Anda di halaman 1dari 2

a.

Analisis Capaian Indikator Kinerja Utama :


1. Penyusunan regulasi Daerah sebagai payung hukum pelaksanaan
pembangunan dan pemerintahan dengan indikator rasio jumlah perda dan
Perbub yang diterbitkan terhadap jumlah rancangan perda dan perbub
ditargetkan tersusun10 Peraturan Daerah, 30 Peraturan Bupati, dan 40
Raperda dan Raperbub, yang pada realisasinya telah disusun 15 Peraturan
Daerah, 73 Peraturan Bupati, dan 264 Raperda dan Raperbub melebihi dari
target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Perjanjian atau
Penetapan Kinerja telah tercapai dengan tingkat capaian rata-rata melebihi
100%.
2. Meningkatkan kualitas kinerja pemerintahan daerah, dengan indikator
Persentase tingkat kelengkapan data evaluasi kinerja penyelenggaraan
Pemerintah Daerah (EKPPD) dan Rata-rata Nilai Akuntabilitas Kinerja
Perangkat Daerah Penetapan Kinerja telah tercapai dengan tingkat
capaian rata-rata melebihi 100%.
3. meningkatnya kualitas pelayanan birokasi dengan indikator Persentase
SOPD yang menerapkan SPP di Daerah, Persentase rata - rata penerapan
SPM di Daerah dan Rasio Perangkat Daerah yang memiliki SOP terhadap
jumlah seluruh perangkat Daerah tingkat capaian rata-rata 100%.
4. Terkendalinya pelaksanaan pembangunan sesuai jadwal / perencanaan
dengan indikator Rasio pengendalian paket pekerjaan, target tercapai
100% .
5. Meningkatnya kualitas hubungan Pimpinan dan masyarakat dengan
indicator Jumlah kegiatan silahturahmi pimpinan dan masyarakat yang
pelaksanaanya ditargetkan sebanyak 22 kegiatan, dan realisasi
pelaksanaan sebanyak 22 kegiatan dengan capaian kinerja 100%.
6. Meningkatnya kualitas hubungan Ulama dan Umara dengan indicator
Jumlah kegiatan koordinasi ulama dan Umara dari target 2 Kegiatan apda
tahun 2017, dilaksanakan sebanyak sebanyak 2 kegiatan, dan realisasi
pelaksanaan sebanyak 2 kegiatan dengan capaian kinerja 100%.
7. Meningkatnya Jenjang Pendidikan masyarakat dengan indikator Rasio
jumlah mahasiswa / santri yang mendapat bantuan terhadap jumlah
permohonan bantuan pendidikan dengan target pemberian bantuan 90%
pada tahun 2017, dan bantuan yang disalurkan kepada santri sebesar
100% dari target 6 orang santri, sedangkan untuk mahasiswa pada tahun
2017 penyalurannya di tunda oleh Bupati hal ini dikarenakan adanya revisi
Peraturan Bupati No. 33 Tahun 2015 tentang pedoman Seleksi Calon
Penerima Penghargaan Kepada Mahasiswa Kurang Mampu, berprestasi di
Kabupaten Hulu Sungai Tengah , tentang pengertian “Kurang Mampu”
masih ada beberapa versi pengertian , dan belum adanya kesepahaman
dan juga kondisi Keuangan Daerah tidak memungkinkan atau dan akan
disalurkan di tahun 2018, sehingga realiasasi adalah 0% dari jumlah 23
mahasiswa. Total realisasi keseluruhan sebesar 20,69%.
8. Meningkatnya ketersediaan tenaga kesehatan masyarakat dengan
indikator Rasio jumlah mahasiswa kedokteran yang mendapat bantuan
terhadap jumlah permohonan bantuan beasiswa kedokterandengan target
100% dan dengan bantuan yang disalurkan dengan persentase 100%, yaitu
10 orang mahasiswa kedokteran yag mendapat bantuan.
9. Meningkatnya peran kelembagaan ekonomi daerah dengan indikator
Persentase keberhasilan bidang usaha yang dijalankan oleh BUMD
Murakata dengan target keberhasilan 20% dan terealisasi peningkatan
peran kelembagaan ekonomi daerah sebesar 0%, keadaan ini disebabkan
adanya revisi Perda Pendirian Perusda Murakata dan Perda Penyertaan
Modal ke Perusda Murakata baru disahkan tanggal 29 Desember 2017.
Kondisi Keuangan Daerah dalam keadaan defisit , sehingga penyertaan
modal ke Perusda Murakata belum bisa terealisasi, sesuai dengan
permendagri No. 52 Tahun 2012 pasal 14 yang menyatakan bahwa
“Investasi pemerintah daerah dapat dilaksanakan apabila APBD
diperkirakan surplus yang peenggunaannya ditetapkan dalam peraturan
tentang APBD”