Anda di halaman 1dari 4

WALIKOTA MADIUN

KEPUTUSAN WALIKOTA MADIUN


NOMOR : 521-401 .LLtl n3 l2OOg
TENTANG
PEMBENTUKAN KOMISI PENGAWASAN PUPUK DAN PESTISIDA
KOTA MADIUN

WALIKOTA MADIUN,

Menimbang : bahwa guna menjamin pengadaan darr mencegah terjadinya


penyimpangan dalam penjualan pupuk dan pestisida di wilayah
Kota Madiun maka dipandang perlu menetapkan Keputusan
Walikota Madiun tentang Pembentukan Komisi pengawasan
Pupuk dan Pestisida Kota Madiun ; ,

Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 72 Tahun 1992 tentang Sistem


Budidaya Tanaman ;

2, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan ;

3. Undang-Undang Nomor 7 -lahun 1996 tentang Pangan ;

4. Undang-Undang Nomor B Tahun 1999 tentang Perlindungan


Konsumen ;

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang


Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor Iz
Tahun 2008 ;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun Ig73 tentang


Pengawasan atas Peredaran Penyimpanan dan penggunaan
Pestisida ;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang


Perlindungan Tanaman ;
B. Peraturan Pemerintah Nomor B Tahun 2001 tentang pupuk
Budidaya Tanaman ;

9. Peratui"an Presiden Nomor 77 Tahun 2005 tentang


Pene;,:lail Pupuk Bersubsidi Sebagai Barang Dalam
Peng asan;
f
/
-2-

10. Peraturan Menteri pertanian Nomor 237lKptslor.2L0l4lz0o3

. tentang Pedoman pengawasan, pengadaan, peredaran dan


Penggunaan Pupuk An-Organik ;

11. Keputusan Menteri pertanian Nomor a65lKpts/or.16017poa6

tentang Pembentukan Tim pengawas Tingkat pusat ;

12. Peraturan Menteri perdagangan Nomor 21lM-DAG/pER/6/200s

tentang Pengadaan dan penyaluran pupuk Bersubsidi untuk


Sektor Pertanian ;

Memperhatikan surat Gubernur Jawa Timur tanggar 29 Januari 2004 Nomor


5201508102112004 perihal Pengawasan Ketersediaan, Distribusi

dan Harga Pupuk;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan
PERTAMA Membentuk Komisi Pengawasan pupuk dan pestisida Kota Madiun
dengan Susunan Keanggotaan sebagaimana tercantum dalam
Lampiran Keputusan ini.

KEDUA Komisi sebagaimana dimaksud pada Diktum "PERTAMA"


mempunyai tugas :

a. mengadakan pemantauan dan pengawasan terhadap


pendistribusian pupuk dan pestisida oleh distributor
khususnya yang disubsidi oleh pemerintah untuk
petani (lini iV) ;

b. mengkoordinasikan antara produsen pupuk dengan


distributor serta penyaluran pupuk bersubsidi apabila
terjadi kelangkaan khususnya ketersediaan pupuk
bersubsidi maupun harga yang terjadi diluar harga eceran
tertinggi (HET) ;

c. melakukan langkah pemecahan masalah apabila terjadi


penyimpangan, kelangkaan pupuk bersubsidi dan
pestisida ;i!
I
3-

d. melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila


ditemukan adanya peredaran pupuk dan pestisida yang
menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-
undangan ;
a memberi saran/ pertimbangan dan melaporkan serta
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada
Walikota Madiun.

KETIGA Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat pelaksanaan


Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah Kota Madiun.

KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Dltetapkan di MADIUN
pada tanggal 13 Agustus 2009

WALIKOTA MADIUN,

--------
TRIANTO, SH, MM.
TEMBUSAN :

Yth. Sdr. Segenap Komisi Pengawasan di


I-AMPIRAN : KEPUTUSAN WALIKOTA MADIUN
NOI{OR : 521-401.fiU 233 p0A9
TANGGAL : tg Reustus 2009

SUSUNAN KEANGGOTAAN KOMISI PENGAWASAN


PUPUK DAN PESTISIDA KOTA MADIUN

KEDT'D!"'KAN DALAM KOMISI JABATAN DALAM DINAS/INSTANSI

Pelindung Walikota Madiun

Ketua Asisten Pemerintahan dan Pembangunan

Wakil Ketua Kepala Dinas Pertanian

Sekretaris I Kepala Bagian Administrasi Perekonomian


dan Sosial

Sekretaris II Kepala Bidang Tanaman Pangan,


Perkebunan dan Kehutanan pada Dinas
Pertanian

Anggota Kepala Dinas Perindustrian,


Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata
Kepala Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi
dan Informatika
Camat Kartoharjo
Camat Taman
Camat Manguharjo
Kontak Person Pupuk dari Dinas Pertanian
Petugas Pengamat Hama dan Penyakit
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kota
Madiun

LIKOTA MADIUN,

NG IRIANTO, SH, MM.