Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Barangkali tidak mudah menjumpai logam mangan, karena logam ini biasanya
memang tidak digunakan dalam keadaan murni melainkan sebagai campurannya.
Mangan bersifat metalik dengan titik leleh kira-kira 1244 0C dan titik didih 19620C.
Dalam keadaan bebas murni, logam mangan berwarna putih seperti perak, sangat keras,
tetapi mudah patah. Mangan mudah teroksidasi oleh udara, bereaksi lambat dengan air,
dan membentuk berbagai macam senyawa dengan tingkat oksidasi yang paling bervariasi
yaitu dari +2 hingga +7.
Sama seperti logam vanadium dan kromium, produksi logam mangan sebagian besar
(kira-kira 95%) digunakan untuk membuat bajapaduan, misalnya feromangan yang
mengandung kira-kira 80% Mn. Baja dengan kandungan ~ 12% mangan sangat kuat,
sehingga dapat digunakan untuk rel kereta api, dan untuk mesin-mesin berat. Pada proses
pembuatan logam paduan, mangan juga mampu mengikat oksigen, nitrogen, dan sulfur
dari campuran logamnyasehingga paduan yang dihasilkan menjadi lebih kuat. Paduan
mangan ini yang terdiri dari atas Cu (84%), Mn(12%), dan Ni(4%), bersifat tahan
terhadap pengaruh listrik dan terhadap perubahan temperatur sehingga sangat cocok
digunakan untuk membuat alat-alat ukur. Sebagai senyawanya, misalnya KMnO4, karena
sifat oksidatornya dapat digunakan untuk desinfektan, pembunuh kuman (germicide)
seperti pada campuran air mandi bagi penderita penyakit kulit, dan juga sebagai
deodorant.
MnO2 yang berupa serbuk hitam sangat banyak manfaatnya, antara lain dipakai
untuk pewarnaan gelas, email/pelapis hitam, pengering dalam cat hitam, dan sebagai
oksidator dalam sel baterai kering Le Clanche. Dalam baterai ini, MnO2 dicampur dngan
NH4Cl dan ZnCl2 dalam air dan ditambah tepung kanji agar diperoleh medium pasta yang
kental sebagai perekat untuk menghindari kebocoran. Campuran ini juga berfungsi
sebagai media elektrolit kering, dibungkus dengan lembaran Zn yang berfungsi sebagai
anode, sedangkan di dalamnya (bagian tengah) ditanamkan sebatang karbon sebagai
katode.

1
Oleh karena itu pemakalah ingin membahas lebih tentang logam mangan ini, pada
makalah kali ini pemakalah akan membantu pembaca untuk mengetahui apa saja tentang
logam mangan tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kecenderungan logam golongan Mn?
2. Bagaimana sifat fisika dan kimia logam golongan Mn?
3. Bagaimana senyawa oksida logam golongan Mn?
4. Bagaimana ekstraksi dan kegunaanlogam golongan Mn?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui kecenderungan logam golongan Mn.
2. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia logam golongan Mn.
3. Untuk mengetahui senyawa oksida logam golongan Mn.
4. Untuk mengetahui ekstraksi dan kegunaan logam golongan Mn.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kecenderungan Golongan
Mangan adalah logam putih abu-abu, yang penampilannya serupa besi-tuang. Ia
melebur pada suhu kira-kira 12500C. Ia bereaksi dengan air hangat membentuk
mangan(II) hidroksida dan hidrogen.1 Mangan adalah logam yang kurang tahan korosi
dibandingkan kromium, karena oksidanya tidak melindungi. Bilangan oksidasi mangan
adalah +2 s/d +7, tetapi yang stabil dalam larutan adalah +2, berupa ion kompleks2
Mn(H2O)62+. Mangan terdapat relatif cukup melimpah dikulit Bumi (0,1% massa).
Terutama ditemukan sebagai batu kawi atau pirolusite (MnO2), dan rodocrosite
(MnCO3).3 Sumber Mineral dari unsure logam Mangan adalah Pirolusit dengan
komposisi (MnO2) dan Braunit (Mn2O3).4
Pada dasarnya, mangan lebih reaktif daripada teknesium dan renium. Dalam keadaan
massif, mangan teroksidasi oleh udara terbuka pada bagian luarnya, tetapi akan terbakar
dalam keadaan serbuk halus. Logam mangan juga bereaksi dengan air dan membebaskan
gas hidrogen, serta mudah larut dalam larutan asam membentuk ion mangan (II). Dengan
unsur-unsur non metal tidak begitu reaktif tetapi sering bereaksi hebat pada pemanasan.
Jadi, mangan terbakar dalam oksigen, nitrogen, klorin, dan fluorin, menghasilkan Mn3O4,
MnN2, MnCl2, MnF2, dan MnF3. Mangan juga dapat bersenyawa secara langsung dengan
B, C, Si, P, As, dan S. Teknesium dan renium kurang reaktif dibandingkan dengan
mangan sebagaimana umumnya logam-logam lebih berat lainnya. Dalam keadaan masif
kedua logam ini tahan terhadap oksidasi dan hanya memudar secara perlahan oleh udara
lembab. Namun dalam keadaan serbuk atau bangun bunga karang kedua logam ini lebih
reaktif. Pemanasan dalam oksigen mengakibatkan kedua logam ini terbakar membentuk
heptoksida –M2O7 yang mudah terbakar.Tingkat oksidasi mangan +2 jauh paling stabil

1
G. Svehla, Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semi Mikro, (Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka,
1985) Hlm. 285.
2
Syukri S, Kimia Dasar 3, (Bandung: ITB, 1999) Hlm. 623.
3
Priscilla Retnowati, Seribu Pena Kimia untuk SMA, (Jakarta: Erlangga, 2009) Hlm. 110.
4
Teguh Pangajuanto, dan Tri Rahmidi, Kimia 3Untuk SMA/MA kelas XII. (Jakarta :Grahadi, 2009).
Hlm. 59

3
daripada tingkat oksidasi yang lain, dan ini diasosiasikan dengan konfigurasi elektronik
simetri high-spin d5.5
Mangan merupakan unsur yang cukuup melimpah, menyusun sekitar 1% dari kerak
bumi. Bijih utamanya adalah pirolusit, MnO2. Seperti halnya V dan Cr, Mn paling
penting dalam produksi baja, biasanya sebagai alloy besi-managan, feromangan.
Feromangan dapat diperoleh dari reduksi campuran bijih pirolusit dan bijih besi hematite
dengan karbon.6

MnO2 + Fe2O3 + 5 C → Mn + 2 Fe + 5 CO

Mangan relative melimpah dialam (0,1% kulit bumi). Salah satu sumber mangan
adalah batuan yang terdapat di dasar lautan dinamakan pirolusit. Suatu batuan yang
mengandung campuran mangan dan oksida besi. Kegunaan umum mangan adalah untuk
membuat baja yang digunakan untuk matabor (pemboran batuan).7

B. Sifat Fisika dan Kimia


Konfigurasi electron Mn ialah [Ar] 3d54s2. Dengan menggunakan terlebih dulu
kedua elektron 4s dan kemudian secara berturut-turut elektron-elektron 3d yang tidak
berpasangan sampai kelimanya digunakan, mangan memperlihatkan semua bilangan
oksidasi dari +2 sampai +7. Mn2+ mempunyai warna merah muda yang hampir tidak
terlihat. MnO4- (aq) berwarna ungu tua. Pada titik akhir titrasi reaksi, larutan tetap
berwarna ungu muda dengan hanya kelebihan satu tetes MnO4- (aq). MnO4 kurang
memuaskan untuk titrasi dalam larutan basa karena produk reduksinya, MnO2(s) tidak
larut , mengaburkan titik akhir.8
Tabel sifat logam golongan Mn9
Unsure Mangan (Mn)

5
Kristiyan H. Sugiyarto, Retno D.Suyanti, Kimia Anorganik Logam, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010)
Hlm. 267.
6
Pettrucci, Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern, (Jakarta: Erlangga, 2011), Hlm 198
7
Yayan Sunarya, dkk. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas XII Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. .(Jakarta : PT. Setia Purna Inves, 2009) Hlm.
114
8
petrucci, Op. Cit., Hlm 198-199.
9
Suwardi, Soebiyanto, dan Th. EkaWidiasih, PanduanPembelajaran Kimia XII Untuk SMA & MA.
(Jakarta : CV. Karya Mandiri Nusantara, 2009) Hlm. 117
4
Nomor atom 25
Konfigurasi elektron [18Ar] 3d5 4s2
Titik leleh 1.250
Titik didih 2000
Massa jenis 7,2
Valensi (paling umum) 2,3,4,6,7
Warna M2+ dalam larutan Pink
Oksida MnO, Mn2O3, MnO2, MnO3, dan Mn2O7

Larutan ion pemanganat berwarna violet dan bersifat pengoksidasi kuat. bahwa
permanganat dalm asam berubah menjadi Mn2+ (merah muda pucat) dan dalam basa
menjadi MnO2 (endapan biru gelap):
MnO4-(aq) + 8H+ + 5e- Mn2+(aq) + 4H2O
Dan
MnO4-(aq) + 4H+ (aq) + 3e- MnO2(s) + 2H2O10

Mangan relatif melimpah, dan terdapat dalam banyak deposit, terutama oksida,
oksida hidrat, atau karbonat. Logam dapat diperoleh daripadanya, atau dari Mn3O4 yang
didapat dengan memanggangnya, melalui reduksi dengan Al. Mangan cukup
elektropositif, dan mudah melarut dalam asam bukan pengksidasi.11
Kation mangan (II) diturunkan dari mangan (II) oksida, ia membentuk garam-garam
tak berwarna, meski jika senyawa itu mengandung air Kristal, dan terdapat dalam larutan
, warnannya agak merah muda. Ini sebabkan oleh adanya ion heksakuomanganat (II),
[Mn(H2O)6]2+. Ion mangan (III) tidaklah stabil, tetapi ada beberapa kompleks yang
mengandung mangan dalam keadaan oksidasi +3, dikenal orang ia mudah direduksi
menjadi ion mangan (II), meskipun ia dapat diturunkan dari mangan (III) oksida, Mn2O3
,yang terakhir ini, bila direaksikan dengan asam mineral, menghasilkan ion mangan (II).12
Mangan terdapat dalam semua biloks mulai dari +2 sampai +7, tetapi umumnya +2
dan +7. Dalam larutan, Mn2+ membentuk Mn(H2O)62+, yang berwarna merah muda.
Mangan (VII) terdapat sebagai ion permanganate (MnO4-) yang banyak digunakan
10
S, Syukri, S. Op. Cit. Hlm. 623.
11
Cotton Albert dan Geoffrey Wilkinson, Kimia Anorganik Dasar, (Jakarta: UI-Press, 2007) Hlm. 459.
12
G. Svehla, Op. Cit. Hlm. 285-286
5
sebagai pereaksi analitik. Beberapa jenis mangan yang umum adalah : Pada biloks +2
terdapat dalam senyawa Mn(OH)2, MnS, MnSO4, dan MnCl2. Biloks +4 (MnO2) dan +7
(KMnO4). 13

C. Senyawa Oksida
Reaksi penting senyawa magan adalah reaksi oksidasi-reduksi. Diagram potensial
elektrode standar diberikan pada gambar bawah ini

Diagram ini membantu menjelaskan pengamatan berikut:


 Mn3+(aq) tidak stabil, artinya disproporsionasinya spontan.
2 Mn3+ (aq) + 2 H2O (l) Mn2+ (aq) + MnO2 (s) + 4 H+ (aq)
 Ion manganat , MnO42-. Juga tidak stabil dalam larutan asam, disproporsinya
spontan.
3MnO42- (aq) + 2 H+ (aq)  MnO2 (s) + MnO4- (aq) + 2 H2O (l)
 Jika [OH-] dijaga cukup tinggi, reaksi berikut dapat dibalik, jadi, ion manganat
dapat dipertahanakan sebagai spesies stabil dalam medium basa kuat.
3MnO42- (aq) + 2 H2O (l)  MnO2 (s) + 2 MnO4- (aq) + 4 OH- (aq)
Mangan dioksida digunakan dalam baterai sel kering. Pada kaca dan glassier kerami,
dan sebagai katalis. Mangan dioksida juga merupakan sumber utama senyawa mangan.

13
Yayan Sunarya, Op. Cit., Hlm. 114
6
Bila MnO2 dipanaskan dengan kehadiran alkali dan bahan pengoksidasi, dihasilkan
garam manganat.

3 MnO2 + 6 KOH + KClO3 → 3 K2MnO4 + KCl + 3 H2O

K2MnO4 diekstraksi dari masa leburan dengan air dan selanjutnya dapat diksidasi
menjadi KMnO4, kalium permanganat (misalnya dengan bahan pengoksidasi Cl2) .
kalium permanganat . KMnO4 adalah bahan pengoksidasi yang penting di laboratorium.
untuk analisis kimia, biasanya digunakan dalam larutan asam dimana kalium
permanganat direduksi menjadi Mn2+ (aq). Dalam analisis besi oleh MnO4-, sampel Fe2+
dibuat dengan melarutkan besi dalam asam dan mereduksi setiap Fe3+ kembali ke Fe2+ ,
sampel kemudian dititrasi dengan MnO4-.14

5 Fe2+ (aq) + MnO4- (aq) + 8 H+ (aq)  5 Fe3+ (aq) + Mn2+ (aq) + 4 H2O (l)

Enam oksida mangan yang dikenal orang MnO, Mn2O3, MnO2, MnO3, Mn2O7 dan
Mn3O4. Lima dari oksida-oksida ini mempunyai keadaan oksidasi masing-masing 2+, 3+,
4+, 6+, dan 7+ sedang yang terakhir Mn3O4 merupakan mangan (II)- mngan (III) oksida,
(MnO. Mn2O3). Reaksi-reaksi ion mangan (II), untuk mempelajari reaksi-reaksi ini,
larutan mangan (II) klorida MnCl2.4H2O 0,25 M atau mangan (II) sulfat, MnSO4.4H2O
0,25 M dapat dipakai:
a. Larutan natrium hidroksida: endapan mangan (II) hidroksida, yang mula-mula
berwarna putih
Mn2+ + 2NH3  Mn(OH)2 ↓
b. Larutan amonia: pengendapan mangan (II) Hidroksida yang semula putih:
Mn2+ + 2NH3 + 2 H2O ↔ Mn(OH) + 2NH4+
Endapan larut dalam garam-garam amonium pada mana reaksi berlangsung ke
arah kiri
c. Larutan amonium sulfida: endapan merah muda mangan (II) sulfida
Mn2+ + S2-  MnS
Endapan juga mengandung air yang terikat lemah

14
Petrucci, Op. Cit, Hlm. 198-199.
7
d. Larutan natrium fosfat: endapan merah muda mangan amonium fosfat,
Mn(NH4)PO4.7H2O jika ada amonia15
Mn2+ + NH3 + HPO42-  Mn(NH4)PO4

Senyawa-senyawa mangan (IV), dengan kekecualian mangan (IV) oksida (atau


mangan dioksida), MnO2 adalah tidak stabil, karena baik ion mangan (IV), Mn4+, maupun
ion manganat (IV) (atau manganit), MnO32-, mudah direduksi menjadi mangan (II). Bila
dilarutkan dalam asam klorida pekat atau sulfat, mangan (IV) oksida menghasilkan
masing-masing ion mangan (II) dan gas klor atau ion mangan (II) dan gas Oksigen;

MnO2  + 4HCl  Mn2+ + Cl2 + 2Cl- + 2 H2O

2MnO2  + 2 H2SO4  2 Mn2+ + O2  + 2 SO42- + 2 H2O

Senyawa-senyawa managan (VI) mengandung anion manganat (VI) MnO42-. Ini stabil
dalam larutan basa dan mempunyai warna hijau. Pada penetralannya terjadi reaksi
disproporsionasi, terbentuk endapan mangan dioksida dan ion manganat (VII)
(permanganat).

3MnO42- + 2 H2O  MnO2 + 2MnO4- + 4 OH-

Jika mangan (VI) oksida diolah dengan asam. Terbentuk ion-ion mangan (II). Dengan
asam sulfat pekat, panas, terjadi reaksi:

2MnO3 + 2 H2SO4  2 Mn2+ + O2  + 2SO42- + 2H2O

Senyawa-senyawa mangan (VII) mengandung ion manganat (VII) atau permanganat,


MnO4-. Permanganat-permanganat alkali adalah senyawa-senyawa yang stabil, yang
menhasilkan larutan berwarna lembayung. Semua merupakan pengoksidasi yang kuat.16

Senyawa mangan yang penting adalah MnO2. Bila MnO2 ditambah KOH dan
dioksidasi dengan O2 atau KNO3 akan dihasilkan ion manganat ( MnO4)2-. Ion ini stabil
dalam basa, tetapi terjadi reaksi disproporsionasi dalam asam menghasilkan ion
permanganat ( MnO4)- dan MnO2:

15
Lisa Utami, Kimia Analitik I, (Pekanbaru: Benteng Media, 2013), Hlm 28-29
16
G. Svehla, Op. Cit. Hlm.285-286
8
3MnO42- + 4H+(aq) 2MnO42+(aq) + MnO2(s) + 2H2O

Unsur ini dapat dibuat dari oksida MnO2 yang terurai menjadi campuran MnO.Mn2O3.

3MnO2 MnO.Mn2O3 + O2

Kemudian direduksi dengan aluminium17

MnO.Mn2O3 + 8Al 4Al2O3 + 9Mn

Mangan, teknesium, dan renium ketiganya membentuk heptoksida, M2O7. Tetapi,


pembentukan Mn2O7 memerlukan oksidasi lebih dahulu hingga +7. Mangan heptoksida
berupa minyak berwarna hijau dengan titik leleh 5,9°C, yang memiliki sifat yang mudah
meledak dan juga dapat diperoleh melalui reaksi garam manganat(VII) dengan H2SO4
pekat. Mn2O7 secara perlahan dapat melepaskan oksigen dan membentuk MnO2 yang
bersifat eksplosif, serta dapat mengoksidasi hampir semua material organik. Molekul
Mn2O7 tersusun oleh dua bangun tetrahedron MnO4 yang bersekutu pada salah satu
sudutnya dan membentuk jembatan bengkok Mn-O-Mn. Dari ketiga logam tersebut,
hanya mangan yang mempunyai tingkat oksidasi dibawah +4 dalam senyawa oksidanya.
Mn3O4 adalah mineral berwarna hitam, yang dapat di buat dari semua oksida mangan
dengan pemanasan hingga suhu ~ 1000°C di udara. Oksida ini mempunyai struktur
spinel, dan supaya lebih informatif dapat diformulasikan sebagai (Mn2+) (2Mn3+) (O2-)4
atau (Mn2+)t (2Mn3+)o (O2-)4; dalam spinel ini ion-ion Mn2+ menempati rongga tetrahedral
dan Mn3+ menempati rongga oktahedral dari suatu kemas rapat kubus pusat muka.
Tabel Karakteristik oksida, hidroksid mangan dan beberapa turunannya.
Tingkat Oksida Hidroksida Sifat Ion Nama Warna
oksidasi Ion
+2 MnO Mn(OH)2 Basa Mn2+ Mangan(II) pink
moderat
+3 Mn2O3 Mn(OH)3 Basa Mn3+ Mangan(III) violet
lemah
+4 MnO2 Mn(OH)2 Amfoterik/ MnO3- Manganit coklat

17
S, Syukri. Op. Cit.. Hlm. 623.
9
atau asam
H2MnO3 lemah
+6 MnO3 H2MnO4 Asam MnO42- Manganat hijau
moderat
+7 Mn2O7 HMnO4 Asam kuat MnO4- Permanganat ungu

Berdasarkan nilai potensial reduksinya, mangan(II) merupakan spesies mangan yang


paling stabil, dan ini mungkin dapat dikaitkan dengan konfigurasi elektronik setengan
penuh, 3d5. Larutan garam-garam mangan(II) seperti garam klorida, sulfat dan nitrat,
dalam air berwarna pink pucatdan sering dinyatakan sebagai ion Mn2+. Penambahan
alkali hidroksida kedalam larutan Mn2+ diperoleh endapan Mn(OH)2 yang berupa gelatin
putih hingga pink pucat, tetapi di udara terbuka hidroksida ini segera teroksidasi menjadi
mangan(III) oksihidroksi, Mn(OH) yang berwarna coklat gelap. Persamaan reaksinya
adalah:18
Mn2+ (aq) + 2 OH- (aq) → Mn(OH)2 (s)

4Mn(OH)2 (s) + O2 (g) → 4 MnO(OH) (s) + 2 H2O (l)

Satu-satunya senyawa Mn(IV) yang penting ialah mangan dioksida, padatan abu-
abu sampai hitam. Bila dibuat melalui aksi oksigen terhadap mangan pada suhu tinggi , ia
memiliki struktur rutile yang terdapat dalam banyak oksida lainnya. Mangan dioksida
inert terhadap kebanyakan asam kecuali jika dipanaskan, tetapi ia tidak larut
menghasilkan Mn(IV) dalam larutan, sebagai gantinya ia berfungsi sebagai zat
pengoksidasi, yang perilakunya bergantung kepada asam-asamnya.19 Senyawa ini juga
merupakan suatu zat yang di reduksi di katode dalam sel kering.20
Mangan (IV) terdapat sebagai oksidanya yaitu MnO2 yang bersifat antiferomagnetik
di bawah temperatur ~5300C, namun oksida ini sangat penting, karena merupakan
oksidator yang baik. Oksida ini bersifat amfoterik namun relatif inert terhadap asam
ataupun basa. Hal ini terlihat nyata dari reaksinya dengan asam hidroklorida pekat dalam
keadaan dingin, yaitu menghasilkan larutan hijau dari ion Mn4+ yang bersifat tidak stabil,
berubah menjadi larutan pink karena terbentuk ion Mn2+. Mn(SO4)2 juga bersifat tidak

18
KristiyanH. Sugiyarto, Retno D.Suyanti, Op. Cit., h. 270-273.
19
Cotton Albert dan Geoffrey Wilkinson, Op. Cit., h. 460.
20
Petrucci, Op. Cit., Hlm. 198.
10
stabil, sehingga reaksi MnO2 dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan MnSO4,
persamaan reaksinya adalah:
MnO2(s) + 4 HCl (aq) → MnCl4 (aq) + 2 H2O (l)

MnCl4 (aq) → MnCl2 (aq) + Cl2 (g)


MnO2 (s) + 2 H2SO4(aq) → Mn(SO4)2 (aq)+ 2 H2O (l)

2 Mn(SO4)2 (aq) + 2 H2O (l) → 2MnSO4 (aq) + 2 H2SO4(aq) + O2 (g)

Mangan(VI) hanya dikenal sebagai spesies manganat, MnO42-, dengan bangun


tetrahedron dan berwarna hijau gelap. Kalium manganat dapat diperoleh dari reaksi
lelehan MnO2dan basa alkali dengan hadirnya oksidator misalnya udara atau KNO3,
menurut persamaan reaksi berikut:
2 MnO2(s) + 4 KOH (s) + O2 (g) → 2 K2MnO4 (s) + 2 H2O (g)

Dalam larutannya, ion manganat hanya stabil dalam suasana basa sedangkan dalam
air ataupun dalam suasana asam, ion ini akan mengalami disproporsionasi menjadi ion
permanganat dan MnO2.
Mangan heptoksida, Mn2O7 berupa cairan seperti minyak berwarna hijau yang mudah
meledak dan dapat diperoleh dari reaksi garam manganat(VI) dengan H2SO4 pekat.21
Mangan (VII) paling baik dikenal dalam bentuk garam dari ion permanganate. KMnO4
diproduksi melalui oksidasi elektrofilik larutan basa K2MnO4. Ionnya memilki warna
lembayung yang tajam, dan garam kristalnya hampir tampak hitam. Larutan permanganat
tidak stabil secara hakiki, terurai lambat namun cukup teramati dalam larutan asam.22

3MnO4- + 4 H+ → 3 O2 (g) + 2 H2O + 4 MnO2 (s)

D. Ekstraksi dan Kegunaan Logam Mn


Mangan merupakan unsur yang cukup melimpah, menyusun sekitar 1% dari kerak
bumi. Bijih utamanya ialah pirolusit, MnO2. Mangan kurang tahan terhadap karat
dibandingkan dengan krom. Mangan dapat berkarat pada udara lembab, asam encer dapat

21
KristiyanH. Sugiyarto, Retno D.Suyanti, Op. Cit., h. 276.
22
Cotton Albert dan Geoffrey Wilkinson, Op. Cit., h. 461.
11
melarutkannya, dan sifatnya lebih banyak menyerupai besi.23 Karena logam mangan
reaktif terhadap oksigen maka unsur ini tidak ditemui dalam keadaan bebas di alam.
Mangan merupakan unsur terbanyak yang ke duabelas, dan ke tiga untuk unsur-unsur
transisi setelah besi dan titanium. Karena tingkat oksidasinya sangat bervariasi, unsur ini
terdistribusi di dalam lebih dari tiga ratus macam mineral, dan duabelas di antaranya
merupakan mineral penting yang diperdagangkan. Beberapa di antaranya adalah:24
 MnO2, pirolusit
 Mn2O3, braunit
 (Fe,Mn,Zn)O, franklinite
 BaMn9O16(OH)4, psilomelan
 Mn3O4 atau MnOMn2O3, hausmanit
 MnCO3, rodokrosit (rhodochrosite)

Unsur Mn Dalam bentuk MnO2 Kegunaan Pengisi baterai kering (batu kawi); katalis
pada penguraian KClO3 dan H2O2.25

Mn berpatisipasi dalam pemurnian besi melalui reaksi dengan sulfur dan oksigen dan
menyingkirkannya melalui pembentukan terak. Selain itu, Mn menaikkan kekerasan
baja. Baja yang mengandung proporsi Mn yang tinggi sangat ulet dan tahan aus dalam
aplikasi seperti kereta api, bulldozer dan penggaruk jalan. .26

Mangan juga terdapat sebagai nodul, yaitu endapan mirip batuan dengan komposisi
kira-kira 15-30 % Mn yang dalam bentuk oksidanya bersama-sama dengan oksida-oksida
Fe, Co, Cu, dan Ni. Nodul ini berupa butiran-butiran bola dengan diameter dari beberapa
millimeter sampai dengan 15cm, dan terakumulasi pada dasar larutan, dan yang
terbanyak terdapat di daerah bagian tenggara kepulauan Hawai. Logam mangan dalam
mineral pirolusit sudah dikenal sejak zaman peradaban Mesir kuno (raja Firaun),
merupakan mineral utama sebagai sumber mangan.
Mangan pertama kali diisolasi pada tahun 1774 oleh C.W. Scheele dan J.G Gahn (dari
Swedia) dari pemanasan MnO2 batu bara (charcoal) dan minyak, meskipun kemurnian

23
James E. Brady, Kimia Universitas Asas dan Struktur, (Tangerang: Binarupa Aksara, 1999) Hlm. 366
24
Kristiyan H. Sugiyarto, Retno D.Suyanti, Op. Cit., h. 265.
25
Ari Harnanto, dan Ruminten, Kimia 3 :Untuk SMA/MA Kelas XII. (Jakarta: SETIA AJI, 2009) Hlm. 89
26
Petrucci, Op. Cit. Hlm. 197
12
hasilnya masih rendah. Reduksi pirolusit yang biasanya bercampur dengan oksida besi
Fe2O3 dengan batubara (kokas) dalam tanur listrik menghasilkan feromangan, yang
mengandung kira-kira 80% Mn.

MnO2(s) + Fe2O3(s) + 5 C(s) → Mn (s) + 2 Fe(s) Mn(s) + 2 Fe(s) + 5 CO(g)

Jika mineral pirolusit mengandung silikon, maka unsur ini dapat dihilangkan dengan
penambahan air kapur Ca(OH)2, sehingga silikon akan diubah menjadi kalsium
silikatnya. Sebagian besar baja mengandung ion mangan. Terlibatnya logam ini dalam
proses pembuatan baja sangat menguntungkan karena mangan dapat mengikat belerang,
sehingga mencegah terjadinya FeS yang dapat merapuhkan baja. Selain itu, mangan juga
mampu mengikat oksigen sehingga dapat mencegah terjadinya rongga-rongga
(gelembung) pada baja yang terbentuk setelah proses pendingin dilakukan. Untuk
memperoleh logam mangan murni, pirolusit diolah menurut proses termit. Dalam proses
ini pirolusit (MnO2) dipanaskan agar mengalami reduksi sebagian menjadi Mn3O4.
Reduksi lebih lanjut dengan logam aluminium menghasilkan logam mangan yang dapat
dipisahkan sebagai lelehannya (ingat bahwa Al2O3 mempunyai titik leleh yang jauh lebih
tinggi ~2045 0C). Pemurnian logam mangan lebih lanjut dilakukan secara destilasi.
Persamaan reaksi utama yang terjadi dalam proses ini adalah:
2 MnO2(s) → Mn3O4(s) + O2(g)
3 Mn3O4(s) + 8 Al(s) → 4 Al2O3(s) + 9 Mn(l)
Logam Mn dengan kemurniannya yang tinggi (~99,9 %) telah dapat diisolasi
sejak tahun 1930 dengan cara elektrolisis larutan Mn2+.27
Kegunaan mangan
a. Digunakan untuk membuat baja.
b. Digunakan untuk batu kawi (MnO2).
c. Digunakan untuk pembuatan batu baterai.
d. Digunakan untuk campuran alumunium.
e. Digunakan untuk industri baterai kering.
f. Digunakan dalam pembuatan keramik dan gelas.

27
Kristian, Op. Cit. Hlm. 266-267.
13
g. Mangan dioksida (sebagai pirolusit) juga digunakan sebagai pendepolarisasi
pada sel kering baterai.
h. Untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor
besi.
i. Mangan sendiri bermanfaat memberi warna lembayung pada kaca.
j. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen dan klorin, dan dalam
pengeringan cat hitam.
Mangan sangat berguna bagi kesehatan tulang. Mangan sangat efektif dalam
meningkatkan densitas mineral dalam tulang belakang dimana fungsi ini sangat
berpengaruh bagi wanita dalam masa monopause. Mangan juga berperan menjaga atau
memonitor aktifitas radikal bebas dalam tubuh manusia dalam kadar tertentu mangan
yang ada dalam tubuh kita bisa memperkecil efek negatif yang disebabkan oleh radikal
bebas da mencegah yang merusak sel-sel jaringan tubuh ataupun kanker. Namun mangan
juga memiliki bahaya bagi kesehatan, beberapa gejala gangguan kesehatan bisa di
akibatkan oleh berlebihnya kadar mangan, contohnya:
 Gangguan ginjal
 Gangguan mental
 Kejang-kejang
 Penuruan tingkat intelegensi28

28
Agus Kamaludin, Cara Cepat Kuasai Konsep Kimia SMA kelas XII, (Yogyakarta: Andi Yogyakarta,
2009) Hlm. 85.
14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mangan adalah logam putih abu-abu, yang penampilannya serupa besi-tuang. Ia
melebur pada suhu kira-kira 12500C. Ia bereaksi dengan air hangat membentuk
mangan(II) hidroksida dan hydrogen. Mangan adalah logam yang kurang tahan korosi
dibandingkan kromium, karena oksidanya tidak melindungi. Bilangan oksidasi mangan
adalah +2 s/d +7, tetapi yang stabil dalam larutan adalah +2, berupa ion kompleks29
Mn(H2O)62+.
Mangan dapat membentuk enam oksida, dan di antara enam oksida tersebut,
senyawa mangan yang penting adalah MnO2. Bila MnO2 ditambah KOH dan dioksidasi
dengan O2 atau KNO3 akan dihasilkan ion manganat ( MnO4)2-. Ion ini stabil dalam basa,
tetapi terjadi reaksi disproporsionasi dalam asam menghasilkan ion permanganat (
MnO4)- dan MnO2.
Mangan merupakan unsur yang cukup melimpah, menyusun sekitar 1% dari kerak
bumi. Bijih utamanya ialah pirolusit, MnO2. Mangan kurang tahan terhadap karat
dibandingkan dengan krom. Mangan dapat berkarat pada udara lembab, asam encer dapat
melarutkannya, dan sifatnya lebih banyak menyerupai besi.
Mn berpatisipasi dalam pemurnian besi melalui reaksi dengan sulfur dan oksigen dan
menyingkirkannya melalui pembentukan terak. Selain itu, Mn menaikkan kekerasan
baja. Baja yang mengandung proporsi Mn yang tinggi sangat ulet dan tahan aus dalam
aplikasi seperti kereta api, bulldozer dan penggaruk jalan.

B. Saran
Mangan memiliki manfaat yang banyak dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ia juga
mempunyai bahaya kesehatan bagi tubuh. Oleh karena itu, di perlukan pengetahuan
untuk menggunakan mangan dan memanfaatkannya dalam kehidupan, agar bahaya
kesehatan dapat kita hindari dan manfaat dapat kita ambil semaksimal mungkin.

15
DAFTAR PUSTAKA

Ari Harnanto, dan Ruminten. 2009. Kimia 3 :Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Setia
Aji
Brady, James E. Kimia Universitas. Tangerang: Binarupa Aksara.

Kamaludin, Agus. 2009. Cara Cepat Kuasai Konsep Kimia. Yogyakarta: Andi

Yogyakarta.

Petrucci. 2011. Kimia Dasar Prinsip Aplikasi Modern. Jakarta: Erlangga

Retnowati, Priscilla. 2009. Seribu Pena Kimia untuk SMA kelas XII. Jakarta: Erlangga

S, Syukri. 1999. Kimia Dasar 3. Bandung: ITB

Sugiyarto, Kristian H. 2010. Kimia Anorganik Logam. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sunarya, Yayan, dkk. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia Untuk Kelas XII Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : PT.
Setia Purna Inves.
Suwardi, Soebiyanto, dan Th. EkaWidiasih. 2009. PanduanPembelajaran Kimia XII
Untuk SMA & MA. Jakarta : CV. KaryaMandiri Nusantara.

Svehla, G. 1985. Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT.

Kalman Media Pusaka.

Teguh Pangajuanto, dan Tri Rahmidi. 2009. Kimia 3 Untuk SMA/MA kelas XII. Jakarta:
Grahadi.

Utami, Lisa. 2013. Kimia Analitik I. Pekanbaru: Benteng Media.

16