Anda di halaman 1dari 5

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.

:
SOAL_0881
Seorang anak perempuan usia 9 tahun dirawat di RSU, dengan keluhan sudah satu minggu panas,
nyeri abdomen, tidak mau makan, perut kembung, 5 hari tidak BAB. Tensi 90/60 mmHg, Nadi
80x/mnt, suhu 39C, Napas 28x/mnt. Pemeriksaan penunjang termasuk laboratorium sudah dilakukan
dan dokter mendiagnosa Typhus Abdominalis.
Manakah data dibawah ini yang tidak mendukung diagnose dokter tersebut?
a. Widal titer O 1/200
b. Panas intermiten
c. Leukositosis.
d. Leukopenia
e. Bradikardia

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


KUNCI SOAL_0881
Jawab. C.
Pada kasus typhus abdominalis yang terjadi justru leukopenia bukan leukositosis.
Leucopenia terjadi akibat dari penghancuran lekosit oleh endotoksin

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


S0AL_0882
Perawat Puskesmas sedang melaksakan kegiatan program imunisasi dasar di Posyandu. Pada antiran
pertama dipanggil Ibu By. M, umur 2 bulan. Sebelum melakukan imunisasi Perawat tersebut
melakukan pemeriksaan keadaan By.M dan membaca catatan riwayat imunisasi di buku KMS.
Apakah imunisasi yang seharusnya sudah tercatat dalam buku KMS tersebut ?
a. Polio, dan BCG.
b. Hepatitis B unijek dan Polio
c. Hepatitis B unijek, Polio dan BCG
d. Hepatitis B unijek, Polio, BCG dan DPT
e. Hepatitis B unijek, Polio, BCG dan Campak

KUNCI SOAL_0882
Jawaban. C
Pembahasan:
Vaksin HB unijek diberikan pada bayi baru lahir sampai usia 7 hari.
Vaksin BCG sebaikanya diberikan pada bayi usia sebelum usia 45 hari, apabila bayi usia lebih dari dua
bulan belum diberikan imunisasi BCG, maka sebelum diberikan sebaiknya dilakukan dulu mantoks
test atau test tuberculin untuk memastikan si bayi belum terinfeksi Tuberculosa.
Vaksin tetes polia pertama kali diberikan sebelum bayi usia satu bulan.
Vaksin DPT diberikan setelah bayi usia dua bulan dan untuk vaksin Campak diberikan setelah anak
usia 9 bulan.
Tips. Perhatikan Lead In. Meminta riwayat i/ catatan munisasi sebelumnya.
Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:
SOAL_0883
Perawat Puskesmas malaksanakan skrining perkembangan anak di Posyandu dengan menggunakan
KPSP. Diantara anak yang di skrining terdapat anak dalam golongan umur tiga bulan. Salah satu
pertanyaan kuesioner yang ditanyakan perawat kepada ibu balita tersebut adalah “ Pada saat bayi
anda terlentang, apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan gerakan kepalanya dari satu sisi
sampai hampir ke sisi yang lain?”
Apakah tujuan dari pertanyaan kuesioner tersebut diatas ?
a. Mengetahui perkembangan gerak halus anak
b. Mengetahui perkembangan gerak kasar anak
c. Mengetahui perkembangan sosialisasi anak
d. Mengetahui perkembangan komunikasi anak
e. Mengetahui perkembangan kemandirian anak

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


KUNCI SOAL_0883
Jawaban. A. Mengetahui perkembangan gerak halus anak
Pembahasan.
Pada golongan umur 3 bulan gerak halus berupa gerakan kepala mengikuti pergerakan sang ibu atau
pengasuh.
Gerak kasar berupa gerakan masing masing lengan atau tungkai dengan mudah.
Sosialisasi dan kemandirian berupa tatapan mata anak kepada wajah sang ibu/pengasuh.
Perkembangan komunikasi berupa suara suara ( ocehan), tangisan bayi dan juga respon senyuman
ketika diajak tersenyum
Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:
SOAL_0884
Perawat Puskesmas melaksanakan kegiatan Posyandu lansia di Desa. Kegiatan tersebut diantaranya
dilakuanan pemeriksaan dini osteoporosis kepada para lansia.
Manakah lansia yang paling beresiko terhadap penyakit ini?
a. Seorang wanita berusia 65 tahun yang malas beraktivitas dan memiliki kebiasaan merokok
b. Seorang pria berusia 70 tahun yang terbiasa mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
c. Seorang wanita berusia 55 tahun yang terbiasa olah raga.
d. Seorang pria berusia 55 tahun yang obesitas
e. Seorang pria 60 tahun dengan asthma

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


Kunci & Pembahasan SOAL_0884
Jawaban : A.Seorang wanita berusia 65 tahun yang malas beraktivitas dan memiliki kebiasaan
merokok
Rasional:
Faktor resiko osteoporosis diantaranya: jenis kelamin perempuan, post menopause, usia lanjut, diet
rendah kalsium, kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebih, malas beraktivitas, perokok aktif,
pengguna kortikosteroid jangka panjang, antikonvulsan, dan atau furosemide.
Strategi mengerjakan soal:
Focus pada Lead in = paling beresiko osteoporosis.
Eliminasi dengan mengingat factor resiko osteoporosis dan mengeliminir dari yang memiliki factor
resiko terkecil, yaitu opsi C, D, D dan E.
Opsi A memiliki resiko : jenis kelamin,usia, post menopause, malas beraktivitas, dan perokok.
Opsi B memiliki factor resiko : usia, konsumsi alkohol.
Opsi C memiliki resiko: jenis kelamin, usia,post menopause .
Opsi D. Faktor resiko hanya pada usia, obesitas tidak termasuk ke dalam resiko osteoporosis.
Opsi E memiliki factor resiko : usia dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang untuk asthma.
Sumber:
Saunders 360 Review untuk UKNI (Edisi 1) terbitan 2016 oleh tim Asosiasi Institusi Pendidikan Ners
Indonesia (AIPNI) yang diadaptasi dari buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN Examination"
yang ditulis oleh Silvestri (Elsevier)
Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:
SOAL_0885
Seorang perempuan usia .52 tahun. diantar ke Rumah Sakit dengan keluhan nyeri berat dan terus
menerus pada area epigastrium dan menjalar ke punggung, mual, pusing, Tensi 110/70, Nadi
84X/mnt, Napas 22X/mnt, suhu tubuh 37C.
Apakah kemungkinan besar diagnose medis berdasarkan keluhan jenis nyeri tersebut ?
a. Renal colik
b. Gasteritis akut
c. Angina Pectoris
d. Pankreatitis akut
e. Infark myocard akut

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


Kunci & Pembahasan SOAL_0885
Jawaban : D. Pankreatitis akut
Rasional: Nyeri akibat pankreatitis akut seringkali berat dan terus menerus pada area epigastrium
dan menjalar ke punggung. Dengan mengingat lokasi anatomis pancreas dan jenis nyeri akan
mengarahkan anda ke jawaban yang benar.
Sumber: buku "Comprehensive Review for the NCLEX-RN Examination" yang ditulis oleh Silvestri
(Elsevier).

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


SOAL _0886
Seorang laki- laki usia 66 tahun datang diantar keluarganya ke Poli RSU dengan keluhan nyeri sendi
lutut. Hasil pengkajian lutut pasien tampak bengkak, kemerahan, hangat, dan nyeri bila untuk gerak
atau berjalan sekala nyeri 6 dari rentang 1- 10, Tensi 140/80 mmHg, Nadi 84x/mnt, Napas 20x/mnt,
Suhu tubuh 37C. Pemeriksaan penunjang Laboratorium Uric Acid 11,5.
Manakah tindakan keperawatan berikut yang tepat untuk mengurangi keluhan klien saat ambulasi ?
a. Mengajarkan teknik napas dalam.
b. Membatasi waktu dan jarak tempuh waktu jalan
c. Melakukan latihan rentang gerak sendi sebelum berjalan
d. Melakukan immobilitas ekstremitas yang sakit saat aktifitas.
e. Mengajarkan klien melakukan partial weight bearing saat berjalan.

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


KUNCI SOAL _0886
Jawaban. E
Rasional.
Melakukan partial weight bearing saat berjalan akan mengurangi beban pada area yang sakit. Opsi A
tidak cocok untuk klien yang sedang aktifitas, Opsi B tidak akan mengurangi nyeri saat berjalan, Opsi
C justru menyebabkan nyeri, Opsi D mungkin bisa mengurangi nyeri tetapi akan menimbulkan
kekakuan.
Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:
SOAL_0887
Seorang laki- laki usia 66 tahun datang diantar keluarganya ke Poli dengan keluhan nyeri sendi lutut.
Hasil pengkajian lutut pasien tampak bengkak, kemerahan, hangat, dan nyeri bila untuk gerak atau
berjalan sekala nyeri 6 dari rentang 1- 10, Tensi 140/80 mmHg, Nadi 84x/mnt, Napas 20x/mnt, Suhu
tubuh 37C. Pemeriksaan penunjang Laboratorium Uric Acid 11,5.
Apakah jenis makanan dibawah ini yang boleh dikonsumsi klien diatas ?
a. Hati
b. Wortel
c. Kerang
d. Emping
e. Kacang tanah

Joon Suwarno E.S.,S.Kep.:


SOAL _0887
Jawaban. B.
Rasioal
Klien arthritis dengan asam urat yang tinggi sebaiknya menghindari konsumsi jenis makanan yang
mengandung purin tinggi, contohnya : hati ( jeroan), kerang, emping, kacang tanah.