Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, manusia tidak


terlepas dari berbagai bentuk masalah dalam kehidupan ,olehnya para ilmuan
selalu mengkaji persoalan yang terjadi baik dalam lingkungan maupun alam
secara keseluruhan. Dengan hal tersebut sejarah perkembangan yang diangkat
lewat latar belakang ini adalah sejarah perkembangan system periodik unsur mulai
dari pengelompokkan unsur – unsur yang sederhana hingga pengelompokkan
yang secara modern. Sistem priodik merupakan suatu cara untuk
mengelompokkan unsure-unsur berdasarkan sifatnya.

Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalambentuk


tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat
kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel.
Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya. Pada
tablel sistem periodik terdapat kolom yang disebut golongan. Ada 18 golongan
dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai
konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip
pula. Baris dalam tabel periodik disebut periode. Walaupun golongan adalah cara
yang paling umum untuk mengklasifikasi unsur, ada beberapa bagian di tabel
unsur yang kecenderungan sifatnya secara horisontal dan kesamaan sifatnya lebih

1
penting dan mencolok daripada kecenderungan vertical. Agar dapat lebih
memahami mengenai sistem peridik unsure maka makalah ini disusun untuk
mempelajarinya dan lebih memahaminya.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah:

1. Untuk lebih memahami mengenai sejarah Sistem Periodik Unsur


2. Untuk lebih memahami sifat-sifat unsure secara periodik
3. Untuk lebih memahami sifat-sifat sesuai golongan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Sistem Periodik Unsur

1. Triade Dobereiner (1829)


Apabila unsur-unsur dalam satu triad disusun menurut kenaikan massa
atom relatifnya, tenyata massa atom maupun sifat-sifat unsur yang kedua
merupakan rata-rata dari masa atom relatif maupun sifat-sifat unsur yang
pertama dan ketiga.
Contoh :
Li Ca Cl
Na Sr Br
K Ba I

Triad Ar Rata-rata Ar unsure pertama dan ketiga


Li 6,94
Na 22,9 6,94
Ar Na = = 23,02
38,10
K 38,10

Sistem Triade ini ternyata ada kelemahan yaitu system ini kurang efisien
ternyata ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam satu triad,
tetapi mempunyai sifat-sifat mirip dengan triad tersebut.

3
2. Hukum Oktaf Newlands

Tabel : pengelompokan unsur dalam oktaf Newlands


Do Re Mi Fa Sol La Si
1 2 3 4 5 6 7
H Li Be B C N O
F Na Mg Al Si P S
Cl K Ca Cr Ti Mn Fe
Co.Ni Cu Zn Y In As Se

Ternyata unsur yang berselisih 1 oktaf (unsure ke-1 dan ke-8, unsurke-2 dan
unsur ke-9), menunjukkan kemiripan sifat. “unsure-unsur diurutkan menurut
kenaikan massa atom relatif, maka tiap urutan ke-8 selalu terjadi
pengulangan sifa yang sama”. Hukum Oktaf ini mempunyai kelemahan yaitu
hanya berlaku untuk unsure ringan. Jika diteruskan ternyata kemiripan sifat
terlalu dipaksakan. Misalnya, Zn memiliki sifat yang berbeda dengan Be dan
Ca.

3. Daftar Periodik Mendeleev

4
Ivanovich Mendeleev menyusun daftar unsur-unsur (65 unsur) ke arah :

1. Kanan (periode) disusun menurut kenaikan masa atom relative


2. Bawah (golongan) disusun menurut kenaikan sifat

Mendeleev mengungkapkan hukum periodic yaitu “sifat unsur-unsur adalah


fungsi periodik adalah fungsi periodik dari massa atom relatif” Artinya jika
uunsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, seperangkat sifat
akan terulang secara berkala.

Kelebihan system periodik Mendeleev adalah :

1. Sifat kimia dan sifat fisika unsure dalam satu golongan mirip dan berubah
secara teratur
2. Valensi tertinggi suatu unsure sama dengan nomor golongannya
3. Dapat meramalkan sifat unsure yang belum ditemukan waktu itu dan telah
mempunyai tmpat yang kosong

Kelemahan system periodic Mendeleev :

a. Panjang periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan


b. Beberapa unsure tidak disusun berdasarkan Ar-nya. Contoh Te (128)
sebelum I (127)
c. Selisih massa unsure yang berurutan tidak selalu dua tetapi berkisar antara
satu dan empat sehingga sukarmeramalkan massa unsur yang belum
diketahui secara tepat

4. System periodic modern


Pada tahun 1915 Henry Mosley melakukan percobaan dengan berbagai logam
sebagai anoda pada tabung sinar x. ternyata ada perubahaan yang teratur dari
energi sinar x sesuai dengan perubahan nomor atom dan bukan massa atom
relative. Mosley menyatakan hukum periodic yaitu “sifat unsur-unsur
merupakan fungsi berkala dari nomor atom”

5
Daftar sistem periodik modern disusun berdasarkan konfigurasi elektron atom
unsure.Unsure-unsur dengan konfigurasi yang mirip mempunyai sifat kimia
yang mirip. Kolom unsure ke kanan diisi menurut kenaikan nomor atom yang
disebut periode. Kolom unsure ke arah bawah, diisi menurut kemiripan
konfigurasi elektron. Tiap kolom vertikal disebut golongan.

2.2 Sifat Periodik Unsur

1. Jari-Jari Atom
Beberapa teknik kita untuk memperkirakan ukuran satu atom. Pertama
perhatikan unsur logam. Struktur logam sangat bervariasi, tetapi semua
logam sama-sama memiliki satu ciri struktur. Atom-atomnya terkait satu
dengan lainnya dalam satu jaringan tiga-dimensi yang meluas. Jadi, jari-jari
atom suatu logam adalah setengah jarak antara dua inti pada atom-atom yang
berdekatan. Untuk unsur-unsur yang berupa molekul diatomik, jari-jari
atomnya adalah setengah jarak antara inti dua atom dalam molekul tertentu..

6
Dalam mempelajari kecenderungannya, perlu diingat bahwa jari-jari atom
terutama ditentukan oleh bagaimana kuatnya elektron kulit bagan luar ditahan
oleh inti. Makin besar muatan inti efektif, makin kuat elektron-elektron ini
ditahan dan semakin kecil jari-jari atomnya.

 Jari-jari ion
Jari-jari ion adalah jari-jari kation dan anion. Jari-jari ion mempengaruhi
sifat-sifat fisika dan kimia suatu senyawa ionik. Jika atom netral diubah
menjadi suatu ion, diharapkan ukurannya berubah. Jika atom membentuk
anion, ukuran (atau jari-jarinya) bertambah, oleh karena muatan inti tetap
sama tetapi tetap sama tetapi tolak menolak yang dihasilkan dari elektron
yang ditambahkan akan memperbesar daerah awan elektron. Di sisi lain,
kation lebih kecil dari atom netral, oleh karena pelepasan satu elektron atau
lebih mengurangi tolak menolak elektron-elektron tetapi muatan inti sama,
sehingga awan electron mengkerut.

7
2. Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan


satu elektron dari atom berwujud gas pada keadaan dasarnya. Besarnya
energi ionisasi merupakan ukuran usaha yang diperlukan untuk memaksa satu
atom untuk melepaskan elektronnya, atau bagaimana “eratnya” elektron
terikat dalam atom. Makin besar energi ionisasi, makin sukar untuk
melepaskan elektronnya

Untuk atom berelektron banyak, besar energi yang diperlukan untuuk


melepaskan elektron pertama dari atom pada keadaan dasarnya.

Energi + X(g) . → X+(g) + e-

Disebut energi ionosasi pertama (I1). Dalam persamaan diatas, X menyatakan


atom unsur apa saja yang berwujud gas dan e- adalah satu elektron. Tidak
seperti halnya atom dalam fasa cair dan padat, atom dalam fasa gas tidak
dipengaruhi oleh atom-atom tetangganya. Energi ionisasi kedua (I2) dan
energi ionisasi ketiga (I3) ditunjukkan dalam persamaan berikut :

Energi + X+ (g) → X2+(g) + e-

Energi + X2+(g) → X3+ + e-

Energi ionisasi unsure dalam satu periode bertambah dengan bertambahnya


nomer atom. Kita dapat menjelaskan kecenderungan ini dengan merujuk pada

8
bertambahnya muatan inti efektif dari kiri ke kanan. Makin jauh jarak antara
elektron dan inti berarti gaya tariknya lebih lemah, sehingga elektron menjadi
lebih mudah dilepaskan dari atas kebawah dari satu golongan. Jadi, karakter
logam dari unsure-unsur dalam satu golongan meningkat dari atas ke bawah.
Kecenderungan ini khususnya dapat diamati untuk unsure-unsur dalam
golongan IIIA-VIIA.

Kurva tersebut menunjukkan unsur golongan 8A berada di puncak grafik yang


mengindikasikan bahwa energi ionisasinya besar. Hal sebaliknya terjadi untuk
unsur golongan 1A yang berada di dasar kurva yang menunjukkan bahwa energi
ionisasinya kecil. Atom suatu unsur dapat melepaskan elektronnya lebih dari satu
buah.

3. Afinitas Elektron
Sifat lain yang sangat mempengaruhi perilaku kimia atom-atom adalah
kemampuannya untuk menerima satu atau lebih elektron. Kemampuan ini
disebut afinitas elektron yaitu negative dari perubahan energi yang terjadi
ketika satu elektron diterima oleh atom suatu unsure dalam keadaan gas

𝑋(𝑔) + 𝑒 − → 𝑥(𝑔)

9
Afinitas elektron positif berarti bahwa energi dilepaskan ketika satu elektron
ditambahan kesuatu atom. Secara percobaan, afinits elektron ditentukan dengan
melepaskan elektron tambahan dari suatu anion. Tetapi, berlawanan dengan
energi inonisasi, afintas elektron sulit untuk diukur karena anion anion berbagai
unsure tidak stabil. Pola kecendrungan beberapa unsure-unsur golongan utama
dan gas mulia adalah meningkatnya kecendrungan dalam, menerima elektron
(yaitu, nilai afinitas elektron menjadi semakin positif) dari kiri ke kanan dalam
satu periode.

4. Elektonegativitas

Elektronegativitas memberikan kemampuan suatu atom dalam bersaing


mendapatkan elektron, dengan atom lain yang berikatan. Elektronegativitas
berkaitan dengan energi ionisasi dan afinitas elektron karena kedua besaran
inimencerminkan kemampuan atom melepaskan atau memperoleh sebuah
elektron. Skala elektronegatifitas yang digunakan secara luas yang dikemukakan
oleh Linus Pauling. Elektronegativitas Pauling tidak mempunyai satuan, berkisar
dari 1 untuk logam sangat aktif, sampai 3,98 untuk Fluor, yaitu bukan logam yang
paling aktif.

10
Sebagai patokan kasar, logam mempunyai Elektronegativitas kurang dari dua,
Metaloid kira-kira asama dengan 2 dan bukan logam lebih besar dari dua.

5. Sifat magnetik dari atom dan ion

Setiap atom, ion, atau molekul yang memiliki satu atau lebih elektron tidak
berpasangan adalah paramagnetic, artinya bahwa ia atau setiap materi dimana
ia terdapat, akan ditarik kedalam medan magnet. Zat-zat yang tidak
mengandung elektron tidak berpasangan adalah diamagnetic, artinya mereka
sedikit ditarik oleh medan magnet. Jadi, pengukuran paramagnetisme dapat
merupakan sarana yang baik untuk mendeteksi kehadiran dan banyaknya
elektron tidak berpasangan dalam unsure dan senyawaan kimia.

6. Titik Didih dan Titik Leleh

Titik leleh dan titik didih bergantung pada kekuatan relatif ikatan. Pada
sistem periodik dalam satu golongan, ternyata ada dua jenis kecenderungan
sifat titik didih dan titik leleh,yaitu unsur-unsur golongan IA – IVA, titik cair
dan titik didih makin rendah dari atas ke bawah, sedangkan unsur-unsur

11
golongan VA – VIIIA, titik cair dan titik didihnya makin tinggi. Hal ini
dikarenakan kekuatan ikatan logam bergantung kepada jumlah elektron
valensi dan jari-jari atom.Contoh pada logam alkali dan alkali tanah dari atas
kebawah jari-jari atom bertambah besar, kekuatan ikatan logam melemah,
sehingga menyebabkan titik leleh dan titik didihnya berkurang.

Sedangkan dalam satu periode dari kiri kekanan elektron valensi unsur logam
bertambah dan kekuatan ikatan bertambah, sehingga titik leleh dan titik didih
bertambah. Akan tetapi titik cair dan titik didih dari kiri ke kanan hanya naik
sampai golongan IVA, kemudian turun drastis. Sehingga titik cair dan titik
didih terendah dimiliki oleh unsur golongan VIIIA.

7. Volume

Volume atom bergantung pada jari-jari atom dan gaya tarik inti. Dalam satu
golongan dari atas kebawah nomor atom semakin bertambah, sehingga jari-
jari atom semakin besar dan menyebabkan volume atom semakin besar.

Sedangkan dalam satu periode dari kiri kekanan jumlah orbital sama, akan
tetapi gaya tarik inti semakin besar, sehingga jari-jari atom semakin kecil, hal
ini mengakibatkan volume atom semakin kecil.

2.3 Keragaman Sifat-Sifat Kimia Dalam Unsur-Unsur Golongan Utama

1. Hidrogen (1s1)

Tidak ada tempat sepenuhnya cocok untuk hydrogen dalam table periodic.
Secara tradisi, hydrogen ditempatkan pada golongan 1 A dalam table periodic,
tetapi hydrogen bukan anggota dari golongan itu. Seperti logam alkali, hydrogen
memiliki satu elektron valensi s dan membentuk ion unipositif (H+), yang
terhidrasi dalam larutan. Disisi lain, hydrogen juga membentuk ion hidrida (H-)
dalam senyawa ion seperti NaH dan CaH2. Sebagai ion hidrida, hydrogen
menyerupai halogen, yang seluruhnya membentuk ion uninegatif (F- , Cl- , Br-,

12
dan I-). Senyawa hydrogen yang paling penting adalah tentu saja air yang
terbentuk ketika hidrogen terbakar di udara

2H2(g) + O2(g) → H20(l)

2. Unsure-unsur golongan IA (ns1, n≥2)

Unsure-unsur golongan I A disebut golongan Alkali. Semua unsur-unsur ini


memiliki energi ionisasi yang rendah dan karena itu memiliki kecenderungan
yang besar untuk kehilangan satu elektron valensinya. Pada kenyataannya,
dalam sebagian besar senyawanya, unsure-unsur tersebut berupa ion
unipositif, logam-logam sangat reaktif sehingga tidak pernah ditemukan
dalam keadaan bebas di alam.

Sifat Fisis Alkali

Mempunyai titik lelehnya yang relatif rendah, dan kelunakannya. Semua unsur
logam alkali ini dapat dengan mudah diubah bentuknya dengan memencetnya
di antara jempol dan jari telunjuk (dengan melindungi kulit baik-baik). Unsur-
unsur pada golongan ini mempunyai energi ionisasi dan keelektronegatifan
rata-rata yang paling rendah. Hal ini disebabkan ukuran atom dan jarak yang
relatif besar antara elektron terluar dengan inti.

13
Sifat Kimia Alkali

Alkali Sangat reaktif,Larut baik dalam air,Kereaktifan, Reduktor, Basa


bertambah dari Li, Na, K, Rb, Cs, dan Fr,Fr bersifat radioaktif. Jika di bakar
warna nyala Li : merahNa : kuning,K : ungu muda.Rb : ungu, dan Cs : biru.

5. Unsure-unsur golongan II A (ns2, n ≥ 2)

Disebut unsure alkali tanah. Sebagai satu golongan logam alkali tanah agak
kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali. Baik energi ionisasi
pertama maupun kedua turun dari berilium ke barium. Keraktifan logam
alkali tanah dengan air cukup beragam. Berilium tidak bereaksi dengan air,
magnesium bereaksi lambat dengan uap; dan kalsium, stronsium, dan barium
cukup reaktif untuk menyerang air dingin.

Kereaktifan logam alkali tanah terhadap oksigen juga meningkat dari Be ke


Ba. Berilium dan magnesium membentuk oksida (BeO dan MgO) hanya pada
suhu tinggi, sedangkan CaO, SrO, dan BaO terbentuk pada suhu kamar.

14
Beberapa Sifat Umum Logam
Alkali Tanah

Sifat Umum Be Mg Ca Sr Ba Ra

Nomor atom 4 12 20 38 56 88

[He] [Ne] [Ar] [Kr] [Xe] [Rn]


Konfigurasi elektron
2s2 3s2 4s2 5s2 6s2 7s2

Titik leleh 1553 923 1111 1041 727 700

Titik didih 3043 1383 1713 1653 1897 1140

Jari-jari atom (Angstrom) 1.12 1.60 1.97 2.15 2.17 -

Jari-jari ion (Angstrom) 0.31 0.65 0.99 1.13 1.96 1.52

Energi Ionisasi I (KJ mol-1) 900 740 590 550 503 509

Energi Ionisasi II (KJ mol-1) 1800 1450 1150 1060 965 975

Energi Ionisasi III (KJ mol-1) 14848 7733 4912 4210 3430

Kekerasan (skala Mohs) 5 2 1.5 1.8 2

Tidak Tidak Jingga Hijau Merah


Warna nyala merah
ada ada merah pucat karmin

Elektronegativitas 1.57 1.31 1.00 0.95 0.89 0.9

Potensial reduksi standar


-1.85 -2.37 -2.87 -2.89 -2.91 -2.82
2+ -
M + 2e à M

Massa jenis (g.ml-1) 1.86 1.75 1.55 2.6 3.62 5.5

15
Senyawa dari logam golongan IIA banyak yang sukar larut dalam air. Unsur-
unsur golongan IIA umumnya ditemukan dalam tanah berupa senyawa tak
larut. Oleh karena itu, unsur-unsur golongan IIA disebut logam alkali tanah.
Alkali tanah bersifat Reaktif,bereaksi lamban dengan air.Merupakan
Reduktor, sifat Basa berambah, dan Titik leleh berkurang dari Be, Mg, Ca,
Sr, Ba, dan Ra.Warna nyala,Be : putih,Mg : putih,Ca : Jingga,Sr : Merah,Ba :
hijau pucat,Ra : merah.

6. unsure-unsur golongan III A


Anggota pertama golongan III A (boron) adalah metalloid, sisanya adalah
logam. Boron tidak membentuk senyawa ionic biner dan tidak reaktif
terhadap gas oksigen dan air. unsure aluminium segera membentuk
aluminium oksida ketika dibiarkan diudara. Unsure-unsur logam golongan III
A yang lain membentuk ion unipositif maupun tripositif. Semakin kebawah
dalam golongan itu, ditemukan bahwa ion unipositif menjadi lebih stabil
daripada ion tripositif.

Sifat – sifat unsur golongan III A.

B Al Ga In Tl
Nomor
5 13 31 49 81
atom
Jari –jari
0,80 1,25 1,24 1,50 1,55
atom (A0)
Jari –jari
- 0,45 0,60 0,81 0,95
ion (A0)
Kerapatan
2,54 2,70 5,90 7,30 11,85
(g/cm3)
Titik
Leleh 2300 932 303 429 577
(0K)
Titik 4200 2720 2510 2320 1740

16
Didih
(0K)
Energi
ionisasi
807 577 579 556 590
(I)
(kJ/mol)
Energi
ionisasi
2425 1816 1979 1820 1971
(II)
(kJ/mol)
Energi
ionisasi
3658 2744 2962 2703 2874
(III)
(kJ/mol)

Tabel diatas menunjukkan ringkasan beberapa sifat penting dari unsur-


unsur golongan IIIA. Fakta yang terpenting pada tabel diatas adalah
tingginya titik leleh Boron dan titik leleh Galium yang relatif rendah;
peningkatan yang signifikan pada potensial reduksi dari atas ke bawah
dalam satu golongan; tingginya energi ionisasi dari golongan nonlogam
(boron) dan besarnya peningkatan kepadatan dari atas ke bawah dalam
satu golongan.

7. Unsure-unsur golongan IV A (ns2 np2, n≥ 2)

Anggota pertama golongan IV A (karbon) adalah non logam, dan dua


anggota berikutnya, silicon dan germanium adalah metalloid. Unsure-
unsur logam golongan ini timah dan timbale tidak bereaksi dengan air
tetapi bereaksi dengan asam membebaskan gass hydrogen

Sn(s) + 2H+(aq) → Sn2+(aq) + H2(g)

Unsure-unsur golongan IV A membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi


+2 dan +4. untuk karbon dan silicon, tingkat oksidasi +4 adalah yang lebih

17
stabil. Dari atas ke bawah dalam golongan ini kecenderungan stabilnya
terbalik.

8. Golongan V A (ns2 np3, n≥ 2)


Dalam golongan VA, nitrogen dan fosfor adalah nonlogam,arsenic dan
antimon adalah metalloid, dan bismuth adalah logam. Jadi kita
mengharapkan keragaman sifat-sifat yang lebih luas ke bawah dalam
golongan ini. Unsure nitrogen adalah gas diatomic (N2). Nitrogen
memiliki kecenderungan untuk menerima tiga elektron untuk membentuk
ion nitride N3- (sehingga mencapai konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6, yang
isoelektron dengan neon). Fosfor terdapat sebagai molekul P4 . fosfor
membentuk dua oksida padat dengan membentuk dua oksida padat
dengan rumus P4O6 dan P4O10 . Bismuth merupakan logam yang jauh
kurang reaktif dibandingkan dengan logam

9. Unsure-unsur golongan VI A (ns2 np4, , n≥ 2)


Tiga anggota pertama golongan VIA (oksigen,belerang, dan selenium)
adalah nonlogam, dan dua anggota yang terakhir (tellurium dan polonium)
adalah metalloid. Oksigen adalah gas diatomic. Unsure belerang dan
selenium berturut-turut memiliki rumus molekul S8 dan Se8. Tellurium dan
polonium memiliki struktur berdimensi tiga yang lebih luas (polonium
adalah unsure radioaktif sehingga sulit dikaji dalam laboratorium).
Oksigen memiliki kecenderungan menerima dua elektron untuk
membentuk ion oksida dalam banyak senyawa ionic. Belerang, selenium,
dan tellurium juga membentuk anion dinegatif. Unsure-unsur dalam
golongan ini (khusunya oksigen) membentuk senyawa molekul dengan
nonlogam.

10. Unsure-unsur golongan VIIA (ns2 np5, , n≥ 2)


Semua halogen adalah nonlogam dengan rumus umum X2. Dimana X
melambangkan unsure halogen. Karena kereaktifannya yang besar,
halogen tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsure bebasnya di alam.

18
(anggota terakhir golongan VIIA adalah astattin, suatu unsure radioaktif.
Sifat-sifatnya yang dikethui hanya sedikit). Fluorin sangat reaktif sehingga
unsure ini dapat menyerang air menghasilkan oksigen. Halogen memiliki
energi ionisasi yang tinggi dan afinitas elektron yang bernilai positif besar.
Fakta ini menyarankan bahwa unsure-unsur bahwa unsure-unsur ini akan
mudah membentuk anion dengan jenis X-. anion yang diturunkan dari
halogen (F-, Cl-, Br-, dan I-) disebut halida.

Sifat Halogen

1) Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima


elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan.
Makin ke atas, oksidator makin kuat.
2) Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas
makin besar. Unsur yang paling elektronegatif dibanding unsur lain
dalam sistem periodik adalah fluor
3) Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin
kecil.
4) Titik didih dan titik lelehnya, makin ke atas makin kecil.
Unsurhalogen sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan.
Unsur halogen mempunyai bau yang merangsang dan berwarna.
Walaupun brom berwujud cair, tetapi brom mudah sekali menguap.
Begitu juga iodium, mudah sekali menyublim.

19
5) Unsur golongan halogen bersifat oksidator. Makin ke atas, daya
oksidasinya (oksidator) makin kuat.
6) Mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali flour.
7) Pada suhu kamar, F2, Cl2 berupa gas, Br2 cairan, dan I2 padatan

11. Unsure-unsur golongan VIIIA (ns2 np6 , n≥ 2)

Semua gas mulia terdapat sebagai spesi monoatomik. Konfigurasi elektron


gas mulia menunjukkan bahwa subtingkat energi terluar atom-atomnya ns
dan np sudah terisi penuh i yang menandakan kestabilan yang besar.
Energi ionisasi golongan VIIIA merupakan yang tertinggi diantara semua
unsure, dan gas ini tidak mempunyai kecenderungan untuk menerima atom
tambahan. Selama bertahun-tahun unsure ini disebut gas inert. Tetapi
percobaan yang dilakukan oleh kimiawan Inggris Neil Bartlett
menggoncangkan n kimiawan yang telah lama berlaku. Ketika ia
mencampurkan xenon dengan platina heksafluorida, suatu zat
pengoksidasi yang kuat, terjadi reaksi :

Xe(g) + PtF6(g) → XePtF6(s)

Sifat Gas Mulia

20
Wujud gas mulia
Unsur gas mulia terdapat sebagai gas tak berwarna .Titik cair dan titik didih gas
mulia meningkat dengan bertambahnya nomor atom. Hal ini disebabkan semakin
bertambahnya gaya dispersi antar atom gas mulia sesuai bertambahnya massa
atom relatif (Ar).

Kelarutan
Kelarutan gas mulia dalam air bertambah besar dari Helium (He) hingga Radon
(Rn). Pada suhu 0 °C dalam 100 ml air terlarut 1 ml He, 6 ml Ar, dan 50 ml Rn.

21
BAB III
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan, di peroleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem Periodik Unsur adalah system pengelompokan unsure-unsur yang


dikelompokkan dalam satu periode berdasarkan kenaikan nomor atom dan
dalam satu golongan berdasarkan kemiripan sifat.
2. Sifat Sistem Periodik Unsur
a. Jari-jari atom adalah jarak antara inti atom dengan tingkat energi
terluar. Dalam satu periode dari kiri ke kanan jari-jari atom semakin
kecil, dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atom semakin
besar.
b. Energi Ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan oleh suatu
atom untuk melepaskan satu elektron dari atom berwujud gas pada
keadaan dasarnya.
Dalam satu periode energi ionisasi bertambah dengan bertambahnya
nomor atom.
Dalam satu golongan energi ionisasi semakan berkurang.
c. Afinitas Elektron adalah perubahan enerrgi yang terjadi ketika satu
elektron diterima oleh atom suatu unsure dalam keadaan gas.
d. Keelektronegativitas adalah ukuran empiris mengenai kecenderungan
atom dalam molekul untuk menarik elektron.
3. Terdapat 8 golongan utama dan 8 golongan transisi dalam system periodic
uunsur.
 Golongan utama : IA(alkali), IIA(alkali tanah), IIIA (Boron), IVA
(Karbon), VA (Nitrogen), VIA (Oksigen), VIIA (halogen), VIIIA (gas
mulia).

22
 Golongan Transisi : IB, IIB,IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, VIIIB dan deret
Lantanida dan Aktinida.

23
DAFTAR PUSTAKA

Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti. Bandung :


Erlangga

24