Anda di halaman 1dari 3

SOP PENATALAKSANAAN

KELAINAN FUNGSI SISTEM


STOMATOGNATIK AKIBAT
KEHILANGAN SEMUA GIGI ASLI,
TETAPI TULANG ALVEOLAR
MASIH BAIK

Nomor Dokumen : /Pkm-.Slk/UKP/I/2016


No.Revisi : 00
SOP Tgl.Diberlaku : 11 Januari 2016
Halaman :1–3

Ditetapkan Saiful Ahwan, Amd.Kep


Kepala UPT Puskesmas NIP. 196711071989021002
Sungai Salak
[

Pengertian Gangguan fungsi sistem stomatognatik karena hilangnya seluruh gigi tetapi tulang
alveolar masih baik

Tujuan Sebagai pedoman penatalaksanaan kasus anomali letak gigi karena stomatognatik
akibat kehilangan semua gigi asli, tetapi tulang alveolar masih baik
Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Sungai Salak
Nomor: /PKM-S.Slk/ADMEN/I/ 2016 Tentang Penatalaksanaan Penyakit Gigi dan
Mulut

Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.02.02/MENKES/62/2015
Alat Dan Bahan  Dental unit lengkap,
 Alat diagnostik standar
 Alat dan bahan ekstraksi
 Set Sendok cetak untuk rahang tidak bergigi
 Occlusal guide plane
 Artikulator
 Alat laboratorium prostodontia
 Bahan cetak irreversible hydrocolloid
 Bahan cetak berdasar karet atau silikon
 Bahan model (gips tipe I dan II)
 Lilin model
 Resin akrilik berpolimerisasi panas
 Gigi tiruan 1 set lengkap (warna sesuai keperluan kasus)
 Pressure Indicator Paste
 Bahan dan alat poles akrilik
 Kertas artikulasi (2 warna)
Prosedur 1) ANAMNESA (Subjektif)
 Kehilangan semua gigi yang mengakibatkan kesulitan dalam pengunyahan
dan mengganggu penampilan.

2) PEMERIKSAAN KLINIS
 Gangguan fungsi pengunyahan
 Gangguan fonetik (wicara)
 Gangguan estetis

3) DIAGNOSA BANDING
 Tidak ada

4) PENATALAKSANAAN
 Anamnesis
 Pemeriksaan intra oral dan ekstra oral
 Pencetakan awal dan pembuatan model studi/diagnostik
 Penentuan rencana perawatan
 Perawatan pre-prostetik
 Pembuatan sendok cetak individual, pencetakan fisiologis dan pembuatan
model kerja
 Penentuan hubungan rahang
 Pemasangan model hubungan rahang di articulator
 Penentuan warna dan ukuran gigi sesuai individu
 Penyusunan model gigi individu
 Pencobaan model gigi tiruan (malam/wax)
 Penyelesaian model gigi tiruan (dilanjutkan dengan prosesing laboratorium
teknik gigi)
 Pencobaan (fitting) dan penyesuaian gigi tiruan dalam mulut
 Insersi akhir gigi tiruan
 Instruksi dan informasi pemeliharaan gigi tiruan
 Pemeriksaanpascapemasangan,penanggulangan permasalahan pasca
pemasangan

5) PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Radiologi (foto dental dan atau foto panoramik)

6) LAMA PERAWATAN
 6-8 kali kunjungan
7) FAKTOR PENYULIT
 Xerostomia

8) PROGNOSIS
 Baik,

Hal-Hal yang
perlu
diperhatikan

Unit Terkait POLI GIGI

Dokumen Terkait Rekam Medis

Rekaman Historis
Diberlakukan
No Halaman Yang Dirubah Perubahan
Tanggal