Anda di halaman 1dari 60

Rencana Detail Tata Ruang

Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

BAB V
KONSEP PENGEMBANGAN
Butir bahasan ini menguraikan tentang tujuan pengembangan BWP, konsep penataan ruang
BWP Sukamaju, klasifikasi zona serta konsep pembagian wilayah Sub BWP Kawasan
Perkotaan Sukamaju.

A. TUJUAN PENGEMBANGAN BWP


Menurut Undang undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang penyelenggaraan
penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman,
produktif dan berkelanjutan dengan:

1) Terwujudnya keharmonisan antara linkungan alam dan lingkungan buatan


2) Terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan
dengan memperhatikan sumber daya manusia, dan
3) Terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap
lingkungan akibat pemanfaatan ruang.

Penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi adalah menyediakan perangkat peraturan


pengendalian pemanfaatan ruang sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Luwu Utara. Adapun tujuan penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Sukamaju
yang berlandaskan UU No. 27 Tentang Penataan Ruang dan dikaitkan pula dengan profil/
keadaan kawasan perencanaan adalah mewujudkan tatanan ruang Kawasan Perkotaan Sukamju
yang sesuai daya dukung dan daya tampung ruangnya, sesuai fungsi dan peran yang diemban,
didukung dengan infrastruktur yang memadai, dan memenuhi persyaratan berdasarkan
kaidah/norma sosiokultural setempat. Penyusunan RDTR Kawasan Perkotaan Sukamaju akan
menjadi dokumen yang terencana, terarah, terpadu dan berkelanjutan untuk jangka waktu 20
(dua puluh) tahun kedepan dan sebagai acuan bagi pengeluaran perizinan.
Pengembangan keruangan Kawasan Perkotaan Sukamaju tidak dapat terlepas dari upaya
untuk menjabarkan Visi & Misi Kabupaten Luwu Utara yang diwujudkan dalam pembentukan
struktur dan pola pemanfaatan ruang dalam jangka panjang. Berdasarkan potensi wilayah dan
isu strategis baik internal dan eksternal yang berkaitan dengan berbagai kondisi regional dan
global, maka visi jangka panjang (20 tahun) Kabupaten Luwu Utara adalah :

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 1


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Visi RPJP Kabupaten Luwu Utara:


Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Luwu Utara 2005–
2025, visi pembangunan jangka panjang kabupaten adalah “Kabupaten Luwu Utara Yang
Religius, Maju, Sejahtera dan Mandiri Berlandaskan Agribisnis dan Ekonomi Kerakyatan”.

Penjelasan dari visi meliputi:


1) Religius adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan
kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan
manusia dan manusia serta lingkungannya. Religius dalam visi ini mempunyai makna
bahwa : perwujudan prilaku masyarakat yang dilandasai dengan keimanan dan ketaqwaan
yang diimplementasikan pada setiap bentuk kehidupannya dalam rangka pembangunan
masyarakat yang berkualitas, yaitu bermoral, berbudaya dan produktif serta mampu
bekerjasama.
2) Maju dapat diartikan sebagai sesuatu yang menjadi lebih baik atau pula dapat dikatakan
telah mencapai atau berada pada tingkatan peradaban yang tinggi. Dalam visi ini, maju
mengandung makna : Terwujudnya Kabupaten Luwu Utara yang lebih baik dari waktu ke
waktu, yang ditandai dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia sehingga
mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan mempunyai nilai
kompetitif..
3) Sejahtera dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang sentosa dan makmur. Dalam visi ini,
sejahtera mempunyai makna : Suatu keadaan masyarakat yang mampu memenuhi
kebutuhan dasarnya, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat serta
diikuti peningkatan pendidikan, kesehatan, daya beli dan rasa aman masyarakat.
4) Mandiri dapat diartikan sebagai keadaan yang dapat berdiri sendiri atau tidak bergantung
pada orang lain. Dalam visi Kabupaten Luwu Utara, mandiri maknanya adalah : suatu
kemampuan untuk mengelola potensi daerah secara optimal, memenuhi tuntutan kebutuhan
dan kemajuan pembangunan, serta mampu membangun jaringan kerjasama untuk
mendukung peningkatan kemampuan daerah, yang ditandai oleh ketersediaan sumber daya
manusia yang berkualitas.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 2


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Adapun misi RPJP untuk mencapai visi meliputi:


1) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, sehat, cerdas
dan berkehidupan layak serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Tujuan misi ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa
dengan memiliki derajat kesehatan, tingkat pendidikan, dan daya beli yang tinggi disertai
penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
2) Mewujudkan perekonomian daerah yang stabil, dengan bertumpu pada
pembangunan agribisnis berbasis ekonomi kerakyatan.
Tujuan misi ini adalah untuk meningkatkan perekonomian daerah terutama sektor
pertanian, perindustrian, perdagangan dan jasa dengan mengembangkan berbagai potensi
unggulan daerah terutama sektor pertanian dalam suatu sistem pembangunan agribisnis
yang meliputi subsistem hulu, budi daya, pengolahan, pemasaran dan subsistem jasa
penunjang dengan basis ekonomi kerakyatan yang ditopang oleh usaha mikro, kecil,
menengah dan koperasi, mempromosikan perdagangan dan investasi, mengembangkan
pariwisata, kemitraan antar-pelaku ekonomi, dengan melibatkan seluruh masyarakat
(stakeholders) dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
3) Mewujudkan peningkatan pembangunan infrastruktur, sosial dan ekonomi yang
proporsional dan berkelanjutan.
Tujuan misi ini adalah untuk menyediakan dan meningkatkan sarana dan prasarana wilayah
dalam rangka mendukung peningkatan aktifitas sosial ekonomi masyarakat, serta
pengembangan potensi pusat–pusat pertumbuhan wilayah.
4) Mewujudkan Tata Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih Serta Demokratis
Berlandaskan Hukum.
Tujuan misi ini adalah untuk mewujudkan sistem dan proses penyelenggaraan
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan dengan menerapkan karakteristik partisipasi,
supremasi hukum, transparansi, responsive, kesetaraan/keadilan, efektivitas dan efisiensi,
akuntabilitas, serta dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
5) Mewujudkan Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Masyarakat Dengan
Mempertimbangkan Kelestarian Lingkungan (Pembangunan Berkelanjutan).
Tujuan misi ini adalah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, maka
pembangunan sumber daya alam harus disuaikan dengan daya dukung, daya tampung dan
memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 3


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Selain mempertimbangkan rencana jangka panjang daerah, arah pengembangan dan


pembangunan tentunya juga perlu diselaraskan dengan kondisi yang hendak diwujudkan pada
sampai pada akhir periode kepemimpinan kepala daerah yang tertuang dalam rencana
pembangunan jangka menengah. Visi dan misi RPJMD Luwu Utara antara lain :

Visi RPJM Kabupaten Luwu Utara :


“Luwu Utara yang Religius dengan Pembangunan Berkualitas dan Merata yang
Berlandaskan Kearifan Lokal”

Dalam rumusan visi ini terdapat tiga pokok visi yakni “Luwu Utara yang Religius”,
“Pembangunan yang Berkualitas dan Merata”, dan “Berlandaskan Kearifan Lokal”. Makna
dari ketiga pokok visi tersebut adalah sebagai berikut :

1) “Luwu Utara yang religius”, dapat dimaknakan sebagai masyarakat yang sangat
memegang teguh, menjunjung tinggi, tunduk dan patuh pada nilai-nilai agama. Dengan
terwujudnya masyarakat yang religius, diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap
keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Luwu Utara.
2) “Pembangunan berkualitas dan merata”, dapat diartikan sebagai tekad yang kuat untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik dari waktu ke waktu,
pelayanan publik yang sanggup menjangkau seluruh warga, dan pembangunan yang lebih
merata di seluruh wilayah kecamatan.
3) “Berlandaskan kearifan lokal”, lebih dimaksudkan sebagai penegasan bahwa
pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Luwu Utara senantiasa berlandaskan pada
nilai-nilai kebajikan dan kearifan yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat
Kabupaten Luwu Utara.

Misi dalam RPJMD ini diartikan sebagai upaya umum untuk mewujudkan visi. Setiap
rumusan misi ini memiliki keterkaitan fungsional dengan pokok visi tertentu yang didukung
pencapaiannya. Selain itu, rumusan misi ini juga berfungsi sebagai dasar dalam merumuskan
tujuan dan sasaran.

Dengan pemahaman tentang misi yang demikian dan berdasarkan pokok-pokok visi yang
tercakup dalam rumusan visi maka misi beserta penjelasan misi RPJMD Kabupaten Luwu
Utara 2016-2021 adalah sebagai berikut.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 4


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

(1) Mewujudkan masyarakat yang religius, tatakelola pemerintahan yang baik, dan
komunitas adat yang berdaya
Misi ini mengaitkan tiga pilar Kabupaten Luwu Utara masyarakat, pemerintah dan
lembaga adat yang akan didorong perubahannya menuju arah yang lebih baik. Upaya
perubahan tersebut menuju masyarakat yang lebih religius, tatakelola pemerintahan yang
bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, serta komunitas adat dan berdaya. Misi ini
mengandung tiga upaya utama yakni mendorong pengamalan nilai-nilai religius dalam
masyarakat, mendorong reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang baik, serta
mendorong keberdayaan komunitas adat.
(2) Mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi dan pemenuhan rumah layak huni
Misi ini mengaitkan dua masalah utama yang dihadapi masyarakat Kabupaten Luwu Utara
yakni derajat kesehatan masyarakat yang rendah dan masih terbatasnya pemenuhan rumah
layak huni serta pemukiman bersanitasi baik. Dengan demikian misi ini mencakup upaya
umum dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, mendorong pola hidup
bersih dan sehat dalam masyarakat, mendorong pemenuhan rumah layak huni, serta mendorong
kesejahteraan keluarga.
(3) Mewujudkan pendidikan berkualitas, prestasi kepemudaan, ketahanan budaya
Misi ini mengaitkan dimensi pendidikan, aktivitas kepemudaan dan revitalisasi
kebudayaan sebagai elemen penting bagi kemajuan Kabupaten Luwu Utara. Misi ini
mengandung upaya utama dalam hal meningkatkan akses dan kualitas pendidikan,
mengembangkan sistem inovasi daerah dan kreativitas masyarakat, membina kegiatan
kepemmudaan dan olah raga, serta membina kebudayaan daerah.
(4) Mewujudkan kemandirian ekonomi, iklim investasi dan daya tarik pariwisata
Misi ini mengaitkan tiga aspek dalam kemajuan perekonomian daerah Kabupaten Luwu
Utara yakni mendorong kemandirian dalam mengelola sumberdaya perekonomian di satu sisi
dan mengembangkan iklim investasi di sisi lain sambil memprioritaskan pengembangan
pariwisata untuk semakin menggairahkan perekonomian tersebut. Misi ini mencakup upaya
umum meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, usaha kecil dan menengah, serta
jasa dan industri, mengembangkan iklim investasi dan meningkatkan daya tarik pariwisata.
(5) Mewujudkan kelestarian lingkungan hidup
Misi ini terfokus pada keberlanjutan pembangunan secara ekologis, dimana Kabupaten
Luwu Utara memiliki kerentanan yang signifikan dihubungkan dengan masalah lingkungan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 5


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Misi ini mencakup upaya umum dalam memelihara kualitas lingkungan hidup, mendorong
kebersihan dan keindahan lingkungan perkotaan dan perdesaan, serta mengendalikan dampak
lingkungan dari berbagai aktivitas pembangunan.
(6) Mewujudkan penurunan ketimpangan pendapatan dan pemerataan infrastruktur
wilayah
Misi ini mengaitkan masalah ketimpangan pendapatan dalam masyarakat, ketimpangan
kemajuan antar wilayah/kecamatan dan jangkauan infrastruktur wilayah. Jangkauan
infrastruktur wilayah menjadi persoalan krusial mengingat masih adanya kecamatan yang
belum terjangkau kendaraan roda empat. Misi ini mencakup upaya umum dalam
menanggulangi kemiskinan, menekan pengangguran terbuka, serta meningkatkan kapasitas
infrastruktur transportasi, perhubungan, dan sumberdaya air.
(7) Mewujudkan ketertiban umum, keamanan yang kondusif dan perlindungan
masyarakat.
Misi ini menjawab keterpenuhan kondisi prasyarat bagi pelaksanaan pembangunan yakni
ketertiban umum dan keamanan masyarakat. Tanpa jaminan keamanan dan ketertiban umum
maka pembangunan pada berbagai aspek lain sulit berjalan lancer. Misi ini mencakup upaya
umum dalam penanganan gangguan ketertiban umum dan keamanan masyarakat serta
pemeliharaan harmoni sosial. Misi ini menjadi penting karena tatanan masyarakat Kabupaten
Luwu Utara terdiri dari etnis yang beragam.

Secara umum pusat kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan pemerintahan berada di kawasan
perkotaan. Pusat-pusat pelayanan perkotaan direncanakan secara komprehensif mengikuti
fungsi, manfaat serta potensi yang dimilik oleh kawasan. Agar interkoneksitas antar pusat
kegiatan, serta pelayanan prasarana wilayah efisien dan efektif maka perlu diwujudkan sistem
interkoneksitas antar pusat kegiatan seperti pusat kegiatan wilayah, pusat kegiatan lokal
maupun sub pusat kegiatan lokal, serta kawasan perkotaan berupa kota, ibukota kabupaten,
ibukota kecamatan dan kawasan pusat pertumbuhan industri dan perdagangan yang padat
dengan kegiatan perkotaan dan fasilitas permukiman.

Secara administrasi kawasan perencanaan merupakan wilayah yang berada dalam wilayah
administrasi dari Kecamatan Sukamaju. Dalam arahan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Luwu Utara Tahun 2011-2031 Kecamatan Sukamaju diarahkan sebagai Pusat
Pengembangan Kawasan (PPK). Dalam arahan tersebut Kecamatan Sukamaju diarahkan
sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 6


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Sebagai Pusat Pengembangan Kawasan, Kecamatan Sukamaju berpotensi menjadi


kawasan yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor
seperti kebijakan arahan ruang yang, letak wilayah yang memiliki kawasan terbangun di tepi
jalan regional trans Sulawesi yang direncanakan untuk dapat berperan sebagai pusat pelayanan
ekonomi bagi wilayah Mappadeceng, Sukamaju dan Bone-bone serta keberadaan faktor fisik
penunjang seperti keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit (PT. Jas Mulia) yang menjadi
salah satu tarikan pada kawasan tersebut. Cakupan layanan PKS Jasa Mulia ini tidak hanya
melayani Kecamatan Sukamaju tetapi melayani skala kabupaten. Selain hal tersebut,
keberadaan sumber daya alam pada sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi potensi
kawasan yang cukup besar dan memiliki dampak pada kawasan di atasnya dan kawasan sekitar.

Untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan atau benturan dalam pemanfaatan


ruang dan sumber daya dan guna menselaraskan kecenderungan pertumbuhan yang cepat
dengan fungsi dan peranan kawasan yang diemban oleh Kawasan Perkotaan Sukamaju maka
dibutuhkan pengaturan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang mampu mengakomodir
kebutuhan akan lahan dengan fungsi dan peranan kawasan dalam suatu kesatuan yang terpadu,
untuk menghindari rusaknya fungsi kawasan di masa mendatang melalui pendekatan
perencanaan dengan lebih memperhatikan aspek spasial (keruangan).

Dengan demikian maka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan
Perkotaan Sukamaju merupakan suatu hal yang sangat penting, selain sebagai pedoman untuk
pengendalian pemanfaatan ruang, juga untuk mengantisipasi perkembangan pemanfaatan
ruang di masa mendatang dalam pemanfaatan hasil-hasil sumberdaya secara optimal agar
perkembangan kawasan Perkotaan Sukamaju atau kawasan perencanaan dapat lebih terarah
dengan mempertimbangkan kendala fisik dan lingkungan serta tepat sasaran.

Sejalan dengan tujuan dalam penataan ruang menurut UU Penataan Ruang dan visi
Kabupaten Luwu Utara maka tujuan penataan kawasan perencanaan adalah Terwujudnya
Kawasan Perkotaan Berbasis Agropolitan Sebagai Lokomotif Tumbuh Kembangnya
Ekonomi Sentra-sentara Produksi Pendukung Ketahanan Pangan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 7


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

B. KONSEP PENATAAN RUANG BWP SUKAMAJU


Konsep penataan ruang Bagian Wilayah Perkotaan Sukamaju, pada pelaksanaannya akan
mengacu pada prinsip-prinsip perencanaan dinamis, seperti:
 Pengembangan yang fleksibel dan responsif; sehingga dapat seoptimal mungkin
memenuhi dan mengakomodir kebutuhan seluruh stakeholder sesuai dengan peringkat dan
perubahan keadaan ekonomi yang berlaku;
 Pengembangan bertahap; dengan mempertimbangkan aspek-aspek:
 Urgensi, kedudukan dan kontribusi Bagian Wilayah Perencanaan dalam upaya
pencapaian tujuan-tujuan pembangunan di wilayah Kabupaten Luwu Utara;
 Setiap tahap merupakan landasan dan dapat menstimulasi bagi pengembangan
selanjutnya; dan
 Kemampuan pembiayaan.
 Pengembangan layak lingkungan; pengembangan perlu mendukung terwujudnya
keadaan lingkungan yang lebih baik dan menghindarkan degradasi kualitas lingkungan;
dan
 Demokratisasi ruang; pengembangan perlu mewujudkan kesempatan berusaha dan
berkarya kepada seluruh stakeholder yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan
Bagian Wilayah Perkotaan Sukamaju. Selain itu, dalam pembangunan dan pengembangan
juga turut mewujudkan peran serta masyarakat secara optimal.

1. Konsep Pengembangan Pola Ruang


Konsep pengembangan pola ruang Bagian Wilayah Perkotaan Sukamaju, secara umum
diklasifikasikan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu konsep pengembangan pola ruang zona lindung
dan konsep pengembangan pola ruang zona budidaya.
a) Pengembangan Pola Ruang Zona Lindung
Konsep pengembangan pola ruang zona lindung ditujukan untuk mewujudkan
kelestarian fungsi lingkungan hidup, meningkatkan daya dukung lingkungan dan
menjaga keseimbangan ekosistem antar kawasan guna mendukung proses
pembangunan berkelanjutan. Rencana pola ruang zona lindung terdiri atas : zona hutan
lindung, zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya yang
meliputi zona bergambut dan zona resapan air, zona perlindungan setempat yang
meliputi sempadan pantai, sempadan sungai, zona sekitar danau atau waduk, dan zona
sekitar mata air, zona RTH kota yang antara lain meliputi Hutan kota,Taman kota,

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 8


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Taman Kecamatan, Taman kelurahan, taman RW, Taman RT, dan pemakaman, serta
kawasan konservasi.
b) Pengembangan Pola Ruang Zona Budidaya
Secara Umum zona budidaya terdiri dari zona perumahan, zona perdagangandan jasa,
zona perkantoran, zona sarana pelayanan umum, zona industri, zona peruntukan lainnya
dan zona campuran. Secara konseptual, penempatan fungsi kegiatan tersebut dapat
dijabarkan, sebagai berikut:
1) Zona Perkantoran
Untuk menciptakan keserasian pembangunan pusat pemerintahan skala kecamatan
dengan fungsi-fungsi kegiatan lain di sekitarnya, maka diperlukan rekayasa
perancangan melalui pengembangan jalan penghubung dan penyediaan ruang
terbuka secukupnya seperti taman lingkungan dan hijau sebagai pembatas antar
fungsi-fungsi kegiatan.
2) Zona Perdagangan dan Jasa
Konsep pengembangan kawasan perdagangan dan jasa dijabarkan sebagai berikut :
 Ditinjau dari segi lokasi, pusat kegiatan perdagangan dan jasa terletak pada
pusat kecamatan, untuk itu hal tersebut perlu ditingkatkan dan didukung oleh
pengembangan jaringan jalan sesuai fungsi jalan yang menghubungkan fungsi-
fungsi kegiatan lainnya guna peningkatan pencapaian dari dan menuju sentra-
sentra kegiatan perdagangan dan jasa maupun pusat kegiatan lainnya di Bagian
Wilayah Perkotaan Kecamatan Sukamaju;
 Meningkatkan efektifitas pelayanan dan fungsi yang optimum bagi pasar-pasar
tradisional;
 Mengembangkan kegiatan perdagangan dan jasa skala lingkungan (toko,
warung dan kios) dengan pendistribusian secara merata di tiap lingkungan
perumahan dan dikelompokkan untuk membentuk pusat lingkungan.
3) Zona Perumahan
 Memberikan akses menuju kawasan yang berfungsi sebagai kegiatan non
perumahan dengan meningkatkan dan menyediakan jalan yang lebar dan tingkat
penyampaian yang memadai;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 9


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Peningkatan kualitas lingkungan perumahan, melalui perbaikan lingkungan,


revitalisasi kawasan, ataupun pengembangan Ruang Terbuka Hijau unit-unit
perumahan; dan
 Mengatur tata letak bangunan dan meningkatkan kualitas lingkungan
perumahan di bagian lingkungan zona perumahan dan zona lainnya.
4) Zona Sarana Pelayanan Umum
Konsep pengembangan sarana pelayanan umum di Bagian Wilayah Perkotaan
Sukamaju dilakukan guna untuk dan dengan cara :
 Mewujudkan pelayanan sarana umum dan sosial yang terintegrasi secara
hirarkis sesuai dengan standar yang ditetapkan;
 Menyediakan sarana utilitas yang terintegrasi secara hirarkis sesuai dengan
standar yang ditetapkan;
 Menyediakan sarana penunjang di pusat kegiatan dan antar pusat kegiatan
sesuai standar yang ditetapkan;
 Menyediakan sarana utilitas di pusat kegiatan dan antar pusat kegiatan sesuai
dengan standar yang ditetapkan; dan
 Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sosial sebagai pusat kegiatan
berskala lokal.
5) Zona Peruntukan Lainnya
Peruntukan zona ini merupakan langkah dalam mengembangkan potensi yang ada
pada suatu kawasan perencanaan. Selain itu peruntukan pada zona ini merupakan
bagian kawasan budidaya yang dikembangkan untuk menampung berbagai macam
peruntukan seperti hankam, TPA, IPAL, tempat evakuasi, ruang terbuka non hijau,
pertambangan dan lain-lain. Pada kawasan perencanaan lahan pertanian dan
perkebunan menjadi sektor basis mata pencaharian masyarakat Sukamaju. Hal ini
juga didukung oleh arahan kebijakan penataan ruang yang megarahkan kecamatan
sukamaju sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan. Konsep
pengembangan zona ini dilakukan dengan upaya :
 Menyediakan ruang untuk pengembangan fungsi setiap sub zona,
 Menetapkan kriteria pengembangan zona demi menjaga keserasian dan
keseimbangan ekosistem lingkungan perkotaan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 10


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Penyediaan sarana dan prasarana minimum untuk meningkatkan aksesibilitas


barang dan orang;
 Penyediaan infrastruktur penunjang yang memadai khusus pada sektor
pertanian untuk menunjang dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses
produksi sampai pada tahap pemasaran;

6) Zona Industri
Pengembangan Kawasan Industri dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan
sektor industri lebih terarah, terpadu dan memberikan hasil guna yang lebih optimal
bagi daerah dimana kawasan industri berlokasi. Beberapa aspek penting yang
menjadi dasar konsep pengembangan kawasan industri antara lain adalah efisiensi,
tata ruang dan lingkungan hidup. Konsep pengembangan berupa :
 Penyediaan akses jalan yang baik untuk meningkatkan aksesibilitas barang dan
orang;
 Penyediaan sarana prasarana yang memadai dalam mendukung kegiatan
industri,
 Penetapan zona industry mempertimbangkan jarak dengan kawasan
permukiman.

7) Zona Peruntukan Campuran


Zona peruntukan campuran merupakan bagian dari kawasan budidaya yang
dikembangkan untuk menampung beberapa peruntukan fungsi dan/atau bersifat
terpadu, seperti perumahan dan perdagangan/jasa, perumahan dan perkantoran dan
perkantoran perdagangan/ jasa. Tujuan penetapannya yaitu:
 Menyediakan ruang untuk pengembangan beberapa fungsi peruntukan dalam
satu kesatuan lahan sehingga terwujud efisiensi lahan;
 Menetapkan kriteria pengembangan zona campuran yang menajmin pencapaian
masyarakat atas prasarana/ sarana; dan
 Mendukung konsep pembangunan kota kompak.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 11


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

2. Konsep Pengembangan Sistem Prasarana


Pengembangan sistem prasarana di Kawasan Perkotaan Sukamaju terdiri dari jaringan
pergerakan, jaringan energi/kelistrikan, jaringan telekomunikasi jaringan air minum; jaringan
drainase, jaringan air limbah, sistem persampahan dan prasarana lainnya.
a) Konsep Pengembangan Struktur Ruang
Konsep pengembangan struktur ruang Kawasan Perkotaan Sukamaju diarahkan pada
peningkatan peran dan fungsi zona pelayanan tiap Sub BWP. Konsep penanganannya
dilakukan dengan :
 Mengembangkan sistem pelayanan hirarkis;
 Mendorong peran serta masyarakat dalam pengembangan Bagian Wilayah
Perkotaan Sukamaju;
 Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan
peran dan fungsi di tiap-tiap zona pelayanan;
 Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat lingkungan yang telah
berkembang;
 Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah
berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung
perkembangan penduduk; dan
 Merealisasikan pembangunan dan peningkatan jaringan jalan dalam kota sesuai
kriteria dan fungsinya secara bertahap, terutama yang menghubungkan pusat-pusat
lingkungan dengan ibukota dan pusat lingkungan terdekat guna memperkuat
interaksi sosial dan ekonomi dan menciptakan sinergi perkembangan kota.
b) Pengembangan Sistem Jaringan Pergerakan
1) Konsep Pengembangan Jaringan Pergerakan
 Sistem jaringan pergerakan di Kawasan Perkotaan Sukamaju dikembangkan
melalui pengembangan prasarana jaringan jalan dan prasarana pendukungnya.
 Memanfaatkan akses utama untuk pengembangan sektoral secara regional serta
membuka pelayanan ke daerah belakang (hinterland);
 Memantapkan fungsi jaringan jalan sesuai kriteria geometri dan kelengkapan
jalan, dengan rincian tiap fungsi jalan, adalah:

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 12


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Jalan Arteri
Penigkatan kualitas jalan arteri sebagai akses utama jalan trans sulawesi yang
berfungsi menghubungkan antara kawasan dalam skala kabupaten dan sebagai
penghubung antara kabupaten/kota dan antara provinsi.
 Jalan Kolektor
Peningkatan kualitas jalan kolektor eksisting yang memiliki karakteristik utama
jalan yang menghubungkan jalan arteri dengan kolektor lainnya, atau kawasan
sekunder kedua (bagian wilayah kota) dengan kawasan sekunder ketiga (sub
bagian wilayah kota).
 Jalan Lokal
Menciptakan pola jaringan jalan pada kawasan perencanaan yang sesuai dengan
pola kontur lingkungan dan mampu memberikan aksesibilitas yang tinggi bagi
pusat lingkungan dan meningkatkan jaringan jalan lingkungan yang
menghubungkan antar fungsi-fungsi kegiatan dan atau antar pusat lingkungan.
2) Strategi pengembangan jaringan pergerakan
 Mengembangkan fungsi jaringan jalan yang termasuk dalam koridor utama
Kabupaten Luwu Utara yang sesuai kriteria geometri dan kelengkapan jalan;
 Meningkatkan kondisi akses di dalam dan antara kawasan pelayanan kota
dengan kawasan pelayanan lokal dan antara masing-masing kawasan pelayanan
lokal guna meningkatkan interaksi sosial dan ekonomi;
 Pada tahap kedua merealisasikan pembangunan jaringan jalan lingkungan
secara bertahap dan sekaligus mengatur sirkulasi angkutan umum agar dapat
menciptakan efisiensi pergerakan guna meningkatkan aksesibilitas ke setiap
fungsi-fungsi kegiatan kota;
 Pengembangan dan penataan parkir pada badan jalan dan parkir di luar badan
jalan dilakukan dengan :
 Membangun gedung-gedung atau taman parkir pada pusat-pusat kegiatan
untuk menghilangkan parkir pada badan jalan secara bertahap;
 Pada kawasan-kawasan tertentu, sistem perparkiran diciptakan dengan
mengembangkan sarana parkir kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk
berbagai kegiatan dan atau gedung;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 13


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Pengembangan sistem parkir perpindahan moda (park and ride) dapat


dilakukan di pusat-pusat kegiatan, terminal angkutan skala kabupaten,
maupun shelter angkutan skala lingkungan.
 Mengintegrasikan jalur pedestrian, jalur sepeda dan jaringan angkutan umum
dengan jalur hijau pengaman jalan pada jalan-jalan utama (arteri dan kolektor),
ruang terbuka hijau dan ruang interaksi sosial (taman-taman kota) berikut sarana
pendukung dengan memperhatikan aksesibilitas penyandang cacat, sebagai
bagian dari pengembangan Jaringan Koridor Hijau Kota (Park Connector
Network) yang dilakukan dengan ketentuan :
 Berada di pusat kegiatan primer, pusat kegiatan sekunder dan kawasan TOD
(Transit Oriented Development);
 Berada di kawasan pariwisata; dan
 Berada di kawasan permukiman.
3) Pengembangan Sistem Jaringan Energi/kelistrikan
 Konsep pengembangan sistem jaringan energi kelistrikan meliputi :
 Pengembangan sistem jaringan energi ditujukan untuk menjamin keandalan
dan kesinambungan penyediaan pasokan energi bagi kebutuhan rumah
tangga, jasa, perdagangan, industri dan transportasi dengan memperhatikan
faktor konservasi dan diversifikasi energi;
 Pengembangan sistem ketenagalistrikan di Kawasan Perkotaan Sukamaju
terdiri dari peningkatan pelayanan jaringan transmisi tenaga listrik dan
sumber energi pembangkit tenaga listrik alternatif;
 Faktor konservasi energi sebagaimana dimaksud di atas dikembangkan
karena memperhatikan aspek mitigasi terhadap perubahan iklim dan
pemanasan global.
 Strategi pengembangan sistem jaringan energi kelistrikan
 Pengembangan sistem kelistrikan di Kawasan Perkotaan Sukamaju,
dilaksanakan dengan :
- Membangun baru dan memperbaiki prasarana kelistrikan yang sudah
tidak berfungsi baik secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas sesuai
struktur dan jenjang kawasan pelayanan;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 14


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

- Meningkatkan keandalan dan kesinambungan pasokan listrik untuk


mengantisipasi beban puncak, banjir dan gangguan pada sistem yang ada
dan meningkatkan upaya penghematan energi oleh semua pengguna;
- Memperhatikan peningkatan kebutuhan kegiatan rumah tangga, industri,
perkantoran, perdagangan dan jasa serta transportasi;
- Memperhatikan kapasitas pemenuhan tenaga listrik pada saat beban
puncak; dan
- Berada di lokasi aman terhadap kegiatan lain dengan memperhatikan jarak
bebas dan jarak aman.
 Pengembangan sistem jaringan distribusi tenaga listrik ditetapkan dengan
ketentuan sebagai berikut :
- Mengintegrasikan dengan jaringan utilitas lain bila telah tersedia sistem
jaringan perpipaan terpadu atau tunneling terpadu bawah tanah;
- Media penyaluran tenaga listrik menggunakan kawat saluran udara dan
kabel bawah tanah dengan memperhatikan aspek keamanan terhadap
lingkungan sekitar;
- Berada di lokasi yang aman dari kegiatan lain dengan memperhatikan
jarak bebas dan jarak aman; dan
- Memenuhi kebutuhan kawasan yang belum terlayani dengan tenaga listrik
yang memadai.
4) Pengembangan Sistem Jaringan Telekomunikasi
 Konsep pengembangan sistem jaringan telekomunikasi meliputi :
 Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi di Kawasan Perkotaan
Sukamaju ditujukan untuk meningkatkan komunikasi publik yang efektif,
serta ketersediaan dan keterjangkauan informasi secara merata dan
pengembangan ekonomi informasi untuk menunjang mewujudkan Kawasan
Perkotaan Sukamaju sebagai Pusat Pengembangan Kawasan Kabupaten.
 Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dilakukan pada:
- Lapisan inti (core/backbone layer);
- Lapisan distribusi (distribution layer); dan
- Lapisan akses (access layer).

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 15


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Strategi pengembangan sistem jaringan telekomunikasi


 Pengembangan lapisan inti dilakukan dengan penempatan jaringan serat
optik di prasarana yang ada;
 Pengembangan lapisan distribusi dan akses dilakukan melalui pengaturan
sebaran menara telekomunikasi secara proporsional, efisien dan efektif
melalui pemanfaatan menara secara bersama;
 Pengembangan menara telekomunikasi dilaksanakan dengan ketentuan
sebagai berikut :
- Memperhatikan aspek estetika dan arsitektural lokal;
- Memperhatikan keberadaan dan jarak dari menara telekomunikasi yang
sudah ada;
- Integrasi dan pemanfaatan menara antara beberapa operator secara
bersama;
- Memperhatikan jarak bebas dan jarak aman.
 Pengembangan jaringan serat optik dilakukan dengan ketentuan sebagai
berikut :
- Ditempatkan di jaringan prasarana yang ada;
- Mengintegrasikan dengan jaringan utilitas lain; dan
- Memperluas jaringan untuk pemerataan pelayanan.
5) Pengembangan Sistem Jaringan Air Minum
 Konsep pengembangan sistem jaringan air minum meliputi :
Penyediaan air minum di Kawasan Perkotaan Sukamaju, menggunakan sistem
perpipaan dengan pemenuhan kebutuhan air minum dilayani oleh PDAM
Kabupaten Luwu Utara. Selain itu, kebutuhan air minum juga menggunakan
sistem non perpipaan dengan sumbernya berasal dari air sungai. Pengembangan
jaringan air minum dengan sistem perpipaan dapat terpenuhi secara maksimal
dengan cara :
 Membangun reservoir pada tempat-tempat tertentu;
 Meningkatkan kapasitas dengan mengoptimalkan IPA yang ada serta
mengadakan dan memasang jaringan pipa distribusi air minum dalam kota;
 Menyediakan hidran pada pipa distribusi sebagai sumber air bagi
pemadaman bencana kebakaran; dan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 16


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Membangun IPA baru di kawasan yang tidak/belum terlayani oleh sistem


yang ada disertai membangun jaringan air pipa air minum yang baru.
 Strategi pengembangan sistem jaringan air minum
 Peningkatan cakupan pelayanan air minum, diutamakan bagi masyarakat
yang belum memiliki akses terhadap air minum dan kawasan rawan
genangan;
 Peningkatan kualitas dan kuantitas penyediaan air minum secara
menyeluruh, mulai dari air baku, transmisi, distribusi dan instalansi produksi;
 Meningkatkan dan memelihara kondisi lingkungan air baku dan alirannya;
 Melibatkan peran serta swasta dalam mewujudkan pengembangan air
minum;
 Memberikan prioritas pelayanan air minum untuk kawasan perdagangan dan
jasa komersial; perkantoran, bangunan umum yang akan diberikan 100%
pelayanan, sedangkan kawasan perumahan pelayanannya diberikan dengan
sistem sambungan rumah (SR) dan hidran umum.
6) Pengembangan Sistem Jaringan Drainase
 Konsep pengembangan sistem jaringan drainase meliputi :
 Pengembangan sistem jaringan drainase di Kawasan Perkotaan Sukamaju
terdiri dari :
- Sistem pendayagunaan sumberdaya air; dan
- Sistem pengendalian genangan dan banjir.
 Pengembangan sistem jaringan konservasi sumberdaya air ditujukan untuk
memelihara keberadaan serta keberlanjutan sumberdaya air yang memadai
untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup dan pengendalian penurunan
muka tanah;
 Pengembangan sistem jaringan konservasi sumberdaya air dilaksanakan di
sungai, situ, rawa, cekungan air tanah dan daerah tangkapan air;
 Pengembangan pendayagunaan sumberdaya air ditujukan untuk
memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan
pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat dan ditujukan juga
untuk menjaga pasokan bagi sistem saluran air yang sudah ada;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 17


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Pengembangan prasarana pengendalian daya rusak air ditujukan untuk


meminimalisasi kerusakan lingkungan Kawasan Perkotaan Sukamaju
khususnya dari permasalahan banjir dan genangan.
 Strategi pengembangan sistem jaringan drainase :
 Pengembangan prasarana konservasi sumberdaya air ditujukan untuk
memelihara keberadaan serta keberlanjutan sumberdaya air yang memadai
untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup dan pengendalian penurunan
muka tanah, diselenggarakan dengan cara :
- melindungi dan melestarikan sumber air;
- mengendalikan penggunaan air;
- mengelola kualitas air; dan
- mengendalikan pencemaran air.
 Pengembangan prasarana pengendalian daya rusak air dilakukan dengan:
- memperhatikan penurunan muka tanah dan dampak pemanasan global
yang sedang dan atau akan terjadi;
- melakukan antisipasi melalui tindakan mitigasi dan adaptasi yang dapat
menurunkan potensi terjadi bencana;
- melakukan kajian untuk mengembangkan sistem drainase yang sesuai
dengan kebutuhan, jenjang fungsi dan geometrisnya (saluran primer,
sekunder dan tersier);
 Pengembangan prasarana pengendalian daya rusak air untuk meningkatkan
kapasitas sungai/kanal, dilakukan dengan :
- normalisasi sungai, saluran, waduk dan situ;
- mengimplementasikan dan memperluas sistem polder di kawasan rendah
yang rawan banjir dan genangan;
- mengembangkan prasarana drainase untuk meningkatkan kapasitas
saluran mikro dalam rangka mengantisipasi curah hujan dengan skala
ulang 5 (lima) tahunan;
- membangun dan memelihara jalan inspeksi sungai untuk menunjang
pembangunan menghadap sungai (river front development);
- membangun sumur resapan dan lubang resapan biopori;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 18


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

- meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengendalian banjir dengan


mengembangkan sistem polder yang berbasis pada partisipasi masyarakat;
 Mengembangkan sistem drainase dengan membangun drainase baru pada
kawasan permukiman yang baru berkembang dan melakukan pengawasan
secara ketat agar kegiatan pembangunan fisik baru tidak mengganggu sistem
drainase eksisting.
7) Pengembangan Sistem Jaringan Air Limbah
 Konsep pengembangan sistem jaringan air limbah meliputi :
 Pengembangan sistem sarana dan prasarana pengolahan air limbah
dilaksanakan melalui pemisahan antara sistem saluran drainase dan sistem
 perpipaan tertutup yang diselenggarakan secara bertahap;
 Pengembangan sistem sarana dan prasarana pengolahan air limbah diarahkan
untuk dapat dikembangkan menjadi alternatif sumber air minum;
 Pengembangan pengolahan air limbah non domestik dilaksanakan dengan
sistem komunal atau sistem individual sebelum dibuang ke saluran air
limbah; dan
 Pengembangan pengolahan air limbah domestik terdiri atas sistem terpusat;
dan sistem setempat.
 Strategi pengembangan sistem jaringan air limbah
 Meningkatkan pengendalian pencemaran air limbah rumah tangga terhadap
badan air, khususnya yang berfungsi sebagai air baku;
 Melaksanakan prioritas pelayanan pembangunan sarana pengolah air limbah
rumah tangga pada masyarakat miskin, padat penduduk, kumuh dan rawan
penyakit terkait air dengan sistem on site komunal (SANIMAS);
 Mewajibkan penyediaan sistem pembuangan air buangan dan sistem
pengolahan air limbah rumah tangga pada daerah komersil dan perumahan
yang dikembangkan oleh perorangan, swasta, maupun pemerintah dengan
sistem off site skala kawasan;
 Menyediakan kelengkapan insentif dan sanksi disinsentif bagi pengembang
perumahan;
 Mewajibkan penyediaan sarana dan prasarana pengolahan air limbah (waste
water treatment plant) untuk setiap kegiatan industri, rumah sakit,

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 19


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

perhotelan, pertokoan besar dan kegiatan lainnya yang menghasilkan limbah


cair.
 Dalam pengelolaan air limbah, perlu dilakukan langkah-langkah
pengelolaan:
- Meningkatkan pembiayaan pembangunan Instalasi pengelolaan air limbah
rumah tangga yang berbasis masyarakat maupun sistem terpusat;
- Memantau pelaksanaan operasional IPAL off site dan IPAL on site
komunal;
- Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan menyosialisasikan
pengelolaan air limbah rumah tangga untuk pelaksanaan kegiatan
sambungan rumah bersistem off site/on site komunal dan kesadaran
merubah perilaku masyarakat untuk tidak membuang limbah di tempat
terbuka.
8) Pengembangan Sistem Persampahan
 Konsep pengembangan sistem persampahan meliputi :
 Pengembangan sistem sarana dan prasarana pengelolaan sampah sebagai
bagian dari sistem jaringan utilitas Kawasan Perkotaan Sukamaju yang terdiri
dari :
- Sarana dan prasarana pengelolaan sampah lingkungan dan kawasan,
- Tempat Penampungan Sementara (TPS),
- Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST),
- Pengembangan sarana dan prasarana sampah spesifik.
 Pengembangan sarana dan prasarana sampah diarahkan pada peningkatkan
efisiensi dan efektifitas pelayanan dan menjaga kualitas lingkungan;
 Pengembangan sarana dan prasarana TPS dan TPST dikembangkan sebagai
suatu sistem multi simpul yang terbagi dalam beberapa kawasan atau zona
pelayanan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan
pengelolaan sampah serta mengurangi volume sampah yang harus dikirim ke
TPA.
 Strategi pengembangan sistem persampahan
 Sarana dan prasarana pengelolaan sampah lingkungan dan kawasan yang
ditujukan untuk menampung memilah sampah yang berasal dari kegiatan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 20


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

masyarakat di kawasan permukiman, pusat perkantoran, perdagangan dan


jasa, fasilitas umum, fasilitas sosial dan di fasilitas lain. Pengembangan
sarana dan prasarana ini ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut :
- Tersedianya fasilitas pemilahan untuk meningkatkan peran serta
masyarakat dalam menangani sampah dan meningkatkan efektivitas
program 4R (reuse, reduce, recycling, rethinking);
- Dapat dijangkau oleh angkutan sampah;
- Memperhatikan aspek estetika dan arsitektur lingkungan/kawasan;
- Memperhitungkan volume sampah dan jangkauan pelayanan;
- Mencegah perembesan air lindi ke dalam air tanah, mata air dan badan air;
- Mengendalikan dampak akibat bau, lalat, tikus dan serangga lainnya; dan
- Memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitarnya.
 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ditetapkan dengan ketentuan
sebagai berikut :
- Penyediaan lahan berlokasi di dekat atau sekitar masyarakat yang dilayani;
- Memperhatikan aspek lingkungan dan estetika;
- Memperhitungkan volume sampah dan jangkauan pelayanan;
- Mudah dijangkau kendaraan angkutan sampah;
- Berada di lokasi aman terhadap kegiatan lain dengan memperhatikan jarak
bebas dan jarak aman;
- Mencegah perembesan air lindi ke dalam air tanah, mata air dan badan air;
- Memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitar; dan
- Mengendalikan dampak akibat bau, lalat, tikus dan serangga lainnya.
 Pengembangan Sarana dan Prasarana Sampah Spesifik ditujukan untuk
mencegah pencemaran udara, tanah dan air serta meningkatkan kualitas
lingkungan ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut :
- Memenuhi peraturan perundang-perundangan dan pedoman teknis;
- Dilengkapi teknologi ramah lingkungan dan hemat lahan;
- Memperhatikan aspek geologi tata lingkungan lokasi dan sekitarnya;
- Mencegah kebocoran dan atau rembesan ke media lingkungan;
- Memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat;
- Memperhitungkan dampak kesehatan terhadap lingkungan sekitar;

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 21


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

- Berada di lokasi yang aman terhadap kegiatan lain dengan memperhatikan


jarak bebas dan jarak aman; dan
- Memperhatikan kecukupan ketersediaan lahan termasuk untuk kawasan
penyangga sungai atau badan air lainnya (bufferzone).
 Khusus sarana dan prasarana TPS dapat dikembangkan untuk mengolah sampah
menjadi composting.
 Pengembangan sarana dan prasarana sampah diarahkan pada peningkatkan
efisiensi dan efektivitas pelayanan dan menjaga kualitas lingkungan, dengan
cara sebagai berikut :
- Meningkatkan peran serta masyarakat yang dilaksanakan melalui program
4R sejak dari sumbernya; dan
- Mengembangkan prasarana sarana pengolahan sampah dengan teknologi
ramah lingkungan.

C. KLASIFIKASI ZONA
Berdasarkan Panduan Penyusunan Peraturan Zonasi untuk Wilayah Perkotaan
Departemen PU Tahun 2008, definisi dari klasifikasi zona adalah:
1. Jenis dan hirarki zona yang disusun berdasarkan kajian teoritis, kajian perbandingan,
maupun kajian empirik untuk digunakan di daerah yang disusun Peraturan Zonasinya.
Klasifikasi zonasi merupakan perampatan (generalisasi) dari kegiatan atau penggunaan
lahan yang mempunyai karakter dan/atau dampak yang sejenis atau yang relatif sama.
2. Klasifikasi zonasi merupakan perampatan (generalisasi) dari kegiatan atau penggunaan
lahan yang mempunyai karakter dan/ atau dampak yang sejenis atau yang relatif sama.

Secara umum tujuan dari penyusunan klasifikasi zonasi adalah untuk:


a) Menetapkan zonasi yang akan dikembangkan pada suatu wilayah perkotaan;
b) Menyusun hirarki zonasi berdasarkan tingkat gangguannya.

Perkembangan Kawasan Perkotaan Sukamaju yang begitu pesat dengan segala


aktivitasnya menimbulkan segmentasi ruang untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Tiap ruang
memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda-beda. Antara ruang yang satu dengan ruang
yang lain memerlukan penempatan dan penataan supaya tidak menimbulkan gangguan satu
sama lain.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 22


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Klasifikasi zonasi disusun sesuai dengan kondisi daerah dan rencana


pengembangannya sesuai dengan arahan tata ruang yang ada dengan pertimbangan sebagai
berikut :

Merujuk pada klasifikasi dan kriteria zonasi yang terdapat pada kajian literatur studi-studi
yang pernah dilakukan, ketentuan normatif (peraturan-peraturan seperti Permen PU No. 20
Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyusunan RDTR Kota), kajian perbandingan dari berbagai
contoh, dan skala/tingkat pelayanan kegiatan berdasarkan standar pelayanan yang berlaku
(Standar Departemen Pekerjaan Umum). Untuk lebih jelasnya mengenai klasifikasi dan kriteria
zonasi dapat dilihat pada tabel 5.1 dan 5.2

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 23


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Tabel 5.1. Klasifikasi dan Kriteria Zonasi Kawasan Lindung


No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
1 Hutan HL peruntukan ruang yang  memelihara dan  terjaga dan  kawasan hutan dengan mengacu pada
lindung merupakan bagian dari mewujudkan terwujudnya faktorfaktor kelas lereng, Permen
kawasan lindung yang kelestarian fungsi kelestarian fungsi jenis tanah dan ATR/KaBPN No.
mempunyai fungsi pokok hutan lindung dan hutan lindung dan intensitas hujan setelah 1 Tahun 2018
sebagai perlindungan sistem mencegah timbulnya tidak adanya masing-masing dikalikan tentang Pedoman
penyangga kehidupan untuk kerusakan hutan kerusakan hutan dengan angka penimbang Penyusunan
mengatur tata air, mencegah  meningkatkan fungsi  meningkatnya fungsi mempunyai jumlah nilai Rencana Tata
banjir, mengendalikan erosi, hutan lindung terhadap hutan lindung (skor) 175 (seratus Ruang Wilayah
mencegah intrusi air laut, dan tanah, air, iklim, terhadap tanah, air, tujuh puluh lima) atau Provinsi,
memelihara kesuburan tanah tumbuhan, dan satwa iklim, tumbuhan, dan lebih Kabupaten, dan
satwa  kawasan hutan yang Kota
mempunyai lereng
lapangan 40 % (empat
puluh persen) atau lebih
dan/atau kawasan hutan
yang mempunyai
ketinggian 2000 (dua
ribu) meter atau lebih di
atas permukaan laut
 kawasan bercurah hujan
yang tinggi, berstruktur
tanah yang
mudah meresapkan air
dan mempunyai
geomorfologi yang
mampu meresapkan air
hujan secara besar-
besaran

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 21


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
I. ZONA PERLINDUNGAN TERHADAP KAWASAN BAWAHANNYA

Definisi:
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan terhadap kawasan di bawahannya meliputi kawasan
gambut dan kawasan resapan air.

Tujuan penetapan:
meresapkan air hujan sehingga dapat menjadi tempat pengisian air bumi (akuifer) yang berguna sebagai sumber air

2. Lindung LG Peruntukan ruang  melindungi  terlindunginya tanah bergambut dengan hulu sungai dan
Gambut yang merupakan ketersediaan air, ketersediaan air ketebalan 3 (tiga) meter atau rawa.
bagian dari kawasan kelestarian  terlindunginya lebih yang terdapat di bagian Mengacu
lindung yang keanekaragaman keanekaragaman hulu sungai dan rawa. padaPermen LHK
mempunyai fungsi hayati, penyimpan hayati No.
utama perlindungan cadangan karbon  tersimpannya P.14/MENLHK/S
dan keseimbangan penghasil oksigen, cadangan karbon ETJEN/KUM.1/2
tata air, penyimpan penyeimbang iklim penghasil oksigen /2017 tentang
cadangan karbon, dan  tercapainya Tata Cara
pelestarian keseimbangan iklim Inventarisasi dan
keanekaragaman mikro Penetapan
hayati. Fungsi
Ekosistem
Gambut
3 resapan air RA peruntukan ruang meresapkan air hujan terserapnya air hujan kawasan yang mempunyai mengacu pada
yang merupakan sehingga dapat menjadi sehingga menjaditempat kemampuan tinggi untuk Permen
bagian dari kawasan tempat pengisian air pengisian air meresapkan air hujan sebagai ATR/KaBPN No.
lindung yang bumi (akuifer) yang bumi (akuifer) yang pengontrol tata air 1 Tahun 2018
mempunyai fungsi berguna sebagai sumber berguna sebagai permukaan tentang Pedoman
pokok sebagai air sumber air Penyusunan
perlindungan Rencana Tata
terhadap kawasan di Ruang Wilayah
bawahannya. Provinsi,
Kabupaten, dan
Kota

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 22


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
II. ZONA PERLINDUNGAN SETEMPAT

Definisi:
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan lindung yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan terhadap sempadankawasan sekitar danau atau waduk,
dan kawasan sekitar mata air.

Tujuan penetapan:
 menjaga kelestarian fungsi pantai, waduk, dan sungai
 menjaga kawasan dari aktivitas manusia
4 sempadan SP peruntukan ruang  melindungi dan  terlindungi dan  daratan sepanjang tepian Mengacu pada
pantai yang merupakan menjaga kelestarian terjaganya kelestarian pantai Perpres No. 51
bagian dari kawasan fungsi dan segenap fungsi dan segenap yang lebarnya Tahun 2016
lindung yang sumber daya di wilayah sumber daya di proporsional tentang Batas
mempunyai fungsi pesisir dan pulau-pulau wilayah pesisir dan dengan bentuk dan Sempadan Pantai
pokok sebagai kecil pulau-pulau kecil kondisi fisik
perlindungan  melindungi dan  terlindungi dan pantai, minimal 100 meter
terhadap sempadan menjaga kehidupan terjaganya kehidupan dari
pantai masyarakat di wilayah masyarakat di titik pasang tertinggi ke
pesisir dan pulau-pulau wilayah arah
kecil dari ancaman pesisir dan darat
bencana alam pulaupulau  penghitungan batas
 melindungi dan kecil dari ancaman sempadan
menjaga alokasi ruang bencana alam pantai harus disesuaikan
untuk akses publik  terlindungi dan dengan
melewati pantai terjaganya alokasi karakteristik topografi,
 melindungi dan ruang untuk akses biofisik,
menjaga alokasi ruang publik melewati hidro-oseanografi, pesisir,
untuk saluran air dan pantai kebutuhan ekonomi dan
limbah  terlindungi dan budaya,
terjaganya alokasi serta ketentuan lain yang
ruang untuk saluran terkait
air dan limbah

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 23


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
5 sempadan SS peruntukan ruang  melindungi fungsi  terlindunginya fungsi  untuk sungai tidak Mengacu pada
sungai yang merupakan sungai agar tidak sungai agar tidak bertanggul, sempadan
Permen PU No.
bagian dari kawasan terganggu oleh aktivitas terganggu oleh sungai ditentukan :
lindung yang yang berkembang di aktivitas yang i. paling sedikit berjarak 10 28/PRT/M/2015
mempunyai fungsi sekitarnya berkembang di meter dari tepi kiri dan kanan tentang
pokok sebagai  melindungi kegiatan sekitarnya palung sungai sepanjang alur Penetapan Garis
perlindungan, pemanfaatan dan upaya  terlindunginya sungai, dalam hal kedalaman
Sempadan
penggunaan, dan peningkatan nilai kegiatan pemanfaatan sungai kurang dari atau sama
pengendalian atas manfaat sumber daya dan upaya dengan 3 meter Sungai dan
sumber daya yang ada yang ada di sungai agar peningkatan nilai ii. paling sedikit berjarak 15 Sempadan
pada sungai dapat dapat memberikan hasil manfaat sumber daya meter dari tepi kiri dan kanan Danau
dilaksanakan sesuai secara optimal sekaligus yang ada di sungai palung sungai sepanjang alur
dengan tujuannya. menjaga kelestarian agar dapat sungai, dalam hal kedalaman
fungsi sungai memberikan hasil sungai lebih dari 3 meter
 membatasi daya rusak secara optimal sampai dengan 20 meter
air sungai terhadap sekaligus menjaga iii. paling sedikit berjarak 30
lingkungannya kelestarian fungsi meter dari tepi kiri dan kanan
sungai palung sungai sepanjang alur
 dibatasinya daya sungai, dalam hal kedalaman
rusak air sungai sungai lebih dari 20 meter
terhadap  untuk sungai bertanggul
lingkungannya sempadan sungai
ditentukan
paling sedikit berjarak 3
meter
dari tepi luar kaki
tanggul
sepanjang alur sungai.

6 sekitar DW peruntukan ruang yang  melindungi fungsi  terlindunginya fungsi luasan lahan yang Mengacu pada
danau merupakan bagian dari danau atau waduk agar danau atau waduk mengelilingi Permen PU No.
atau waduk kawasan lindung yang tidak terganggu oleh agar tidak terganggu
dan berjarak 50 (lima puluh) 28/PRT/M/2015
mempunyai fungsi pokok aktivitas yang oleh aktivitas yang

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 24


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
sebagai perlindungan, berkembang di berkembang di meter dari tepi muka air Tentang Penetapan
penggunaan, dan sekitarnya sekitarnya tertinggi Garis Sempadan
pengendalian atas sumber  melindungi kegiatan  terlindunginya yang pernah terjadi Sungai dan
daya yang ada pada danau pemanfaatan dan upaya kegiatan pemanfaatan Sempadan
atau peningkatan nilai dan upaya
Danau
waduk dapat dilaksanakan manfaat sumber daya peningkatan nilai
sesuai dengan tujuannya. yang ada di danau atau manfaat sumber daya
waduk agar dapat yang ada di danau
memberikan hasil atau waduk agar
secara optimal sekaligus dapat memberikan
menjaga kelestarian hasil secara optimal
fungsi sungai sekaligus menjaga
 membatasi daya rusak kelestarian fungsi
air danau dan atau sungai
waduk terhadap  dibatasinya daya
lingkungannya rusak air danau dan
atau waduk terhadap
lingkungannya
7 Sekitar MA peruntukan ruang yang menjaga kawasan terjaganya kawasan  luasan lahan yang Mengacu pada
mata air merupakan bagian dari sekitar mata air dari dari aktivitas manusia mengelilingi
Permen PU No.
kawasan lindung yang aktivitas manusia mata air paling sedikit
mempunyai fungsi pokok berjarak 200 (dua ratus) 28/PRT/M/2015
sebagai perlindungan, meter dari pusat Tentang Penetapan
penggunaan, dan mata air Garis Sempadan
pengendalian atas sumber Sungai dan
daya yang ada pada danau Sempadan
atau Danau
waduk dapat dilaksanakan
sesuai dengan tujuannya.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 25


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan

II. ZONA RUANG TERBUKA HIJAU

Definisi:
area memanjang/jalur dan atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang
sengaja ditanam.

Tujuan penetapan:
 menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkunganalam dan lingkungan binaan
yang berguna untuk kepentingan masyarakat meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengamanlingkungan perkotaan yang aman, nyaman,
segar, indah, dan bersih

8 Hutan Kota RTH- Suatu hamparan  memperbaiki dan  terjaganya iklim  dapat berbentuk Mengacu pada
1 lahan yang menjaga iklim mikro dan mikro bergerombol atau Permen PU No.
bertumbuhan pohonpohon nilai estetika  dan nilai estetika menumpuk, menyebar, 5/PRT/M/2008
yang ompak  meresapkan air tersedianya ruang atau berbentuk jalur tentang
dan rapat di dalam  menciptakan untuk daerah resapan  luas area yang ditanami Pedoman
wilayah perkotaan keseimbangan dan air (ruang hijau) seluas 90%- Penyediaan dan
baik pada tanah keserasian lingkungan  terciptanya 100% dari luas hutan kota Pemanfaatan
Negara maupun fisik kota keseimbangan dan  untuk hutan kota RTH di Kawasan
tanah hak, yang  mendukung pelestarian keserasian berbentuk jalur, lebar Perkotaan
ditetapkan sebagai dan perlindungan lingkungan minimal adalah 30 m
hutan kota oleh keanekaragaman hayati fisik kota  untuk hutan kota
pejabat yang  tersedianya ruang bergerombol atau
berwenang untuk melestarikan menumpuk, minimal
dan melindungi memiliki jumlah vegetasi
keanekaragaman 100 pohon dengan jarak
hayati tanam rapat tidak
beraturan
 untuk hutan kota yang
tidak mempunyai pola
atau bentuk tertentu, uas
minimalnya adalah

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 26


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
2500 m. komunitas
vegetasi tumbuh
menyebar
terpencarpencar dalam
bentuk rumpun atau
gerombol-gerombol kecil
9 Taman RTH- Lahan terbuka yang yang  menciptakan kawasan  tersedianya ruang  taman dapat berbentuk Mengacu pada
Kota 2 berfungsi sosial dan estetik pengendalian air larian untuk kawasan RRTH Permen PU No.
sebagai sarana kegiatan dengan menyediakan pengendalian air  luas taman minimal 0,3 5/PRT/M/2008
rekreatif, edukasi atau kolam retensi larian dengan m Tentang Pedoman
kegiatan lain yang ditujukan  menyediakan area menyediakan kolam per penduduk RW, Penyediaan dan
untuk 10. Taman Kecamatan penciptaan iklim mikrodan retensi dengan luas minimal Pemanfaatan RTH
melayani penduduk satu kota pereduksi polutan di  tersedianya area 144.000 m2 di Kawasan
atau bagian wilayah kota kawasan perkotaan penciptaan iklim Perkotaan
 menyediakan tempat mikro dan pereduksi  dapat dilengkapi dengan
rekreasi dan olahraga polutan di kawasan fasilitas rekreasi dan olah
masyarakat skala kota perkotaan raga, dankompleks olah
 menyediakan area  tersedianya tempat raga dengan minimal
terbuka sebagai ruang rekreasi dan olahraga RTH 80%-90% dengan
alternatif masyarakat skala kota fasilitas yang terbuka
mitigasi/evakuasi  tersedianya area untuk umum.
bencana terbuka sebagai ruang  jenis vegetasi dapat
 menciptakan ruang alternatif berupa pohon tahunan,
alternatif sebagai mitigasi/evakuasi perdu, dan semak yang
landmark kota bencana ditanam secara
 mendukung pelestarian  tersedianya ruang berkelompok atau
dan perlindungan alternatif sebagai menyebar berfungsi
keanekaragaman hayati landmark kota sebagai pohon pencipta
 tersedianya ruang iklim mikro atau sebagai
untuk melestarikan pembatas antar kegiatan.
dan melindungi
keanekaragaman
hayati

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 27


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
10 Taman RTH- taman yang  menciptakan kawasan  tersedianya ruang  lokasi taman berada pada Mengacu pada
Kecamatan 3 ditujukan pengendalian air larian untuk kawasan wilayah kecamatan yang Permen PU No.
untuk melayani dengan menyediakan pengendalian air bersangkutan 5/PRT/M/2008
penduduk satu kolam retensi larian dengan  luas taman minimal 0,2 Tentang Pedoman
kecamatan  menyediakan area menyediakan m perpenduduk RW, Penyediaan dan
penciptaan iklim dan kolam retensi dengan luas minimal Pemanfaatan
pereduksi polutan di  tersedianya area 24.000 m2 RTH di Kawasan
kawasan perkotaan penciptaan iklim  luas area yang ditanami Perkotaan
 menyediakan tempat mikro tanaman
rekreasi dan olahraga dan pereduksi polutan (ruang hijau) minimal
masyarakat skala di kawasan perkotaan seluas
kecamatan  tersedianya tempat 80%-90% dari luas
 menyediakan area rekreasi dan olahraga taman,
terbuka sebagai ruang masyarakat skala sisanya dapat berupa
alternatif mitigasi/evakuasi kecamatan pelataran
bencana  tersedianya area yang diperkeras sebagai
 mendukung pelestarian terbuka sebagai ruang tempat
dan perlindungan alternatif melakukan berbagai
keanekaragaman hayati mitigasi/evakuasi aktivitas.
bencana  pada taman ini selain
 tersedianya ruang ditanami
untuk melestarikan dengan berbagai
dan melindungi tanaman, juga
keanekaragaman terdapat minimal 50
hayati (lima puluhpohon
pelindung dari jenis
pohon
kecil atau sedang untuk
jenis taman aktif dan
minimal 100
(lima puluh) pohon
pelindung
dari jenis pohon kecil
atau

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 28


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
sedang untuk jenis taman
pasif.
11 Taman RTH- taman yang  menciptakan kawasan  tersedianya ruang  lokasi taman berada pada Mengacu pada
Kelurahan 4 ditujukan untuk pengendalian air larian untuk kawasan wilayah kelurahan yang Permen PU No.
melayani penduduk  menyediakan area pengendalian air larian bersangkutan 5/PRT/M/2008
satu kelurahan penciptaan iklim mikro  tersedianya area  luas taman minimal 0,3 m tentang
dan pereduksi polutan di penciptaan iklim per penduduk RW, Pedoman
kawasan perkotaan mikro dan pereduksi dengan luas minimal Penyediaan dan
 menyediakan tempat polutan di kawasan 9.000 m2 Pemanfaatan
rekreasi dan olahraga perkotaan  luas area yang ditanami RTH di Kawasan
masyarakat skala  tersedianya tempat tanaman (ruang hijau) Perkotaan
kelurahan rekreasi dan olahraga minimal seluas 80%-90%
 menyediakan area masyarakat skala dari luas taman, sisanya
terbuka sebagai ruang kelurahan dapat berupa pelataran
alternatif  tersedianya area yang diperkeras sebagai
mitigasi/evakuasi terbuka sebagai ruang tempat melakukan
bencana alternatif berbagai aktivitas.
 mendukung pelestarian mitigasi/evakuasi  pada taman ini selain
dan perlindungan bencana ditanami dengan berbagai
keanekaragaman hayati  tersedianya ruang tanaman, juga terdapat
untuk melestarikan minimal 25 (dua puluh
dan melindungi lima) pohon pelindung
keanekaragaman dari jenis pohon kecil atau
hayati sedang untuk jenis taman
aktif dan minimal 50
(lima puluh) pohon
pelindung dari jenis
pohon kecil atau
sedang untuk jenis taman
pasif.
Taman RW RTH- Taman yang  menciptakan kawasan  tersedianya ruang  lokasi taman berada pada Mengacu pada
12 5 ditujukan untuk pengendalian air larian untuk kawasan radius Permen PU No.
melayani penduduk  menyediakan area pengendalian air kurang dari 1000 m dari 5/PRT/M/2008
satu RW, khususnya penciptaan iklim mikro larian rumahrumah tentang
penduduk yang dilayani Pedoman

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 29


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
kegiatan dan pereduksi polutan di  tersedianya area  luas taman minimal 0,5 Penyediaan dan
remaja, kegiatan kawasan perkotaan penciptaan iklim m per penduduk RW, Pemanfaatan
olahraga masyarakat,  menyediakan tempat mikro dengan luas minimal RTH di Kawasan
serta kegiatan rekreasi dan olahraga dan pereduksi polutan 1.250 m2 Perkotaan
masyarakat lainnya masyarakat skala RW di kawasan perkotaan
di lingkungan RW  menyediakan area  luas area yang ditanami
tersebut terbuka sebagai ruang  tersedianya tempat tanaman (ruang hijau)
alternatif rekreasi dan olahraga minimal seluas 70%-
mitigasi/evakuasi masyarakat skala RW 80% dari luas taman,
bencana  tersedianya area sisanya dapat berupa
 mendukung pelestarian terbuka sebagai ruang pelataran
dan perlindungan alternatif yang diperkeras sebagai
keanekaragaman hayati mitigasi/evakuasi tempat melakukan
bencana berbagai aktivitas
 tersedianya ruang  pada taman ini selain
untuk melestarikan ditanami dengan
dan melindungi berbagai tanaman, juga
keanekaragaman terdapat minimal 10
hayati (sepuluh) pohon
pelindung dari jenis
pohon kecil atau sedang.

13 Taman RT RTH- Taman yang  menciptakan kawasan  tersedianya ruang  lokasi taman berada pada Mengacu pada
6 ditujukan untuk pengendalian air larian untuk kawasan radius kurang dari 30 m Permen PU No.
melayani penduduk  menyediakan area pengendalian air dari rumahrumah 5/PRT/M/2008
dalam lingkup 1 penciptaan iklim mikro larian penduduk yang dilayani tentang
(satu) RT, khususnya dan pereduksi polutan di  tersedianya area  luas taman minimal 1 m Pedoman
untuk melayani kawasan perkotaan penciptaan iklim per penduduk RT, Penyediaan dan
kegiatan sosial di  menyediakan tempat mikro dan pereduksi dengan luas minimal 250 Pemanfaatan
lingkungan RT rekreasi dan olahraga polutan di kawasan m2 RTH di Kawasan
tersebut masyarakat skala RT perkotaan  luas area yang ditanami Perkotaan
 menyediakan area  tersedianya tempat tanaman (ruang hijau)
terbuka sebagai ruang rekreasi dan olahraga

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 30


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
alternatif mitigasi/evakuasi masyarakat skala R minimal seluas 70%-80%
bencana  tersedianya area dari luas taman.
 mendukung pelestarian terbuka sebagai ruang  pada taman ini selain
dan perlindungan alternatif ditanami dengan
keanekaragaman hayati mitigasi/evakuasi berbagai tanaman, juga
bencana terdapat minimal 3 (tiga)
 tersedianya ruang pohon pelindung dari
untuk melestarikan jenis pohon kecil atau
dan melindungi sedang
keanekaragaman
hayati

14 Pemakaman RTH- Penyediaan ruang terbuka  Menyediakan ruang  tersedianya ruang  ukuran makam 1 m x 2 Mengacu pada
7 hijau yang berfungsi utama untuk tempat pemakaman untuk tempat m; Permen PU No.
sebagai tempat penguburan umum pemakaman umum  jarak antar makam satu 5/PRT/M/2008
jenazah. Selain itu juga dapat  menciptakan kawasan  tersedianya ruang dengan lainnya minimal Tentang Pedoman
berfugnis sebagai daerah pengendalian air larian untuk kawasan 0,5 m; Penyediaan dan
resapan air, tempat  menyediakan area pengendalian air  tiap makam tidak Pemanfaatan
pertumbuhan berbagai jenis penciptaan iklim mikro larian diperkenankan RTH di Kawasan
vegetasi, pencipta iklim dan pereduksi polutan di  tersedianya area dilakukan penembokan/ Perkotaan
mikro serta tempat hidup kawasan perkotaan penciptaan iklim perkerasan;
burung serta fungsi sosial  mendukung pelestarian mikro dan pereduksi  pemakaman dibagi
masyarakat disekitar seperti dan perlindungan polutan di kawasan dalam beberapa blok,
beristirahat dan sebagai keanekaragaman hayati perkotaan luas dan jumlahmasing-
sumber pendapatan  tersedianya ruang masing blok disesuaikan
untuk melestarikan dengan kondisi
dan melindungi pemakaman setempat;
keanekaragaman  batas antar blok
hayati pemakaman berupa
pedestrian lebar 150cm
dengan deretan pohon
pelindung disalah satu
sisinya;
 batas terluar pemakaman
berupa pagar tanaman

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 31


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
atau kombinasiantara
pagar buatan dengan
pagar tanaman, atau
dengan pohon
pelindung;
 ruang hijau pemakaman
termasuk pemakaman
tanpa perkerasan
minimal 70% daritotal
area pemakaman
15 konservasi KS peruntukan ruang  meningkatkan fungsi  meningkatnya fungsi  kawasan yang ditunjuk mengacu pada
yang merupakan lindung terhadap tanah, lindung terhadap mempunyai Permen
bagian dari kawasan air, iklim, tumbuhan dan tanah, air, iklim, keanekaragaman jenis ATR/KaBPN No.
lindung yang satwa, serta nilai budaya tumbuhan dan satwa, tumbuhan dan satwa 1 Tahun 2018
memiliki ciri khas dan sejarah bangsa serta nilai budaya dan serta tipe ekosistemnya; Tentang Pedoman
tertentu baik di darat  mempertahankan sejarah bangsa dan/atau Penyusunan
maupun di perairan keanekaragaman hayati,  terjaganya mewakili formasi biota Rencana Tata
yang mempunyai satwa, tipe ekosistem keanekaragaman tertentu dan/atau unit- Ruang Wilayah
fungsi pokok sebagai dankeunikan alam hayati, satwa, tipe unit penyusunnya Provinsi,
kawasan pengawetan ekosistem dan  mempunyai kondisi Kabupaten, dan
keragaman jenis keunikan alam alam, baik biota maupun Kota
tumbuhan, satwa dan fisiknya yang masih asli
ekosistemnya beserta dan tidak atau belum
nilai budaya dan diganggu manusia
sejarah bangsa dan/atau mempunyai luas
dan bentutertentu agar
menunjang pengelolaan
yang efektif dengan
daerah penyangga yang
cukup luas

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 32


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

Tabel 5.2. Klasifikasi dan Kriteria Zonasi Kawasan Budidaya


No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
I. ZONA PERUMAHAN

Definisi:
Peruntukan ruang yang terdiri atas kelompok rumah tinggal yang mewadahi kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilengkapi dengan fasilitasnya.

Tujuan penetapan:
 menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi;
 mengakomodasi bermacam tipe hunian dalam rangka mendorong penyediaan hunian bagi semua lapisan masyarakat; dan
 merefleksikan pola-pola pengembangan yang diinginkan masyarakat pada lingkungan-lingkungan hunian yang ada dan untuk masa yang akan datang,
sesuai kebutuhannya dapat termasuk penyediaan ruang hunian seperti rumah singgah, rumah sosial, rumah sederhana sehat, lingkungan kampung dan perumahan
adat/tradisional

1 Rumah R-1 peruntukan ruang menyediakan zona tersedianya unit zona dengan wilayah
Kepadatan yang merupakan untukpembangunan unit hunian dengan tingkat perencanaan yang memiliki
Tinggi bagian dari huniandengan tingkat kepadatan sangat kepadatan bangunan diatas
kawasan budidaya kepadatan sangat tinggi Dalam tinggi 1000 (seribu) rumah/hektar
difungsikan pembangunan secara vertikal
untuk tempat dengan kepadatan sangat
tinggal atau hunian inggiberlaku kepemilikan
dengan berdasarkan strata titledimana
perbandingan yang setiap pemilik unit hunian
sangat besar antara memiliki hak menggunakan
jumlah bangunan bagian
rumah dengan luas bersama, benda bersama dan
lahan tanah bersama dan kewajiban
yang sama dalam
menyediakan fasilitas
lingkungan di dalam satuan
perpetakannya
(apartemen/rumah susun)
2 Rumah R-2 peruntukan ruang menyediakan zona tersedianya unit hunian zona dengan wilayah
kepadatan tinggi yang merupakan untukpembangunan unit dengan tingkat kepadatan perencanaan yang memiliki
huniandengan tingkat tinggi kepadatan bangunan 100

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 33


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
bagian dari kepadatan tinggi (seratus)-1000 (seribu)
kawasan rumah/hektar
budidaya  zona peruntukan hunian
difungsikan dengan luas persil dari 60 m
untuk tempat sampai dengan 150 m2
tinggal
atau hunian dengan
perbandingan yang
besar antara jumlah
bangunan rumah
dengan luas lahan
Rumah R-3 peruntukan ruang menyediakan zona tersedianya unit hunian  zona dengan wilayah
3 kepadatan yang merupakan untukpembangunan unit dengan tingkat kepadatan perencanaan yang memiliki
sedang bagian dari huniandengan tingkat sedang kepadatan bangunan 40
kawasan kepadatan sedang (empat
budidaya puluh)-100 (seratus)
difungsikan rumah/hektar
untuk tempat  zona peruntukan hunian
tinggal dengan luas persil dari 150 m
atau hunian dengan sampai dengan 250 m2
perbandingan yang
hampir seimbang
antara jumlah
bangunan rumah
dengan luas lahan
4 Rumah R-4 peruntukan ruang bertujuan menyediakan zona tersedianya unit hunian  zona dengan wilayah
kepadatan yang merupakan untuk pembangunan unit dengan tingkat kepadatan perencanaan yang memiliki
rendah bagian dari huniandengan tingkat rendah kepadatan bangunan dibawah
kawasan kepadatan rendah 10 (sepuluh)-40 (empat
budidaya puluh)
difungsikan rumah/hektar
untuk tempat  zona peruntukan hunian
tinggal dengan
atau hunian dengan luas persil dari 150 m
perbandingan yang sampai

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 34


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
kecil antara jumlah dengan 250 m2
bangunan rumah
dengan luas lahan

5 Rumah R-5 peruntukan ruang menyediakan zona untuk tersedianya unit hunian  zona dengan wilayah
kepadatan sangat yang merupakan pembangunan unit dengan tingkat kepadatan perencanaan yang memiliki
rendah bagian dari huniandengan tingkat sangat rendah kepadatan bangunan di
kawasan kepadatan sangat rendah bawah
budidaya 10 (sepuluh) rumah/hektar
difungsikan
 zona peruntukan hunian
untuk tempat
lebih besar dari 350 m2
tinggal
atau hunian dengan
perbandingan yang
sangat kecil antara
jumlah bangunan
rumah dengan luas
lahan

II. ZONA PERDAGANGAN DAN JASA

Definisi:
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kegiatan usaha yang bersifat komersial, tempatbekerja, tempat berusaha,
serta tempat hiburan dan rekreasi, serta fasilitas umum/sosial pendukungnya.

Tujuan penetapan:
 menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerjadalam wadah berupa perkantoran, pertokoan, jasa, rekreasi dan pelayanan masyarakat;
 menyediakan ruang yang cukup bagi penempatan kelengkapan dasar fisik berupa sarana-sarana penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan
kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya; dan
 menyediakan ruang yang cukup bagi sarana-sarana umum, terutama untuk melayani kegiatan-kegiatan produksi dan distribusi, yang diharapkan dapat meningkatkan
pertumbuhan ekonomi daerah.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 35


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
6 Skala Kota K-1 peruntukan ruang menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  lingkungan dengan tingkat
yang merupakan  menampung tenaga kerja,  menampung tenaga kepadatan tinggi, sedang,
bagian dari pertokoan, jasa, rekreasi, kerja, pertokoan, jasa, dan
kawasan dan pelayanan rekreasi, dan pelayanan rendah dan akan diatur lebih
budidaya Masyarakat masyarakat lanjut didalam peraturan
difungsikan  menyediakan fasilitas  menyediakan fasilitas zonasi
untuk pelayanan perdagangan pelayanan perdagangan  lingkungan yang diarahkan
pengembangan dan jasa yang dibutuhkan dan jasa yang
kelompok kegiatan untuk membentuk karakter
masyarakat dalam skala dibutuhkan
perdagangan ruang kota melalui
pelayanan regional dan masyarakat dalam
dan/atau jasa, kota skala pelayanan regional pengembangan bangunan
tempat bekerja, dan kota bangunan tunggal
tempat berusaha,  skala pelayanan
tempat hiburan dan perdagangan
rekreasi dengan dan jasa yang direncanakan
skala adalah tingkat nasional,
pelayanan kota regional, dan kota
 jalan akses minimum adalah
jalan kolektor
 tidak berbatasan langsung
dengan perumahan
penduduk
7 Skala BWP K-2 peruntukan ruang menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  lingkungan dengan tingkat
yang merupakan  menampung tenaga kerja,  menampung tenaga kepadatan rendah sampai
bagian dari pertokoan, jasa, rekreasi, kerja, pertokoan, jasa, sedang
kawasan dan pelayanan rekreasi, dan pelayanan  skala pelayanan
budi daya masyarakat masyarakat perdagangan
difungsikan untuk  menyediakan fasilitas  menyediakan fasilitas dan jasa yang direncanakan
pengembangan pelayanan perdagangan pelayanan perdagangan adalah tingkat regional,
kelompok kegiatan dan jasa yang dibutuhkan dan jasa yang kota,
perdagangan masyarakat dalam skala dibutuhkan dan lokal
dan/atau jasa, pelayanan kota dan lokal masyarakat dalam  jalan akses minimum adalah
tempat bekerja , skala pelayanan kota jalan kolektor
tempat berusaha, dan lokal  sebagai bagian dari fasilitas

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 36


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
tempat hiburan dan perumahan dan dapat
rekreasi dengan berbatasan langsung dengan
skala perumahan penduduk
pelayanan BWP

8 Skala Sub-BWP K-3 peruntukan ruang menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk  lingkungan dengan tingkat
yang merupakan  menampung tenaga kerja,  menampung tenaga kepadatan sedang sampai
bagian dari pertokoan, jasa, rekreasi, kerja, pertokoan, jasa, tinggi.
kawasan dan pelayanan rekreasi, dan pelayanan  skala pelayanan perdagangan
budi daya masyarakat masyarakat dan jasa yang direncanakan
difungsikan untuk  menyediakan fasilitas  menyediakan fasilitas adalah tingkat regional, kota,
pengembangan pelayanan perdagangan pelayanan perdagangan dan lokal
kelompok kegiatan dan jasa yang dibutuhkan dan jasa yang  jalan akses minimum adalah
perdagangandan/ata masyarakat dalam skala dibutuhkan jalan kolektor
u jasa, tempat pelayanan kota dan lokal masyarakat dalam  sebagai bagian dari fasilitas
bekerja, tempat skala pelayanan kota perumahan dan dapat
berusaha, tempat dan lokal berbatasan langsung dengan
hiburan dan perumahan penduduk
rekreasi
dengan skala
pelayanan sub
BWP
III. ZONA PERKANTORAN

Definisi:
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi daya difungsikan untuk pengembangan kegiatan pelayanan pemerintahan dan tempat bekerja/berusaha, tempat
berusaha, dilengkapi dengan fasilitas umum/sosial pendukungnya.

Tujuan penetapan :
 menyediakan lahan untuk menampung tenaga kerja dalam wadah berupa perkantoran, pemerintah dan/atau swasta;
 menyediakan ruang yang cukup bagi penempatan kelengkapan dasar fisik berupa sarana-sarana penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan danpengembangan
kegiatan perkantoran yang produktif sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya; dan
 menyediakan ruang yang cukup bagi sarana-sarana umum, terutama untuk melayani kegiatan-kegiatan perkantoran, yang diharapkan dapat meningkatkan
pertumbuhan ekonomi daerah.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 37


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan

9 Perkantoran KT Peruntukan ruang  Menyediakan lahan untuk  Tersedianya lahan untuk  kantor pemerintahan baik
yang merupakan menampung tenaga kerja menampung tenaga tingkat pusat maupun daerah
bagian dari dalam wadah berupa kerja dalam wadah (provinsi, kota/kabupaten,
kawasan perkantoran, pemerintah berupa perkantoran, kecamatan, kelurahan)
budi daya dan/atau swasta; pemerintah dan/atau  kantor atau instalasi hankam
difungsikan untuk  Menyediakan ruang yang swasta; termasuk tempat latihan baik
pengembangan cukup bagi penempatan  Tersedianya ruang yang pada tingkatan nasional,
kegiatan pelayanan kelengkapan dasar fisik cukup bagi penempatan Kodam, Korem, Koramil,
pemerintahan dan berupa sarana-sarana kelengkapan dasar fisik Polda, Polwil, Polsek, dan
tempat penunjang yang berfungsi berupa saranasarana sebagainya
bekerja/berusaha, untuk penyelenggaraan penunjang yang berfungsi  untuk pemerintah tingkat
tempat berusaha, danpengembangan untuk penyelenggaraan pusatprovinsi dan kota
dilengkapi dengan kegiatan perkantoran danpengembangan aksesibilitas
fasilitas yang produktif sehingga kegiatan minimum adalah jalan
umum/sosial dapat berfungsi perkantoran yang kolektor
pendukungnya. sebagaimana mestinya; dan produktif sehingga dapat  untuk pemerintah tingkat
 Menyediakan ruang yang berfungsi kecamatan dan dibawahnya
cukup bagi sarana-sarana sebagaimana mestinya; aksesibilitas minimum
umum, terutama untuk dan tersedianya ruang adalah
melayani kegiatan-kegiatan yang cukup bagi sarana- jalan lingkungan utama
perkantoran, yang sarana umum, terutama  lingkungan dengan tingkat
diharapkan dapat untuk melayani kegiatan kepadatan tinggi, sedang,
meningkatkan kegiatan perkantoran, dan rendah dan akan diatur
pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat lebih
daerah. meningkatkan lanjut didalam peraturan
pertumbuhan ekonomi zonasi
daerah.  lingkungan yang diarahkan
untuk membentuk karakter

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 38


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
tuang kota melalui
pengembangan bangunan
bangunan tunggal
 skala pelayanan yang
direncanakan adalah tingkat
nasional dan regional dan
kota
 jalan akses minimum adalah
jalan kolektor
 tidak berbatasan langsung
dengan perumahan penduduk
IV. ZONA INDUSTRI

Definisi:
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk
penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.

Tujuan penetapan:
 menyediakan ruang bagi kegiatan-kegiatan produksi suatu barang yang mempunyai nilai lebih untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan
perekayasaan yang berkaitan dengan lapangan kerja perekonomian lainnya; dan
 memberikan kemudahan pertumbuhan industri baru dengan mengendalikan pemanfaatan ruang lainnya, untuk menjaga keserasian lingkungan sehingga mobilitas antar
ruang tetap terjamin serta terkendalinya kualitas lingkungan.
10 Kawasan industri KI Merupakan zona  mempercepat penyebaran  adanya percepatan  dikembangkan dengan luas
pemusatan kegiatan dan pemerataan penyebaran dan lahan paling sedikit 50 Ha
industri yang pembangunan industri pemerataan dalam satu hamparan
dilengkapi dengan  meningkatkan upaya pembangunan industri  dikembangkan pada
sarana dan pembangunan industri  meningkatnya upaya lingkungan dengan tingkat
prasarana yang berwawasan pembangunan industri kepadatan rendah
penunjang lingkungan yang berwawasan  tidak berada maupun
 meningkatkan daya saing lingkungan berbatasan langsung dengan
investasi dan daya saing  meningkatknya daya zona perumahan
industri saing investasi dan  penentuan lokasi industri
 memberikan kepastian daya saing industri dilakukan dengan
lokasi  tersedianya lokasi memperhatikan rencana

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 39


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
 menyediakan fasilitas untuk kegiatan transportasi yang
bersama industri berhubungan
 tersedianya fasilitas dengan simpul bahan baku
bersama industri dan simpul-simpul
pemasaran hasil produksi
yang merupakan bagian dari
rencana
umum jaringan transportasi
yang tertuang di dalam
rencana
tata ruang maupun rencana
induk transportasi
 memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-
undangan
terkait dengan
pengembangan
lahan industri
11 Sentra industri SIKM zona industri menyediakan ruang untuk  tersedianya ruang untuk  dikembangkan pada Mengacu pada
kecil dan dengan untuk industriindustri kecil dan untuk industriindustri lingkungan PP No. 142
menengah modal kecil dan menengah yang kecil dan menengah dengan tingkat kepadatan Tahun 2015
tenaga kerja yang mengakomodasi yang mengakomodasi rendah sampai sedang tentang
sedikit dengan kegiatan industri skala kecil dan kegiatan industri skala  penentuan lokasi industri Kawasan
peralatan menengah yang ditata dalam kecil dan menengah dilakukan dengan Industri
sederhana. perpetakan kecil dengan lantai  terfasilitasinya memperhatikan keserasian
biasanya dua sampai empat lapis, masyarakat luas untuk dengan lingkungan sekitar
merupakan sehingga berusaha pada bangunan serta
industri yang memungkinkan masyarakat ndustri yang berdekatan kebutuhannya
dikerjakan per luas dengan rumah tinggalnya  memperhatikan kepadatan
orang berusaha pada bangunan lalu
atau rumah tangga, industri lintas dan kapasitas jalan di
seperti industri roti, yang berdekatan dengan rumah sekitar industri
kompor minyak, tinggalnya  dapat dikembangkan di zona
makanan ringan, perumahan selama tidak

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 40


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
minyak goreng mengganggu aspek
curah lingkungan
dan lain-lain  memperhatikan penanganan
limbah industri
 berada di dalam bangunan
deret
atau perpetakan
 disediakan lahan untuk
bongkar
muat barang hasil industri
sehingga tidak mengganggu
arus
lalu lintas sekitar
pemukiman
 memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-
undangan
terkait dengan
pengembangan
lahan industri

V. ZONA SARANA PELAYANAN UMUM

Definisi:
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk menampung fungsi kegiatan yang berupa pendidikan, kesehatan, peribadatan, sosial budaya, olahraga dan rekreasi, dengan
fasilitasnya dengan skala pelayanan yang ditetapkan dalam RTRWK.

Tujuan penetapan:
 menyediakan ruang untuk pengembangan kegiatan kegiatan pendidikan, kesehatan, peribadatan, sosial budaya, olahraga dan rekreasi, dengan fasilitasnya dalam upaya
memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan jumlah penduduk yang dilayani dan skala pelayanan fasilitas yang akan dikembangkan;
 menentukan pusat-pusat pelayanan lingkungan sesuai dengan skala pelayanan sebagaimana tertuang di dalam RTRWK; dan
 mengatur hierarki pusat pusat pelayanan sesuai dengan RTRWK

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 41


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
12 Skala kota SPU- peruntukan ruang menyediakan sarana tersedianya sarana  Lokasi SPU dapat disebar ketentuan teknis
1 yang merupakan pelayanan pendidikan, pelayanan pendidikan, pada merujuk pada
bagian dari kesehatan, olahraga, kesehatan, olahraga, titik-titik strategis atau SNI 03-
kawasan peribadatan, transportasi, peribadatan, sekitar 17332004
budi dayayang dan sosial budaya untuk transportasi, dan pusat kota. Tentang
dikembangkan kebutuhan penduduk sosial budaya untuk  Terdiri atas kantor Tata Cara
untuk skala kota kebutuhan penduduk pemerintahan; gedung sosial Perencanaan
melayani peduduk skala kota budaya (serbaguna, alun- Lingkungan
skala kota alun), Perumahan
sarana peribadatan (masjid Di Perkotaan
agung, gereja), sarana
kesehatan
(rumah sakit), sarana
olahraga
(lapangan besar)
13 Skala Kecamatan SPU- peruntukan ruang menyediakan sarana tersedianya sarana  Lokasi SPU dapat disebar ketentuan teknis
2 yang merupakan pelayanan pendidikan, pelayanan pendidikan, pada merujuk pada
bagian dari kesehatan, olahraga, kesehatan, olahraga, titik-titik strategis atau SNI 03-
kawasan peribadatan, transportasi, peribadatan, sekitar 17332004
budi dayayang dan sosial budaya untuk transportasi, dan pusat kecamatan. Tentang
dikembangkan kebutuhan penduduk sosial budaya untuk  Terdiri atas kantor Tata Cara
untuk skala kecamatan kebutuhan penduduk kecamatan; Perencanaan
melayani peduduk skala kecamatan kantor polisi; pos pemadam Lingkungan
skala kecamatan kebakaran; kantor pos Perumahan di
pembantu; balai Perkotaan
nikah/KUA/BP4; parkir
umum;
gedung pertemuan/serba
guna,
puskesmas, sekolah,
14 Skala Kelurahan SPU- peruntukan ruang menyediakan sarana tersedianya sarana  Lokasi SPU dapat disebar ketentuan teknis
3 yang merupakan pelayanan pendidikan, pelayanan pendidikan, pada merujuk pada
bagian dari kesehatan, olahraga, kesehatan, olahraga, titik-titik strategis atau SNI 03-
kawasan peribadatan, transportasi, dan peribadatan, transportasi, dan sekitar 17332004
sosial budaya untuk sosial budaya untuk pusat kelurahan. Tentang

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 42


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
budi dayayang kebutuhan penduduk kebutuhan penduduk  Terdiri atas kantor kelurahan; Tata Cara
dikembangkan skala kelurahan skala kelurahan pos kamtib; pos pemadam Perencanaan
untuk kebakaran; agen pelayanan Lingkungan
melayani peduduk pos; Perumahan di
skala kelurahan loket pembayaran air bersih; Perkotaan
loket pembayaran listrik;
puskesmas, sekolah, bak
sampah besar; dan parkir
umum
dengan standar satuan parkir
25
m
 Lokasi SPU dapat dijangkau
dengan kendaraan umum.
2
15 Skala RW SPU- peruntukan ruang menyediakan sarana tersedianya sarana  Lokasi SPU dapat disebar ketentuan teknis
4 yang merupakan pelayanan pendidikan, pelayanan pendidikan, pada merujuk pada
bagian dari kesehatan, olahraga, kesehatan, olahraga, titik-titik strategis atau SNI 03-
kawasan peribadatan, transportasi, peribadatan, sekitar 17332004
budi dayayang dan sosial budaya untuk transportasi, dan pusat RW. Tentang
dikembangkan kebutuhan penduduk sosial budaya untuk  Terdiri atas balai pertemuan Tata Cara
untuk skala RW kebutuhan penduduk warga; pos hansip; gardu Perencanaan
melayani peduduk skala RW listrik; Lingkungan
skala RW bak sampah kecil; Perumahan di
posyandu; Perkotaan
dan parkir umum dengan
standar satuan parkir 25 m
 Pada lingkungan perumahan
dengan dengan kasus
tertentu,
dapat disediakan MCK
bersama
yang ketentuannya
mengikutstandar yang
berlaku

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 43


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
 Parkir umum yang
disediakan
diintegrasikan dengan
kebutuhan balai pertemuan
warga

VI. ZONA PERUNTUKAN LAINNYA

Definisi:
Peruntukan ruang yang dikembangkan untuk menampung fungsi kegiatan di daerah tertentu berupa pertanian, pertambangan, pariwisata, dan peruntukan-peruntukan
lainnya.

Tujuan penetapan:
 menyediakan ruang untuk pengembangan kegiatan-kegiatan di daerah tertentu seperti pertanian, pertambangan, pariwisata, dengan fasilitasnya dalam upaya memenuhi
lapangan pekerjaan masyarakat di daerah tersebut;
 mengembangkan sektor-sektor basis tertentuagar dapat meningkatkan produktifitas daerah.

16 pertanian PL-1 peruntukan ruang peruntukan lahan untuk: tersedianya lahan untuk: peruntukan pertanian berupa:
yang  menghasilkan bahan  menghasilkan bahan  ruang yang secara teknis
dikembangkan pangan, palawija, pangan, palawija, dapat
untuk menampung tanaman keras, hasil tanaman keras, hasil digunakan untuk lahan
kegiatan yang peternakan, dan hasil peternakan, dan hasil pertanian basah (irigasi
berhubungan perikanan perikanan maupun non irigasi) ataupun
dengan  sebagai daerah resapan  sebagai daerah resapan ahan kering tanaman pangan
pengusahaan air hujan untuk kawasan air hujan untuk maupun palawija
mengusahakan sekitarnya kawasan sekitarnya  ruang yang apabila
tanaman tertentu,  membantu penyediaan  membantu penyediaan digunakan
pemberian lapangan kerja bagi lapangan kerja bagi untuk kegiatan pertanian
makanan, masyarakat setempat masyarakat setempat lahan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 44


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
pengkandangan, basah ataupun lahan kering
dan dapat memberikan manfaat
pemeliharaan baik ekonomi, ekologi
hewan maupun sosial
untuk pribadi atau  kawasan pertanian tanaman
tujuan komersial lahan basah dengan irigasi
teknis tidak boleh
dialihfungsikan
emperhatikan
ketentuan pokok tentang
perencanaan dan
penyelenggaraan budi daya
tanaman serta tata ruang dan
tata guna tanah budi daya
tanaman mengacu kepada
Undang-Undang Nomor 12
tahun1992 tentang Sistem
budi Daya Tanaman
peruntukan perkebunan,
peternakan, perikanan
 tidak mengganggu
ermukiman
penduduk terkait dengan
limbah yang dihasilkan
 pada lingkungan dengan
kepadatan rendah
 memperhatikan ketentuan
pokok tentang pemakaian
tanah dan air untuk usaha
peternakan; serta penertiban
dan keseimbangan tanah
untuk
ternak mengacu kepada
Undang-Undang Nomor 6

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 45


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
Tahun 1967 tentang
KetentuanKetentuan Pokok
Peternakan dan Kesehatan
Hewan

17 Pertambangan PL-2 peruntukan ruang menyediakan ruangan untuk: tersedianya ruangan  ruang yang secara teknis
yang  kegiatan-kegiatan untuk: dapat
dikembangkan pertambangan dalam  kegiatan-kegiatan digunakan untuk pemusatan
untuk menampung upaya meningkatkan pertambangan dalam kegiatan pertambangan, serta
kegiatan keseimbangan antara upaya meningkatkan tidak mengganggu
pertambangan bagi penggunaan lahan secara keseimbangan antara kelestarian
daerah yang sedang ekonomis, lingkungan penggunaan lahan fungsi lingkungan hidup
maupun yang akan dan mendorong secara ekonomis,  ruang yang apabila
segera melakukan pertumbuhan lapangan lingkungan dan digunakan
kegiatan kerja mendorong untuk kegiatan
pertambangan  memberikan kemudahan pertumbuhan pertambangan
golongan bahan dalam fleksibilitas bagi lapangan kerja akan memberikan manfaat
galian A, B, dan C pertambangan baru  memberikan secara ekonomi, sosial
 menjamin kegiatan kemudahan dalam budaya,
pertambangan yang fleksibilitas bagi dan ekologi baik skala
berkualitas tinggi, dan pertambangan baru nasional,
melindungi penggunaan  menjamin kegiatan regional maupun lokal
lahan untuk pertambangan pertambangan yang  memperhatikan ketentuan
serta membatasi berkualitas tinggi, dan pokok
penggunaan melindungi yang diatur di dalam
non pertambangan penggunaan lahan UndangUndang No.11
untuk pertambangan Tahun 1967
serta membatasi tentang Ketentuan-
penggunaan non Ketentuan
pertambangan Pokok Pertambangan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 46


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
18 Ruang terbuka PL-3 Peruntukan ruang menyediakan ruangan untuk: Tersedianya ruang untuk:  mempertimbangkan struktur Mengacu
non hijau yang merupakan  wadah aktivitas sosial  wadah aktivitas sosial dan pola ruang PermenPU No.
bagian dari budaya masyarakat budaya masyarakat dalam  disediakan berdasarkan 12/PRT/M/2009
kawasan dalam wilayah wilayah kota/kawasan proporsi kebutuhannya yang tentang
budidaya berupa kota/kawasan perkotaan perkotaan terbagi dan diindikasi berdasarkan Pedoman
ruang terbuka di terbagi dan terencana  terencana dengan baik jumlah populasi dan luas Penyediaan dan
wilayah kota atau dengan baik pengungkapan ekspresi area pada setiap tingkatannya Pemanfaatan
kawasan perkotaan  pengungkapan ekspresi budaya atau kultur lokal  memperhatikan ketentuan Ruang Terbuka
yang tidak budaya atau kultur lokal  media komunikasi warga dalam Permen PU No. Non Hijau di
termasuk  media komunikasi warga kota 12/PRT/M/2009 tentang Wilayah
dalam kategori kota  tempat olahraga dan Pedoman Penyediaan dan Kota/Kawasan
RTberupa lahan  tempat olahraga dan rekreasi Pemanfaatan Ruang Terbuka Perkotaan
yang diperkeras rekreasi  wadah dan objek Non Hijau di Wilayah
maupun berupa  wadah dan objek pendidikan, penelitian, Kota/Kawasan Perkotaan
badan air. RTNH pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam
juga memiliki dan pelatihan dalam mempelajari alam
fungsi ekologis, mempelajari alam
ekonomis,
arsitektural, dan
darurat
19 Tempat evakuasi PL-4 Ruang Menyediakan ruangan untuk: Tersedianya ruang untuk:  memperhatikan waktu Mengacu
sementara penyelamatan  ruang untuk menampung  ruang untuk tempuh ke lokasi TES Permen
diri(escape pengungsi sementara menampung pengungsi maksimal 10 menit PU nomor 5
building) ketika terjadi bencana sementara ketika  jarak tempuh ke lokasi TES Tahun 2008
dan berfungsi sebelum mendapat terjadi bencana sekitar 400-600 meter dari Tentang
sebagai tempat arahan lebih lanjut sebelum mendapat pusat permukiman atau Pedoman
berkumpul arahan lebih lanjut aktivitas masyarkat Penyediaan dan
(assembly point)  jenis tempat evakuasi dapat Pemanfaatan
penduduk yang berupa RTH, lapangan RTH dan
akan melanjutkan sekolah, lapangan kantor, Permen PU
mobilisasi ke lapangan olahraga dan nomor 12
Tempat Evakuasi lapangan parkir. Tahun 2009
Akhir (TEA) tentang
Pedoman
Penyediaan dan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 47


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
Pemanfaatan
Ruang Terbuka
Non Hijau

20 tempat PL-5 Berupa Menyediakan ruang untuk: Tersedianya ruang untuk: Penentuan lokasi TEA harus
evakuasi akhir Ruang/Bangunan  tempat tinggal sementara  tempat tinggal berdasarkan kajian risiko
Evakuasi yang yang aman bagi sementara yang aman bencana
merupakan tempat pengungsi pasca bencana bagi pengungsi pasca Misalnya untuk bencana
penampungan bencana tsunami
penduduk di harus mempertimbangkan
kawasan kecepatan orang bergerak 0,71
aman dari bencana m/detik (sumber: Japan Institute
dan dapat ditempati for Fire Safety and Disaster)
untuk jangka waktu dan lokasi genangan
tertentu.TEA bisa  Lokasi TEA berada di luar
digunakan untuk KRB
semua jenis (kawasan rawan bencana)
bencana.  Terdapat fasilitas jalan dari
permukiman ke tempat
penampungan untuk
memudahkan evakuasi
 Standar minimal daya
tampung ruang evakuasi
minimal 3 m
per orang.
 Ketersediaan sarana dan
prasarana penunjang seperti
air
bersih, MCK, listrik, pos
kesehatan, pos komunikasi,
sekoah, rumah ibadah dan
pos
koordinasi alur komando

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 48


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
21 Sektor informal PL-6 Peruntukan ruang Menyediakan ruang untuk: Tersedianya ruang untuk:  Menyediakan ruang/kios
Yang  kegiatan perdagangan  kegiatan perdagangan untuk kegiatan perdagangan
dikembangkan skala kecil dengan jumlah skala kecil dengan skala kecil
untuk menampung unit antara 10 – 30 unit jumlah unit antara 10  Jumlah unit usaha yang
unit-unit usaha yang lebih tertata. – 30 unit yang lebih banyak dalam skala kecil
dalam skala kecil tertata.  Mempertimbangkan
dan tidak berbadan ketersediaan air bersih,
usaha dengan listrik, jaringan drainase,
kepemilikan dan tempat penampungan
individu atau sampah sementara
keluarga.  Menyediakan sarana toilet
umum
 Menyediakan ruang untuk
parkir
22 Pertahanan dan PL-7 peruntukan tanah menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  memperhatikan kebijakan
keamanan yang merupakan  tempat kegiatan dan  tempat kegiatan dan sistem pertahanan dan
bagian dari pengembangan bidang pengembangan bidang keamanan nasional
kawasan budi pertahanan dan keamanan pertahanan dan  memperhatikan kebijakan
dayayang negara agar dapat keamanan negara agar pemerintah yang menunjang
dikembangkan menjamin kondisi negara dapat menjamin pusat pertahanan dan
untuk menjamin yang kondusif kondisi negara yang keamanan nasional
kegiatan dan  tempat pelatihan para kondusif  memperhatikan ketersediaan
pengembangan prajurit dan pasukan tempat pelatihan para lahan sesuai dengan
bidang pertahanan pertahanan dan keamanan prajurit dan pasukan kebutuhan bidang
dan keamanan sebagai garda depan hankam sebagai garda pertahanan dan keamanan
seperti kantor, negara yang khusus dibina depan negara yang beserta prasarana dan sarana
instalasi hankam, untuk khusus dibina untuk penunjangnya
termasuk tempat menjamin menjamin  aksesibilitas yang
latihan baik pada keberlangsungan keberlangsungan menghubungkan zona
tingkat nasional, keamanan dan keamanan dan pertahanan dan
Kodam, Korem, pertahanan Negara pertahanan Negara keamananadalah jalan
Koramil, dsb kolektor;tidak berbatasan
langsung dengan zona
perumahankomersial

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 49


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
23 instalasi PL-8 peruntukan tanah menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  memperhatikan sistem
pengelolaan air yang terdiri atas  tempat pengolahan air  tempat pengolahan air pembuangan air limbah
limbah (IPAL) daratan dengan limbah agar segera dapat limbah agar segera permukiman dan industri
batas batas tertentu diolah dan tidak dapat diolah dan tidak yang
yang berfungsi mencemari lingkungan mencemari lingkungan berlaku di suatu wilayah
untuk tempat permukiman dan industri permukiman dan  memperhatikan standar-
pembuangan  meningkatkan kesehatan industri standar
segala macam air masyarakat melalui  meningkatkan teknis sarana dan prasarana
buangan (limbah) peningkatan akses kesehatan masyarakat yang harus dipenuhi dalam
yang berasal dari masyarakat terhadap melalui peningkatan pembangunan IPAL
limbah-limbah pelayanan pengolahan air akses masyarakat  tidak berbatasan langsung
domestik, industri, limbah dengan sistem terhadap pelayanan dengan zona perumahan dan
maupun komersial setempat dan sistem pengolahan air limbah industri
dan lain-lainnya terpusat dengan sistem
 melindungi sumbersumber setempat dan sistem
air baku bagi air terpusat
minum dari pencemaran  melindungi sumbersumber
air limbah permukiman air baku bagi air minum
dan industri dari pencemaran air
limbah
permukiman dan industri
24 Tempat PL-9 peruntukan tanah di menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  memperhatikan kebijakan
pemrosesan daratan dengan  menimbun dan mengolah  menimbun dan mengolah sistem persampahan (jalur
akhir (TPA) batas-batas tertentu segala sampah yang segala sampah yang dan saluran)
yang yang ditimbulkan dari ditimbulkan dari  memperhatikan ketersediaan
digunakan konsumen di suatu konsumen di suatu lahan sesuai dengan
sebagai tempat wilayah wilayah kebutuhan TPA serta ruang
untuk  mengumpulkan  mengumpulkan ruang yang diperlukan
menimbun sampah timbunan sampah timbunan sampah didalam operasi pembuangan
dan merupakan sebagai pool yang terakhir sebagai pool yang akhir sampah
bentuk terakhir sebelum sampah-sampah terakhir sebelum  aksesibilitas yang TPA
perlakuan sampah tersebut diolah lebih sampah-sampah minimal adalah jalan lokal
lanjut agar lingkungan tersebut diolah lebih  tidak berbatasan langsung
tidak tercemar lanjut agar lingkungan dengan zona perumahan ,
tidak tercemar zona komersial, dan zona

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 50


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
zona lainnya dapat
berdekatan dengan zona
industri namun harus
berdasarkan syarat-syarat
tertentu
25 pengembangan PL- Peruntukan ruang Menyediakan ruang untuk: Tersedianya ruang untuk:  harus memperhatikan
nuklir 10 yang digunakan  mendukung kegiatan  mendukung kegiatan bahaya,
untuk kegiatan penelitian, penelitian, dampak, dan risiko dari
penelitian, pengembangan, dan pengembangan, dan radiasi yang ditimbulkan
pengembangan, dan pemanfaatan tenaga pemanfaatan tenaga  berlokasi jauh dari
pemanfaatan tenaga nuklir yang aman dan nuklir yang aman dan perumahan memiliki
nuklir kondusif kondusif kawasan penyangga
(buffer zone)
26 pembangkit PL- Peruntukan ruang menyediakan ruang untuk: tersedianya ruang untuk:  memperhatikan sistem
listrik 11 yang merupakan  mendukung ketersediaan  mendukung jaringan infrastruktur
bagian dari pasokan tenaga listrik untuk ketersediaan pasokan ketenagalistrikan
kawasan budidaya kepentingan tenaga listrik untuk yang berlaku di suatu
yang umum di kawasan kepentingan umum di wilayah memperhatikan
dikembangkan perkotaan. kawasan perkotaan. standar-standar
untuk  mendukung pemanfaatan  mendukung teknis sarana dan prasarana
menjamin teknologi baru untuk pemanfaatan teknologi yang harus dipenuhi dalam
ketersediaan tenaga menghasilkan sumber baru untuk pembangunan pembangkit
listrik energi yang mampu menghasilkan sumber listrik
mengurangi energi yang mampu  tidak berbatasan langsung
ketergantungan terhadap mengurangi dengan zona perumahan
energi tak terbarukan ketergantungan  pemilihan lokasi pembangkit
terhadap energi tak dilakukan dengan
terbarukan mempertimbangkan:
i. ketersediaan sumber energi
primer setempat atau
kemudahan pasokan energi
primer
ii. kedekatan dengan pusat
beban
iii. prinsip regional balance

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 51


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
iv. topologi jaringan transmisi
yang dikehendaki
v. kendala pada sistem transmisi
(pembebanan lebih, tegangan
rendah, arus hubung singkat
terlalu tinggi, stabilitas tidak
baik)
vi. kendala-kendala teknis,
lingkungan dan sosial (antara
lain kondisi tanah,
bathymetry, hutan lindung,
permukiman).
27 pergudangan PL-12 Peruntukan ruang Menyediakan ruang untuk: Tersedianya ruang untuk:  memiliki akses dengan
untukmelakukan  mengumpulkan,  mengumpulkan, kualitas
proses menyimpan, memelihara, menyimpan, jalan setara dengan kelas I .
penyimpanan, dan mendistribusikan memelihara, dan  memiliki area untuk proses
pemeliharaan, dan barang mendistribusikan bongkar muat
pemindahan  membantu proses barang  tidak berbatasan langsung
barang. distribusi barang  membantu proses dengan zona perumahan
distribusi barang  untuk gudang kecil memiliki
luasan kurang lebih 36 m2 –
2.500 m
 untuk gudang menengah
memiliki luasan kurang
lebih2.500 m2 – 10.000 m
 untung gudang besar
memiliki
luasan lebih dari 10.000 m2

28 pariwisata PL-13 peruntukan ruang menyediakan ruang Tersedianya ruang untuk: kawasan wisata yang
yang merupakan untuk:  pengembangan dikembangkan di tempat
bagian dari  pengembangan akomodasi akomodasi pariwisata berlangsungnya atraksi budaya,
kawasan budi daya pariwisata dengan dengan kepadatan prosesi upacara adat, dan
yang kepadatan yang bervariasi yang bervariasi di sekitarnya yang ditujukan untuk
di seluruh kawasan seluruh kawasan mengakomodasi wisata dengan

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 52


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
dikembangkan  mengakomodasi bermacam  mengakomodasi minat khusus
untuk tipe akomodasi pariwisata bermacam tipe tengeran/landmark,
mengembangkan seperti hotel, vila, resort, akomodasi pariwisata cagar budaya) kawasan wisata di
kegiatan pariwisata homestay,dll. Yang seperti hotel, vila, tempat objek alam (gunung,
baik alam, buatan, mendorong penyediaan resort, homestay, dll sawah, pantai, laut, teIuk,
maupun budaya akomodasi bagi wisatawan yang mendorong lembah) dan kawasan di
penyediaan akomodasi sekitarnya yang ditujukan untuk
bagi wisatawan mengakomodasi wisata minat
alam yang memiliki
kecenderungan mendapatkan
sesuatu dan pengalaman baru
yang bermanfaat dari objek
wisata alam yang dikunjungi

VIII. ZONA PERUNTUKAN CAMPURAN

Definisi:
Peruntukan ruang yang merupakan bagian dari kawasan budi daya yang dikembangkan untuk menampung beberapa peruntukan fungsi dan/atau bersifat terpadu, seperti
perumahan dan perdagangan/jasa; perumahan dan perkantoran; perkantoran perdagangan/jasa.

Tujuan penetapan:
 menyediakan ruang untuk pengembangan beberapa fungsi peruntukan dalam satu kesatuan lahan sehingga terwujud efisiensi lahan;
 menetapkan kriteria pengembangan zona campuran yang menjamin pencapaian masyarakat atas prasarana/sarana; dan
 mendukung konsep pembangunan kota kompak.

29 perumahan C-1 peruntukan lahan  menyediakan ruang Tersedia Ruang untuk :  memperhatikan kepentingan
dan budi daya yang untuk pengembangan  kegiatan perumahan urban yang menuntut
perdagangan/ terdiri atas daratan fungsi campuran kepadatan tinggi efisiensi
jasa dengan batas perumahan dan dengan konsep hunian pergerakan pemilihan lokasi
tertentu yang perdagangan/jasa vertikal mendekat ke fungsi
berfungsi campuran  meningkatkan  kegiatan komersial komersial
antara perumahan aksesibilitas yang melayani dari calon penghuni yaitu
dan masyarakatpada masyarakat pada lokasilokasi
perdagangan/jasa subzona subzona tersebut di pusat kota dimana

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 53


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
tersebutterhadap  sirkulasi masyarakat nilai
fasilitas baik sirkulasi vertikal lahan
komersial maupun horizontal, sudah tinggi
 mengoptimalkan termasuk luas lobby  lokasi
pemanfaatan ruang lift, lobby utama, jalur dengan akses yang cukup
perkotaan masuk dan keluar, tinggidiantara
jalur pejalan kaki bangunan berupa
antar bangunan, dan ketersediaan
jalur pejalan kaki jalur pejalan kaki
menuju pemberhentian yang
kendaraan umum. menghubungkan antar
bangunan
dan menghubungkan
subzona
dengan tempat
pemberhentian
kendaraan
umum
 jenis
kegiatan komersial yang
dikembangkan
berkaitan dengan
kebutuhan
sehari-hari
penghuni
 penyediaan
lahan parkir
disesuaikan
dengan standar
perparkiran
30 Perumahan dan C-2 peruntukan lahan  menyediakan ruang tersedianya ruang untuk:  memperhatikan kepentingan
perkantoran budi daya yang untuk pengembangan  kegiatan perumahan urban yang menuntut
terdiri fungsi campuran kepadatan tinggi efisiensi
atas daratan dengan perumahan dan dengan konsep hunian pergerakan pemilihan lokasi
perdagangan/jasa vertikal

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 54


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
batas tertentu yang  meningkatkan  kegiatan perkantoran mendekat ke tempat bekerja
berfungsi campuran aksesibilitas masyarakat yang melayani dari calon penghuni yaitu
antara perumahan pada subzona tersebut masyarakat pada lokasilokasi
dan perkantoran terhadap fasilitas subzona tersebut di pusat kota dimana nilai
perkantoran  sirkulasi masyarakat lahan
 mengoptimalkan baik sirkulasi vertikal sudah tinggi
pemanfaatan ruang maupun horizontal,
perkotaan termasuk luas lobby  lokasi dengan akses yang
lift, lobby utama, jalur cukup
masuk dan keluar, tinggidiantara bangunan
jalur pejalan kaki berupa
antar bangunan, dan ketersediaan jalur pejalan
jalur pejalan kaki kaki
menuju pemberhentian yang menghubungkan antar
kendaraan umum. bangunan dan
menghubungkan
subzona dengan tempat
pemberhentian kendaraan
umum
 penyediaan lahan parkir
disesuaikan dengan standar
perparkiran
31 Perkantoran dan C-3 Peruntukan lahan  menyediakan ruang tersedianya ruang untuk:  memperhatikan kepentingan
perdagangan/jasa budi daya yang untuk pengembangan  kegiatan perkantoran urban yang menuntut
terdiri atas daratan fungsi campuran dan komersial dengan efisiensi pergerakan
dengan batas perkantoran dan konsep bangunan pemilihan lokasi
tertentu yang perdagangan/jasa vertikal mendekat ke fungsi
berfungsi campuran  meningkatkan  kegiatan perkantoran komersial
antara perkantoran aksesibilitas masyarakat dan komersial yang dari calon penghuni yaitu
dan pada subzona tersebut melayani masyarakat lokasilokasi di pusat kota
perdagangan/jasa dan/atau masyarakat di luar pada subzona dimana nilai
subzona terhadap fasilitas dan/atau masyarakat lahan sudah tinggi
perkantoran dan di luar subzona  lokasi dengan akses yang
perdagangan/jasa tersebut cukup tinggibagi masyarakat
 mengoptimalkan  sirkulasi masyarakat luas diantaranya lebar / kelas

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 55


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

No Zona Kode Defenisi Tujuan Penetapan Kriteria Performa Kriteria Perencanaan Keterangan
pemanfaatan ruang baik sirkulasi vertikal jalan yang sesuai,
perkotaan maupun horizontal, ketersediaan
termasuk luas lobby transportasi umum/massal
lift, lobby utama, jalur yang sudah berjalan serta
masuk dan keluar, keberadaan sistem
jalur pejalan kaki infrastruktur kota yang
antar bangunan, dan memadai atau mudah
jalur pejalan kaki menuju dikembangkan
pemberhentian kendaraan  penyediaan sarana
umum pergerakan yang dapat
menggunakan
konsep transit oriented
development (TOD)
jenis kegiatan komersial yang
dikembangkan berkaitan
dengan
kebutuhan perkantoran
 penyediaan lahan parkir
disesuaikan dengan standar
perparkiran

Laporan Fakta dan Analisa BAB V - 56


Rencana Detail Tata Ruang
Kawasan Perkotaan Sukamaju 2018

 Menambahkan/ melengkapi klasifikasi zonasi di atas dengan pertimbangan:


 Hirarki klasifikasi zonasi yang dipilih sebagai dasar pengaturan;
 Zonasi yang sudah berkembang di daerah yang akan disusun peraturan
zonasinya (Kajian/pengamatan empiris) dan dianggap perlu ditambahkan dalam
klasifikasi zona;
 Jenis Zona yang spesifik yang ada di daerah yang disusun peraturan zonasinya
yang belum terdaftar dalam tabel di atas; dan
 Jenis Zonasi yang prospektif berkembang di daerah yang akan disusun peraturan
zonasinya.
Berdasarkan penentuan klasifikasi zona sebagaimana dijelaskan di atas, maka dalam
tiap zona tersebut akan ditetapkan sub zona dengan kedalaman yang lebih rinci.

D. KONSEP PEMBAGIAN SUB BWP SUKAMAJU


Sub Bagian Wilayah Perkotaan yang selanjutnya disebut Sub BWP adalah bagian dari
BWP yang dibatasi dengan batasan fisik dan terdiri dari beberapa blok, dan memiliki
pengertian yang sama dengan subzona peruntukan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Dalam rangka
optimalisasi dan pemanfaatan ruang BWP Sukamaju, penentuan Sub BWP dilakukan
dengan pertimbangan karakteristik fungsional lingkungan, pemanfaatan ruang yang dibatasi
secara fisik maupun mengikuti batasan administratif. Batasan secara fisik seperti sungai,
jaringan jalan, utilitas dan lainnya yang bersifat relatif permanen dan mudah dikenali,
sehingga tidak menimbulkan berbagai interpretasi mengenai batas Sub BWP yang
ditetapkan. Dalam beberapa hal, batasan secara administrasi juga menjadi pertimbangan
yang sangat penting untuk menentukan Sub BWP.

Dalam setiap Sub BWP dapat terdiri dari beberapa Blok. Misalnya pada Sub BWP
untuk perdagangan dapat berupa zona perdagangan, sedangkan di sekitar blok merupakan
zona perumahan.

Laporan Fakta dan Analisa BAB V -57