Anda di halaman 1dari 1

BAB III

TINJAUAN KASUS

A. PENGAMATAN KASUS
Pasien Ny “F” masuk Rumah Sakit pada tanggal 17 november
2017, dengan diagnosa medik Asma Bronchial, dengan keluhan sesak
napas sejak 1 bulan yang lalu dan memberat 2 hari terakhir disertai
batuk berlendir, flu dan susah tidur sehingga anggota keluarga
memutuskan untuk membawa klien berobat di Rumah Sakit.
Keluhan utama saat pengkajian pasien mengeluh sesak nafas
disertai batuk berlendir, nyeri dada dan nafsu makan kurang. Tampak
pasien terpasang infuse Dextrosa 5 % dan RL 500 cc/18 tetes/menit,
dan pasien juga menggunakan oksigen nasal kanul 3 liter. Kesadaran
pasien Kompos mentis dengan tanda-tanda vital TD : 130/70 mmHg,
N 100 x/menit, S 36 oc dan pernafasan 35 x/menit. Hasil pemeriksaan
laboratorium pada tanggal 17 maret 2013 yaitu : WBC 4,4, HB 11,8,
LED 130/jam, LED 2 42 mm/jam. Terapi yang diberikan antara lain :
dexamethasone – 10 mg/6 jam, homoklomin3 x sehari 1 tablet,
farmaton 2 x sehari 2-3 minggu pertama, salbutamol 3 x 2 tablet,
ranitidine 1x/8 jam, aminophlin 3 x 1 ampul, cairan yang diberikan Dex
5 % 18 tetes/menit, RL 500 cc 18 tetes/menit dan 02 3 liter.
Berdasarkan pengkajian diatas, maka penulis mengangkat 4
diganosa keperawatan yaitu: Ketidakefektifan jalan nafas b/d
bronchospasme, Ketidakefektifan pola nafas b/d hiperventilasi,
Gangguan pola tidur b/d ketidaknyamanan fisik (batuk, nyeri dada dan
sesak) dan Kecemasan/ansietas b/d perubahan status sosial atau
ancaman kehilangan

33