Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Kesehatan Bina Husada

KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN MAKANAN


DARI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PROVINSI
SUMATERA SELATAN TAHUN 2018

Oleh
Karmila dan Yusnilasari
1
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang
Email : zaafiramahira@gmail.com
2
Dosen Tetap Program StudiKesehatan Masyarakat STIK Bina Husada Palembang
Email : ynsari@gmail.com

ABSTRAK.

Keberhasilan suatu pelayanan gizi antara lain dikaitkan dengan daya terima pasien terhadap makanan yang disajikan, sehingga
merupakan salah satu cara penentuan dari evaluasi dan dapat dipakai sebagai indicator keberhasilan pelayanan gizi. Jika
penerapan mutu pelayanan gizi tercapai dengan baik, akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil studi
pendahuluan diketahui bahwa 6 dari 10 pasien rawat inap (60%) merasa tidak puas pada menu makanan dan sisa makanan lebih
dari 50% dari makanan yang disajikan di Rumah Sakit Khusus Paru provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk
diketahuinya kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi
Sumatera Selatan Tahun 2018. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam
penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 30 orang yang merupakan pasien rawat
inap. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dengan Uji Chi Square (α = 0,05).
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 20 Juli Tahun 2018 bertempat di Rawat Inap Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi
Sumatera Selatan. Hasil penelitian didapatkan masing-masing variabel independen terhadap kepuasan pasien rawat inap adalah
variasi menu makanan (p = 0,004), cita rasa makanan (p = 0,001), sikap petugas (p = 0,047). Simpulan dari hasil penelitian ini
adalah ada hubungan antara variasi menu makanan, cita rasa makanan dan sikap petugas instalasi gizi terhadap kepuasan pasien
rawat inap di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018. Saran untuk penelitian ini adalah meningkatkan
mutu pelayanan gizi di Rumah sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan.

Kata Kunci : Kepuasan Pasien, Variasi menu makanan, Cita rasa makanan, dan Sikap petugas

ABSTRACT

The success of a nutrition service is, among others, associated with the patient's acceptance of the food served, so that it is one
of the ways of determining the evaluation and can be used as an indicator of the success of nutrition services. If the application
of nutritional service quality is well achieved, it will greatly affect patient satisfaction. The preliminary results revealed that 6
out of 10 inpatients (60%) were dissatisfied with the food menu and over 50% of food leftovers from food served at the
Pulmonary Special Hospital of South Sumatra Province. This study aimed at finding out the satisfaction of inpatients for food
services from nutritional installations of Pulmonary Special Hospital of South Sumatra Province in 2018. The design of this
study was a comparative analytic survey with a cross sectional approach, the sample in this study was selected using accidental
sampling technique totaling 30 people who were inpatients. Data collection through interviews using questionnaires. Data
analysis with Chi Square Test (p - value = 0.05). This research was carried out on 1 July - 20 July 2018 at Inpatient room of
Pulmonary Special Hospital in South Sumatra Province. The results of the study showed that each of the independent variables
on the satisfaction of inpatients was the variation of food menu (p=0.004), the taste of food (p=0.001), the attitude of personnel
(p=0.0047). The conclusions from the results of this study were that there was a relationship between variations in food menu,
taste of food and attitudes of nutrition installation personnel towards inpatient satisfaction at Pulmonary Special Hospital in
South Sumattra Province in 2018. Suggestion for this research was to improve the quality of nutrition services in a Pulmonary
Special Hospital of South Sumatera Province.

Keywords: Patient Satisfaction, Variation in food menu, Taste of food, and The Attitude of personnel

I PENDAHULUAN menyampaikan kepercayaan, pelayanan administrasi


1.1 Latar Belakang yang cepat dan tepat, layanan produk sesuai perjanjian
Makanan adalah bahan selain obat yang atau SOP, tersedianya sarana dan prasarana yang
mengandung zat-zat gizi dan atau unsure-unsur ikatan memadai, biaya terjangkau, tepat waktu, dan
kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, memuaskan.
yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh (Irianto, Penyelenggaraan makanan rumah sakit adalah
2014). suatu rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan menu
Kualitas pelayanan merupakan salah satu hal sampai dengan pendistribusian makanan kepada
penting yang harus diperhatikan oleh pihak perusahaan konsumen, dalam rangka pencapaian status kesehatan
atau rumah sakit, dapat dilaksanakan yang optimal melalui pemberian diit yang tepat
dengan berbagai cara, antara lain : sikap sopan santun (Kemenkes RI, 2013).
serta keramahan karyawan yang berhubungan langsung Dalam Standar Pelayanan Minimal Rumah
dengan konsumen dan kemampuannya untuk Sakit, ditetapkan bahwa indikator Standar Pelayanan

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 1
Jurnal Kesehatan Bina Husada

Minimal Gizi meliputi ketepatan waktu pemberian Inap Terhadap Pelayanan dan Menu Makanan yang
makanan kepada pasien (100%), sisa makanan yang Disajikan Karyawan Instalasi Gizi Rumah sakit Khusus
tidak dihabiskan oleh pasien (20%) dan tidak ada Paru Provinsi Sumatera Selatan”.
kesalahan pemberian diet (100%).
Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Selatan 1.2 Tujuan Penelitian
merupakan Rumah Sakit Provinsi yang sudah 1.2.1 Tujuan Umum
menyediakan pelayanan 24 jam, selain itu terdapat juga Diketahuinya kepuasan pasien rawat inap
poli rawat jalan, yang terdiri dari poli umum, poli terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi Rumah
spesialis paru, poli spesialis anak, poli spesialis Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan.
penyakit bedah, poli TB, poli MDR, poli gizi,poli MCU 1.2.2 Tujuan Khusus
dan poli berhenti merokok. Adanya ruang rawat inap 1) Diketahuinya distribusi frekuensi variasi menu
dan Instalasi gizi menjadikan rumah sakit menjadi lebih makanan, ketepatan cita rasa makanan, sikap
lengkap untuk menjadi pelayanan yang lebih optimal. petugas, dan kepuasan pasien di Instalasi gizi
Rumah Sakit Khusus Paru ini mempunyai 33 tempat Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera
tidur, jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit ini Selatan.
setiap hari rata-rata delapan orang pasien, dengan 2) Diketahuinya hubungan variasi menu makanan
diagnosis yang berbeda-beda. Beberapa pasien ada terhadap kepuasan pasien rawat inap dari
yang menggunakan jaminan BPJS, Jamsoskes, KIS, instalasi gizi Rumah Sakit Khusus Paru
dan Umum.Untuk pelayanan pasien yang di dapat dari Provinsi Sumatera Selatan.
Instalasi Gizi berupa makan utama pasien, air minum 3) Diketahuinya hubungan ketepatan cita rasa
pasien, dan pemberian snack pasien. makanan terhadap kepuasan pasien rawat inap
Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa dari instalasi gizi Rumah Sakit Khusus Paru
6 dari 10 pasien rawat inap (60%) merasa tidak puas Provinsi Sumatera Selatan.
pada menu makanan yang disajikan di Rumah Sakit 4) Diketahuinya hubungan sikap petugas Instalasi
Khusus Paru provinsi Sumatera Gizi terhadap kepuasan pasien rawat inap
Selatan.Permasalahannya adalah pasien merasa Rumah sakit Khusus Paru provinsi Sumatera
makanan yang disajikan kurang enak, menurut pasien Selatan.
makanan tidak ada rasanya (hambar), menunya kurang
bervariasi.Sehingga sisa makanan yang dihasilkan rata- 1.3 Manfaat Penelitian
rata lebih dari 50%. 1.3.1 Bagi Rumah Sakit
Alasan dipilihnya Rumah sakit Khusus Paru Memberikan bahan masukan bagi
Sumatera Selatan sebagai tempat penelitian sebab penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit Khusus
Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera Selatan ini Paru Provinsi sumatera Selatan, untuk mendapatkan
merupakan rumah sakit yang kini sedang berkembang pelayanan dan menu makanan yang maksimal.
dan banyak dikunjungi oleh beberapa pasien khususnya 1.3.2 Bagi STIK Bina Husada
pasien Tuberculosis maupun pasien umum, khususnya Bahan masukan dan informasi bagi masyarakat
wilayah Palembang, sehingga rumah sakit ini atau konsumen untuk mendapatkan pelayanan dan
membutuhkan bantuan untuk mengukur tingkat kualitas menu makanan yang baik.
kepuasan pasien rawat inap dalam pelayanan dan menu 1.3.3 Bagi Peneliti
makanan yang di sajikan oleh instalasi gizi agar rumah Menambah pengetahuan dan wawasan serta
sakit tetap memberikan pelayanan yang sempurna dan pengalaman penelitian dibidang kesehatan sehubungan
tetap berkembang dengan memuaskan pasien. dengan penyelenggaraan makanan di rumah sakit.
Penelitian terkait yang dilakukan oleh
Nareswara pada tahun 2017 yang berjudul Hubungan 2. METODE PENELITIAN
kepuasan pasien dari kualitas makanan Rumah Sakit Desain penelitian ini adalah survey analitik
dengan sisa makanan di RSUD kota Semarang, dengan dengan pendekatan cross sectional, sampel
menggunakan desain penelitian metode analitik dalam penelitian ini dipilih dengan
diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan teknik accidental sampling yang
semua pasien dibangsal RSUD kota Semarang berjumlah 30 orang yang merupakan pasien
sebanyak 54 pasien dan pengambilan sampel rawat inap. Pengumpulan data melalui
menggunakan tekhnik random sampling. Dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Analisis
penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan data dengan Uji Chi Square (α = 0,05).
antara kepuasan pasien terhadap penampilan makanan Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 – 20
dengan sisa makanan dan tidak ada hubungan antara Juli Tahun 2018 bertempat di Rawat Inap
kepuasan pasien terhadap rasa dan variasi menu dengan Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera
sisa makanan. Selatan.
Dengan adanya yang sudah dipaparkan, maka
timbul pertanyaan pada penulis yaitu sejauh mana
kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan dan
menu makanan yang disajikan karyawan instalasi gizi 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Rumah Sakit khusus Paru Sumatera Selatan. Untuk itu 3.1 Hubungan variasi menu makanan terhadap
penulis ingin meneliti tentang “Kepuasan Pasien Rawat kepuasan pasien rawat inap

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 2
Jurnal Kesehatan Bina Husada

Tabel 3.1 Tabel 3.2


Hubungan Variasi Menu Makanan terhadap Hubungan KetepatanCita Rasa Makanan
Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap
Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan di Rumah Sakit Khusus Paru
Tahun 2018 Provinsi Sumatera Selatan
Variasi
Kepuasan Pasien
ρ Tahun 2018
Tidak Total OR
No Menu Puas value Kepuasan Pasien
Makanan Puas
Ketepatan ρ
n % n % n % Tidak Total OR
No Cita Rasa Puas value
Puas
1 Bervariasi 17 81,0 4 19,0 21 100 Makanan
n % n % n %
Tidak 0,004 14,875 1 Ya 18 81,1 4 18,2 22 100
2 2 22,2 7 77,8 9 100 31,
Bervariasi 0,001
2 Tidak 1 12,5 7 87,5 18 100 50

Total 19 63,3 11 36,7 30 100 Total 19 100 11 100 30 100

Sumber :Penelitian Karmila Tahun 2018


Sumber :Penelitian Karmila Tahun 2018
hasil uji statistik ρ
Berdasarkan tabel 3.1 didapatkan
Berdasarkan tabel 3.2 didapatkan hasil uji
value = 0,004, ini berarti ada hubungan yang bermakna statistik ρ value = 0,001 ini berarti ada hubungan yang
antara variasi menu makanan terhadap kepuasan pasien bermakna antara cita rasa makanan terhadap kepuasan
rawat inap di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi pasien rawat inap di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi
Sumatera Selatan tahun 2018 dari hasil analisis Sumatera Selatan tahun 2018 dari hasil analisis
diperoleh pula nilai OR = 14,875, artinya menu diperoleh nilai OR = 31,50, artinya ketepatan cita rasa
makanan yang bervariasi berpeluang 14,875 kali untuk “ya” berpeluang 31,50 kali untuk membuat pasien
membuat pasien merasa puas terhadap pelayanan merasa puas terhadap pelayanan makanan
makanan dibandingkan dengan menu makanan yang dibandingkan dengan ketepatan cita rasa yang “tidak’.
tidak bervariasi. Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji
Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-Square didapatkan p-value = 0,001 lebih kecil dari
Chi-Square, didapatkan p-value = 0,004 lebih kecil 0,05 yang menunjukkan hipotesis ditolak, ini berarti
dari 0,05 yang menunjukkan hipotesis ditolak, ini ada hubungan antara cita rasa makanan terhadap
berarti ada hubungan antara variasi menu makanan kepuasan pasien rawat inap.
terhadap kepuasan pasien rawat inap. Menurut Kemenkes (2013), cita rasa (aroma,
Menurut Nareswara, (2017), Variasi menu suhu, penampilan, rasa dan tekstur) adalah hidangan
yang ada di Rumah Sakit tidak membuat pasien merasa yang dapat diterima atau sesuai dengan dietnya. Aspek
puas, ditunjukkan dari sebagian besar pasien merasa utama dalam makanan adalah penampilan makanan
tidak puas akan variasi menu. Makanan kurang sewaktu dihidangkan dan rasa makanan saat di makan.
bervariasi menyebabkan pasien tidak berselera untuk Kedua aspek tersebut sama pentingnya untuk
mengkonsumsinya. diperhatikan agar betul-betul dapat menghasilkan
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hasil makanan yang memuaskan.
penelitian Nareswara, (2017) yang menyatakan bahwa Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil
tidak ada hubungan antara variasi makanan yang penelitian yang dilakukan oleh Nurqisthty, Andriani,
disajikan di RSUD kota Semarang dengan sisa Muniroh, (2016) yang menyatakan bahwa ada
makanan (p-value = 0,728). hubungan yang bermakna antara cita rasa makanan
Berdasarkan hasil penelitian, teori dan hasil dengan kepuasan makanan.
penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa Berdasarkan hasil penelitian, teori dan hasil
ketidakpuasan pasien terhadap variasi menu makanan penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa
di Instalasi Gizi Rumah Sakit Khusus paru Provinsi ketidakpuasan pasien terhadap cita rasa makanan dari
Sumatera Selatan lebih pada hal yang berkaitan dengan Instalasi gizi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi
tidak adanya buah pada saat pemberian makan pagi. Sumatera Selatan kemungkinan disebabkan karena
Sehingga pasien merasa kurang bervariasi atau dengan pasien mengalami perubahan/ gangguan indra perasa
kata lain tidak lengkap pada menu yang disajikan oleh yang diakibatkan karena sakit yang diderita pasien,
Instalasi gizi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi mengingat pasien dalam kondisi penyakit yang
Sumatera Selatan. berbeda-beda, namun dalam penelitian ini tidak
mengamati jenis penyakit yang diderita oleh pasien,
melainkan hanya mempertimbangkan jenis diet pasien.

3.3 Hubungan sikap petugas instalasi gizi


terhadap kepuasan pasien rawat inap
3.2 Hubungan ketepatan cita rasa makanan
terhadap kepuasan pasien rawat inap Tabel 3.3

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 3
Jurnal Kesehatan Bina Husada

Hubungan Sikap Petugas Instalasi Gizi Terhadap 4. SIMPULAN DAN SARAN


Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit 4.1 Simpulan
Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 4.1.1 Distribusi frekuensi menu makanan yang
2018 bervariasi (70,0%), cita rasa makanan
Kepuasan Pasien enak (73,3%), sikap petugas instalasi gizi
ρ
Sikap Tidak Total OR
No Puas value
Petugas Puas baik (83,3%), dan pasien merasa puas
n % n % n %
1 Baik 18 72 7 28 25 100 (63,3%).
2
Tidak
1 20 4 80 5 100
0,0471 10,286 4.1.2 Ada hubungan antara variasi menu
Baik
Total 19 100 11 100 30 100 makanan terhadap kepuasan pasien rawat
Sumber :Penelitian Karmila Tahun 2018 inap di Rumah Sakit Khusus Paru
Berdasarkan tabel .3.3 didapatkan hasil uji Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018.
statistic ρ value = 0,047, ini berarti ada hubungan yang 4.1.3 Ada hubungan antara cita rasa makanan
bermakna antara sikap petugas instalasi gizi terhadap terhadap kepuasan pasien rawat inap di
kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Khusus Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi
Paru Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 dari hasil Sumatera Selatan tahun 2018.
analisis diperoleh nilai OR = 10,286, artinya sikap 4.1.4 Ada hubungan antara sikap petugas
petugas yang baik berpeluang 10,286 kali untuk instalasi gizi terhadap kepuasan pasien
membuat pasien merasa puas terhadap pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Khusus Paru
dibandingkan denangan sikap yang tidak baik. Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018.
Hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi-
Square didapatkan p-value = 0,047 lebih kecil dari 0,05 4.2 Saran
yang menunjukkan hipotesis ditolak, ini berarti ada Berdasarkan simpulan yang ada, maka saran
hubungan terhadap kepuasan pasien rawat inap. dari peneliti sebagai berikut :
Menurut Eagly & Chaiken (1993) dalam Dewi 4.2.1 Bagi Rumah Sakit
dan Wawan (2010), mengemukakan bahwa sikap dapat Diharapkan Instalasi Gizi Rumah Sakit
diposisikan sebagai hasil evaluasi terhadap objek sikap, Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan lebih
yang di ekspresikan ke dalam proses-proses kognitif, meningkatkan mutu pelayanan terutama pada
afektif dan prilaku. variasi menu makanan dan cita rasa makanan.
Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil 4.2.2 Bagi STIK Bina Husada
penelitian yang dilakukan oleh Prasetyani, (2016) yang Diharapkan perbanyak praktek lapangan,
menyatakan bahwa ada hubungan antara sikap dan kerjasama dengan instansi terkait di bidang
pramusaji dengan kepuasan pasien dengan nilai p- kesehatan.
value = 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut juga didukung 4.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya
oleh hasil penelitian Dewi, Andriani, (2017) yang Diharapkan akseptor lebih
mengemukakan bahwa aspek pelayanan petugas mengutamakan mutu pelayanan khususnya pada
pengantar makanan baik pada penyelenggaraan cita rasa makanan dan variasi menu makanan.
makanan sistem outsourcing maupun swakelola,
mayoritas responden menyatakan puas. Sikap petugas
pengantar makanan yang menyenangkan dan dan suka DAFTAR PUSTAKA
membantu dapat menjadi elemen penting dalam
peningkatan kepuasan makan pasien karena melalui Dewi Susila Rusdiana dan Adriani Merryana. 2017.
pelayanan petugas terjalin komunikasi yang Perbedaan Kepuasan Pasien Terhadap
menghubungkan langsung dengan keadaan pasien Makanan dengan Sistem Penyelenggaraan
mengenai penilaiannya terhadap pelayanan makanan. Outsourcing dan Swakelola di RS Islam
Berdasarkan hasil penelitian, teori dan hasil Jemursari Surabaya. Research Study,
penelitian terkait peneliti berpendapat bahwa V1.13.2017.209-219.[Skripsi] (online).
ketidakpuasan pasien terhadap sikap petugas dari (http://eprint.uny.ac.id, diakses 26 April 2018,
Instalasi Gizi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi jam 21.00 wib).
Sumatera Selatan kemungkinan disebabkan karena
petugas Instalasi gizi kurang ramah, sehingga pasien Irianto Koes. 2017.
merasa kurang puas terhadap pelayanan terutama sikap Pedoman Gizi Lengkap Keluarga &
petugas instalasi gizi di Rumah Sakit Khusus Paru Olahragawan. CV. Andi Offset : Yogyakarta.
Provinsi Sumatera Selatan. Sikap penyaji makanan
tidak hanya pada caranya menyajikan tetapi dengan Irianto Koes. 2014.
kerapian dan kebersihan menjadi penting, dan juga Gizi Seimbang dalam Kesehatan Reproduksi.
menjadi salah satu indikator pelayanan gizi di Rumah Alfabet : Bandung
sakit sehingga dapat membuat pasien merasa puas.
Kepuasan pasien karena mereka merasa senang KemenKes RI. 2013.
terhadap sikap penyaji sehingga nafsu mereka untuk Pedoman PGRS (PelayananGiziRumahSakit).
makanan tidak terganggu karna sikap penyaji makanan Kementrian KesehatanRI : Jakarta.
itu.
Angelina Swaninda Nareswara. 2017.

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 4
Jurnal Kesehatan Bina Husada

Hubungan Kepuasan Pasien dari Kualitas


Makanan Rumah Sakit dengan Sisa Makanan di
RSUD Kota Semarang. Jurnal Ilmu Gizi
Indonesia, Vol. 01 No. 01 Agustus
2017..[Skripsi] (online).
(http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id, diakses 26
Maret 2018, jam 21.00 wib).

Nurqisthy Amanda; Adriani Merryana; Muniroh


Lailatul. 2016.
Hubungan Kepuasan Pelayanan Makanan
dengan Tingkat Kecukupan Energi dan Protein
di Rumah Sakit Universitas Airlangga
Surabaya. Media Gizi Indonesia, Vol. 1 No. 01
Januari-Juni 2016. [Skripsi] (online).
(http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id, diakses 26
Maret 2018, jam 21.30 wib).

Wawan A.Dewi M. 2010.


Teori & Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan
Perilaku Manusia. Nuha Medika : Yogyakarta.

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 5
Jurnal Kesehatan Bina Husada

Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan makanan dari instalasi gizi……… Karmila 6