Anda di halaman 1dari 6

RESUME

KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

TUGAS PERORANGAN

SAYUTI (20166514079)

PRODI D.IV KEPERAWATAN


POLITEKNIK KESEHATAN PONTIANAK
TAHUN 2018
RESUME
KONSEP KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
A. KESEHATAN JIWA
Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang
secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari
kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif,
dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya ( UU Nomor 18
Tahun 2014).
Kesehatan Jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik,
intelektual, emosional secara optimal dari seseorang dan perkembangan ini
berjalan selaras dengan orang lain (UU Nomor 3 Tahun 1966).
Kesehatan Jiwa adalah suatu kondisi sehat emosional, psikologis dan sosial
yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan, perilaku dan
koping yang efektif,konsep diri yang positif dan kestabilan emosional
(Videbeck (2008).
Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental sejahtera yang memungkinkan
hidup harmonis dan produktif sebagai bagian yang utuh dari kualitas hidup
seseorang,dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia dengan ciri
menyadari sepenuhnya kemampuan dirinya, mampu menghadapi stres
kehidupan dengan wajar, mampu bekerja dengan produktif dan memenuhi
kebutuhan hidupnya, dapat berperan serta dalam lingkungan hidup, menerima
dengan baik apa yang ada pada dirinya dan merasa nyaman bersama dengan
orang lain(Keliat,dkk,2005

B. KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA


Center for Mental Health Services (CMHS) secara resmi mengakui
Keperawatan kesehatan jiwa adalah salah satu dari lima inti disiplin kesehatan
jiwa.Perawat jiwa menggunakan pengetahuan dari ilmu
psikososial,biofisik,teori kepribadian dan perilaku manusia untuk mendapatkan
kerangka berpikir teoretis yang mendasari praktek keperawatan(Suart,2007)
American Nurses Association (ANA) sependapat dengan CMHS, yang
menjelaskan bahwa keperawatan kesehatan jiwa merupakan area khusus dalam
praktek keperawatan yang menggunakan ilmu perilaku manusia sebagai dasar
dan menggunakan diri sendiri (ekspresi,gerak tubuh,bahasa,tatapan mata,
sentuhan, nada suara) secara terapeutik sebagai kiatnya dalam meningkatkan,
mempertahankan, memulihkan kesehatan mental klien dan masyarakat
dimanapun berada.
Caroline (1999) memperjelas bahwa keahlian keperawatan kesehatan jiwa
adalah merawat seseorang dengan penyimpangan mental dimana perawat harus
memiliki pengetahuan dan keterampilan (peka,mau mendengar,tidak
menyalahkan dan memberikan dorongan) untuk menemukan kebutuhan dasar
klien yang terganggu seperti kebutuhan fisik,aman dan nyaman,kebutuhan
mencintai dan dicintai,harga diri dan aktualisasi diri.
Pasien atau klien yang dirawat berupa individu, keluarga, kelompok,organisasi
dan masyarakat (Sadock) dalam seluruh rentang kehidupan mulai sejak
konsepsi sampai lanjut usia(Otong,1995).
Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan keperawatan kesehatan
jiwa adalah :
1. Merupakan salah satu bidang spesialisasi ilmu keperawatan jiwa dalam
praktek keperawatan.
2. Memiliki dasar keilmuan yang khas sebagai batang tubuh ilmunya yaitu
ilmu perilaku,psikososial,biofisik,teori kepribadian,komunikasi,pendidikan
dll.
3. Memiliki kiat khusus merawat klien yaitu menggunakan diri perawat yaitu
gerak tubuh,bahasa,ekspresi,sentuhan,tatapan mata dan nada suara.
4. Perawat harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan
keterampilan(peka,mau mendengar,empati,tidak menyalahkan,memotivasi
dll.
5. Klien yang dirawat berupa individu,keluarga,kelompok,organisasi dan
masyarakat dengan penyimpangan mental mulai masa konsepsi sampai
lanjut usia dimanapun berada.
6. Tugas atau peran perawat adalah menemukan kebutuhan klien yang
terganggu berupa kebutuhan biopsikososiospiritual.
7. Bertujuan untuk meningkatkan,mempertahankan dan memulihkan kesehatan
mental klien Setiap perawat yang berminat dan melaksanakan praktek
keperawatan kesehatan jiwa disarankan menguasai berbagai ilmu
pengetahuan dan keterampilan serta kiat khusus agar dapat melaksanakan
peran dan fungsi sebagai perawat yang bertanggung jawab untuk mencapai
tujuan keperawatan yang ditetapkan pada setiap klien yang dirawat.

C. ELEMEN KESEHATAN JIWA


1. Otonomi dan kemandirian
2. Memaksimalkan potensi diri
3. Mentoleransi ketidakpastian hidup
4. Mampu mengelola stres kehidupan
5. Menguasai lingkungan
6. Orientasi realitas
7. Harga diri realitas
D. PERBEDAAN TENTANG ORANG SEHAT JIWA, ORANG DENGAN
MASALAH KEJIWAAN DAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA
1. Orang Sehat Jiwa
Kondisi Dimana Seorang Individu Dapat Berkembang Secara Fisik, Mental,
Spiritual, Dan Sosial Sehingga Individu Tersebut Menyadari Kemampuan
Sendiri, Dapat Mengatasi Tekanan, Dapat Bekerja Secara Produktif, Dan
Mampu Memberikan Kontribusi Untuk Komunitasnya.
2. Orang Dengan Masalah Kejiwaan
Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) adalah orang yang mempunyai
masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, dan/atau
kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa
3. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami
gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam
bentuk sekumpulan gejala dan/atau perubahan perilaku yang bermakna,
serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan
fungsi orang sebagai manusia

E. KRITERIA SEHAT JIWA


1. Bersikap positif terhadap diri sendiri
2. mampu tumbuh dan berkembang serta mencapai aktualisasi diri
3. mampu mengatasi stres atau perubahan pada dirinya
4. bertanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan yang diambil
5. mempunyai persepsi yang realistik dan menghargai perasaan serta sikap
orang lain
6. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan

F. KONSEP RENTANG SEHAT – SAKIT JIWA


Sehat jiwa adalah : kemampuan individu menyesuaikan diri dengan diri
sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan.
Sehat jiwa : merupakan keharmonisan fungsi jiwa dan kesanggupan
menghadapi masalah yang biasa terjadi. Mis : merasa bahagia, senang, puas,
mampu.
Keadaan sehat-sakit jiwa dapat dilihat dari : efektifitas fungsi perilaku mis :
1. Prestasi kerjanya
2. Hubungan interpersonalnya
3. Penggunaan waktu senggang
G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN JIWA SESEORANG
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti
sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat,
baik, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dan lain sebagainya. Contoh
bakat yakni misalnya bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu,
akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek keturunan seperti turunan emosi,
intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang
dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling
dekat dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri,
kakak, adik, kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya.

Dan masih banyak lagi Mulai Dari Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan
Terutama Kekerasan Seksual, Pornografi, Penyalahgunaan Napza, Kecanduan
Media Elektronik Dan Jejaring Sosial, Gangguan Kejiwaan, Bencana, Tekanan
Psikologis, Kepikunan Dan Sebagainya Yang Kurang Mendapat Perhatian
Atau Terabaikan Karena Ketidakpahaman, Kelelahan Menghadapi, Kurang
Peduli, Ketersediaan Dan Akses Pelayanan Kesehatan Jiwa Yang Sulit
Dijangkau.

H. PROSES TERJADINYA GANGGUAN JIWA


1. Adanya Ketidakpuasan dengan karakteristik,kemampuan,dan prestasi diri.
2. Memiliki Hubungan yang tidak efektif atau tidak memuaskan.
3. Merasa Tidak puas hidup di dunia.
4. Koping yang tidak efektif terhadap peristiwa kehidupan.
5. Tidak terjadi pertumbuhan personal.
DAFTAR PUSTAKA

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan


2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 77 Tahun 2015 Tentang Pedoman
Pemeriksaan Kesehatan Jiwa Untuk Kepentingan Penegakan Hukum
4. Keliat, Budi Anna;Panjaitan;Helena. 2005. Proses Keperawatan Kesehatan
Jiwa. Ed.2. Jakarta: EGC.
5. Stuart, Gail W.2007.Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC.
6. Suliswati, 2005. Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta : EGC
7. Yosep,Iyus.2007. Keperawatan Jiwa. Jakarta: PT. Refika Aditama.