Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


DINAS KESEHATAN

KEGIATAN : Pelayanan Kesehatan Anak Balita

NAMA PPK : Evi Sopiah

NAMA PEKERJAAN : Belanja Modal Peralatan dan Mesin


Pengadaan Alat Kedokteran
Alat Kedokteran umum lain-lain
Pada Pengadaan APE SDIDTK

TAHUN ANGGARAN
2016
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN : Belanja Modal Peralatan dan Mesin


Pengadaan Alat Kedokteran
Alat Kedokteran umum lain-lain
Pada Pengadaan APE SDIDTK

A. LATAR BELAKANG
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan, Tujuan pembangunan Kesehatan adalah untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi, sehingga perlu dilakukan upaya kesehatan anak yang
terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Upaya kesehatan anak
merupakan tanggung jawab Pemerintah, pemerintah daerah provinsi,
pemerintah daerah kabupaten/kota dan melibatkan peran serta
masyarakat.
Upaya Kesehatan Anak adalah setiap kegiatan dan/atau
serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan
berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat
kesehatan anak dalam bentuk pencegahan penyakit, pengobatan
penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah, pemerintah daerah
atau masyarakat (BAB I pasal 1 permenkes no 25 th 2014).
Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan keberhasilan
Pembangunan Kesehatan dapat diukur melalui berbagai indikator salah
satunya adalah Indikator Pelayanan Anak Balita. Indikator Pelayanan
Anak Balita yang ditetapkan mengacu dan mengarah kepada Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (KepMenkes RI. No.
828/Menkes/SK/IX/2008).
Upaya pelayanan kesehatan anak balita di Kota Bandung
dilaksanakan dalam bentuk pelayanan pemantauan Pertumbuhan
dengan timbang Berat Badan/ pengukuran Tinggi Badan setiap bulan,
pengukuran lingkar kepala, pemantauan perkembangan melalui
Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK),
Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit di Puskesmas (MTBS) serta
Pemberian suplementasi Vitamin A setiap 6 bulan di posyandu. Secara
umum, upaya pelayanan kesehatan anak dilakukan oleh puskesmas di
wilayah kerja masing-masing dalam lingkup program kesehatan anak.
Berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan minimal (SPM)
bidang kesehatan disebutkan bahwa pemantauan pertumbuhan dan
perkembangan setiap anak balita (12 – 59 Bulan) dilaksanakan melalui
pelayanan SDIDTK minimal 2x dalam 1 tahun dan tercatat dalam kohort
anak balita dan pra sekolah dan pencatatan dan pelaporan lainnya.
Pelayanan SDIDTK dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, ahli gizi,
penyuluh kesehatan masyarakat dan sector lain yang dalam menjalnkan
tugasnya melakukan SDIDTK.
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak di
puskesmas, perlu dilakukan penyusunan Juknis dan SOP Pelayanan
Kesehatan Anak di Puskesmas Kota Bandung. Dalam pertemuan
pembentukan tim penyusunan juknis program kesehatan anak
diharapkan terbentuk sebuah petunjuk teknis yang dapat menjadi
pedoman di puskesmas.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Bandung,
Dinas Kesehatan Kota Bandung telah melakukan berbagai upaya berupa
Preventif, Promotif, Kuratif dan Rehabilitatif. Telah terbukti bahwa Gizi
sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena
itu untuk memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu, merata
dan terjangkau harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai,
maka untuk menuju hal tersebut Kegiatan Pengembangan sarana dan
Prasarana Pelayanan Kesehatan dalam rangka Upaya Peningkatan Gizi
Masyarakat masih menjadi salah satu Kegiatan Pembangunan Kesehatan.

B. MAKSUD
Agar penyelenggaraan kegiatan konseling gizi di Puskesmas dapat berjalan
baik dan sesuai standar dengan menggunakan food model yang baik pula.

C. TUJUAN
Umum
Untuk pengembangan, sarana dan prasarana Pelayanan Kesehatan di Kota
Bandung dalam rangka Upaya Pelayanan Kesehatan Dasar sehingga
tercapai peningkatan akses pelayanan pada masyarakat dan meningkatkan
kualitas pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif keadaan
gizi masyarakat.
Khusus
Terselenggaranya pengadaan Food Model di Dinas Kesehatan Kota
Bandung.

D. LOKASI KEGIATAN
Dinas Kesehatan Kota Bandung.

E. SASARAN
Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada pengembangan, sarana dan
prasarana pelayanan kesehatan dalam rangka upaya peningkatan gizi
masyarakat dan peningkatan keterampilan tenaga kesehatan di Kota
Bandung. Distribusi Food Model akan diberikan ke sejumlah 48 Puskesmas
terpilih (Puskesmas yang belum mempunyai Food Model).

F. NAMA ORGANISASI DAN PENGADAAN BARANG JASA


Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan
barang
SKPD : DINAS KESEHATAN
PPK : EVI SOPIAH

G. SUMBER PENDANAAN
Dana untuk belanja modal Food Model bersumber dari APBD Kota
Bandung sesuai dengan DPA SKPD Nomor 1.02.01.34.01.5.2.3.37.13
Tahun Anggaran 2015 pada Program Pelayanan Kesehatan Dasar, Kegiatan
Pelayanan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan. Adapun rincian biaya
sebagai berikut :
Food Model : 48 paket x Rp. 750.000,- = Rp. 36.000.000,-

H. METODA PENYEDIAAN BARANG


Dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
total biaya penyediaan Barang Modal dilaksanakan melalui pihak penyedia
barang.

I. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada Triwulan II-III Tahun 2015

J. SPESIFIKASI
Food Model
Nama “Food Model” digunakan untuk sarana :
- Konseling Gizi
- Penyuluhan Gizi
Spesifikasi :
- Jenis bahan : Resin
- Ukuran : Sesuai standar penukar bahan makanan
- Jenis Food Model : Menyerupai bahan makanan aslinya

a. Sumber Karbohidrat
No. Bahan Penukar Berat Nilai Gizi
Makanan (gram)
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
1 Nasi 1 Penukar 100
40 gram
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
2 Nasi tim 1 Penukar 200
40 gram
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
3 Mie kering 1 Penukar 50
40 gram
E = 87,5 Kkal, P = 2 gram, KH
4 Roti tawar 1/2 Penukar 38
= 20 gram
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
5 Kentang 1/2 Penukar 105
40 gram
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
6 Krackers 1 Penukar 50
40 gram
E = 175 Kkal, P = 4 gram, KH =
7 Makaroni 1 Penukar 50
40 gram

b. Sumber Protein Hewani dan Nabati


No. Bahan Makanan Penukar Berat Nilai Gizi
(gram)
E = 75 Kkal, P = 7 gram, L = 5
1 Daging sapi 1 Penukar 35
gram
E = 75 Kkal, P = 7 gram, L = 5
2 Ikan tenggiri 1 Penukar 40
gram
E = 50 Kkal, P = 7 gram, L = 2
3 Ayam 1 Penukar 40
gram
E = 75 Kkal, P = 5 gram, L = 3
4 Tempe 1 Penukar 50
gram, KH = 7 gram
E = 75 Kkal, P = 5 gram, L = 3
5 Tahu 1 Penukar 110
gram, KH = 7 gram
E = 75 Kkal, P = 5 gram, L = 3
6 kacang ijo 1 Penukar 20
gram, KH = 7 gram
7 Susu Sapi 1/2 Penukar 100 E = 63 Kkal, P = 3,5 gram, L = 5
gram

c. Sumber Sayuran dan Buah


No. Bahan Makanan Penukar Berat Nilai Gizi
(gram)
1 E = 25 Kkal, P = 1 gram, KH =
Wortel 1 Penukar 100
5 gram
2 E = 25 Kkal, P = 1 gram, KH =
Buncis 1 Penukar 100
5 gram
3 E = 25 Kkal, P = 1 gram, KH =
Sawi 1 Penukar 100
5 gram
4 E = 50 Kkal, KH = 12 gram
Jeruk 1 Penukar 110
5 E = 25 Kkal, KH = 6 gram
Semangka 1/2 Penukar 90
6 E = 50 Kkal, KH = 12 gram
Pisang 1 Penukar 50

K. BESARAN BIAYA
Volume
Harga
No Uraian Satuan Jumlah Jumlah Total Satuan Jumlah (Rp)
Paket Item
Bahan (Rp)
Makanan

Food Model Buah 48 20 960 37.500 36.000.000

Total (Rp) 36.000.000

L. INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Tersedianya alat-alat dan barang yang dibutuhkan sesuai dengan
spesifikasinya
2. Dokumen Laporan hasil pengadaan Food Model

M. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk dijadikan pedoman
pada pelaksanaan kegiatan pengadaan Food Model di Dinas Kesehatan
Kota Bandung Tahun 2015.
Bandung, 08 April 2015
Kuasa Pengguna Anggaran

dr. Exsenveny Lalopua, M. Kes


NIP. 19630131 198903 2 003