Anda di halaman 1dari 12

Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-

Kota Serang

5.2 Visi Misi


1) Visi
Manjadikan kawasan Banten Kuno sebagai objek wisata sejarah yang aman, nyaman dan
memberikan pengetahuan.

2) Misi
Pusat Perbelanjaan Oleh-Oleh Pusat Perbelanjaan Buah-Buahan
 Memberikan pelayanan wisata budaya dengan memiliki fasilitas yang berkualitas dan
Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
berkuantitas dengan mengadakan sarana Galeri, Taman Banten Lama, Taman Sejarah, Taman
Gambar 5.16 Pusat Perbelanjaan
Air Mancur, Taman Kesehatan, Taman Sempadan Sungai, Taman Surosowan, dan desa Adat
2. Sarana Kesehatan (Klinik)
Banten Kuno. Sarana Kesehatan berupa Klinik di dalam Kawasan Banten Kuno, lokasi Klinik tersebut berada di
 Pemerdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata Banten Kuno yang akan menjadi taman sehat. Luas klinik mencapai 20 m2, dengan klasifikasi 5 m2 lebar dan panjang 4 m2.
dampak pada pertumbuhan perekonomian di sekitar lingkungan Cagar Budaya. Nantinya di harapkan klinik ini bisa membantu bagi pengunjung yang sakit ketika berada di dalam
 Meningkatkan aksesibilitas untuk memudahkan sirkulasi jalan di Kawasan Banten Kuno Kawasan Banten Kuno. Berikut ini ilustrasi dari klinik yang akan dibangun Gambar 5.17 dan
dengan mengadakan shuttle bus. Gambar 5.25.
 Memberikan keamanan kepada setiap pengunjung dengan cara menyediakan pos dan pusat
keamanan yang tersebar di Banten Kuno.
 Membuat Banten Kuno yang terbebas dari kendaraan bermotor, dengan cara menyediakan
sepeda.
 Memberikan fasilitas untuk difable dengan menyediakan kursi roda.
 Mengadakan pedestrian untuk pejalan kaki yang akan merasakan kesejukan dengan di
adakannya pepohonan.
 Memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli dengan relokasi sarana perdagangan dan Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018

niaga. Gambar 5.17 Klinik Bante Kuno

 Membuat pintu masuk kawasan Banten Kuno dengan desain ciri khas Banten Kuno. 3. Pusat Keamanan
Lokasi Pusat Keamanan ini berada di tengah-tengah Kawasan Banten Lama, lebih tepatnya berada
5.3 Rencana Pengembangan di depan museum kepurbakalaan. Pusat Keamanan memiliki luas bangunan 20 m2, dengan
5.3.1 Sarana klasifikasi 5 m2 lebar dan panjang 4 m2. Berikut ini ilustrasi dari pusat keamanan yang akan
1. Sarana Perdagangan dan Jasa dibangun Gambar 5.18 dan Gambar 5.25.
Menjadikan sarana ekonomi yang terpusat dan tertata. Dengan menyediakan tempat perbelanjaan
oleh oleh dan buah-buahan. Berikut ini ilustrasi dari sarana ekonomi yang akan dibangun Gambar
5.16.

82

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018 Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
Gambar 5.18 Pusat Keamanan Banten Lama Gambar 5.20 Ilustrasi Toilet Portable

4. Pusat informasi 6. Galery


Pusat informasi ini akan di bangun dekat dengan museum Kepurbakalaan Banten Kuno yang Untuk mengadakan acara pegelaran seni dan pameran disediakan galeri yang dapat dihadiri oleh
berada di tengah tengah dari kawasan. Luasnya sebesar 13 m2. Berikut ini ilustrasi dari pusat wisatawan. Ukuran bangunan galeri cukup besar yaitu 240 m2. Berikut ini ilustrasi dari galeri yang
informasi yang akan dibangun Gambar 5.19 dan Gambar 5.25. akan dibangun Gambar 5.21 dan 5.25.

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
Gambar 5.21 Ilustrasi Galeri
Gambar 5.19 Ilustrasi Pusat Informasi
7. Parkiran
5. Toilet Umum
Lahan parkir ini akan dibangun dengan total luas 358 m2. Adanya lahan parkir ini diharapkan
Dilihat dari lokasi studi yang sudah tersebar toilet umum sebanyak 2 (dua) akan ditambah menjadi
pengunjung menjadi lebih nyaman dan tidak perlu merasa khawatir akan keamanan kendaraannya.
3 (tiga) bangunan dan tersebar. Dengan satu sebaran terdiri dari 10 m2, toilet ukuran bangunan 2,5
Selain itu, diharapkan para masyarakat maupun pengunjung agar lebih tertib memarkirkan
m2. 3 (tiga) toilet digunakan untuk umum dan 1 (satu) toilet digunakan untuk difabel. Toilet difabel
kendaraan mereka sehingga lebih teratur. Berikut ini ilustrasi dari area parkir yang akan dibangun
ini disesuaikan dengan peruntukannya. Berikut ini ilustrasi dari toilet portable yang akan dibangun
Gambar 5.22 dan Gambar 5.25.
Gambar 5.20 dan Gambar 5.25.

83

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

Sumber: Hasil Desain Tim Studio 2018


Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018 Gambar 5.24 Halte
Gambar 5.22 Ilustrasi Parkiran Kendaraan
5.3.2 Prasarana
9. ATM Center
1) Sampah
Untuk menunjang pariwisata, akan disediakan ATM Center yang akan membantu pengunjung
Dengan adanya TPST ini wisatawan dan masyarakat yang ada akan diarahkan untuk ikut langsung
untuk mengambil uang apabila kehabisa uang untuk berwisata. Atm center ini dilengkapi dengan
dalam proses pengelolaan sampah. Mulai dari membedakan jenis sampah seperti sampah palastik,
cctv demi keamanan para wisatawan. Berikut ini ilustrasi dari ATM center yang akan dibangun
kertas, basah dan beling. Nantinya sampah jenis tersebut akan diolah kembali di TPST yang
Gambar 5.23.
hasilnya dapat dijual kembali untuk bahan kerajinan. Berikut ini ilustrasi dari tong sampah yang
akan dibangun Gambar 5.26 dan Gambar 5.30.

Sumber: Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.23 ATM Center

10. Halte
Kawasan Banten Lama terdiri dari beberapa wisata sejarah,untuk menghubungi wisata satu dengan Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018

yang lainnya diperlukanlah halte. Berikut ini ilustrasi dari halte yang akan dibangun Gambar 5.24 Gambar 5.26 Tong Sampah

dan Gambar 5.25.


2) Listrik
Untuk memenuhi kebutuhan cagar budaya maupun lingkungan dibutuhkan energi listrik untuk
menunjang berbagai kegiatan di siang hari maupun di malam hari. Rencananya untuk menyalurkan
listrik ke setiap cagar budaya maupun lingkungan untuk kebutuhan listrik sarana akan disalurkan 84

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

85

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

dengan sistem jaringan bawah tanah. Keunggulan dari sistem jaringan listrik bawah tanah yaitu temukan di pinggir jalan Kawasan Banten Lama dan jumlahnya mencapai 45 kran umum. Berikut
jarang mengalami gangguan, tuang terhindar dari tersambar petir, lebih aman, tidak meghabiskan ini ilustrasi dari kran umum yang akan dibangun Gambar 5.29 dan Gambar 5.30.
lahan, dan yang pasti akan lebih rapih. Berikut ini ilustrasi dari listrik yang akan dibangun
Gambar 5.27 dan Gambar 5.30.

Sumber : Desain Skechup Tim Studio 2018


Gambar 5.29 Ilustrasi Kran Umum
Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
Gambar 5.27 Jaringan Listrik Bawah Tanah 5) PJU (Penerangan Jalan Umum)

3) Drainase Merencanakan akan menyediakan PJU di sepanjang jalan lokasi studi dengan jarak sekitar 5 meter

Saluran drainase yang direncanakan di Banten Kuno ini akan mengalir ke sungai yang terdapat antara PJU lainnya. Berikut ini ilustrasi dari PJU yang akan dibangun Gambar 5.31.

dilokasi. Saluran drainase merupakan saluran drainase tertutup dengan dibatasi oleh tralis dibagian
atasnya. Lebar drainase didalam perumahan yaitu 0,50 m2. Berikut ini ilustrasi dari drainase yang
akan dibangun Gambar 5.28 dan Gambar 5.30.

Sumber : Hasil Design Tim Studio 2018


Gambar 5.31 Ilustrasi PJU

Sumber : Hasil Design Tim Studio 2018


5.3.3 Sirkulasi dan Aksesibilitas
Gambar 5.28 Drainase
1) Jalur Pedestrian
4) Kran Umum Lebar yang akan digunakan untuk jalur pedestrian yaitu 3 m2 dengan 1,5 m2 untuk pejalan kaki dan
Akan disediakan kran umum untuk melengkapi fasilitas pariwisata Kawasan Banten Lama, agar 1,5 m2 untuk penyandang difabel. Namun tidak ada pembatas anatara jalur pejalan kaki dengan
pengunjung tidak kesuitan untuk mencuci tangan dan sebagainya. Lokasi kram umum dapat di jalur difabel, serta setiap sisi jalur pedestrian tidak ada PKL yang berjualan. Dibuatnya perbedaan
jalur pedestrian tersebut untuk mempermudah penyandang disabilitas dalam menikmati 86

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

87

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

perjalanannya untuk kesetiap objek wisata. Pada pedestrianpun akan diberikan bangku-bangku A. Gerbang Utama
untuk pengunjung beristirahat, serta akan dibuat air mancur mini disisi jalur pedestrian. Berikut ini Gerbang kawasan merupakan sebagai penanda para wisatawan yang telah memasuki kawasan
ilustrasi dari pedestrian yang akan dibangun Gambar 5.32. wisata Banten Kuno. Gerbang ini melambangkan ciri khas Banten Kuno dan Banten Lama, yaitu
tugu menara dan Keraton Kaibon. Gerbang yang rencanakan memiliki lebar sesuai dengan jalan
yang ada yaitu 5 m2 dan tinggi sekitar 3 m2. Berikut ini ilustrasi dari gerbang utama yang akan
dibangun Gambar 5.35.

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.32 Ilustrasi Pedestrian

2) Jalur Sepeda
Jalur sepeda yang direncanakan dibuat lebar agar pengguna sepeda dapat melewati tanpa
Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
mengganggu pejalan kaki. Lebar untuk jalan atau jalur sepeda yaitu 5 m2 dengan dibagi dua, untuk
Gambar 5.35 Ilustrasi Gerbang Utama
dua arah masing – masing yaitu 2,5 m2. Dengan dibuatnya jalur khusus untuk pengguna sepeda
agar lebih teratur antara pengguna sepeda dengan pejalan kaki, selain itu agar tidak mengganggu B. Gerbang Menuju Desa Adat
untuk penyandang disabilitas. Berikut ini ilustrasi dari jalur sepeda yang akan dibangun Gambar Setelah gerbang kawasan terdapat gerbang masuk menuju desa adat. Berikut ini ilustrasi dari
5.33 dan Gambar 5.34. gerbang desa adat yang akan dibangun Gambar 5.36.

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.34 Ilustrasi Jalan Sepeda Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
Gambar 5.36 Ilustrasi Gerbang Desa Adat
5.3.4 Pengembangan Lainnya 2) Signage
1) Gerbang Adapun signage yang dibuat adalah jalur evakuasi, petunjuk parkir, jalur sepeda, dan titik kumpul
Gerbang yang akan di rencanakan merupakan gerbang yang terdiri dari gerbang masuk menuju jika ada bencana. Signage ini berfungsi sebagai petunjuk atau penanda informasi untuk
kawasan Banten Kuno serta gerbang masuk menuju kawasan desa wisata yang merupakan lokasi memudahkan para wisatawan. Berikut ini ilustrasi dari signage yang akan dibangun Gambar 5.37
studi berada. Berikut merupakan gerbang pada lokasi studi. dan Gambar 5.38. 88

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

89

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

4) Hidran Kebakaran
Hidran Kebakaran ini akan diadakan untuk mengatasi adanya kebakaran yang terjadi. Lokasi
keberadaan hidran berada dijalur evakuasi, sarana ekonomi dan berada di tiap situs cagar budaya.
Berikut ini ilustrasi dari pemukiman adat yang akan dibangun Gambar 5.42.

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.37 Ilustrasi Signage

3) RTH (Ruang Terbuka Hijau)


RTH terdapat 5 (lima) jenis yaitu alun-alun Banten Kuno, taman kesehatan, taman Banten Kuno,
taman air mancur, dan taman sejarah. Berikut ini ilustrasi dari RTH yang akan dibangun Gambar
Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018
5.39, Gambar 5.40, dan Gambar 5.41.
Gambar 5.42 Hidran Kebakaran

5) Pemukiman Adat
Pemukiman adat ini tidak ada yang diubah, hanya akan diberi pembatas dan diberi gerbang masuk
dan gerbang keluar. Berikut ini ilustrasi dari pemukiman adat yang akan dibangun Gambar 5.43.

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.39 Ilustrasi Alun-alun Banten Kuno

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.43 Ilustrasi Permukiman Adat Banten Lama

Sumber : Hasil Desain Tim Studio 2018


Gambar 5.40 Ilustrasi Taman Kesehatan Banten Kuno

90

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

Gambar 5.38
Peta Signage

91

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

92

Studio Perencanaan Tapak- 2018


Konsep Pengembangan dan Revitalisasi Kawasan Banten Kuno-
Kota Serang

Sumber: Hasil Desain Tim Studio 2018

Gambar 5.44 Bird Eye 93

Studio Perencanaan Tapak- 2018