Anda di halaman 1dari 134

DAFTAR ISI

NO. NAMA HALAMAN


I. PEMERIKSAAN FISIK 7
1. Pemeriksaan Tingkat Kesadaran 7
2. Pemeriksaan Tingkat Kesadaran menggunakan Glasgow 9
Coma Scale ( GCS )
3. Pemeriksaan Fisik : Head to Toe 11
4. Menimbang Berat Badan 16
5. Mengukur Tinggi Badan 17
6. Mengukur Tekanan Darah 18
7. Menghitung Denyut Nadi 19
8. Menghitung Pernafasan 20
9. Mengukur Suhu melalui Oral 21
10. Mengukur Suhu melalui Axila 22
11. Mengukur Suhu melalui Rectal 23

II. PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI 25


12. Memberikan Oksigen dengan Menggunakan Nasal Kanul 25
13. Fisioterapi Dada ( Perkusi dan Vibrasi ) 30
14. Menghisap Lendir 33
15. Memberikan Inhalasi 34

III. PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI 35


22. Menyiapkan Makanan dan MInuman Pasien 36
24. Membantu Pasien Makan dan Minum melalui Mulut 38
25. Memasang Sonde / Alat Penduga Lambung 39
26. Memberikan Makan melalui Pipa Lambung ( sonde ) 41
27. Pelepasan Pipa Lambung 42

DAFTAR ISI

NO. NAMA HALAMAN


IV. PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN 43
ELEKTROLIT
28. Memasang Infus 43
29. Perawatan infus 46
30. Mengganti Cairan Infus 47
31. Melepas Infus 49
32. Memasang Tranfusi Darah 51
33. Penatalaksanaan Reaksi Tranfusi Darah 52
34. Menghitung Cairan dan Tetesan Infus
35. Penilaian Intake dan Output

V. PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI 57


35. Mambantu Buang Air Kecil 57
36. Membantu Buang Air Besar 58
37. Memasang Kateter 59
38. Melepas Kateter 61
VI. PEMENUHAN KEBUTUHAN KEAMANAN DAN 73
KENYAMANAN
39. Cuci Tangan 73
40. Mencuci Tangan dengan Larutan Desinfektan
41. Mencuci tangan aseptic bedah 74
42. Memakai sarung tangan steril 75
43. Melepas sarung tangan 76
44. Memakai masker 77
45. Memberikan Kompres Hangat 83
46. Memberikan Kompres Dingin 84
47. Menyiapkan tempat tidur 94
48. Mangganti Alat Tenun / Linen dengan Pasien Diatasnya 95
49. Merapikan Tempat Tidur dengan Pasien Diatasnya 96
50. Mengganti Alat Tenun / Linen tanpa Pasien Diatasnya 97
51. Merapikan Tempat Tidur tanpa Pasien Diatasnya 98

NO. NAMA HALAMAN


VII. PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS 99
52. Memberikan Posisi Fowler 99
53. Memberikan Posisi Semi Fowler 100
54. Memberikan Posisi Sim 101
55. Membantu Istirahat 107
56. Latihan ROM Pasif dan Aktif 108
57. Memindahkan Pasien dari Tempat Tidur ke 110
Brankart/Kereta Dorong
58. Memindahkan Pasien dari Tempat Tidur ke atas Kursi 111
Roda
59. Memindahkan Pasien dari Kursi Roda ke atas Tempat 112
Tidur

VIII. KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL 113


60. Komunikasi terapeutik pada pemasangan infus 114

IX. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 117


61. Pengambilan specimen darah vena 117
62. Pengambilan specimen kultur darah vena 120
63. Memeriksa gula darah dengan metode cepat 122
64. Pengambilan specimen urine sewaktu 125
65. Pengambilan specimen sputum 127
66. Menyiapkan feses untuk bahan pemeriksaan 128
67. Persiapan pemeriksaan dengan ultra sonografi 129
68. Persiapan pemeriksaan rontgen 130

X. KEBUTUHAN OBAT-OBATAN 131


69. Pemberian Obat Oral 131
70. Pemberian Obat Injeksi Intra Kutan 133
71. Pemberian Obat Injeksi Sub Kutan 135
72. Pemberian Obat Injeksi Intra Vena secara langsung 136
73. Pemberian Obat Injeksi Intra Vena melalui wadah ( secara 138
tidak langsung
74. Pemberian Obat Injeksi Intra Vena melalui selang 139
75. Pemberian Obat Injeksi Intra Muskuler 140
76. Pemberian Obat Tetes Mata 142
77. Pemberian Obat Salep Mata 143
78. Pemberian Obat Tetes Telinga 144
79. Pemberian Obat Tetes hidung 145
80. Pemberian Obat Salep Kulit 146
81. Memberikan obat melalui anus / rectum 147

DAFTAR ISI

NO. NAMA HALAMAN


XI. SISTEM KARDIOVASKULER 149
82. Resusitasi jantung paru 149
83. Pemeriksaan EKG 150

XII. SISTEM MUSKULOSKELETAL 152


84. Persiapan pasien pra bedah 152
85. Merawat luka kering 154
86. Merawat luka lecet 156
87. Perawatan gyps 163

XIII. SISTEM UROLOGI 177


88. Irigasi kandung kemih

XIV. SISTEM ANAK 269


89. Pengukuran antropometri pada anak 269
90. Pengukuran antropometri pada bayi 271
91. Pengisian kartu tumbuh kembang bayi/anak (DDST ) 273
92. Menimbang berat badan bayi 275
93. Mengukur panjang badan bayi 276

NO. NAMA HALAMAN

94. Pemasangan sonde pada bayi 282


95. Pemberian susu personde pada bayi 283
96. Memandikan bayi 286
97. Pemeriksaan gula darah bayi 289
98. Hisap lendir 302
I. PEMERIKSAAN FISIK

PEMERIKSAAN TINGKAT KESADARAN

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.01 0 ½
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemeriksaan tingkat kesadaran merupakan tindakan
pemeriksaan terhadap tingkat kesadaran pasien secara
kualitatif.
Tujuan Mengetahui / menilai tingkat kesadaran secara kualitatif
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pemeriksaan pasien dalam melakukan
pengkajian keperawatan
Prosedur 1. Persiapan alat
 Status pasien
 Alat tulis
2. Pelaksanaan
a. Cuci tangan
b. Jelaskan/beritahu prosedur tindakan yang akan dilakukan
c. Atur posisi pasien dengan berbaring
d. Lakukan pemeriksaan keadaan umum /status kesadaran
pasien
e. Berikan rangsangan, seperti mengajak bicara atau respon
terhadap cahaya
f. Lakukan penilaian status kesadaran, sesuai dengan
kriteria berikut :
1) COMPOS MENTIS :
Pasien sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua
pertanyaan tentang keadaan di sekeliling
2) APATIS :
Pasien enggan untuk berhubungan dengan lingkungan
sekitarnya, bersikap acuh tak acuh
3) SOMNOLEN :
Pasien memiliki kesadaran yang lebih rendah ditandai
dengan kelihatan mengantuk, selalu ingin tidur, tidak
responsif terhadap rangsangan yang ringan dan masih
memberikan respon terhadap rangsangan yang kuat
4) SPOOR / STUPOR :
Pasien tidak memberikan respon ringan maupun
sedang tetapi masih memberikan respon sedikit
terhadap rangsangan yang kuat dengan adanya reflek
pupil terhadap cahaya yang masih positif
PEMERIKSAAN TINGKAT KESADARAN

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.01 0 2/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 5) KOMA :
Pasien tidak dapat bereaksi terhadap stimulus atau
rangsangan apapun, reflek pupil terhadap cahaya tidak
ada
6) DELIRIUM :
Pasien disorientasi sangat iritatif, kacau dan salah
persepsi terhadap rangsangan sensorik
3. Evaluasi
Tingkat kesadaran pasien terukur
4. Dokumentasi hasil pengukuran

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap


Instalasi Rawat Jalan,
OK,
UGD
PEMERIKSAAN TINGKAT KESADARAN MENGGUNAKAN
GLASGOW COMA SCALE (GCS)

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.02 0 ½
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemeriksaan tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma
Scale (GCS) merupakan tindakan pemeriksaan terhadap
tingkat kesadaran pasien secara kuantitatif dengan
mengukur respon pasien terhadap rangsangan membuka
mata, rangsangan verbal dan rangsangan rasa nyeri sesuai
skala yang telah ditetapkan.
Tujuan Mengetahui / menilai tingkat kesadaran secara kuantitatif
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pemeriksaan pasien dalam melakukan
pengkajian keperawatan
Prosedur 1. Alat
 Status Pasien
 Formulir GCS
2. Pelaksanaan
a. Sebelum melakukan tindakan,
perawat telah melakukan pengkajian data dasar dan
memahami permasalahan pasien
b. Beri penjelasan kepada
pasien/keluarga pasien tentang tujuan dan prosedur
tindakan yang akan dilakukan.
c. Berikan rangsangan terhadap
pasien berupa komando verbal dan rangsangan terhadap
rasa nyeri.
d. Evalusi respon pasien terhadap
rangsangan yang diberikan
e. Beri penilaian respon pasien,
sesuai dengan kriteria berikut:
1. RESPON MEMBUKA MATA ( EYE ) :
 Spontan membuka mata tanpa
rangsangan...................................................... 4
 Membuka mata bila
dikomando/suara.............................................. 3
 Membuka mata bila ada rangsang
nyeri................................................................. 2
 Tidak membuka mata sama sekali, meskipun
ada rangsang verbal /
nyeri................................................................. 1

2. RESPON VERBAL :
 Orientasi baik, pasien dapat menjawab
pertanyaan dengan baik dan
benar................................................................ 5
 Menjawab pertanyaan dengan
kacau................................................................ 4
 Menjawab dengan tidak
tepat ...................................... 3
 Menjawab dengan kata yang tidak bisa
dimengerti...................................................... 2
 Tidak ada respon ................................... 1

PEMERIKSAAN TINGKAT KESADARAN MENGGUNAKAN


GLASGOW COMA SCALE (GCS)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
04.05.02 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 3. RESPON MOTORIK :
 Dapat menggerakkan ekstremitas sesuai dengan
komando ...................................... 6
 Dapat melokalisir rasa nyeri................................ 5
 Dapat menghindar dari rasa nyeri....................... 4
 Dapat fleksi abnormal.......................................... 3
 Ekstensi abnormal................................................ 2
 Tidak ada respon................................................. 1

f. Jumlahkan skor yang didapat


g. Interpretasikan dengan hasil berikut:
i. Nilai maksimal = respon membuka mata + Respon
verbal + Respon motorik : 15
ii. Nilai Minimal = respon membuka mata + Respon verbal
+ Respon motorik : 3
h. Rapikan pasien
2. Evaluasi
Tingkat kesadaran pasien terukur
3. Dokumentasi p
Perawat mencatat dilembar pengkajian keperawatan dan
catatan perkembangan pasien

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
PEMERIKSAAN FISIK : HEAD TO TOE

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.03 0 1/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Serangkaian pemeriksaan anggota badan (fisik) dari ujung kepala
sampai ujung kaki yang dilakukan oleh dokter atau perawat untuk
mengetahui ada tidaknya masalah kesehatan
Tujuan 1. Mengetahui adanya kelainan/ masalah
kesehatan
2. Melakukan pengkajian keperawatan
Kebijakan Dilakukan pada saat perawat melakukan pengkajian keperawatan
secara lengkap. Pada kasus tertentu (emergensi) dilakukan
pengkajian fokus sesuai dengan permasalahan yang menonjol
Prosedur A. Persiapan Alat:
 Status pasien
 Baki beralas
 Tensimeter
 Thermometer
 Stetoskop
 Jam Tangan
 Lampu senter
 Optalmoskop k/p
 Otoskop k/p
 Tonometri k/p
 Meteran k/p
 Reflek hammer
 Garpu tala k/p
 Spekulum hidung k/p
 Snellen card k/p
 Spatel lidah
 Sarung tangan
 Bengkok
 Kassa steril
 Sarung tangan
 Alat tulis
B. Pelaksanaan:
1. Perawat cuci tangan
2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
3. Memasang sketsel
4. Mengatur posisi pasien
5. Memeriksa keadaan umum pasien
6. Kepala:
 Mengamati bentuk kepala, keadaan kulit, rambut dan
wajah
 Meraba ubun-ubun dan adanya benjolan
7. Mata :
 Mengamati kelengkapan dan kesimetrisan mata, pupil,
kornea, iris, konjungtiva dan sklera
 Amati dan palpasi kelopak mata dan palpebra.
 Melakukan tes luas pandang k/p
PEMERIKSAAN FISIK : HEAD TO TOE

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.03 0 2/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 8. Hidung:
 Mengamati tulang hidung dan posisi septum nasi, lubang
hidung k/p menggunakan spekulum
9. Telinga:
 Mengamati dan meraba bentuk telinga, ukuran telinga dan
ketegangan dalam telinga.
 Mengamati lubang telinga k/p menggunakan otoskop
 Melakukan tes pendengaran k/p
10. Mulut dan faring
 Mengamati keadaan bibir
 Mengatasi keadaan gigi dan gusi
 Mengamati keadaan lidah
 Melakukan pemeriksaan rongga mulut (k/p menggunakan
spatel lidah.
11. Leher
 Mengamati dan meraba posisi trachea dan kelenjar tiroid
 Memperhatikan adakah perubahan suara dan mencari
penyebabnya.
 Mengamati dan meraba adanya pembesaran kelenjar
limfe, vena jugularis, denyut nadi karotis.
12. Kulit
 Mengamati kebersihan kulit dan kelainannya
 Memeriksa kehangatan, kelembaban, tekstur dan turgor
13. Payudara dan Ketiak
 Mengamati ukuran, bentuk dan posisi, perubahan warna,
pembengkakkan dan luka.
 Meraba dan memeriksa adanya benjolan, nyeri tekan dan
sekret
14. Thorak
 Inspeksi bentuk thorak
 Palpasi thorak
 Perkusi thorak
15. Paru
 Auskultasi bunyi nafas
 Adanya retraksi dinding dada
 Fokal fremitus
PEMERIKSAAN FISIK : HEAD TO TOE

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.03 0 3/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 16. Jantung
 Inspeksi dan palpasi: mengamati adanya pulsasi iktus
cordis.
 Perkusi : menentukan batas jantung
 Auskultasi : BJ I, II, III, murmur
17. Abdomen
 Inspeksi: bentuk, masa, bayangan pembuluh darah
 Auskultasi : bising usus
 Palpasi: nyeri, benjolan, palpasi hepar, lien, titik mc. Burney,
acites.
 Perkusi : bunyi adanya ascites
18. Genetalia
 Laki-laki:
a. Mengamati kebersihan rambut pubis, kelainan kulit
penis, skrotum dan lubang uretra.
b. Meraba adanya tonjolan/kelainan pada penis, scrotum
dan testis.
 Wanita:
a. Mengamati rambut pubis, kulit sekitar pubis, bagian
dalam labia mayora dan minora, lubang uretra dan
adanya perdarahan.
b. Meraba daerah inguinal
19. Anus
 Mengamati lubang anus, ada/tidak kelainan pada anus,
perineum ada jahitan/tidak, benjolan, pembengkakan.
 Meraba konsistensi, nyeri
20. Muskoloskeletal
 Melakukan pemeriksaan edema pada ekstremitas
 Mengamati kesimetrisan otot
21. Pemeriksaan neurologi
 Menguji kekuatan otot
 Tingkat kesadaran
 Tanda-tanda rangsangan otak
 Memeriksa fungsi sensorik
 Memeriksa reflek tendon
 Reflek fisiologis (reflek bisep, trisep, brchioradialis, patela
dan achiles)
 Reflek patologis (k/p reflek babinski, chaddock, schaeffer,
openheim, gonda dan bing)
22. Merapikan pasien dan peralatan bereskan.
23. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, UGD
MENIMBANG BERAT BADAN

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 04.05.05 0 1/1
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Tindakan untuk mengukur dan mengetahui berat badan klien
dengan menggunakan alat ukur berat badan
Tujuan - Mengetahui berat badan klien dan perkembangannya
- Mengetahui Status gizi klien
- Menentukan status cairan klien
- Membantu menentukan program pengobatan (dosis)
Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan tindakan untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi dan untuk pedoman dalam melakukan
pengkajian keperawatan.
Prosedur 1. Persiapan Alat :
- Timbangan, buku catatan dan alat tulis
2. Pelaksanaan :
a. Beritahu klien
b. Mengatur timbangan sehingga jarum menunjuk angka nol
dan seimbang.
c. Menganjurkan klien berdiri diatas timbangan tanpa
sepatu / sandal.
d. Anjurkan klien untuk tidak mengenakan atau melepas
pakaian yang terlalu tebal.
e. Perhatikan angka sesuai petunjuk jarum.
f. Bereskan alat yang dipakai
g. Perawat mencuci tangan
a. Evaluasi
Pasien tidak tampak kelelahan
b. Dokumentasi
Hasil pengukuran
Unit Terkait  Instal Watnap
 Instal Watlan
MENGUKUR TEKANAN DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.07 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Untuk mengetahui tekanan darah pasien dari sistole sampai
diastole dengan menggunakan alat tensimeter air raksa.
Tujuan Untuk mengetahui tekanan darah penderita agar membantu medis
dan para medis dalam menegakkan diagnosa terapi /
pengobatan serta diagnosa keperawatan.
Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan tindakan pengukuran tanda-tanda
vital
Prosedur 1. Persiapan alat :
a. Baki
b. Tensi meter, Stetoskop
c. Buku catatan, Alat tulis
d. Arloji
2. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Memberitahu pasien mengenai tujuan dan prosedur tindakan
yang akan dilakukan
c. Menyingsingkan lengan baju pasien
d. Memasang manset 2 jari di atas mediana cubiti, selang
sejajar arteri brachialis ( tidak terlalu erat atau terlalu
longgar ).
e. Menghubungkan pipa tensi meter dengan manset
f. Menutup sekrup balon karet
g. Membuka kunci reservoir
h. Letak tensimeter harus datar
i. Meraba Arteri Brachialis dengan 3 jari tengah
j. Meletakkan bagian diafragma stetoskop tepat diatasnya
( bagian corong tertutup ).
k. Memompa balon sehingga udara masuk kedalam manset
sampai detak arteri tidak terdengar lagi atau 30 mmHg diatas
nilai sistolik.
l. Membuka skrup balon perlahan-lahan dengan kecepatan 2-3
mmHg perdetik sampai melihat skala dan mendengarkan
bunyi detak pertama ( sistole ) dan detak terakhir ( diastole )
m. Pada waktu melihat skala, mata setinggi skala tersebut
n. Menurunkan air raksa sampai angka 0 (nol)
o. Kempiskan manset dan tunggu 30 detik bila akan mengulang
prosedur.
p. Lepaskan manset dari lengan pasien.
q. Rapikan alat dan tutup kunci reservoir dan rapikan pasien
r. Cuci tangan.
3. Evaluasi:
Pasien merasa nyaman
4. Dokumentasi
Hasil pengukuran dan waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
MENGHITUNG DENYUT NADI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.08 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pengukuran frekuensi denyut nadi Klien dalam satu menit
Tujuan 1. Melakukan monitoring tanda vital.
2. Mengetahui adanya kelainan denyut nadi (irama, frekuensi,dll)
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan tindakan monitoring tanda vital
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Arloji yang ada jarum detiknya
b. Buku catatan
c. Alat tulis
2. Pelaksanaan
a. Menjelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan
b. Mencuci tangan
c. Lakukan pengukuran denyut nadi dengan meletakkan tiga
jari tengah diatas arteri tertentu (arteri radialis pada
pergelangan tangan, arteri brakhialis pada siku bagian
dalam, arteri karotis pada leher, arteri temporalis, arteri
femoralis, dan arteri dorsalis pedis). Menghitung jumlah
denyut nadi selama 15 detik, kemudian dikalikan empat.
d. Bila nadi tidak teratur, dihitung selama satu menit.
e. Mengamati/merasakan keras/lemahnya denyutan
f. Mengamati/merasakan irama (teratur/tidak)
g. Mencatan hasil pengukuran (frekuensi, irama, volume)
kedalam buku catatan.
h. Bereskan peralatan dan rapikan pasien kembali
i. Mencuci tangan
j. Mendokumentasikan hasil dan membuat grafik kurve
didalam lembar catatan keperawatan.
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
MENGHITUNG PERNAPASAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.09 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan yang berguna untuk mengetahui kecepatan
pernapasan dalam 1 menit.
Tujuan 1. Untuk mengetahui kecepatan pernapasan pasien.
2. Untuk menentukan tindakan perawatan yang akan
dilaksanakan
Kebijakan Sebagai pedoman pelaksanaan tindakan pengukuran tanda-
tanda vital
Prosedur 1. Persiapan Alat :
a. Arloji yang ada jarum detiknya
b. Buku catatan
c. Alat tulis
d. K / P Stetoskop
2. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Meletakkan tangan seperti menghitung denyut nadi
c. Menghitung pernafasan waktu inspirasi pada dada atau
perut selama 1 menit
d. Pasien tidak diajak berbicara
e. Mengamati kedalaman pernapasan
f. Mengamati irama pernapasan
g. mengamati bunyi pernapasan
h. Mencatat jumlah, kedalaman, irama dan bunyi
i. Bereskan peralatan dan rapikan pasien kembali
j. Mencuci tangan
3. Evaluasi.
Pernafasan pasien terukur
4. Dokumentasi.
a. Waktu dilakukan tindakan
b. Hasil pengukuran dan karakteristik pernafasan
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI AXILLA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.11 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Metode pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan
termometer yang diletakkan pada lipatan lengan (axilla) pasien.
Tujuan Mengetahui suhu tubuh pasien
Kebijakan Dilakukan pada pasien dewasa dan anak
Prosedur 1. Persiapan alat :
a. Baki
b. Termometer axila dalam larutan desinfektan
c. Tissue
d. Bengkok
e. 3 botol masing-masing berisi : air bersih, larutan savlon
5%, air sabun
f. Buku catatan & alat tulis
2. Pelaksanaan :
b. Perawat mencuci tangan
c. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang akan
dilakukan
d. Bersihkan thermometer dengan tissue dari pangkal sampai
reservoir
e. Memeriksa thermometer dan menurunkan air raksa
sampai batas reservoir
f. Membuka pakaian atas pasien, kalau perlu mengeringkan
ketiak dengan handuk
g. Memasang termometer sehingga bagian reservoir tepat
ditengah ketiak
h. Tidak memasang termometer pada :
 Ketiak yang baru dikompres dan ketiak yang luka
i. Memastikan termometer menempel dipermukaan kulit
j. Menyilangkan tangan pasien diatasnya
k. Mengangkat termometer setelah 3 - 5 menit
l. Keringkan/lap thermometer dengan tissue, setelah itu
buang tissue ke dalam bengkok
m. Membaca hasil pada thermometer dengan meletakkannya
sejajar dengan pandangan mata.
n. Masukkan thermometer dalam botol air sabun, rendam
dalam desinfektan ( 5 – 10 menit), bilas dengan air bersih
dan keringkan dengan tissue serta tempatkan dalam
wadahnya ( jika wadahnya tidak ada rendam dalam
desinfektan ).
MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI RECTAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


04.05.12 0 1/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Melakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan
termometer rektal yang dimasukkan melalui dubur/anus pasien
Tujuan Mengetahui suhu tubuh pasien
Kebijakan Dilakukan pada pasien anak/bayi atau pada kasus tertentu
dilakukan pada pasien dewasa
Prosedur 1. Persiapan Alat :
a. Baki
b. Termometer rectal
c. Tissue
d. Vaselin
e. 3 botol berisi : Larutan desinfektan, larutan sabun dan air
f. Bengkok
g. Sarung tangan
h. Buku catatan & alat tulis
2. Pelaksanaan
a. Perawat mencuci tangan
b. Menjelaskan kepada pasien/keluarga tentang tujuan dan
prosedur tindakan yang akan dilakukan.
c. Pasang sekat ruang untuk menjaga privaci pasien
d. Pertahankan tubuh atas dan ekstremitas bawah tetap
tertutup, bukalah hanya pada daerah anal.
e. Anjurkan dan bantu pasien dalam posisi sim kekiri , pada
anak bisa dengan posisi tengkurap.
f. Gunakan sarung tangan
g. Basahi bagian reservoir dengan air / vaselin.
h. Buka anus dengan menaikkan bokong atas dengan tangan
yang dominan, untuk bayi tengkurapkan dan regangkan
kedua bokong dengan jari-jari
i. Masukkan termometer kedalam anus dengan perlahan
sampai batas:
 Dewasa : 2,5 – 4,5 Cm,
 Bayi / anak : 1 – 2,5 Cm ( jangan memaksa menekan
thermometer, minta klien untuk tarik nafas dalam dan
segera tarik jika ada penolakan)
i. Memegang termometer selama 2-3 menit.
j. Mengangkat termometer setelah waktu yang ditentukan.
k. Keringkan/lap thermometer dengan tissue, setelah itu
buang ke dalam bengkok
l. Lihat hasil pengukuran.
MENGUKUR SUHU TUBUH MELALUI RECTAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.12 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur m. Masukkan thermometer dalam botol air sabun, rendam
dalam desinfektan ( 5 – 10 menit), bilas dengan air bersih
dan keringkan dengan tissue serta tempatkan dalam
wadahnya ( jika wadahnya tidak ada rendam dalam
desinfektan ).
n. Lepaskan sarung tangan
o. Catat hasil pada buku
p. Bereskan peralatan dan rapikan pasien kembali Perawat
mencuci tangan.
3. Evaluasi
Suhu tubuh terukur
4. Dokumentasi
a. Waktu dilakukan tindakan
b. Hasil pengukuran dan karakteristik demam.

Unit Terkait Instal Watnap.


II. PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI

MEMBERIKAN OKSIGEN DENGAN MENGGUNAKAN NASAL


KANULA

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.13 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberi bantuan oksigen kepada pasien dengan melalui nasal
kanul langsung dari tabung oksigen
Tujuan Meningkatkan konsentrasi Oksigen dalam udara inspirasi
Kebijakan Sebagai pedoman dalam membantu memenuhi kebutuhan O2
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Tabung oksigen lengkap dengan
manometer, dan sarung tabung oksigen
b. Flow meter ( pengukur aliran )
c. Humidifier ( yang sudah diisi
dengan aquadest)
d. Selang oksigen
e. Nasal kanul
f. Alat pencatat / alat tulis
2. Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan tindakan perawat telah memahami
masalah pasien.
a. Mencuci tangan.
b. Perawat menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan.
c. Atur posisi pasien fowler atau semi fowler.
d. Sambung kanul ke selang oksigen dari humidifier.
e. Putar tombol flow meter sampai kecepatan yang diprogramkan
dan mencoba aliran pada kulit muka melalui ujung selang.
f. Masukkan cabang kanul ke dalam lubang hidung pasien
± 1 – 2 cm dan kaitkan tali di belakang telinga pasien, lalu
rapatkan pengatur selang oksigen di bawah dagu pasien.
g. Minta pasien untuk setiap menarik nafas melalui hidung.
h. Menanyakan kepada pasien apakah sesaknya berkurang/tidak.
i. Mengobservasi status pernafasan pasien.
j. Memberitahu pasien bahwa tindakan sudah selesai.
k. Rapikan pasien dan alat.
l. Menjelaskan pasien dan keluarga :
 Tidak boleh merokok di lingkungan pasien.
 Tidak boleh mengubah flow meter.
 Segera lapor jika ada reaksi sesak bertambah/ pasien
gelisah.
m. Mencuci tangan.
3. Evaluasi :
pasien tampak lebih nyaman dan nafas lebih longgar
4. Dokumentasi :
- Keadaan umum pasien setelah dilakukan tindakan
- Kenyamanan pasien
- Tanda vital pasien
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
FISIOTERAPI DADA
(PERKUSI DAN VIBRASI)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 04.05.18 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Tindakan perlakuan pada dada untuk membantu fungsi
pernafasan bekerja lebih baik
Tujuan Memudahkan pengeluaran lendir dari saluran pernafasan
Kebijakan Digunakan sebagai pedoman dalam memberikan bantuan
pemenuhan kebutuhan oksigen
Prosedur 1. Persiapan alat(-)
2. Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan
tindakan, perawat telah melakukan pengkajian dan
memahami masalah pasien
b. Perawat mencuci tangan
c. Menjelaskan tujuan dan
prosedur tindakan yang akan dilakukan
d. Pasien dianjurkan melakukan
pernafasan diaphragma
e. Mengatur posisi pasien postural
drainage.
f. Melakukan perkusi pada
dinding rongga dada selama 1-2 menit
 Costae paling bawah
sampai bahu pada bagian belakang
 Costae paling bawah
sampai costae atas pada bagian depan
g. Tidak melakukan perkusi diatas
tulang belakang, ginjal, hati, limpa, skapula, klavikula dan
sternum
h. Anjurkan pasien menarik nafas
dalam secara perlahan, lakukan vibrasi sampai pasien
menghembuskan nafas perlahan melalui mulut, yaitu:
 Letakkan satu tangan
pada daerah yang akan di vibrasi dan letakkan tangan
lain diatasnya.
 Tegangkan otot tangan
dan lengan sambil melakukan tekanan yang cukup dan
vibrasikan tangan dan lengan.
 Angkat tekanan pada
dada ketika pasien menarik nafas.
 Anjurkan pasien untuk
batuk dengan menggunakan otot abdominal setelah 3-4
kali vibrasi.
i. Beri waktu pasien untuk
beristirahat selama beberapa menit.
j. Auskultasi adanya perubahan
pada suara nafas
k. Ulangi perkusi dan vibrasi
secara bergantian sesuai kondisi pasien, biasanya 15-20
menit.
3. Evaluasi
a. Pasien tidak tampak kelelahan
b. Suara nafas bersih

FISIOTERAPI DADA
(PERKUSI DAN VIBRASI)
No. Dokumen No. Revisi Halaman
04.05.18 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 4. Dokumentasi
Perawat mencatat kegiatan di lembar catatan keperawatan
meliputi:
a. Respon pasien setelah dilakukan tindakan
b. Perubahan suara nafas
c. Tanda vital pasien

Unit Terkait  Instal Watnap


 Instal Watlan
PENGHISAPAN LENDIR

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.20 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Melakukan tindakan penghisapan lendir di jalan napas
Tujuan 1. Mengeluarkan sekret / cairan pada jalan napas
2. Melancarkan jalan napas
Kebijakan 1. Pasien tidak sadar
2. Pasien yang tidak mampu mengeluarkan lendir sendiri
Prosedur A. PERSIAPAN ALAT :
 Bak instrumen berisi : pinset anatomi 2, kassa
secukupnya
 NaCl atau air matang
 Kanule suction, sesuai kebutuhan
 Kertas tissue
 Mesin suction
 Perlak/pengalas

B. PELAKSANAAN :
1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
4. Memberikan salam dan sapa nama pasien
5. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
6. Menanyakan persetujuan / kesiapan pasien
7. Menjaga privasi
8. Memberikan posisi yang nyaman pada pasien kepala
sedikit ekstensi
9. Menempatkan meja troley dekat pasien
10. Memberikan Oksigen 2 – 5 menit
11. Meletakkan pengalas di bawah dagu pasien
12. Memakai sarung tangan
13. Menghidupkan mesin, mengecek tekanan dan botol
penampung
14. Memasukkan kanul suction dengan hati-hati ( hidung : ± 5
cm, mulut ± 10 cm )
15. Menghisap lendir dengan menutup lubang canule, menarik
keluar perlahan sambil memutar ( ± 5 detik untuk anak, ±
10 detik untuk dewasa )
16. Membilas canule dengan NaCl 0,9%, berikan kesempatan
pasien bernapas
17. Mengulangi prosedur tersebut 3 – 5 kali suction
18. Mengobservasi keadaan umum pasien dan status
pernapasannya
19. Mengobservasi sekret tentang warna, bau dan volumenya.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, UGD
PENGHISAPAN LENDIR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
RS TK II 04.05.18 0 2/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 20. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
21. Merapikan pasien dan lingkungan
22. Berpamitan dengan pasien
23. Membereskan dan mengembalikan alat ke tempat semula
24. Mencuci tangan
25. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD
MEMBERI INHALASI

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.20 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemberian obat dengan cara di uap
Tujuan 1. Untuk mengencerkan dan mengeluarkan sekret
2. Melonggarkan pernafasan Klien supaya nyaman
Kebijakan 1. Dosis obat sesuai intruksi dokter
2. Lihat masa kadaluarsa
Prosedur 1. Pers
iapan alat
 Alat inhalasi
 Obat sesuai program dokter( Bisolvon, trophin, Ventolin )
 Cairan NaCl 0,9 % atau Na Cl 3 %
 Sungkup ( masker ) atau oral tube
 Spuit disposible 2,5 cc
 Sarung tangan
 Bengkok
2. Pela
ksanaan
1. Memberi penjelasan kepada pasien dan keluarganya
tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Cuci tangan.
3. Pasang sarung tangan.
4. Posisi pasien senyaman mungkin ( Semi fowler )
5. Latih tehnik nafas dalam yang benar.
6. Sambungkan nebulizer pada selangnya.
7. Sambungkan selang nebulizer pada masker sungkup.
8. Masukkan obat ke dalam tabung nebulizer.
9. Tambahkan larutan NaCl 0.9% dalam nebulizer sesuai
dengan kebutuhan.
10. Sambungkan selang nebulizer pada sumber oksigen atau
mesin nebulizer.
11. Atur aliran pelan-pelan atau hidupkan mesin nebulizer.
12. Periksa apakah uap keluar atau tidak
13. Berikan pasien masker sungkup.
14. Anjurkan pasien menghirup obat dalam nebulizer
15. Observasi keadaan pasien selama terapi.
16. Tunggu sampai timer habis
17. Cabut kabel listrik dan alat di pasien
18. Beritahu jika tindakan telah selesai dan evaluasi hasil
pemberian nebulizer.
19. Rapikan pasien dan peralatan.
20. Lepaskan sarung tangan.
21. Cuci tangan
22. Dokumentasi .
- Hal yang perlu diperhatikan
a. Bila pasien memakai oksigen jangan lupa setelah selesai
inhalasi diberi oksigen kembali
b. Observasi tanda – tanda sianosis saat pemberian inhalasi
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, UGD
III. PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

MENYIAPKAN MAKANAN DAN MINUMAN PASIEN

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 04.05.22 0 1/1
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Kegiatan yang dilakukan untuk mempersiapkan pemenuhan
kebutuhan nutrisi pasien.
Tujuan - Memenuhi kebutuhan nutrisi
- Agar diet pasien sesuai dengan terapi diet yang ditentukan
Kebijakan Sebagai pedoman dalam menyiapkan makanan dan minuman
pasien
Prosedur Pelaksanaan :
1. Mencuci tangan.
2. Menyiapkan :
 Baki
 Piring
 Gelas dengan alat dan tutupnya
 Sendok - garpu
 Tempat sayur
 Tempat lauk
 K/p sedotan
3. Mengambil makanan dari kereta makan.
4. Mengatur makanan ditempat yang sudah disiapkan sesuai
diit.
5. Mencuci tangan.
Unit Terkait  Instal Watnap.
MENGHIDANGKAN MAKANAN DAN MINUMAN

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.23 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Merupakan tindakan pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien
Tujuan 1. Memenuhi kebutuhan nutrisi
2. Agar diet pasien sesuai dengan
teraphi diet yang ditentukan
Kebijakan Sebagai pedoman dalam menghidangkan makanan dan
minuman pasien
Prosedur 1. Persiapan alat:
a. Makanan dan minuman yang akan diberikan kepada pasien
b. Serbet / lap makan
c. Baki tempat makanan
d. Meja dorong makan jika diperlukan
2. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Membawa makanan/minuman yang telah disiapkan kepada
pasien
c. Menghidangkan makanan /minuman pada :
 Meja ruangan / meja pasien : untuk pasien yang bisa
duduk dan makan sndiri
- Membentang
serbet diatas meja
- Menyusun alat
makan
- Memberitahu
pasien bahwa makanan sudah siap
 Meja dorong atau diatas baki : untuk pasien yang
berbaring :
- Menganjurkan
pasien tidur miring
- Membentangkan
serbet dibawah dagu
- Meletakkan baki
berisi makanan ditempat tidur didepan pasien
- Membuka tutup
makanan
- Mempersilakan
pasien makan
- Memperhatikan
pasien pada waktu makan
Unit Terkait Instal Watnap.
MEMBANTU PASIEN
MAKAN DAN MINUM MELALUI MULUT

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.24 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membantu pasien memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Tujuan Memenuhi kebutuhan nutrisi pasien sehubungan dengan adanya
gangguan aktifitas.
Kebijakan Sebagai pedoman membantu pasien untuk makan dan minum
dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien
Prosedur 1. Persiapan:
a. Makanan yang disajikan serta alat makan.
b. Serbet / lap.
2. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Memberitahu pasien untuk makan
c. Menghidangkan makanan diatas meja pasien
d. Membantu pasien dalam posisi yang menyenangkan
e. Meletakkan serbet di bawah dagu pasien
f. Memberi kesempatan pasien untuk berdoa
g. Menanyakan pada pasien apakah lauk dan sayur boleh
dicampur dengan nasi / tim
h. Menyuapkan makanan dengan porsi sedang dan tidak
tergesa- gesa sampai makanan habis atau sampai pasien
sudah merasa cukup
i. Memberi minum secukupnya.
j. Setelah selesai, mulut dibersihkan dengan serbet
k. Mengembalikan alat pada tempatnya
l. Mencuci tangan
3. Sikap :
a. Tidak tergesa-gesa
b. Ramah
c. Memberi dorongan agar pasien dapat makan yang cukup
Unit Terkait  Instal Watnap
MEMASANG
SONDE / ALAT PENDUGA LAMBUNG
KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 04.05.25 0 1/2
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memasang sonde / alat penduga lambung adalah tindakan
pemasangan alat/slang dari lubang hidung sampai ke
lambung , baik untuk tindakan diagnostik maupun untuk
tindakan terapi
Tujuan 1. Memasukkan makanan / obat pada pasien yang tidak bisa
makan melalui mulut
2. Mencegah distensi lambung
3. Malakukan bilas lambung
4. Mengambil specimen asam lambung untuk diperiksa di
laboratorium
Kebijakan 1. Pasien yang tidak bisa makan melalui mulut
2. Pasien yang illeus atau peritonitis trauma abdomen ( untuk
dekompresi )
3. Pasien perdarahan lambung / bilas lambung
Prosedur A. Peralatan :
 Slang NGT sesuai ukuran
 Klem
 Spuit 10 cc
 Stetoskop / gelas berisi air matang
 Plester dan gunting
 Kain kassa
 Pelumas ( Jelly)
 Perlak atau pengalas
 Bengkok
 Sarung tangan
MEMASANG
SONDE / ALAT PENDUGA LAMBUNG
KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 04.05.25 0 2/2
MALANG
Prosedur B. Pelaksanaan
1. Melakukan pengecekan program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat.
4. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
5. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
6. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
7. Menjaga privacy
8. Menempatkan alat di dekat pasien
9. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler / fowler
( Jika tidak ada kontra indikasi )
10. Memakai sarung tangan
11. Membersihkan lubang hidung pasien
12. Memasang pengalas di dada
13. Mengukur panjang NGT dan memberi tanda ( dari
prosessus xipoideus ke hidung dan belok ke daun telinga )
14. Mengolesi ujung NGT dengan jelly sesuai ukuran panjang
NGT yang akan dipasang
15. Mengatur pasien pada posisi fleksi kepala dan masukkan
perlahan ujung NGT melalui hidung ( bila pasien sadar
menganjurkan pasien untuk menelan ludah berulang-
ulang)
16. Memastikan NGT masuk ke dalam lambung dengan cara :
 Masukkan pangkal slang dalam air, bila tak ada
gelembung udara berarti masuk lambung.
 Mengaspirasi NGT dengan spuit lihat apakah ada
cairan lambung yang keluar , jika ada maka sonde
masuk lambung.
 Masukkan udara ke dalam slang dengan cepat,
dengarkan bunyi aliran udara ke dalam lambung
dengan menggunakan stetoskop tepat diatas lambung,
jika terdengar bunyi masuknya udara ke lambung,
maka sonde masuk ke lambung
17. Menutup ujung NGT dengan spuit/klem atau disesuaikan
dengan tujuan pemasangan
18. Melakukan fiksasi NGT di depan hidung dan pipi
19. Melakukan evaluasi tindakan
20. Berpamitan dengan klien
21. Membereskan alat-alat
22. Mencuci tangan
23. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, UGD dan OK
MEMBERIKAN MAKAN
MELALUI PIPA LAMBUNG (SONDE)

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 04.05.26 0 1/1
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memenuhi kebutuhan nutrisi klien dengan memberikan makanan
melalui pipa pambung (sonde)
Tujuan Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Kebijakan Sebagai pedoman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Prosedur A. Persiapan alat:
 Makanan cair yang sudah disiapkan sesuai dengan diit
dan masih hangat
 Corong dan atau spuit 50 cc dalam keadaan bersih
 Jika ada, obat yang sudah dihaluskan dan dilarutkan
dengan air putih
 Serbet makan
B. Pelaksanaan
1. Sebelum melakukan tindakan, perawat memahami masalah
pasien
2. Perawat mencuci tangan
3. Perawat menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang
akan dilakukan
4. Memeriksa perut pasien apakah kembung atau tidak
5. Mengatur pasien dalam posisi semi fowler
6. Mengecek posisi pipa
7. Meletakkan serbet dibawah pipa
8. Tutup pipa / klem dilepas sambil pipa dijepit dengan jari
agar udara tidak masuk melalui pipa
9. Memasang corong pada pipa sambil pipa tetap dijepit
10. Masukkan cairan, makanan dan atau obat secara perlahan
melalui dinding corong sambil jepitan pada pipa dibuka
11. Masukkan air putih untuk membilas
12. Pipa ditutup atau diklem lagi
13. Perawat mencuci tangan
14. Merapikan pasien dan lingkungan
15. Membersihkan alat dan mengembalikan pada tempatnya
3.Evaluasi
a. Nutrisi masuk, pasien tampak nyaman
b. Pasien dan lingkungan bersih
4.Dokumentasi
Perawat mendokumentasikan tindakan di catatan keperawatan
mengenai :
 Jumlah dan jenis makanan yang diberikan
 Respon pasien setelah tindakan dilakukan
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap

PELEPASAN PIPA LAMBUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.27 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Tindakan melepaskan pipa lambung yang telah terpasang
Tujuan 1. Tidak diperlukan lagi untuk tindakan terapi maupun diagnostik
2. Pasien telah mampu makan melalui mulut
3. Pasien meninggal yang terpasang pipa lambung
Kebijakan Dilakukan dengan tehnik bersih
Prosedur 1. Persiapan alat
 Pinset anatomis
 Sarung tangan
 Bengkok
 Handuk
2. Pelaksanaan
a. Menyiapkan lingkungan
b. Perawat mencuci tangan
c. Pakai sarung tangan
d. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
e. Atur posisi pasien dengan semi fowler
f. Pasang handuk diatas dada pasien
g. Buka plester dihidung pasien
h. Letakkan bengkok didekat pasien
i. Anjurkan pasien untuk menarik nafas dalam dan
menghembuskan secara perlahan
j. Cabut selang secara perlahan dengan menggunakan pinset
dan masukkan ke dalam bengkok
k. Bersihkan mulut dan hidung pasien
l. Kaji keadaan pasien
m. Cuci tangan dan rapikan alat
n. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap

IV. PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

MEMASANG INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
RS TK II 04.05.28 0 1/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Serangkaian tindakan melukai jaringan kulit dengan
menggunakan jarum infus bertujuan untuk tindakan terapi
Tujuan 1. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
2. Memasukkan obat sesuai program terapi
3. Memberi nutrisi parenteral.
4. Memberikan akses intravena
Kebijakan 1. Menggunakan tehnik steril
2. Alat infus dipergunakan secara disposible
3. Perlu diperhatikan tanggal kedaluarsa cairan maupun obat
yang akan dimasukkan.
Prosedur A. Persiapan Alat
1. Sarung tangan
2. Standar infus
3. Cairan yang akan diberikan, Abocath, Infus set.
4. Kapas Alkohol 70 %,
5. kassa steril.
6. Gunting
7. Plester
8. Bethadin
9. Tourniquet
10. Pengalas
11. Bengkok
B. Pelaksanaan
1. Perawat telah melakukan pengkajian dan mengetahui
masalah pasien.
2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan.
3. Berikan klien posisi supine atau semifowler dengan lengan
diluruskan.
4. Cuci tangan.
5. Cek cairan infuse yang digunakan dengan menggunakan
prinsip 6 benar medikasi, warna, kejernihan, dan tanggal
kadaluarsa.
6. Buka set infuse
7. Pasang roller kle.m selang infuse 2 - 4 cm di bawah ruang
udara. Roller klem dalam posisi “off”.
8. Buka segel botol cairan infuse.
9. Masukkan ujung set infuse ke dalam botol cairan infuse
tanpa harus menyentuh area steril.

MEMASANG INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
RS TK II 04.05.28 0 2/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 10. Isi ruang udara dengan cara memijit ruang udara sehingga
terisi 1/3 sampai ½ bagian.
11. Buka roller klem dan alirkan cairan infuse sampai keluar
dari ujung selang ke bengkok.
12. Periksa adanya udara di sepanjang selang.
13. Pasang kembali roller klem dalam kondisi “off”.
14. Tutup ujung selang dengan penutupnya atau dengan
menggunakan jarum + penutup spuit lalu taruh di bak spuit
15. Menentukan vena yang akan ditusuk.
16. Pasang pengalas.
17. Pasang tourniquet 10 – 12 cm diatas lokasi penusukan
18. Minta klien untuk mengepalkan tangannya.
19. Gunakan sarung tangan steril.
20. Pilih vena yang akan ditusukkan ( utamakan dari arah
distal).
21. Desinfektan area yang akan ditusuk dengan diameter 5 –
10 Cm dengan menggunakan kapas alcohol dari arah
dalam kearah luar ( gerakan sirkular). Jangan menyentuh
area yang telah dibersihkan.
22. Tarik kulit kearah distal berlawanan dengan arah
penusukan agar vena semakin terlihat dan tidak berubah
posisi. Jangan menyentuh area steril. Menusuk jarum infus/
abocath pada vena yang telah ditentukan dengan sudut 20
– 30 derajat.

MEMASANG INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
RS TK II 04.05.28 0 3/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 23. Jika terlihat darah masuk ke dalam kateter abocath maka
mengindikasikan posisi kateter abocath sudah masuk ke
dalam pembuluh darah vena.
24. Tarik jarum abocath perlahan dan stabilisasi kateter
abocath dengan satu tangan.
25. Masukkan kateter abocath lebih dalam mengikuti arah
pembuluh darah. Hati-hati terhadap tindakan ini karena
dapat menyebabkan edema jika pembuluh darah pecah.
26. Lepaskan tourniquet.
27. Setelah jarum infuse bagian dalam dikeluarkan, tahan
bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari
tangan agar darah tidak keluar dan hubungkan bagian
infuse dengan slang infuse.
28. Pasang roller klem dalam posisi ” on” sehingga cairan
infuse dapat mengalir melalui slang infuse ke arah
pembuluh darah. Tetesan cairan infuse hanya sebagai
maintenance saja.
29. Fiksasi bagian badan kateter abocath dengan plester.
30. Tambahkan fiksasi diatas badan kateter abocath.
31. Berikan desinfektan di area penusukan.
32. Pasang kassa steril di area penusukan.
33. Fiksasi kembali area penusukan di atas kassa yang
dipasang.
34. Fiksasi juga slang infuse.
35. Atur tetesan infuse sesuai kolaborasi dokter.
36. Tulis tanggal dan waktu pemasangan infuse di kassa
infuse.
37. Rapikan pasien dan alat.
38. Lepaskan sarung tangan.
39. Cuci tangan.

C. Evaluasi
1. Tidak terjadi bengkak
2. Tetesan infus lancar
D. Dokumentasi
1. Respon pasien setelah dilakukan
tindakan
2. Jenis cairan, macam obat yang
dimasukkan
3. Waktu pemasangan.
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap dan Instalasi Rawat Jalan, OK, UGD.

PERAWATAN INFUS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
04.05.29 0 1/1
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Perawatan pada tempat pemasangan infus
Tujuan Mencegah terjadinya infeksi
Kebijakan Pasien yang terpasang infus
Prosedur A. Persiapan Alat
1. Kassa steril
2. Sarung tangan steril
3. Gunting
4. Plester / hipavix
5. Cairan desinfektan
6. Kapas alcohol
7. Label kecil untuk penanggalan

B. Pelaksanaan
1. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan.
2. Beri pasien posisi supine atau semi fowler dengan tangan
diluruskan.
3. Cuci tangan.
4. Pakai sarung tangan.
5. Ambil plester dan kassa yang melekat di lokasi
penusukan. Biarkan plester yang memfiksasi bagian tubuh
kateter abocath.
6. Observasi adanya pembengkakan, kemerahan atau rasa
nyeri yang berlebihan di daerah penusukan.
7. Bersihkan dengan cairan desinfektan area penusukan
dengan gerakan sirkular dari arah dalam ke arah luar.
8. Pasang kassa atau transparan dressing di atas lokasi
penusukan.
9. Fiksasi kembali di atas kassa dengan menggunakan
plester.
10. Pasang label yang berisi tanggal dan waktu dilakukannya
perawatan infuse.
11. Rapikan pasien dan alat.
12. Lepaskan sarung tangan.
13. Cuci tangan.
14. Dokumentasi .

Unit Terkait Seluruh Ruang Instalasi Rawat Inap.


MENGGANTI CAIRAN INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.30 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Proses mengganti cairan infuse dengan yang baru dikenakan
cairan infuse yang lama sudah habis atau terdapat
pergantian jenis cairan infus
Tujuan Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
Kebijakan Efektif pada pasien yang masih membutuhkan terapi intravena
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Cairan infus
 Lembar pencatatan

B. Pelaksanaan
1. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan.
2. Atur posisi pasien.
3. Cuci tangan.
4. Buka plastik pelapis cairan infus.
5. Buka segel cairan infus atau tutup botol cairan infus.
6. Klem cairan infus agar tidak mengalir.
7. Cabut ujung slang infus dari cairan infus yang lama.
8. Dengan gerakan yang cepat, sambungkan ujung selang
infus dengan cairan infus yang baru tanpa menyentuh area
yang steril.
9. Gantungkan kembali cairan infus di standar infus (posisi
harus lebih tinggi dari badan pasien).
10. Cek adanya udara di sepanjang slang infus. Jika terdapat
udara, klem dan tegangkan slang infus lalu jentikkan
dengan menggunakan jari tangan (udara akan naik secara
otomatis ke arah atas sampai menuju tempat saringan
udara). Buka klem jika tidak terdapat udara lagi. Jika jumlah
udara sangat banyak, masukkan spuit dan jarumnya ke
selang via lubang tempat penusukan jarum lalu aspirasi
udara tersebut.
11. Yakinkan ruang udara terisi cairan infus 1/3 sampai dengan
½ bagian. Jika ruang udara tersebut terisi terlalu banyak
cairan, buat posisi cairan infus di bawah saringan udara lalu
pijit saringan tersebut. Jika sudah selesai gantungkan
kembali cairan infus tersebut.
12. Atur tetesan infus.
13. Rapikan alat.
14. Cuci tangan.
15. Dokumentasi.

Unit terkait Instalasi Rawat Inap , OK, UGD.


PROSEDUR MERAWAT
DAN MELEPAS VENA SEKSI
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II 04.05.31 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Serangkaian tindakan keperawatan untuk mengganti pembalut
luka insersi pada tindakan vena seksi tiap 2 hari serta mengambil
venocath dari dalam pembuluh vena.
Tujuan 1. Mencegah terjadinya infeksi melalui luka vena seksi.
2. Menghentikan pemberian cairan infus melalui venocath.
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan
Prosedur 1. Alat-alat :
a. bethadine, kasa steril.
b. Pincet anatomi, bengkok.
c. Plaster gunting verband.
d. gunting heating up, kapas alkohol.
2. Cara kerja merawat vena seksi :
a. Cuci tangan.
b. Alat-alat dibawa kedekat pasien.
c. Pasien/ keluarga diberitahu tentang tujuan dan prosedur
tindakan yang akan dilakukan.
d. Basahi plaster dekat luka dengan kasa alkohol.
e. Siapkan plaster pengganti.
f. Balutan luka diambil dan dibuang dalam bengkok.
g. Ganti dengan kasa bethadine, lalu rekatkan plasternya.
h. Alat dan pasien dibereskan.
i. Cuci tangan.
3. Cara kerja melepas vena seksi :
a. Cuci tangan
b. Alat-alat dibawa kedekat pasien
c. Pasien dan keluarga diberitahu tentang tujuan dan prosedur
tindakan.
d. Basahi plaster dekat luka dengan kapas alkohol.
e. Siapkan plaster pengganti.
f. Buka balut vena seksi, buang dalam bengkok.
g. Luka dibasahi dengan bethadine
h. Gunting benang pengikat venocath dengan gunting heating
up
i. Cabut venocath perlahan-lahan, buang dalam bengkok.
j. Tutup luka dengan kasa bethadine
k. Rekatkan dengan plaster
l. Alat-alat dan pasien dibereskan
m.Cuci tangan.
Unit Terkait 1. Instal Watnap
2. Kamar Bedah
MELEPAS INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.32 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Melepas infus adalah suatu tindakan melepas infuse/IV kanul dari
pembuluh darah karena tindakan sudah selesai atau karena
ada tanda-tanda infeksi/phlebitis atau infuse sudah waktunya
diganti (lebih atau sama dengan 3 hari)
Tujuan Untuk mencegah terjadinya infeksi luka infus atau terjadinya
plebitis
Kebijakan Semua tenaga medis dan paramedis mampu melakukan tindakan
pelepasan infus
Prosedur A. Persiapan alat :
1. Sarung tangan
2. Gunting
3. Bengkok
4. Kapas Alkohol 70%
5. Plester
6. Kasa steril
7. Betadin
B. Pelaksanaan :
1. Sapa pasien dan memperkenalkan diri
2. Beritahu pasien bahwa akan dilakukan pelepasan infus
3. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
4. Pakai hanscone
5. Lepaskan plester dengan membasahinya terlebih dahulu
dengan alcohol 70% agar lebih mudah melepasnya
6. Minta pasien untuk menarik nafas dalam lalu tarik secara
perlahan abocath infus yang melekat di pasien
7. Tekan dengan kapas alcohol 70%, tutup dengan kasa steril
yang diberi betadin dan ditutup dengan plester
8. Buang slang infus dan IV kanul ke bengkok/tempat
sampah medis
9. Rapikan pasien dan alat
10. Lepaskan sarung tangan
11. Cuci tangan
12. Dokumentasikan ke dalam status pasien
Unit terkait Instalasi Rawat Inap, Hemodialisa, Kamar Bersalin
MEMASANG TRANFUSI DARAH

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040533 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memasukkan komponen darah sesuai dengan yang diperintahkan
dokter
Tujuan 1. Mengatasi anemia
2. Mengatasi shoc akibat perdarahan
3. Pemberian komponen darah lain untuk tujuan terapi.
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan
Prosedur A. Persiapan Alat:
 Tranfusi set
 Kolf darah yang diadviskan /sesuai dengan golongan darah
pasien
 Jarum infus/abocath ukuran besar (16-18)
 Semprit dan jarum steril
 Cairan NaCl.
 Kapas alkohol
 Perlak dan alasnya
 Karet pembendung / torniquet
 Bidai dan balutan
 Bengkok
 Kain kassa steril dan tempatnya
 Korentang dan tempatnya
 Plester dan gunting perban
 Standar infus
 Sketsel
 Jam tangan dan alat tulis
 Lembar observasi cairan
B. Pelaksanaan:
1. Perawat mencuci tangan
2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
3. Bawa alat kedekat pasien
4. Pasang sketsel
5. Atur posisi baring pasien
6. Bebaskan daerah pemasangan tranfusi dari pakaian
7. Pasang pengalas dibawah anggota badan yang akan
dipasang tranfusi
8. Botol cairan NaCl digantungkan di standar infus
9. Ambil tranfusi set dan tekan pengunci (kunci selang agar
cairan tidak masuk kedalam tranfusi set).
10. Sambungkan botol cairan dengan tranfusi set
11. Isi reservoir pada tranfusi set dengan cairan NaCl.
12. ditusukkan ke vena dengan lubang jarum keatas.
MEMASANG TRANFUSI DARAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040533 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 1. Alirkan cairan secara perlahan-lahan kedalam selang
dengan membukan kunci secara perlahan-lahan sampai
cairan keluar dari ujung jarum.
2. Pasang torniquet pada lengan atas yang akan dipasang
tranfusi, daerah yang akan ditusuk didesenfeksi lalu abocath
3. Bila penusukan tepat, maka darah akan mengalir keluar,
tarik jarum dan dorong abocath.
4. Sambungkan abocath dengan slang tranfusi set
5. Alirkan cairan infus dan amati tetesan apakah berjalan
lancar / tidak.
6. Jika tetesan lancar, lakukan fiksasi jarum infus dengan
menggunakan plester dan tutup tempat insersi jarum
dengan kasa steril yang sudah diberi betadin.
7. Periksa suhu darah yang akan ditranfusikan, apakah sesuai
dengan suhu tubuh atau tidak.
8. Cek label yang ada pada komponen darah yang akan
ditranfusikan, apakah sesuai dengan nama, nomor, srta
golongan darah yang terdapat pada kolf darah, serta
sesuaikan dengan identitas pasien.
9. Jika telah sesuai, kunci slang, lepaskan botol NaCl dan
pasang kolf darah.
10. Atur jumlah tetesan sesuai ketentuan.
11. Observasi keadaan dan respon pasien selama proses
tranfusi, identifikasi adanya tanda-tanda alergi (Ruam kulit,
gatal, bentol-bentol dan sesak nafas)
12. Jika ditemukan tanda-tanda seperti tersebut diatas, segera
hentikan pemberian tranfusi dan laporkan kepada dokter
yang bertanggung jawab. Lakukan tindakan pertolongan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
13. Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan, waktu
tindakan dilakukan, respon pasien setelah dilakukan
tindakan.
14. Cuci tangan dan rapikan alat.
Unit Terkait Seluruh Ruang Instalasi Rawat Inap dan OK
PENATALAKSANAAN REAKSI TRANFUSI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040537 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Reaksi yang tejadi selama/ segera setelah 24 jam pemberian
tranfusi
Tujuan Mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat membahayakan
penderita
Kebijakan 1. Semua penderita yang mendapatkan tranfusi.
2. Dokter yang memberikan program pengobatan
3. Perawat/bidan yang melaksanakan tranfusi dan observasi
Prosedur A. Kategori I :
Terjadi reaksi lokal pada kulit : urtikaria, rash, gatal-gatal,
hipersensitif ringan.
Tindakannya : pelankan tranfusi, berikan antihistamin (IM)
seperti chlorpheniramine 0,1 mg/kg.
B. Kategori II :
Badan panas, urtikaria, menggigil, lemah, takikardi, cemas,
gatal- gatal, berdebar-debar, sesak sedang, sakit kepala.
Tindakan :
1. Stop tranfusi, ganti plasma slang, ganti cairan NS.
2. Hubungi dokter yang bertanggung jawab dan PMI.
3. Kirim darah beserta slang infus, contoh urine, contoh darah
baru dari penderita (1 darah beku, 1 darah yang
antikoagulan masing-masing 10 cc) dari vena di tangan yang
lain dengan blangko yang benar untuk PMI dan untuk tes
laboratorium.
4. Berikan anti histamin IM (seperti chlorpheniramine 0,1
mg/kg) dan antipiretik (seperti parasetamol 10 mg/kg, 500
mg- 1000 mg untuk orang dewasa).
5. Berikan kortikosteroid IV dan bronkodilator bila ada tanda-
tanda anafilaksis (seperti bronkospasme stridor)
6. Tampung urine 24 jam.
7. Bila terjadi perbaikan klinis mulai lagi tranfusi secara pelan-
pelan dengan darah baru dan observasi ketat.
C. Kategori III :
Menggigil, demam, lemah hipotensi, takikardi, hemoglobinuria
(urine berwarna merah), perdarahan yang tidak terkendali
(DIC), kecemasan, nyeri dada, nyeri dekat tempat infus,
nafas pendek- pendek, nyeri punggung, sakit kepala,
dispneu.
Tindakan :
1. Stop tranfusi
2. Infus NS berikan 20-30 tetes/menit
3. Berikan oksigen dengan masker
4. Berikan adrenalin 0,01 mg/kg BB secara IM pelan
5. Berikan kortikosteroid IV dan bronkodilator bila ada tanda-
tanda anafilaksis
6. Berikan diuretik furosemid 1 mg/kg BB IV
PENATALAKSANAAN REAKSI TRANFUSI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
040537 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 7. Hubungi dokter yang bertanggung jawab.
8. Kirim darah beserta slang infusnya ke PMI.
9. Periksa urine yang baru untuk melihat warna urine.
10. Tampung urine dalam 24 jam.
11. Berikan cairan NS 20-30 ml/kg BB.
12. Bila pengeluaran urine menurun periksa fungsi ginjal,
pertahankan keseimbangan cairan, berikan furosemid,
pertimbangan pemberian infus dopamin, konsul Nefrologi.
13. Jika dicurigai adanya bacteremia (menggigil, demam,
pingsan ) mulai pemberian antibiotika.

Unit Terkait Instalasi rawat inap, hemodialisa, kamar bersalin


MENGHITUNG CAIRAN
DAN TETESAN INFUS
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II 040538 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Penghitungan cairan dan tetesan infuse
Tujuan Mencegah komplikasi lebih lanjut yang dapat membahayakan
penderita
Kebijakan Semua pasien yang mendapatkan infus
Prosedur A. Persiapan alat
 Alat tulis
 Jam berdetik

B. Pelaksanaan
1. Baca catatan medic pasien dan daftar infuse / terapi cairan
pasien
2. Cuci tangan
3. Berikan salam ke pasien
4. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
5. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
6. Pastikan nama pasien, obat, dosis, waktu pemberian dan
rute
7. Cara menghitung kebutuhan cairan :
a. Berdasarkan Luas permukaan tubuh ( BSA = Body
Surface Area ) = ml/m²/24 jam, paling tepat untuk BB >
10 kg
Normal : 1500 ml/m²/24 jam ( kebutuhan maintenance/
kebutuhan rumatan )
b. Berdasarkan kebutuhan kalori = 100 – 150 cc/100 kal
c. Berdasarkan berat badan
Rumus umum =
 100 ml/kg = 10 kg pertama
 50 ml/kg = 10 kg kedua
 20 ml/kg = berat > 20 kg
MENGHITUNG CAIRAN
DAN TETESAN INFUS
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II 040538 0 2/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 8. Cara menghitung tetesan infus :
a. MIKRODRIP/ pediatric drip :
Umumnya memberikan 60 tetes/ml dan digunakan
untuk pemberian dengan volume kecil volume dalam
jumlah yang sangat tepat.

b. MAKRODRIP :
1 cc = 15 tetes
1 cc = 20 tetes

c. Hitung tetesan dengan salah satu rumus berikut :

 cc/jam = jumlah total cairan infuse(cc)


lamanya infus (jam)

 tetes / menit
= jumlah total cairan infuse (cc) x factor tetes
Lama infus x 60 menit

9. Tetapkan kecepatan aliran dengan menghitung tetesan


selama 1 menit dengan jam, kemudian atur klem pengatur.
Periksa kecepatan ini tiap jam.

Unit Terkait Seluruh Ruang Instalasi Rawat Inap, UGD dan OK


PENILAIAN INTAKE DAN OUTPUT
(BALANCE CAIRAN)
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II 040539 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Penghitungan keseimbangan cairan masuk dan keluar tubuh
Tujuan Mengetahui status cairan tubuh :
1. Mengetahui jumlah masukan cairan
2. Mengetahui keluaran cairan
3. Mengetahui balance cairan
4. Menentukan kebutuhan cairan
Kebijakan Pasien dengan kecenderungan gangguan regulasi cairan
Prosedur A. Persiapan alat :
 Alat tulis
 Kertas
B. Pelaksanaan
1. Melakukan pengecekan program therapy
2. Mencuci tangan.
3. Memberikan salam dan sapa nama pasien.
4. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
5. Tentukan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh pasien
terdiri dari :
 Air minum
 Air dalam makanan
 Air hasil oksidasi
 Cairan intravena
6. Tentukan jumlah cairan yang keluar dari tubuh pasien yang
terdiri dari :
 Urine
 Kehilangan cairan tanpa disadari ( IWL )
 Feces cair
 Muntahan
 Perdarahan jika ada
7. Tentukan keseimbangan cairan tubuh pasien dengan rumus :

BALANCE CAIRAN = INTAKE - OUTPUT

8. Evaluasi perasaan pasien


9. Berpamitan dengan klien
10. Membereskan alat-alat
11. Mencuci tangan
12. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit Terkait Seluruh Ruang Instalasi Rawat Inap, UGD dan OK


V. PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI

MEMBANTU BUANG AIR KECIL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040540 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membantu pasien untuk buang air kecil di tempat tidur
Tujuan Membantu pasien memenuhi kebutuhan eliminasi ( buang air
kecil )
Kebijakan Dilakukan kepada pasien yang tidak mampu buang air kecil di
kamar mandi
Prosedur 1. Persiapan Alat
a. Pispot (pasu surungan) atau urinal
b. Perlak dan alas bokong
c. Sarung tangan
d. Botol cebok berisi air
e. Handuk kecil / kertas kloset
f. Bengkok
g. Selimut ekstra

2. Pelaksanaan :
a. Perawat telah melakukan pengkajian dan mengetahui
masalah pasien
b. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
c. Cuci tangan
d. Memasang sarung tangan
e. Memasang selimut ekstra
f. Memasang pengalas di bawah bokong pasien
g. Melepaskan pakaian bawah pasien
h. Bantu pasien posisi dorsal recumbent
i. Memberikan urinal (bila pasien pria) atau pispot ( bila
wanita) dan menempatkan pispot di bawah bokong pasien
j. Menyiram vulva/penis pasien dengan air hangat dan
mengeringkannya
k. Mengangkat pispot/urinal
l. Mengangkat pengalas, memakaikan kembali pakaian serta
mengganti selimut ekstra dengan selimut pasien
m. Merapikan pasien dan alat
n. Lepaskan sarung tangan
o. Cuci tangan
3. Evaluasi
pasien merasa nyaman dan tampak bersih
4. Dokumentasi
a. Waktu dilakukan tindakan
b. Karakteristik urine
Unit Terkait - Instal Watnap
MEMBANTU BUANG AIR BESAR

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040541 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membantu pasien buang air besar
Tujuan Membantu pasien memenuhi kebutuhan eliminasi (buang air besar)
Kebijakan Diberikan kepada pasien yang tidak mampu buang air besar di
kamar mandi
Prosedur Persiapan Alat
a. 2 Pispot (pasu surungan)
b. Perlak dan alas bokong
c. Sarung tangan
d. Botol cebok berisi air
e. Handuk kecil/kertas kloset
f. Bengkok
g. Sabun pada tempatnya
h. Selimut ekstra
Pelaksanaan :
a. Perawat telah melakukan pengkajian dan mengetahui
masalah pasien
b. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
c. Atur posisi fowler di tempat tidur
d. Memasang selimut ekstra
e. Membantu melepaskan pakaian bawah
f. Memberikan pispot dan menempatkan di bawah bokong
pasien dengan cara :
1. Pada pasien yang dapat mengangkat bokong dapat
diminta untuk mengangkat bokong ( posisi litotomi )
2. Pada paien yang tidak dapat mengangkat bokong :
miringkan pasien, tempelkan pispot pada bokong pasien.
Kembalikan posisi semula (terlentang)
g. Mengangkat bagian punggung pasien dengan tangan kiri
lalu menyorongkan pispot ke bawah bokong pasien
h. Mendekatkan bel ke dekat pasien atau mengingatkan bila
telah selesai BAB kemudian pasien dapat ditinggalkan
i. Mengangkat pispot dan mengganti dengan pispot kosong
j. Membersihkan area genetalia dan perineum sampai bersih
dengan cara menyiramkan air mulai dengan tinggi ± 10 cm
diatas genetalia
k. Mengeringkan dengan handuk/tissue kloset dari arah
genetalia ke perineum
l. Mengangkat pispot, menutupnya dan meletakkan di bawah
tempat tidur pasien
m.Mengangkat pengalas, memakaikan pakaian serta
mengganti selimut ektra dengan selimut pasien
n. Rapikan pasien dan alat
o. Cuci tangan
3. Evaluasi : pasien merasa nyaman dan tampak bersih
4. Dokumentasi
 Waktu dilakukan tindakan, dan Karakteristik faeces
Unit Terkait - Instal Watnap
MEMASANG KATETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040542 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mengeluarkan air kemih dari kandung kemih dengan memasukan
kateter steril melalui uretra.
Tujuan 1. Mengosongkan kandung kemih.
2. Sebagai bahan pemeriksaan
Kebijakan Dilaksanakan bagi pasien yang memerlukan pemasangan
kateter dan sesuai dengan instruksi dokter.
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Kateter sesuai dengan ukuran
 Pinset anatomis
 Sarung tangan steril
 Kassa steril
 Duk berlubang steril
 Korentang dalam tempatnya
 Kapas DDT ( kapas yang direbus dalam air sampai
mendidih)
 Kom kecil
 Jely
 Plester dan gunting
 Bengkok
 Perlak dan alasnya
 Urine bag dan gantungannya
 Spuit ukuran 10 cc atau 20 cc
 NaCl 0,9% atau aquadest steril sebanyak yang dibutuhkan
(20-30 cc)
 Selimut mandi
 Sampiran
B. Pelaksanaan :
1. Perawat telah melakukan pengkajian dan mengetahui
masalah pasien
2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
3. Alat dibawa kedekat pasien.
4. Tutup tirai / sampiran
5. Perawat mencuci tangan.
6. Pasang perlak ( pengalas ) pada bagian bawah tempat
tidur.
7. Atur posisi untuk pemasangan kateter :
 Wanita : dorsal recumben
 Pria : telentang
8. Letakkan set kateter diantara kedua tungkai bawah pasien
dengan jarak minimal dari perineum pasien.
9. Buka set kateter.
10. Gunakan sarung tangan steril.
11. Memasang duk lobang steril pada daerah genetalia.
MEMASANG KATETER

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040542 0 2/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 12. Membuka daerah meatus :
 Wanita : buka labia dengan menggunakan jari telunjuk
dan ibu jari tangan kiri, lalu tarik sedikit keatas.
 Pria : pegang area di bawah glands penis dengan
ibu jari dan telunjuk, lalu tarik preputium ke bawah.
13. Bersihkan daerah meatus dengan kapas DDT dengan
memakai pinset :
 Wanita : bersihkan area labia luar, terakhir bagian
meatus, kapas hanya digunakan sekali.
 Pria : bersihkan meatus dengan gerakan melingkar
dari pusat ke arah luar minimal 3 kali.
14. Lumasi ujung kateter dengan jely xilocain : wanita 4-5 cm, pria
5-8 cm.
15. Memasukkan kateter : wanita sepanjang 5-7 cm sampai urine
keluar, pria sepanjang 18-20 cm sampai urine keluar dan
tegakkan penis dengan sudut 90 derajat.
16. Jika sewaktu memasukkan kateter terasa ada tahanan,
jangan teruskan.
17. Selama pemasangan kateter anjurkan pasien untuk nafas
dalam.
18. Masukkan kembali kateter sepanjang 2 cm sambil sedikit di
putar.
19. Isi balon kateter dengan NaCl sebanyak yang ditentukan
dengan menggunakan spuit.
20. Tarik kateter perlahan sampai ada tahanan balon.
21. Fiksasi kateter menggunakan plester.
22. Gantung urine bag pada posisi yang lebih rendah dari
kandung kemih.
23. Beri posisi yang nyaman pada pasien.
24. Bereskan alat-alat.
25. Cuci tangan.
1. Evaluasi
a. Pasien merasa nyaman
b. Aliran urine lancar
4. Dokumentasi
a. Respon pasien setelah tindakan
b. Karakteristik urine
c. Waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, UGD dan OK

MELEPAS CATHETER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040543 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan melepas slang catheter karena tindakan sudah
selesai atau sudah waktunya ganti (lebih dari 3 hari)
Tujuan Mencegah terjadinya infeksi
Kebijakan Semua penderita yang terpasang dower catheter selama lebih
dari 3 hari atau sudah waktunya di lepas dan dilakukan oleh
perawat/bidan
Prosedur Persiapan alat :
 Baki
 Bengkok
 Kapas savlon
 Sarung tangan steril
 Spuit 10 cc
 Ember plastik
 Sketsel
 Tempat sampah medis
Pelaksanaan :
1. Sapa pasien dan perkenalkan diri
2. Beritahu pasien bahwa akan dilakukan pelepasan dower
catheter
3. Pasang sketsel
4. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
5. Pakai handscone
6. Atur posisi pasien dan jaga privasinya
7. Desinfeksi daerah sekitar tempat pemasangan catether
dengan kapas savlon
8. Kosongkan urine dari urobag dalam ember plastik
9. Buka kunci catheter dengan spuit 10 cc
10. Lepaskan slang catheter dari ureter pasien
11. Buang slang catheter dan urobag dalam bengkok/tempat
sampah medis
12. Rapikan kembali posisi pasien
13. Cuci tangan
14. Dokumentasikan ke dalam status pasien
Unit Terkait  Instalasi Rawat Inap
 Instalasi Rawat Jalan

No. Dokumen No. Revisi Halaman


040544 0 1/2
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Melakukan tindakan perawatan pada daerah genital wanita yang
terpasang kateter
Tujuan 1. Mencegah infeksi
2. 2. Memberikan rasa nyaman
Kebijakan Pasien wanita yang terpasang kateter
Prosedur i. PERALATAN :
 Bak Instrumen steril berisi :
- Kain kassa, pinset anatomi
 Sarung tangan steril
 Duk berlubang steril
 Korentang dalam tempatnya
 Kom kecil
 Cairan desinfektan, cairan NaCl 0,9%
 Kapas DDT
 Plester dan gunting
 Perlak dan pengalas
 Bengkok
 Sampiran

ii. PELAKSANAAN :
1. Melakukan pengecekan program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
4. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
5. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
6. Menanyakan persetujuan / kesiapan pasien
7. Memasang sampiran / menjaga privacy.
8. Menyiapkan pasien dengan posisi dorsal recumbent dan
melepaskan pakaian bawah.
9. Menempatkan peralatan ke dekat pasien.
10. Memasang perlak dan pengalas.
11. Meletakkan bengkok di dekat vulva.
12. Memakai sarung tangan, kemudian mengambil kapas DDT.
13. Membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri.
Membersihkan vulva mulai dari labia minora kiri, labia
mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan,
vestibulum, perineum. Arah dari atas ke bawah dengan
kapas DDT ( 1 kapas 1 kali usap ).
14. Bersihkan selang kateter dari area meatus uretra ( ± 10 cm)
dengan cairan desinfektan.
VI. PEMENUHAN KEBUTUHAN KEAMANAN DAN KENYAMANAN

MENCUCI TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040551 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Cuci tangan adalah proses membuang kotoran dan debu secara
mekanik dari kulit ke dua belah tangan dengan memakai
sabun dan air
Tujuan Menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari
permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme
sementara
Kebijakan Semua petugas diharapkan sebelum dan sesudah melakukan
tindakan, melaksanakan cuci tangan
Prosedur 1. Persiapan :
 Air mengalir
 Sabun cair/batangan dengan tempatnya
 Lap tangan bersih dan kering atau alat pengering
2. Pelaksanaan :
a. Basahi ke dua belah tangan dibawah air mengalir dari jari
ke arah siku
b. Gunakan sabun biasa (bahan anti septik tidak perlu)
c. Gosok dengan keras seluruh bidang permukaan tangan
dan jari-jari bersama sekurang-kurangnya 10 detik sampai
dengan 15 detik dengan memperhatikan bidang di bawah
kuku tangan dan diantara jari-jari, dengan memperhatikan
TUJUH ( 7 ) LANGKAH Tehnik mencuci tangan sebagai
berikut :
 Gosok telapak tangan dari tapak ke tapak
 Tapak ke punggung tangan
 Tapak ke tapak, jari jari bersilang
 Punggung jari ke tapak sebelah
 Putar ibu jari ke tapak
 Putar jari-jari ke tapak
 Putar punggung jari
d. Bilas ke dua tangan seluruhnya dengan air mengalir
e. Keringkan tangan dengan lap dan gunakan lap untuk
mematikan kran
Catatan :
Hindari cuci tangan dengan waskom yang berisi air dan bahan
antiseptik, karena mikroorganisme dapat berkembang biak.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bersalin,
Hemodialisa, OK
MENCUCI TANGAN ASEPTIK BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040553 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mencuci tangan dengan cara steril adalah membersihkan tangan
secara steril ( suci hama ) khususnya apabila akan membantu
tindakan pembedahan.
Tujuan 1. Mencegah terjadinya infeksi silang melalui tangan.
2. Menjaga kebersihan perorangan.
Kebijakan Sebagai pedoman para petugas kamar operasi dalam mencuci
tangan secara steril.
Prosedur 1. Persiapan alat:
a. Kran air mengalir yang mempunyai tangkai panjang atau
khusus.
b. Sikat steril dalam tempatnya.
c. Alkohol 70 % dalam tempatnya.
d. Savlon.
e. Lap atau handuk steril.
2. Pelaksanaan.
a. Benda yang dipakai ditangan ( arloji, cincin, gelang )
dilepas.
b. Kran dibuka, tangan dibasahi sampai siku, disavlon dan
digosok dengan jari sekurang – kurangnya 2 menit,
kemudian dibilas ( Savlon tetap ditangan )
c. Ambil sikat, kemudian tangan disavlon lagi dan disikat
mulai dari jari – terutama kuku , sela – sela jari, punggung
tangan dan telapak tangan sekurang – kurangnya 10 x ,
setelah itu penyabunan dan penyikatan dilakukan pada
kedua lengan masing–masing sekurang – kurangnya 6 x.
d. Tangan dibilas mulai dari ujung – ujung jari sampai
ke siku ( savlon tetap dipegang ).
e. Tangan di savlon, disikat dan dibilas lagi sekurang –
kurangnya 15 menit.
f. Setelah selesai savlon dan sikat dikembalikan
ketempatnya, tangan dibilas dan tetap diarahkan keatas
sehingga air dari tangan mengalir kesiku.
g. Kran ditutup dengan siku.
h. Tangan dikeringkan dengan lap kering steril satu bagian
dari lap seyogyanya hanya dipakai untuk satu tangan dan
bagian yang lain untuk tangan sebelah lagi.
i. Selanjutnya sarung tangan dipasang.
Unit Terkait - Instalasi Bedah.
MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05. 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan 19-9-2008

Dr. I GDE PUTU SANTIKA, MSi


KOLONEL CKM NRP. 31887
Pengertian Suatu prosedur yang dilakukan dengan cara menggunakan
sarung tangan steril secara benar sebelum melakukan prosedur
tindakan padan pasien
Tujuan Mencegah terjadinya penularan kuman dan mengurangi resiko
tertularnya penyakit
Kebijakan Dipersiapkan untuk tindakan : pembedahan, persalinan, tindakan
gawat darurat, perawatan luka di ruangan serta sebagai alat
pelindung diri pada berbagai tindakan yang memerlukan sarana
proteksi diri.
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Sarung tangan steril

B. Pelaksanaan :
1. Mencuci tangan
2. Mengambil sarung tangan hingga lipatan jari-jari terlepas.
3. Pegang tepi sarung tangan dengan tangan yang tidak
dominan.
4. Masukkan jari-jari tangan yang dominan, pastikan ibu jari
dan jari-jari lain tepat pada posisinya.
5. Lakukan lagi pada tangan yang lain.
6. Setelah terpasang kedua tangan cakupkan.
7. Lakukan tindakan keperawatan sesuai perencanaan.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bersalin,
Hemodialisa, OK
MELEPAS SARUNG TANGAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05. 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan
19-9-2008

Dr. I GDE PUTU SANTIKA, MSi


KOLONEL CKM NRP. 31887
Pengertian Suatu prosedur yang dilakukan dengan cara melepas sarung
tangan secara benar setelah melakukan prosedur tindakan pada
pasien
Tujuan Mencegah terjadinya penularan kuman dan mengurangi resiko
tertularnya penyakit
Kebijakan Dipersiapkan untuk tindakan : pembedahan, persalinan, Tindakan
gawat darurat, perawatan luka di ruangan serta sebagai alat
pelindung diri pada berbagai tindakan yang memerlukan sarana
proteksi diri.
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Sarung tangan
 Bengkok berisi larutan desinfektan

B. Pelaksanaan :
1. Lepaskan/tarik sarung tangan kiri dengan tangan kanan
memegang bagian dalam sampai bagian luar sarung
tangan berada di dalam.
2. Tarik sarung tangan kanan dengan tangan kiri memegang
bagian dalam sampai bagian luar sarung tangan berada di
dalam.
3. Masukkan ke bengkok yang berisi larutan desinfektan.
4. Membereskan alat.
5. Mencuci tangan.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bersalin,
Hemodialisa, OK
MEMAKAI MASKER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040556 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu prosedur yang dilakukan dengan cara menutup hidung,
mulut dengan menggunakan masker
Tujuan Mencegah terjadinya penularan kuman dan mengurangi resiko
tertularnya penyakit
Kebijakan Dipersiapkan untuk tindakan : pembedahan, persalinan, Tindakan
gawat darurat, perawatan luka di ruangan serta sebagai alat
pelindung diri pada berbagai tindakan yang memerlukan sarana
proteksi diri.
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Masker
B. Pelaksanaan :
a. Cuci tangan
b. Tentukan tepi atas dan bawah bagian masker
c. Pegang kedua tali masker
d. Ikatkan pada bagian atas kepala dan belakang leher
e. Ikatan pertama bagian atas pada kepala
f. Ikatan kedua berada pada bagian belakang leher
g. Saat melepaskan/menanggalkan masker dengan
melepaskan ikatan tali-talinya, kemudian masker dilipat
dengan bagian luar di dalam
h. Masker direndam dalam larutan lysol ( masker dispossible
langsung dibuang)

Catatan :
 Masker hanya dipakai 1 kali , kemudian dicuci/dibuang
 Jika masker sudah lembab berarti tidak efektif dan harus
diganti
 Jangan menggulung masker di leher
 Tidak menggunakan masker keluar dari lingkungan

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bersalin,
Hemodialisa, OK
MEMPERSIAPKAN LARUTAN DESINFEKTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040557 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Menyiapkan/membuat larutan desinfektan sesuai ketentuan
Tujuan Menyediakan larutan desinfektan yang dapat digunakan secara
tepat guna dan aman serta dalam keadaan siap pakai
Kebijakan Sebagai pedoman dalam membuat larutan desinfektan
Prosedur A. Persiapan alat
 Sabun padat, sabun cair, atau sabun cream
 Larutan lysol
 Creolin
 Savlon
 Gelas ukuran
 Timbangan k/p
 Pisau atau sendok makan
 Alat pengocok
 Ember berisi air
 Air panas atau hangat dalam tempatnya
 Ember/baskom

B. Pelaksanaan
6. Cara membuat larutan sabun :
a. Membuat larutan dari sabun padat/cream :
Sabun padat sekurang-kurangnya 4 gram dimasukkan
ke dalam ember berisi 1 liter air panas/hangat, lalu
diaduk sampai larut.
b. Membuat larutan dari sabun cair :
Tiga (3) cc sabun cair dicampurkan ke dalam ember
berisi 1 liter air hangat, kemudian diaduk sampai rata.
c. Penggunaan :
 Untuk mencuci tangan dan mencuci peralatan,
seperti alat tenun, logam, kaca, karet/plastik, kayu
bercat dan berlapis formika.
2. Cara membuat larutan lysol dan creolin :
a. Membuat larutan lysol atau creolin 0,5% :
5 cc lysol/creolin dicampurkan kedalam 1 liter air.
b. Membuat larutan lysol atau creolin 2% atau 3% :
20 cc sampai 30 cc lysol/creolin dicampurkan ke dalam
1 liter air.
MEMPERSIAPKAN LARUTAN DESINFEKTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040557 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur c. Penggunaan :
 Lysol 0,5% : untuk mencuci tangan
 Lysol 1% : untuk desinfeksi peralatan
perawatan/kedokteran
 Lysol 2% - 3% : untuk merendam peralatan yang
digunakan pasien penyakit menular, selama 24 jam.
 Creolin 0,5% : untuk mendesinfeksi lantai-lantai
Creolin 2% : untuk mendesinfeksi lantai kamar mandi/WC
3. Cara membuat larutan savlon :
a. Membuat larutan savlon 0,5% :
5 cc savlon dicampurkan ke dalam 1 liter air.
b. Membuat larutan savlon 1% :
10 cc savlon dicampurkan ke dalam 1 liter air.
c. Penggunaan :
 Savlon 0,5% : untuk mencuci tangan.
 Savlon 1% : untuk merendam peralatan/kedokteran.

Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Kamar Bersalin,
Hemodialisa, OK
MEMBERIKAN KOMPRES HANGAT

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II
040561 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemberian kompres hangat dengan menggunakan air hangat
yang dilakukan pada pasien dengan temperatur suhu diatas
normal.
Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman.
2. Menurunkan suhu tubuh.
Kebijakan Kompres dilakukan pada vena-vena besar pada tubuh pasien.
Prosedur 1. Persiapan alat:
a. Waskom berisi air hangat
b. Kain kompres
2. Pelaksanaan :
a. Memberitahu pasien mengenai tujuan dan prosedur
tindakan yang akan dilakukan
b. Kain dibasahi air hangat
c. Kain di letakkan pada lipat paha, lipat axial, leher.
d. Pengompresan dilakukan berulang kali.
e. Perawat cuci tangan.
3. Evaluasi:
Suhu tubuh pasien turun sampai batas normal
4. Dokumentasi:
a. Tanda-tanda vital pasien sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan.
b. Waktu tindakan dilakukan.
Unit Terkait Instal Watnap
MEMBERIKAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040562 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan kompres dengan menggunakan air es (air dingin)
yang ditempelkan di lipat paha dan axila atau pembuluh
darah besar.
Tujuan 1. Mengurangi rasa sakit setempat.
2. Menurunkan suhu tubuh
3. Mengurangi perdarahan setempat
Kebijakan Dialakukan jika tidak terdapat kerusakan integritas jaringan
Prosedur 1. Persiapan alat:
a. Waskom berisi air es
b. Waslap
c. Pengalas
2. Pelaksanaan:
a. Memberitahu dan menjelaskan tentang tindakan yang
akan dilakukan.
b. Membawa alat-alat ke dekat pasien
c. Mencuci tangan
d. Membentangkan pengalas di bawah yang akan dikompres
e. Memasukkan waslap ke dalam air biasa /air es diperas
sampai lembab
f. Meletakkan waslap ke tempat yang akan di kompres
g. Mengganti waslap tiap kali dengan waslap yang sudah
terendam dalam air biasa / air es seterusnya diulang
sampai suhu badan turun
h. Merapikan lingkungan pasien bila sudah selesai
i. Membereskan alat
j. Mencuci tangan
k. Perhatian :
 Pada suhu 39 oC ke atas yang di kompres kepala, lipat
paha dan ketiak
 Pada kompres di dahi di usahakan air kompres tidak
meleleh ke muka atau dahi
3. Evaluasi:
a. Suhu tubuh pasien turun sampai batas normal
b. Pasien merasa nyaman
4. Dokumentasi:
a. Waktu tindakan dilakukan.
b. Tanda-tanda vital pasien sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan.
Unit Terkait Instal Watnap
MEMANDIKAN PASIEN DITEMPAT TIDUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040563 0 1/3
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membersihkan tubuh pasien dengan air bersih dan sabun
Tujuan 1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2. Melaksanakan kebersihan perorangan
3. Memberikan rasa nyaman
Kebijakan Pasien yang memerlukan bantuan mandi di tempat tidur
Prosedur PERALATAN :
1. Pakaian bersih 1 stel
2. Baskom mandi 2 buah
3. Air panas dan dingin
4. Waslap 2 buah
5. Perlak dan handuk kecil 1 buah
6. Handuk besar 2 buah
7. Selimut mandi / kain penutup
8. Celemek pastik
9. Tempat tertutup untuk pakaian kotor
10. Sabun mandi
11. Bedak / minyak kayu putih
12. Sarung tangan bersih
13. Pispot / urinal dan pengalas
14. Botol cebok
MEMANDIKAN PASIEN DITEMPAT TIDUR

KESDAM /BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040563 0 2/3
dr.
SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur PROSEDUR PELAKSANAAN :
1. Melakukan pengecekan program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien
4. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
5. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
6. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
7. Menjaga privacy
8. Mengenakan sarung tangan dan celemek
9. Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
10. Melepas pakaian atas klien
MEMBASUH MUKA :
a. Membentangkan perlak kecil dan
handuk kecil di bawah kepala
b. Menawarkan pasien
menggunakan sabun atau tidak
c. Membersihkan muka, telinga
dengan waslap lembab lalu keringkan
d. Menggulung perlak dan handuk
MEMBASUH LENGAN :
a. Menurunkan selimut mandi ke bagian perut klien
b. Memasang handuk besar di atas dada klien secara
melintang dan kedua tangan klien diletakkan di atas handuk
c. Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun,
kemudian dibilas dengan air hangat ( lakukan mulai dari
ekstremitas terjauh klien ).
MEMBASUH DADA DAN PERUT :
a. Melepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut
hingga perut bagian bawah, kedua tangan diletakkan di atas
bagian kepala, membentang handuk pada sisi klien
b. Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap
basah, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan
dikeringkan, kemudian menutup dengan handuk.
MEMBASUH PUNGGUNG :
a. Memiringkan pasien ke arah perawat
b. Membentangkan handuk di belakang punggung hingga
bokong
c. Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap,
disabun kemudian dibilas dengan air hangat dan
dikeringakan.
d. Memberi bedak pada punggung
e. Mengembalikan ke posisi telentang kemudian membantu
pasien mengenakan pakaian
MEMANDIKAN PASIEN DITEMPAT TIDUR

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040563 0 3/3
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur MEMBASUH KAKI :
a. Mengeluarkan kaki dari selimut mandi dengan benar
b. Membentangkan handuk di bawah kaki tersebut, menekuk
lutut
c. Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal
paha, di sabun, dibilas dengan air bersih, kemudian
dikeringkan
d. Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain.

MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENETAL


a. Membentangkan handuk di bawah bokong, kemudian
selimut mandi bagian bawah dibuka
b. Membasahi daerah lipat paha dan genetal dengan air,
disabun, dibilas kemudian dikeringkan
c. Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian
bawah klien
d. Merapikan klien, ganti selimut dengan selimut mandi

D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit Terkait Instal Watnap


MENYIAPKAN TEMPAT TIDUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040570 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Menyiapkan peralatan tempat tidur yang terbuat dari kain
Tujuan Menyiapkan tempat tidur dalam keadaan siap pakai
Kebijakan Dilakukan pada waktu akan menerima pasien baru dan setelah
pasien pulang / meninggal dunia
Prosedur  Persiapan Alat :
a. Tempat tidur, kasur, bantal
b. Sprei besar / linen
c. Stik laken
d. Sarung bantal
e. Perlak
f. Selimut
 Pelaksanaan
a. Kasur diratakan
b. Sprei besar dipasang dengan ketentuan :
1) Garis tengah lipatannya harus tepat ditengah kasur
2) Bagian atas sprei dimasukkan rata dibawah kasur
sekurang-kurangnya 30 cm, demikian juga sprei pada
bagian kaki, setelah itu ditarik setegang mungkin
3) Pada ujung tiap sisi kasur dibuat sudut setinggi 90º lalu
seluruh tepi sprei besar dimasukkan kebawah kasur
dengan rapi dan tegang
c. Perlak dipasang sekurang-kurangnya 30 cm dari sisi
tempat tidur bagian kepala
d. Sprei kecil dipasang rata diatas perlak dengan tiap sisinya
dimasukkan bersama perlak kebawah kasur setegang
mungkin
e. Selimut dilipat 4 ( empat ) secara terbalik dan dipasang
pada kasur bagian kaki, sedangkan bagian atas yang
terbalik dimasukkan kebawah kasur sekurang-kurangnya
10 cm. Ujung sisi-sisi selimut dimasukkan kebawah kasur
f. Bantal dipasang sarungnya dengan sudut bantal
dimasukkan benar-benar kedalam sudut-sudut sarungnya.
Bagian sarung bantal yang terbuka tidak menghadap ke
arah pintu

Unit Terkait Instal Watnap / Instal Watlan


MENGGANTI ALAT TENUN/LINEN TEMPAT TIDUR
( DENGAN PASIEN DIATASNYA )

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040571 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mengganti peralatan tempat tidur yang terbuat dari kain dengan
pasien diatas tempat tidur
Tujuan 1. Memberi rasa nyaman
2. Mencegah terjadinya decubitus
3. Mempertahankan kebersihan dan kerapihan
Kebijakan Dilakukan jika pasien tidak sadar atau kondisinya tidak
memungkinkan pasien untuk bangun dari tempat tidur
Prosedur 1. Persiapan Alat :
Alat tenun/linen yang bersih (sprei besar, sprei kecil, sarung
bantal, sarung guling, selimut )
2. Pelaksanaan :
a. Memberitahu pasien tentang tujuan dan prosedur tindakan
yang akan dilakukan
b. Susun perlengkapan (linen) sesuai susunannya pada sisi
sebelah kiri sampai setengan dari lebar linen
c. Memiringkan pasien kekiri
d. Gulung linen kotor pada sisi kanan dari ujung atas sampai
bawah
e. Masukkan gulungan linen bersih dibawah punggung pasien
f. Atur hingga tepi atas dan bawah linen sesuai dengan
ukuran kasur.
g. Rapikan tepi kanan linen.
h. Miringkan pasien ke arah kanan
i. Tarik linen kotor dan masukkan kedalam tempat linen kotor
yang sudah disediakan
j. Tarik linen bersih sampai gulungan linen terbuka.
k. Rapikan sisi kiri laken.
l. Rapikan tepi atas dan bawah linen
m. Pasang bantal
n. Pasang selimut dan rapikan tepi bawah selimut dibawah
tempat tidur pasien
o. Atur posisi pasien
p. Mencuci tangan
3. Evaluasi:
Pasien merasa nyaman dan lingkungan pasien tampak bersih
dan rapi
4. Dokumentasi:
Waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instal Watnap
MERAPIKAN TEMPAT TIDUR
( DENGAN PASIEN DIATASNYA )

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040572 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Merupakan salah satu tindakan untuk menjaga kebersihan
lingkungan pasien
Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman pada pasien.
2. Menjaga kebersihan lingkungan pasien.
3. Menanamkan kebiasaan hidup bersih.
Kebijakan Sebagai pedoman pemenuhan kebutuhan kenyamanan dan
kebersihan lingkungan
Prosedur 1. Persiapan alat
Alat tenun yang bersih (sprei besar, sprei kecil, sarung
bantal, sarung guling, selimut )
2. Pelaksanaan :
a. Memberitahu pasien mengenai tindakan yang
akan dilakukan
b. Merapikan tempat tidur sebelah kanan :
- Memiringkan pasien kekiri
- Menggulung sprei kecil-kecil setengah hingga batas
punggung pasien
- Menggulung perlak ketengah hingga batas punggung
pasien
- Membersihkan dan merapihkan kembali sprei besar
- Memasang perlak dan sprei kecil
c. Merapikan tempat tidur sebelah kiri :
- Memiringkan pasien
- Merapikan dengan cara yang sama seperti tersebut
diatas
d. Menyusun bantal, guling dan membaringkan
pasien pada posisi yang tepat
e. Memasang selimut dan merapikan kelambu
f. Mencuci tangan
3. Evaluasi:
Tempat tidur pasien tambak bersih dan rapi
4. Dokumentasi
Waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instal Watnap.
MENGGANTI ALAT TENUN/LINEN TEMPAT TIDUR
( TANPA PASIEN DIATASNYA )

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040573 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mengganti peralatan tempat tidur yang terbuat dari kain tanpa
pasien diatas tempat tidur
Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman pada pasien.
2. Menjaga kebersihan lingkungan pasien.
3. Menanamkan kebiasaan hidup bersih.
Kebijakan Sebagai pedoman pemenuhan kebutuhan kenyamanan dan
kebersihan lingkungan
Prosedur 1. Persiapan Alat :
Menyediakan alat tenun/linen yang bersih ( sprei besar, sprei
kecil, sarung bantal, sarung guling dan selimut ) dan kantong
cucian, larutan desinfektan dan lap
2. Pelaksanaan :
a. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan
b. Menanggalkan sarung bantal, sarung guling, selimut dan
dimasukkan dalam tempat cucian
c. Mengangkat sprei kecil dan dimasukkan dalam tempat
cucian
d. Mendesinfektan perlak lalu dibentangkan dikursi
e. Mengangkat sprei besar dan dimasukkan kedalm tempat
cucian
f. Menggulung kasur dari bagian kepala kearah bagian kaki
g. Mendesinfektan tempat tidur kedua sisinya
h. Membalik kasur
i. Memasang sprei besar dengan garis tengah lipatan sprei
tepat ditengah kasur
j. Memasukkan sprei bagian atas dan bagian bawah
kebawah kasur
k. Membuat sudut pada kedua sisi sehingga membentuk
segitiga
l. Mengangkat sarung bantal/guling yang kotor
m. Memasang sarung bantal/guling yang bersih
n. Menyusun bantal dan membaringkan pasien pada posisi
yang tepat
o. Memasang selimut
p. Membereskan alat-alat
q. Mencuci tangan
3. Evaluasi:
Tempat tidur pasien tampak bersih dan rapi
4. Dokumentasi
Waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instal Watnap.
MERAPIKAN TEMPAT TIDUR
( TANPA PASIEN DIATASNYA )

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040574 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Merupakan salah satu tindakan untuk menjaga kebersihan
lingkungan pasien
Tujuan 1. Memberikan rasa nyaman pada pasien.
2. Menjaga kebersihan lingkungan pasien.
3. Menanamkan kebiasaan hidup bersih.
Kebijakan Sebagai pedoman untuk melaksanakan pembersihan tempat
tidur
Prosedur 1. Persiapan alat:
Menyediakan alat tenun/linen yang bersih ( sprei besar, sprei
kecil, sarung bantal, sarung guling dan selimut ) dan kantong
cucian, larutan desinfektan dan lap
2. Pelaksanaan :
a. Meletakkan kursi didekat tempat tidur
b. Meletakkan bantal, guling di kursi
c. Melepaskan dan melipat selimut, sprei kecil, perlak, sprei
besar dan letakkan dikursi
d. Membalik kasur dengan cara melipat kasur pada bagian
kepala ke bagian kaki lalu dibantingkan ( dilakukan 1x
sehari pada pagi hari )
e. Memasang sprei besar
f. Memasang perlak kemudian sprei kecil
g. Memasang selimut dan menyusun bantal dan guling
h. Merapikan kelambu
i. Mencuci tangan
3. Evaluasi:
Tempat tidur pasien tampak bersih dan rapi
4. Dokumentasi
Waktu dilakukan tindakan
Unit Terkait Instal Watnap.
VII. PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS

MEMBERIKAN POSISI FOWLER

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
040575 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberi bantuan pada pasien dalam mengatur posisi sedemikian
rupa untuk memudahkan masukan oksigen kedalam paru-paru
Tujuan Meminimalkan adanya gangguan patensi jalan nafas
Kebijakan Sebagai pedoman dalam membantu memenuhi kebutuhan
oksigen
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Bantal 4-5 buah
b. Kalau perlu sandaran punggung
2. Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan tindakan perawat telah memahami
masalah pasien.
b. Perawat mencuci tangan
c. Perawat menjelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
d. Membantu posisi untuk duduk
e. Menyusun bantal 4-5 bh atau memasang sandaran dengan
mengatur sudut kemiringan pasien ± 90°
f. Menaikkan pasien:
Perawat berdiri disebelah kanan menghadap pasien
Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut
3. Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan
kedua lengan
4. Tangan kanan perawat membantu dibawah ketiak dan
tangan kiri dibelakang punggung pasien
5. Menganjurkan pasien untuk mendorong badannya
kebelakang
Bila pasien tidak dapat membantu :
 Dua perawat berdiri dikedua sisi tempat tidur. Masing-
masing perawat merentang satu tangan dibawah bahu
dan satu tangan dibawah pangkal paha, saling
berpegangan
 Menganjurkan pasien untuk menundukkan kepala dan
meletakkan kedua tangan diatas perut
 Salah satu perawat memberi aba-aba dan secara
bersama mengangkat pasien keatas
g. Memberi posisi yang enak
h. Perawat mencuci tangan
3. Evaluasi
Pasien tampak lebih nyaman dan nafas lebih longgar
4. Dokumentasi
Perawat mencatat kegiatan di lembar catatan keperawatan
meliputi:
a. Keadaan umum pasien setelah pengaturan posisi
b. Tanda-tanda vital
Unit Terkait Instal Watnap, Instal Watlan
MEMBERIKAN POSISI SEMI FOWLER

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040576 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberi bantuan pada pasien dlm mengatur posisi sedemikian
rupa utk memudahkan masukan oksigen kedalam paru-paru
Tujuan Meminimalkan adanya gangguan patensi jalan nafas
Kebijakan Sebagai pedoman dalam membantu memenuhi kebutuhan O2
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Bantal 2-3 buah
b. Kalau perlu sandaran punggung
2. Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan tindakan perawat telah
memahami masalah pasien.
b. Perawat mencuci tangan
c. Perawat menjelaskan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
d. Membantu posisi untuk duduk
e. Menyusun bantal 2-3 bh atau memasang sandaran
dengan mengatur sudut kemiringan pasien ± 45°
f. Menaikkan pasien :
Perawat berdiri disebelah kanan menghadap pasien
Menganjurkan pasien untuk menekuk kedua lutut
8. Menganjurkan pasien untuk menopang badan dengan
kedua lengan
9. Tangan kanan perawat mrmbantu dibawah ketiak dan
tangan kiri dibelakang punggung pasien
10. Menganjurkan pasien untuk mendorong badannya
kebelakang
Bila pasien tidak dapat membantu :
 Dua perawat berdiri dikedua sisi tempat tidur
 Masing-masing perawat merentang satu tangan
dibawah bahu dan satu tangan dibawah pangkal paha,
saling berpegangan
 Menganjurkan pasien untuk menundukkan kepala dan
meletakkan kedua tangan diatas perut
 Salah satu perawat memberi aba-aba dan secara
bersama mengangkat pasien keatas
g. Memberi posisi yang enak
h. Perawat mencuci tangan
3. Evaluasi
pasien tampak lebih nyaman dan nafas lebih longgar
4. Dokumentasi
Perawat mencatat kegiatan di lembar catatan keperawatan
meliputi:
a. Keadaan umum pasien setelah pengaturan posisi
b. Tanda-tanda vital
Unit Terkait Instal Watnap, Instal Watlan
MENGATUR POSISI SIM

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040577 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mempersiapkan pasien untuk memudahkan tindakan perawatan
miring kiri atau kekanan, dengan kaki atas ditekuk.
Tujuan 1. Memudahkan pasien untuk tindakan pemeriksaan
2. Memberikan perasaan nyaman
Kebijakan Dilakukan jika pasien tidak mampu melakukan ambulasi secara
mandiri
Prosedur Pelaksanaan :
1. Memberitahu pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
2. Perawat mencuci tangan
3. Tempatkan pasien pada posisi terlentang.
4. Miringkan pisisi tidur pasien kearah kiri hampir setengah
telungkup, tumpuan badan terletak pada tubuh bagian
kedepan.
5. Tempatkan bantal di bawah kepala dan di bawah lengan fleksi
pasien ( bantal harus lebih dari tangan dan siku ).
6. Perawat menekuk lutut kanan dan menarik kearah perut.
Tempatkan bantal di bawah tungkai yang fleksi, dengan
menyokong tungkai setinggi panggul.
7. Rapikan pasien.
8. Perawat mencuci tangan
9. Dokumentasi.

Unit Terkait Instal Watnap, Instal Watlan


MEMBANTU ISTIRAHAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040582 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Dalam menciptakan suasana yang tenang pada diri pasien
dengan cara : pengaturan waktu pengunjung dan penunggu
pasien serta memberikan keadaan lingkungan yang bersih
Tujuan 1. Menciptakan suasana yang tenang ( therapeutik ) yang dapat
membantu proses penyembuhan.
2. Agar timbul rasa optimis pada diri pasien dalam membantu
penyembuhan penyakitnya.
Kebijakan Memberi rasa nyaman pasien rawat inap
Prosedur 1. Pagi jam 07.15 WIB pasien ditunggu satu orang
2. Dilanjutkan kegiatan kebersihan disemua kamar pasien oleh
petugas. Waktu dibersihkan penunggu dipersilahkan di luar
kamar pasien kecuali pasien yang gelisah/ gawat penunggu
tetap di kamar pasien dan duduk di samping pasien.
3. Bila ada pengunjung yang jumlahnya banyak pada waktu
kunjung petugas memberitahu untuk membatasi jumlah
pengunjung dikamar pasien (secara bergantian)
4. Bila ada penunggu lebih dari satu orang pada saat bukan jam
kunjung di kamar pasien maka diharuskan meninggalkan
tempat pasien atau diminta untuk menunggu di ruang tunggu
depan , kecuali bagi pasien yang keadaannya gawat
penunggu bisa dua orang.
5. Bila suasana sudah tenang, pasien dibimbing untuk istirahat/
tidur bila perlu
Unit Terkait Instal Watnap
LATIHAN ROM PASIF DAN AKTIF

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 040583 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Serangkaian latihan fisik dengan menggerakkan beberapa
anggota badan pasien secara berkala baik dilakukan secara pasif
(oleh petugas/perawat) atau secara aktif (oleh pasien sendiri atau
oleh pasien dengan bantuan minimal dari petugas/perawat)
Tujuan 1. Mencegah kontraktur
2. Mencegah atropi otot
3. Mempertahankan kekuatan
4. Melatih gerakan
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan dalam memenuhi kebutuhan aktifitas
Prosedur Pelaksanaan:
1. Perawat mencuci tangan
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang
akan dilakukan
a. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan
 Tekuk pergelangan tangan pasien keatas
dan kebawah sejauh mungkin berulang-ulang
b. Fleksi dan ekstensi siku
 Tekuk siku pasien sehingga tangannya
mendekati bahu
 Kembalikan ke posisi semula, lakukan
berulang-ulang
c. Pronasi dan supinasi lengan bawah
 Putar lengan bawah pasien sehingga
telapaknya menjauhinya
 Kembalikan ke posisi semula
 Putar lengan bawah pasien sehingga
telapak tangannya menghadap kearah pasien
 Kembalikan ke posisi semula
d. Pronasi fleksi bahu
 Angkat lengan pasien, kembalikan keposisi
semula
e. Abduksi dan adduksi
 Gerakkan lengan pasien menjauhi
tubuhnya kearah perawat
f. Rotasi bahu
 Gerakkan lengan bawah kebawah sampai
menyentuh tempat tidur, telapak tangan menghadap
kebawah.
 Kembalikan ke posisi semula.
 Gerakkan lengan bawah kebelakang
sampai menyentuh tempat tidur, telapak tangan
menghadap keatas.
 Kembalikan ke posisi semula
g. Fleksi dan ekstensi jari-jari kaki
 Tekuk jari-jari kaki kebawah
 Luruskan jari-jari kemudian dorong
kebelakang
 Kembalikan ke posisi semula
h. Infersi dan efersi kaki
 Putar kaki kedalam sehingga telapak kaki
menghadap ke kaki lainnya

LATIHAN ROM PASIF AKTIF


No. Dokumen No. Revisi Halaman
040583 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur  Kembalikan keposisi semula
 Putar kaki keluar sehingga bagian telapak
kaki menjauhi kaki lainnya
 Kembalikan ke posisi semula
i. Fleksi dan ekstensi pergelangan kaki
 Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari
kearah dada pasien
 Kembalikan keposisi semula
 Tekuk pergelangan kaki menjauhi dada
pasien
j. Fleksi dan ekstensi lutut
 Angkat kaki, tekuk pada lutut dan pangkal
paha
 Lanjutkan menekuk lutut kearah dada
sejauh mungkin
 Kebawahkan kaki dan luruskan lutut
dengan mengangkat kaki keatas
 Kembali keposisi semula
k. Rotasi pangkal paha
 Putar kaki menjauhi perawat
 Putar kaki kearah perawat
 Kembalikan keposisi semula
l. Abduksi dan adduksi pangkal paha
 Jaga posisi pasien lurus, angkat kaki
kurang lebih 8 cm dari tempat tidur, gerakkan kaki
menjauhi badan pasien.
 Gerakkan kaki mendekati badan pasien
 Kembalikan keposisi semula
3. Perawat mencuci tangan
4. Mencatat latihan yang telah dilakukan serta respon
pasien setelah dilakukan tindakan
Unit Terkait Instal Watnap , Instalasi Rehab Medik
MEMINDAHKAN PASIEN DARI TEMPAT TIDUR KE
BRANCAR / KERETA DORONG

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 0405784 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memindahkan pasien dari tempat tidur ke Brancard dengan
bantuan atau dirinya sendiri
Tujuan 1. Untuk mengurangi / menghindarkan pergerakan pasien sesuai
dengan keadaan fisiknya
2. Penghematan energi pasien
Kebijakan Dilaksanakan oleh 2-3 orang perawat
Prosedur 1. Persiapan alat:
Kereta dorong (brancard)
2. Pelaksanaan :
a. Mendekatkan kereta dorong ke tempat tidur pasien
dengan bagian kepala kereta dorong kebagian kaki tempat
tidur ( melintang )
b. Mengunci roda kereta dorong
c. Menggeser pasien ketepi
d. Mengangkat pasien :
 Perawat 1 dibagian kepala, tangan kiri menyokong
kepala dan memegang pangkal lengan, tangan kanan
melaluhi atas dada pasien, memegang tangan perawat
II dibawah punggung
 Perawat II di bagian tengah tangan kiri dibawah
pinggang pasien, berpegang dengan tangan perawat I,
tangan kanan dibawah pangkal paha
 Perawat III dibagian kaki, tangan kiri menyokong paha
bawah, tangan kanan pada betis
 Kedua tangan pasien menyilang diatas dada
 Perawat I memberi aba-aba
 Bersama-sama mengangkat pasien
e. Memindahkan pasien keatas brancard
f. Memberi posisi yang menyenangkan
a. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait  Instal Watnap
 Instal Watlan
 Unit Gawat Darurat
 Instalasi Kamar Bedah
MEMINDAHKAN PASIEN
DARI TEMPAT TIDUR KE ATAS KURSI RODA

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040585 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membantu pasien pindah dari tempat tidur ke kursi roda
Tujuan 1. Untuk mengurangi / menghindarkan pergerakan pasien sesuai
dengan keadaan fisiknya
2. Penghematan energi pasien
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan membantu pasien dalam melakukan
ambulasi
Prosedur 1. Persiapan alat:
Kursi roda yang dalam kondisi baik untuk dipakai
2. Pelaksanaan :
a. Perawat mencuci tangan
b. Meletakkan kursi roda sejajar dengan tempat tidur
c. Mengunci roda , kereta roda dan membuka sandaran kaki
d. Kedua kaki pasien digeser kepinggir tempat tidur dan
dibantu untuk duduk dengan kaki terjuntai.
e. Perawat berdiri didepan pasien dengan kaki direntangkan
f. Perawat meletakkan kedua tangan di bawah ketiak dan
jari-jari melebar menutupi bagian atas.
g. Pasien dibantu untuk berdiri
h. Menganjurkan pasien untuk membelakangi kursi roda
i. Kedua tangan pasien memegang kedua tangan kursi roda,
kemudian pasien dibantu duduk diatas kursi roda
j. Memasang kembali sandaran kaki dan meletakkan kaki
pasien diatas sandaran kaki
k. Perawat mencuci tangan.
Unit Terkait  Instal Watnap
 Instal Watlan
3. Unit Gawat Darurat
4. Yanmed
MEMINDAHKAN PASIEN
DARI KURSI RODA KE ATAS TEMPAT TIDUR

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 040586 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membantu pasien pindah dari kursi roda ke tempat tidur
Tujuan 1. Untuk mengurangi / menghindarkan
pergerakan pasien sesuai dengan keadaan fisiknya
2. Penghematan energi pasien
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan membantu pasien dalam melakukan
ambulasi
Prosedur 1. Persiapan alat
Kursi roda
2. Pelaksanaan
a. Dekatkan kursi roda ke tempat tidur pasien
b. Mengunci roda , kereta roda dan membuka
sandaran kaki
c. Turunkan kedua kaki pasien kelantai
d. Perawat berdiri didepan pasien dengan kaki
direntangkan
e. Perawat meletakkan kedua tangan di bawah ketiak
dan jari-jari melebar menutupi bagian atas
f. Pasien dibantu untuk berdiri
g. Bantu pasien bergeser ke tepi tempat tidur.
h. Bantu pasien duduk di tempat tidur.
i. Geser kedua kaki pasien sejajar dengan tempat
tidur.
j. Bantu pasien berbaring dan mengatur posisi tidur
yang nyaman.
k. Rapikan selimut, jika diperlukan.
l. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait 5. Instal Watnap
6. Instal Watlan
7. Unit Gawat Darurat
8. Yanmed
VIII. KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Ditetapkan oleh
Pelayanan Terbit KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Komunikasi terapeutik pada pemasangan infus adalah
penyampaian informasi oleh petugas kepada pasien sebelum
melakukan pemasangan infus.
Tujuan 1 Meningkatkan kesadaran diri, penerimaan diri dan
penghargaan diri.
2 Kemampuan untuk membina hubungna saling percaya antar
pribadi antara petugas dan dengan pasien.
Kebijakan Seorang perawat harus mampu melakukan komunikasi terapeutik
sebelum melakukan pemasangan infus
Prosedur Komunikasi terapeutik pada pemasangan infus :
A. Fase Orientasi.
1. Salam terapeutik :
selamat pagi/siang/malam (dan lain-lain)
2. Validasi/Evaluasi:
“Bagaimana keadaan (Anda/Bapak/Ibu/Saudara) saat ini”
(sesuaikan dengan keadaan), misal : kelihatannya kondisi
anda agak menurun (dan lain-lain).
3. Kontrak (kesepakatan dan pemahaman)
”Saya (sebutkan nama dan jelaskan maksud) akan
membantu anda apa yang saudara perlukan. Sesuai
keadaan, saudara perlu mendapat pengobatan melalui
infus. Apakah saudara setuju?” (bisa dimodifikasi
bahasanya).

B. Fase Kerja
1. Jelaskan tujuan pemasangan infus (secara kognitif).
2. Jelaskan gambaran pemasangan (secara asertif).
3. Anjurkan melakukan posisi yang kita harapkan
(psikomotor).
4. Alihkan perhatian waktu pemasang i.v catheter.
5. Jelaskan aktifitas yang boleh dilakukan/ tidak boleh
dilakukan selama terpasang infus.
6. Jelaskan kepada penderita/keluarga tentang efek samping
dari pemasangan infus.

C. Fase Terminasi (mengakhiri interaksi)


1. Bagaimana rasanya setelah dipasang infus (penilaian
subyektif), contoh : saudara terlihat kooperatif sehingga
pemasangan tadi lancar (penilaian subyektif dan
reinforcement).
b. Kerjasama seperti ini perlu terjalin terus sehingga
pelayanan perawatan berjalan optimal.
c. Kontrak yang akan datang.
”Nanti ketemu lagi dan bila ada keluhan mohon lapor
petugas (perawat jaga).
Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, UGD, OK, Kamar Bersalin
IX. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH VENA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
040592 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memasukkan jarum ke dalam pembuluh darah pasien untuk
mendapatkan spesimen darah untuk diperiksa di laboratorium
Tujuan 5. Memberikan informasi tambahan tentang kesehatan pasien
melalui tes darah ( meliputi status nutrisi, hematologi,
metabolik, imunitas dan biokimia )
6. Melakukan screening terhadap penyakit tertentu.
7. Monitor respon pasien terhadap terapi yang sudah dilakukan.
Kebijakan Sebagai pedoman para petugas keperawatan dalam
pengambilan darah di RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur 1. Persiapan Alat :
a. Bak Spuit.
b. Spuit disposible sesuai kebutuhan.
c. Kapas Alkohol.
d. Tabung / tempat darah yang telah diberi etiket ( identitas
pasien)
e. Tourniquet.
f. Perlak/pengalas
g. Sarung tangan
h. Plester
i. Form permintaan pemeriksaan laboratorium

2. Pelaksanaan.
a. Melihat / membaca surat permintaan dari Dokter yang
merawat macam dan jenis pemeriksaan.
b. Cuci tangan.
c. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan.
d. Memakai sarung tangan.
e. Atur posisi pasien.
f. Pasang pengalas dibawah tangan pasien.
g. Pilih lokasi yang akan dilakukan pengambilan.
h. Mencari Vena yang besar dan mudah dalam pengambilan.
i. Memasang tourniquet ( karet pembendung ) 5 – 10 cm
diatas vena yang dipilih.
j. Desinfektan daerah yang akan ditusuk dengan kapas
alkohol dengan arah sirkuler dari dalam keluar ± 5 cm.
Biarkan kulit mengering.
k. Tempatkan jari telunjuk kiri di bawah lokasi penusukan ± 2.5
cm dan tarik kulit secara perlahan.
l. Memasukan jarum spuit kedalam Vena dengan arah 15 –
30 derajat dengan perlahan, lakukan aspirasi sampai
jumlah darah mencukupi.

PENGAMBILAN SPESIMEN DARAH VENA


No. Dokumen No. Revisi Halaman
040592 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur
m. Lepaskan tourniquet.
n. Meletakkan kapas alkohol diatas jarum kemudian jarum
ditarik dengan cepat sampai darah tidak keluar.
o. Pasang plester di lokasi penusukan.
p. Lepaskan jarum suntik dari syringenya.
q. Darah dimasukan kedalam tabung / botol yang telah
disediakan. Berikan label ( jenis pemeriksaan, nama
pasien, ruangan, tanggal )
r. Merapikan pasien dan peralatan.
s. Lepaskan sarung tangan.
t. Cuci tangan.
u. Catat pada buku pengiriman spesimen laboratorium dan
antarkan ke laboratorium beserta form permintaan
laboratorium.
Unit Terkait  Seluruh tenaga keperawatan di semua unit
 Laboratorium

MEMERIKSA GULA DARAH


DENGAN METODE CEPAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW
040598 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memeriksa kadar gula darah pasien secara cepat
Tujuan Untuk mengetahui kadar gula darah dengan cepat
Kebijakan 1. Dilakukan pada pasien yang membutuhkan
2. Dilakukan kalibrasi setiap kali pergantian no seri stik
Prosedur Persiapan alat :
1. Hand scone
2. Alat Pemeriksa Gula darah.
3. Antiseptik ( kapas alkohol)dalam tempatnya
4. Bengkok
Pelaksanaan :
1. Perawat cuci tangan
2. Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang perasat yang
akan dilakukan
3. Pakai sarung tangan.
4. Pasang stik cek gula darah
5. Bersihkan ujung jari pasien yang akan ditusuk dengan
kapas alkohol 70 % dan tunggu sampai kering
6. Tusuk ujung jari dengan lancet
7. Teteskan darah keujung stik tunggu sampai keluar nilai
gula darah sambil menekan bekas tusukan dengan kapas
alkohol
8. Pasien/ keluarga diberi penjelasan bahwa tindakan sudah
selesai
9. Pasien dirapikan
10. Alat- alat dirapikan
11. Lepaskan sarung tangan.
12. Petugas cuci tangan
13. Mendokumentasikan Tindakan yang telah dilakukan

Unit Terkait  Seluruh tenaga keperawatan di semua unit


 Laboratorium

PENGAMBILAN SPESIMEN URIN SEWAKTU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
040597 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu prosedur pengambilan contoh urine dari pasien untuk
pemeriksaan diagnostik
Tujuan 1. Melakukan pemeriksaan kesehatan pasien secara umum.
2. Mendiagnosa penyakit metabolik/sistemik yang
mempengaruhi fungsi ginjal
3. Melakukan monitoring pasien dengan diabetes.
Kebijakan Sebagai pedoman pengambilan spesimen urine
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Sarung tangan
 Handuk / tisu
 Etiket
 Form permintaan laboratorium
 Botol untuk spesimen dan tutup
 Sketsel k/p

B. Persiapan Pasien dan lingkungan


1. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
2. Pasang sketsel.
3. Atur posisi yang nyaman

C. Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Pasang sarung tangan.
3. Berikan pasien handuk kecil, botol spesimen dan sabun.
4. Minta pasien untuk membersihkan area perianal dengan
sabun dan mengeringkannya dengan handuk.
5. Minta pasien untuk menampung urine di botol.
6. Tutup botol spesimen tanpa menyentuh bagian dalam
tutup.
7. Keringkan bagian luar botol dengan tissu.
8. Berikan label pada botol ( nama pasien, jenis
pemeriksaan, tanggal, ruangan ).
9. Rapikan pasien dan peralatan.
10. Lepaskan sarung tangan.
11. Cuci tangan.

D. Evaluasi
 Pasien merasa nyaman
E. Dokumentasi
 Jenis pemeriksaan, respon pasien.
Unit Terkait  Seluruh tenaga keperawatan di semua unit
 Laboratorium

PENGAMBILAN SPESIMEN SPUTUM

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
04.05.100 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Proses pengambilan sekresi sputum dari paru-paru, bronkus dan
trakea.
Tujuan 1. Mengindentifikasi jenis mikroorganisme secara spesifik.
2. Menilai efektifitas terapi yang sudah dilakukan.
Kebijakan Sebagai pedoman pengambilan spesimen sputum
Prosedur A. Persiapan Alat
 Tempat steril untuk menampung spesimen dan
penutupnya
 Sarung tangan
 Tissu
 Bengkok
 Label
 Form permintaan laboratorium

B. Persiapan Pasien dan lingkungan


1. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
2. Pasang sketsel.
3. Atur posisi yang nyaman
C. Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Pasang sarung tangan.
3. Dekatkan bengkok ke pasien.
4. Minta pasien untuk tidak menyentuh bagian dalam botol
penampung.
5. Lakukan tehnik nafas dalam dan batuk efektif.
6. Minta pasien untuk mengeluarkan sputum dalam
penampung spesimen. Lakukan berulang kali sampai
sputum terpenuhi sekitar 2 – 10 cc.
7. Tutup botol penampung spesimen.
8. Berikan tissu ke pasien.
9. Berikan label pada botol ( nama pasien, jenis
pemeriksaan, tanggal, ruangan ).
10. Rapikan pasien dan peralatan.
11. Lepaskan sarung tangan.
12. Cuci tangan.
D. Evaluasi
 Pasien merasa nyaman
E. Dokumentasi : Jenis pemeriksaan, respon pasien..
Unit Terkait  Seluruh tenaga keperawatan di semua unit
 Laboratorium

MENYIAPKAN FESES UNTUK BAHAN PEMERIKSAAN

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.101 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mempersiapkan bahan pemeriksaan dengan feses sebagai
sampelnya
Tujuan 1. Spesimen tidak terkontaminasi oleh bahan lain yang akan
mengaburkan hasil pemeriksaan
2. Identifikasi bahan pemeriksaan dengan tepat
Kebijakan Tindakan dilakukan dengan prinsip bersih
Prosedur 1. Persiapan alat :
a. Tempat penampung
b. Etiket khusus
c. Dua batang lidi kapas
2. Pelaksanaan :
a. Perawat mencuci tangan
b. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan
c. Anjurkan pasien untuk BAB, lalu ambil Feses dengan lidi
kapas
d. Setelah selesai, anjurkan pasien untuk membersihkankan
pada bagian anus
e. Masukkan bahan pemeriksaan kedalam botol yang telah
disediakan
f. Catat nama pasien dan tanggal pengambilan bahan
g. Cuci tangan
Unit Terkait  Seluruh tenaga keperawatan di semua unit
 Laboratorium

PERSIAPAN PEMERIKSAAN DENGAN


ULTRA SONOGRAFI ( USG )
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
04.05.101 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Merupakan suatu prosedur diagnostic untuk melihat struktur
jaringan tubuh atau analisa gelombang dari Doppler, yang
mana pemeriksaannya diatas permukaan kulit/diatas rongga
tubuh untuk menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan.
Tujuan Untuk mendeteksi berbagai kelainan yang ada pada abdomen,
otak, kandung kemih, jantung, ginjal, hepar, uterus atau pelvis
kehamilan ( membedakan kista atau tumor ).
Kebijakan Sebagai pedoman persiapan pemeriksaan USG
Prosedur Pelaksanaan :
1. Lakukan informed concent.
2. Anjurkan untuk puasa makan dan minum selama 8 – 12 jam
sebelum pemeriksaan USG aorta abdomen, kandung empedu,
hepar, limpha dan pancreas.
3. Oleskan jeli konduktif pada permukaan kulit yang akan
dilakukan USG.transduser dipegang dengan tangan dan
gerakkan ke depan dan ke belakang diatas permukaan kulit.
4. Lakukan antara 10 – 30 menit.
5. Pre medikasi jarang dilakukan hanya bila pasien dalam
keadaan gelisah.
6. Pasien tidak boleh merokok sebelum pemeriksaan untuk
mencegah masuknya udara.
7. Bila pada pemeriksaan obstetric( trimester pertama dan kedua),
pelvis dan ginjal pasien anjurkan untuk minum 4 gelas air dan
tidak boleh berkemih dan pada trimester ketiga pasien dapat
dalam keadaan kandung kemih kosong.
8. Bila pada otak lepaskan semua perhiasan dari leher dan jepit
rambut dari kepala.
9. Bila pada jantung anjurkan untuk bernafas perlahan dan
menahan setelah inspirasi dalam.

Unit Terkait  Instal Watnap, Instal Watlan, radiologi

PERSIAPAN PEMERIKSAAN RONTGEN

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04.05.101 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Merupakan suatu prosedur diagnostic yang memanfaatkan peran
sinar X.
Tujuan Untuk mendeteksi berbagai kelainan yang ada pada dada,
jantung, abdomen, ginjal, ureter, kandung kemih, tengkorak dan
rangka.
Kebijakan Sebagai pedoman persiapan pemeriksaan rontgen
Prosedur Pelaksanaan :
1. Lakukan informed concent.
2. Tidak ada pembatasan makanan atau cairan.
3. Pada dada dengan posisi PA ( posterior anterior ) dapat
dilakukan dengan posisi berdiri dan foto AP ( anterior posterior )
lateral dapat juga dilakukan, baju harus diturunkan sampai
pinggang, baju kertas/kain dapat digunakan dan perhiasan
dapat dilepaskan.
4. Anjurkan pasien untuk tarik nafas dan menahan nafas pada
waktu pengambilan foto sinar X.
5. Pada jantung foto PA dan lateral kiri dapat diindikasikan untuk
mengevaluasi ukuran dan bentuk jantung.
6. Pada abdomen pelaksanaan foto harus dilakukan sebelum
pemeriksaan IVP, pasien tidur terlentang dengan tangan
menjauh dari tubuh, testis harus dilindungi.
7. Pada tengkorak, penjepit rambut, kaca mata, gigi palsu harus
dilepas sebelum pemeriksaan.
8. Pada rangka bila dicurigai fraktur anjurkan puasa, dan
imobilisasi pada daerah fraktur.

Unit Terkait  Instal Watnap, Instal Watlan, radiologi

X. KEBUTUHAN OBAT-OBATAN

MEMBERIKAN OBAT MELALUI MULUT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 04.05.102 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat berbentuk kapsul atau tablet melalui mulut pasien
Tujuan 1. Untuk pengobatan
2. Untuk mengurangi rasa sakit
3. Membantu menegakkan diagnosa
4. memberikan perasaan sayang kepada pasien
Kebijakan Pemberian obat dengan cara ditelan
Prosedur 1. Persiapan alat :
Baki / meja obat yang berisi :
a. Daftar obat pasien
b. Buku catatan pasien
c. Tempat obat dan tutupnya serta etiket pasien ruang
d. kamar dan nomor tempat tidur
e. Gelas pengukur
f. Gelas obat
g. Gelas minum berisi air minum
h. Sendok, sedotan dan serbet
i. Baki lumpang obat dan mortir
j. Bengkok / tempat sampah
2. Pelaksanaan :
a. Mencuci tangan
b. Mengatur tempat obat dalam baki, mengambil buku daftar
dan buku obat
c. Menyiapkan obat yang diperlukan
d. Membaca daftar obat, mengambil obat sesuai dengan dan
jumlah, memasukkan ke dalam tempat obat pasien, lalu
mengembalikan obat-obat ke tempat semula
e. Meletakkan baki obat, air minum dalam gelas, sedotan daftar
obat di atas meja obat
f. Mendorong meja obat ke kamar pasien
g. Memeriksa kembali obat, lalu diberikan kepada pasien dan
ditunggu sampai obat diminum
h. Pasien yang tidak dapat minum sendiri harus dibantu oleh
perawat
i. Mencatat/ diberi tanda, bila obat sudah diberikan, waktu
pemberian, reaksi pasien, nama perawat yang melakukan
perawatan
Unit Terkait Instal Watnap / Instal Watlan
Farmasi

PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.105 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memasukkan obat injeksi ke dalam jaringan kulit untuk mengetahui
ketahanan tubuh pasien terhadap obat antibiotik yang akan
diberikan.
Tujuan 1. Pemberian terapi
2. Tes kepekaan terhadap obat tertentu (skin test)
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan
Prosedur Persiapan alat:
a. Daftar buku obat
b. Spuit 1 cc (spuit insulin), Obat yang diperlukan
c. Kapas alkohol dan tempatnya
d. Cairan pelarut (NaCl, aquabides)
e. Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi kasa.
f. Bengkok
g. Perlak/pengalas
h. Sarung tangan
Pelaksanaan :
a. Memberitahu dan menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
pada pasien
b. Membawa alat ke dekat pasien
c. Memasang sampiran bila perlu dan mengatur posisi pasien
d. Mencuci tangan
e. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian, bila
menggunakan baju lengan panjang buka dan keataskan.
f. Pasang perlak/pengalas dibawah bagian yang akan dilakukan
suntikan.
g. Ambil obat yang akan dilakukan tes alergi kemudian
larutkan/encerkan dengan aquabides, kemudian ambil 0,5 cc
dan encerkan lagi ± 1 cc, dan siapkan pada bak injeksi.
h. Gunakan sarung tangan.
i. Desinfeksi kulit pasien dengan kapas alkohol dengan gerakan
sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter ± 5 cm.
Membuang kapas pada bengkok, tunggu sampai kulit kering.
j. Tegangkan daerah yang akan disuntik dengan tangan kiri,
kemudian jarum ditusukkan perlahan dengan lubang jarum
mengarah ke atas
k. Jarum dan permukaan kulit membentuk sudut 15 o - 20o
l. Menyemprotkan cairan sampai terjadi gelembung berwarna
putih pada kulit, lalu jarum ditarik dengan cepat, tidak
dihapushamakan dengan kapas alkohol dan tidak boleh
dilakukan penyentuhan (masase)

PEMBERIAN OBAT INTRA CUTAN


No. Dokumen No. Revisi Halaman
0405.105 0 2/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur m.Tunggu selama 5-10 menit, lihat apakah terdapat reaksi alergi
(kemerahan yang melebar, rasa gatal) disekitar tempat
suntikan.
n. Jika tidak terdapat tanda alergi berikan obat sesuai dengan
prosedur pemberian obat, jika terdapat tanda alergi laporkan
kepada dokter penanggung jawab pasien.
o. .
p. Merapikan pasien
q. Membereskan alat
r. Lepas sarung tangan.
s. Lihat reaksi pemberian
t. Mencuci tangan
u. Dokumentasi hasil dari pemberian obat/test obat, tanggal
waktu dan jenis obat.
v. Perhatikan :
Lokasi sebaiknya dilengan bawah bagian depan 1/3 dari
lekukan saku (2/3 dari pergelangan tangan) pada kulit yang
sehat jauh dari pembuluh darah.
Unit Terkait Instal Watnap / Instal Watlan
PEMBERIAN OBAT SUB CUTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.106 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat dengan memasukkannya dibawah lapisan kulit
dengan menggunakan jarum
Tujuan Kepentingan terapi
Kebijakan Sebagai pedoman kegiatan keperawatan
Prosedur 1. Persiapan alat:
a. Daftar buku obat
b. Spuit 1 cc (spuit insulin)
c. Obat yang diperlukan
d. Kapas alkohol dan tempatnya
e. Cairan pelarut (NaCl, aquades)
f. Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi
kasa.
g. Bengkok
h. Sarung tangan
i. Perlak
2. Pelaksanaan:
a. Perawat mencuci tangan.
b. Beri penjelasan pasien tentang tujuan dan prosedur
tindakan yang akan dilakukan.
c. Bacalah daftar obat pasien serta cara pemberian.
d. Ambil spuit dari tempatnya.
e. Larutkan obat terlebih dahulu jika obat perlu dilarutkan,
jika obat bentuk ampul, gergaji leher ampul.
f. Spuit diisi obat sesuai dengan dosis yang ditentukan,
udara didalam spuit dikeluarkan, lalu spuit dimasukkan
dalam bak spuit.
g. Baca kembali daftar pemberian obat dan cocokkan
dengan nama pasien.
h. Gunakan sarung tangan.
i. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian.
j. Mendesinfeksi kulit dan meregangkannya dengan tangan
kiri.
k. Menusukkan jarum dengan lubang menghadap keatas
dan membuat sudut antara 45 derajat dengan permukaan
kulit.
l. Penghisap ditarik sedikit, bila tidak ada darah, obat
dimasukkan perlahan-lahan, bila ada darah obat tidak
dimasukkan.
m. Setelah obat habis, jarum ditarik dan bekas jarum ditahan
dengan kapas alkohol.
n. Masase bekas suntikan.
o. Pasien dirapikan dan alat dibereskan.
p. Lepaskan sarung tangan.
q. Perawat mencuci tangan.
r. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu dan jenis/dosis
obat.
Unit Terkait Instal Watnap
Instal Watlan

MEMBERIKAN OBAT MELALUI INTRA VENA LANGSUNG

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.107 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat Injeksi intra Vena adalah memasukan obat
kedalam tubuh orang yang sakit melalui pembuluh darah Vena.
Tujuan 1. Mempercepat reaksi obat kimia didalam tubuh .
2. Obat langsung masuk sasaran yang diinginkan.
3. Mempercepat proses penyembuhan.
Kebijakan Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan perawatan diruang
rawat inap RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur 1. Persiapan Alat :
a. Daftar buku obat
b. Spuit sesuai jenis ukuran
c. Obat yang diperlukan
d. Kapas alkohol dan tempatnya
e. Cairan pelarut (NaCl, aquades)
f. Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi
kasa.
g. Bengkok
h. Sarung tangan
i. Perlak/pengalas
j. Tourniquet
k. Plester, gunting, kassa steril

2. Pelaksanaan.
a. Mencuci tangan .
b. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien.
c. Memakai sarung tangan.
a. Persiapkan obat-obatan. Larutkan obat dengan aquabidest
jika dalam bentuk bubuk, masukkan dalam bak injeksi.
b. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian.
c. Pasang perlak/pengalas dibawah vena yang akan
dilakukan penyuntikan.
d. Mengikat bagian atas daerah yang akan di suntik dengan
karet pembendung dan untuk pasien mengepalkan tangan
yang akan disuntik / ditusuk.
e. Desinfektan dengan alcohol bagian kulit yang akan
disuntik / ditusuk dengan gerakan sirkuler dari arah dalam
keluar dengan diameter ± 5 cm, tunggu kering.
f. Ambil spuit yang berisi obat.
g. Menegangkan kulit daerah tusukan dengan tangan kiri
supaya vena lebih jelas, lalu tangan kanan menusukan
jarum ke dalam kulit menembus vena dengan lubang
jarum mengarah keatas dengan sudut 30 derajat sejajar
dengan vena yang ditusuk.
h. Menarik sedikit penghisap untuk memeriksa apakah jarum
sudah masuk kedalam vena / belum, yang ditandai dengan
masuknya darah kedalam kulit.

MEMBERIKAN OBAT INJEKSI INTRA VENA


LANGSUNG
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0405.107 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur
i. Menganjurkan pasien membuka kepalan tangan sambil
membuka karet pembendung, kemudian secara perlahan-
lahan memasukan cairan didalam spuit kedalam vena
sampai habis.
j. Memperhatikan reaksi pasien pada saat memasukan obat
kedalam tubuh pasien, jika terjadi reaksi pada pasien
segera menghentikan suntikan.
k. Meletakkan kapas alkohol diatas jarum kemudian jarum
ditarik dengan cepat dan tekan dengan kapas alkohol
sampai darah tidak keluar. Buang spuit pada bengkok
Tutup dengan kassa steril k/p.
l. Merapikan pasien dan merapikan peralatan.
m. Buka sarung tangan.
n. Cuci tangan.
o. Catat reaksi pemberian, tanggal waktu dan dosis
pemberian obat.
3. Hal yang perlu diperhatikan :
 Pelaksanaan tindakan secara aseptic dan anti septik

Unit Terkait Unit Gawat Darurat.


Kamar Operasi.
Instal Watnap / Instal Watlan
MEMBERIKAN OBAT INTRA VENA MELALUI WADAH (TIDAK
LANGSUNG )
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
0405.107 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat Injeksi intra Vena adalah memasukan obat
kedalam tubuh orang yang sakit melalui pembuluh darah Vena.
Tujuan 1. Mempercepat reaksi obat kimia didalam tubuh .
2. Obat langsung masuk sasaran yang diinginkan.
3. Mempercepat proses penyembuhan.
Kebijakan Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan perawatan diruang
rawat inap RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Persiapan Alat :
 Daftar buku obat
 Spuit sesuai jenis ukuran
 Obat yang diperlukan
 Kapas alkohol dan tempatnya
 Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi
kasa.
 Wadah cairan (kantong/botol)
 Bengkok
 Sarung tangan

Pelaksanaan.
1. Mencuci tangan .
2. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien.
3. Periksa identitas pasien dan ambil obat kemudian
masukkan kedalam spuit.
4. Cari tempat penyuntikan pada daerah kantong.
5. Gunakan sarung tangan.
6. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran.
7. Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit
hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat
perlahan-lahan kedalam kantong/wadah.
8. Setelah selesai tarik spuit dan campur larutan dengan
membalikkan kantong cairan dengan perlahan-lahan dari
satu ujung ke ujung lain.
9. Periksa kecepatan infus.
10. Buka sarung tangan.
11. Cuci tangan.
12. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu dan dosis
pemberian obat.

Unit Terkait Unit Gawat Darurat.


Kamar Operasi.
Instal Watnap / Instal Watlan
MEMBERIKAN OBAT INTRA VENA
MELALUI SELANG
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
0405.107 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat Injeksi intra Vena adalah memasukan obat
kedalam tubuh orang yang sakit melalui pembuluh darah Vena.
Tujuan 1. Mempercepat reaksi obat kimia didalam tubuh .
2. Obat langsung masuk sasaran yang diinginkan.
3. Mempercepat proses penyembuhan.
Kebijakan Sebagai acuan dalam memberikan pelayanan perawatan diruang
rawat inap RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Persiapan Alat :
 Daftar buku obat
 Spuit sesuai jenis ukuran
 Obat yang diperlukan
 Kapas alkohol dan tempatnya
 Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi
kasa.
 Selang intra vena
 Bengkok
 Sarung tangan

Pelaksanaan.
1. Mencuci tangan .
2. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien.
3. Periksa identitas pasien dan ambil obat kemudian
masukkan kedalam spuit.
4. Cari tempat penyuntikan obat pada daerah selang intra
vena..
5. Gunakan sarung tangan.
6. Lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol dan stop aliran.
7. Lakukan penyuntikan dengan memasukkan jarum spuit
hingga menembus bagian tengah dan masukkan obat
perlahan-lahan kedalam selang intra vena.
8. Setelah selesai tarik spuit.
9. Periksa kecepatan infus dan observasi reaksi obat.
10. Buka sarung tangan.
11. Cuci tangan.
12. Catat reaksi pemberian, tanggal, waktu dan dosis
pemberian obat.
MEMBERIKAN OBAT INJEKSI INTRA MUSCULAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.108 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat injeksi intra muscular adalah memasukan obat
kedalam tubuh orang yang sakit melalui musculus deltoideus,
quadran femoralis (1/3 tengah paha luar) dan gluteus (1/3 SIAS)
Tujuan 1. Mempercepat proses penyembuhan.
2. Mengurangi resiko pasien terhadap reaksi obat
apabila diberikan secara intra vena.
Kebijakan Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan perawatan
diruang rawat inap RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur 1. Persiapan Alat :
l. Daftar buku obat
m. Spuit sesuai ukuran
n. Obat yang diperlukan
o. Kapas alkohol dan tempatnya
p. Cairan pelarut (NaCl, aquades)
q. Bak spuit yang tertutup dan bagian dalam dilapisi
kasa.
r. Bengkok
s. Sarung tangan

2. Pelaksanaan.
a. Mencuci tangan .
b. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien.
c. Ambil obat kemudian masukkan kedalam spuit sesuai
dengan dosis, setelah itu letakkan pada bak injeksi.
d. Mengatur posisi tidur dan membebaskan daerah yang akan
di suntik / ditusuk dari pakaian.
e. Gunakan sarung tangan.
f. Desinfektan dengan alkohol bagian kulit yang akan ditusuk/
di suntik dengan gerakan sirkuler diameter 5 cm, tunggu
hingga kering.
g. Lakukan penyuntikan :
 Pada daerah paha (vastus lateralis) dengan cara
anjurkan pasien untuk berbaring terlentang dengan
lutut sedikit fleksi.
 Pada ventrogluteal dengan cara anjurkan untuk
miring, tengkurap atau terlentang atau terlentang
dengan lutut dan pinggul pada sisi yang akan
dilakukan penyuntikan dalam keadaan fleksi.
 Pada daerah dorso gluteal dengan cara tengkurap
dengan lutut diputar kearah dalam atau miring
dengan lutut bagian atas dan pinggul fleksi dan
diletakkan didepan tungkai bawah.
 Pada daerah deltoid (lengan atas) dengan cara
anjurkan klien untuk duduk atau berbaring mendatar
lengan atas fleksi.

MEMBERIKAN OBAT INJEKSI INTRA MUSCULAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.108 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur h. Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm
i. Lakukan penusukan dengan jarum tegak lurus 90 derajat.
j. Menarik penghisap sedikit untuk memeriksa ada darah atau
tidak, bila tidak ada darah dimasukan secara perlahan –
lahan.
k. Jika ada darah tarik kembali jarum dari kulit, tekan daerah
penusukan selama 2 menit, observasi adanya hematom.
l. Memperhatikan reaksi pasien pada saat memasukan obat
kedalam tubuh pasien, jika terjadi reaksi pada pasien
segera menghentikan suntikan.
m.Bila reaksi tidak ada, masukan obat seluruhnya, kulit
bagian penusukan jarum ditekan dengan kapas alkohol
jarum ditarik dengan cepat, kemudian tempat penusukan
dimasage.
n. Merapikan pasien dan peralatan
o. Buka sarung tangan.
p. Cuci tangan.
q. Catat reaksi pemberian, jumlah dosis, dan waktu
pemberian.
Unit Terkait 6. Instal Watnap
7. Instal Watlan
MEMBERIKAN OBAT TETES MATA

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 04058.109 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat untuk mengobati pasien yang mengalami
gangguan penglihatan dengan obat tetes.
Tujuan 1. Untuk membersihkan mata
2. Mengatasi infeksi
3. Untuk mengurangi rasa sakit
4. Agar pupil berkonsentrasi
Kebijakan Pemberian obat untuk mengobati mata
Prosedur 1. Persiapan alat :
Baki/meja obat yang berisi :
a. Obat tetes yang sudah ditentukan oleh dokter
b. Pipet
c. Bila perlu bak instumen kecil berisi pinset anatomis, kasa
steril beberapa potong, kom kecil berisi bulatan kapas
steril dalam larutan boorwataer NaCl 0,9%
d. Korentang dalam tempatnya
e. Gunting, perban dan plester
2. Pelaksanaan :
a. Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
b. Mencuci tangan
c. Bersihkan kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab
dari sudut mata ke arah hidung
d. Tangan kiri membuka kelopak mata bawah dengan
memakai kapas lembab, kemudian meneteskan obat
tetesan sesuai instruksi dokter
e. Melepas tangan dan membuka kelopak mata bawah
f. Pasien dianjurkan untuk menutup dan mengedipkan
matanya
g. Membersihkan sekitar mata dari sisa obat dengan
menggunakan kain kasa steril
h. Dibalut atau ditutup dengan kasa steril dan diplester
i. Merapikan pasien
j. Alat-alat dibersihkan
k. Mencuci tangan
l. Mencatat tanggal, waktu pemberian, jenis obat, reaksi dan
keadaan umum pasien, nama terang perawat yang
melakukan perawatan.
Unit Terkait 8. Unit Gawat Darurat
9. Instal Watnap
10. Instal Watlan

MEMBERIKAN OBAT SALEP MATA

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 0405.110 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat untuk mengobati pasien yang mengalami
gangguan penglihatan dengan salep.
Tujuan 1. Untuk membersihkan mata
2. Mengatasi infeksi
3. Untuk mengurangi rasa sakit
4. Agar pupil berkonsentrasi
Kebijakan Pemberian obat untuk mengobati mata
Prosedur Persiapan alat :
Baki/meja obat yang berisi :
 Obat salep mata yang sudah ditentukan oleh dokter
 Bila perlu bak instumen kecil berisi pinset anatomis, kasa
steril beberapa potong, kom kecil berisi bulatan kapas
steril dalam larutan boorwater NaCl 0,9%
 Korentang dalam tempatnya
 Gunting, perban dan plester
Pelaksaaan :
m.Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan.
n. Mencuci tangan
o. Atur posisi pasien berbaring atau duduk dengan kepala
hiperekstensi.
p. Bersihkan kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab
dari sudut mata ke arah hidung.
q. Tangan kiri membuka kelopak mata bawah dengan
memakai kapas lembab, minta pasien untuk melihat
langit-langit.
r. Pegang aplikator salep diatas pinggir kelopak mata, pencet
tube sehingga memberikan aliran tipis sepanjang tepi
dalam kelopak mata bawah pada konjungtiva.
s. Minta pasien untuk melihat ke bawah.
t. Berikan aliran tipis sepanjang kelopak mata atas pada
konjungtiva dalam.
u. Pasien dianjurkan untuk menutup dan mengedipkan
matanya
v. Bila terdapat kelebihan obat pada kelopak mata, dengan
perlahan usap dari bagian dalam keluar.
w. Dibalut atau ditutup dengan kasa steril dan diplester
x. Merapikan pasien dan peralatan.
y. Mencuci tangan
z. Mencatat tanggal, waktu pemberian, jenis obat, reaksi dan
keadaan umum pasien, nama terang perawat yang
melakukan perawatan

Unit Terkait 9. Unit Gawat Darurat


10. Instal Watnap
11. Instal Watlan

MEMBERIKAN OBAT TETES TELINGA

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 0405.111 0 1/1
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat kedalam rongga telinga bagian luar dengan
menggunakan obat tetes.
Tujuan 1. Untuk pengobatan
2. Untuk mengurangi rasa sakit
3. Untuk melunakkan serumen
4. Untuk anastesi lokal
Kebijakan Dilakukan pada pasien dengan OMP, telinga tersumbat serumen,
telinga kemasukan benda asing dan yang akan dilakukan
anestesi local.
Prosedur  Persiapan alat :
a. Handuk
b. Kapas bulat
c. Obat tetes yang sudah ditentukan
d. Lidi kapas steril
e. Piala ginjal
f. Korentang steril
 Pelaksanaan
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai
prosedur yang akan dilakukan
b. Perawat mencuci tangan
c. Membantu pasien dalam posisi tidur miring, telinga yang
sakit mengarah keatas
d. Meletakkan handuk dibawah bahu pasien
e. Membersihkan liang telinga dengan lidi kapas
f. Mengisi pipet dengan obat yang sudah disediakan
g. Menarik daun telinga pasien dan diangkat keatas dengan
hati-hati
h. Menetesi obat melalui sisi atau liang telinga sesuai dosis
yang ditentukan
i. Membersihkan bekas cairan obat dengan kapas bulat
j. Merapikan pasien dan lingkungannya
k. Membersihkan membereskan alat-alat dan mengembalikan
pada tempatnya
l. Obat tidak mengalir keluar
m. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait  Instal Watnap
 Instal Watlan
 Unit Gawat Darurat

MEMBERIKAN OBAT TETES HIDUNG

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 0405.112 0 1/1
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat pada hidung dengan tetes hidung
Tujuan Untuk mengencerkan sekresi
Kebijakan Sebagai pedoman dalam memberikan obat tetes hidung
Prosedur 1. Persiapan alat :
 Obat dalam tempatnya
 Pipet
 Spekulum hidung
 Pinset anatomi
 Korentang dalam tempatnya
 Plester
 Kain kassa
 Kertas tisu
 Balutan

2. Pelaksanaan :
1. Cuci tangan
2. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
3. Atur posisi pasien dengan cara :
 Duduk di kursi dengan kepala menengadah ke
belakang.
 Berbaring dengan kepala ekstensi pada tepi
tempat tidur.
 Berbaring dengan bantal di bawah bahu dan
kepala tengadah ke belakang.
4. Berikan tetesan obat pada tiap lubang hidung ( sesuai dosis).
5. Pertahankan posisi kepala tetap tengadah ke belakang
selama 5 menit.
6. Cuci tangan.
7. Catat cara, tanggal, dan dosis pemberian obat.

Unit Terkait  Instal Watnap


 Instal Watlan
 Unit Gawat Darurat

MEMBERIKAN OBAT SALEP KULIT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.113 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat berbentuk serbuk atau salep untuk mengobati
kelainan kulit pasien sesuai dengan intruksi dokter.
Tujuan 1. Untuk pengobatan
2. Mengurangi rasa sakit
Kebijakan Pemberian obat dalam pengobatan kulit.
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Obat yang sudah ditentukan misal : salep / obat cair dan
powder
b. Kasa steril
c. Piala ginjal
d. Kapas lidi steril
2. pelaksanaan
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai
prosedur yang akan di lakukan
b. Perawat mencuci tangan
c. Membersihkan kulit dengan kasa steril yang sudah diberi air
hangat ( bila terdapat kulit yang mengeras).
d. Mengoleskan kulit dengan salep/obat cair/powder.
e. Kalau perlu tutup dengan kain kasa/ balutan pada daerah
yang diobati.
f. Merapikan pasien dan lingkungannya
g. Perawat mencuci tangan
Unit Terkait 1. Unit Gawat Darurat
2. Instal Watnap
3. Instal Watlan

MEMBERIKAN OBAT MELALUI ANUS / REKTUM


No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0405.114 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan obat-obat tertentu melalui anus / rektum.
Tujuan 1. Menstimulasi peristaltik usus dan flatus
2. Memberikan efek lokal di mukosa gastrointestinal, seperti
merangsang defekasi
3. Memberikan efek sistemik ( mual, menurunkan nyeri )
4. Melembutkan feces dan melubrikasi/melumasi rektum dan kolon
Kebijakan Sebagai pedoman pemberian obat lewat anus
Prosedur 1. Persiapan alat
a. Obat yang diperlukan
b. Sarung tangan
c. Bengkok
d. Pengalas
2. Pelaksanaan
a. Memberitahu dan menjelaskan kepada pasien mengenai
prosedur yang akan dilakukan
b. Perawat mencuci tangan
c. Pakai sarung tangan .
d. Pasang pengalas
e. Mengosongkan kandung kemih
f. Membebaskan pakaian bagian bawah
g. Meletakkan bengkok dibawah anus
h. Memasukkan obat kedalam rectum sedalam 10 cm ( untuk
dewasa ) atau 5 cm ( untuk anak-anak) sambil menyuruh
pasien menarik napas panjang. Tahan beberapa saat.
i. Bersihkan area anal dan jari dengan tisu.
j. Minta pasien untuk berbaring selama 5 menit agar obat tidak
keluar dari rektal.
k. Jika pasien mendapat obat yang berisi laksatif / pelunak
feces, minta pasien untuk memanggil perawat jika
membutuhkan bantuan ke toilet atau membutuhkan pispot.
l. Merapikan pakaian pasien dan peralatan.
m. Melepaskan sarung tangan
n. Perawat mencuci tangan.
o. Dokumentasi.

Unit Terkait 1. Instal Watnap / Instal Watlan


2. Unit Gawat Darurat

XI. SISTEM KARDIOVASKULER

RESUSITASI JANTUNG PARU

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 0405.116 0 1/1
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Tindakan untuk memberikan bantuan hidup dasar yang dilakukan
oleh satu orang
Tujuan Menyelamatkan kehidupan yang disebabkan adanya henti
jantung
Kebijakan Sebagai pedoman dalam memberikan pemenuhan kebutuhan
dasar (oksigen)
Prosedur 1. Persiapan alat (-)
2. Pelaksanaan
a. Kaji respon pasien (panggil, goyangkan bahu)
b. Panggil bantuan dan siap dengan posisi menolong
c. Atur posisi pasien (terlentang dengan alas datar dan keras)
d. Buka jalan nafas dengan tehnik head tilt-chin lift , jika ada
trauma kepala servical dengan tehnik jaw thrust
e. Periksa nafas dengan melihat gerakan dada, mendengar
suara nafas dan rasakan adanya hembusan nafas.
f. Bila tidak ada nafas, berikan ventilasi dua kali
g. Raba nadi (selama 5-10 detik)
 Dewasa dan anak pada nadi karotis
 Bayi pada nadi brachialis
h. Tentukan titik kompresi dengan benar
 Dewasa/anak 2 jari diatas Px
 Bayi 1 jari dibawah garis antar puting
i. Berikan kompresi dada dengan kedalaman:
 Dewasa 1,5 – 2 inchi
 Anak 1 – 1,5 inchi
 Bayi 0,5 – 1 inchi
j. Lakukan kompresi dengan irama teratur, dilanjutkan
ventilasi dengan perbandingan:
 Dewasa/anak 80-100 x/menit, 15:2
 Anak kecil 80-100 x/menit, 5:1
 Bayi 100 x/menit, 5:1
k. Cek nadi:
 Dewasa/anak setelah 4 siklus
 Anak kecil/bayi setelah 20 siklus
l. Korban pulih, letakkan pada posisi stabil
3. Evaluasi
Pasien bernafas spontan atau resusitasi tidak berhasil
4. Dokumentasi
Perawat mencatan didokumentasi keperawatan, tentang:
Kondisi pasien & Tanda Vital pasien
Unit Terkait  Instal Watnap
 Instal Watlan
 Instal Kamar Bedah

PEMERIKSAAN E.K.G
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II 0405.117 0 1/2
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan 11-8-2008 KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Untuk mengetahui irama jantung pasien dengan menggunakan
alat getaran yang ditempelkan (dada sebelah kiri).
Tujuan Memperoleh gambaran elektrolit jantung untuk membantu
menegakkan diagnosa dan terapi
Kebijakan 1. Dilakukan bagi setiap pasien yang akan dioperasi ( umur >40
tahun )
2. Pada pasien dengan kelainan jantung
Prosedur 1. Persiapan Alat :
a. Alat EKG lengkap dan siap pakai
b. Kapas alkohol dalam tempatnya
c. Jelly EKG
d. Kapas/kas lembab tissu
2. Persiapan Pasien :
a. Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang tujuan dan
prosedur tindakan yang akan dilakukan
b. Posisi pasien di atur terlentang datar atau setengah duduk.
3. Pelaksaan :
a. Membuka dan melonggarkan pakaian bagian atas. bila
pasien memakai jam tangan, gelang dan logam lainnya
dilepas.
b. Mengoleskan jelly EKG pada permukaan elektroda bila
tidak ada jelly menggunakan kapas basah.
c. Memasang manset elektroda pada kedua pergelangan
tangan dan kedua tungkai.
d. Menyambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan
dan kedua tungkai pasien untuk rekam ekstremitas:
 Warna merah pada tangan kanan
 Warna kuning pada tangan kiri
 Warna hitam pada tungkai kanan
 Warna hijau pada tungkai kiri
e. Memasang elektroda pada dada untuk rekaman pre
cardial lead :
 V1 : sela iga IV ( Garis Sternal kanan )
 V2 : sela iga IV ( Garis Sternal kiri )
 V3 : antara V2 dan V4
 V4 : sela iga V ( Garis medium clavicula kiri )
 V5 : setinggi V4 ( Garis axilaris anterior )
 V6 : setinggi V4 ( Garis axilaris medium kiri )
f. Membuat rekaman secara berurutan sesuai dengan pilihan
lead yang terdapat pada mesin EKG
g. Memberikan identitas pasien pada hasil rekaman (nama,
umur, tanggal & jam pemeriksaan dan nomor dokumen
medik)
h. Mengecek hasil rekaman
PEMERIKSAAN E.K.G

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0405.118 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur i. Melepas elektroda
j. Membersihkan sisa jeli dengan tisu/kapas/kasa lembab
k. Merapikan pakaian pasien dan alat yang dipakai
l. Pemeriksaan EKG dapat dilakukan di 2 tempat:
 Pasien yang diperiksa di ruangan EKG.
 Pasien yang tidak bisa di bawa ke ruang EKG dapat
dikerjakan di ruang rawat atas permintaan dokter.

Unit Terkait  Siyanmed


 Instal Watnap
 Instal Watlan

XII. SISTEM MUSKULOSKELETAL


PERSIAPAN
PASIEN PRA BEDAH
KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
0405.120 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh


Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Menyiapkan pasien untuk dilakukan bedah berencana.
Tujuan 1. Membantu kelancaran tindakan operasi dan mencegah
terjadinya infeksi
2. Memberi rasa aman terhadap pasien dan keluarga
Kebijakan Persiapan Pra Bedah efektif harus dilakukan dengan baik dan
benar.
Prosedur 1. Memberitahu pasien tentang tindakan persiapan operasi.
2. Menyiapkan pasien.
a. Persiapan fisik : Mencukur, melakukan klisma, extra mandi,
membersihkan cat kuku / cat bibir dan puasa.
b. Persiapan mental : Memberikan bimbingan kepada pasien.
c. Persiapan administrasi : ijin operasi, Informed consent,
menyiapkan hasil pemeriksaan dan hasil konsul.
d. Persiapan alat kesehatan : Obatan – obatan dan darah.
3. Melaksanakan asuhan keperawatan
e. Observasi tanda – tanda vital.
f. Memberikan obat premedikasi.
g. Dokumentasi.
4. Mengisi formulir checklist persiapan operasi.
5. Menghubungi dan menghantar pasien kekamar bedah.
Unit Terkait - Instal Watnap
- Instal Watlan
- Unit Kamar Bedah

MERAWAT LUKA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
0405.122 0 1/2
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Mengganti balutan luka dengan balutan yang baru
Tujuan 1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Membantu sirkulasi jaringan luka
3. Membantu proses penyembuhan jaringan luka
Kebijakan Dilakukan pada pasien yang memerlukan perawatan luka
Prosedur A. Persiapan Alat :
 Hand Scone steril
 Pinset Anatomis
 Pinset Chirurgi
 Gunting lurus
 Korentang dan tempatnya
 Kapas lidi
 Mangkok steril
 Kassa steril
 Gunting balutan
 Plester
 Sufratul
 NaCl 0,9%
 Pembalut / verband secukupnya
 Cairan pembersih sesuai kebutuhan (Bensin / Spiritus)
 Bengkok.
 Tempat untuk membuang balutan yang kotor
 Perlak/pengalas

B. Pelaksanaan :
1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
4. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
5. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
6. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada
keluarga / klien
7. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
8. Menjaga Privacy
9. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat
jelas dan buka pakaian seperlunya.
10. Pasang pengalas di bawah luka.
11. Letakkan bengkok di samping pengalas.
12. Membasahi plester dengan alkohol / wash bensin
13. Buka perban dengan menggunakan pinset . Jika
lengket siramkan NaCl 0,9% secukupnya. Buang ke
bengkok.
14. Observasi karakteristik luka : tanda-tanda infeksi,
warna, ukuran dan adakah cairan yang keluar.
15. Membuka peralatan.
MERAWAT LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
0405.122 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Prosedur 16. Memakai sarung tangan.
17. Membersihkan luka dengan menggunakan cairan NaCl
0,9% menggunakan kassa atau depper dari dalam
keluar ( sirkuler ).
18. Mengeringkan dengan kassa steril
19. Gunting sufratul sesuai ukuran yang dibutuhkan
20. Berikan sufratul di area luka.
21. Balut luka dengan kasa.
22. Pasang plester mengelilingi kassa luka.
23. Merapikan alat dan pasien
24. Melakukan evaluasi tindakan
25. Berpamitan dengan pasien
26. Lepaskan sarung tangan.
27. Mencuci tangan
28. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Unit Terkait - Instal Watnap


- Instal Watlan
- Instal Kamar Bedah.
PERAWATAN GIPS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
0405.125 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan perawatan pada pasien yang dipasang gyps
Tujuan Memberikan rasa nyaman pada pasien
Kebijakan Sebagai pedoman dalam perawatan pasien yang dipasang gyps
Prosedur A. Persiapan Alat
 Bantal
B. Persiapan pasien
4. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan.
5. Atur posisi yang nyaman.
C. Pelaksanaan
1. Jelaskan pada pasien, gyps akan terasa panas pada wal
pengeringan.
2. Gunakan telapak tangan di atas gyps ketika
mengembalikan dan meletakkan ( mengatur posisi ) untuk
24 jam pertama.
3. Tahan dengan bantal bila diperlukan :
 Ekstremitas yang di gyps sejajar dari jantung
 Pertahankan sudut ketika dipasang gyps
 Cegah keretakan dari tekanan berlebihan
 Cegah posisi datar pada gyps yang disebabkan
tekanan diatas tempat tidur
4. Jaga agar gyps tidak ditutupi.
5. Gyps harus dialasi kain yang dapat menyerap air sehingga
pengeringan lancar dan tidak terjadi iritasi.
6. Gyps harus terkena angin agar cepat kering.
7. Periksa warna, suhu setelah dipasang gyps.
8. Tinggikan area yang dipasang gyps.
9. Jangan merubah arah gyps.
10. Latih gerak sendi diatas dan dibawah gyps 4x / hari.

D. Evaluasi : adanya :
 Demam, gyps longgar, bau busuk
 Adanya drainase di gyps
 Jari dingin, pucat
 Sakit dan panas di area gyps, kulit sekitar gyps terkelupas.
 Cegah dekubitus di daerah lain.
E. Dokumentasi
 Respon pasien dan waktu dilakukan tindakan.
Unit Terkait - Instal Watnap, Instal Watlan, Instal Kamar Bedah.
XIII. SISTEM UROLOGI

IRIGASI KANDUNG KEMIH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
0405. 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan untuk membersihkan kandung kemih dari sisa-
sisa darah.
Tujuan Membersihkan kandung kemih dari sisa-sisa darah
Kebijakan Sebagai pedoman dalam melakukan irigasi kandung kemih
Prosedur F. Persiapan Alat :
 Spuit 50 cc
 Cairan NaCl 0,9%
 Mangkok berukuran sedang
 Kain kassa
 Sarung tangan
 Bengkok
 Pengalas
 Ember
 Sketsel
G. Persiapan pasien dan lingkungan
1. Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang tujuan dan
prosedur tindakan yang akan dilakukan
2. Posisi pasien di atur terlentang datar .
H. Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Pasang sarung tangan
3. Pakaian bagian bawah dilepas, beri selimut.
4. Daerah genetalia bersihkan menggunakan kapas DDT.
5. Spuit diisi dengan NaCl 0,9% lalu udara dikeluarkan.
6. Ujung spuit masukkan ke selang khusus untuk irigasi
( kateter tri way).
7. Cairan dimasukkan perlahan-lahan sebanyak 50 cc – 100
cc.
8. Spuit diangkat, biarkan cairan mengalir keluar sampai
habis, taruh di bengkok.
9. Lakukan tindakan berulang-ulang sampai bersih.
10. Rapikan pasien dan peralatan.
11. Lepas sarung tangan.
12. Cuci tangan.
I. Evaluasi
 Pasien tidak tampak kelelahan
J. Dokumentasi
1. Respon pasien setelah dilakukan tindakan
2. Waktu tindakan dilakukan
Unit Terkait Instalasi rawat inap
XIV. SISTEM ANAK

PENERIMAAN PASIEN BARU

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW
0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SOP Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pasien yang pertamakali untuk dilaksanakan tindakan HD atas
rujukan atau anjuran dari dokter nefrologi instansi rumah sakit
Tujuan 1. Untuk diberikan tindakan HD
2. Untuk mengetahui jumlah pasien yang akan di HD
Kebijakan Pasien yang baru menjalani program HD
Prosedur CARA PENERIMAAN PASIEN BARU
 pemeriksaan kelengkapan administrasi
- rujukan dari dokter nefrologi yang menunjuk
adanyaindikasi klien dilakukan HD dari hasil
pemeriksaan yang meliputi :
- HB, ureum , kreatinin, asam urat, kalium, gula darah,
HBSAG
- Mempersiapkan status klien yang disusun rapih dalam
map plastik yang meliputi :
 Data umum : surat persetujuan tindakan HD, dialisa harian,
resume dialisa harian, pemeriksaan rutin, pemakaian
dializer, dan identitas pasien
- untuk lklien pindah, diperiksa traveling dialisisnya
- pasien diperikas dulu oleh dokterapakah pelu dilakukan
tindakan HD
- keluarga mengisi dan menyetujui surat persetujuan HD
setelah adanya inform consect dari dokter atau perawat
- pemeriksaan TTV. T,N,S,RR,
- timbang BB sesudah dansebelum HD, pasien diberi
penjelasan tindakan yang akan dilakukan
- pasien diberi penjelasan efek samping dari HD
Unit Terkait Ruang HD, SMF, komite keperawatan
PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan pengukuran yang dilakukan pada anak meliputi
pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan atas, lingkar dada.
Tujuan 1. Mengetahui ukuran lingkar kepala, lingkar lengan atas, lingkar
dada pada anak.
2. Mengetahui status gizi pada anak.
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan asuhan pada
anak di RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Pelaksanaan :
1. Beri salam pada klien/ibu dengan SPOan, perkenalkan diri
anda kepada mereka
2. Jelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
3. Mempersiapkan alat-alat yang digunakan
4. Mencuci tangan dibawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk kering

MENIMBANG BERAT BADAN


1. Meletakkan timbangan pada tempat yang rata dan aman.
2. Mengecek apakah jarum timbangan menunjukkan angka nol.
3. Bila belum maka mengatur timbangan sebelum digunakan.
4. Mempersilahkan anak untuk naik ke atas timbangan tanpa alas
kaki.
5. Melihat angka pada skala timbangan yang menunjukan BB
anak, dan catat pada formulir.
6. Membantu anak turun dari timbangan.

MENGUKUR PANJANG BADAN


1. Meletakkan alat pengukur panjang badan pada tempat yang
rata dan stabil.
2. Mengatur posisi berdiri anak pada alat pengukur yang telah
dipersiapkan.
3. Baca hasil pengukuran panjang badan anak dengan tepat dan
catat pada formulir.

MENGUKUR LINGKAR LENGAN ATAS


1. Menentukan letak ujung pundak dan ujung siku.
2. Meletakan pita pengukur pada ujung pundak sampai dengan
siku dengan posisi tangan dibengkokan 90 °.
3. Menentukan titik tengah lengan.
4. Ukur lingkar lengan dengan cara membaca skala, catat hasil
pengukuran.
PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA ANAK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur MENGUKUR LINGKAR KEPALA
1. Menentukan letak frontalis dan oksipito
2. Meletakkan pita pengukur dari arah frontalis sampai dengan
oksipito secara melingkar
3. Ukur lingkar kepala dengan cara membaca skala dan catat
hasil pengkuran
4. Memberikan informasi kepada keluarga hasil dari hasil
pemeriksaan
5. Memberi kesempatan pada keluarga untuk bertanya tentang
hal-hal yang kurang dimengerti
6. Secara SPOan ucapkan salam perpisahan pada ibu/keluarga
dan ucapkan terima kasih
7. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan
8. Merapikan alat-alat yang telah digunakan
9. Mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis
PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan pengukuran yang dilakukan pada bayi meliputi
pengukuran lingkar kepala,lingkar lengan atas,lingkar dada
pada bayi
Tujuan 1. Mengetahui ukuran lingkar kepala ,lingkar lengan atas,lingkar
dada pada bayi.
2. Mengetahui secara dini kelainan pertumbuhan pada bayi
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan pada bayi baru
lahir di RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Pelaksanaan :
1. Beri salam pada klien/ibu dengan SPOan,perkenalkan diri
anda kepada mereka
2. Jelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
3. Mempersiapkan alat-alat yang digunakan
4. Mencuci tangan dibawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk kering

MENIMBANG BERAT BADAN


1. Meletakkan timbangan pada tempat yang rata dan aman
dan memasang kain pengalas pada timbangan (pada pasien
bayi).
1. Mengecek apakah jarum timbangan menunjukan angka
nol,bila belum mengatur timbangan sebelum digunakan
2. Membuka pakaian bayi
3. Membaringkan bayi diatas timbangan.
4. Melihat angka pada skala timbangan yang menunjukan BB
bayi, catat pada formulir.
5. Menurunkan bayi dari timbangan dan mengenakan
pakaiannya kembali.

MENGUKUR PANJANG BADAN


1. Letakkan alat pengukur panjang badan (infantometer) pada
tempat yang rata dan stabil.
2. Tidurkan bayi pada alat pengukur panjang badan dengan
posisi terlentang,kepala lurus dan menempel pada bagian siku
(infantometer).
3. Luruskan posisi kaki bayi dengan menekan kedua lutut.
4. Baca panjang badan bayi dengan tepat dan catat pada
formulir.
PENGUKURAN ANTROPOMETRI PADA BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur MENGUKUR LINGKAR LENGAN ATAS

1. Menentukan letak ujung pundak dan ujung siku.


2. Meletakan pita pengukur pada ujung pundak sampai
dengan siku dengan posisi tangan dibengkokan 90 °.
1. Menentukan titik tengah lengan.
2. Ukur lingkar lengan dengan cara membaca skala, cata
hasil pengukuran.

MENGUKUR LINGKAR KEPALA

1. Menentukan letak frontalis dan oksipito.


2. Meletakkan pita pengukur dari arah frontalis sampai
dengan oksipito secara melingkar.
1. Ukur lingkar kepala dengan cara membaca skala dan
catat hasil pengkuran.
3. Memberikan informasi kepada keluarga hasil dari hasil
pemeriksaan.
4. Memeberi kesempatan pada keluarga untuk bertanya
tentang hal-hal yang kurang dimengerti.
5. Secara SPOan ucapkan salam perpisahan pada
ibu/keluarga dan ucapkan terima kasih.
6. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.
7. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan.
8. Merapihkan alat-alat yang telah digunakan.
9. Mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk.

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis
MENIMBANG BERAT BADAN BAYI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1
KESDAM V/BRW
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan menimbang berat badan bayi.
Tujuan Mengetahui pertumbuhan bayi sesuai umur
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan pada bayi di
RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur 1. Berikan salam pada klien/ibu dengan SPOan, perkenalkan diri
anda pada mereka.
2. Jelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan yang akan
dilakukan
3. Melakukan anamnese untuk memperoleh data bayi maupun
orangtuanya sesuai dengan formulir yang ada
4. Mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk menimbang
berat badan
5. Mencuci tangan di bawah air yang mengalir dengan sabun
dan dikeringkan dengan handuk kering
6. Memasang kain pengalas pada timbangan (pada pasien bayi )
apakah jarum timbangan menunjukkan angka 0, bila belum
mengatur timbangan sebelum digunakan.
7. Melepaskan pakaian bayi/anak (pakaian yang digunakan
seringan mungkin )
8. Pada pasien bayi membaringkan bayi di atas timbangan
9. Pada pasien anak membantu anak untuk berdiri di atas
timbangan.
10. Menurunkan bayi/anak dari timbangan dan mengenakan
pakaian kembali
11. Memberikan informasi kepada keluarga hasil dari
penimbangan berat bayi
12. Mencatat hasil penimbangan berat badan dan
memasukkan hasil pad KMS
13. Memberi kesempatan pada keluarga bertanya tentang hal-
hal yang kurang dimengerti
14. Memberi penyuluhan pada ibu sesuai dengan
penimbangan berat badan
15. Secara SPOan ucapkan salam perpisahan pada
ibu/keluarga dan ucapkan terima kasih, rapikan alat-alat
seperti semula
16. Mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk kering
Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan
- Pelayanan Medis
MENGUKUR PANJANG BADAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


KESDAM V/BRW 0 1/1
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pengukuran yang dilakukan dari telapak sampai ujung puncak
kepala
Tujuan 1. Mengetahui panjang badan
2. Mengetahui secara dini kelainan pertumbuhan
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelayanan tumbuh
kembang pada bayi /anak di RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Pelaksanaan :
1. Berikan salam pada klien/ibu dengan SPOan,
perkenalkan diri anda pada mereka.
1. Jelaskan tentang tujuan dan prosedur tindakan yang
akan dilakukan.
2. Melakukan anamnese untuk memperoleh data bayi
maupun orangtuanya sesuai dengan formulir yang ada.
3. Mempersiapkan alat-alat yang digunakan untuk
mengukur tinggi badan.
4. Mencuci tangan di bawah air yang mengalir dengan
sabun dan dikeringkan dengan handuk kering.
5. Membaringkan bayi tidur terlentang dengan kedua kaki
diluruskan.
6. Mengukur panjang badan bayi mulai dari ujung kepala
sampai ke kulit ( untuk bayi ).
7. Mengukur tinggi badan anak dengan posisi berdiri tegak
lurus.
8. Merapikan kembali posisi bayi.
9. Menurunkan anak dari alat untuk mengukur tinggi badan.
10. Memberikan informasi kepada keluarga hasil dari
pengukuran tinggi badan.
11. Mencatat hasil pengukuran tinggi badan dan
memasukkan hasil pada KMS.
12. Memberi kesempatan pada keluarga bertanya tentang
hal-hal yang kurang dimengerti.
13. Memberi penyuluhan pada ibu sesuai dengan
pengukuran tinggi badan.
14. Secara SPOan ucapkan salam perpisahan pada
ibu/keluarga dan ucapkan terima kasih, rapikan alat-alat
seperti semula.
15. Mencuci tangan di bawah air mengalir dengan sabun dan
dikeringkan dengan handuk kering.

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis
CARA PEMASANGAN SONDE PADA BAYI

KESDAM V/BRW
RS TK II No. Dokumen No. Revisi Halaman
dr. SOEPRAOEN 1/1
MALANG
Ditetapkan oleh
KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Tanggal Terbit
SPO
Pelayanan Medis

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemasangan sonde adalah pemasangan selang plastic melalui
hidung bayi atau mulut bayi sebagai upaya untuk mengetahui
adanya cairan lambung atau pemberian minum pada bayi yang
sulit minum peroral.
Tujuan 1. Sebagai acuan penerapan pemasangan sonde
2. Pemasangan sonde standart
3. Pelayanan pada pasien efektif
4. Asupan nutrisi enteral dapat tercukupi
Kebijakan Sebagai pedoman dalam melakukan pemasangan alat penduga
lambung
Prosedur 1. Diinformasikan pada orang tua tujuan dan resiko pemasangan
sonde.
2. Tentukan nomorukuran sonde yang akan dipasang,siapkan
alat pelengkap lain spuit, plesterdan hanscon.
3. Ukur sonde melalui hidung,daun telingah kebawah dan ulu
hati ( daerah lambung).
4. Masukkan sonde pelan-pelan.
5. Kontrol sonde sudah masuk atau salah dengan memberikan
udara kedalam lambung melalui spuit yang diisi udara dan
mendengarkan dengan stetoscop yang diletakan di ulu hati
( daerah lambung)
6. Bila sudah benar fiksasi dengan baik
7. Lakukan observasi dan tanggal pemasangan.

Unit Terkait Instal Watnap


PEMBERIAN MINUM PERSONDE

KESDAM V/BRW
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Ditetapkan oleh
KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Tanggal Terbit
SPO
Pelayanan Medis

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memberikan minum/intake peroral melalui sonde
Tujuan Memenuhi kebutuhan nutrisi oral pada bayi yang reflek hisap
dan reflek menelan belum aktif.
Kebijakan Sebagai pedoman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Prosedur 1. Cuci tangan.
2. Pastikan posisi sonde tetap berada dilambung.
3. Aspirasi sonde terlebih dahulu.
4. Pasang spuit sesuai kebutuhan,kemudian masukan susu
pada spuit tsb ,biarkan susu mengalir sampai habis
5. Bilas dengan air matang, kemudian sonde ditutup.
6. Lakukan observasi terhadap muntah, aspirasi
7. Bereskan alat-alat.
8. Cuci tangan.

Unit Terkait - Instal Watnap


- R.bayi
- R. anak
MEMANDIKAN BAYI DENGAN MINYAK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Memandikan bayi dengan mengolesi minyak
Tujuan 1. Membersihkan kulit bayi dari lemak
2. Memberikan rasa nyaman
Kebijakan 1. Dilakukan pada bayi prematur
2. Dilakukan pada bayi baru lahir dengan lemak yang berlebih
Prosedur PERSIAPAN ALAT :
- Minyak secukupnya
- 1 handuk
- Pakaian bayi lebgkap (baju, popok, gurita, sarung tangan,
sarung kaki dan gedong)
- Kapas rebus untuk mata
- Kasa steril
- Minyak telon, bedak
- Kapas basah untuk membersihkan pantat bayi
- Tempat kapas dan baju kotor
- Sisir bayi
- Hand cone
- Masker

PELAKSANAAN :
1. Perawat mencuci tangan dan Memakai hand scone Serta
masker
2. Memberitahu keluarga pasien tentang prosedur tindakan
yang akan dilakukan
3. Mempersiapkan lingkungan pasien
4. Mendekatkan alat kedekat pasien
5. Mempersiapkan pakaian yang akan digunakan
6. Mengangkat bayi dengan perasat garpu
MEMANDIKAN BAYI DENGAN MINYAK
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur 7. Membaringkan bayi di atas meja bayi yang telah dialasi
handuk
8. Membersihkan mata bayi dengan kapas rebus dari ujung
mata ke pangkal hidung
9. Membersihkan mulut bayi dengan kasa yang telah dibasahi
air DTT
10. Menanggalkan pakaian bayi
11. Membersihkan feses bayi (jika ada) dengan kapas yang
sudah dibasahi
12. Membersihkan muka tanpa sabun
13. Membersihkan tubuh bayi dengan kapas/waslap yang telah
dibasahi dengan minyak, dimulai dari: kepala, telinga,
leher,dada, perut, lengan, ketiak, punggung, pantat, kaki
dan terakhir alat kelamin
14. Mengeringkan bayi dengan handuk, sambil memperhatikan
kemungkinan adanya kelainan-kelainan.
15. Pasien/ keluarga diberi penjelasan bahwa tindakan sudah
selesai
16. Pasien dirapikan
17. Alat- alat dirapikan
18. Petugas cuci tangan
19. Mendokumentasikan Tindakan yang telah dilakukan

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis
MEMANDIKAN BAYI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0 1/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Membersihkan bayi dengan cara memandikan
Tujuan 1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2. Memberikan rasa nyaman (segar)
3. Merangsang peredaran darah
4. Mencegah infeksi kulit
Kebijakan 1. Dilakukan 6 jam setelah bayi lahir atau untuk hari berikutnya
dilakukan di pagi dan sore hari
2. Untuk bayi yang dilakukan tindakan fototerapi tetap
dimandikan pagi dan sore hari tidak perlu menunggu
fototerapi selesai
Prosedur Persiapan Alat :
1. Bak mandi bayi berisi 2/3 air hangat
2. Minyak telon dan bedak
3. Sisir bayi
4. Meja/tempat tidur yang lunak dan bersih
5. Kapas mata basah
6. Kasa steril
7. Alkohol 70%
8. Sabun mandi bayi
9. Kapas basah untuk membersihkan pantat bayi
10.Handuk
11.Waslap
12.Pakaian lengkap
13.Tempat pakaian kotor
MEMANDIKAN BAYI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
KESDAM V/BRW 0 2/2
RS TK II
dr. SOEPRAOEN
MALANG
Prosedur Pelaksanaan :
1. Perawat cuci tangan
2. Pasien dan keluarga diberi penjelasan
3. Menyiapkan lingkungan
4. Mengangkat bayi di atas meja
5. Mengamati hidung, telinga dan mata apakah mengeluarkan
kotoran atau tanda-tanda infeksi atau kelainan
6. Membersihkan dengan kapas basah dari arah hidung ke
telinga
7. Melepas pakaian bayi
8. Membersihkan feces bayi (jika ada) dengan kapas basah
9. Meletakkan bayi di atas handuk
10. Membersihkan tubuh bayi dengan sabun yang dimulai dari:
kepala, telinga, leher, dada, perut, lengan, ketiak, punggung,
pantat, kaki dan alat kelamin
11. Membersihkan bayi dalam air hangat secara perlahan-lahan
dan bertahap mulai dari kaki dengan cara mengangkat bayi
dengan kepala diletakkan di pergelangan tangan kiri bagian
dalam, empat jari tangan kiri ditempatkan di ketiak bayi dan
jempol pada bahu kiri, tangan kanan di bawah pantat bayi
12. Menggunakan tangan kanan untuk membersihkan sabun
pada seluruh tubuh di atas meja
13. Mengeringkan bayi dengan handuk
14. Merawat tali pusat dengan membungkus tali pusat bayi
dengan kasa steril yang telah dibasahi dengan betadin
15. Memberikan minyak telon ke tubuh bayi secukupnya
16. Mengenakan popok, gurita dan baju bayi
17. Bungkus bayi dengan menggunakan gedong
18. Pasien/ keluarga diberi penjelasan bahwa tindakan
sudah selesai
19. Pasien dirapikan
20. Alat- alat dirapikan
21. Petugas cuci tangan
22. Mendokumentasikan Tindakan yang telah dilakukan

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis
PEMERIKSAAN GULA DARAH BAYI

KESDAM
V/BRW
No. Dokumen No. Revisi Halaman
RS TK II
1/1
dr.
SOEPRAOEN
MALANG
Ditetapkan oleh
KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Tanggal Terbit
SPO
Pelayanan Medis

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Pemeriksaan gula darah bayi adalah pengembilan darah pada
bayi untuk pemeriksaan gulamelalui pembuluh darah kapiler.
Tujuan Untuk mengetahui kadar gula darah secara cepat
Kebijakan 1. Dilakukan pada bayi/anak secara cepat
2. Dilakukan kalibrasi setiap kali pergantian no. Seri stik
Prosedur 1. Informasikan pada keluaraga tujuan pemeriksaan gula darah.
2. Siapkan alat-alat dan bayi
3. Cuci tangan petugas.
4. Lakukan desinfektan kapas alkohol70% pada tumgkai bayi.
5. Genggam tungkai bayi tusuk dengan langset.
6. Teteskan darah yang keluar kestick glukometer dan tunggu
hasilnya samapai terbaca hasil kadar guladarah pada layar.
Unit Terkait - Instal Watnap
- R.bayi
- R.anak
HISAP LENDIR

KESDAM V/BRW No. Dokumen No. Revisi Halaman


RS TK II 0 1/1
dr. SOEPRAOEN
MALANG
SPO Tanggal Terbit Ditetapkan oleh
Pelayanan KEPALA RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
Keperawatan

dr. BAMBANG BUDI WIRYAWAN, Sp.THT


KOLONEL CKM NRP. 32001
Pengertian Suatu tindakan membersihkan lendir dari mulut dan hidung
Tujuan Membersihkan lendir dari mulut dan hidung untuk membebaskan jalan
nafas
Kebijakan Sebagai pedoman dalam pelayanan penatalaksanaan bayi baru lahir
di RS Tk II dr. Soepraoen.
Prosedur Persiapan alat:
Penghisap lendir, kain kasa, bengkok
Pelaksanaan
1. Memakai sarung tangan steril
2. Bayi ditidurkan terlentang (tetap dibungkus)
3. Ukur slang penghisap lendir dar sudut mulut bayi sampai
ujung telinga bagian bawah
4. Mulut bayi dibuka, jari telunjuk tangan kiri dimasukan sampai
epiglotis untuk menahan lidah anak, tangan kanan
memasukan slang penghisap lendir sejajar dengan jari telunjuk
kiri sampai naso faring
5. Menghisap lendir sampai bersih, juga dirongga mulut dan
hidung (perhatikan tabung penghisap tetap dalam keadaan
tegak)
6. Meletakkan penghisap lendir dalam bengkok
7. Melepaskan sarung tangan dan diletakkan ke dalam bengkok
8. Merapikan bayi
Merapikan alat-alat

Unit Terkait - Instal Watnap / Instal watlan


- Pelayanan Medis