Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. Gambaran Umum
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (selanjutnya disebut RSUD)yang
berlokasi di jalan WR.Supratman KM 8 Nomor 100 di ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kota
Tanjungpinang) ini merupakan Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.Lokasi RSUD
sangat strategis yang memiliki pangsa pasar yang sangat baik. RSUD dibangun sejak tahun 2007
mempunyai luas lahan 50.000 m2 dan luas bangunan 27.337 m2.
RSUD mulai beroperasi (soft opening) pada tanggal 29 Februari 2012. RSUD mempunyai
sarana dan prasarana yang baru dan modern yaitu gedung 8 lantai, 1 basement, 1 rootop disertai
kamar pilot, dilengkapi area parkir, kamar jenazah dan IPAL. Terkait dengan ketersediaan gedung
RSUD, saat ini seluruh bangunan fisik RSUD telah selesai hingga lantai 8 dan juga ruang
operasi.Namun demikian belum dapat dimanfaatkan seluruhnya, karena ketersediaan SDM dan
saranan prasarana pendukung belum memadai. Lantai 5-6 baru mulai dioperasionalkan pada tanggal
30 November 2016, sedangkan lantai 7 dan 8 dioperasionalkan pada akhir tahun 2018 untuk
pelayanan rawat inap kelas I, VIP dan VVIP, sehingga saat ini RSUD memiliki 217 buah tempat tidur.
Sejalan dengan usaha peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dan semakin
meningkatnya kunjungan serta komitmen dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau
dan dukungan Kementerian Kesehatan RI, awal tahun 2013 Jajaran pelayanan, manajemen dan
penunjang lainnya melakukan berbagai Inovasi, perbaikan dan pengembangan RSUD. Salah satu
hasilnya dapat dilihat dengan segala keterbatasannya RSUD menempati peringkat ke 11 pelayanan
publik terbaik se Indonesia berdasarkan penilaian Menpan tahun 2013.
RSUD baru mulai menerapkan PPK BLUD per 1 Januari 2014 dalam rangka memenuhi
amanat UU Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit dan dalam rangka mencapai efektifitas dan
efisiensi pelayanan yang berdasarkan praktik bisnis yang sehat.
Untuk RBA tahun 2018 Perubahan, kaidah-kaidah penyusunan RBA sudah lebih
diperhatikan dan upaya-upaya advokasi kepada stakeholder mulai dapat dikoordinasikan dengan
adanya Dewan Pengawas dan peran serta dari BPKAD.
Pada tahun 2018 ini RSUD merupakan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Dinas Kesehatan
Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan Perda Nomor 7 tahun 2016 tentang Pembentukan dan
Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

B. Visi Dan Misi


Visi Provinsi Kepulauan Riau Adalah :
“Terwujudnya Kepulauan Riau Sebagai Bunda Tanah Melayu Yang Sejahtera, Berakhlak Mulia,
Ramah Lingkungan dan Unggul dibidang Maritim”
Misi Provinsi Kepulauan Riau terkait dengan bidang Kesehatan adalah :

1
“ Meningkatkan derajat kesehatan, kesetaraan gender, penanganan kemiskinan dan penyandang
masalah kesejahteraan sosial “

Adapun Visi RSUD Raja Ahmad Tabib adalah :


“Menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau “

Misi RSUD Raja Ahmad Tabib adalah :


1. Memberikan pelayanan yang prima, merata terjangkau dan berkeadilan;
2. Meningkatkan mutu SDM yang professionaldan penuh pengabdian;
3. Membangun komitmen bersama antara stakeholder internal dan eksternal;
4. Menyelenggarakan pelayanan yang memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat (costumer
oriented).

C. Maksud dan Tujuan


Berdasarkan uraian singkat diatas, beberapa alasan RSUD menerapkan BLUD adalahsebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan kepada masyarakat;
2. Meningkatkan kinerja pelayanan Kesehatan rumah sakit;
3. Menghadapi persaingan terbuka/global;
4. Pelaksanaan menghadapi perubahan ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
5. Fleksibilitas pengelolaan keuangan/barang BLUD;
6. Memiliki potensi untuk meningkatkan penyelenggaraan pelayanan secara efektif, efisien, dan
produktif.

D. Kegiatan/Produk layanan
Produk layanan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib antara lain :
1. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat
2. Pelayanan Instalasi Rawat Jalan
3. Pelayanan Instalasi Rawat Inap
4. Pelayanan Instalasi Bedah Central
5. Pelayanan Instalasi Rehabilitasi Medik
6. Pelayanan Instalasi Radiologi
7. Pelayanan Instalasi Farmasi
8. Pelayanan Instalasi Forensik
9. Pelayanan Instalasi Laboratorium
10. Pelayanan Instalasi Gizi
11. Pelayanan Patologi Anatomi.
12. Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD)
E. Prinsip-prinsip Dasar

2
1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana terakhir telah
di ubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008;
3. Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 253, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5072);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Rumah Sakit Umum Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomorn 4578);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah;

F. Susunan Pejabat Pengelola BLUD dan Susunan Dewan Pengawas


RSUD Raja Ahmad Tabib memiliki Pejabat Pengelola dimana Pemimpin BLUD adalah Non PNS
yang ditetapkan oleh Gubernur Kepulauan Riau melalui SK Gubernur Provinsi Kepri No 697 Tahun
2014.
Selain itu juga terdapat Dewan Pengawas yang terdiri dari beberapa unsur sesuai dengan
ketentuan Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis PelakdaBLUD.telah memiliki
Dewan Pengawas yang ditetapkan oleh Gubernur Kepulauan Riau melalui SK Gubernur Provinsi Kepri
No. 120 Tahun 2018.

Tabel 1
Pejabat Pengelola BLUD

Direktur BLUD* dr. Muchtar L Munawar, Sp.P


Wadir Umum dan Keuangan Selaku Pejabat Keuangan dr. Supartini
Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan selaku Pejabat Teknis dr. Elfiani Sandri
Wadir Penunjangan Medik dan Non Medik selaku Pejabat Teknis dr. Supartini
Keterangan * : RSUD dengan Direktur BLUD Non PNS.

3
Tabel 2
Dewan Pengawas
Ketua
Drs. Raja Ariza, MM
(Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat)
Anggota
(Kepala Dinas Kesehatan) DR. H. Tjetjep Yudiana, M. Kes
Anggota
Andri Rizal, SE,MM
(Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah)
Anggota
dr. Eka Hanasarianto, M.Kes
(Praktisi Kesehatan)
Anggota
(Tokoh Masyarakat) Yudi Carsana, SE, MM
Sekretaris
(Kasubag Kepegawaian RSUD Raja Ahmad Tabib Dian Juni Ekasari, M.Keb

4
BAB II
KINERJADAN LAYANAN UMUM DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2018

A. Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja


1. Faktor Internal
a. Peningkatan kunjungan terutama pasien BPJS dari waktu ke waktu meningkatkan
pendapatan RS.
b. Sumber pendanaan RS berasal dari Jasa Layanan, APBD dan DAK untuk pengembangan
Alat Kesehatan.
c. Pendapatan RS darijasa layanan kesehatan dan non kesehatan belum mampu menutup
BelanjaOperasional, sehingga ketergantungan finansial terhadap Pemerintah Daerah
selaku pemilik dan Pemerintah Pusat masih sangat dibutuhkan.
d. Brand image RSUD Raja Ahmad Tabib sebagai RS rujukan Provinsi menjadikannya
mempunyai pasar sasaran yang jelas (captive market).
e. Budaya kerja yang mendukung yaitu semangat kerja dan antusiasme yang tinggi untuk
menjalankan dan mengembangkan organisasi RS.
f. DukunganPemerintah Provinsi Kepri dalam mendirikan RS kelas B yang mengarah pada
Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
g. Komitmen dan konsistensi manajemen dalam membangun Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (Hospital Management Information System), baik hardware, software dan
pelatihan SDM.
h. Kurangnya Peraturan Kepala Daerah yang mengatur tentang Pelaksanaan BLUD dan
Implementasi belum berjalan optimal.
i. Mekanisme kerja dalam bentuk Standard Operating Procedure (SOP) sesuai standar
pelayanan RS belum sepenuhnya dilaksanakan.
j. Ketersediaan peralatan diagnostik canggih yang akan terus ditingkatkan melalui dukungan
Dana Alokasi Khusus (DAK).

2. Faktor Eksternal
a. Di era persaingan, RSUD Raja Ahmad Tabib mempunyai 2 pesaing terdekat yaitu RSUD
Kota Tanjungpinang dan RS Angkatan Laut yang dapat bekerjasama dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan, khususnya rujukan.
b. Banyaknya pasien yang berobat keluar negeri khususnya Singapura dan Malaysia
membuat standar harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap RSUD.
c. Kondisi perekonomian pemerintah terjadi penurunan subsisi dimana secara keseluruhan
terjadi pengurangan dan/atau efisiensi kegiatan bersumber dana APBD tetapi di satu sisi
masih membutuhkan dukungan dalam hal peningkatan sarana dan prasaran fisik sesuai
dengan Standar Akreditasi RS.

5
B. Perbandingan asumsi pada waktu menyusun Rencana Bisnis dan Anggaran dengan fakta yang
terjadi
1) Aspek Makro
Tabel 3
Aspek Makro
No Unsur Asumsi TA 2019 Fakta TA 2018
1. Pertumbuhan ekonomi (%) 5,00 4,56
2. Tingkat inflasi (%) 2,17 0,13
Sumber Data : Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri Tahun 2019
Sedikit lebih baik pada periode yang sama tahun sebelumnya, Pemerintah Daerah
sangat yakin tingkat pertumbuhan sebesar 5% dapat terealisasi.

2) Aspek Mikro
Tabel 4
Aspek Mikro
No Unsur Asumsi TA 2019 Fakta TA 2019
1. Tarif Layanan Tarif memakai INA CBG’s Tarif memakai INA CBG’s dan
Dan tarif umum. Tarif berdasarkan Perda.
2. Pengembangan/Penin Grand Opening pelayanan rawat Peningkatan pelayanan rawat
gkatan Layanan inap kelas direncanakan pada inap untuk kelas I, VIP, dan
pertengahan tahun. VVIP pada akhir tahun 2018
hanya 1 bangsal.
Asumsi berkaitan Rasio pendapatan BLUD terhadap Rasio pendapatan BLUD
3. dengan analisis rasio Belanja operasional pelayanan terhadap Belanja operasional
keuangan. 95%. pelayanan 92%.

Tarif layanan tahun 2018 secara umum terbagi dua yaitu tarif layanan umum dan tarif
layanan BPJS yaitu INA CBG’s (sistem paket). Sebanyak 85% pasien Rumah Sakit adalahpasien
BPJS yang menuntut kendali mutu dan kendali Belanja terkait efisiensi belanja operasional
pelayanan.
Rencana pengembangan/peningkatan layanan dengan pengembangan layanan VIP dan
VVIP yang direncanakan pada pertengahan tahun 2018 namun kenyataannya belum dapat
terealisasi.
Berkaitan dengan asumsi analisis rasio keuangan rasio pendapatan BLUD terhadap
Belanja operasional pelayanan pada 2018 terealisasi sebesar 92% dengan rasio pendapatan
operasional pelayanan sebesar 95% yang sebagian besar berasal dari pendapatan jasa layanan,
namun RSUD masih membutuhkan subsidi APBD untuk peningkatan sarana dan prasara fisik
sesuai dengan Standar Akreditasi RS.

6
C. Pencapaian Kinerja
1) Non Keuangan
Tabel 5
Pencapaian Kinerja Berdasarkan Pelayanan
Target Realisasis.d Pencapaian
No Jenis Layanan Satuan Kinerja TA 31Desember Desember
2018 2018 2018 (%)
1 Rawat jalan Kunjungan 63.646 60.481 95,02
2 IGD Kunjungan 16.216 19.080 117.66
3 Rawat inap
- ICU Hari 880 1.328 150,90
- Perinatologi Hari 2.488 3.555 142,88
- VK/ Kamar Bersalin Hari 928 540 58,19
7 Jumlah Operasi
- Kecil Pasien 97 80 82,47
- Sedang Pasien 676 731 108,13
- Besar Pasien 770 990 128,57
- Khusus Pasien 672 792 117,85
- Canggih Pasien 20 22 110,00
- Cito Pasien 953 782 82,05
- Elektif Pasien 1.800 1.802 100,11
8 Inst. Rehab Medik Kunjungan 6.200 7.090 114,35
9 Hemodialisa Kunjungan 2.900 3.095 106,72
10 Radiologi Pemeriksaan 17.046 18.063 105,96
11 Laboratorium Patalogi Pemeriksaan 1.190 1.748 146,89
Anatomi
12 Laboratorium Patologi Pemeriksaan 67.871 46.427 68,40
Klinik
13 Apotik Resep 83.766 493.185 588,76

Keterangan : *data berasal dari kunjungan pasien 2018

Kinerja pelayanan pada tahun 2018 secara umum melebihi target yang telah ditetapkan.
Seperti terlihat pada tabel diatas hampir disemua pelayanan pencapaian melebihi angka 100%.
halnya pada kunjungan Rawat Jalan dengan pencapaian sebesar 56,24% dari target pada tahun
2018 sebesar 63.646 kunjungan dengan realisasi sampai dengan 30 Juni 2018 sebesar 35.796
kunjungan, kunjungan pada IGD dengan pencapaian sebesar 56,06 % dari target sebesar 16.216
kunjungan dengan realisasi sampai dengan 30 Juni 2018 sebesar 9.091 kunjungan, pada
kunjungan Rawat Inap yang dibagi pada ruangan ICU, Perinatologi dan Kamar Bersalin (VK)
dengan rata-rata pencapaian 72,71%, peningkatan kunjungan juga dapat dilihat dari Jumlah
Operasi baik dari Operasi Kecil, Operasi Sedang, Operasi Besar, Operasi Khusus, Operasi Canggih,
Operasi Cito dan Operasi Elektif diperoleh pencapaian dimana rata-rata 55,51% untuk
pencapaian kunjungan Instalasi Rehab Medis sebesar 50,10%, kunjungan Hemodialisa dengan
pencapaian 52,34% dan untuk pemeriksaan Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomi,
radiologi pencapaian yang diperoleh rata-rata 59,40% dan untuk Instalasi Apotek dengan satuan

7
Per Resep diperoleh pencapaian sebesar 87,04%.

2) Keuangan
a) Realisasi Pendapatan Berdasarkan Cara Bayar
Tabel 6
Realisasi Pendapatan BLUD

Anggaran Tahun Realisasi s.d Prognosa s.d 31


No Unit Layanan 2018 30 September 2018 (%) Desember 2018 (%)
(Rp) (Rp) (Rp)

1. Pendapatan Jasa Layanan 52.783.789.800,00 50.171.574.611,00 95% 65.979.737.250,00 125%


2. Pendapatan Hasil Kerjasama 100.000.000,00 1.200.000,00 1% 110.000.000,00 110%
3. Pendapatan Lain-lain 376.000.000,00 280.038.851,00 74% 413.600.000,00 110%
Total Pendapatan 53.259.789.800 50.452.813.462 95% 66.503.337.250,00 125%
Target pendapatan sampai dengan 30 September 2018 secara keseluruhan telah tercapai,
dengan realisasi mencapai 95% dengan pendapatan jasa layanan umum dengan 95% pendapatan
hasil kerjasama 1% dan pendapatan lain-lain 74%. Dan pada akhir 31 Desember 2018 diprognosa
pendapatan jasa layanan akan mencapai 125%, pendapatan hasil kerjasama sebesar 110% dan
pendapatan lain-lain akan mencapai 110%.

b) Realisasi Belanja
Tabel 7
Realisasi Berdasarkan Belanja
Anggaran Tahun Realisasi s/d 30 Prognosa s.d 31
Komponen Belanja 2018 September 2018 (%) Desember 2018 (%)
(Rp) (Rp) (Rp)
I. Belanja Pegawai 35.877.589.915,00 27.010.257.515,00 75 % 35.368.928.241,00 99 %
a. Belanja Pegawai APBD 33.979.969.915,00 25.639.198.515,00 33.509.358.241,00
b. Belanja Pegawai BLUD 1.897.620.000,00 1.371.059.000,00 1.859.570.000,00
II. Belanja Barang dan Jasa 99.763.670.160,00 71.381.692.400,00 72 % 106.013.750.632,00 104 %
a. Belanja Barang dan
42.934.339.197,00 23.741.458.368,00 40.612.662.923,00
Jasa APBD
b. Belanja Barang dan
56.829.330.963,00 47.640.234.032,00 65.401.087.709,00
Jasa BLUD
Jumlah Belanja (I+II) 135.641.260.075,00 98.391.949.915,00 73 % 141.382.678.873,00 103 %

Pencapaian belanja sampai dengan 30 September 2018 adalah 73% dari pendapatan
dan pada 31 Desember 2018 diperkirakan akan mencapai sebesar 103% dengan
mekanisme penggunaan ambang batas, dimana peningkatan belanja operasional rumah
sakit terjadi secara signifikan sejalan dengan peningkatan kunjungan pasien ke Rumah
Sakit pada 2018 terutama pada alokasi penggunaan Bahan Obat, BHP dan Jasa Layanan.

8
c) Realisasi Program Investasi
i. Penerimaan Investasi
Tabel 8
Realisasi Penerimaan Investasi
Realisasi s.d Prognosa
Anggaran 30 s.d 31 Pencapaian
No Jenis Investasi
Tahun 2018 September Desember (%)
2018 2018
1. Pelepasan Aset
Kendaraan Belum Ada
Mesin Belum Ada
2. Pencapaian Investasi
Pencairan Deposito Belum Ada
Penjualan Surat Berharga Belum Ada
Untuk Investasi berdasarkan sumber pada tahun 2018 belum ada pelepasan Aset dan
pencairan Deposito serta belum ada penjualan Surat berharga.

ii. Pengeluaran Investasi


Tabel 9
Realisasi Pengeluaran Investasi
Anggaran Tahun Realisasi per 30 Prognosa s.d 31
No Uraian 2018 September 2018 (%) Desember 2018 (%)
(Rp (Rp) (Rp)
1 Tanah - - - -
2 Peralatan dan Mesin 36.956.659.250,00 25.340.814.127,00 69% 36.584.690.392,00 99%
3 Gedung dan Bangunan 1.968.501.000,00 572.243.652,00 29% 1.929.937.174,00 98%
4 Jalan dan Jembatan - - - - -
5 Aset Tetap Lainnya 4.403.611.000,00 1.428.480.700,00 32% 4.114.610.300,00 93%
6 Kontruksi Dalam - - - - -
Pembangunan
7 Aset Tak Berwujud - - - - -
Total Pengeluaran 43.328.771.250,00 27.341.538.479,00 60% 44.195.346.675,00 98%
Investasi
Pencapaian Pengeluaran investasi per 30 September 2018 tahun 2018 mencapai 60 % dan
pada 31 Desember 2018 sebesar 98 % yang dipergunakan untuk perbaikan dan pengembangan
fasilitas dan pelayanan Rumah Sakit.

D. Prognosa Laporan Keuangan


1) Prognosa Neraca
Tabel 11
Neraca s.d 31 Desember 2018
( dalam ribuan rupiah )
Tahun 2018
Anggaran Per 31 Prognosa s.d 31
Uraian Realisasi 30
Desember 2017 Desember 2018
September 2018 (Rp)
(Rp) (Rp)
I. ASET
A. Aset Lancar
Kas dan setara kas 5.467.161.162,96 6.892.910.542,96 5.521.832.774,96
Investasi jangka pendek - - -
Piutang usaha - - -
Piutang lain-lain 7.606.517.037,00 8.705.466.384,00 8.714.171.850,00
Persediaan 8.341.616.640,00 6.218.100.000,00 8.705.340.000,00
Uang muka - - -

9
Tahun 2018
Anggaran Per 31 Prognosa s.d 31
Uraian Realisasi 30
Desember 2017 Desember 2018
September 2018 (Rp)
(Rp) (Rp)
Penyisihan Piutang (3.803.258.518,00) (4.352.733.192,00) (4.357.085.925,00)
Jumlah Aset Lancar 17.612.036.321,60 21.816.476.926,96 22.941.344.624,96
B. Investasi Jangka Panjang
C. Aset Tetap
Tanah - - -
Gedung dan bangunan 234.212.632.462,63 234.784.876.114,63 175.843.723.833,44
Peralatan dan mesin 139.259.033.441,44 164.603.835.068,44 236.142.569.636,63
Aset Tetap Lainnya 591.285.426,00 2.019.766.126,00 4.705.895.726,00
Kontruksi dalam Pengerjaan 44.880.000,00 44.800.000,00 44.800.000,00
Jalan, irigasi, dan jaringan 11.279.218.672,36 11.279.218.672,36 11.279.218.672,36
Akumulasi penyusutan (100.627.134.909,06) (107.763.074.668,78) (111.753.599.965,65)
Jumlah Aset Tetap 284.738.624.635,37 304.969.501.312,65 316.262.687.902,78
D. Aset Lain-lain.
Aset tak berwujud 862.275.000,00 862.275.000,00 862.275.000,00
Jumlah Aset Lain-lain 862.275.000,00 862.275.000,00 862.275.000,00
Jumlah Aset (A+B+C+D) 303.212.935.956,89 297.830681.261,96 335.709.221.602,74
II. KEWAJIBAN
A. Kewajiban Jangka Pendek
Utang beban 16.615.251.432 11.972.796.635,78 7.706.701.892,00
Utang pajak
Belanja yang masih harus dibayar
Utang jangka panjang yang jatuh - -
tempo dalam satu tahun (Utang
Belanja)
Pendapatan yang diterima dimuka
Dst............ - -
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 16.615.251.432 11.972.796.635,78 7.706.701.892,00
B. Kewajiban Jangka Panjang
Utang jangka panjang yang jatuh - - -
tempo lebih dari satu tahun
Dst....................
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang - - -
Jumlah Kewajiban (A+B)
III. EKUITAS
Ekuitas tidak terikat
Ekuitas Dana Lancar 286.597.684.524,89 311.322.723.411,83 328.002.519.710,74
Surplus (Defisit) s.d periode - - -
tahun lalu
Surplus (Defisit) tahun berjalan - - -
Terikat Permanen[1] - - -
TerikatTemporer[2] - - -
Hibah [3] - - -
Donasi - - -
Dst .................... - - -
Jumlah Ekuitas 286.597.684.524,89 311.322.723.411,83 328.002.519.710,74
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas
303.212.935.956,89 323.295.520.047,61 335.709.221.602,74
(II+III)

10
2) Prognosa Laporan Operasional
Tabel 12
Prognosa Laporan Operasional s.d 31 Desember 2018
( dalam ribuan rupiah )
Anggaran Per 31 Realisasi 30 Prognosa s.d 31
Komponen Desember 2017 September 2018 Desember 2018
(Rp) (Rp) (Rp)
PENDAPATAN
Pendapatan Asli 86.001.331.299,36
71.667.766.082,80 52.049.266.336,00
Daerah
Jumlah Pendapatan 71.667.766.082,80 52.049.266.336,00 86.001.331.299,36
BEBAN
Beban Pegawai 27.739.266.575,00 27.158.557.515,00 38.021.980.521,00
Beban Persedian 335.955.667,00 3.055.788.386,00 4.278.103.740,00
Beban Jasa 95.266.907.743,00 55.342.962.298,00 83.014.443.447,00
Beban Pemeliharaan 2.370.775.878,00 5.246.163.915,00 5.770.780.306,00
Beban Perjalanan Dinas 1.361.569.776,00 1.499.691.945,00 2.099.568.723,00
Beban Penyusutan 19.602.360.482,56 - -
Beban Penyisihan 1.777.494.635,86 - -
Piutang
Jumlah Beban 148.454.330.757,42 92.303.164.059,00 133.184.876.736,00
Surplus (Defisit) Biaya
(76.786.554.674,62) (40.253.897.723,00) (65.520.830.500,00)
Operasional LO

3) Prognosa Laporan Arus Kas


Metode Langsung
Tabel 13
Prognosa Laporan Arus Kas s.d 31 Desember 2018
( dalam ribuan rupiah)
Anggaran Per 31 Realisasi 30 Prognosa s.d 31
Uraian Desember 2017 September 2018 Desember 2018
(Rp) (Rp) (Rp)
Uraian Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas Masuk 127.341.058305,80 99.857.909.494,00 140.275.995.669,00
Pendapatan Jasa Layanan 68.046.849.370,80 50.452.813.462,00 66.503.337.250,00
Pendapatan APBD 59.294.208.935,00 49.405.096.032,00 73.772.658.419,00
Arus Kas Keluar 128.242.797.445,00 98.391.949.915,00 141.382.678.873,00
Biaya Pegawai 35.877.589.915,00 27.010.257.515,00 35.113.334.769,50
Biaya Barang dan Jasa 99.763.670.160,00 71.381.692.400,00 106.013.750.632,00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas (8.300.201.769,20) 1.465.959.579,00 (1.106.683.204,00)
Operasi
Uraian Kas dari Aktivitas Investasi - - -
Arus Kas Masuk - - -
Arus Kas Keluar 43.328.771.250,00 27.345.525.979,00 42.629.237.866,00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas (43.328.771.250,00) (27.345.525.979,00) (42.629.237.866,00)
Investasi
Kenaikan/Penurunan Bersih Kas (8.300.201.769,20) 1.465.959.579,00 (1.106.683.204,00)
Kas dan Setara Kas Awal 13.727.152.732,16 5.426.950.962,96 5.426.950.962,96
Jumlah Saldo Kas 5.426.950.962,96 6.892.910.541,96 4.320.267.758,96

4) Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)


Catatan Atas Laporan Keuangan yang berakhir tanggal 30 September 2018 dan prognosa
31 Desember 2018.

11
Tabel 14
CaLK Kas dan Setara Kas
Prognosa CaLK Kas dan Setara Kas s.d 31 Desember 2018
(dalam ribuan rupiah)
Anggaran Per 31 Realisasi 30 Prognosa s.d 31
Uraian Desember 2017 September 2018 Desember 2018
(Rp) (Rp) (Rp)
Kas Bendahara APBD Bank Riau
- - -
Kepri Rek. 103.01.50000
Kas Bendahara BLUD
Penerimaan Bank Riau Kepri 38.610.200,00 - -
Rek. 103.01.01920
Kas Bendahara BLUD
Pengeluaran Bank Riau Kepri 5.426.950.962,96 6.892.910.541,96 4.048.303.120,69
Rek. 180.01.11111
Total Kas dan Setara Kas 5.426.950.962,96 6.892.910.541,96 4.048.303.120,69
Keterangan:

1. Kas Bendahara APBD Bank Riau Kepri Rek. 103.01.50000 merupakan kas SKPD;
2. Kas Bendahara BLUD Penerimaan Bank Riau Kepri Rek. 103.01.01920 merupakan kas bendahara
BLUD penerimaan dimana pada tanggal 31 Desember 2018 diproyeksi ada penerimaan dari pihak
rekanan sebesar Rp. 12.610.200,00;
3. Kas Bendahara BLUD Pengeluaran Bank Riau Kepri Rek. 180.01.11111 merupakan sisa kas s.d 31
Desember 2018 pada rekening pengeluaran BLUD yang diperkirakan sebesar Rp.
4.048.303.120,69.

Tabel 15
Prognosa Realisasi Investasi s.d 31 Desember 2018
(dalam ribuan rupiah)
Prognosa s.d 31
Anggaran Tahun 2018 Realisasi 30
Uraian Desember 2018
(Rp) September 2018 (Rp)
(Rp)
Peralatan dan Mesin 36.956.659.250,00 25.340.814.127,00 36.584.690.392,00
Pengadaan Alat-alat Bantu 90.000.000,00 89.782.000,00 89.782.000,00
Pengadaan Alat Angkutan 343.549.000,00 - 343.500.000,00
Darat Bermotor
Pengadaan Alat Pemeliharaan 95.000.000,00 94.710.000,00 343.500.000,00
Tanaman/Alat Penyimpan
Pengadaan Alat Kantor 270.000.000,00 296.614.325,00 94.710.000,00
Pengadaan Alat Rumah Tangga 553.451.250,00 583.992.000,00 269.435.210,00
Pengadaan Komputer 680.149.000,00 164.065.000,00 549.139.525,00
Pengadaan Alat Studio 165.000.000,00 3.987.500,00 655.072.000,00
Pengadaan Alat Komunikasi 4.000.000,00 140.217.000,00 164.065.000,00
Pengadaan Alat Kedokteran 140.549.000,00 140.217.000,00 3.987.500,00
Pengadaan Alat Kesehatan 34.579.961.000,00 23.971.433.802,00 140.217.000,00
Pengadaan Alat Laboratorium 35.000.000,00 - 34.760.000,00
Fisika Nuklir / Elektronika
Gedung dan Bangunan 1.968.501.000,00 572.243.652,00 1.929.937.174,00
Pengadaan Bangunan Gedung 1.968.501.000,00 572.243.652,00 1.929.937.174,00
Tempat Kerja
Aset Tetap Lainnya 4.403.611.000,00 1.428.480.700,00 4.114.610.300,00
Pengadaan Barang-Barang 8.000.000,00 - 7.970.000,00
Perpustakaan
Pengadaan Aset Tetap Renovasi 4.395.611.000,00 1.428.480.700,00 4.106.640.300,00
Total Realisasi Investasi 43.328.771.250,00 27.341.538.479,00 42.629.237.866,00

12
E. Hal-hal lain yang perlu dijelaskan terkait dengan pencapaian Kinerja
1) Pendapatan
a) Pendapatan BLUD semakin meningkat seiring meningkatnya kunjungan pasien namun
sebagian besar merupakan pasien JKN (BPJS Kesehatan), dengan demikian pendapatan
dari pasien umum menurun sedangkan pendapatan dari pasien BPJS mengalami
peningkatan.
b) Dikarenakan adanya peraturan BPJS yang mengatur rujukan bertingkat dimana pasien JKN
diwajibkan untuk dirujuk ke rumah sakit tipe C terlebih dahulu, diproyeksi dapat
menyebabkan penurun pendapatan layanan.
c) Tarif BPJS yang mempergunakan sistem paket berdasarkan kode penyakit INA CBG’s tidak
memperhitungkan besaran sumber daya yang dipergunakan. Saat ini rumah sakit masih
beroperasional dalam posisi balance negatif. Hal ini berasal dari penggunaan sumber daya
yang cukup besar dari sisi obat dan BHP dikarenakan RSUD Raja Ahmad Tabib merupakan
RS Rujukan Provinsi yang seringkali menerima pasien dalam kondisi yang membutuhkan
perawatan optimal. Nilai klaim dari pasien BPJS lebih kecil dari Belanja yang dikeluarkan.
d) Pendapatan Piutang jasa layanan
 Masih dijumpai pembayaran yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi (kurang bayar),
dimana potongan administrasi bank selalu dibebankan ke pihak rumah sakit.
 Pelunasan jaminan atas piutang khususnya jaminan kesehatan daerah masih belum
tepat waktu, dan masih terdapat susulan pelunasan.

2) Pencapaian kinerja Rumah Sakit Provinsi Raja Ahmad Tabib berdasarkan CRR:
Tabel 16
Persentase CRR Tahun Anggaran 2017
TAHUN ANGGARAN 2018 CRR
Belanja BLUD 76.258.696.056
Belanja Operasional 51.943.891.189
TOTAL Belanja 128.202.587.245 59 %

Tabel 17
Persentase CRR Tahun Anggaran 2018 Per 30 September 2018
TAHUN ANGGARAN 2018 CRR
Belanja BLUD 49.380.656.883,00
Belanja Operasional 49.011.293.032,00
TOTAL Belanja 98.391.494.615,00 50 %

3) Perbandingan kegiatan operasional pada tahun sebelumnya.


a) Pada tahun sebelumnya rencana operasional lantai 7 dan lantai 8 yang semula
dijadwalkan pertengahan tahun mengalami kemunduran disebabkan efisiensi anggaran
sehingga rencana operasional tersebut baru terlaksana pada awal tahun 2018.
b) Dikarenakan pembukaan lantai 7 dan 8 sehingga adanya penambahan kamar dan kelas

13
sehingga adanya penambahan belanja operasional dan belanja modal.
c) Pada tahun 2018 adanya penambahan beberapa layanan (Poli Jantung, Poli Onkologi, Poli
CTKI dan Pemeriksaan MRI).

14
BAB III
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN
TAHUN ANGGARAN 2019

Kondisi Lingkungan yang Diprediksikan Mempengaruhi Pencapaian Kinerja

1. Faktor Internal
a) Kondisi Pelayanan
i. Kekuatan:
 Bertambahnya jumlah layanan dokter spesialis
 Jumlah kunjungan akan meningkat terutama pasien BPJS
 Telah dibukanya Layanan VVIP, VIP, dan Kelas I akan semakin menambah jumlah
kunjungan ke RSUD
ii. Kelemahan:
 Kepastian jadwal pelayanan terutama dokter spesialis perlu mendapatkan perhatian untuk
meningkatkan kepuasan masyarakat
 Waktu tunggu masih merupakan permasalahan yang dikeluhkan oleh pasien.
 Besarnya penggunaan obat dan BHP perlu menjadi perhatian,

b) Kondisi Keuangan
i. Kekuatan:

Meningkatnya pendapatan RS dari jasa layanan yang diantaranya dan peningkatan kunjungan
Pasien.

ii. Kelemahan:
 Masih kurangnya Aturan-Aturan Hukum yang mendukung fleksibilitas keuangan.
 Masih adanya keluhan dari pejabat teknis mengenai kelancaran administrasi dan
pembelanjaan dari jasa pelayanan

c) Kondisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia


i. Kekuatan:

Telah ditunjuk Dewan Pengawas dan diharapkan mampu menggalang dukungan stakeholder

Terpenuhinya kebutuhan empat dokter spesialis dasar didukung dengan spesialis-spesialis


lain terutama yang keberadaanya masih jarang di area Provinsi Kepulauan Riau khususnya
Kota Tanjungpinang

Penerapan Tunjangan Kinerja Daerah yang mengacu pada kinerja pegawai perorangan
diharapkan mampu meningktkan produktifitas pegawai
ii. Kelemahan:
 SDM terutama Spesialis dan paramedikmasih kurang dan pemanfaatan tenaga belum

15
optimal.
 Peningkatan kapasitas SDM masih terbatas.
 Minimnya sarana Teknologi Informasi sehingga membutuhkan SDM yang besar.
d) Kondisi Sarana dan Prasarana
i. Kekuatan:
 Lantai 7-8 secara full kapasitas dioperasionalkan pada tahun 2018
 Peningkatan alat penunjang diagnostik dan alat kesehatan lainnya (Cathlab dan ESWL)
ii. Kelemahan:
 Terdapat banyak peralatan yang memerlukan Belanja yang sangat besar untuk
pemerliharaan dan kalibrasi.
 Terdapat sarana dan prasarana fasilitas umum yang memerlukan penambahan dan
perbaikansesuai standar akreditasi.

2. Faktor Eksternal
i. PeraturanPerundang-UndanganyangterkaitPeraturan tentang BLUD antara lain Permendagri
Nomor 61 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan BLUD dan diperkuat juga oleh
Permndagri tentang Pedoman Umum Penyusunan APBD
ii. Kebijakan Pemerintah/Pemerintah Daerah tentang pembelanjaan pelayanan publik sebagai
fungsi Public Service Obligation(PSO)
iii. Dukungan pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan BLUD sudah mulai menunjukkan progres
diantaranya ditunjukkan dengan adanya dukungan dari stakeholder perencanaan (Badan
Perencanaan Penelitaan dan Pengembangan) yang mengakomodir revisi pendapatan dan
surplus dalam RAPBD 2016, dan dibukanya akun khusus BLUD dalam DPA dan pada tahun 2018
kebijakan tersebut masih berlaku.
iv. Perkembangan sosial budayadan tingkat pendidikan masyarakat. Tingkat pendidikan
masyarakat semakin baik, semakin kritis dan mengetahui hak-haknya sebagai pasien.
v. Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi. Perkembangan ke depan akan semakin
baik sehingga dapat dioptimalkan untuk berbagai hal berbasis IT. Website RS juga sudah mulai
dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
vi. Keadaan persaingan dengan lembaga pelayanan yang sejenis RS lain juga mendapatkan
perhatian dari Pemerintah Provinsi, sehingga memiliki sarana prasarana yang baik juga.
vii. Keadaan perekonomian baik nasional mau pun internasional kurang baik, akan tetapi secara
umum masih mendukung untuk peningkatan layanan dan adanya daya beli masyarakat.

16
a) Asumsi yang digunakan
i. Aspek Makro
Tabel 18
Aspek Makro
No Unsur Asumsi TA 2019
1. Pertumbuhan Ekonomi (%) 5,00
2. Tingkat Inflasi (%) 2,17
Keterangan: *Data berdasarkan Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau
Pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi Kepri khususnya Kota Tanjungpinang
diharapkan terus naik dari tahun sebelumnya.

ii. Aspek Mikro


Tabel 19
Aspek Mikro
No Uraian Asumsi TA 2019
1. Alokasi Belanja Operasional dari APBD 68 %
2. Rencana rata-rata kenaikan tariff 0%
3. Rencana peningkatan pelayanan Ya

Rencana kenaikan tarif untuk tahun 2018 tidak ada, tetapi akan diusulkan Peraturan
Gubernur tentang tarif rawat inap kelas I dan II yang disesuaikan dengan Unit Cost.Peningkatan
pelayanan diharapkan dapat dilakukan dengan menambah jenis spesialisasi terutama untuk
mendukung standar RS Rujukan Provinsi Kelas B.

b) Sasaran, Indikator dan Target Kinerja


Tabel 20
Berdasarkan Unit Layanan
UnitLayanan Indikator Target
Pelayanan Gawat Darurat Waktu tanggap pelayanan Dokter < 5 menit terlayani
di Gawat Darurat
Pelayanan Rawat Jalan Waktu tunggu di rawat jalan 30-60 menit
Pelayanan Rawat Inap  Pemberi pelayanan di Rawat  Dr. Spesialis
Inap  Perawat minimal
 Kejadian Infeksi Nosokomial pendidikan D3
 < 2%
Instalasi Bedah Sentral Waktu tunggu operasi elektif < 3 hari
Pelayanan Persalinan,  Pemberi pelayanan persalinan  Tim PONEK yang terlatih
perinatologi (kecuali rumah dengan penyulit  100%
sakit khusus diluar rumah  Kemampuan menangani BBLR
sakit ibu dan anak) dan KB 1500 gr-2500 gr

17
UnitLayanan Indikator Target
Instalasi Pelayanan Intensif Rata-rata pasien yang kembali ke < 2%
perawatan intensif dengan kasus
yang sama < 72 jam
Instalasi Radiologi Waktu tunggu hasil pelayan < 2 jam
thorax foto
Instalasi Patologi Klinik Waktu tunggu hasil pelayanan < 140 menit(tergantung
laboraturium jenis pemeriksaan yang
diminta)
Instalasi Rehabilitasi Medik Kejadian Drop Out pasien < 50%
terhadap pelayanan Rehabilitasi
Medik yang di rencanakan
Instalasi Farmasi  Waktu tunggu pelayanan Obat  < 30 menit
jadi  < 60 menit
 Waktu tunggu pelayanan
Racikan
Instalasi Gizi Ketepatan waktu pemberian > 90%
makanan kepada pasien
Instalasi Pengelolaan Limbah Baku mutu limbah cair BOD < 30 mg/l
COD < 80 mg/l
TSS < 30 mg/l
PH 6-9
Instalasi Pemulasaran Jenazah Waktu tanggap (response time) < 2 jam
pelayanan pemulasaraan jenazah
Pelayanan Laundry Ketepatan waktu penyediaan 100%
linen untuk ruang rawat inap
Cost Recovery Ratio Rasio terhadap pendapatan murni 50%
operasional BLUD dan APBD
dengan Belanja kecuali modal.
Pelaporan Laporan Keuangan Ketepatan waktu pelaporan Setiap tanggal 10 hari
realisasi anggaran dan bulan
pendapatan RSUD  LRA
 Laporan pendapatan
Pembayaran jasa pelayanan Ketepatan waktu dalam Sesuai kesepakatan waktu
pembayaran jasa layanan
khususnya pasien umum.

18
c) Program Kerja dan Kegiatan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Kegiatan:
 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor
 Pelaksanaan Kegiatan Rutinitas Perkantoran
 Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung
 Pemeliharaan Fisik Gedung, Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
 Penyediaan Jasa Kebersihan Gedung dan Pertamanan Rumah Sakit
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Kegiatan:
 Pengadaan Pakaian dinas beserta kelengkapannya
 Pengadaan kendaraan dinas/operasional
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan
Kegiatan:
 Penyusunan Laporan Keuangan
 Penyusunan Laporan Kinerja Rumah Sakit
 Pengembangan dan Penatausahaan Sistem Aplikasi BLUD
4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Kegiatan :
 Peningkatan Kompetensi dan Perubahan Budaya Kerja SDM
5. Program Pengembangan Data/Informasi
Kegiatan:
 Sosialisasi dan Penyebaran Informasi RS
 Penyusunan Profil RS
 Survey Kepuasan Pasien/Pelanggan dan Pegawai RS
 Pengembangan SIMRS
 Pengadaan Status Pasien dan Penunjang Lainnya (Medical Record) RS
 Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat (Community Development)
6. Program Pelayanan Kesehatan
Kegiatan:
 Pengadaan Logistik Perkantoran dan Penunjang Lain RS
 Pengadaan Makan dan Minum Pasien
 Penyelenggaraan K3 dan Sanitasi RS
 Pengadaan Meubelair RS
 Pengadaan Komputer Manajemen, dan Pelayanan RS
 Pengadaan Mobil Ambulance dan Mobil Jenazah
 Pembangunan Masjid Rumah Sakit

19
 Review Tata Ruang Lingkungan (Outdors) Rumah Sakit
 Akreditasi Rumah Sakit
 Pembangunan Gedung Penunjang (IPSRS, Gudang Obat dan Penunjang Lainnya)
 Pemeliharaan/Kalibrasi Alat Kesehatan dan Penunjang
 Pengadaan Bahan Medis Habis Pakai
 Pengadaan Obat dan Perlengkapan Pengelolaan Obat
 Pengadaan Kelengkapan dan Penunjang Keperawatan
 Standarisasi Pelayanan Keperawatan
 Peningkatan Mutu dan Pengembangan Penunjang Medik
 Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung RS
 Pengadaan Kelengkapan Penunjang Non Medik
 Pengadaan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit (DAK)
 Pengadaan Peralatan Kesehatan
 Peningkatan Mutu dan Pengembangan Pelayanan Medik
7. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
Kegiatan:
 Asistensi Advokasi, Implementasi Perencanaan Pembangunan Daerah
 Peningkatan Mobilisasi Dana Penerimaan RS
 Persiapan RS Pendidikan
8. Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Kegiatan:
 Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Medik
 Pendidikan dan Pelatihan Penunjang Medik/Non Medik
 Pendidikan dan Pelatihan SDM Manajemen
 Pendidikan dan Pelatihan Perawat/Bidan

9. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan KesehatanKegiatan:


 Pelayanan Kesehatan BLUD

d) Pencapaian Kinerja
Tabel 21
Pencapaian Kinerja Rumah Sakit
Target
Realisasi Pencapaian Prognosa Pencapaian
Kinerja
No Jenis Layanan Satuan Per Juni Per Juni s.d Des s.d Des
TA
2018 2018 (%) 2018 2018 (%)
2018
1 Rawat jalan RSU Kunjungan 63.646 35.796 56,24 71.592 112
2 IGD Kunjungan 16.216 9.091 56,06 18.182 112

20
Target
Realisasi Pencapaian Prognosa Pencapaian
Kinerja
No Jenis Layanan Satuan Per Juni Per Juni s.d Des s.d Des
TA
2018 2018 (%) 2018 2018 (%)
2018
3 Rawat inap 85
- ICU Hari 880 645 73,33 839 95
- Perinatologi Hari 2.488 2.155 86,62 4.310 173
- VK/ Kamar
Hari 928 540 58,19 1.080 116
Bersalin
7 Jumlah Operasi
- Kecil Pasien 97 47 48,45 99 102
- Sedang Pasien 676 412 60,95 824 122
- Besar Pasien 770 566 73,51 1.132 147
- Khusus Pasien 672 394 58,63 788 117
- Canggih Pasien 20 9 45,00 19 95
- Cito Pasien 953 495 51,94 990 104
- Elektif Pasien 1.800 902 50,11 1.804 100
8 Instalasi Rehab
Kunjungan 6.200 3.106 50,10 6.212 100
Medik
9 Hemodialisa Kunjungan 2.900 1.518 52,34 3.036 105
10 Radiologi Pemeriksa 17.046 8.200 48,11 17.220 101
11 Laboratoium
Pemeriksa 1.190 734 61,68 1.468 123
Patalogi Anatomi
12 Laboratorium
Pemeriksa 67.871 46.427 68,40 211.030 171
Patologi Klinik
13 Apotik R/ 83.766 72.912 87,04 87.494 104
Keterangan : *data berasal dari laporan Internal Rekam Medik
Kinerja pelayanan pada tahun 2018 secara umum diperkirakan akanmelebihi targetpada
kunjungan Rawat Jalan dengan pencapaian sebesar 56,24% dari target pada tahun 2018 sebesar
63.646 kunjungan dengan realisasi sampai dengan 30 Juni 2018 sebesar 35.796 kunjungan,
kunjungan pada IGD dengan pencapaian sebesar 56,06 % dari target sebesar 16.216 kunjungan
dengan realisasi sampai dengan 30 Juni 2018 sebesar 9.091 kunjungan, pada kunjungan Rawat Inap
yang dibagi pada ruangan ICU, Perinatologi dan Kamar Bersalin (VK) dengan rata-rata pencapaian
72,71%, peningkatan kunjungan juga dapat dilihat dari Jumlah Operasi baik dari Operasi Kecil,
Operasi Sedang, Operasi Besar, Operasi Khusus, Operasi Canggih, Operasi Cito dan Operasi Elektif
diperoleh pencapaian dimana rata-rata 55,51% untuk pencapaian kunjungan Instalasi Rehab Medis
sebesar 50,10%, kunjungan Hemodialisa dengan pencapaian 52,34% dan untuk pemeriksaan
Laboratorium Patologi Klinik, Patologi Anatomi, radiologi pencapaian yang diperoleh rata-rata
59,40% dan untuk Instalasi Apotek dengan satuan Per Resep diperoleh pencapaian sebesar 87,04%.
Dikarenakan rata-rata pencapaian kinerja diatas 50% sehingga dapat diproyeksi bahwa pada

21
akhir 31 Desember 2018 akan melebihi target yang ditetapkan.

e) Perkiraan Pendapatan
Tabel 22
Perkiraan Pendapatan Berdasarkan Sumber
Tahun Anggaran Tahun Anggaran
Unit Layanan 2018 2019
(Rp) (Rp)
Pendapatan BLUD 58.726.950.963,00 32.220.000.000,00
Pendapatan APBD 120.243.080.362,00 128.771.853.192,00
Pendapatan APBN - -
Pendapatan Hibah - -
SiLPA Tahun lalu - -
Total Pendapatan 178.970.031.325,00 160.991.853.192,00

Pada tahun 2019, proyeksi pendapatan akan mengalami penurunan yang disebabkan oleh
peraturan BPJS prihal rujukan berjenjang dimana pasien rujukan diharuskan dirujuk dari faskes awal
ke rumah sakit tipe C, sedangkan Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib merupakan tipe B.

f) Perkiraan Belanja Operasional


Tabel 23
Perkiraan Belanja Operasional
Tahun Anggaran Tahun Anggaran
Komponen Belanja 2018 2019
(Rp) (Rp)
I. Belanja Pegawai 35.877.589.915,00 40.396.610.712,00
a. Belanja Tidak Langsung 31.798.954.915,00 36.807.310.712,00
b. Belanja Langsung 4.078.635.000,00 3.589.300.000,00
II. Belanja Barang dan Jasa 99.763.670.160,00 95.211.260.000,00
a. Belanja Langsung 99.763.670.160,00 95.211.260.000,00
Jumlah Belanja Operasional (I+II) 135.641.260.075,00 135.607.870.712,00

Pada tahun 2019 perkiraan belanja operasional tidak terlalu mengalami perubahan, walaupun
pendapatan diproyeksi turun karena keperluan belanja operasional rumah sakit tidak berubah.

g) Perkiraan Penerimaan dan Pengeluaran Investasi


1. Penerimaan Investasi
Tidak terdapat penerimaan dari investasi baik yang bersifat pencairan aset atau lainnya.

22
Tabel 24
Komponen Pengeluaran Investasi
Tahun Anggaran Tahun Anggaran
No Jenis Investasi 2018 2019
(Rp) (Rp)
1. Pelepasan Aset
a. Kendaraan Belum Ada -
b. Mesin Belum Ada -
2. Pencapaian Investasi
a. Pencairan Deposito Belum Ada -
b. Penjualan Surat Berharga Belum Ada -

2. Pengeluaran Investasi
Penyediaan anggaran untuk pengeluaran investasi untuk pemenuhan peralatan kesehatan,
Penunjang Medik dan Non Medik, Peningkatan Bangunan Gedung dan Jaringan.

Tabel 25
Komponen Pengeluaran Investasi
Anggaran Tahun Anggaran Tahun
Uraian 2018 2019
(Rp) (Rp)
1 Tanah - -
2 Peralatan dan Mesin 36.956.659.250,00 10.762.982.480,00
3 Gedung dan Bangunan 1.968.501.000,00 14.431.000.000,00
4 Jalan dan Jembatan
5 Aset Tetap Lainnya 4.403.611.000,00 190.000.000,00
6 Kontruksi Dalam Pembangunan - -
7 Aset Tak Berwujud - -
Total Pengeluaran Investasi 43.328.771.250,00 25.383.982,480,00

h) Anggaran Badan Layanan Umum Daerah

Anggaran BLUD merupakan penjabaran program dan kegiatan dalam satuan uang berdasarkan
pendapatan, Beban, dan pengeluaran yang dananya bersumber dari seluruh pendapatan BLUD.
1. Anggaran Pendapatan (Basis Akrual)
Berdasarkan sumber pendapatan:
a) Pendapatan Jasa layanan BLUD;
b) Pendapatan Hasil kerja sama;
c) Pendapatan Lain-lain;
d) Pendapatan APBD;
e) Pendapatan APBN;

23
f) Pendapatan Hibah; dan
g) SiLPA tahun lalu
2. Anggaran Belanja (Basis Akrual)
a. Belanja Operasional, meliputi:
1) Belanja Tidak Langsung, terdiri dari:
a) Belanja pegawai;
 Belanja Gaji dan Tunjangan; dan
 Belanja Tambahan Penghasilan PNS.
2) Belanja Langsung, terdiri dari:
a) Belanja pegawai;
 Honorarium Non PNS; dan
 Belanja Pegawai BLUD
b) Belanja Barang dan Jasa;
 Belanja Bahan Pakai habis;
 Belanja Bahan/Material;
 Belanja jasa Kantor;
 Belanja Premi Asuransi;
 Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor;
 Belanja Cetak dan Penggandaan;
 Belanja Sewa Rumah/Gedung/Gudang/Perkir;
 Belanja Sewa Sarana Mobilitas;
 Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan;
 Belanja makan dan Minuman;
 Belanja Pakaian Dinas dan Atributnya;
 Belanja Pakaian Khusus dan hari-hari tertentu;
 Belanja Perjalanan Dinas;
 Belanja Kursus, Pelatihan, sosialisasi dan Bimbingan Teknis;
 Belanja Pemeliharaan;
 Belanja Konsultansi;
 Belanja Tenaga Ahli/Instruktur/Narasumber; dan
 Belanja barang dan jasa BLUD
c) Belanja modal;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat-alat Bantu;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Angkutan Darat Bermotor;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Kantor;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Rumah Tangga;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Komputer;

24
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Studio;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Komunikasi;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Kesehatan;
 Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Alat Laboratorium Fisika Nuklir;
 Belanja Modal Gedung dan Bangunan - Pengadaan Bangunan Gedung Tempat
Kerja; dan
 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya - Pengadaan Barang Bercorak Kebudayaan;

Tabel 26
Anggaran Belanja Berdasarkan Sumber Dana
(dalam ribuan rupiah)
Sumber Dana Tahun Anggaran 2019
Komponen Belanja
BLUD APBD APBN Jumlah
I. Belanja Operasional (a+b) 32.220.000.000,00 103.387.870.712,00 - 135.607.870.712,00
a. Belanja Tidak Langsung 36.807.310.712,00 - 36.807.310.712,00
 Belanja Pegawai - 36.807.310.712,00 - 36.807.310.712,00
b. Belanja Langsung 32.220.000.000,00 66.580.560.000,00 - 98.800.560.000,00
 Belanja Pegawai 2.350.000.000,00 1.239.300.000,00 - 3.589.300.000,00
 Belanja Barang dan Jasa 29.870.000.000,00 65.341.260.000,00 - 95.211.260.000,00
II. Belanja Investasi - 25.383.982.480,00 - 25.383.982.480,00
a. Belanja Modal - 25.383.982.480,00 - 25.383.982.480,00
JUMLAH BELANJA ( I + II ) 32.220.000.000,00 128.771.853.192,00 - 160.991.853.192,00

Tabel 27
Ambang Batas RBA 2019
Selisih
Target Anggaran Realisasi/Prognosa
No Tahun Rp
Pendapatan Pendapatan %

1. 2015 23.000.000.000,00 24.581.796.672,00 1.581.796.672,00 6.9 %


2. 2016 31.000.000.000,00 49.427.563.422,00 18.427.563.422,00 59.4 %
3. 2017 45.000.000.000,00 51.345.000.000,00 6.345.000.000,00 14.1 %
4. 2018 53.259.789.800,00 66.503.337.250,00 13.243.547.450,00 24,9 %
Jumlah 105,3 %

Keterangan : Persentase ambang batas adalah rata-rata fluktuasi selisih antara target anggaran
pendapatan dan realisasi pendapatan 2 (dua) tahun sebelumnya serta anggaran tahun
berjalan sebesar 105,3 % : 4 = 26,3 %, maka ambang batas 2019 sebesar 26,3 % x Rp.
32.220.000.000,00,- sebesar Rp. 8.480.873.484,34,- Ambang batas dapat dipergunakan
dengan catatan pendapatan telah melebih target.

25
BAB IV
PROYEKSI LAPORAN KEUANGAN
TAHUN ANGGARAN 2019

A. NERACA
Tabel 28
Proyeksi Neraca Tahun Anggaran 2019
(dalam ribuan rupiah)
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
I. ASET
A. Aset Lancar
Kas dan setara kas 4.320.267.758,96 6.137.215.809,81
Investasi jangka pendek - -
Piutang usaha - -
Piutang lain-lain 8.714.171.850,00 8.801.313.568,00
Persediaan 8.705.340.000,00 8.792.393.400,00
Uang muka - -
Penyisihan Piutang (4.357.085.925,00) (4.400.656.784,00)
Jumlah Aset Lancar 17.382.683.708,96 17.513.317.942,96
B. Investasi Jangka Panjang - -
C. Aset Tetap
Tanah - -
Gedung dan bangunan 236.142.569.636,63 250.573.569.636,63
Peralatan dan mesin 175.843.723.833,44 186.606.706.313,44
Aset Tetap Lainnya 4.705.895.726,00 4.895.895.726,00
Kontruksi 44.880.000,00 44.880.000,00
Jalan, irigasi, dan jaringan 11.279.218.672,36 11.279.218.672,36
Akumulasi penyusutan (111.753.599.965,65) (118.381.271.631,44)
Jumlah Aset Tetap 316.262.687.902,78 335.018.998.716,99
D. Aset Lain-lain.
Aset tak berwujud 862.275.000,00 862.275.000,00
Jumlah Aset Lain-lain 862.275.000,00 862.275.000,00
Jumlah Aset (A+B+C+D) 335.709.221.602,74 353.394.591.659,95
II. KEWAJIBAN
A. Kewajiban Jangka Pendek
Utang beban 7.706.701.892,00 9.633.377.365,00
Utang pajak
Belanja yang masih harus
dibayar
Utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun (Utang - -
Belanja)
Pendapatan yang diterima
dimuka
Dst............ - -
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 7.706.701.892,00 9.633.377.365,00
B. Kewajiban Jangka Panjang
Utang jangka panjang yang jatuh
- -
tempo lebih dari satu tahun
Dst....................
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang - -
Jumlah Kewajiban (A+B) 7.706.701.892,00 9.633.377.365,00
III. EKUITAS
Ekuitas tidak terikat
Ekuitas Dana Lancar 326.800.944.719,74 344.867.897.498,95
Surplus (Defisit) s.d periode
- -
tahun lalu
Surplus (Defisit) tahun
- -
berjalan

26
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
Terikat Permanen[1] - -
TerikatTemporer[2] - -
Hibah [3] - -
Donasi - -
Dst .................... - -
Jumlah Ekuitas 326.800.944.719,74 344.867.897.498,95
Jumlah Kewajiban dan Ekuitas
334.507.646.611,74 354.501.274.863,95
(II+III)

B. LAPORAN OPERASIONAL
Tabel 31
Proyeksi Laporan Operasional Tahun Anggaran 2019
(dalam ribuan rupiah)
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Komponen Desember 2018
(Rp)
(Rp)
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah 71.667.766.082,00 33.832.023.118,40
Jumlah Pendapatan 71.667.766.082,00 33.832.023.118,40
BEBAN
Beban Pegawai 38.021.980.521,00 19.010.990.260,50
Beban Persedian 4.278.103.740,40 2.139.051.870,20
Beban Jasa 83.014.443.447,00 41.507.221.723,50
Beban Pemeliharaan 5.770.780.306,50 2.885.390.153,25
Beban Perjalanan Dinas 2.099.568.723,00 1.049.784.361,50
Beban Penyusutan - -
Beban Penyisihan Piutang - -
Jumlah Beban 133.184.876.737,90 66.592.438.368,95
JUMLAH BEBAN (65.520.830.501,10) (32.760.415.250,55)
Surplus (Defisit) LO (65.520.830.501,10) (32.760.415.250,55)

C. LAPORAN ARUS KAS


Tabel 32
Proyeksi Laporan Arus Kas Tahun Anggaran 2019
(dalam ribuan rupiah)
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
Uraian Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas Masuk 183.254.596.280,00 161.991.853.192,00
Pendapatan Jasa Layanan 66.503.337.250,00 33.220.000.000,00
Pendapatan APBD 116.751.259.030,00 128.771853.192,00
Arus Kas Keluar 141.382.678.873,00 135.607.870.712,00
Biaya Pegawai 35.368.928.241,00 40.396.610.712,00
Biaya Barang dan Jasa 106.013.750.632,00 95.211.260.000,00
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 41.871.917.407,00 25.383.982.480,00
Uraian Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas Masuk - -
Arus Kas Keluar 42.629.237.866,00 25.383.982.480,00

27
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (42.629.237.866,00) (25.383.982.480,00)
Kenaikan/Penurunan Bersih Kas (757.320.459,00) -
Kas dan Setara Kas Awal 5.426.950.962,96 5.426.950.962,96
Jumlah Saldo Kas Per 31 Desember 4.669.630.503,96 5.426.950.962,96

D. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK)


Tabel 33
Proyeksi Kas dan Setara Kas
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
Kas Bendahara APBD - -
Kas BLUD 4.669.630.503,96 4.332.877.958,96
 Kas bendahara
Penerimaan BLUD - 12.610.200,00
 Kas Bendahara
Pengeluaran BLUD 4.669.630.503,96 5.414.340.762,96
Total Kas dan Setara Kas 4.669.630.503,96 3.446.455.270,98

Tabel 34
Proyeksi Realisasi Investasi
Prognosa s.d 31
Proyeksi 2019
Uraian Desember 2018
(Rp)
(Rp)
Peralatan dan Mesin 36.584.690.392,00 10.762.982.480,00
Pengadaan Alat-alat Bantu 89.782.000,00 199.000.000,00
Pengadaan Alat Angkutan Darat 343.500.000,00 1.792.000.000,00
Bermotor
Pengadaan Alat Pemeliharaan 94.710.000,00 -
Tanaman/Alat Penyimpan
Pengadaan Alat Kantor 269.435.210,00 1.508.415.000,00
Pengadaan Alat Rumah Tangga 549.139.525,00 1.050.500.000,00
Pengadaan Komputer 655.072.000,00 1.052.000.000,00
Pengadaan Alat Studio 164.065.000,00 153.000.000,00
Pengadaan Alat Komunikasi 3.987.500,00 25.000.000,00
Pengadaan Alat Kedokteran 140.217.000,00 4.933.067.480,00
Pengadaan Alat Kesehatan 34.240.022.157,00 -
Pengadaan Alat Laboratorium Fisika 34.760.000,00 50.000.000,00
Nuklir / Elektronika
Gedung dan Bangunan 2.007.871.020,00 15.866.627.368,00
Pengadaan Bangunan Gedung Tempat 1.929.937.174,00 14.431.000.000,00
Kerja
Aset Tetap Lainnya 4.491.683.220,00 3.253.202.520,00
Pengadaan Barang-Barang 7.970.000,00 -
Perpustakaan
Pengadaan Aset Tetap Renovasi 4.107.640.300,00 -
Pengadaan Barang Bercorak - 190.000.000,00
Kebudayaan
Total Realisasi Investasi 42.629.237.866,00 25.383.982.480,00

28
BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Tahun 2019 dirancang dengan mempertimbangkan berbagai
aspek, yaitu upaya peningkatan pelayanan dan kinerja operasional, aspek mutu dan manfaat bagi
masyarakat dan tingkat kinerja keuangan rumah sakit dalam tahun berjalan.
Pendapatan pelayanan pada tahun 2019 diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan
disebabkan peraturan BPJS prihal rujukan berjenjang yang mengharuskan pasien untuk dirujuk ke
rumah sakit bertipe C terlebih dahulu, sehingga target penerimaan dan belanja juga mengalami
perubahan.

B. HAL-HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN DALAM MELAKSANAKAN BLUD


1. Peningkatan sarana, prasarana dan perijinan dalam rangka pelayanan pasien dapat berjalan
secara efektif dan sesuai dengan standar akreditas;
2. Peningkatan manajemen komunikasi dan informasi dalam rangka mempermudah pasien dalam
memperolehi informasi pelayanan;
3. Antisipasi terhadap faktor eksternal terhadap pendapatan rumah sakit.
4. Memperbanyak Bimtek/diklat baik fungsional teknis atau manajemen dalam rangka peningkatan
kualitas dan kapasitas SDM;
5. Peningkatan tata kelola manajemen perencanaan dan keuangan dalam rangka menertibkan
administrasi dan pelaporan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Tanjungpinang, Desember 2018


DIREKTUR RSUD RAJA AHMAD TABIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

dr. MUCHTAR LUTHFI MUNAWAR, Sp.P

29