Anda di halaman 1dari 6

PANDUAN

PERAWATAN ANTENATAL
PRAKTIK KLINIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/6

Tanggal terbit Ditetapkan


Direktur Utama

dr.
NIP.
Perawatan antenatal adalah pemenuhan hak setiap ibu hamil untuk
memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas sehingga diharapkan
menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan
melahirkan bayi dengan sehat.
Tujuan perawatan antenatal adalah :
- Menyediakan pelayanan antenatal terpadu yang meliputi anamnesis,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan KIE.
PENGERTIAN
- Mendeteksi secara dini kelainan / penyakit / gangguan yang diderita
ibu hamil.
- Melakukan intervensi terhadap kelainan / penyakit / gangguan pada
ibu hamil sedini mungkin.
- Menerima rujukan kasus dari fasilitas pelayanan kesehatan dibawah
nya.

 Identitas
 Keluhan utama dan riwayat penyakit sekarang
 Riwayat haid
 Riwayat pernikahan
ANAMNESIS
 Riwayat obstetri
 Riwayat perawatan antenatal sebelumnya
 Riwayat penyakit dahulu
 Riwayat sosial ekonomi
Pemeriksaan internistik meliputi :
1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan
2. Pengukuran lingkar lengan atas
3. Pengukuran tanda vital
4. Pemeriksaan gigi, kepala, dan leher
PEMERIKSAAN 5. Pemeriksaan dada
FISIK 6. Pemeriksaan abdomen
7. Pemeriksaan ekstremitas
Pemeriksaan obstetri meliputi :
1. His
2. Pemeriksaan Leopold
3. Pengukuran tinggi fundus uteri
4. Pemeriksaan denyut jantung janin
5. Pemeriksaan spekulum dan pemeriksaan dalam vagina sesuai indikasi
6. Pemeriksaan ukuran panggul dalam dilakukan pada usia kehamilan 
36 minggu

Pemeriksaan fisik berdasarkan trimester


No Jenis Atas Trimester Trimester Trimester Kunjungan
pemeriksaan indikasi 1 2 3 pertama
1 Tanda vital X X X
2 TB X
3 BB X X X
4 LILA X
5 Pemeriksaan X X
fisik umum /
status
generalis
6 TFU X X
7 Leopold I X X
8 Leopold II- X
IV
8 Pemeriksaan X X
djj
Sesuai format diagnosis kerja:
Gravida : Berapa kali ibu pernah hamil
Paritas : Berapa kali ibu pernah melahirkan anak pada usia kehamilan >
20 minggu
Abortus : Berapa kali ibu pernah keguguran
Jumlah janin : Ditentukan dari pemeriksaan leopold
Intra / ekstrauterin : Bila ekstrauterin bagian janin mudah teraba dan
gerakan janin mudah terlihat. Bila intrauterin saat ada rangsangan uterus
maka akan ada kontraksi dan bila kontraksi bagian jani sulit diraba
Presentasi dan letak janin : Ditentukan dari pemeriksaan leopold dan atau
pemeriksaan dalam vagina
Inpartu kala 1 : Lendir darah, his adekuat dan terjadi penipisan dan
pembukaan serviks.
Inpartu kala II : Jika pembukaan serviks lengkap
KRITERIA Diagnosis klinis yang lain untuk menentukan faktor resiko yang meliputi:
DIAGNOSIS A. Faktor resiko pada kehamilan saat ini :
- kehamilan kembar
- usia ibu < 16 tahun atau > 40 tahun
- tinggi badan < 145 cm
- LILA < 23.5 atau kenaikan BB tidak sesuai IMT
- TFU tidak sesuai usia kehamilan
- Malposisi atau malpresentasi
- PJT
- IMS
- Infeksi : Malaria, HIV, sifilis, TBC dan ISK
- Anemia berat
- Penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol
- Gangguan kejiwaan
- Perdarahan antepartum
- Preeklampsia/eklampsia
- Ketuban pecah dini
B. Faktor resiko pada kehamilan sebelumnya :
- Riwayat janin atau neonatus mati
- Riwayat keguguran dua kali
- Pernah lahir <2,5 kg atau > 4 kg
- Operasi pada organ reproduksi
- Preeklampsia / eklampsia
Faktor resiko penyakit sebelumnya :
- Hipertensi
- Jantung
- Asma
- Ginjal
- DM
- HIV atau IMS
Format diagnosis kerja meliputi :
G.....P.....A...., usia ibu (tahun), umur kehamilan (minggu)
Janin I/II/lebih intra / ekstra uterin
Presentasi kepala / bokong punggung kanan / kiri atau letak lintang
punggung ......
Observasi inpartu / belum inpartu / inpartu kala I/II (bila inpartu sebutkan
berapa jam)
Diagnosis klinis yang lain
DIAGNOSIS Tidak ada
BANDING
Pemeriksaan penunjang berdasarkan trimester
No Jenis Atas Trimester Trimester Trimester Kunjungan
pemeriksaan indikasi 1 2 3 pertama
1 Darah rutin X X
2 Golongan X
darah
3 Protein urin X X
4 Gula darah / X
reduksi
5 Malaria X
6 BTA X
7 Sifilis X
8 HIV X
9 TTGO X
PEMERIKSAAN (24 – 28
PENUNJANG mgg)
10 USG rutin X (11-14 X (18-20 X (28-32
minggu) minggu) minggu)
11 USG atas X
indikasi
Pemeriksaan TT
Tidak pernah / pernah Pemberian

Belum pernah TT atau pernah TT  TT 1 saat kunjungan pertama


dengan rentang waktu ≥ 1 tahun  TT 2 selang 4 minggu setelah TT 1

TT 1, saat pernikahan, paling lambat < 1 TT 2 saat kunjungan pertama


tahun

TT 3 6 bulan setelah TT 2

TT 4 1 tahun setelah TT 3

TT 5 1 tahun setelah TT 4

* Pemeriksaan penunjang yang lain bisa ditambahkan sesuai indikasi


Suplemen yang diberikan secara rutin pada ibu hamil adalah :
1. Tablet besi elemental 60 mg per hari (setara dengan 320 mg sulfas
ferosus)
2. Asam folat 400 ug 1 kali/hari. Suplemen ini sebaiknya diberikan 2 bulan
sebelum kehamilan (saat perencanaan kehamilan). Jika ada riwayat
anensefal atau memakai obat epilepsi maka dosis asam folat yang
diberikan adalah 4000 ug/hari.
TERAPI
3. Di daerah dengan asupan kalsium yang rendah maka dianjurkan untuk
suplementasi kalsium 1,5 - 2 gram per hari pada ibu hamil dengan
resiko preeklampsia.
4. Pemberian 75 mg aspirin per hari untuk pencegahan primer pada ibu
hamil dengan resiko preeklampsia.
5. Multivitamin sesuai kebutuhan ibu hamil
6. Pemberian obat simptomatis jika ada gejala penyerta lain
KOMPETENSI Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Merah Kuning Hijau
KOMPETENSI Diagnosis   
PPDS Pengelolaan medis   
Prosedur   
KIE dilakukan pada setiap kunjungan antenatal yang meliputi
- Jadwal rutin pemeriksaan kehamilan
Kunjungan antenatal minimal 4 kali (K1-K4) atau bisa lebih dari 4 kali
sesuai kebutuhan.
a. Kunjungan pertama (K1)
EDUKASI Kunjungan pertama dilakukan sedini mungkin pada trimester 1,
sebaiknya sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke 8 hingga
12 minggu.
b. Kunjungan kedua (K2)
Kunjungan kedua pada trimester 2 yaitu rentang usia kehamilan >
12 – 24 minggu.
c. Kunjungan ketiga dan keempat (K3, K4)
Kunjungan ketiga dan keempat pada trimester 3, yaitu rentang usia
kehamilan minggu ke 24 – 36 minggu
d. Penanganan komplikasi (PK)
PK adalah penanganan komplikasi baik penyakit menular, tidak
menular serta masalah gizi. Penanganan diberikan oleh tenaga
kesehatan yang mempunyai kompetensi. Contoh komplikasi
kebidanan adalah perdarahan, preeklampsia/eklampsia, persalinan
macet, infeksi, abortus, malaria, HIV/AIDS, sifilis, TBC, hipertensi,
diabetes mellitus, dan KEK
- Persiapan persalinan dan kesiagaan menghadapi komplikasi.
Terdapat 4 langkah yakni :
a. Langkah1
Membuat rencana persalinan, meliputi :
- tempat persalinan
- memilih tenaga kesehatan yang terlatih untuk menolong persalinan
- bagaimana menghubungi tenaga persalinan tersebut
- bagaimana transportasi ke tempat persalinan
- siapa yang akan menemani pada saat persalinan
- siapa yang menjaga keluarga saat ibu tidak ada
b. Langkah 2
Membuat rencana pengambilan keputusan
- Siapa yang mengambil keputusan utama dalam keluarga ?
- Siapa yang akan membuat keputusan jika pengambil keputusan
utama tidak ada pada saat terjadi kegawatdaruratan ?
c. Langkah 3
Mempersiapkan sistem transportasi
- Dimana ibu akan bersalin
- Bagaimana cara menjangkaunya jika terjadi kegawatdaruratan
- Ke fasilitas yang mana ibu itu harus dirujuk
- Bagaimana cara memperoleh dana jika terjadi kegawatdaruratan
- Bagaimana cara memperoleh donor darah yang potensial
d. Langkah 4
Membuat rencana menabung
e. Langkah 5
Mempersiapkan keperluan untuk persalinan
- Latihan fisik normal dan tidak berlebihan. Bisa mengikuti senam hamil
bila tidak terjadi perdarahan, preterm, pertumbuhan janin terhambat,
dan demam. Berjalan adalah senam yang paling baik.
- Perilaku hidup bersih dan sehat.
- Menjaga kebersihan badan, area genital, perawatan puting susu, dan
perawatan gigi. Memakai pakaian yang tidak mengganggu gerak dan
menekan badan untuk mencegah varises. Menghindari memakai sepatu
hak tinggi untuk mencegah nyeri pinggang. Istirahat cukup (9 – 10
jam per hari) dan tidak bekerja berat
- Tanda bahaya yang perlu diwaspadai yaitu:
a. sakit kepala lebih dari biasa
b. perdarahan per vaginam
c. gangguan penglihatan
d. pembengkakan pada wajah / tangan
e. nyeri abdomen
f. mual dan muntah berlebihan
g. demam
h. janin tidak bergerak sebanyak biasanya
- Asupan gizi seimbang
Gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak,
vitamin (A, B kompleks, C, D dan E), kalsium, zat besi, fosfor dan air
(6-8 gelas dalam sehari). Tambahan kalori selama kehamilan 300
kal/hari. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah daging,
hati, telur, kacang polong, kacang tanah, kacang hijau, dan sayur
berdaun hijau. Mengkonsumsi garam beryodium.
- Konseling HIV dan IMS
Tes HIV cukup peka oleh karena itu perlu penjelasan mengenai definisi
HIV/ AIDS / IMS, bagaimana penularannya dan pentingnya tes
tersebut.
- Brain booster dengan stimulasi auditori
Berkomunikasi dengan janin, memberikan musik untuk menstimulasi
janin dan pemberian nutrisi gizi seimbang untuk ibu hamil.
KIE tambahan pada kehamilan trimester 3 yaitu
- Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Analisa keinginan ibu untuk menyusui. Menjelaskan mengenai
pentingnya ASI dan perawatan puting susu. Menceritakan proses IMD
yang meliputi skin to skin contact selama IMD, pemberian kolustrum,
rawat gabung dan tidak diberi susu formula. Motivasi ibu untuk
memberikan ASI saja selama 6 bulan.
- Kontrasepsi pasca persalinan
Membahas metode yang sesuai pada masa nifas.

PROGNOSIS Dubia ad bonam jika tidak ada faktor resiko


TINGKAT 1
EVIDENS
a) Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong CY.
Prenatal Care. In: Cunningham FG, editor. Williams Obstetrics, 23rd
edition. Mc Graw Hill. 2015.
KEPUSTAKAAN b) Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu
[Internet]. 2010 [cited 2015 Jan 6]. Available from: www.depkes.go.id
c) Buku saku pelayanan kesehatan ibu