Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala petunjuk dan
karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah ini dengan judul “
Budidaya makanan dari hewani dan nabati “. Makalah ini diajukan sebagai syarat
untuk menyelesaikan tugas mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Makalah
ini memuat pengertian bahan pangan hewani, macam , kandungan serta cara
pengolahanya
Kami menyadari sepenuhnya, tanpa bantuan berbagai pihak, Makalah ini
tidak akan terwujud. Melalui Makalah ini kami mengucapkan banyak terimakasih
atas segala bimbingan dan bantuannya sehingga dalam mengerjakan tugas selesai
tepat pada waktunya
Kami menyadari masih banyak ketidaksempurnaan dalam penyusunan
Makalah ini, oleh karena itu diharapkan kritik maupun saran demi kesempurnaan
Makalah ini. Semoga Makalah ini mendapat ridho dari Allah SWT dan bermanfaat
bagi kita semua.

Kelompok 6

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................. 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 3
A. Latar Belakang .......................................................................................... 3
B. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 3
C. Rumusan Masalah .................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................. 4
A. pengertian bahan pangan hewani dan nabati ........................................... 4
B. Jenis dan Kandungan makanan dari hewani dan nabati............................. 4
C. Karakter....................................................................................................... 5
D. Pengawetan................................................................................................. 5
BAB III PENUTUP .................................................................................................... 8
A. Simpulan ...................................................................................................... 8

BAB I
2
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Secara garis besar, bahan pangan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan
pangan asal tumbuhan (nabati) dan bahan pangan asal hewan (hewani). Bahan nabati adalah
bahan-bahan makanan yang berasal tanaman bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan
yang diolah dari bahan dasar dari tanaman. Contoh bahan nabati antara lain yaitu, manfaat
kelapa biasa maupun kelapa sawit, minyak nabati yang biasa digunakan ialah minyak kelapa
sawit, jagung, zaitun, kedelai, jarak,tengkawang, kacang tanah, kemiri, jagung, jambu mete, biji
kapas, coklat, kelapa, manfaat buah apukat yang dapat meningkatkan lemak lipid pada tubuh
manusia, dan masih banyak contoh bahan nabati yang lainnya. Adapun bahan pangan hewani
merupakan bahan-bahan makanan yang berasal dari hewan atau olahan yang bahan dasarnya
dari hasil hewan. Contoh bahan hewani antara lain yaitu susu sapi, telur, ikan, daging, dan
masih banyak contoh bahan hewani yang lainnya.
Sebagaimana kita tahu, bahwa segala macam benda tersusun dari materi. Dalam
kehidupan sehari-hari kita menggunakan istilah bahan kimia untuk materi. Jadi, sebenarnya,
segala sesuatu terdiri dari bahan kimia. Bahan kimia tersebut juga dapat berguna untuk bahan-
bahan pembersih. Produk Pembersih adalah bahan yang berfungsi untuk membantu
mengangkat dan melarutkan kotoran yang melekat pada suatu benda. Kita dapat
mengelompokkan bahan kimia sebagai pembersih berdasarkan kemasannya masing-masing.
Bahan kimia utama dalam pembersih sering disebut sebagai bahan aktif. Bahan aktif ini
berfungsi sebagai surfaktan. Selain bahan kimia utama tersebut tentu saja masing-masing
produk pembersih mendapatkan tambahan bahan-bahan yang dapat mengoptimalkan fungsi
produk tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya air, aroma, pengental, alkohol,
garam dapur, minyak atsiri, mineral, bahan pencemerlang, bahan untuk mempertahankan
warna, penguat (builder), pelembut, pewarna, pewangi, pengawet, dan sebagainya.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan Makalah ini yaitu :

1. Menambah ilmu dan wawasan mengenai bahan pangan hewani dan cara pengelolaan bahan
hewani

2. Sebagai tolok ukur ketika ingin mendirikan usaha pengelolaan makanan.

C. Rumasan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini yaitu :
1. Pengertian bahan pangan hewani
2. Jenis jenis bahan pangan hewani
3. Kandugan bahan pangan hewani

BAB II
3
PEMBAHASAN

A. pengertian bahan pangan hewani dan nabati


Bahan pangan (makanan) dibagi menjadi dua yaitu bahan pangan nabati dan hewani.
Bahan nabati adalah bahan makanan yang berasal dan diolah dari bahan dasar tanaman. Jadi
bahan-bahan yang didapatkan dari bagian yang ada pada tanaman entah itu buah, batang, daun
atau akarnya termasuk dalam bahan nabati.

Sedangkan bahan pangan hewani adalah bahan makanan yang berasal dan diolah dari
hewan. Tidak hanya dari dagingnya, produk lainnya yang didapatkan dari hewan seperti telur,
susu dan lainnya termasuk dalam bahan pangan hewani.

B. Jenis dan Kandungan makanan dari hewani dan nabati

1. Bahan pangan Hewani

Daging, Proteinnya sangat tinggi dan mudah dicerna dibandingkan dengan protein
dari sumber nabati, dan di daging terdapat pula kandungan asam amino esensial
yang lengkap serta beberapa kandungan vitamin dan mineral. Komposisi daging
relatif mirip satu sama lain, terutama kandungan proteinnya yang berkisar 15-20
persen dari berat bahan.
Telur, Menurut pusat kesehatan.blog, telur merupakan makanan yang bergizi, 15
persen terdiri dari protein, 10 persen dari lemak, dan 1 persen dari garam mineral
serta vitamin, sedangkan 74 persen air. Karena mengandung banyak protein maka
makanan ini merupakan bahan pembentuk tubuh yang baik dan bergizi
Ikan, ikan mengandung 18 persen protein terdiri dari asam-asam amino esensial
yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 persen lemak
yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh.
Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah. Ikan juga mengandung
beberapa vitamin dan mineral yang sangat tinggi seperti vitamin A, vitamin D,
thiamin, riboflavin, niacin, kalsium, magnesium, phosphor, iodium, fluor, zat besi,
copper, zinc, dan selenium.

2. Bahan Pangan Nabati

Kedelai.Kedelai termasuk tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar pembuatan


tahu, dan tempe. Kedelai mengandung kadar protein yang tinggi. Untuk mendapatkan
asupan protein nabati dari kedelai, bisa dengan mengonsumsi produk olahannya, seperti
tahu, tempe, dan susu kedelai.
Gandum. Gandum atau yang juga dikenal dengan terigu juga termasuk sumber protein
nabati. Protein yang terdapat pada gandum terdiri dari asam amino esensial (protein yang

4
tidak dapat dibentuk oleh tubuh) dan asam amino nonesensial. Gandum biasa digunakan
sebagai bahan baku roti.
kacang-kacangan Bahan makanan berikutnya yang mengandung protein tinggi yaitu kacang-
kacangan. Berbagai jenis kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang tunggak, dan
kacang merah bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan asupan protein.
Brokoli.Sumber protein nabati berikutnya yaitu brokoli. Dengan mengonsumsi 100 kalori
brokoli, maka tubuh akan mendapatkan asupan 7 gram protein dan 10 gram serat.
Bayam.Selain brokoli, sayuran yang juga mengandung protein adalah bayam. Bayam
memang mengandung protein, namun tidak begitu banyak. Tetapi, bayam mengandung
nutrisi lainnya yang penting untuk tubuh.

C. Karakter

1. Bahan Pangan Hewani

a. Bahan pangan hewani memiliki daya simpan yang jauh lebih pendek daripada bahan pangan
nabati bila dalam keadaan segar (kecuali telur). Pendeknya daya simpan ini terkait dengan
struktur jaringan hasil hewani dimana bahan pangan hewani tidak memiliki jaringan
pelindung yang kuat dan kokoh sebagaimana pada hasil tanaman.
b. Bahan pangan hewani bersifat lunak dan lembek sehingga mudah terpenetrasi oleh faktor
tekanan dari luar.
c. Karakteristik masing-masing bahan pangan hewani sangat spesifik sehingga tidak bisa
digeneralisasi
d. Bahan pangan hewani pada umumnya merupakan sumber protein dan lemak dan bahan
pangan nabati merupakan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan protein.
Berdasarkan hal di atas maka pengolahan menjadi penting

2. Bahan Pangan Nabati

a. Tekstur
Berdasarkan teksturnya, sifat fisik bahan nabati di kelompokan menjadi 5.
b. Pigmen atau Warna
Bahan pangan nabati mengandung pigmen yang menjadi sumber warna bagi bahan
makanan tersebut. Pigmen ini secara alami terdapat dalam bahan pangan.
c. Rasa
Dari rasa nya bahan pangan nabati dapat di bedakan dalam beberapa kategori:
· Bahan pangan nabati berasa manis, contohnya: beberapa jenis buah seperti pepaya, pear,
plum,
· Bahan pangan nabati berasa asem, contohnya: asem jawa, markisa, jeruk, dll
· Bahan pangan nabati berasa pahit, contohnya: Pare, bangsa temu-temuan, sawi pahit

D. Pengawetan

5
1. Bahan Pangan Hewani

a.Pendinginan

Pendiginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan bahan yaitu -2
sampai +10 0 C. Cara pengawetan dengan suhu rendah lainya yaitu pembekuan. Pembekuan
adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku yaitu pada suhu 12 sampai -24 0 C.
Pembekuan cepat (quick freezing) di lakukan pada suhu -24 sampai -400 C. Pendinginan
biasanya dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau minggu tergantung
pada macam bahan panganya, sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan pangan
untuk beberapa bulan atau kadang beberapa tahun. Perbedaan lain antara pendinginan dan
pembekuan adalah dalam hal pengaruhnya terhadap keaktifan mikroorganisme di dalam bahan
pangan. Penggunaan suhu rendah dalam pengawetan pangan tidak dapat membunuh bakteri,
sehingga jika bahan pangan beku misalnya di keluarkan dari penyimpanan dan di biarkan
mencair kembali (thawing), pertumbuhan bakteri pembusuk kemudian berjalan cepat kembali.
Pendinginan dan pembekuan masing-masing juga berbeda pengaruhnya terhadap rasa, tekstur,
nilai gizi, dan sifat-sifat lainya. Beberapa bahan pangan menjadi rusak pada suhu penyimpangan
yang terlalu rendah.

b.Pengeringan

pengeringan adalah suatu cara untuk mengeluarkan atau mengilangkan sebagian air dari
suatu bahan dengan menguapkan sebagian besar air yang di kandung melalui penggunaan
energi panas. Biasanya, kandungan air bahan tersebut di kurangi sampai batas sehingga
mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya. Keuntungan pengeringan adalah bahan
menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil sehingga mempermudah dan
menghemat ruang pengangkutan dan pengepakan, berat bahan juga menjadi berkurang
sehingga memudahkan transpor, dengan demikian di harapkan biaya produksi menjadi lebih
murah. Kecuali itu, banyak bahan-bahan yang hanya dapat di pakai apabila telah di keringkan,
misalnya tembakau, kopi, the, dan biji-bijian. Penyedotan uap air ini daoat juga di lakukan
secara vakum. Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan terjadi pada setiap
tempat dari bahan tersebut, dan uap air yang di ambil berasal dari semua permukaan bahan
tersebut. Factor-faktor yang mempengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan
benda, suhu pengeringan, aliran udara, tekanan uap di udara, dan waktu pengeringan.

c.Pengemasan

Pengemasan merupakan bagian dari suatu pengolahan makanan yang berfungsi untuk
pengawetan makanan, mencegah kerusakan mekanis, perubahan kadar air. Teknologi
pengemasan perkembangan sangat pesat khususnya pengemas plstik yang dengan drastic
mendesak peranan kayu, karton, gelas dan metal sebagai bahan pembungkus primer.

d.Pengalengan

6
Namun, karena dalam pengalengan makanan digunakan sterilisasi komersial (bukan
sterilisasi mutlak), mungkin saja masih terdapat spora atau mikroba lain (terutama yang bersifat
tahan terhadap panas) yang dapat merusak isi apabila kondisinya memungkinkan. Itulah
sebabnya makanan dalam kaleng harus disimpan pada kondisi yang sesuai, segera setelah
proses pengalengan selesai.

e.Penggunaan bahan kimia

Bahan pengawet dari bahan kimia berfungsi membantu mempertahankan bahan makanan dari
serangan makroba pembusuk dan memberikan tambahan rasa sedap, manis, dan pewarna.
Contoh beberapa jenis zat kimia : cuka, asam asetat, fungisida, antioksidan, in-package
desiccant, ethylene absorbent, wax emulsion dan growth regulatory untuk melindungi buah dan
sayuran dari ancaman kerusakan pasca panen untuk memperpanjangkesegaran masam
pemasaran. Nitogen cair sering digunakan untuk pembekuan secara tepat buah dan sayur
sehinnga dipertahankan kesegaran dan rasanya yang nyaman.

f.Pemanasan

penggunaan panas dan waktu dalam proses pemanasan bahan pangan sangat
berpengaruh pada bahan pangan. Beberapa jenis bahan pangan seperti halnya susu dan kapri
serta daging, sangat peka terhadap susu tinggi karena dapat merusak warna maupun rasanya.
Sebaliknya, komoditi lain misalnya jagung dan kedelai dapat menerima panas yang hebat
karena tanpa banyak mengalami perubahan. Pada umumnya semakin tinggi jumlah panas yang
di berikan semakin banyak mikroba

g.Teknik fermentasi

Fermentasi bukan hanya berfungsi sebagai pengawet sumber makanan, tetapi juga
berkhasiat bagi kesehatan. Salah satumya fermentasi dengan menggunakan bakteri laktat pada
bahan pangan akan menyebabkan nilai pH pangan turun di bawah 5.0 sehingga dapat
menghambat pertumbuhan bakteri fekal yaitu sejenis bakteri yang jika dikonsumsi akan
menyebabkanakan muntah-muntah, diare, atau muntaber.

h.Teknik Iradiasi

Iradiasi adalah proses aplikasi radiasi energi pada suatu sasaran, seperti pangan.
Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi
radiasi secara sengaja dan terarah. Sedangkan menurut Winarno et al. (1980), iradiasi adalah
teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber iradiasi
buatan.

2. Bahan Pangan Nabati

7
a. Pengawetan makanan dengan teknik diasinkan
Kacang Tanah
Asam Sunti
b. Teknik pengawetan makanan dengan dikeringkan
Kerupuk Opak
Kerupuk Empang
c. Teknik pengawetan makanan dengan diasap
d. Teknik pengawetan makanan dengan manisan
Manisan mangga
Manisan pala

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pengertian bahan pangan hewani dan nabati serta pengolahannya. Secara garis besar,
bahan pangan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu bahan pangan asal tumbuhan (nabati)
dan bahan pangan asal hewan (hewani). Bahan pangan nabati adalah bahan-bahan makanan
yang berasal tanaman bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan yang diolah dari bahan
dasar dari tanaman. Bahan pangan hewani merupakan bahan-bahan makanan yang berasal dari
hewan atau olahan yang bahan dasarnya dari hasil hewan. Kedua bahan pangan ini memiliki
karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan penanganan dan pengolahan yang beberda
pula.
Dari penjabaran diatas adalah contoh-contoh bagaimana cara mengolah makanan dari
bahan hewani untuk dapat dikonsumsi oleh manusia, selain memiliki rasa yang lezat makan
yang diolah juga masih terjamin nilai gizi yang terkandung didalam bahan-bahan hewani
tersebut. Fungsi makan yang dikonsumsi yaitu menghasilkan energi untuk kelangsungan
aktivitas,mengganti sel-sel tubuh yang telah usang atau rusak,pertumbuhan tubuh, sebagai zat
pelindung dalam tubuh