Anda di halaman 1dari 14

SANITASI AIR BERSIH PADA RUMAH TINGGAL

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Utilitas Bangunan
yang diampu oleh :

Drs. Nandan Supriatna, M. Pd

Oleh

Kelompok 8

Ramadhani Barkah 1600123

M. Zandy Prianggono 160

Jasmine Hasna Paradilla 1603369

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2019
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami panjatkan puja serta puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya Makalah
Sistem Utilitas Bangunan ini selesai dengan waktu yang telah ditentukan.

Dalam penyusunannya,penulis juga ingin mengucapkan terimakasih


kepada semua pihak atas bantuannya serta kerjasamanya yang telah terlibat dalam
pengerjaan makalah ini.

Penulis berharap makalah ini dapat dijadikan referensi untuk mempelajari


Sistem Utilitas Bangunan. Selain itu, penulis menyadari bahwa dalam makalah ini
masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis sangat terbuka untuk menerima
saran serta kritik untuk kesempurnaan laporan diwaktu yang akan datang.

Bandung, Februari 2019

Penulis.

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. i

DAFATAR ISI .............................................................................................. ii

DAFTAR GAMBAR .................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 1

BAB II KAJIAN TEORI .............................................................................

2.1 Pengertian Instalasi Air Bersih.................................................................

2.2 Sumber Air ...............................................................................................

2.3 Model Instalasi Air ...................................................................................

2.4 Kedudukan, Jenis, dan Pipa Instalasi Air Bersih .....................................

2.5 Perawatan Pipa Air Bersih .......................................................................

BAB III PENERAPAN DALAM STUDI KASUS ....................................

3.1 Permasalahan............................................................................................

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .....................................................

4.1 Hasil dan Pembahasan..............................................................................

BAB V PENUTUP ........................................................................................

5.1 Kesimpulan ..............................................................................................

5.2 Saran .........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

3
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Rencana Instalasi Air Bersih ........................................................

Gambar 2. Pemotongan Pipa PVC .................................................................

4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung
pada air, karena air dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan peralatan,
mandi, dan lain sebagainya. Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga,
irigasi, alat transportasi, dan lain sebagainya yang sejenis dengan ini. Semakin
maju tingkat kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat.
Dalam perencanaan sistem air bersih harus diperhatikan Kebutuhan airrata
rata untuk satu orangnya berkisar antara 80 – 200 liter per orang per hari, suatu
sumber harus dapat menjamin debit dan kontinyuitasnya. distribusi air bersih
harus menjamin bahwa debit dan tekanan air (minimal 1.5 kPa) pada peralatan
saniter atau ujung pipa memenuhi persyaratan.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam suatu rumah tangga, maka
harus diperhatikan dari mana sumber air tersebut berasal, debit air yang mensuplai
dan kualitas air bersihnya. Pada umumnya sebagai sumber air bersih adalah air
sumur, air PDAM dan air sumber yang didistribusi dengan pipa.
1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

5
BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Instalasi Air Bersih


Instalasi saluran air bersih merupakan perencanaan pembangunan alur air
bersih dari sumber air melalui komponen penyalur dan penyambungnya ke bak–
bak penampungan air maupun kran-kran yang berfungsi untuk memenuhi
kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Instalasi air bersih harus direncanakan
dengan benar agar distribusi air dalam rumah berjalan lancar dan efisien.

2.2 Sumber Air


Rangkaian instalasi air bersih di dalam rumah, atau biasa disebut instalasi
pipa sekunder, umumnya menggunakan pipa ukuran 0,5 inci. Namun ukuran
instalasi pipa primer (dari sumber air ke instalasi dalam rumah) berbeda
bergantung pada sumber airnya. Beberapa jenis sumber air yang digunakan untuk
sumber air diantaranya sebagai berikut.
1. Air PDAM langsung dihubungkan ke instalasi pipa di rumah, maka pipa
primernya menggunakan pipa berukuran sama dengan instalasi pipa
sekunder, yaitu ukuran 0,5 inci.
2. Air PDAM didistribusikan ke instalasi pipa di rumah melalui bak
penampung (tower air), maka pipa dari meteran PAM ke tower air
menggunakan pipa ukuran 0,5 inci. Sedangkan dari tower air ke instalasi
di rumah menggunakan pipa ukuran 1 inci.
3. Air tanah, dengan bantuan jet pump, dialirkan langsung ke instalasi
pemipaan di rumah.Instalasi pipa dari pompa ke instalasi di rumah
menggunakan pipa yang berukuran sama dengan besar penampang pipa
keluaran (outtake) di pompa.
4. Air tanah didistribusikan ke sistem pemipaan di rumah melalui tower air,
maka pipa dari pompa ke tower air menggunakan ukuran yang sama
dengan pipa keluar (outtake) dari pompa. Sedangkan dari tower air ke
instalasi pipa di rumah menggunakan pipa inci 1 inci.

6
2.3 Model Instalasi Air
1. Sistem Terbuka
Secara umum,ada dua model instalasi pipa air bersih didalam rumah,yaitu
sistem tertutup dan sistem terbuka. Pemipaan tertutup maksudnya ujung
pipa yang terakhir (hilir) menyambung kembali ke ujung awal pipa (hulu).
Sistem seperti ini bisa juga disebut jaringan pemipaan memutar (loop).
Sedangkan sistern terbuka adalah kedua ujung pipa (hilir dan hulu) tidak
menyambung.Teak Oil
2. Sistem Tertutup
Sistem tertutup memungkinkan tekanan di semua outtake (pipa keluaran air) rata.
Sebab bila jaringan pemipaannya terbuka, biasanya outtake di bagian ujung pipa
akan bertekanan rendah.
Meski demikian, pemipaan sistem tertutup membutuhkan jumlah pipa lebih besar
dibanding pemipaan sistem terbuka. Konsekuensinya, pemipaan sistem tertutup
membutuhkan biaya lebih besar dibanding sistem terbuka.

2.4 Kedudukan, jenis, dan ukuran pipa Instalasi Air

Sebagai sebuah sistem bangunan, instalasi pemipaan air bersih juga


membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Besar kecilnya biaya dipengaruhi oleh
model instalasi (tertutup atau terbuka), kedudukan/letak instalasi pipa (ditanam
dalam tanah atau di atas tanah).
1. Instalasi Pipa
Instalasi pipa sekunder pada bangunan gedung untuk penyediaan air bersih
bisa diletakkan di dalam tanah atau di atas tanah. Masing masing model
instalasi mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Instalasi di atas tanah biasanya ada pada plafon bangunan ataupun
tertanam dalam lantai atau dinding bangunan. Pemasangan instalasi
plumbing diatas plafon dikarenakan mudah pemasangannya dan juga
perawatannya. Deteksi kebocoran pipa pun lebih cepat diketahui sehingga
perbaikannya tidak sesulit instalasi pipa di dalam tanah. Pada bangunan
dua lantai, instalasi air bersih kebanyakan diletakkan di atas plafon.
Pada prinsipnya instalasi pipa air bersih merupakan sarana untuk
mengalirkan air dalam sistem plumbing. Kemampuan pipa untuk

7
mengalirkan air sangat tergantung dengan tekanan air yang melaluinya.
semakain besar tekanannya aliran air dalam pipa juga semakin keras.
Tekanan air yang disyaratkan dalam instalasi plumbing dalam bangunan
gedung 2 bar pada setiap titik kran air. Untuk menjaga tekanan air dalam
instalasi plumbing stabil, dapat menggunakan tower ataupun pompa boster
(pendorong).
2. Jenis dan Ukuran Pipa
Pipa yang dipakai pada instalasi plumbing ada dua macam, yakni yang
terbuat dari logam dan PVC. Bahan PVC merupakan terobosan inovatif
yang hebat dan sangat menghematkan konsumen. Selain itu, PVC
merupakan material yang tak karat dan lebih mudah perawatan maupun
perbaikannya jika terjadi kerusakan.
Satu satunya kelemahan pipa PVC adalah rawan bocor apabila sistem
pengelemannya kurang rapi. Meski demikian, PVC merupakan bahan yang
paling banyak dipakai masvarakat saat ini.

Gambar 1. Rencana Instalasi Air Bersih

Merujuk dari gambar rencana instalasi air bersih (Gambar ), dapat dikerjakan
instalasi perpipaan dengan tahapan berikut.

1) Menghitung kebutuhan pipa instalasi (PVC atau PPR) dan jenis sambungan
yang dibutuhkan. Misalnya bahan yang digunakan adalah PVC maka dapat
dihitung kebutuhan bahan sebagai berikut:
a. Pipa PVC 2m sebanyak 5 potong.

8
b. Pipa PVC 5m sebanyak 1 potong.
c. Pipa PVC 4m sebanyak 1 potong.
d. Pipa PVC 3m sebanyak 1 potong.
e. Pipa PVC 1,5m sebanyak 2 potong.
f. Kran sebanyak 5 buah.
g. Sambungan knee sebanyak 6 buah.
h. Sambungan tee sebanyak 4 buah.
i. Sambungan sok drat dalam sebanyak 5 buah sesuai jumlah kran.
2) Potong pipa PVC ke dalam aneka ukuran yang dibutuhkan.

Gambar 2. Pemotongan Pipa PVC


3) Rakitlah tahap demi tahap semua pipa yang telah dipotong sesuai ukuran,
sesuai rancangan pada gambar kemudian letakkan pada daerah yang sudah
ditentukan.
4) Dalam memasang saluran pipa air bersih yang pertama adalah pipa penyalur
air dari tandon (PDAM / Air Sumur) ke spot air bersih pada ruang sisi luar
bangunan.
5) Setelah Pipa dari tendon terpasang dilanjutkan pemasangan pipa penyalur /
pendistribusi agar dapat menyalurkan air bersih ke setiap titik diruangan yang
perlu di salurkan air bersih
6) Jika perakitan di pasang dibawah tanah maka harus dilakukan penggalian
menggunakan cangkul atau sekop untuk instalasi pipa terlebih dahulu, dan
jika instalasi diletakkan didalam dinding maka dilakukan pembongkaran
dinding terlebih dahulu.

9
7) Untuk menyambung pipa dengan sambungan pipa, caranya oleskan lem pipa
pada ujung pipa yang akan dimasukkan pada sambungan, lalu masukkan
dalam sambungan pipa. Demikian seterusnya untuk semua sambungan.
8) Untuk sambungan kran air, gunakan sambungan sok drat dalam. Karena kran
yang kita pakai drat-nya ada di luar. dengan melilit dengan TBA pada
dratnya, kemudian baru dipasangi kran. Agar jika membutuhkan penggantian
kran di masa yang akan datang, kita tinggal menggantinya saja tanpa harus
memotong pipa.
9) Setelah pengisntalan selesai coba salurkan air untuk mengecek jikalau terjadi
kebocoran air pada pipa yang sudah di instal.
10) Setelah pipa selesai dipasang jika dilakukan penginstalan didalam tanah maka
dilakukakan penutupan kembali dengan tanah ataupun dicor dan diberi
penutup lantai, jika didalam tembok maka di tutup kembali dengan dicor
menggunakan beton.

2.5 Perawatan Pipa Air Bersih

Instalasi plumbing yang telah dilakukan pengujian kebocoran dan yang


telah difungsikan perlu perawatan agar tidak terjadi kebocoran dan berdampak
pada komponen bangunan lainnya. Beberapa penyebab adanya kebocoran instalasi
air bersih disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Ukuran sambungan dengan ukuran pipa seringkali tidak persis sama dengan
yang tertera pada pipa. Ada sambungan yang ketika di pasang pada pipa
agak sedikit longgar, sehingga ketika dipasang mengakibatkan kebocoran.
2. Penggunaan lem PVC, yang kurang sempurna.
3. Hasil senai yang kurang sempurna, sehingga sambungan masih ada celah
alir air.
4. Sambungan-sambungan antar komponen instalasi air yang kurang sempurna
sering menimbulkan kebocoran.

10
BAB III

PENERAPAN DALAM STUDI KASUS

3.1 Permasalahan

Kualitas air yang memenuhi syarat, debit air bersih yang mencukupi dan
tekanan air pada ujung pipa yang tepat adalah merupakan suatu persyaratan
kenyamanan yang diidamkan oleh setiap penghuni rumah. Permasalahan yang
sering muncul di lapangan adalah debit air yang tidak memadai dan tekanan air
yang kurang. Apalagi dengan kondisi musim hujan seperti sekarang ini, untuk
mendapat air bersih menjadi semakin sulit. Selanjutnya, bagaimana cara kita bisa
mendapatkan air bersih dengan debit dan tekanan yang cukup pada ujung pipa.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil dan Pembahasan

Tekanan dan debit air dari PDAM biasanya tidak kontinyu, sehingga hal
ini akan berpengaruh terhadap kenyamanan penghuni dala rumah. Dengan
membuat tangki penampung (Groundtank atau tangk atas) maka diharapkan
volume air pada hari tersebut dapat terpenuh olehnya. Ketinggian tangki atas akan
sangat mempengaruhi tekana dan debit air yang keluar dari ujung pipa. Oleh
karena itu ketinggian tangki air sedapat mungkin minimal 7 meter dari atas tanah.
Jika posisi tangki atas relatif rendah atau menggunakan tangki bawah tanah
(Groundtank) disarankan menggunan unit pompa dorong.

Jaringan pipa instalasi hendaknya dilaksanakan sesederhana mungkin


dengan sedikit belokkan agar tidak banyak terjadi kehilangan tekanan pada sistem
distribusi. Sedangkan pipa distribusi utama dalam rumah sebaiknya digunakan
diameter 1”, untuk mengurangi kehilangan tekanan dalam pipa.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Prihadisetyo, Mengatur Kerja Pompa air Secara Otomatis http:// prihadisetyo


.wordpress.com/2009/05/06/mengaturkerja-pompa-air-secara-otomatis/,
2006