Anda di halaman 1dari 4

Nama : Nasya Nurma Zushita Firwan

Nim : 1502101010001

Kelas : 02

Tugas : Resume Ilmu Kebidanan dan Kemajiran

ANATOMI KEBIDANAN

Mempelajari bentuk dan susunan normal dari alat reproduksi hewan


betina, serta hormone apa saja yang terdapat ketika hewan mengalami masa
kebuntingan dan perubahan alat reproduksi yang terjadi selama masa kebuntingan.

Alat-alat reproduksi betina terletak di dalam cavum pelvis


(ronggapinggul). Cavum pelvis dibentuk oleh tulang-tulang sacrum, vertebra
coccygea kesatu sampai ketiga dan oleh dua os. coxae. Os. coxae dibentuk oleh
ilium, ischium dan pubis.
Secara anatomi alat reproduksi betina dapat dibagi menjadi :ovarium,
oviduct, uterus, cervix, vagina dan vulva, klitoris.
a. Ovarium
Gonad atau ovarium, merupakan bagian alat kelamin yang utama, ovarium
menghasilkan telur, oleh karena itu dalam bahasa Indonesia seringkali disebut
induk telur, indung telur atau ada pula yang menyebutnya pengarang telur.
Perkembangan ovarium pada masa reproduksi diatur oleh hormon-hormon yang
berasal dari kelenjar hifofisa yang terdapat di dasar otak dalam kepala. Bentuk
ovarium berbeda menurut spesies hewan.
Pasangan ovarium normal, pada sapi yang tidak bunting terletak di sebelah
atas rongga perut, 30-45 cm di sebelah dalam dari lubang vulva : (a) ovaria
biasanya terletak dekat dengan cornua uteri, yaitu tempat dimana dipertautkan
dengan ligament ovaria ; (b) ligament ini merupakan bagian dari alat penggantung
lebar yang menggantungkan saluran-saluran reproduksi pada dinding perut bagian
atas.
Ovarium sapi lebih kecil daripada kuda. Dan ovarium kanan biasanya
lebih besar daripada yang kiri. Berbentuk oval, tidak mempunyai fossa ovarii.
Terletak 40-45 cm dari pintu vulva sebelah luar. Apabila ada corpus luteum, maka
lataknya superfisial, sehingga menonjol dan dapat dilihat dari permukaan luar.
Corpus luteum berwarana kuning coklat.

b. Oviduct
Oviduct atau tuba fallopi yang juga disebut tuba uterine adalah saluran
yang berpasangan dan berkonvolusi yang menghantarkan ova dari ovarium
menuju tanduk uterus, dan juga merupakan tempat terjadinya fertilisasi oleh
spermatozoa. Pada sapi dan kuda panjang oviduk berkisar 20-30 cm dengan
diameter 1,5-3 mm, sedangkan babi dan domba panjang oviduk mencapai 15-30
cm. Tuba fallopi terikat pada penggantung yang disebut mesosalphinx dan dibagi
menjadi tiga bagian yaitu infundibulum dengan fimbriae, ampula dan isthmus.

c. Uterus
Merupakan saluran reproduksi hewan betina yang diperlukan untuk
penerimaan sel telur yang telah dibuah, nutrisi dan perlindungan foetus. Pada
umumnya uterus hewan terdiri dari sebuah korpus uteri dan dua buah kornua uteri
serta sebuah serviks. Uterus bergantung pada ligamentum lata uteri atau
mesometrium yang bertaut pada dinding ruang abdomen dan ruang pelvis. Uterus
sapi terdapat sebagian besar di ruang abdomen. Corpus uterinya sangat pendek (3-
4 cm), tetapi mempunyai cornua uteri yang panjang (30-40 cm).
Ada 4 macam tipe uterus, yaitu
a) Dupleks; uterus kanan dan kiri terpisan dan bermuara secara terpisah ke
vagina.
b) Bipartil; uterus kanan dan kiri bersatu yang bermuara ke vagina dengan
satu lubang.
c) Bikornua; bagian uterus kana dan kiri labih banyak yang bersatu bermuara
ke vagina dengan satu lubang.
d) Simpleks; semua uterus bersatu sehingga hanya memiliki badan uterus.

d. Cervix
Serviks atau leher uterus mengarah ke kaudal menuju ke vagina. Serviks
merupakan sphincer otot polos yang kuat, dan tertutup rapat, kecuali pada saat
terjadi birahi atau pada saat kelahiran. Pada saat birahi Serviks agak relaks
sehinggga memungkinkan spermatozoa untuk memasuki uterus. Pada saat
tersebut bukan tidak mungkin Serviks akan mengeluarkan mukus yang kemudian
mengalir ke vulva. Peningkatan jumlah mucus juga diproduksi oleh sel-sel goblet
pada serviks selama kebuntingan, guna mencegah masuknya zat-zat yang
membawa infeksi dari vagina ke dalam uterus.

e. Vagina
Vagina merupakan perpanjangan dari cervix sampai ketempat sambungan
uretra dengan saluran alat kelamin adalah bagian yang berdinding tipis. Vagina
merupakan bagian dari organ repoduksi merupakan organ kopulasi pertemuan
antara organ reproduksi jantan dan betina. Sel epitel berada dinding vagina yang
berada dekat Serviks terdiri dari lapisan jajaran sel sel penghasil lendir dan sel
epitel tipis .
Vagina sapi mencapai panjang 25-30 cm pada keadaan tidak bunting. Pada
kda berukuran panjang 20-35 cm dan diameter 10-13 cm. Pada domba vagina
berukuran panjang 7,5-10 cm, sedangkan pada babi berukuran panjang 7,5-11,5
cm.

f. Vulva
Vulva merupakan alat kelamin betina bagian luar termasuk clitoris dan
vestibulum. Bagian ini memiliki syaraf perasa, yang memegang peranan penting
pada waktu kopulasi. Vestibula vagina adalah bagian tubular dari saluran
reproduksi antara vagina dan labia vulva. Labia atau bibir vulva adalah sederhana
saja dan tidak terdiri dari labia mayor dan minor seperti pada manusia.

Lubang luar alat reproduksi sapi betina berada tepat dibawah anus.
Panjang 12 cm dan mempunyai sudut lebar berbentuk bulat disebelah dorsal dan
sudut sempit di sebelah ventral. Labia mayor yang tebal ditutup oleh rambut-
rambut halus sampai tempat sambungan dengan mucosa. Pada perkawinan secara
alamiah penis masuk ke dalam alat reproduksi betina melewati vulva, dan pada
waktu melahirkan anak sapi melewatinya.

g. Klitoris
Klitoris secara embriogenik homolog dengan penis, sedangkan vulva
homolog dengan scrotum. Klitoris dapat sedikit berereksi karena mnegandung
sepasang unsur cavernosus kecil.