Anda di halaman 1dari 2

Cara Kerja Enzim

Cara kerja enzim sebagai biokatalisator dilakukan melalui percepatan reaksi dengan
cara menurunkan energi yang diperlukan untuk berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel
hidup.

Zat yang akan dikatalis oleh enzim disebut substrat. Substrat akan berikatan dengan
enzim pada daerah yang disebut sisi aktif. Sisi aktif pada enzim hanya dapat berikatan dengan
substrat tertentu. Oleh karena itu, enzim bekerja sebagai spesifik dan 1 jenis enzim hanya akan
terlibat dalam satu jenis reaksi saja.

Cara kerja enzim tersebut terbilang unik, meskipun enzim ikut serta dalam reaksi dan
mengalami perubahan fisik selama reaksi, enzim akan tetap kembali ke keadaan semula jika
proses reaksi telah selesai. Proses dan cara kerja enzim di dalam tubuh akan menghasilkan
senyawa intermediat dalam reaksi organik dengan energi rendah. Enzim merangsang laju
reaksi kimia dengan pembentukan kompleks dan substrat sehingga dapat menekan energi
aktivasi yang diperlukan tubuh dalam reaksi biokimia.

Secara lebih jelas, mekanisme cara kerja enzim dapat dijelaskan melalui alur berikut:

1. Menciptakan lingkungan yang transisinya terstabilisasi untuk menurunkan energi


aktivasi, misalnya dengan cara mengubah substrat.
2. Meminimalkan energi transisi dengan membuat lingkungan reaksi terdistribusi muatan
berlawanan dan tanpa mengubah bentuk substrat sedikit pun.
3. Melalui pembentukan lintasan reaksi alternatif.
4. Menggiring substrat ke orientasi yang tepat untuk bereaksi dengan menurunkan entropi
reaksi.

Beberapa ahli mengambil hipotesis bahwa cara kerja enzim sesuai dengan teori teori kunci
gembok (lock and key) yang dipopulerkan oleh Emil Fischer, serta teori teori induksi pas
(induced fit) yang dipopulerkan oleh Daniel Kashland.

Della Aprilya Guti XII-1/12


A. Menurut teori lock and key, cara kerja enzim mirip dengan mekanisme kerja kunci dan
gembok. Enzim diibaratkan sebagai kunci yang memiliki sisi aktif, sedangkan
substratnya diibaratkan sebagai gembok. Substrat memasuki sisi aktif dari enzim
seperti halnya kunci memasuki gembok.
Cara teori lock and key :
 Enzim dikelilingi oleh berbagai molekul substrat berbentuk
 Situs aktif enzim hanya
dapat mengikat ke molekul
substrat komplementer (harus
menjadi bentuk yang sama)
 Substrat mengikat ke situs
aktif, dan enzim memecah substrat menjadi potongan-potongan yang lebih
kecil.
 Substrat yang rusak kemudian dilepas, dan situs aktif dari enzim ini kemudian
dapat berikatan dengan molekul substrat yang lebih komplementer.

B. Berdasarkan teori induksi pas (induced fit), enzim diibaratkan dapat melakukan
penyesuaian bentuk untuk berikatan dengan suatu substrat. Hal ini ditujukan untuk
meningkatkan kecocokan dengan substrat dan membuat ikatan antara enzim dan
substrat menjadi lebih reaktif.
Cara teori induced fit :
 Enzim dikelilingi oleh berbagai molekul substrat berbentuk.
 Berbeda dengan model
Kunci dan Kunci, molekul
substrat tidak harus harus
komplementer sebagai enzim
mampu mengubah bentuk situs
aktif slighty untuk mengakomodasi untuk substrat dan akhirnya membentuk
Kompleks Enzim-Substrat.
 Enzim memecah substrat menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.
 Enzim kemudian melepaskan substrat dan situs aktif kemudian kembali ke
bentuk aslinya, siap untuk mengikat lebih banyak molekul substrat.

Della Aprilya Guti XII-1/12