Anda di halaman 1dari 26

PT KAPUAS PRIMA COAL, Tbk.

Nomor :
Tanggal terbit :
Standar Operasional Prosedur Revisi :
Departemen Security Halaman :

Standart Operasional Prosedur


Departemen Security

Pengesahan

Disiapkan Oleh, Diperiksa Oleh Disetujui Oleh


1) 2) 3)

Nama Nama Nama


HRD Port Manager Direktur Utama
DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
2. Maksud dan Tujuan
3. Sumber daya Manusia Petugas Satpam
4. Sistem dan Prosedur Pengamanan
5. Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam
5.1 Tugas pokok
5.2 Fungsi
5.3 Peranan Satpam
6. Peralatan Sarana Penunjang
7. Kekuatan Personil dan Aturan Kerja
7.1 Uraian Tugas Pos
7.2 Tugas Tugas Patroli
8. Pengaturan Shift Tugas
9. Latihan Kesemaptaan
10. Cara Melaksanakan Tugas
10.1 Pemeriksaan Tamu Masuk dan Keluar Wilayah Kerja/Perusahaan.
10.2 Pemeriksaan Barang Masuk dan Barang Keluar Wilayah Kerja.
10.3 Inspeksi Keamanan/Patroli Areal Kerja.
10.4 Penanganan Kehilangan, Pencurian, Penggelapan, dan Ketertiban di Wilayah
Perusahaan.
10.5 Penanganan Tanggap Darurat Gangguan Demonstrasi.
10.6 Penanggulangan Bahaya Kebakaran
10.7 Parkir Kendaraan
10.8 Inspeksi Ketertiban Mess
1. PENDAHULUAN
Keamanan perusahaan merupakan kegiatan pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan dari
proses pelaksanaan pekerjaan pada suatu kawasan. Hal ini karena keamanan kawasan sangat
mempunyai fungsi dalam mengamankan material, peralatan, serta personil di dalamnya dari
ganngguan-gangguan seperti pencurian, pemerasan, penggelapan, atau lainnya.
Lingkungan perusahaan yang aman akan sangat mempengaruhi kelancaran proses
penyelesaian suatu pekerjaan. Oleh karena itu, setiap personil keamanan perusahaan atau
satpam harus memahami tugas dan tanggung jawab serta wewenang yang diembannya. Selain
itu, mereka harus dibekali prosedur-prosedur tetap (protap) atau tahapan-tahapan dalam
menjalankan tugas pengamanan selama masa pelaksanaan pekerjaan. Segala ketentuan,
prosedur, dan tahapan dalam setiap kegiatan pengamanan ini diuraikan dalam buku manual
yang disebut SOP (Standard Operasional Prosedur).
SOP ini akan menjadi pegangan atau panduan seluruh bagian atau divisi di perusahaan
terutama bagi personil pengamanan / satpam sehingga dalam setiap proses kegiatan pekerjaan
akan dapat bersinergi dengan baik, dengan kata lain tidak tumpang tindih. Dengan sinergi yang
baik ini kami berharap pelaksanaan kegiatan perusahaan pada umumnya dan pengamanan
kawasan pada khususnya dapat berjalan sesuai dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang
telah ditetapkan. Sehingga keamanan kawasan yang baik akan mendukung tercapainya target
yang sudah diputuskan bersama.

2. MAKSUD DAN TUJUAN :


2.1 Maksud dan Tujuan dari SOP Sistem Pengamanan ini adalah untuk memberikan bekal
pelaksanaan teknis, langkah dan aksi yang harus dilaksanakan oleh petugas keamanan
dilingkungan perusahaan PT Kapuas Prima Coal Tbk & Grup di Port Kalaf, dalam
mengemban tugas sebagai unsur satuan pengamanan khusus perusahaan sehingga
operasional perusahaan dan pelayanan tamu dapat berjalan dengan lancar, tertib dan
aman.
2.2 SOP ini dibuat dan dilaksanakan demi mewujudkan tujuan dan maksud peranan satpam
didalam perusahaan sebagai satuan pengamanan yang melakukan tindak pencegahan
dari aksi/kejadian yang dapat merugikan perusahaan.
2.3 Disamping itu juga sebagai acuan dan alat kendali perusahaan dalam supervisi dan
mengontrol serta mengevaluasi semua kegiatan pengamanan, apakah semua sistem telah
berjalan dan berfungsi dengan baik dan Efektif.
3. SUMBER DAYA MANUSIA PETUGAS SATPAM
Guna mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, maka diperlukan SDM petugas
SATPAM yang profesional dalam bidangnya dan dapat diandalkan untuk perusahaan.
4. SISTEM DAN PROSEDUR PENGAMANAN
4.1 Berdasarkan dari kondisi dan situasi serta luas area yang ada masing masing lingkungan
perusahaan, sistem dan prosedur pengamanan yang ditetapkan/ difokuskan untuk dapat
mengantisipasi berbagai macam gangguan yang mungkin timbul guna melindungi
personil, materiil, aset perusahaan, dokumen penting, teritorial dan kebijaksanaan
manajemen agar terhindar dari:
4.1.1 Kehilangan jiwa manusia.
4.1.2 Kehilangan dan kerusakan material/ aset perusahaan
4.1.3 Kemacetan pekerjaan, penundaan aktifitas dan kemerosotan hasil yang pernah
dicapai.
4.14 Kerugian dikarenakan rehabilitasi yang membutuhkan banyak biaya, tenaga dan
waktu.
4.1.5 Terdiskreditnya kewibawaan manajemen.
4.1.6 Tidak terlaksananya peraturan/ ketentuan dan ketertiban kerja yang berlaku di
lingkungan Perusahaan.
4.2 Sistem dan prosedur pengamanan dilaksanakan terpadu antara unsur personil, sarana
fisik, aktifitas lapangan dan administrasi yang harus ditaati oleh setiap petugas SATPAM
yang bertugas di Port Kalaf dengan pola:
4.2.1 Bersifat prefentif aktif yaitu, suatu tindakan pencegahan, dengan demikian
diperlukan dan disiapkan perencanaan yang mendalam dalam mengahadapi
bahaya/ ancaman yang mungkin akan timbul.
4.2.2 Pengamanan fisik yang berkesinambungan, maka perlu dibina kerjasama yang
baik/ erat dengan unsur-unsur terkait seperti Polsek, Koramil serta instansi terkait
lainnya.
4.2.3 Menjaga keseimbangan antara prinsip Satpam dan prinsip efisiensi, sehingga dari
segi pendanaan pengamanan tidak mengganggu efisiensi, tetapi disisi tugas
Satpam juga tidak dikesampingkan demi mencapai efisiensi.
4.2.4 Pendataan semua hasil kegiatan pengamanan, dengan pengisian formulir-formulir
tugas yang disediakan guna memonitor situasi dan kondisi yang sedang berjalan
diseluruh area Port Kalaf, dalam waktu 1 x 24 jam terus menerus.
5. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERANAN SATPAM
5.1 Tugas Pokok
Menyelenggarakan aktifitas keamanan dan ketertiban di dalam area gedung dan area
parkir kendaraan serta menjamin kelancaran aktifitas kerja para karyawan/ tamu
terhindar dari segala bentuk gangguan keamanan.
5.2 Fungsi
Satpam adalah bagian integral dari organisasi garis depan sekaligus pengamanan semua
aset (personil, materiil, dokumen penting perusahaan, teritorial dan kebijakan
manajemen) yang ditugaskan untuk melakukan pencegahan dan pengamanan dini
terhadap terjadinya berbagai gangguan. Sebagai elemen dari POLRI, maka Satpam juga
mendapat tugas menangani awal permasalahan pelanggaran hukum yang terjadi di area
perusahaan di lingkungan kerja perusahaan.
5.3 Peranan SATPAM
Satpam berperan serta secara aktif dalam menjaga citra ( image ) perusahaan dan
senantiasa harus mampu bekerja secara efisien namun tetap efektif, memiliki kebanggaan
akan tugasnya serta diharapkan tetap tegar dalam situasi kerja yang monoton dan paham
sepenuhnya tentang:
5.3.1 Peran sebagai karyawan yaitu sebagai unsur membantu HRD selaku
departement yang men-supervisi Satpam dalam menciptakan keamanan,
ketertiban dan ketenaga kerjaan, tugas sebagai penangkal segala gangguan
keamanan terhadap karyawan maupun tamu perusahaan.
5.3.2 Peran sebagai pengamanan dan penjagaan barang-barang aset perusahaan.
5.3.3 Peran sebagai penegak peraturan/ ketentuan-ketentuan perusahaan yang berlaku
di lingkungan kerja Port Kalaf.
5.3.4 Peran sebagai elemen POLRI yaitu membantu POLRI dalam menciptakan
kondisi aman dan tertib khususnya dalam penegakan Hukum dan Informasi
keamanan di lingkungan perusahaan.
6 PERALATAN DAN SARANA PENUNJANG
6.1 Guna kelancaran operasional tugas pengamanan di wilayah kerja Perusahaan, maka
Satpam akan dilengkapi peralatan tugas penunjang sebagai berikut:
6.1.1 Peralatan Administrasi / Kantor
6.1.1.1 Telefon/ HT
6.1.1.2 Filing kabinet
6.1.1.3 Daftar nama pejabat perusahaan dan nomor telepon/ nomor ext.
6.1.1.4 Buku Jurnal Harian ( buku laporan harian )
6.1.1.5 Buku Identifikasi Tamu ( Buku Tamu )
6.1.1.6 Alat-alat P3K
6.1.1.7 Mesin foto copy portable
6.1.2 Peralatan Lapangan
6.1.2.1 HT dan chargernya
6.1.2.2 Senter untuk patroli malam.
6.1.2.3 Jas hujan
6.1.2.4 Rambu lalu-lintas/ parkir kendaraan yang diletakkan pada area
strategis tertentu.
6.1.2.5 APAR ( Fire Extinguiser ) yang di pasang di area terbuka/ area
gedung sebagai alat proteksi kebakaran.
6.1.2.6 Marka parkir dan arah petunjuk jalan serta speed trap (Polisi tidur)
bila diperlukan.
6.1.2.7 Lampu-lampu penerangan di sekitar gedung dan area parkir.
6.1.2.8 Kartu parkir kendaraan mobil/ motor.
6.1.2.9 Kartu tamu/ visitor.
6.1.2.10 Pos penjagaan, POSKO pintu utama.
6.1.2.11 Pos penjagaan gudang galena/ area houling, tangki BBM dan area
pelabuhan.
6.1.2.12 Dan perlengkapan lain yang suatu saat akan diperlukan.
6.1.3 Peralatan / Perlengkapan perorangan
Untuk Pakaian Dinas Harian (PDH) dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL)
perawatannya menjadi tanggungjawab masing-masing anggota, yang senantiasa
diadakan pengawasan rutin dan berkesinambungan tentang kebersihan,
kerapian dan cara pemakaian yang benar oleh seluruh unsur pimpinan/ Building
Management yaitu:
6.1.3.1 PDH (Pakaian Dinas Harian) Baju warna putih dan celana warna
biru dipakai oleh petugas shift pagi dan siang dan dilengkapi antara
lain:
6.1.3.1.1 Topi PDH.
6.1.3.1.2 Tali cord warna hitam dan peluit.
6.1.3.1.3 Kopel warna hitam.
6.1.3.1.4 Pisau komando (dipinggang samping kiri)/ dilengkapi
surat ijin sajam dari kepolisian.
6.1.3.1.5 Borgol dan tempatnya warna hitam (dipasang di
samping kanan).
6.1.3.1.6 Sepatu ¾ , hak tinggi warna hitam.
6.1.3.1.7 Kaos kaki hitam.
6.1.3.1.8 Dasi dengan logo.
6.1.3.2 PDL (Pakaian Dinas Lapangan) baju lengan panjang warna biru dan
celana warna biru saku luar, dan dipakai shift malam, dilengkapi
dengan perlengkapan antara lain:
6.1.3.2.1 Topi PDL.
6.1.3.2.2 Tali Cord warna putih dan peluit.
6.1.3.2.3 Kopel Reem warna putih.
6.1.3.2.4 Pisau komando (dipinggang samping kanan)/
dilengkapi surat ijin sajam dari kepolisian.
6.1.3.2.5 Sepatu tinggi warna hitam.
6.1.3.2.6 Kaos kaki hitam.
6.2 Seluruh perlengkapan dan peralatan seragam tidak diperkenankan dilepas pada saat
tugas, kecuali bagi petugas yang jaga didalam ruangan dapat melepas topi selama dalam
posisi duduk diruangan tersebut, namun bagi petugas yang jaga di pos lainnya apabila
dengan posisi berdiri tidak diperkenankan melepas topi apapun alasannya.
6.3 Kartu Tanda Anggota sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan Kapolri No.
Pol.Skep./303/III/1993 tanggal 20 Maret 1993 tentang nomor Register dan KTA Satuan
Pengamanan.
6.4 Kartu ijin pemegang borgol / Senjata Tajam sesuai Ketentuan dalam Surat Keputusan
KAPOLRI No. Pol.Skep / 73 / IV / 1981 tanggal 11 April 1981, tentang Pedoman
Pembinaan Satuan Pengamanan.
6.5 Buku Saku Pedoman Pelaksanaan Tugas Keamanan.
7 KEKUATAN PERSONIL DAN ATURAN KERJA
7.1 Guna mengcover Keamanan semua Aktifitas Gedung / wilayah kerja sekitar PT. Sumber
Energi Jaya, jumlah personil SATPAM disesuaikan dengan situasi dan kondisi di PT.
Sumber Energi jaya serta disusun se-efisien mungkin / sesuai kebutuhan.
7.2 Uraian Tugas Pos-Pos:
7.2.1 Wajib memberi salam Hormat dengan posisi Sikap Sempurna secara tulus pada
pimpinan Perusahaan, Atasan, Karyawan perusahaan maupun Tamu /
Pengunjung dengan ucapan Salam “Selamat / pagi / Siang / Malam”.
7.2.2 Mengatur kelancaran arus lalu-lintas kendaraan masuk / keluar dan memandu /
mengarahkan ketempat parkir yang tersedia.
7.2.3 Memastikan tempat parkir kendaraan karyawan sudah pada tempatnya / sudah
sesuai dengan nomor urut dan area parkirnya.
7.2.4 Kendaraan roda dua yang mengeluarkan suara bising agar didorong hingga pintu
utama, pada saat jam kerja.
7.2.5 Mengambil tanda bukti service kemudian diserahkan ke bagian bengkel setelah
satu hari berikutnya ( Khusus kendaraan inventaris perusahaan ).
7.2.6 Seluruh kendaraan yang terparkir di halaman depan tidak diperbolehkan
membelakangi Gedung / Pos, kecuali Presiden direktur atau pimpinan tertinggi
di lingkungan pekerjaan tersebut.
7.2.7 Mengawasi setiap tamu masuk dan menanyakan arah tujuan /
keperluannyadengan tegas dan sopan serta memberikan Visitor dengan
menyerahkan Kartu Identitas KTP atau surat tugas dari tamu.
7.2.8 Mengarahkan Tamu / Pengunjung ke karyawan / kepada orang yang mau
ditemuinya.
7.2.9 Menerima surat yang masuk dan menyerahkan kepada karyawan yang
bersangkutan dengan mengisi buku yang tersedia.
7.2.10 Dilarang membuka pintu gerbang sebelum Tamu ditanya maksud dan tujuannya
datang ke kantor pada saat kantor telah tutup, pada hari libur kantor atau jam
aktifitas kerja.
7.2.11 Menanyakan dengan sopan mengenai surat izin dan keperluan pemakaian
kendaraan Operasional Perusahaan yang akan digunakan oleh karyawan. Selain
oleh Pengemudi ( Driver ) yang telah ditunjuk oleh General Affair, departement
atau Management.
7.2.12 Mencatat waktu masuk / keluar pemakaian kendaraan operasional tersebut.
7.2.13 Melarang karyawan berada di dalam perusahaan di luar jam kerja / jam kantor
kecuali telah mendapat ijin dari management.
7.2.14 Memastikan dan mencatat setiap karyawan yang melakukan lembur dan
melakukan pencatatan terhadap karyawan yang paling akhir meninggalkan
tempat kerja.
7.2.15 Melarang setiap pedagang dan orang-orang yang tidak berkepentingan yang
akan masuk area lingkungan kantor/ perusahaan kecuali mendapatkan ijin dari
management.
7.2.16 Melakukan pengaturan, Penertiban, dan pengawasan kendaraan.
7.2.17 Melakukan body check terhadap seluruh karyawan yang akan meninggalkan
tempat tugas termasuk barang bawaan yang akan dibawa pulang.
7.2.18 Tanggap terhadap setiap keluhan/ laporan, jawablah yang jelas dan bila ada hal-
hal yang kurang dipahami, segera laporkan kepada komandan Regu dan
dilanjutkan ke chief security untuk segera diteruskan ke General Affair
Departement atau departemen yang bersangkutan.
7.2.19 Dilarang meninggalkan pos tanggungjawabnya sebelum ada pengganti shift
berikutnya.
7.2.20 Sigap dalam memberikan pelayanan/ Service kepada karyawan/ Tamu. Seperti
membantu memayungi/ meminjamkan payung dalam keadaan hujan untuk
mengantar karyawan/ Tamu perusahaan ke arah kendaraanya di area parkir bila
perlu.
7.2.21 Melaporkan setiap perkembangan situasi dan kondisi sekitar areanya, melalui
HT ke pusat komando operasi pengamanan.
7.2.22 Pastikan Pos/ ruangan kerja Satpam tetap bersih, rapi, dan teratur.
7.3 Tugas-Tugas Patroli:
7.3.1 Memeriksa kelengkapan Tugas sebelum melaksanakan Patroli:
7.3.1.1 Form Patroli / Alat tulis.
7.3.1.2 Jas Hujan bila diperlukan.
7.3.1.3 Senter bila diperlukan.
7.3.2 Bersikap hati-hati, teliti, pengawasan yang tajam dan gaya simpatik tetapi tidak
over acting / berlebihan.
7.3.3 Hati-hati dan selalu waspada terhadap apa yang dilihat maupun apapun yang
didengar dan selalu curiga terhadap adanya keganjilan-keganjilan.
7.3.4 Melaksanakan Chek list kendaraan roda empat dan roda dua yang berada di
sekitar Area lingkungan perusahaan / kantor.
7.3.5 Laporan Pengamanan pengecekan / pemeriksaan sektor demi sektor akan
dikonfirmasikan dengan General Affair atau pejabat yang ditunjuk ( masing
masing lokasi ).
7.3.6 Catat seluruh kejadian dan barang-barang yang ditemukan apabila itu terjadi
keganjilan.
7.3.7 Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
7.3.7.1 Pengecekan / pemeriksaan terhadap peralatan Pemadam kebakaran
(APAR) tentang kondisinya, apabila ada peralatan tersebut ada.
7.3.7.2 Menghidupkan dan mematikan lampu-lampu yang ada di sekitar
area.
7.3.7.3 Cek pintu-pintu ruangan saat selesai jam kerja / kantor apakah sudah
dikunci pintu tersebut.
7.3.8 Komunikasi aktif baik dengan pusat komando Satpam, General Affair,manager
masing masing lokasi, sebagai pengendali untuk melaporkan keganjilan-
keganjilan yang terjadi / ditemukan selama melaksanakan Patroli.
7.3.9 Tidak boleh ragu-ragu, tindakan harus cepat, Tegas dan tepat namun bijaksana,
perhatikan peraturan-peraturan / Ketentuan-ketentuan yang berlaku didalam
lingkungan Perusahaan.
7.3.10 Selesai melaksanakan Patroli, segera koordinasikan dengan Petugas satpam
pendamping untuk dicatat dalam buku jurnal. Selanjutnya dikoordinasikan
dengan komandan regu.

8 PENGATURAN SHIFT TUGAS


Guna kelancaran operasional pengamanan perusahaan dan kawasan kerja PT Kapuas
Prima Coal, Tbk. Satpam melaksanakan pengaturan Shift Tugas sebagai berikut :
- Shift Pagi Pukul 08:00 s/d 16.00 WIB ( 8 Jam )
- Shift Siang Pukul 16.00 s/d 00:00 WIB (8 Jam )
- Shift Malam Pukul 00.00 s/d 08:00 WIB (8 Jam )

9 LATIHAN KESEMAPTAAN
9.1 Dihadapkan kepada tuntutan Tugas selama waktu 1 x 24 jam,maka dipandang perlu
bagi seluruh anggota satpam yang bertugas, untuk menjaga kondisi fisik ( samapta ), agar
senantiasa dalam kondisi Prima untuk melaksanakan tuga-tugas rutinnya.
9.2 Upaya tersebut disamping himbauan kepada setiap individu juga diprogram latihan
bersama yang sifatnya Inhouse Training dengan kegiatan sebagai berikut :
9.2.1 Pengarahan tugas / Evaluasi yang telah berjalan.
9.2.2 Latihan PBB / PPM ( Baris-berbaris / Penghormatan )
9.2.3 Latihan penggunaan alat-alat tugas ( borgol / kopel ).
9.2.4 Latihan bela diri yang mengarah kepada pembentukan fisik dan kepercayaan
diri.

10 CARA MELAKSANAKAN TUGAS

10.1 Pemeriksaan Tamu Masuk dan Keluar Wilayah Kerja/Perusahaan.


10.1.1 Uraian Prosedur
1. Satpam bersiap menerima tamu.
2. Kendaraan tamu dihentikan di depan pos/ portal.
3. Memberi hormat ke tamu dan mengucapkan ‘Selamat Pagi/Siang/Malam’.
4. Mengarahkan mobil/ motor ke tempat parkir sementara yang benar.
5. Bertanya ‘dari mana, akan bertemu siapa, sudah ada janji atau belum,
keperluan apa’.
6. Mempersilakan tamu turun dari kendaraan, dan meminta ijin untuk
melakukan pemeriksaan unit sebelum mengisi buku tamu di pos satpam.
7. Satpam menghubungi pihak yang akan dituju dengan memberitahukan
informasi keperluan dan identitas tamu tersebut melalui telepon/ HT.
8. Setelah mendapat persetujuan, tamu diminta meninggalkan kartu identitas
dan Satpam memberikan ID visitor.
9. Satpam mengantarkan tamu ke ruang tunggu dan menginformasikan
kepada pihak yang dituju.
10. Bila pihak yang akan dituju tidak berkenan karena sibuk atau tidak ada
ditempat, bicaralah ‘Maaf Pak, mohon datang kembali lain waktu karena
(pihak yang dituju)masih sibuk atau tidak ada ditempat’.
11. Berilah hormat, saat tamu meninggalkan lokasi setelah tamu menukar ID
visitor dengan kartu identitasnya dan unit diperiksa kembali saat akan
meninggalkan lokasi.
12. Selesai.
10.1.2 Diagram Alur ( Lampiran 10.1)
10.1.3 Daftar Buku Tamu ( Lampiran 10.2)
10.1.4 Daftar Jaga Satpam ( Lampiran 10.3)
10.1.5 Jurnal Kegiatan Satpam (Lampiran 10.4)

10.2 Pemeriksaan Barang Masuk dan Barang Keluar Wilayah Kerja.


10.2.1 Uraian Prosedur
1. Setiap barang yang akan masuk dan keluar harus melewati proses
pengecekan satpam dan wajib menyertakan surat jalan.
2. Satpam wajib memeriksa kesesuaian barang dengan surat jalan yang
disertakan.
3. Satpam memberitahukan kedatangan barang ke pihak yang berwenang
untuk melakukan penempatan barang.
4. Satpam wajib menyaksikan proses pemuatan barang dan kesesuaiannya
dengan surat jalan.
5. Pengecekan yang telah dinyatakan sesuai akan diberikan tanda
(Stempel) pemeriksaan, stempel yang telah dibuat harus di isi dan
ditandatangi dengan nama jelas.
6. Satpam harus mencatat keluar masuknya barang perusahaan dalam buku
monitoring keluar masuk kendaraan/barang dan meminta salinan
dokumen pengiriman barang untuk selanjutnya akan diserahkan
kebagian accounting.
7. Satpam memeriksa keabsahan dokumen/surat jalan, apabila ditemukan
ketidaksesuaian maka satpam berhak untuk menahan keluar/masuknya
barang dari kawasan perusahaan dan satpam berkoordinasi dengan pihak
terkait.
10.2.2 Diagram Alur (Lampiran 10.5)
10.2.3 Buku monitoring keluar masuk kendaraan/barang. ( Lampiran 10.6)
10.2.4 Surat Jalan ( Lampiran 10.7)
10.3 Inspeksi Keamanan/Patroli Areal Kerja
10.3.1 Uraian Prosedur
1. Patroli /tugas keliling harus dilaksanakan berkala secara terus-menerus
(rutin).
2. Pada malam hari patroli harus dilakukan minimal satu jam sekali.
3. Pada waktu patroli petugas harus selalu waspada,mengerti, mengetahui
dan menguasai keadaan daerah kerja /area lokasi, sehingga apabila
terjadi hal-hal yang ganjil atau tidak semestinya akan dapat diantisipasi.
4. Siapkan dan pastikan semua perlengkapan patroli antara lain :
a. Sepeda motor
b. Senter
c. Pesawat Radio Pemanggil/HT
d. Tongkat Pemukul
e. Borgol
5. Adapun tempat-tempat yang harus mendapatkan perhatian khusus saat
patroli antara lain :
a. Area gudang
b. Kantor
c. Mess
d. BBM
e. Instalasi listrik dan genset
f. Instalasi air
g. Stock pile biji besi
h. Area parkir kendaraan
6. Dalam melakukan patroli agar tidak menggunakan rute yang tetap dan
berhentilah pada tempat-tempat tertentu.
7. Pada saat salah seorang petugas jaga yang satu melakukan patroli,
petugas jaga lain harus tetap waspada ditempat jaganya masing-masing
(pos tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan kosong dengan alasan
apapun ).
8. Setiap selesai melakukan patroli petugas jaga mencatat dalam jurnal
kegiatan keamanan mengenai keadaan /situasi pada saat patrol pada
waktu itu.
9. Hal-hal lain mengenai area yang perlu dikontrol secara terus-menerus
akan diperbaharui sambil menunggu petunjuk dari pihak manajemen
perusahaan.
10.3.2 Daftar Jaga Satpam (Lampiran 10.3)
10.3.4 Jurnal Kegiatan Shift (Lampiran 10.4)

10.4 Penanganan Pencurian, Penggelapan, dan Ketertiban di Wilayah Perusahaan.


10.4.1 Uraian Prosedur
1. Tindakan Pertama Pencurian dan Penggelapan di TKP
i. Segera beri pertolongan kepada korban (Bila ada).
ii. Segera amankan TKP dengan cara memberi batas di TKP dengan
alat yang ada (Satpam Line, Tali, Kayu/Bambu, dll).
iii. Larang orang - orang yang tidak berkepentingan untuk memasuki
TKP.
iv. Anggota Satpam dilarang menyentuh atau memindahkan barang
bukti yang ada.
v. Dokumentasikan apabila memungkinkan.
vi. Cari dan catat informasi pendahuluan mengenai :
a. Ada kejadian apa?
b. Segera beri pertolongan kepada korban (Bila ada).Dimana
tempatnya?
c. Kapan terjadi?
d. Siapa yang terlibat (Pelaku, Korban, Saksi)?
e. Kerugian atau kerusakan, cedera apa?
f. Mengapa terjadi?
vii. Buat kronologis singkat.
viii. Segera laporkan ke atasan dan manajemen perusahaan.
ix. Jangan tinggalkan dan membersihkan/membereskan TKP sebelum
ada pihak berwenang yang memerintahkan (Bisa manajemen
perusahaan atau kepolisian).
2. Menangani Pencurian
i. Segera datangi TKP untuk melaksanakan prosedur TP TKP.
ii. Telusuri jejak / jalur akses keluar masuk pencuri dan cari informasi
kepada penduduk di luar area untuk informasi tambahan.
iii. Laporkan kepada atasan langsung dan manajemen
perusahaan untuk meminta petunjuk.
iv. Segera buat Berita Acara Kejadian (BAK) atau kronologis kejadian.
v. Amankan Buku Mutasi, Buku Patroli, Buku Catatan Kunci, rekaman
CCTV.
vi. Laporkan kepada pihak kepolisian apabila diperintahkan oleh
perusahaan.
3. Perkelahian
i. Perkelahian satu lawan satu :
a. Usahakan / memisahkan para pelakunya dengan
peringatan atau mengalihkan perhatian.
b. Bila perkelahian menggunakan alat-alat yang berbahaya
( Rantai, pentungan, senjata tajam ) usahakan pemisahan
itu diarahkan kepada salah satu pihak yang bersenjata.
c. Membuat berita acara kejadian.
ii. Perkelahian kelompok :
a. Usahakan memberikan peringatan yang dapat menarik
dan mengalihkan perhatian para pelaku.
b. Hubungi Polisi / Koramil terdekat dan meminta bantuan
massa ( para karyawan lain ) untuk dapat memisahkan
kelompok yang berkelahi menjadi kelompok kecil.
c. Membuat berita acara kejadian.
10.4.2 Diagram Alur Pencurian (Lampiran 10.8)
10.4.3 Diagram Alur Perkelahian (Lampiran 10.9)
10.4.4 Jurnal Kegiatan Satpam ( Lampiran 10.4)
10.4.5 Berita Acara (Lampiran 10.10)

10.5 Penanganan Tanggap Darurat Gangguan Demonstrasi.


10.5.1 Uraian Prosedur
1. Tindakan Umum
i. Kepala satpam mengkoordinir para anggotanya dan bekerjasama
dengan coordinator tanggap darurat untuk menyiapkan regu
tanggap darurat dan bersiap sedia bilamana diperlukan.
ii. Satpam bekerjasama dengan HRD akan mengisolasi tempat-
tempat berkumpulnya karyawan dan masssa melalui penutupan
pintupintu yang diperlukan.
iii. Satpam akan menghubungi kantor kepolisian terdekat untuk
meminta bantuan pengamanan bila diperlukan.
iv. Satpam mengamankan asset perusahaan ,anggota manajemen dan
karyawan perusahaan saat terjadinya huru hara.
2. Indikasi Penyimapangan Unjuk Rasa
i. Tidak mematuhi ketentuan.
ii. Tidak membawa alat/senjata penyerang namaun melakukan
tindakan memancing keributan.
iii. Tidak bersedia mengikuti arahan himbauan petugas perusahaan.
iv. Peserta unjuk rasa yang terorganisir dan bergerak menggangu
kegiatan perusahaan.
3. Penertiban
i. Bila gagal penertiban melalui negoisasi, maka komandan regu
mempersiapkan tindakan penertiban.
ii. Pasukan membentuk formasi bersaf berapat dengan posisi saling
mengunci.
iii. Komandan regu memberikan seruan peringantan kepada pihak
yang melakukan unjuk rasa.
iv. Upaya penertiban dilakukan sedapat mungkin tanpa kekerasan.
4. Konsolidasi
i. Setalah massa bubar, adakan apel/rapat konsolidasi untuk
mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lagi atau kegiatan
lainnya.
ii. Patroli untuk mencegah massa berhimpun kembali.

10.6 Penanggulangan Bahaya Kebakaran


10.6.1 Uraian Prosedur
1. Satpam yang mengetahui/menerima laporan kebakaran harus segera
mungkin melakukan penanganan.
2. Bila sumber kebakaran dan penyebab kebakaran diketahui maka satpam
mematikan sakelar pemutus arus listrik atau putuskan arus listrik
melalui panel MCB/Sekering.
3. Bila memungkinkan padamkan kebakaran tersebut dengan alat
pemadam api dengan bahan pemadam yang sesuai (Tabung Pemadam,
fire blanket, Karung Goni dsb.)
4. Namun bila ternyata kebakaran cukup besar segera hubungi dinas
pemadam kebakaran dan PLN.
5. Lakukan penyelamatan dokumen-dokumen serta peralatan kantor.
10.6.2 Diagram Alur Penanggulangan Kebakaran (Lampiran 10.11)
10.7 Parkir Kendaraan
10.7.1 Parkir Sepeda Motor
1. Satpam mengarahkan sepeda motor ketempat parkir yang telah
ditentukan agar tertata rapid dan teratur.
2. Satpam mengarahkan sepeda motor dengan posisi yang mudah untuk
keluar.
3. Untuk menghindari klaim sepihak, setelah kendaraan terparkir maka
dilakukan pemeriksaan secara visual dan singkat mengenai kondisi
kendaraan tersebut.
4. Melakukan pemeriksaan STNK pada kendaraan keluar apabila
diperlukan.
5. Mencatat jam dan keluar kendaraan.
10.7.2 Parkir Mobil (LV)
1. Satpam mengarahkan mobil ketempat parkir yang telah ditentukan agar
tertata rapid dan teratur.
2. Untuk menghindari klaim sepihak, setelah kendaraan terparkir maka
dilakukan pemeriksaan secara visual dan singkat mengenai kondisi
kendaraan tersebut :
a. Kondisi fisik kendaraan
b. Kunci pintu
c. Jendela mobil
d. Barang-barang didalam kendaraan
3. Mengingatkan pengemudi apabila ditemukan pintu tidak terkunci,
jendela terbuka atau ada barang berharga yang ditinggalkan dalam
kendaraan.
4. Meminta pengemudi untuk mempergunakan/tidak, rem tangan atau
posisi gear sesuai dengan keadaaan.
5. Melakukan pemeriksaan STNK pada kendaraan keluar apabila
diperlukan.
6. Mencatat jam dan keluar kendaraan.
10.7.3 Parkir Dump Truk dan Tanki BBM
1. Satpam mengarahkan mobil ketempat parkir yang telah ditentukan agar
tertata rapid dan teratur.
2. Satpam mengarahkan dump truk dan mobil BBM dengan posisi yang
mudah untuk keluar.
3. Untuk menghindari klaim sepihak, setelah kendaraan terparkir maka
dilakukan pemeriksaan secara visual dan singkat mengenai kondisi
kendaraan tersebut :
a. Kondisi fisik kendaraan
b. Kunci pintu
c. Jendela mobil
d. Barang-barang didalam kendaraan
4. Mengingatkan pengemudi apabila ditemukan pintu tidak terkunci,
jendela terbuka atau ada barang berharga yang ditinggalkan dalam
kendaraan.
5. Meminta pengemudi untuk mempergunakan/tidak, rem tangan atau
posisi gear sesuai dengan keadaaan.
6. Menitipkan kunci kendaraan ke pos satpam saat unit tidak digunakan.
7. Mencatat jam dan keluar kendaraan.
10.8 Inspeksi Ketertiban Mess
10.8.1 Uraian Prosedur
1. PERSIAPAN
a. Menetapkan sasaran dan objek yang akan diberikan pembinaan.
b. Menetapkan tempat, bentuk dan metode pembinaan.
c. Mengadakan Koordinasi dengan manajemen (sesuai kebutuhan).
d. Menyiapkan administrasi pembinaan
e. Mengeluarkan:
i. Form surat pernyataan
ii. Form surat teguran
iii. Form surat peringatan
iv. Memberikan arahan kepada anggota tim.
v. Memeriksa kelengkapan administrasi, peralatan dan
perlengkapan yang akan dibawa.
2. PELAKSANAAN
a. Memperkenalkan diri dan menunjukkan identitas.
b. Menanyakan identitas yang bersangkutan dan data-data yang
diperlukan
c. Menjelaskan jenis pelanggaran yang dilakukan yang
bersangkutan
d. Menjelaskan kewajiban yang harus dilakukan atas pelanggaran
yang dilakukan
e. Mengisi form surat pernyataan/teguran sesuai identitas yang
bersangkutan
f. Menyerahkan surat pernyataan/teguran kepada yang
bersangkutan
g. Menerima surat pernyataan/teguran
h. Menandatangani pernyataan/teguran
3. LAPORAN HASIL KEGIATAN
a. Menyampaikan laporan tertulis dibuat dengan format yang ada.
b. Arsip
Lampiran 10.1

Diagram Alur Pemeriksaan Tamu Masuk dan Keluar Area


Tamu Dept Satpam Penanggung Jawab
Mulai

Setiap Tamu Yang Sapa, Periksa dan Melakukan


Hendak Berkunjung Catat. konfirmasi tamu dan
tujuan kedatangan.
Kemudian
konfirmasi kepada
pihak yang dituju

Menginformasikan Tidak
alasan Diizinkan

Meminta Kartu Diizinkan


Identitas, Memberi
Kartu Visitor, dan
Mengantarkan Tamu
Ke Pihak yang dituju.

Menerima Tamu.
*Untuk Kunjungan

Tamu Meninggalkan
Lokasi Sapa Periksa
Kunjungan
Penukaran ID
Selesai
Lampiran 10.2

Daftar Buku Tamu


Tanggal Nama Alamat/Instansi Perusahaan Keperluan/Maksud Penanggung Nomor ID JAM
yang dituju Jawab Visitor Masuk Keluar
01/01/2019 NN Bumiharjo, SP KP Coal, KP Interview, Orang (Internal) Tuliskan 08.00 -
5 Citra, KLM, Penagihan, Berobat yang membawa kartu visitor
ACL dll masuk. tamu
*Sesuai
perusahaan mana
yang dituju
Lampiran 10.3

Daftar Jaga Satpam


Hari Tanggal Shift Nama Keterangan
Senin,selasa 11/12/19 Pagi/Siang/Malam NN Izin, Tukar Shift
dll
Lampiran 10.4

Jurnal Kegiatan Satpam


Shift Siklus Jam Aktivitas PIC & Paraf
Siang/Malam 08.00-09.00 Sebutkan jenis dan deskripsi NN & Paraf
kegiatan yang dilakukan
09.00-10.00
10.00-11.00
12.00-13.00
13.00-14.00
(Dibuat perjam)

Catatan : (Informasi Penting yang ditujukan ketika pergantian Shift)


Kalap, Senin 01 Maret 2019
Yang menerima yang menyerahkan

Nama Jelas Nama Jelas

Mengetahui

Chief Security
Lampiran 10.5

Pemeriksaan Barang Keluar dan Masuk


Barang Dept Security Penanggung
Keluar/Masuk Jawab/Pengirim

Mulai

Melakukan Jika ditemukan


Barang Yang Akan Pemeriksaan dan ketidaksesuaian maka
Keluar dan Masuk Kesesuaian dengan Penanggungjawab/pe
surat Jalan ngirim barang harus
melakukan
pengecekan ulang.

Jika Sesuai maka Jika barang yang


akan diberikan diperiksa kembali
stempel sudah sesuai maka
pemeriksaan satpam akan diberikan
stempel
pemeriksaan satpam

Satpam melakukan
pencatatan dan
mengarsipkan surat
jalan.

Selesai
Lampiran 10.6

Daftar Kendaraan Muatan Barang Masuk dan Keluar Port Kalaf


Tanggal Jam Nama/Sopir NoPol Perusahaan Masuk/Keluar Penanggung Jawab Keterangan
Kendaraan
01/01/2019 08.00 NN B 1234 ABC KP Coal, KP Masuk Orang Yang Nomor Surat
Citra, KLM, Port/Keluar Port bertanggung jawab Jalan
ACL terhadap pengiriman
dan penerimaan
barang.
Lampiran 10.7
Lampiran 10. 8

DIAGRAM ALUR PENANGANAN PENCURIAN


Korban/Saksi Dept Security Manajemen

Mulai

Melaporkan Mengamankan
Kejadian korban/saksi serta
meminta keterangan
awal.

Bersama korban
menuju TKP dan
melakukan
pengamanan
terhadap TKP.

Mengumpulkan Ikut dalam Proses


bukti dan informasi Olah TKP
di TKP serta
menginformasikan
ke manajemen

Membuat dan
melaporkan BAP
Lampiran 10.9

DIAGRAM ALUR PENANGANAN PERKELAHIAN


Pihak Terlibat Dept Satpam Manajemen

Mulai

Terjadi perkelahian Melakukan


Individu/Kelompok Pemisahan dan
mengalihkan
perhatian

Pihak terkait
diamankan dan
dimintai keterangan.

Membuat dan Menerima laporan


melaporkan berita dan melakukan
acara kejadian proses
selanjutnya.
Lampiran 10.11

Diagram Alur Penanganan Kebakaran

Kebakaran

Membutuhkan TIDAK
Layanan Matikan sakelar
Penanggulangan sumber listrik.
situasi gawat darurat

YA

Melaporkan kepada
Chief Security dan Gunakan APAR
menghubungi untuk mencegah
DAMKAR kebakaran yang lebih
besar.

Memberikan akses
jalan sebelum Menyelamatkan
DAMKAR tiba di dokumen berharga
lokasi. perusahaan.

Memberikan
Barricade untuk Membuat Berita
membatasi area/TKP Acara
Lampiran 10.10

BERITA ACARA
Perihal : ___________________________________________________

___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________

Kalap, 02 Maret 2019


Diketahui Oleh Dibuat Oleh

Chief Security Pelapor