Anda di halaman 1dari 6

Metodologi Penelitian

Laporan Critical Journal Review

Oleh:

Nama : Novia G Siagian


NIM : 4163141034
Kelas : Pendidikan Biologi C 2016

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
A. IDENTITAS JURNAL

Jurnal 1 Jurnal 2 Jurnal 3

Judul The effect of gifted Pengaruh Model Pengembangan


students’ creative Problem Based Modul Pembelajaran
problem solving Learning (PBL) Biologi Berbasis
program on creative Berbasis Scientific Hybrid Learning
thinking Approach terhadap Untuk Meningkatkan
Hasil Belajar Biologi Kemampuan Berpikir
Siswa Kelas X Di Kritis Dan Hasil
SMA N 2 Belajar Siswa Kelas
Banguntapan T.A. XI
2014 / 2015

Jenis Jurnal Social and Behavioral Bioedukasi Skripsi Pedidikan


Sciences

Volume/ No/ -/-/- Volume 8/ Nomor 2/ -/-/-


Halaman hal 42-47

Identitas 116 (2014) 3722 – ISSN: 1693-2654 -


3726

Tahun 2014 2015 2013

Penulis Sakarya University, Dian Noviar, Dwi Herwim Enggar


Faculty of Education, Reni Hastuti, Pratiwi1, Hadi
Hendek Sakarya Pendidikan Biologi Suwono2, Nursasi
54300, Turkey UIN Sunan Kalijaga Handayani2Jurusan
Yogyakarta Biologi, FMIPA,
Universitas Negeri
Malang

B. LATAR BELAKANG
Guru dalam konteks pendidikan mempunyai peranan yang besar sehingga menuntut guru
mempunyai strategi dan kreativitas dalam proses belajar mengajar. Tuntutan dari
kurikulum adalah siswa dan guru harus lebih aktif. Siswa harus aktif dalam kegiatan belajar
sedangkan guru harus aktif dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dan memotivasi
siswa untuk lebih giat belajar agar pembelajaran lebih efektif.
2
Saat ini perkembangan IPTEK sangat pesat. Hal tersebut berdampak semakin kompleksnya
permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah
rendahnya kualitas pendidikan. Pembelajaran Biologi merupakan salah satu pelajaran yang
memiliki banyak materi yang harus dipelajari oleh siswa. Kerap kali pelajaran Biologi
hanya dipahami sebagai pelajaran hapalan dari buku. Namun jika dipantau di lapangan,
buku yang digunakan pada pembelajaran sama dari tahun ke tahun. Sementara pendidikan
selalu berkembang. Alhasil konsep ini membuat banyak siswa yang kemampuan berfikir
kritis dan inovatifnya tidak terstimulasi dalam pembelajaran. Sumber belajar yang
digunakan untuk pembelajaran biologi kerap kali sama dari tahun ke tahun, sehingga
kemutakhiran informasi kerap kali tidak diperhatikan. Penggunaan sumber belajar buku
yang sama dari tahun ke tahun membuat siswa tidak tertarik. Dengan demikian perlu dibuat
sumber belar yang mampu mendukung siswa untuk berfiki kreatif dan inovatif, tanggap
masalah berbasis teknologi informasi

Pada masa kini, pendidikan berperan membina kepedulian dan kepekaan masyarakat
pendidikan terhadap permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat sosial. Untuk
mampu memberikan sumbangsi terhadap permasalahan yang ada di lingkungan, maka
sejak dini siswa dibina kemampuan berfikir kreati, inovatif dalam menanggapi
permasalahan yang disampaikan.
Sebagai insan pendidikan atau insan intelektual maka segala sesuatunya harus bersifat
Scientifict/ ilmiah. Problem Based Learning dapat didukung dengan suatu pendekatan
pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan pendekatan saintifik (Scientific Approach).
Pendekatan saintifik merupakan suatu pendekatan atau mekanisme untuk memperoleh
pengetahuan yang berdasarkan pada suatu metode ilmiah dan terhindar dari nilai-nilai non
ilmiah. Oleh karena itu, pendekatan ilmiah harus memuat rangkaian data dan fakta melalui
observasi dan eksperimen (Kemendikbud, 2013: 141). Dengan demikian siswa benar-benar
diberi kesempatan untuk mengalami sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu
obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu
keadaan. Oleh karena itu, model Problem Based Learning berbasis Scientific Approach
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap konsep biologi.

C. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana pengaruh pembelajaran creative problem solving (Pemecahan masalah
dengan kreatif) terhadap kemampuan siswa dalam berfikir secara detail dan
kemampuan memberikan solusi?
b. Bagaimana Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Scientific
Approach terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa?
c. Bagaeimana Keefektifan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Hybrid Learning
Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa?

3
D. METODOLOGI PENELITIAN
Jurnal 1
Menggunakan model penelitian kuasi eksprimentl dengan grup control pada pre-tes dan
post-tes. Sebelum pretes dan post- tes dilakukan terlebih dahulu Torrance Test of Creative
Thinking (TTCT) untuk menentukan kelompok control. Sampel yang digunakan adalah 20
orang, 10 untuk sampel percobaan, dan 10 untuk kelompok control. Instrumen yang
digunakan adalah Torrance Test of Creative Thinking (TTCT) yang merupakan salah satu
tes yang biasa digunakan untuk mengukur kreativitas. Tes ini terdiri dari bentuk-bentuk
Figural A-B dan Verbal A-B.
Dalam penelitian, pertama homogenitas varians yang merupakan asumsi tes parametrik
diperiksa. Pre-tes digunakan untuk memeriksa apakah asumsi ini telah diverifikasi atau
tidak. Uji Levene juga digunakan dengan tujuan menguji homogenitas varians terkait
dengan skor yang diperoleh dalam post-test. Itu diamati dalam hasil tes yang sesuai dengan
pengukuran pra-tes, varians dari kelompok eksperimen dan kontrol tidak homogen untuk
semua variabel dependen.

Jurnal 2
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi
penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 2 Banguntapan T.A 2014/2015 sebanyak
4 kelas. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas X3 dan X4 yang diambil secara
purposive sampling dan simple random sampling. Kelas X3 sebagai kelas eksperimen yang
diberi perlakuan menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) berbasis Scientific
Approach dan kelas X4 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan menggunakan Model
Direct Instruction. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk memperoleh
data hasil belajar kognitif, metode angket untuk mendapatkan hasil belajar afektif, dan
metode observasi untuk mendapatkan hasil belajar psikomotor.

Uji hipotesis untuk data hasil belajar kognitif menggunakan One Way Anova, sedangkan
untuk data hasil belajar afektif dan psikomotor diuji menggunakan uji Mann Whitney U.
uji statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Dalam penelitian ini persyaratan yang
harus dipenuhi terlebih dahulu, sebelum melakukan uji hipotesis adalah data harus melalui
uji normalitas dan uji homogenitas varians.

Jurnal 3
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Metode pengembangan yang
digunakan adalah Research and development yaitu metode yang digunakan untuk
menghasilan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Subjek uji coba
adalah siswa SMA Negeri 1 Malang Kelas XI IPA 1 berjumlah 35 siswa. Instrumen
pengumpulan data yang digunakan angket validasi modul, angket keterlaksanaan
pembelajaran oleh observer dan angket keterlaksanaan pembelajaran menggunakan modul

4
secara online. Data yang diperoleh dari penilaian oleh ahli pendidikan, ahli materi, ahli
lapangan dan ahli media dan siswa akan dianalisis dengan teknik analisis rata-rata. Nilai
rata-rata yang diperoleh akan ditentukan tingkat kelayakan modul berbasis hybrid learning.
Penentuan kesimpulan yang telah dicapai dari uji coba terbatas dalam penelitian ini
menggunakan skala penilaian 1 sampai 3, dimana 1 sebagai skor terendah dan 3 sebagai
skor tertinggi. Penetuan rentang dapat diketahui melalui nilai tertinggi dikurangi nilai
terendah dibagi dengan banyaknya kelas.

E. HASIL
Jurnal 1
Hasil pre-test dan post-test siswa dalam kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan
bahwa skor total TTCT dan sarana sub-dimensi mereka meningkat. Dideteksi bahwa
kegiatan penelitian juga cenderung efektif secara terpisah dalam dimensi berikut:
kelancaran, orisinalitas, detail, resistensi penutupan awal dan abstrak judul.
Kesimpulannya bahwa pemanfaatan teknik berpikir kreatif berpengaruh dalam
pengembangan kreativitas keterampilan yang memiliki konten solusi masalah. Sejalan
dengan kesimpulan ini, dapat dikatakan bahwa program pemecahan masalah kreatif yang
diterapkan efektif dalam meningkatkan keterampilan kreativitas siswa..

Jurnal 2
Data Nilai Hasil Belajar Kognitif Siswa rata-rata nilai kelas eksprimen lebih tinggi
dibandingkan kelas control. Distribusi Kategori Nilai Kognitif Siswa disimpulkan bahwa
nilai siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelasa kontrol. Persentase
Ketuntasan Hasil Belajar Siswa kelas eksperimen memiliki persentase ketuntasan hasil
belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Data Nilai Hasil Belajar Afektif
Siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata afektif kelas eksperimen lebih baik dibandingkan
dengan kelas kontrol, Data Nilai Hasil Belajar Psikomotor Siswa menunjukkan bahwa nilai
rata-rata psikomotor kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas control.
Model Problem Based Learning berbasis Scientific Approach secara signifikan
meningkatkan hasil belajar biologi pada ranah kognitif, afektif, psikomotor siswa kelas X
Di SMA Negeri 2 Banguntapan T.A 2014/2015.

Jurnal 3

Modul pembelajaran biologi berbasis hybrid learning berdasarkan hasil validasi sudah
dinyatakan valid/baik, sehingga dapat digunakan untuk proses pembelajaran siswa.
Modul pembelajaran biologi berbasis hybrid learning dapat meningkatkan hasil belajar
dan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini didukung oleh keberhasilan peningkatan
nilai hasil belajar dengan persentase 66.36% dan kemampuan berpikir kritis siswa
dengan peningkatan persentase 66.94%.

5
Modul pembelajaran biologi berbasis hybrid learning pada tahap validasi dinyatakan
valid dari segi perangkat pembelajaran, materi dan media, sehingga modul berbasis
hybrid leraning ini dapat digunakan untuk pembelajaran. Berdasarkan analisa data
dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Beberapa
kelebihan modul pembelajaran biologi berbasis hybrid learning ini yaitu adanya
pemanfaatan teknologi, komunikasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu serta sumber
belajar yang bisa diakses.Modul berbasis hybrid learning ini dikembangkan untuk
membantu siswa belajar lebih efisien dan bukan hanya menghafal suatu materi.

F. DAFTAR PUSTAKA
Çağlar Çetinkaya. 2014. The effect of gifted students’ creative problem solving
program on creative thinking. Social and Behavioral Sciences. 116 (2014) 3722 – 3726

Dian Noviar, Dwi Reni Hastuti. 2005. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL)
Berbasis Scientific Approach terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Di SMA N
2 Banguntapan T.A. 2014 / 2015. Jurnal Bioedukasi. Vol 8 (2) hal 42- 47

Herwim Enggar Pratiwi, Hadi Suwono, Nursasi Handayani. 2013. Pengembangan


Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Hybrid Learning Untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI. Skripsi. Universitas
Negeri Malang