewati satu kali proses dalam satu mesin untuk kemudian
diproseskembali dengan mesin lainnya.
b. Penjadwalan Job Shop
Proses produksi dengan aliran Job Shop berarti proses produksi dengan
pola aliran atau rute proses pada tiap mesin yang spesifik untuk
setiappekerjaan dan mungkin berbeda untuk tiap Job. Akibat aliran proses
yangtidak searah ini, maka setiap Job yang akan diproses pada suatu mesin
dapatmerupakan Job yang baru atau Job dalam proses dan Job yang keluar
darisuatu mesin dapat merupakan Job jadi atau Job dalam proses.
c. Flexible Flow Shop
Dimana tiap Job mengambil rute yang sama melewati aliran proses
sepertiflow shop, akan tetapi dalam prosesnya akan terdapat jumlah mesin
yang lebihdari satu tipe dan hanya digunakan dalam satu Job saja.
Keuntungan dalammenggunakan aliran proses ini adalah semakin singkatnya
pekerjaan, karena menggunakan nesin lebih dari satu.
d. Re-entrant Flow Shop
Adalah dimana tiap job dapat mengunjungi mesin sebelumnya kembali dan
dapat dilakukan berkali-kali.

2.7 Masalah dalam Penjadwalan


Problem dalam penjadwalan seringkali sulit dikendalikan terutama di
dalam
bengkel kerja dengan menggunakan metode satuan, di mana banyak
tujuanpembebanan sukar sekali dicapai, menurut (H.A Harding, 1984, hal. 223)
problem
itu disebabkan:
a. Banyaknya mesin, misalnya M1, M2, M3
Perhitungan penjadwalan sangat memperhitungkan dari kuantitas
mesinsebagai alat produksi, banyaknya jumlah mesin yang digunakan
akanberakibat makin rumitnya perhitungan dan memerlukan ketelitian
ekstra,belum lagi apabila terdapat mesin yang rusak ketika akan dilakukan
produksihal ini akan menyebabkan dilakukanya tindakan penjadwalan ulang.
b. Banyaknya pekerjaan
Sama dengan jumlah mesin, jumlah pekerjaan yang ada dalam satuanwaktu
akan makin menambah kerumitan, terlebih lagi apabila terjadipenambahan
pekerjaan, hal seperti ini akan menyebakan kekacauanproduksi, maka
langkah yang dilakukan adalah dengan melakukanperhitungan ulang dengan
memperhitungkan pekerjaan baru tersebut,sehingga produksi akan tetap
optimal.
c. Setiap pekerjaan mempunyai urutan operasi
Dalam perusahaan yang mengandalkan pesanan dalam produksinyadimana
setiap operasi tersebut setiap produk dimungkinkan mempunyaiurutan operasi
yang berbeda-beda, penggunaan metode yang tepat akan bisamengoptimalkan
produksi dalam perusahaan.
d. Setiap operasi mempunyai waktu tertentu
Kesalahan dalam menganalisa waktu operasi tiap produk yang ada
akanmenyebabkan penjadwalan produksi akan kacau-balau, ketelitian
akananalisis waktu operasi merupakan hal paling penting, karena pada
dasarnya penjadwalan merupakan upaya untuk mengefisiensikan waktu.
III. METODE PELAKSANAAN

3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan Magang Kerja


Kegiatan magang kerja ini dilaksanakan di PT. Surya Pratista Hutama
yang beralamat di Jalan Raya Sidoarjo - Wonoayu KM.3 Suko, Sidoarjo 61251
Jawa Timur Indonesia. Penentuan lokasi magang kerja dilakukan secara sengaja
(purposive). PT. Surya Pratista Hutama ditetapkan sebagai tempat lokasi magang
kerja karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang produksi pengolahan mie dan makanan ringan yang sudah dikenal dalam
pasar domestik dan pasar internasional secara dengan baik dan terus-menerus
dalam permintaan. Kegiatan magang kerja di PT. Surya Pratista Hutama akan
dilaksanakan selama 3 bulan, dimulai dari tanggal 11 Juli 2016 sampai dengan
tanggal 11 Oktober 2016. Adapun pelaksanaan magang kerja sesuai dengan jam
kerja di perusahaan tersebut.
3.2 Metode Pelaksanaan Magang Kerja
Kegiatan magang kerja disesuaikan dengan disiplin ilmu dan keahlian
mahasiswa sesuai dengan prosedur kerja di perusahaan terkait. Mahasiswa
melakukan kegiatan magang kerja sebagai karyawan magang dengan berbagai
aktivitasyang dilakukan di PT. Surya Pratista Hutama. Bentuk kegiatan yang lain
selanjutnya akan ditentukan sesuai dengan kebijakan dari PT. Surya Pratista
Hutama.
Dalam pelaksanaan kegiatan magang kerja peserta magang akan
dibimbing oleh pembimbing lapang, berfungsi sebagai fasilitator saat dilapang,
pembimbing lapang diharapkan menjadi petunjuk utama bagi peserta dalam
menguasai bidang yang sedang dipelajari dan berhak menegur serta mengarahkan
peserta magang jika terdapat suatu kesalahan, dan supervisi yang berfungsi
sebagai fasilitator dibidang akademik dan memastikan bahwa peserta telah bekerja
sesuai dengan prosedur magang yang telah ditentukan.
Metode yang akan digunakan dalam kegiatan magang kerja di PT. Surya
Pratista Hutama adalah metode observasi partisipasi (Participant Observation),
yaitu suatu metode partisipasi secara langsung dan ikut terlibat di berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh PT. Surya Pratista Hutama. Melalui metode ini,
terdapat beberapa cara yang akan dilakukan pada pelaksanaan kegiatan magang
kerja di PT. Surya Pratista Hutama antara lain adalah sebagi berikut :
1. Praktek Kerja Langsung
Peserta magang ikut serta dalam aktivitas yang dilakukan PT. Surya
Pratista Hutama. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta magang mampu
memiliki keterampilan yang berkaitan dengan kegiatan – kegiatan yang ada di
dalam perusahaan tersebut.
2. Diskusi dan Wawancara
Peserta magang melakukan diskusi dan wawancara dengan pendamping
kerja atau staff perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar peserta magang mampu
lebih mengetahui prosedur kerja yang diterapkan oleh PT. Surya Pratista
Hutama. Selain itu, diskusi dan wawancara ini juga dimaksudkan sebagai
upaya dalam pengumpulan data saat magang. Hal tersebut dikarenakan
peserta magang harus membuat laporan mingguan dan laporan akhir magang
dengan topik yang telah ditetapkan sebelumnya.
3.3 Metode Pengumpulan Data
3.3.1 Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai referensi, laporan,
literature baik data maupun ringkasan yang diperoleh dari pihak-pihak yang
terkait, hasil peneliti terdahulu serta bukti-bukti relevan yang digunakan untuk
menunjang data primer dan melengkapi dalam penulisan laporan. Pengambilan
data sekunder yang digunakan adalan dengan cara dokumentasi dan pustaka
yang berkaitan.
3.3.2 Pengumpulan Data Primer
Data primer diperoleh berdasarkan dari wawancara dan diskusi dengan
pihak PT. Surya Pratista Hutama selama kegiatan magang kerja berlangsung.
Wawancara dan diskusi dalam kegiatan magang kerja ini bertujuan untuk
memperdalam pengetahuan serta memberikan pengalaman kerja yang telah
dilakukan di PT. Surya Pratista Hutama. Wawancara mendalam dilakukan untuk
menghimpun data yang diperlukan dalam menyusun laporan akhir. Wawancara
mendalam dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung kepada
narasumber perusahaan sehingga diperoleh data yang akurat mengenai
pelaksanaan proses produksi pada PT. Surya Pratista Hutama.
3.3.3 Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu alat kelengkapan dalam pengumpulan data
yang bertujuan untuk menunjang informasi yang sudah di dapat dilapang
sehingga deskripsi dan argumentasi yang dijabarkan akan semakin optimal.
Dokumentasi ini dapat berupa foto, dokumen laporan, data kegiatan perusahaan
dan lain sebagianya terkait dengan aktifitas yang dilakukaan pada saat magang.
3.4 Bentuk dan Rencana Kegiatan yang Diajukan
Pelaksanaan magang kerja dilaksanakan selama 3 bulan yang mana peserta
magang kerja akan ikut dalam kegiatan-kegiatan yang ada di perusahaan tempat
magang. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan dalam magang ini harus
terjadwal mulai dari kegiatan sebelum magang, ketika magang hingga kegiatan
setelah magang. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan-kegiatan teknis yang
telah diagendakan, yaitu sebagai berikut :
*(tabel dijadikan lampiran jangan lupa lampiran juga biberikan bodynote
tapi penulisan bodynote ikuti aturan kampus)
Tabel. 1 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Magang Kerja
Kegiatan dalam Bulan Ke-
No Judul Kegiatan April Mei Juni Juli Agustus September Oktober
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Pembekalan,
penetapan tempat
dan topik magang
kerja
2. Konsultasi materi
atau kajian magang
kerja
3. Pembuatan
proposal magang
kerja
4. Pengajuan surat
pengantar dan
proposal
5. Persiapan magang
kerja
6. Pelaksanaan
magang kerja
7. Supervisi dosen
pembimbing/paniti
a
8. Konsultasi dengan
pembimbing
3.5 Mekanisme Pelaporan Magang Kerja
Setelah menyelesaikan kegiatan magang kerja pada waktu yang telah
ditetapkan, maka mahasiswa akan melaporkan segala bentuk kegiatan dan hasil
pengamatan kepada pihak Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya dan PT. Surya Pratista Hutama baik melalui laporan
mingguan ataupun bulanan. Laporan tersebut berisi tentang kegiatan-kegiatan dan
hasil pengamatan yang telah dilakukan selama kegiatan magang kerja.
IV. PENUTUP

Demikian proposal ini saya ajukan sebagai kerangka acuan dalam


pelaksanaan kegiatan magang kerja mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Tahun
Akademik 2015/2016. Saya mengharapkan pihak PT. Surya Pratista Hutama
dapat menyetujui dan menerima proposal yang telah diajukan. Untuk itu saya siap
dan bersedia datang ke PT. Surya Pratista Hutama guna memantapkan rencana
kegiatan magang kerja ini, setelah adanya konfirmasi atas rencana ini lebih lanjuit.
Atas perhatian dan ketersediaan pihak PT. Surya Pratista Hutama untuk
dapat menerima rencana pelaksanaan kegiatan magang kerja mahasiswa Jurursan
Sosial Ekonomi Pertanian Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya saya mengucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA