Anda di halaman 1dari 23

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembiayaan kesehatan bersumber dari berbagai sumber, yakni :

pemerintah, pemerintah daerah, swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat

itu sendiri. Pembiayaan kesehatan yang adekuat, terintegrasi, stabil, dan

berkesinambungan memegang peran yang vital untuk penyelenggaraan pelayanan

kesehatan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Pembiayaan

pelayanan kesehatan masyarakat merupakan barang publik (public good) yang

menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan untuk pelayanan kesehatan

perorangan pembiayaannya bersifat privat, kecuali pembiayaan untuk masyarakat

miskin dan tidak mampu menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembiayaan

pelayanan kesehatan perorangan diselenggarakan melalui jaminan pemeliharaan

kesehatan dengan mekanisme asuransi sosial yang pada waktunya diharapkan

akan mencapai universal health coverage sesuai dengan Undang-Undang Nomor

40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang -

Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

(Presiden RI, 2012).

Dalam pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan milik

pemerintah seperti Puskesmas dan rumah sakit, tarif biasanya ditetapkan oleh

pemerintah secara sepihak tanpa suatu kajian yang rasional (melakukan

perhitungan unit cost). Tarif ini biasanya ditetapkan melalui suatu peraturan
pemerintah yakni dalam bentuk surat keputusan Menteri Kesehatan untuk rumah

sakit umum pusat, dan peraturan daerah (Perda) untuk rumah sakit umum

provinsi, rumah sakit umum kabupaten/kota maupun Puskesmas. Menurut

Trisnantoro (2004), hal ini menunjukkan adanya kontrol ketat dari pemerintah

sebagai pemilik sarana pelayanan tersebut. Akan tetapi disadari bahwa tariff

pemerintah biasanya mempunyai “cost recovery” (pemulihan biaya) yang rendah.

Salah satu sub sistem kesehatan nasional adalah subsistem pembiayaan

kesehatan. Jika ditinjau dari dari defenisi sehat, sebagaimana yang dimaksud oleh

WHO, maka pembiayaan pembangunan perumahan dan atau pembiayaan

pengadaan pangan, yang karena juga memiliki dampak terhadap derajat

kesehatan, seharusnya turut pula diperhitungkan. Pada akhir akhir ini, dengan

makin kompleksnya pelayanan kesehatan serta makin langkanya sumber dana

yang tersedia, maka perhatian terhadap sub sistem pembiayaan kesehatan makin

meningkat. Pembahasan tentang subsistem pembiayaan kesehatan ini tercakup

dalam suatu cabang ilmu khusus yang dikenal dengan nama ekonomi kesehatan.

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan biaya?

1.2.2 Apa saja teori biaya?

1.2.3 Apa saja macam biaya kesehatan?

1.2.4 Apa yang dimaksud dengan pembiayaan kesehatan?

1.2.5 Apa saja sumber pembiayaan kesehatan di Indonesia ?


1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan penulisan dari makalah ini agar kita dapat mengetahui

apa saja konsep dari pembiayaan kesehatan.

1.3.2 Tujuan Khusus

 Untuk Mengetahui apa yang dimaksud dengan biaya.

 Untuk mengetahui teori dari biaya itu sendiri.

 Dapat mengetahui macam biaya kesehatan.

 Dapat menjabarkan definisi dari pembiayaan kesehatan.

 Mengetahui darimana saja sumber pembiayaan kesehatan di Indonesia.


BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi Biaya

Untuk menghasilkan suatu produk (output) diperlukan sejumlah input.

Biaya adalah nilai sejumlah input (factor produksi) yang" dipakai untuk

menghasilkan suatu produk (output). Output atau produk dapat berupa jasa

pelayanan atau barang. Di rumah sakit atau Puskesmas produk yang

dihasilkan terutama berupa jasa pelayanan kesehatan.

Biaya sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk

memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan ini dapat berupa uang,

barang, tenaga, waktu maupun kesempatan.

Biaya adalah penyataan keuangan untuk pembayaran terhadap sesuatu

yang didapat. Sebagai contoh, berapa biaya pelayanan persalinan? Biaya

(cost) pelayanan ini adalah termasuk untuk mendapatkan jasa tenaga kesehat t,

obat, tempat tidur, operasi, dan sebagainya. Sehingga biar sifatnya masih

unum, belum bisa mengambil kesimpulan atau studi evaluasi secara tepat

(Wijono, 1999).

 Menurut Committee on Cost Concepts and Standards of The American

Accounting Association, biaya adalah pengorbanan yang diukur dalam


satuan uang, yang dilakukan atau harus dilakukan untuk mencapai

tujuan tertentu.

 Menurut Volmer dalam Gani, A (2000) biaya adalah pengeluaran

nyata baik yang ekonomis maupun tidak dalam menghasilkan suatu

produk/pelayanan kesehatan yang dikenal sebagai biaya historis atau

"actual cost".

 Menurut Gani, A (2000) biaya yang betul – betul dibutuhkan untuk

menyediakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar medis dan

non medis dikenal sebagai biaya normatif atau "normative cost".

 Menurut Limburg, biaya adalah semua pengeluaran uang yang

bertujuan ekonomis, baik nyata (absolute) maupun yang

diperhitungkan (applied/imputed cost) seperti biaya penghapusan dari

peralatan tahan lama, biaya bunga dari modal sendiri.

 Biaya adalah nilai sejumlah input (faktor produksi) yang dipakai

untuk menghasilkan suatu produk (output). Biaya juga sering diartikan

sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output

tertentu. Pengorbanan ini dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu

maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi, nilai kesempatan

(untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan suatu

kegiatan juga dihitung sebagai biaya, yang disebut dengan kesempatan

atau opportunity cost (Thabrany, 2001).


Biaya (cost) elemen-elemennya dapat berupa biaya keuangan untuk

pengobatan, perawatan dalam arti luas pasien, keluarga dan masyarakat, bisa

termasuk kerugian kehidupan, kehilangan fungsi tubuh, dan cacat dan

sebagainya (Wijono, 1999).

Dalam analisis biaya biasanya dikenal dua macam biaya yaitu biaya

langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung (direct cost) adalah biaya

yang secara langsung terkait dengan output misalnya obat-obatan, tenaga

dokter/ paramedic yang menangani pasien, pemeriksaan lab dan rontgen.

Biaya tak langsung (indtrect cost) adalah biaya yang diperlukan untuk

menunjang menghasilkan output misalnya biaya penerangan, biaya perjalanan

atau transport, biaya pemeliharaan gedung dan kendaraan.

Manfaat dalam perkiraan biaya terutama untuk perencanaan dan

pengelolaan anggaran pelayanan Rumah Sakit. Selain itu, bermanfaat pula

bagi penentu kebijakan pengambil keputusan dalam memperbaiki manajemen

atau pembiayaan rumah sakit bersangkutan (Gani, 1989).

Bagi masyarakat atau pasien akan bermanfaat dalam mengetahui

besarnya biaya pelayanan kesehatan tertentu sehingga memberikan informasi

akurat mengenai kepantasan biaya-biaya yang dikeluarkannya dengan jasa

pelayanan Rumah Sakit tertentu.


2.2 Teori Biaya

2.2.1 Pengelompokan Biaya Berdasarkan Pengaruhnya Pada Skala Produksi

 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)

Biaya tetap adalah biaya yang nilainya secara relatif tidak dipengaruhl

oleh besarnya jumlah produksi (output). Biaya ini harus tetap dikeluarkan,

walaupun tidak ada pelayanan.

Contoh biaya tetap adalah nilal gedung yang digunakan, nilai peralatan

(besar) kedokteran, ataupurn nilai tanah. Nilai gedung dimasukkan dalam

blaya tetap sebab biaya gedung yang digunakan tidak berubah balk ketika

pelayanannya meningkat maupun menurun. Demikian pula dengan alat

kedokteran. Biaya stetoskop relatif tetap, baik untuk memeriksa dua pasien

maupun sepuluh pasien. Artinya biaya untuk memeriksa dengan suatu alat

pada dua pasien sama dengan biaya untuk memeriksa sepuluh pasien. Biaya

alat adalah tetap dan tidak berubah meskipun jumlah pasien yang dilayani

berubah.

 Biaya Variabel (Variabel Cost = VC)

Biaya variabel adalah biaya yang nilainya dipengaruhi oleh banyaknya

output (pelayanan). Contoh yang termasuk dalam biaya variabel adalah biaya
obat, blaya makanan, biaya alat tulis kantor, dan biaya pemeliharaan. Biaya

obat dan makanan dimasukkan dalam biaya variabel karena jumlah biaya

tersebut secara langsung dipengaruhi oleh banyaknya pelayanan yang

diberikan. Biaya obat dan makanan untuk melayani dua pasien akan berbeda

dengan biaya obat dan makanan untuk melayani sepuluh pasien. Sehingga

besarnya biaya obat atau makanan akan selalu terpengaruh secara langsung

oleh banyaknya pasien yang dilayani. Umumnya besar volume produksi sudah

direncanakan secara rutin, oleh karena itu, biaya variabel juga direncanakan

secara rutin, sehingga biaya variabel sering juga disebut sebagai biaya rutin.

Seringkali dalam pelaksanaan, sulit untuk membedakan secara tegas

apakah suatu biaya termasuk biaya tetap atau biaya variabel. Tentang gaji

pegawai misalnya, apakah biaya pegawai dimasukkan dalam biaya tetap atau

biaya variabel. Gaji pegawai kadang-kadang tidak dipengaruhi oleh besarnya

jumlah output, terutama pada fasilitas pemerintah. Realisasi penambahan dan

pengurangan biaya gaji pegawai, terutama pada fasilitas pemerintah, tidak

seperti penurunan dan penambahan output pelayanan. Berdasarkan teori biaya

pegawai sebenarnya dipengaruhi oleh besarnya output. Di sebuah poliklinik,

misalnya jika pasien rawat jalan meningkat, pada jumlah tertentu perlu

ditambah tenaga dokter sehingga besar biaya akan berubah. Oleh sebab itu,

ada yang mengelompokkan biaya pegawai sebagai semi variabel cost.


2.2.2 Berdasarkan lama penggunaannya

Di samping dikelompokkan menurut pengaruhnya terhadap perubahan

skala produksi, biaya juga dikelompokkan berdasarkan lama penggunaannya.

Berkaitan dengan biaya dibedakan dalam: (1) biaya investasi (investment

cost), dan (2) biaya operasional (operational cost). Dalam praktik terutama di

unit usaha yang besar, penggolongan biaya investasi ini tidak hanya di

dasarkan atas lama penggunaannya saja tetapi juga atas dasar besarnya nilai

biaya tersebut.

 Biaya investasi (Invesment Cost)

Biaya investasi ialah biaya yang kegunaannya dapat

berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Biasanya batasan waktu

untuk biaya investasi ditetapkan lebih dari satu tahun. Batas satu tahun

ditetapkan atas dasar kebiasaan bahwa anggaran biasanya

direncanakan dan direalisir untuk satu tahun. Biaya investasi ini

biasanya berhubungan dengan pembangunan atau pengembangan

infrastruktur fisik dan kapasitas produksi (alat produksi).

Di beberapa instansi, penetapan apakah suatu biaya termasuk

biaya investasi atau tidak dilakukan dengan melihat harga (nilai) suatu

barang. Pada umumnya besar biayainvestasi sudah ditetapkan

sebelumnya. Misalnya batas yang ditentukan adalah Rp.100.000,-


maka barang yang nilainya kurang dari Rp.100.000,- tidak termasuk

dalam biaya investasi, meskipun penggunaannya dapat lebih dari satu

tahun (biaya tersebut dimasukkan dalam biaya operasional).

Penetapan biaya investasi ini berdasarkan :

1) Digunakan lebih dari satu tahun (atas dasar kebiasaan bahwa

anggaran biasanya direncanakan dan direalisasi untuk satu tahun).

2) Biaya investasi berhubungan dengan pembangunarn atau

pengembangan (infrastuktur fisik dan kapasitas produksi (alat

produksi).

3) Melihat harga (nilai barang).

4) Barang investasi digunakan untuk menunjang kegiatan pelayanan.

Ada satu metode sebagai pegangan dalam komponen biaya

investasi adalah membaginya ke annual cost (dalam asumsi 1 tahun

periode anggaran). Untuk menghitung Annual Invesment Cost dapat

dipakai rumus sebagai berikut:

AIC = IIC ( 1 + i )t /L

Keterangan :

AIC : Annualized Invesment cost.


IIC : Initialized Invesment cost.

i : Laju Inflasi.

t : Masa pakai

L : Perkiraan masa hidup investasi yang bersangkutan

 Biaya penyusutan (depreciation cost)

Biaya penyusutan adalah biaya yang timbul akibat terjadinya

pengurangan nilai barang investasi (aset) sebagai akibat penggunaannya

dalam proses produksi. Setiap barang investasi yang dipakai dalam proses

produksi akan mengalami penyusutan nilai, baik karena makin usang atau

karena mengalami kerusakan fisik. Nilai penyusutan barang investasi seperti

gedung, kendaraarn, dan peralatan, disebut sebagai biaya penyusutan.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung

penyusutan, yaitu metode garis lurus (Straight line), metode saldo menurun

(Declining balance), jumlah angka-angka tahun (Sum of years digit) dan

metode unit produksi (unit of production). Salah satu metode yang paling

umum digunakan adalah metode garis lurus (straight line method), yaitu

pengurangan jumlah historis yang sama untuk setiap tahun.


Konsep biaya penyusutan penting diketahui terutama dalam upaya

menyebar biaya investasi pada beberapa satuan waktu. Biaya yang timbul dari

barang investasi yang berlangsung untuk suatu kurun waktu yang lebih dari

satu tahun. Maka Nilai biaya tersebut dihitung dalam satu tahun, ini disebut

nilai biaya investasi per tahun atau Annualized Investment Cost (AIC).

 Biaya Operasional (Operasional Cost)

Biaya operasional adalah biaya yang diperlukan untuk melaksanakan

kegiatan dalam suatu proses pelayanan dan memiliki sifat "habis pakai" dalam

kurun waktu yang relatif singkat (kurang dari satu tahun). Contoh yang

termasuk dalam biaya operasional antara lain blaya obat, biaya makanan, gaji

pegawai, air, dan listrik Konsep yang sering dipakai secara bersamaan dengan

operasional yaitu biaya pemeliharaan (maintenance cost). Biaya pemeliharaan

adalah biaya yang di keluarkan untuk mempertahankan nilai suatu barang

investasi agar tetap berfungsí. Antara biaya operasional dan biaya

pemeliharaan dalam praktik sering di satukan menjadi biaya operasional dan

pemeliharaan (Operational and Maintenance Cost).

Biaya operasional dan pemeliharaan dengan sifatnya yang habis pakai

pada umumnya dikeluarkan secara berulang. Karena itu biaya pemeliharaan

sering disebut sebagat biaya berulang (recurrent cost).

2.2.3 Berdasarkan fungsi atau aktivitas sumber biaya


Berdasarkan fungsi atau aktivitas sumber biaya, biaya dapat dibedakan

menjadi biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost).

 Biaya langsung (direct cost) Biaya langsung dalam pelayanan

kesehatan adalah biaya yang dikeluarkan oleh seseorang untuk

mengobati sakitnya secara langsung, misalnya biaya pengobatan,

tindakan medis dan biaya yang dikeluarkan untuk rawat inap.

 Blaya Tidak Langsung (Indirect cost) Biaya tidak langsung adalah

biaya yang dikeluarkan oleh pasien selama menderita sakit, yang tidak

secara langsung digunakan untuk pengobatan sakitnya, misalnya biaya

makanan ekstra selama sakit, transport dan pengantar/ kerabat selama

dirawat.

2.2.4 Biaya satuan.

Biaya satuan adalah biaya yang terhitung untuk setiap satu-satuan

produk (pelayanan). Biaya satuan diperoleh dari biaya total (TC) dibagi

dengan jumlah produk (Q). Dengan demikian dalam menghitung biaya satuan

harus ditetapkan terlebih dahulu besarnya produk (cakupan pelayanan). Di

samping itu, biaya satuan actual ada yang disebut dengan biaya satuan

normatif, yaitu besarnya biaya yang diperlukan untuk menghasilkan suatu

jenis pelayanan kesehatan menurut standar baku.

UC = FC/Kap + Vc/Q
Keterangan :

Dimana

Uc : Unit cost normatif

Fc : Fixed cost, biaya tetap yang diperlukan untulk beroperasi

Kap : Kapasitas pusat biaya dalam setahun.

Vc : Variabel cost termasuk di dalamnya biaya obat, bahan medis bahan

habis pakai.

a. Biaya Satuan (Unit Cost) di Unit Homogen

Biaya satuan adalah biaya yang dihitung untuk menghasilkan satu

satuan produk (misalnya satu jenis pelayanan). Biaya satuan diperoleh dari

biaya total (Total Cost TC) dibagi jumlah produk (Quantity Q) atau TC/Q.

Dengan demikian, dalam menghitung biaya satuan harus ditetapkan terlebih

dahulu besaran produk [cakupan pelayanan). Per defenisi biaya satuan

seringkali disamakan dengan biaya rata-rata (Average Cost).

Di rumah sakit seringkali satuan produk dihitung dan diperinci lagi

menjadi satuan produk yang spesifik, misalnya satuan jenis tindakan

laparatomi, tubectomi, secsio, dan lain-lain. Penetapan besaran satuan produk

itu dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Makin kecil satuan produk atau jenis

pelayanan maka perhitungan biaya satuan akan makin rumit.


b. Biaya Satuan (Unit Cost) dil Unit Heterogen

Untuk dapat menghitung dasar biaya satuan rumah sakit yang

mempunyai output yang heterogen seperti output pelayanan pada bagian

bedah, poli gigi, laboratorium dan lain sebagainya, maka semua output

produksi rumah sakit harus disetarakan. Untuk itu memerlukan suatu

pembobotan, dengan menghitung kebutuhan obat-obatan, jenis tenaga yang

melaksanakan produksi dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan

produksi itu.

2.3 Macam Biaya Kesehatan

Biaya kesehatan banyak macamnya, karena semuanya tergantung dari

jenia dan kompleksitas pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dan atau

yang dimanfaatkan. Hanya saja disesuaikan dengan pembagian pelayanan

kesehatan, maka biaya kesehatan tersebut secara umum dapat dibedakan atas

dua macam yakni :

1. Biaya pelayanan kedokteran

Biaya yang dimaksudkan disini adalah yang dibutuhkan untuk

menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kedokteran, yakni

tujuan utamanya untuk mengobati penyakit serta memulihkan kesehatan

penderita.

2. Biaya pelayanan kesehatan masyarakat


Biaya yang dimaksudkan disini adalah yang dibutuhkan untuk

menyelenggarakan dan atau memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat

yakni yang tujuan utamanya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan

serta untuk mencegah penyakit

2.4 Definisi Pembiayaan Kesehatan

Health financing is the “function of a health system concerned with the

mobilization, accumulation and allocation of money to cover the health needs

of the people, individually and collectively, in the health system.” (WHO,

2000).

(Pembiayaan kesehatan adalah “fungsi dari sistem kesehatan yang berkaitan

dengan mobilisasi, akumulasi dan alokasi uang untuk memenuhi kebutuhan

kesehatan masyarakat, secara individu dan kolektif, dalam sistem

kesehatan.”(WHO 2000)).

Biaya atau dalam bahasa Inggrisnya disebut cost adalah pengorbanan

yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tertentu atau pengorbanan untuk

mendapatkan barang dan jasa. Ini berarti biaya tidak hanya berupa

pengorbanan yang langsung berwujud berupa uang, tetapi juga bisa berwujud

barang atau waktu atau kesempatan opportunity) yang hilang. Bahkan


ketidaknyamanan yang timbul dalam rangka mencapai tujuan tertentu bisa

juga disebut sebagai biaya (cost) (Kamalia, 2008)

Pembiayaan atau disebut juga pembelanjaan istilah yang digunakan

dalam perusahaan atau financial management atau managerial finance,

diberikan batasan oleh beberapa ahli, seperti:

a. Wolf-Birkenbihl, mengatakan bahwa pembiayaan meliputi usaha-usaha

untuk mendapatkan uang.

b. Liefmann, menyebutkan bahwa pembiayaan meliputi usaha-usaha untuk

menyediakan uang dengan mana uang berusaha untuk memperoleh atau

mendapatkan aktiva.

c. Le Coutre dan Hasenack, mengartikan pembiayaan meliputi keseluruhan

daripada usaha untuk mempersiapkan dan mengatur penarikan dan

penggunaan dana, dimana disini termasuk juga perencanaan beserta

pelaksanaannya.

Sub sistem pembiayaan kesehatan merupakan salah satu bidang ilmu

dari ekonomi kesehatan (health economy). Yang dimaksud dengan biaya

kesehatan ialah besarnya dana yang harus disediakan untuk

menyelenggarakan dan atau memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang

diperlukan oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Dari batasan

ini segera terlihat bahwa biaya kesehatan dapat ditinjau dari dua sudut yakni
1. Penyedia pelayanan kesehatan

Yang dimaksud dengan biaya kesechatan dari sudat penyedia

pelayanan (health provider) adalah besarnya dana ang harus disediakan untuk

dapat menyelenggarakan upaya kesehatan. Dengan pengertian yang seperti

tampak bahwa kesehatan dari sudut penyedia pelayanan adalah persoalan

utama pemerintah dan atau pun pihak swasta, yakni pihak-pihak yang akan

menyelenggarakan upaya kesehatan.

2. Pemakai jasa pelayanan

Yang dimaksud dengan biaya kesehatan dari sudut pemakai jasa

pelayanan (health consumerI adalah besarnya dana yang harus disediakan

untuk dapat memanfaatkan jasa pelayanan. Berbeda dengan pengertian

pertama, maka biaya kesehatan di sini menjadi persoalan utama para pemakai

jasa pelayanan. Dalam batas-batas tertentu, pemerintah juga turut

mempersoalkannya, yakni dalam rangka terjaminnya pemenuhan kebutuhan

pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Secara umum disebutkan apabila total dana yang dikeluarkan oleh

seluruh pemakai jasa pelayanan, dan arena itu merupakan pemasukan bagi

penyedia pelayanan kesehatan (income) adalah lebih besar daripada yang

dikeluarkan oleh penyedia pelayanan kesehatan (expenses), maka berarti

penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut mengalami keuntungan (profit).


Tetapi apabila sebaliknya, maka berarti penyelenggaraan upaya kesehatan

tersebut mengalami kerugian (loss).

Dari uraian ini menjadi jelaslah untuk dapat menghitung besarnya total

biaya kesehatan yang berlaku di suatu negara ada dua pedoman yang dipakai.

Pertama, besarnya dana yang dikeluarkan oleh para pemakai jasa pelayanan

untuk sector swasta. Kedua, besarnya dana yang dikeluarkan oleh pemerintah

untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk sector pemerintah. Total

biaya kesehatan adalah hasil dari penjumlahan dari kedua pengeluaran

tersebut.

2.5 Sumber Pembiayaan Kesehatan di Indonesia

Sumber biaya kesehatan tidaklah sama antara satu negara dengan

negara lainnya. Secara umum sumber biaya kesehatan ini dapat dibedakan

atas dua macam yakni :

1. Seluruhnya bersumber dari anggaran pemerintah

Tergantung dari bentuk pemerintahan yang dianut, ditemukan negara

yang sumber biaya kesehatannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Pada Negara yang seperti ini, tidak ditemukan pelayanan kesehatan swasta.
Seluruh pelayanan kesehatan diselenggarakan pemerintah dan pelayanan

kesehatan tersebut dilaksanakan secara cuma-cuma.

2. Sebagian ditanggung oleh masyarakat

Pada beberapa negara lain, sumber biaya kesehatannya uga berasal

dari masyarakat. Pada negara yang seperti ini, masyarakat diajak berperan

serta, baik dalam menyelenggarakan upaya kesehatan ataupun pada waktu

memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan.

Dengan ikut sertanya masyarakat menyelenggarakan pelayanan

kesehatan, maka ditemukan pelayanan kesehatan swasta. Selanjutnya dengan

diikutsertakannya masyarakat membiayai pemanfaatan pelayanan kesehat

maka pelayanan kesehatan tidaklah cuma-cuma. Masyarakat diharuskan

mebmayar pelayanan kesehatan yang dimanfaatkannya. Sekalipun pada saat

ini makin banyak saja Negara yang mengikutsertakan masyarakat dalam

pembiayaan kesehatan, namun tidak ditemukan satu negara pun yang

pemerintah sepenuhnya tidak ikut serta. Pada negara yang peranan swastanya

sangat dominan pun, peranan pemerintah tetap ditemukan. Paling tidak dalam

membiayai upaya kesehatan masyarakat, dan atau pun membiayai pelayanan

kedokteran yang menyangkut kepentingan masyarakat kurang mampu.


BAB III

KESIMPULAN

1. Biaya sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh

suatu output tertentu. Pengorbanan ini dapat berupa uang, barang, tenaga,

waktu maupun kesempatan.

2. Teori biaya membahas tentang :

a) Pengelompokan Biaya Berdasarkan Pengaruhnya Pada Skala Produksi

 Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)

 Biaya Variabel (Variabel Cost = VC)

b) Berdasarkan lama penggunaannya

 Biaya investasi (Invesment Cost)

 Biaya penyusutan (depreciation cost)

 Biaya Operasional (Operasional Cost)

c) Berdasarkan fungsi atau aktivitas sumber biaya

 Biaya langsung (direct cost)

 Blaya Tidak Langsung (Indirect cost)

d) Biaya satuan

 Biaya Satuan (Unit Cost) di Unit Homogen

 Biaya Satuan (Unit Cost) dil Unit Heterogen

3. Macam- macam Biaya Kesehatan di bagi menjadi 2 yaitu :

 Biaya pelayanan kedokteran


 Biaya pelayanan kesehatan masyarakat

4. Pembiayaan kesehatan adalah “fungsi dari sistem kesehatan yang berkaitan

dengan mobilisasi, akumulasi dan alokasi uang untuk memenuhi kebutuhan

kesehatan masyarakat, secara individu dan kolektif, dalam sistem

kesehatan.”(WHO 2000)).

5. Sumber Pembiayaan Kesehatan di Indonesia terbagi menjadi 2 yaitu :

 Seluruhnya bersumber dari anggaran pemerintah

 Sebagian ditanggung oleh masyarakat