Anda di halaman 1dari 90

METODE PELAKSANAAN

TAHUN ANGGARAN 2019

Pekerjaan : Pembangunan SAH Jl. Mendungwarih Kel.


Giwangan
Lokasi : Kelurahan Giwangan Kota Yogyakarta
Anggaran : APBD Tahun Anggaran 2019
Waktu Pelaksanaan : 150 HK (Hari Kalender)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 1
 PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Metode Pelaksanaan merupakan tahapan untuk mewujudkan setiap rencana yang dibuat oleh pihak perencana.
Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat penting dan membutuhkan pengaturan serta pengawasan
pekerjaan yang baik sehingga diperoleh hasil yang baik, tepat pada waktunya, dan sesuai dengan apa yang
sudah direncanakan sebelumnya. Metode Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil
tidaknya suatu proyek, oleh karena itu perlu dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis
pekerjaan, rencana kerja, serta tenaga pelaksana khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur
pekerjaan dengan baik serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang ditemui
di lapangan. Dalam pelaksanaan fisik suatu proyek bisa saja timbul masalah-masalah yang tidak terduga dan
tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja. Untuk itulah diperlukan adanya rapat koordinasi untuk memecahkan
dan menyelesaikan masalah bersama-sama.
Dalam rapat koordinasi dihadiri oleh :
 Konsultan proyek , Koordinator dan para pelaksana
 Pihak pemilik (owner) jika diperlukan
 Pihak perencana / arsitek jika diperlukan

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Dengan adanya Metode Pelaksanaan ini, dipersepsikan dapat :
 Menciptakan efisiensi terhadap cara pelaksanaan pekerjaan ,sehingga dapat mempersingkat /mencapai
waktu sesuai dengan Time Schedulle yang telah dibuat, Memonitoring kemajuan ( progress) pekerjaan di
lapangan, Memperkecil adanya suatu masalah-masalah dan telah mempersiapkan solusinya menyangkut
pelaksanaan di lapangan, Merumuskan realisasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai yang nantinya
saat pekerjaan sudah berlangsung dapat dibandingkan dengan time schedule yang telah direncanakan,
Merumuskan masalah administrasi yang menyangkut kelengkapan dokumen kontrak, Menyusun sasaran
yang akan dicapai untuk jangka waktu ke depan

C. LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan berada pada Kelurahan Giwangan Kota Yogyakarta

D. LINGKUP PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Membuat Papan Nama Proyek 80x120 cm (bahan flexi)
2. Pasang Profil Melintang Galian Tanah
3. Mobilisasi dan Demobilisasi Alat
- Sewa Lahan
- Mobilisasi Fasilitas Penyedia Jasa
- Mobilisasi Peralatan
- Demobilisasi Peralatan
- Manajemen Mutu (Laboratorium dan Layanan)
4. Manajemen Mutu (Laboratorium dan Layanan)

B. PEKERJAAN BONGKARAN DAN TANAH


1. Cutting dan Bongkar Aspal
2. Galian Tanah, Bongkar Aspal, Bongkar Cor, dan Bongkar Pasangan Batu Kali dengan Excavator Masuk
dalam Truck
3. Galian Tanah Manual
4. Timbunan Pasir Sebagai Bahan Pengisi
5. Timbunan Sirtu Sebagai Bahan Pengisi
6. Mengangkut Galian & Bongkaran Dengan Dump Truck Jarak Angkut 5 km
7. Pemadatan Pasir dan Sirtu

C. PEKERJAAN SAH BOX CULVERT 60 CM X 60 CM


1. Langsiran Box Culvert 60 x 60
2. Box Culvert 60 x 60 cm Gandar 14 T
3. Upah Pasang Box Culvert 60 x 60 cm Gandar 14 T

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 2
4. Cor Beton K-175 Balok Landasan 15 x 15 x 30 cm Molen
5. Beton K-175 Atas Box Culvert dan Sirtu Ready Mix
6. Plat Beton K-175 Tutup Inlet Kontrol
a. Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
b. Pembesian dengan besi polos
c. Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
d. Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
7. Beton K-175 Badan Inlet Kontrol
a. Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
b. Pembesian dengan besi polos
c. Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
d. Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
8. Beton K-175 Plat dan Badan Inlet Tangkapan Air
a. Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
b. Pembesian dengan besi polos
c. Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
d. Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
9. Pasang Grill Besi Cor 60 x 60 x 5 cm
10. Pasang Grill Besi Cor 40 x 60 x 4 cm
11. Sumur Resapan D-80 cm
12. Pipa PVC 6" Tipe D

D. PEKERJAAN SAH BOX CULVERT 80 CM X 80 CM


1. Langsiran Box Culvert 80 x 80
2. Box Culvert 80 x 80 cm Gandar 14 T
3. Upah Pasang Box Culvert 80 x 80 cm Gandar 14 T
4. Cor Beton K-175 Balok Landasan 15 x 15 x 30 cm Molen
5. Beton K-175 Atas Box Culvert dan Sirtu Ready Mix
6. Plat Beton K-175 Tutup Inlet Kontrol
Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
Pembesian dengan besi polos
Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
7. Beton K-175 Badan Inlet Kontrol
Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
Pembesian dengan besi polos
Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
8. Beton K-175 Plat dan Badan Inlet Tangkapan Air
Beton Mutu, f'c=14,5 Mpa (K175), Menggunakan Molen
Pembesian dengan besi polos
Bekisting Beton Biasa dengan Multiplex 9 mm
Bongkar Bekisting Secara Hati hati (pakai ulang 2 kali)
9. Pasang Grill Besi Cor 60 x 60 x 5 cm
10. Pasang Grill Besi Cor 40 x 60 x 4 cm
11. Sumur Resapan D-80 cm
12. Pipa PVC 6" Tipe D

E. PEKERJAAN ASPAL
1. Lataston Lapis Aus Perata (HRS - WC)
2. Lapis Perekat - Aspal Cair

F. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Pembersihan Lokasi

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 3
 PERALATAN UTAMA
Peralatan – peralatan kerja harus didukung agar pekerjaan sesuai dengan tepat waktu. Peralatan-
peralatan proyek dibutuhkan guna mempermudah, mempercepat pekerjaan, yang nantinya target yang
diinginkan dapat tercapai dengan sesuai dengan rencana.

No Jenis Peralatan Jumlah Kondisi


1 2 3 4
1 Dump Truck 4 Baik
2 Pick Up 4 Baik
3 Concrete Mixer 2 Baik
4 Theodolit / Waterpass 1 Baik
5 Truck Crane 1 Baik
6 Excavator 1 Baik
7 Asphalt Cutter 1 Baik
8 Stamper 1 Baik
9 Jack Hammer 1 Baik
10 Baby Roller 1 Baik
11 Asphalt Sprayer 1 Baik
12 Generator Set 1 Baik
13 Truck Tangki Air 1 Baik

 PERSONIL INTI
No Jabatan Jumlah yang dibutuhkan
1 2 3
1 Pelaksana Lapangan 2
2 Petugas K3 1

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 4
 SISTEM KOORDINASI LAPANGAN
Sistem koordinasi pesonil di lapangan, adalah seperti yang telah kami gambarkan dan uraikan pada Struktur
Organisasi Personil Pelaksana di Lapangan (sebagaimana terlampir). Struktur Organisasi Personil Pelaksana di
Lapangan tersebut nantinya secara jelas dapat menggambarkan hal-hal yang mengandung koordinasi personil sebagai
berikut :

A. Susunan Organisasi Proyek

DIREKTUR

Hasanudin

Ahli Keselamatan Jalan

Tenaga Administrasi dan Keuangan

Pelaksana

Juru Hitung Kuantitas Juru Gambar Juru Ukur/Surveyor

MANDOR

TUKANG

PEKERJA
Pati, Februari 2019
CV. BIMA KARYA

Hasanudin
Direktur

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 5
B. Uraian Sistem Koordinasi Antar Personil Lapangan terhadap (Wewenang dan Tanggung Jawab)

Berikut adalah peran masing-masing personil dalam pelaksanaan sistem koordinasi lapangan beserta tanggumg
jawab dan tugasnya masing-masing :

1. Pelaksana
Sebagai Penanggung jawab terhadap jalannya kegiatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi
fisik pembangunan yang berhubungan dengan kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan yang tercantum
didalam Surat Perjanjian Kontrak Pelaksanaan (baik Gambar pelaksanaan, RKS, BA. Aanwijzing,
Penawaran harga dan ketentuan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini) dari mulai awal kegiatan
sampai dengan selesainya pekerjaan (Serah Terima I dan II) dalam lingkup Tugas Pelaksana Lapangan.

Melaksanakan dan menjalankan pekerjaan agar ketepatan waktu pelaksanaan yang berkaitan dengan
masalah kapan jenis pekerjaan akan dimulai, pengadaan bahan/material, pengadaan pekerja (Mandor,
Kep. Tukang, Tukang, dan Tenaga dilapangan) dan Peralatan kerja, sesuai dengan Jadwal / Time Schedule.

Tugas dan tangung jawab :

Menerapkan Pelaksanaan pekerjaan jalan, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan
ketentuan pengendalian lingkungan kerja sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku yang
antara lain adalah
1. Menerapkan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Undang-Undang no 18 Tahun 1999 Tentang Jasa
Konstruksi (UUJK) sesuai fungsi dan perannya.
2. Menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) sesuai undang-undang n0
13 Tahun 2003 Tentang kentenagakerjaan.
3. Menerapkan Pengendalian Lingkungan Kerja

Melakukan Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan Jalan yang antara lain adalah


1. Mengidentifikasi dan memberikan penjelasan tentang gambar kerja serta metode kerja
2. Menerapkan koordinasi dan kebutuhan sumber daya dilapangan
3. Menerpakan Persiapan pelaksanaan Pekerjaan Jalan

Melaksanakan Pekerjaan Jalan yang antara lain adalah


1. Melakukan Optimalisasi pengunaan bahan, tenaga kerja dan perlatan
2. Melakukan pemeriksaan Pelaksanaan Pekerjaan Jalan
3. Menginstruksikan perbaikan hasil pekerjaan jalan
Membuat laporan Pelaksanaan Pekerjaan Jalan yang antara lain adalah
1. Menghitung Volume hasil pekerjaan harian
2. Menyusun laporan jumlah pemakaian perlaatan bahan dan tenaga kerja harian
3. Mencatat keadaan cuaca
4. Mencatat hambatan non teknis dilapangan
5. Membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan

Sistem Koordinasi Pelaksana Lapangan :


a) Keluar, adalah melakukan koordinasi dengan semua pihak sesuai kebenaran jalannya pelaksanaan
pekerjaan, dengan ketentuan. Termasuk pula ketepatan waktu pelaksanaan yang berkaitan dengan
masalah kapan jenis pekerjaan akan dimulai pengadaan bahan/material, pengadaan pekerja
(Mandor, Kep.Tukang, Tukang, dan Tenaga dilapangan) dan Peralatan kerja, sesuai dengan Jadwal
waktu/Time Schedule.

b) Kedalam, adalah bertanggung jawab atas jalannya semua kegiatan pekerjaan mulai dari ketepatan
waktu, kebenaran pelaksanaan pekerjaan, pengadaan material, pengadaan pekerja, dan peralatan
kerja kepada Kontraktor. Melakukan koordinasi sekaligus memberikan arahan dan tanggung jawab
atas hasil pekerjaan yang dilakukan Para Pekerja ( Mandor, Kep. Tukang, Tukang dan Tenaga ).

2. Petugas K3
a. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
b. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
c. Merencanakan dan menyusun program K3

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 6
b. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
c. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja dan
instruksi kerja K3
d. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi
e. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika diperlukan
f. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat.

3. Mandor Lapangan
Koordinasi Mandor lapangan :
a) Keluar, adalah melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat dan mencari tenaga kerja
(pekerja) di wilayah sekitar proyek.
b) Kedalam, MelakukanPeninjauan Dan pengukuran Lapangan (setting Out) untuk dilaporkan kepada
pelaksana lapangan serta Membaca Memahami Gambar kerja dan menerjemahkannya kedalam
langkah-langkah operasional yang akan ditindaklanjuti oleh para tukang dan pekerja proyek.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 7
 METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
A. BAGAN ALIR PENYELESAIAN PEKERJAAN

PEJABAT PEMBUAT DINAS PEKERJAAN UMUM DAN


PENATAAN RUANG
KOMITMEN
KAB.REMBANG

Panita Pengadaaan

CV. BIMA KARYA


Kontrak SPMK
YONI RUDIYANTO

Direktur
Mobilisasi Tenaga Kerja

Alat dan Bahan

Uitzet + MC 0%

MC 50 %
Direksi Keet

Check + Shop Drawing Pelaksanaan Pekerjaan


(Jadwal Sesuai dengan Time Schedule)

Check + MC 100 % = As
Built Drawing

Pemeriksaan Pekerjaan 1
( PHO )

Pemeliharaan Serah Terima Pekerjaan 1

Pemeriksaan Pekerjaan 2 Serah


(FHO) Terima
Pekerja
an 2

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 8
URAIAN PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PEMBANGUNAN SAH. JL. MENDUNGWARIH KEL. GIWANGAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
TAHAP PENYELESAIAN PEKERJAAN
Tahapan urutan pekerjaan dan tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal
sampai dengan akhir yang dapat dipertanggung jawabkan secara teknis;

 PEKERJAAN PERSIAPAN
Program persiapan pelaksanaan kontrak ( Pre Contruction Meeting), sebelum pelaksanaan kontrak pelaksana
kegiatan berama sama penyedia jasa menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak,beberapa hal yang
disepakati :
 Persiapan administrasi
 Organisasi kerja , tata cara pengaturan kerja
 Jadwal pelaksanaan kerja
 Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan
 Sosialissi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja
 Penyusunan program mutu

 Persiapan dan Fasilitas pekerjaan


 Alat komunikasi untuk mengatur lalu lintas dua arah
 Kantor direksi dan gudang
 Inspeksi pengujian laboratorium
 Papan nama proyek

 Pelaksanaan pekerjaan dilapangan


Bahan atau material pada bangunan tersebut merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam
pelaksanaan konstruksi karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas bangunan. Penentuan material
atau bahan bangunan melalui beberapa prosedur :
 Bagian logistik mensurvey dan mengajukan bahan
 Persetujuan kontraktor
 Persetujuan pemilik owner
 Melalui proses uji bahan

 SOSIALISASI
Sebelum penyedian jasa mengadakan kegiatan dilapangan, terlebih dahulu mengadakan sosialisasi yang diikuti
oleh instansi terkait, tokoh masyarakat serta team pengguna jasa tentang pelaksanaan antara lain :
 Penggunaan jalan desa untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan
 Penebangan pepohonan yang akan dibuat bangunan
 Pemberitahuan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan di lokasi pekerjaan
 Pemberitahuan secara tertulis ke instansi terkait tentang dimulainya pelaksanaan
 Pembahasan yang berhubungan dengan pekerjaan dan keperluan masyarakat setempat
 Pembuatan berita acara sosialisasi pelaksanaan yang sudah disepakati dan ditandatangani oleh beberapa
pihak terkait sehingga masyarakat bisa memahami maksud dan tujuan pelaksanaan pekerjaan. Setelah
adanya surat pemberitahuan ke instansi terkait maka pekerjaan persiapan lainya bisa dilaksanakan antara
lain :
Tahapan kegiatan yang diwajibkan yaitu sosialisasi dengan lingkungan dan persiapan lainnya meliputi :
 Pre Construction Meeting
- Pembahasan struktur organisasi penyedia jasa dan penggunan jasa
- Pembahasan RMK dan pemaparannya
- Pembahasan jadwal pelaksanaan pekerjaan
- Pembahasan masalah teknis dan non teknis
 Pengurusan Ijin
Pengurusan ijin dimaksudkan untuk memperlancar proses pelaksanaan pembangunan termasuk ijin lalu
lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan yang akan merugikan penggunan jalan raya antara lain :
- Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian di pihak pengguna jalan, maka manejemen
lalu lintas dapat dilaksanakan
- Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan dilapangan
- Memasang rambu-rambu disekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat dan benar
- Menempatkan petugaspengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 9
 Pengajuan perijinan dan Metode Pengendalian Kesalamatan Kerja
- Pelaksanaan Pengurusan Ijin Kerja
Sebelum pelaksanaan pengajuan ijin kepada pihak-pihak instansi dan tokoh masyarakat, dalam
pelaksanaan diterapkan standarisasi prosedur sesuai dengan system mutu dan memberitahukan ijin
setiap akan melaksanakan pekerjaan.
- Pelaksanaan pengaturan lalu lintas
- Membuat rambu-rambu lalu lintas yang memperingatkan adanya bahaya agar para pengemudi
berhati-hati dalam menjalankan kendaraaanya karena ada tumpukan material
- Tanda pengaman lalu lintas untuk setiap grup kerja sebanyak dua buah ukuran 60x80 cm warna
kuning , huruf hitam yang menyatakan jenis proyek pekerjaan
- Pemasangan kerucut lalu lintas (traffic cone ) warna dasar jingga dengan strip garis putih
- Untuk mencegah penumpukan bahan material dan mengurangi resiko kehilangan dilakukan
pengaturan jadwal pemasukan bahan material, material yang mudah terpengaruh oleh cuaca seperti
semen diletakkan dalam gudang penyimpanan ,pendatangan semua material paling lambat satu
minggu sebelum proses pekerjaan dimulai dan selalu diperhatikan ketersediaan barang yang ada
digudang sehingga tidak terjadi keterlambatan. Alat didatangkan menurut keperluan dan
dikeluarkan dari lokasi kerja bila sudah tidak ada pekerjaan berkaitan dengan alat tersebut.

Administrasi /Dokumentasi / As Built Drawing


a. Kontraktor harus membuat dokumentasi setiap progress pekerjaan.
b. Pelaksana lapangan wajib menyediakan buku harian yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan meliputi :
1) Banyaknya pekerjaan yang dikerjakan setiap hari.
2) Bahan/material yang masuk, yang telah dipergunakan dan yang ditolak.
3) Jumlah personil yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
4) Laporan cuaca, tinggi gelombang dan pasang-surut.
c. Kontraktor harus memiliki buku direksi, dimana dicatat semua instruksi direki yang ditandatangani oleh
direksi.
d. Setelah pekerjaan selesai 100% dibuat As Built Drawing (gambar terlaksana) yang nantinya disahkan direksi.
e. Kontraktor harus membuat dokumentasi setiap progress pekerjaan.
f. Pelaksana lapangan wajib menyediakan buku harian yang menyangkut pelaksanaan pekerjaan meliputi :
1) Banyaknya pekerjaan yang dikerjakan setiap hari.
2) Bahan/material yang masuk, yang telah dipergunakan dan yang ditolak.
3) Jumlah personil yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.
4) Laporan cuaca, tinggi gelombang dan pasang-surut.
g. Kontraktor harus memiliki buku direksi, dimana dicatat semua instruksi direki yang ditandatangani oleh
direksi.
h. Setelah pekerjaan selesai 100% dibuat As Built Drawing (gambar terlaksana) yang nantinya disahkan direksi.

Foto 0%
Dokumentasi atau pengambilan foto keadaan sebelum dimulainya pekerjaan fisik, kondisi lokasi pekerjaan dalam
keadaan belum adanya kegiatan sama sekali tidak adanya perubahan bentuk ataupun susunan bangunan atau
kontur, ketinggian dari perencanaan awal. Pengambilan gambar 0 % diambil dari beberapa bagian lokasi untuk
mengetahui kondisi awal dari ketinggian urugan tanah ataupun galian tanah yang akan dilaksanakan, volume
fisik bisa dihitung untuk mendapatkan mutual chek / MC 0 volume yang sebenarnya sehingga apabila ada
permasalahan dengan perhitungan rencana awal dengan volume yang sebenarnya atau volume pelaksanaan bisa
teratasi.

Gambar Pelaksanaan
Shop drawing adalah gambar detail dan menyeluruh bangunan yang akan dibangun ( gambar panduan
pelaksanaan) dengan tujuan bangunan yang akan dibangun akan sama/sesuai dengan maksud dari perencanaan.
Shop drawing diserahkan sebelum proyek dilaksanakan dan biasanya dapat dipakai sebagai dokumen lelang.
Gambar Pelaksanaan adalah gambar yang dibuat Penyedia Jasa harus membuat gambar pelaksanaan berdasarkan
gambar kontrak atau dengan perubahan-perubahan seperlunya sesuai dengan pelaksanaan di lapangan nantinya.
Penyedia Jasa diperkenankan mengerjakan pekerjaan dengan mengukur skala pada gambar, tapi harus
menggunakan dimensi/angka yang tertera dalam gambar. Pada bagian-bagian tertentu untuk memperjelas dalam
pelaksanaan harus dibuat gambar-gambar detail dengan skala besar. Gambar-gambar tambahan bila dirasa perlu
dapat dibuat oleh Penyedia Jasa, guna memperjelas dalam pelaksanaan.
MC 0 %
Mutual Chek MC 0 adalah hasil perhitungan kuantitas pekerjaan yang dihitung oleh penyedia jasa berdasarkan
gambar kerja dan disetujui oleh pengguna jasa. Perhitungan kuantitas pekerjaan tersebut harus disampaikan oleh

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 10
penyedia jasa paling lambat 15 hari sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Penyedia jasa tidak boleh
melaksanakan pekekrjaan apabila MC 0 belum mendapat persetujuan dari pengguna jasa.
Addendum
Dokumen tambahan klausa atau pasal yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokok,namun secara hukum
melekat pada perjanjian pokoknya. Meski jangka waktunya belum berakhir , para pihak dapat menambahkan
volume fiik sepanjang disepakati oleh kedua belah pihak.
Pekerjaan Pengukuran MC 0
Sebelum pekerjaan dilaksanakan ,maka pengukuran dilapangan diperlukan untuk menentukan benchmark titik
tetap utama atau pedoman utama.Pengukuran dilapangan untuk mendapatkan ukuran perhitungan kuantitas
pekerjaan berdasarkan gambar kerja yang telah disetujuan oleh direksi.dan hasil pengukuran kuantitas menjadi
MC 0 % (Mutual Check)
Pembersihan Lokasi
Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah, rumput, dan berbagai hal
lain yang dapat menggangu pelaksanaan pekerjaan. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan bantuan alat
berat excavator. Sampah-sampah yang dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan di suatu tempat yang telah
disetujui oleh pengawas, kemudian baru diangkut dengan menggunakan dump truck untuk dibuang ke tempat
pembuangan sampah akhir.

Mobilisasi Dan Demobilisasi

Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan perlengkapan untuk
melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai
dengan gambar kerja.

Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan terdiri dari:

No Jenis Peralatan Jumlah Kondisi


1 2 3 4
1 Dump Truck 4 Baik
2 Pick Up 4 Baik
3 Concrete Mixer 2 Baik
4 Theodolit / Waterpass 1 Baik
5 Truck Crane 1 Baik
6 Excavator 1 Baik
7 Asphalt Cutter 1 Baik
8 Stamper 1 Baik
9 Jack Hammer 1 Baik
10 Baby Roller 1 Baik
11 Asphalt Sprayer 1 Baik
12 Generator Set 1 Baik
13 Truck Tangki Air 1 Baik

Personil tenaga ahli/terampil terdiri dari:


No Jabatan Jumlah yang dibutuhkan
1 2 3
1 Pelaksana Lapangan 2
2 Petugas K3 1

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 11
Pada saat mobilisasi alat berat diangkut menggunakan mobil trailer, trailer yang digunakan harus memiliki
perlengkapan yang memadai.

Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah dipergunakan. Dan
mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebgai tempat penyimpanan alat, barak pekerja, gudang,
dan lain sebaginya kembali ke kondisi awal.

Penyediaan Air dan Listrik Kerja


Bila sudah ada sumber air terdekat, dapat dialirkan dengan selang ke drum-drum penampung. Bila tidak ada, bisa
membuat sumur pompa sendiri. Kami akan membuat bak penampung air untuk bekerja yang senantia saterisi
penuh dengan kapasitas minimum 3,5m³. Air yang digunakan dalam pekerjaan pelaksanaan mempunyai syarat
layak air minum.
Listrik kerja diperlukan untuk membantu pekerjaan pemotongan keramik, pemotongan besi, pompa air,
penerangan kerja serta power untuk mengoperasikan alat bantu kerja lainnya. Pengadaan listrik kerja dengan
membuat meteran listrik baru dengan pengajuan ke PLN atau dari Genset tergantung dari efisiensinya terhadap
pelaksanaan pekerjaan.

Air kerja sangat diperlukan dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan, dimana air kerja berfungsi untuk
pekerjaan testing comissioning dan campuran adukan pekerjaan lainnya. Untuk pengadaan air kerja diperlukan
satu buah mesin pompa untuk distribusi air kerja. Pemasangan pompa air dilakukan dengan terlebih dahulu
melakukan pemantekan untuk mendapatkan sumber air, kemudian dilakukan pemasangan pipa dan kran air. Air
untuk keperluan kerja ditampung dalam toren air atau drum air. Air kerja dapat juga diperoleh dari sumber
existing yang ada dengan penyambungan dan membayar sejumlah biaya yang telah ditentukan.

Pengadaan Sarana Komunikasi


Di dalam area proyek, komunikasi sangat diperlukan untuk memperlancar pelaksanaan pekerjaan proyek. Maka
kami akan menyediakan alat komunikasi untuk mengkoordinasikan semua lingkup pekerjaan untuk mencapai
target yang diinginkan.

Direksi Keet
Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat terdiri dari Kantor ukuran 5x10m, Ruang rapat Ukuran
4x4m, gudang ukuran 6 x 10m, barak pekerja ukuran 3x10m (2 Lantai), rumah genset, serta Toilet.
Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi meja, kursi, gambar kerja, time schedule, struktur
organisasi proyek, papan tulis, alat pemadam kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian proyek.
Ruang ini digunakan sebagai kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-waktu perlu dilakukannya rapat
kerja.
Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek berlansung.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 12
Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang sifatnya untuk menjaga keselamatan
dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan semen, tempatnya harus baik sehingga terlindung dari
kelembaban atau keadaan cuaca lain yang merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak minimal 30 cm
dari permukaan tanah.

Letak direksikeet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah dicapai dalam proses bongkar muat
material yang akan digunakan.
Kamar Mandi dan WC Umum
 Penyedia Jasa Konstruksi wajib menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi
semua petugas dan pekerja.
 Fasilitas toilet umum lengkap dengan peralatan dan pengadaan air bersih
 Toilet bisa menggunakan bangunan sementara dengan saluran pembuangan air existing.
 Fasilitas toilet terdiri dari bak air, closet jongkok, gayung.

Pembuatan Jalan Kerja Proyek


Pekerjaan ini dilakukan untuk mempermudah aksesibiltas kendaraan yang masuk ke dalam lokasi proyek,
sehingga pengangukatan material dapat berjalan lancar. Jalan tersebut terbuat dari material timbunan tanah yang
dipadatkan. Jika cuaca panas dan permukaan jalan kering maka dapat dilakukan pennyiraman dengan
menggunakan water tanker. Pekerjaan ini dilakukan beriringan dengan pekerjaan Direksi Keet.

A.1. PEKERJAAN PERSIAPAN


1. Papan Nama Kegiatan

Metode pelaksanaan :
1. Penyedia Jasa Konstruksi membuat papan nama pekerjaan ukuran 0.90 m x 1.80 m/menurut ketentuan
Dinas DPUTARU KAB. PATI, sebanyak 1 (satu) buah, dengan bentuk standar yang dipasang di tepi jalan
masuk pekerjaan atau sesuai dengan petunjuk Direksi.
2. Papan nama pekerjaan sudah dipasang sebelum fisik pekerjaan dimulai.
3. Penyedia Jasa Konstruksi menyediakan Papan Nama Proyek yang mencantumkan Nama-nama Pemberi
Tugas, Konsultan Perencana, Pengawas Lapangan, Penyedia Jasa Konstruksi, Sub Kontraktor, dan
Penyedia Jasa Konstruksi untuk paket pekerjaan lainnya yang terlibat.
4. Ukuran layout dan peletakan papan nama dipasang sesuai dengan pengarahan Pengawas Lapangan.

2. Mengukur dan memasang bouwplank

 Sebelum mulai pelaksanaan pekerjaan fisik, terlebih dahulu mengadakan pengukuran yang disaksikan
oleh pengawas pada kondisi 0 % sebafai data untuk pembuatan gambar pelaksanaan. Gambar
pelaksanaan disiapkan dan harus ditanda tangani oleh pengawas PPTK serta oleh kepala bidang
terkait.
 Membuat patok-patok sementara dari kayu usuk atau bambu sebagai titik uitzet, dipasang pada setiap
titik bangunan.
 Dibuatlah profil-profil tersebut sampai pekerjaan selesai, dimana titik uitzet ini sebagai titik bantu
didalam pelaksanaan
 Setelah pelaksanaan pekerjaan fisik selesai maka penyedia jasa yag disaksikan oleh pengawas
mengadakan pengukuran 100 % untuk mendapatkan pekerjaan yang sebenarnya atau gambar
pembangunan (As Built Drawing) untuk digunakan sebagai dasar perhitungan volume sesuai yang
direncanakan
 Bila dalam pelaksanaan terjadi kurang dari rencana , maka wajib menyelesaikan sesuai rencana
 Bila dalam pelaksanaan terjadi melebihi rencana , maka volume dihitung berdasarkan rencana
Sebelum pelaksanaan untuk dapat membuat target antara lain :
 Standar teknis yang akan dicapai

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 13
 Standar kualitas yang akan dicapai
 Jumlah dan kesulitan pekerjaan
 Kecepatan pekerjaan sekarang dan produktifitas
 Sumber daya yang dibutuhkan dan tersedia (tenaga kerja,material dan transportasi ,dll)

Metode pelaksanaan :
a. Setelah pekerjaan pembersihan lapangan selesai dilakukan, barulah dilakukan pengukuran lokasi. Hal
ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan, elevasi dan titik ikat (Bench Mark). Dalam
pengukuran digunakan alat Theodolit dan rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh seorang
surveyor. Titik-titik yang menjadi acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok terbuat dari kayu
bulat dengan panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah.

b. Pekerjaan Bouwplank dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan. Pemasangan
Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama oleh Pihak Proyek, Perencana Pengawas,
Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan.

c. Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm yang
tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank secara rata bagian
atasnya dari papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku), sedangkan untuk mengukur
dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik pengukuran ditandai dengan paku
dan dicat dengan cat merah dan ditulis ukuran pada papan bouwplank agar mudah di cek kembali.
Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak 1,5 m dari As sekeliling bangunan dan
dipakukan pada patok-patok yang terlebih dahulu ditancapkan kedalam tanah

d. Pelaksanaan pengukuran lokasi (theodolit digunakan untuk memindahkan ketinggian profil ke profil
yang lain, mencari kemiringan, mencari beda tinggi dan waterpass untuk mengukur ketinggian
menggunakan garis level)

3. Penyediaan steger / perancah scaffolding

 Steger rangka perancah yang tersusun dari bambu.


Bahan/Produk Karakteristik perancah
a. Bambu
Pemasangan Membutuhkan alat bantú dan kawat ikat dalam pemasangannya.
 Steger merupakan rangka perancah yang tersusun dari scafolding.
 Pemasangan menggunakan sistem knock down / bongkar pasang.
 Steger nantinya digunakan dalam pekerjaan dengan unsur ketinggian

4. Pembersihan lokasi
( Sudah dijelaskan diawal )
5. Penyediaan air dan listrik kerja
( Sudah dijelaskan diawal )

A.2. PEKERJAAN BONGKARAN

1. Bongkaran Bangunan Existing

Sebelum melaksanankan pembongkaran gedung lama/eksisting, pemborong terlebih dahulu


melaporkan mekanisme kerja pembongkaran kepada pemilik Proyek serta berkoordinasi untuk hasil
bongkaran yang perlu dibuang dan!ang perlu dijaga. Semua penghalang dalam batas tanah bangunan yang
menghalangi jalannya pekerjaan harus dibongkar atau dibersihkan dan dipindahkan daritanah bangunan
itu, kecuali hal-hal yang tercantum dalam gambar atau yang ditentukan oleh Pemberi tugas harus dilindungi
agar tetap utuh.
Pelaksanaan pembongkaran harus dilakukan dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan harta
benda atau bangunan yang berdekatan dari kerusakan. Kerusakan yang terjadi pada harta-benda instansi
atau badan lain atau perorangan di dalam atau di luar halaman karena alasan pekerjaan-pekerjaan yang
dilakukan dari Pemberi tugas Pemilik. Semua pohon-pohonan, semak-semak, rumput-rumputan dan
tumbuh-tumbuhan lainnya yang ada di daerah yang harus diurug, harus dihilangkan,dibersihkan kecuali
kalau tercantum supaya tetap berada disitu. Semua saluran-saluran yang masih berjalan- roil, air, listrik

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 14
atau benda-benda lain yang berfaedah harus di lindungi agar tidak rusak, kecuali kalau dinyatakan untuk
dihilangkan.
Bila timbul kerusakan harus diperbaiki atau diganti oleh Pemborong atau beban Pemborong. Bila
benda-benda tersebut di atas itu ada dan masih berfungsi dan tidak dinyatakan dalam gambar dan yang
tidak diberitahukan kepada pemborong dan kini membutuhkan perlindungan atau perlu ditempatkan
kembali, maka Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk
menjamin agar benda-benda itu tetap berjalan lancar dan tidak mendapat gangguan. Semua hasil bongkaran
diserahkan kepada pemilik proyek, dan untuk barang hasil bongkaran yang sudah tidak digunakan akan
dibawa keluar dari area proyek dan menjadi tanggung jawab pemborong.

B. PEKERJAAN TANAH DAN STRUKTUR BAWAH


B.1 PEKERJAAN TANAH

Syarat Uji Pekerjaan Tanah :


a. Konsultan Pengawas harus diberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat dilaksanakan untuk
menentukan kepadatan relatif yang sebenarnya di lapangan.
b. Jika kepadatan dilapangan kurang daari 95 % dari kepadatan maksimum, maka Kontraktor harus
memadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai memenuhi syarat kepadatan, yaitu tidak kurang
dari 95 % dari kepadatan maksimum di laboratorium. Penelitian kepadatan dilapangan harus
mengikuti prosedur ASTM d1556-700 atau prosedur lainnya yang disetujui Konsultan Pengawas.
Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan semua biaya yang
timbul untuk keperluan ini menjadi beban Kontraktor.
c. Penelitian kepadatan dilapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter persegi dari daerah yang
dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.

 Lingkup pekerjaan Galian :


1. Galian tanah sedalam 2 meter
2. Galian tanah sedalam 1 meter

Metode Pelaksanaan Galian Tanah :


a. Semua galian harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan syarat-syarat yang ditentukan menurut
keperluan.
b. Dasar dari semua galian harus waterpass, bilamana pada dasar setiap galian masih terdapat akar-akar
tanaman atau bagian-bagian gembur, maka ini harus digali keluar sedang lubang-lubang tadi diisi
kembali dengan pasir, disiram dan dipadatkan sehingga mendapatkan kembali dasar yang waterpass.
c. Terhadap kemungkinan adanya air didasar galian, baik pada waktu penggalian maupun pada waktu
pekerjaan pondasi harus disediakan pompa air atau pompa lumpur jika diperlukan dapat bekerja
terus menerus, untuk menghindari tergenangnya air pada dasar galian.
d. Kontraktor harus memperhatikan pengamanan terhadap dinding tepi galian agar tidak longsor dengan
memberikan suatu dinding penahan atau penunjang sementara atau lereng yang cukup.
e. Juga kepada Kontraktor diwajibkan mengambil langkah-langkah pengamanan terhadap bangunan lain
yang berada dekat sekali dengan lubang galian yaitu dengan memberikan penunjang sementara pada
bangunan tersebut sehingga dapat dijamin bangunan tersebut tidak akan mengalami kerusakan
f. Semua tanah kelebihan yang berasal dari pekerjaan galian, setelah mencapai jumlah tertentu harus
segera disingkirkan dari halaman pekerjaan pada setiap saat yang dianggap perlu dan atas petunjuk
Konsultan Pengawas.
g. Bagian-bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan tanah dan memenuhi syarat-syarat
sebagai tanah urug. Pelaksanaannya secara berlapis-lapis dengan penimbrisan lubang-lubang galian
yang terletak di dalam garis bangunan harus diisi kembali dengan pasir urug yang diratakan dan diairi
secara dipadatkan sampai mencapai 95 % kepadatan maksimum yang dibuktikan dengan test
laboratorium.
h. Perlindungan terhadap benda-benda berfaedah. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan, seluruh
barangbarang berharga yang mungkin ditemui dilapangan harus dilindungi dari kerusakan, dan bila
sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh Kontraktor atas tanggungannya sendiri.
Bila suatu alat pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui dilapangan dan hal tersebut tidak tertera
pada gambar atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Kontraktor harus bertanggung jawab
untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung
tersebut tidak terganggu.
i. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Kontraktor, Kontraktor harus
segera mengganti kerugian yang terjadi yang dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 15
pekerjaan Kontraktor. Sarana yang sudah tidak bekerja lagi yang mungkin ditemukan dibawah tanah
dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan ke luar lapangan ketempat yang disetujui
oleh Konsultan Pengawas atas tanggungan Kontraktor.

3. Urugan pasir bawah pondasi

Syarat Teknis :
a. Yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan pengurugan pasir dengan syarat khusus dimana pasir hasil
urugan ini akan dipergunakan sebagai pemikul beban.
b. Semua bagian/daerah urugan harus diatur berlapis sedemikian, sehingga dicapai suatu lapisan setebal
5 cm.

Metode Pelaksanaan :
 Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
 Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
 Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
 Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
 Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
 Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
 Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
 Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
 Lingkup Pekerjaan Urugan kembali :
4. Urugan kembali untuk galian tanah sedalam 2 meter
4. Urugan kembali untuk galian tanah sedalam 1 meter

Yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan syarat khusus dimana
tanah hasil urugan ini akan dipergunakan sebagai pemikul beban.

a. Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai untuk penimbunan dan penimbunan kembali, juga
seluruh sisa-sisa, puing-puing, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapangan pekerjaan.
Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Kontraktor.
b. Semua bagian/daerah urugan dan timbunan harus diatur berlapis sedemikian, sehingga dicapai
suatu lapisan dalam keadaan padat. Tiap lapis harus dipadatkan sebelum lapisan berikutnya di
urug.
c. Daerah urugan atau daerah yang terganggu harus dipadatkan dengan alat pemadat/compactor
“vibrator type” yang disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pemadatan dilakukan sampai mencapai
hasil kepadatan lapangan tidak kurang dari 95 % dari kepadatan maksimum hasil laboratorium
d. Kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum dari percobaan Proctor : Kontraktor harus
melaksanakan penelitian kepadatan maksimum terhadap kadar air optimum minimal satu kali
untuk jenis tanah yang dijumpai di lapangan. Contoh tanah tersebut harus disimpan dalam tabung
gelas atau plastik untuk bukti penunjukkan/referensi dan diberi label yang berisikan nomor
contoh, kepadatan kering maksimum dan kadar air optimumnya. Penelitian/pengaliran air harus
diperhatikan selama pekerjaan tanah supaya daerah yang dikerjakan terjamin pengaliran airnya.
e. Apabila material urugan mengandung batu-batu, tidak dibenarkan batu-batu yang besar bersarang
menjadi satu, dan semua pori-pori harus diisi dengan batu-batu kecil dan tanah yang dipadatkan.
f. Kelebihan material galian harus dibuang oleh Kontraktor ketempat pembuangan yang ditentukan
oleh Konsultan Pengawas.
g. Jika material galian tidak cukup, material tambahan harus didatangkan dari tempat lain, tanpa
tambahan biaya

5. Urugan tanah padas peninggian bangunan dan pemadatan

Yang dimaksudkan disini adalah pekerjaan pengurugan padas dengan syarat khusus dimana padas hasil
urugan ini akan dipergunakan sebagai pemikul beban.

Metode Pelaksanaan :
a. Semua bagian/daerah urugan harus diatur berlapis sedemikian, sehingga dicapai suatu lapisan
bervariasi setebal 10 s/d 50 cm sesuai gambar kerja.
b. Urugan tanah padas dipadatkan per 20 cm sampai mendapatkan ketebalan yang di kerjakan.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 16
6. Urugan pasir bawah lantai

Metode Pelaksanaan :

 Pada dasar lantai kerja diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
 Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan dari pasir tersebut
 Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
 Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
B.2 PEKERJAAN BETON BERTULANG

Prosedural Pekerjaan :
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan struktur beton tiap bagian.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : readymix K-250, besi beton, kawat beton, semen PC, pasir,
multiplek, paku, minyak bekesting, balok, kaso, dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete pump, vibrator, kompresor, cutting well,
theodolith, waterpass, meteran, gergaji, schafolding, raskam, jidar, benang, selang air, dll.
 Juru ukur (surveyor) dengan menggunakan theodolith melakukan pengukuran dan marking area
untuk titik penempatan, ukuran (dimensi) serta leveling dari poer, sloof, kolom, balok, plat lantai,
tangga dan dinding penahan tanah.
 Pekerjaan pengukuran dan marking area dikerjakan secara berurutan mengikuti alur pekerjaan
struktur beton yang akan dikerjakan.
 Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan memerlukan tempat yang cukup luas untuk menaruh,
memotong besi beton dan membengkoknya sehingga sesuai dengan gambar yang telah disetujui.
 Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan
gambar kerja dan Spesifikasi Teknis.
 Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
 Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
 Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk saat akan dipasang.
 Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru setelah itu dilanjutkan dengan
pemasangan bekesting.
 Untuk balok, plat lantai, plat lantai dan tangga bekesting dikerjakan dahulu baru setelah itu
dilanjutan dengan pembesian tulangan.
 Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan pengukuran dan mempercepat
pelaksanaannya, karena angkutan bekesting menjadi dekat.
 Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam bekesting.
 Pasang beton decking dan cakar ayam secara merata dan sesuai kebutuhan.
 Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
 Sebelum melakukan pengecoran beton terlebih dahulu kontraktor membuat Job Mix Formula untuk
menentukan komposisi campuran yang diperlukan sehingga didapatkan mutu beton yang sesuai
dengan yang diharapkan. Job Mix Formula yang telah dibuat kontraktor diserahkan kepada direksi
maupun pengawas lapangan untuk disetujui. Pada proyek ini untuk pekerjaan struktur
menggunakan beton readymix mutu K-250.
 Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk pengecoran beton yang
dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan kerja.
 Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran dan perkuatan acuan
diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
 Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area pengecoran.
 Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
 Tuang beton readymix ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat padat dan tidak ada sarang tawon.
 Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 17
 Untuk bagian horizontal adalah setelah buka bekesting, bagian luar disemprot air lalu dicure dengan
curing compound.
 Untuk bagian vertical adalah web setelah deshuttering dinding disemprot air lalu dicure dengan
curing coumpound construction joint dicure dengan air.
 Bagian lain dicuring dengan semprotan air secara rutin selama ± 1 minggu.
 Bekesting dapat dibongkar apabila beton sudah mencapai umurnya

1. Membuat lantai kerja beton mutu f'c=7,4 Mpa (K-100)

Penggalian tanah sampai pada lapisan sebagai dasar untuk peletakan merata, lapisan rata dari beton setara
dengan beton mutu f'c = 7,4 Mpa (K100), slump (3-6) cm, w/c = 0,9 supaya dibuat sebagai lantai kerja
dengan tebal tidak kurang dari 50 mm. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal
tidak kurang dari 100 mm.
Alat dan Bahan :
 Beton Ready Mix
 Papan Plywood
 Kawat bendrat
 Air Kerja
 Calbond
 Bahan Additive
 Concrete Mixer
 Theodolite
 Water Pass
 Concrete Vibrator
 Pompa Air
 Dll.

Pelaksanaan Pekerjaan :
1. Pekerjaan Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar
dan spesifikasi.
2. Pekerjaan bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan
diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga
kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.
3. Pekerjaan kontrol kualitas. Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol Sebelum
pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap kualitas adukan beton.
4. Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya.
Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi. Pekerjaan kontrol kualitas ini
akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara
pengesahan kontrol kualitas.

2. Membuat footplat beton FP1 (120/120)

Persiapan Alat dan Bahan :


Besi Tulangan beton, Beton Ready Mix ,Papan Plywood,Kawat bendrat, Air Kerja, Calbond, Bahan Additive,
Pemotong dan Pembengkok Besi Tulangan ,Concrete Mixer ,Theodolite ,Water Pass ,Concrete Vibrator
,Pompa Air ,Dll.

a. Pembesian
Perakitan Tulangan
Untuk pondasi setempat ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di lokasi
proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses pembuatan pondasi dapat berjalan
lebih cepat. Cara perakitan tulangan :
 Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari ukuran
pondasi setempat.
 Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan memperhitungkan
bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi setempat tersebut.
 Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat agar kokoh
dan tulangan tidak terlepas.
Pemasangan Tulangan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 18
Setelah merakit tulangan pondasi setempat maka untuk pemasangan tulangan dilakukan dengan
cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak terlalu berat dan kedalaman pondasi
ini juga tidak terlalu dalam.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
 Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak turus
permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
 Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah, jarak antara
tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan pengganjal yang di buat
dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar ada jarak antara tulangan dan
permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton)
dan tulangan tidak menjadi karat.
 Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung melakukan
pengecoran.
b. Memasang bekisting untuk pondasi Footplate

Pekerjaan Bekisting :
 Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang ditentukan dalam
gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan baik, teliti dan kokoh.
 Bekesting untuk pekerjaan beton, yaitu kolom, lantai, balok dll. dibuat dari papan/ multiplek t
= 9 mm yang berkwalitas baik dan tidak pecah-pecah.
 Konstruksi dari bekesting seperti sokongan-sokongan perancah dan lain-lain yang
memerlukan perhitungan
 Cetakan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk, ukuran dan tepi-tepi
yang sesuai dengan gambar-gambar rencana dan syarat-syarat pelaksanaan.
 Bambu disarankan tidak digunakan sebagai tiang cetakan, disamping kekuatan dan kekakuan
dari cetakan juga stabilitas perlu diperhitungkan dengan baik, terutama terhadap berat beton
sendiri serta bahan-bahan lainnya yang timbul selama pengecoran, seperti akibat vibrator dan
berat para pekerja.
 Sebelum pengecoran dimulai, bagian dalam dari bekesting harus bersih dan kering dari air
limbah, minyak dan kotoran lainnya.

c. Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)


 Pekerjaan pengecoran harus dilaksanakan sekaligus dan harus dihindarkan penghentian
pengecoran, kecuali bila sudah diperhitungkan pada tempat-tempat yang aman.
 Untuk mendapatkan campuran beton yang baik dan merata harus memakai mesin Pengaduk
beton / Concrete mixer pengaduk (untuk pembuatan beton praktis campuran 1 pc : 2 ps : 3 kr)
dan memakai Ready Mix (untuk pembuatan beton struktur dengan mutu beton fc’ 21,7
Mpa)/K-250.
 Segera setelah beton dituangkan kedalam bekesting, adukan harus dipadatkan dengan concrete
vibrator
 Selama waktu pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan yang terlalu cepat dan
melindunginya dengan menggenangi air diatas permukaan terus menerus selama paling tidak
10 (sepuluh) hari setelah pengecoran plat lantai.
 Apabila konstruksi beton bertulang langsung terletak diatas tanah, maka sebelumnya harus
dibuat lantai kerja yang rata dengan campuran 1 pc : 3 ps : 6 kr dengan ketebalan minimum 5
cm.
 Ketebalan sepatu footplat harus sesuai gambar bestek.

3. Membuat kolom footplat K1 (40/40)


4. Membuat kolom footplat K1 (40/40)
METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]
Page 19
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :
1. Setelah pembuatan footplate usai, dilanjutkan dengan pekerjaan kolom footplate
2. Pembesian serta Pengecoran antara Footplat dan Kolom Footplat dapat dilakukan bersamaan
tergantung dari pada dimensi dan design masing-masing.
3. Besi Tulangan berbagai diameter (dimater sesuai spesifikasi) dipotong sesuai dengan ukuran pada
gambar kerja dengan menggunakan bar cutter/alat manual sedangkan pembengkokan tulangan
mengunakan bar bender/alat manual .
4. Pemotongan panjang besi tulangan untuk tiang dipotong sepanjang tinggi kolom terhadap sloof
ditambah dengan panjang penyaluran 40D.
5. Panjang pembengkokan tulangan sengkang dilakukan sesuai dengan ketentuan bar bending schedule.
Untuk sengkang yang dibengkokan sesuai sudut yang diinginkan maka panjang pengaitnya adalah 6D.
6. Besi Tulangan dipabrikasi dengan cara mengikatkan tulangan pokok kolom dengan tulangan sengkang
menggunakan kawat bendrat ,jarak dan jumlah tulangan pokok disesuaikan dengan shop drawing dan
bestek.
7. Perakitan Bekisting, setelah dirakit dilumuri dengan minyak bekisting.
8. Melakukan job mix design dan job mix formula untuk kualitas beton yang diinginkan.
9. Pengecoran Beton K-250 dan diratakan denan menggunakan concrate vibrator dan dirapikan .
B.3 PEKERJAAN PONDASI
1. Pas. Pondasi batu belah kosong (Aanstamping)
2. Pas. pondasi batu belah 1Pc:6Ps

Metode Pelaksanaan :
a. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan PUBI 1982, dan harus seijin Tim Teknis /
Konsultan Pengawas.
b. Gali tanah untuk pondasi o Setelah galian pondasi siap maka sebelum dipasang batu belah, tanah dasar
harus diberi lapisan pasir urug/sirtu dibawahnya setebal 10 cm dan dipadatkan.
c. Sebelum di pondasi dipasang pekerjaan pasangan batu kosong (aanstamping) dengan bahan batu
gunung bentuk agak lonjong dipasang di bawah pondasi batu belah setebal 15 cm atau ditentukan lain
dalam gambar dan diisi dengan pasir. Sedangkan Batu betah dipasang diatas lapisan aanstamping
dengan bentuk pasangan seperti pada gambar.
d. Pasangan batu kosong untuk aanstamping harus diatur dengan sisi panjang tegak, teratur dan bersilang
kemudian diatas diberi pasir yang merata dan disiram dengan air hingga pasir mengisi lubang - lubang
yang terdapat disela-sela batu kemudian ditimbris.
e. Batu kali yang digunakan untuk pondasi harus batu pecah, sudut runcing, berwarna abu-abu hitam,
keras, tidak porous.
f. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu dibuat profil-profil pondasi dari kayu pada setiap pojok
galian, yang bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang pondasi.
g. Permukaan dasar galian harus ditimbun dengan pasir urug setebal minimum 5 cm, disiram dan
diratakan, pemadatan tanah dasar harus sedikitnya mencapai 80% conpacted.
h. Pondasi batu kali menggunakan adukan dengan campuran 1Pc:6Ps untuk pondasi bangunan;
i. Adukan harus mengisi rongga diantara batu kali sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian dari
pondasi yang berongga/tidak padat.
j. Untuk sloof dibagian atas pondasi batu kali dibuat stek-stek sedalam 30 cm tiap 1 m' dengan
diameter besi minimum 12 mm.

C. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 1


C.1. PEKERJAAN BETON
1. Membuat lantai kerja beton mutu f'c=7,4 Mpa (K-100)bawah lantai
Penggalian tanah sampai pada lapisan sebagai dasar untuk peletakan merata, lapisan rata dari beton setara
dengan beton mutu f'c = 7,4 Mpa (K100), slump (3-6) cm, w/c = 0,9 supaya dibuat sebagai lantai kerja
dengan tebal tidak kurang dari 50 mm. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal
tidak kurang dari 100 mm.
Alat dan Bahan :
 Beton Ready Mix
 Papan Plywood
 Kawat bendrat

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 20
 Air Kerja
 Calbond
 Bahan Additive
 Concrete Mixer
 Theodolite
 Water Pass
 Concrete Vibrator
 Pompa Air
 Dll.

Pelaksanaan Pekerjaan :
5. Pekerjaan Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar
dan spesifikasi.
6. Pekerjaan bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan
diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga
kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.
7. Pekerjaan kontrol kualitas. Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol Sebelum
pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap kualitas adukan beton.
8. Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya.
Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi. Pekerjaan kontrol kualitas ini
akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara
pengesahan kontrol kualitas.

2. Membuat sloof beton S1 (20/35)


3. Membuat sloof beton S2 (15/20)

 Pekerjaan pembesian
Material yang digunakan :
- Besi Beton
- Bendrat

Alat yang digunakan :


- Tang
- Mesin Pemotong Besi
- Alat pembengkok Besi
Kebutuhan Tenaga Kerja :
- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
1. Pembesian Balok sloof dipasangkan sejajar dengan arah pas. Pondasi batu kali dan sebelum
pemasangan pembesian terlebuh dahulu dilakukan pembersihan dari cley (tanah) pada area
tata letak sloof balok.
2. Pemasangan pembesian pada balok sloof tulangan tarik lapangan terletak pada bagian atas dan
tulangan tekan berata pada bagian bawah. Begitu juga pada bagian tumpuan tulangan tarik
berada pada bagian bawah dan tulangan tekan pada pada bagian atas.
3. Pemasangan pembesian disambungkan pada bagian kolom yang telah diberi tulangan stut
sebelumnya.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 21
 Pemasangan Bekisting
Material yang digunakan :
- Kayu Terentang
- Paku Biasa 2”-5”
- Minyak Bekisting

Alat yang digunakan :


- Gergaji
- Lot
- Palu

Kebutuhan Tenaga Kerja :


- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
Begisting pondasi dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang diinginkan sesuai
gambar, bekisting pondasi ini menggunakan multiplek tebal 9 mm dan diberi tembiring usuk 4/6 &
stut menggunakan kayu 4/6 cm dengan ketentuan sebegai berikut:
1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton
basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
3. Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag
struktur beton sesuai yang direncanakan
4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran
dan juga tidak merusak beton
6. Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak
merusak beton
7. Pemasangan bekisting harus benar-benar sesuai dengan gambar rencana baik secara vertical
maupun horizontal

 Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)


Material yang digunakan :
- Beton Cor Ready Mix

Alat yang digunakan :


- Vibrator Concrete
- Sekop
- Kasut
- Jidar
- Talang Cor
- Pipa Penyalur
- Air Compressor
- Lampu Penerangan
- Dll.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 22
Kebutuhan Tenaga Kerja :
- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
1. Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai,
dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua balok sloof pada
ketinggian tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari balok
terujung dan dilanjut kebalok sloof berikutnya.
2. Penuangan spesi beton ke balok sloof beton dengan menggunakan talang cor / atau
mengunakan pump concrate dan dalam pelaksanaan ini kami menngunakan beton jadi (Ready
mix) Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
a) Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air
compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
b) Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji
dan test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
c) Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran,
diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar
rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
d) Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan
kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
e) Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik.
Setelah hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
f) Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu
material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2

4. Membuat kolom K1 (40/40)


5. Membuat kolom K2 (30/30)
6. Membuat kolom K3 (15/30)

a. Pekerjaan pembesian
Material yang digunakan :
- Besi Beton
- Bendrat

Alat yang digunakan :


- Tang
- Mesin Pemotong Besi
- Alat pembengkok Besi
- Dll.

Kebutuhan Tenaga Kerja :


- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
1. Pada penulangan kolom, ujung bawah dihubungkan dengan pondasi sedangkan bagian atas
dihubungkan dengan balok yang menekan pelat lantai sehingga merupakan satu kesatuan
struktur portal yang kaku. Penulangan kolom dilebihkan sampai sampai lantai atas untuk
menyambung tulangan kolom lantai berikutnya.
2. Besi kolom yang dipasang pertama kali berbentuk L dan diikatkan pada tulangan bawah
tulangan foot plate. Pemasangan tulangan dimulai dengan memasang sebelah luar. Setelah itu
dilakukan pemasangan besi-besi yang lain dan menyambungnya dengan tulangan yang sudah
ada

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 23
b. Pemasangan Bekisting
Material yang digunakan :
- Kayu Terentang
- Paku Biasa 2”-5”
- Minyak Bekisting

Alat yang digunakan :


- Gergaji
- Lot
- Palu
- Dll.

Kebutuhan Tenaga Kerja :


- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
1. Bekisting kolom dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton pondasi yang diinginkan
sesuai gambar, bekisting pondasi ini menggunakan multiplek tebal 12 mm dan diberi tembiring
usuk siku 50.50.5 & stut menggunakan pipa support sebagai penyangga bekisting dan harus
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti
yang disyratkan pada gambar
b) Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh
beton basah, beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
c) Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap
bag struktur beton sesuai yang direncanakan
d) Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
e) Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusk/bocor pada saat pelaksanaan
pengecoran dan juga tidak merusak beton
f) Bahan bekisting harus terbuat dari bahan yang tidak menyerap air semen dan juga tidak
merusak beton
g) Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol kelurusan antar kolom dan
kelurusan vertikal dengan 2 sisi yang berbeda menggunakan lot grafitasi atau pesawat
theodolit

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 24
c. Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
Material yang digunakan :
- Beton Cor Ready Mix

Alat yang digunakan :


- Vibrator Concrete ,Sekop, Kasut, Jidar,n Talang Cor , Pump Concrete, Dll.

Kebutuhan Tenaga Kerja :


- Mandor
- Tukang
- Pekerja

Prosedur Pelaksanaan :
1. Pelaksanaan pengecoran beton dilakukan setelah pemasangan bekisting dan tulangan selesai,
dalam hal ini pelaksanaan pengecoran dilakukan serentak untuk semua kolom pada ketinggian
tertentu sehingga akan mempercepat waktu, dimana pengecoran dimulai dari kolom 1 dan
dilanjut ke kolom berikutnya.
2. Penuangan spesi beton ke kolom beton dengan menggunakan pump concrate dan dalam
pelaksanaan ini kami menggunakan beton jadi (Ready mix) dengan K 250/Sesuai spesifikasi
masing-masing Beton
Sebelum pelaksanaan pengecoran, dilakukan hal-hal sebagai berikut :
 Menyiapkan alat-alat pendukung dilapangan seperti vibrator, pipa penyalur beton, air
compressor, lampu penerangan jika pengecoran dilakukan malam hari.
 Sebelum adukan beton dimasukkan kedalam pompa, dilakukan pengambilan benda uji dan
test slump dari truk mixer. Jika tidak memenuhi syarat maka adukan beton ditolak.
 Memeriksa jumlah, letak, jarak antara panjang penyaluran, panjang penjangkaran,
diameter tulangan, beton decking dan “kaki ayam” yang harus sesuai dengan gambar
rencana. Diperiksa pula posisi bekisting agar cukup kokoh menahan beban.
 Membersihkan bekisting dan tulangan dari segala jenis sampah dan kotoran dengan
kompresor, kemudian dilapisi dengan mud oil.
 Lubang-lubang untuk instalasi listrik, air dan lain-lain harus terpasang dengan baik. Setelah
hal-hal tersebut diatas telah dilaksanakan maka pengecoran dapat dilaksanakan.
 Pengambilan semple beton kubus / silinder sebagai quality control menagement mutu
material harus mencapak karateristik 250 kg/cm2
 Menuangkan spesi beton kedalam bekisting kolom dengan pump concrate dengan dibantu
tenaga pengecor yang berdiri diatas bekisting kolom.
 Setelah bekisting kolom terisi penuh oleh spesi beton harus di kontrol kembali kelurusan
horisontal dengan 2 sisi yang berbeda menggunakan lot grafitasi dengan memutar join pin
kekiri atau kekanan tergantung pada kondisi kolom

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 25
7. Membuat balok beton B5 (12/20)
8. Membuat balok lisplang BLp3 (7/40)
9. Membuat plat kanopi P3(tebal=7cm')
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :
a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu kesatuan
struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat tetap.
Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik dapat
digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang dibawah
dengan yang diatas harus rapat.

10. Membuat balok tangga beton B4 (15/25)


11. Membuat plat tangga P1 (tebal=12cm')
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 26
Pembuatan Pondasi Tangga Pondasi Tangga berfungsi sebagai dasar tumpuan landasan agar tangga tidak
mengalami penurunan, pergeseran. Pondasi tangga bisa dari pasangan batu kali, beton bertulang atau
kombinasi dari kedua bahan dan pada dibawah pangkal tangga harus diberi balok anak sebagai pengaku
pelat lantai, agar lantai tidak menahan beban terpusat yang besar.

1. Pada proyek ini tumpuan konstruksi tangga adalah beton bertulang yang dihubungkan ke sloof
2. Bekisting Bordes dan badan tangga Sebelum memulai pekerjaan bekisting bordes tangga, perlu
diperhatikan elevasi/ ketinggian dari lantai dibawahnya sehingga diketahui kombinasi alat yang
diperlukan, apakah menggunakan perancah kayu saja atau dengan scaffolding. Bekisting ini tidak
perlu dipabrikasi secara khusus, karena bisa dipabrikasi pada saat penyetelan langsung, yang perlu
dipersiapkan adalah posisi kemiringan badan tangga. Pada bagian bawah bekisting ini didukung oleh
perancah untuk menahan beban serta mempertahankan posisi kemiringan tangga.
3. Bekisting tangga dengan menggunakan perancah kayu
4. Pemasangan Tulangan badan dan sengkang badan tangga
5. Pekerjaan pemasangan tulangan tangga dilakukan setelah bekistingterpasang, Tulangan utama
dipasang terlebih dahulu, kemudian dirangkai dengan tulangan sengkang. Bagian
6. Tulangan memanjang bawah tulangan tangga diberi beton tahu / beton decking
7. Pemasangan beton decking pada bagian bawah tulangan dengan ketebalan ± 2 cm

C.2. PEKERJAAN BETON PRAKTIS


1. Membuat kolom praktis KP (15/15)
2. Membuat balok latai BL (12/15)
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 14,5 MPa (K-175)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Kolom Praktis dan Balok Latai :


 Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan kolom praktis dan balok latei.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split, kaso, multiplek, besi beton, kawat
beton, paku, air, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, bor listrik, gunting besi,
pembengkok besi, gergaji, unting-unting, benang, selang air, dll.

 Pengukuran
Surveyor/Tukang dibantu oleh pelakksana melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi
tanda (marking) untuk posisi titik perletakan kolom beton praktis dan balok latei.

 Fabrikasi besi tulangan


- Fabrikasi besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan panjang dibuat sesuai gambar
kerja yang telah disetujui.
- Fabrikasi besi beton untuk tulangan kolom praktis dan balok latei.
- Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan pada saat akan dipasang.
- Posisi besi beton untuk tulangan pada kolom praktis dan balok latei yang belum ada besi stek
existing, terlebih dahulu dibuatkan besi stek dengan menggunakan alat bantu bor listrik.

 Fabrikasi bekesting
- Fabrikasi bekesting untuk kolom beton praktis praktis menggunakan bahan dari multiplek dan
perkuatan dengan menggunakan kaso.
- Potong multiplek untuk bekesting kolom praktis dan balok lintel.
- Pasang bekesting pada lokasi besi beton tulangan kolom praktis dan balok lintel dengan dimensi
dibuat sesuai ukuran gambar kerja.
- Pasang perkuatan/support pada bekesting.
- Bekesting dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal. Gunakan waterpass/unting-unting untuk pengecekan.
- Beton decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 27
 Pengecoran beton
- Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /
difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
- Pengecoran beton dilakukan menggunakan beton readymix K-175.
- Setelah area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke area pengecoran, adukan
beton diratakan dan dipadatkan sehingga beton tidak ada sarang tawon/keropos.

3. Membuat plat kanopi P3 (tebal=7cm')


a. Pekerjaan beton mutu f’c = 14,5 MPa (K-175)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :
a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu
kesatuan struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat
tetap. Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik
dapat digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang
dibawah dengan yang diatas harus rapat.

C3 PEKERJAAN PELAPIS
1. Pek. lapis water proofing cement base

1. Pek. lapis water proofing cement base


⊳ Pekerjaan Persiapan
a. Chipping sisa – sisa beton mortar plester dan cleaning debu, sisa – sisa curing compound,
minyak, oli dan material lain yang menempel pada beton.
b. Plugging lubang pipe tie rod dengan Non Shrink Grout atau plugging material lain.
c. Chipping beton yang keropos (honey comb) sp beton yang keras dan patching kembali
atau grouting dengan Non Shrink Grout material.
d. Treatment construction joint dengan Cement Pc + SBR (additive).

⊳ Pekerjaan Water Proofing


a. Cleaning dan spray (siram) permukaan beton agar lembab.
b. Coating / water proofing (Barralastc) layer (lapis I) dengan arah horizontal atau vertical.
c. Setelah mengering permukaan kira – kira ± 6 – 12 jam, dapat diteruskan coating tahap II
(2nd layer) dengan arah berlawanan, yaitu vertical & Horizotal.

⊳ Pekerjaan Test Rendam (Flood Water Test)


a. Setelah water proofing mongering minimal 1 x 24 jam, segera di isi / direndam air selama
minimum 1 x 24 jam, dan sebelumnya diberi tanda pada HWL (High Water Level) dengan
memasang lakban untuk monitoring.
b. Diperiksa bersama – sama untuk mendeteksi level tersebut apakah mengalami
penurunan level atau tetap.
c. Bila tidak ada penurunan, tetap dilihat kembali pada dinding yang lain (bagian luarnya)
apakah ada kelembapan ataupun rembesan walaupun kecil sekali.
d. Segera diatasi dengan cara injeksi epoxy (low viscosity) sampai semua kering 100% dan
sebelumnya bila ada kebocoran / rembesan yang cukup besar injeksi dahulu dengan
cement grouting sebelum diinjeksi dengan epoxy.

⊳ Pekerjaan Protection (Pelindung Water Proofing)


Setelah kebocoran tidak terjadi atau berhasil, maka permukaan water proofing coating
tersebut minimal di proteksi dengan skim coat (cement + SBR) dengan tebal ± 3 mm atau
diproteksi dengan mortar plaster + aci dengan tebal ± 3 cm.

⊳ Prosedur Standar Pengecheckan Prefab


a. Pastikan ukuran H1, H2, H3, W1, W2, & W3 sesuai dengan design yang sudah di approval.
b. Pukul lemah pada kolom dan balok praktis untuk menghindari beton kopong.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 28
c. Check kerataan dengan jidar.
d. Check kesikuan prefab.
e. Check permukaan prefab dari retak besar maupun retak rambut.

D. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 2


D.1. PEKERJAAN BETON
1. Membuat balok beton B1 (25/40)
2. Membuat balok beton B2 (20/35)
3. Membuat balok beton B3 (15/30)
4. Membuat balok beton B4 (15/25)
5. Membuat balok lisplang BLp1 (7/130)
6. Membuat balok lisplang BLp2 (7/80)
7. Membuat plat lantai P1 (tebal=12cm')
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :

a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu kesatuan
struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat tetap.
Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik dapat
digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang dibawah
dengan yang diatas harus rapat.

a. Pekerjaan pembesian
Alat dan bahan :
Besi Beton, Kawat Beton, Tang Alat pembengkok dan Pemotong Besi dll

Pelaksanaan Pekerjaan :
Pemasangan tulangan balok dan pelat lantai dilakukan secara serentak setelah pemasangan bekisting
balok dan pelat lantai. Pemasangan tulangan balok dilakukan sebagai berikut :
 Dipasang tulangan bawah diatas beton decking tebal 2,5 cm. ujung tulangan bawah dimasukkan ke
dalam tulangan kolom sebagai penjangkaran sepanjang minimal 25D. Apabila terdapat sambungan
pada penulangan dilakukan sambungan lewatan sekitar 40D. sambungan tulangan dilakukan selang
seling dan harus dihindarkan penempatan sambungan ditempat-tempat dengan tegangan
maksimum.
 Pemasangan tulangan sengkang yang diatur jaraknya dimana jarak pada tumpuan lebih rapat
dibandingkan jarak tengah bentang. Sengkang diikat dengan kawat beton.
 Tulangan atas dipasang dengan cara dimasukkan satu per satu kedalam tulangan sengkang dibagian
atas kemudian diikat dengan kawat. Ujung tulangan atas dimasukan kedalam tulangan kolom
sebagai panjang penjangkaran sepanjang 40D atau ¾ kali tinggi manfaat balok jika balok berukuran
besar. Sebagai pengaku dipakai tulangan pinggang sesuai dengan perencanaan.

Contoh pekerjaan penulangan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 29
Pembesian Pelat lantai
Tahapan penulangan pelat lantai adalah sebagai berikut :
1. Dipasang tulangan bawah lapis 1 diatas beton decking dengan ketebalan 2 cm. Tulangan ini dipasang
melewati tulangan atas balok.
2. Dipasang tulangan bawah lapis 2 diatas lapis 1 dengan arah tegak lurus lapis 1 kemudian
persilangan tulangan diikat dengan kawat beton.
3. Untuk mendapatkan jarak tertentu antara tulangan atas dan bawah dipasang tulangan kaki ayam
yaitu potongan besi yang dipotong sedemikian rupa sehingga dapat menjaga jarak antara tulangan
atas dengan tulangan bawah pelat.
4. Tulangan atas lapis 2 dipasang. Tulangan ini juga melewati dan diletakkan dibagian atas tulangan
atas balok. Tulangan atas lapis 2 dipasang tegak lurus dengan tulangan atas lapis1.
5. Persilangan tulangan atas diikat dengan kawat beton

b. Pasang bekisting
Alat dan Bahan
Bambu, Paku biasa, Minyak Bkisting ,Plywood tebal 9mm, Bendrat Dll.
Beton Ready Mix, SP. Koral, Pasir beton. Air ,Dll

Pelaksanaan Pekerjaan:
Sebelum pemasangan perancak dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancak kuat untuk menahan
beben beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya setel (penurunan) akibat pengecoran pelat
lantai berlangsung
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecoran balok dan pelat antara lain :
 Menentukan elevasi lantai II kemudian lakukan penandaan sebagai acuan dalam pembigestingan
pelat lantai dan balok.
 Elevasi dasar atas begisting pelat lantai adalah = El. LT II - (tebal spesi + keramik) - tebal pelet beton
 Elevasi dasar atas begisting Balok lantai adalah = El. Dasar atas begisting pelat - (tinggi balok - tebal
pelat)
 Pasangkan skafolding untuk balok terlebih dahulu searah balok
 Pasangkan Pasangkan balok 8/12 searah balok beton
 Pasangkan suri-suri 6/12 dengan jarak 60 cm
 Pasangkan begisting sesuai ukuran dimensi balok yang akan di cor
 Masukan pembesian yang sudah dirakit kedalam bekisting balok yang sudah disiapkan
 Kemudian dengan cara yang sama lakukan pada pembegistingan pada pelat beton
 Pasangkan Hori beam dengan jarak per 40 cm
 Pasangkan begisting dengan plywood dengan ketebalan 15 mm
 Lakukan pemasangan pembesian pelat
 Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
 Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah,
beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
 Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag
struktur beton sesuai yang direncanakan
 Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran,
kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
 Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton
 Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol elevasi begisting

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 30
c. Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
1. Adukan beton yang akan dicor, bisa dibuat secara konvensional, menggunakan mesin molen kecil,
ataupun dipesan adonan siap cor “ready mix”, yang biasanya didatangkan oleh truk molen besar. Jika
telah siap bisa dilakukan pengecoran pelat lantai dan balok (bisa juga sekaligus dengan kolom).
2. Pastikan adonan beton telah melalui pengujian slump. Beton yang telah dituang diratakan dengan
penggaruk (papan perata) dan dipadatkan dengan mesin vibrator. Sebagai acuan bisa digunakan
tinggi peil lantai.
3. Jeda waktu untuk pengecoran satu bidang sebaiknya dihindari, karena berpotensi memicu
terjadinya retak/kebocoran. Jika terpaksa menghentikan pengecoran, sebaiknya pada posisi ¼
bentang (dihitung dari tumpuan). Jika mungkin, pengecoran baik dilakukan malam hari untuk
mengantisipasi sinar matahari yang ekstrem. Pengecoran siang hari akan baik bila dilakukan di
bawah terpal pelindung.
4. Pembongkaran bekisting sebaiknya dilakukan setelah 4-21 hari, seturut proses pengerasan dan
pengeringan beton. Sebelum kering sempurna, sebaiknya dak beton tidak dibebani berlebihan. Dak
beton yang difungsikan sebagai atap, idealnya dilapisi bahan waterproofing penutup pori-pori beton
untuk mengantisipasi rembes atau bocor.

8. Membuat kolom K1A (40/40)


9. Membuat kolom K2A (30/30)
10. Membuat kolom K3 (15/30)
Metode Pelaksanaan :
1. Pada pekerjaan kolom hal yang pertama dilakukan ialah menentukan titik kolom, setelah itu
tentukan stek tulangan kolom untuk lantai 1 dan marking kolom tersebut, bersamaan pula
dilakukan pekerjaan pabrikasi yang dilakukan dilos besi. Setelah di pabrikasi angkut tulangan
kolom tersebut ke area titik kolom dan pasang tulangan kolom, kemudian pasang sepatu kolom
setelah tulangan kolom selasai dipasang, pemasangan bekisting dilakukan .
2. Kemudian cek ketegakan kolom apabila kolom tersebut telah lurus kolom siap di cor dan setelah
7 jam, bekisting kolom boleh dibongkar. Rangkaian pekerjaan kolom tertera dalam diagram alir
terlihat pada

a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)


Pekerjaan pengecoran kolom dilakukan setelah pekerjaan bekisting telah selesai dikerjakan.
Pengecoran kolom menggunakan beton ready mix dengan mutu beton K-250

Sama halnya dengan pekerjaan plat dan balok, pada pekerjaan kolom terdapat langkah teknis yang
harus dipersiapkan yaitu:

1. Pengecekan tulangan dan kondisi bekisting yang sudah siap. Hal ini dilakukan oleh seorang
QC (Quality Control)
2. Jika sudah dilakukan pengecekan maka langkah selanjutnya ialah mengisi surat ijin cor

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 31
3. Setelah pengecekan selesai dilakukan, selanjutnya menyerahkan surat ijin cor ke pada
pengawas MK.
4. Melakukan pengecekan ulang bersama pengawas MK
5. Jika hasil lapangan telah memenuhi menurut pengawas MK, selanjutnya penandatanganan
surat ijin cor dan area siap dilakukan pengecoran Selanjutnya untuk tahapan pekerjaan
pekerjaan kolom meliputi :

 Pastikan semua tulangan dan bekisting telah dicek


 Pengujian test slump dan kuat tekan beton. Pengujian test slump bertujuan untuk
mengetahui nilai kelecakan suatu beton segar. Pada pekerjaan pengecoran kolom ini
tidak dilaksanakan.
 Masukkan beton segar kedalam bucket
 Tuang beton segar kedalam area kolom siap cor
 Beton yang dituang tidak sepenuhnya, melainkan hanya ¾ dari tinggi kolom
 Beton yang telah dituang kemudian dipadatkan dengan mesin vibrator

b. Pekerjaan bekisting
1. Pekerjaan bekisting pada kolom menggunakan sistem semi konvensional. Acuan pada bekisting
kolom menggunakan plywood dan sabuk pengikatnya menggunakan baja hollow.
2. Bekisting pada kolom ini menggunakan 4 sabuk pengikat serta clemp sebagai penjepit antar siku
3. Pasang kaki kolom untuk menentukan selimut beton kolom. Pemasangan kaki kolom
menggunakan plat besi dan las sebagai pengikatnya
4. Karena bekisting kolom menggunakan sistem semi modern, perakitannya telah dilakukan dilos
kayu. Selanjutnya bekisting kolom yang diangkut menggunakan alat dengan bantuan manusia dan
ditempatkan pada kolom yang telah diberi kaki kolom
5. Untuk dimensi kolom yang berbeda misalnya, untuk kolom yang terletak pada as 1 dengan tipe
kolom KP bekisting kolom masih dilakukan dengan menggunakan sistem konvensional. Acuan
nya terbuat dati plywood, sedangkan untuk sabuk pengikatnya masih terbuat dari balok kayu
6. Setelah terpasang, maka kunci sabuk pengunci menggunakan clemp
7. Untuk menjaga ketegakan dan kelurusan pada bekisting, maka digunakan unting-unting

c. Pekerjaan pembesian
Pekerjaan tulangan kolom menggunakan sistem perakitan di tempat los besi untuk ring atau sengkang
kolom, akan tetapi untuk tulangan utama sistem perakitan ditempat. Untuk tipe tulangan yang dipakai
yaitu tipe tulangan ulir. Untuk kolom utama menggunakan tulangan dengan diameter (lihat gambar).
Sedangkan untuk kolom praktis menggunakan tulangan dengan diameter (lihat gambar).

Tahapan pelaksanaan pekerjaan penulangan kolom meliputi:


1. Pemotongan baja tulangan untuk sengkang atau ring kolom berdasarkan dimensi yang telah
direncanakan dan pemotongan tulangan utama kolom di los besi
2. Pengangkutan baja tulangan menggunakan alat berat truck dari lokasi los besi ke lokasi proyek
3. Selanjutnya pengangkutan baja tulangan siap rakit ke area yang dekat dengan kolom yang akan
dipasang tulangan dengan menggunakan alat penarik dengan tenaga manusia
4. Merakit tulangan utama dan sengkang kolom serta mengatur jarak sengkang kolom baik itu
untuk tulangan tumpuan maupun lapangan
5. Tulangan kolom yang telah dirakit diangkut menggunakan alat dengan tenaga manusia ke dalam
kolom yang telah dipasang stek kolom
6. Perkuat sambungan stek kolom dengan tulangan utama menggunakan kawat bendrat

d. Pekerjaan pembongkaran bekisting


Pekerjaan pembongkaran bekisting kolom dilakukan apabila beton telah cukup umur yakni selama 7-8
jam. Beton yang cukup umur ialah beton yang dapat menahan berat sendiri dan beban dari luar.
Bekisting yang telah dibongkar dibersihkan dari sisa-sisa beton yang melekat dan disimpan pada
tempat yang terlindung untuk menjaga bekisting untuk pekerjaan selanjutnya. Pekerjaan
pembongkaran bekisting kolom dilakukan dengan tidak mengurangi keamanan dan kemampuan
struktur.

Berikut adalah tahapan pembongkaran bekisting:


a. Siapkan perlatan yang digunakan untuk pembongkaran
b. Bongkar clemp yang terpasang pada sabuk pengikat

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 32
c. Bongkar bagian-bagian bekisting kolom dengan hati hati agar tidak merusak kolom dan bekisting
masih dapat digunakan untuk pekerjaan kolom selanjutnya Angkut bekisiting kolom dengan alat
katrol/system timba ke daerah yang terlindungi
d. Setelah proses pembongkaran bekisting, maka selanjutnya pengecekan hasil cor yang dilakukan
oleh QC. Jika ditemui hasil cor yang kurang bagus, maka selanjutnya dilakukan perbaikan sesuai
dengan instruksi yang QC berikan

11. Membuat Balok beton B5 (12/20)


12. Membuat Balok lisplang BLp3 (7/40)
13. Membuat plat kanopi P3 (tebal=7 cm)
14. Membuat Balok beton RB1 (20/30)
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pekerjaan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :

a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu kesatuan
struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat tetap.
Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik dapat
digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang dibawah
dengan yang diatas harus rapat.

 Pekerjaan pembesian
Alat dan bahan :
Besi Beton, Kawat Beton, Tang Alat pembengkok dan Pemotong Besi dll

Pelaksanaan Pekerjaan :
Pemasangan tulangan balok dan pelat lantai dilakukan secara serentak setelah pemasangan bekisting
balok dan pelat lantai. Pemasangan tulangan balok dilakukan sebagai berikut :
 Dipasang tulangan bawah diatas beton decking tebal 2,5 cm. ujung tulangan bawah dimasukkan ke
dalam tulangan kolom sebagai penjangkaran sepanjang minimal 25D. Apabila terdapat sambungan
pada penulangan dilakukan sambungan lewatan sekitar 40D. sambungan tulangan dilakukan selang
seling dan harus dihindarkan penempatan sambungan ditempat-tempat dengan tegangan
maksimum.
 Pemasangan tulangan sengkang yang diatur jaraknya dimana jarak pada tumpuan lebih rapat
dibandingkan jarak tengah bentang. Sengkang diikat dengan kawat beton.
 Tulangan atas dipasang dengan cara dimasukkan satu per satu kedalam tulangan sengkang dibagian
atas kemudian diikat dengan kawat. Ujung tulangan atas dimasukan kedalam tulangan kolom
sebagai panjang penjangkaran sepanjang 40D atau ¾ kali tinggi manfaat balok jika balok berukuran
besar. Sebagai pengaku dipakai tulangan pinggang sesuai dengan perencanaan.

Contoh pekerjaan penulangan

Pembesian Pelat lantai


Tahapan penulangan pelat lantai adalah sebagai berikut :
METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]
Page 33
6. Dipasang tulangan bawah lapis 1 diatas beton decking dengan ketebalan 2 cm. Tulangan ini dipasang
melewati tulangan atas balok.
7. Dipasang tulangan bawah lapis 2 diatas lapis 1 dengan arah tegak lurus lapis 1 kemudian
persilangan tulangan diikat dengan kawat beton.
8. Untuk mendapatkan jarak tertentu antara tulangan atas dan bawah dipasang tulangan kaki ayam
yaitu potongan besi yang dipotong sedemikian rupa sehingga dapat menjaga jarak antara tulangan
atas dengan tulangan bawah pelat.
9. Tulangan atas lapis 2 dipasang. Tulangan ini juga melewati dan diletakkan dibagian atas tulangan
atas balok. Tulangan atas lapis 2 dipasang tegak lurus dengan tulangan atas lapis1.
10. Persilangan tulangan atas diikat dengan kawat beton

 Pasang bekisting
Alat dan Bahan
Bambu, Paku biasa, Minyak Bkisting ,Plywood tebal 9mm, Bendrat Dll.
Beton Ready Mix, SP. Koral, Pasir beton. Air ,Dll

Pelaksanaan Pekerjaan:
Sebelum pemasangan perancak dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancak kuat untuk menahan
beben beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya setel (penurunan) akibat pengecoran pelat
lantai berlangsung
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecoran balok dan pelat antara lain :
 Menentukan elevasi lantai II kemudian lakukan penandaan sebagai acuan dalam pembigestingan
pelat lantai dan balok.
 Elevasi dasar atas begisting pelat lantai adalah = El. LT II - (tebal spesi + keramik) - tebal pelet beton
 Elevasi dasar atas begisting Balok lantai adalah = El. Dasar atas begisting pelat - (tinggi balok - tebal
pelat)
 Pasangkan skafolding untuk balok terlebih dahulu searah balok
 Pasangkan Pasangkan balok 8/12 searah balok beton
 Pasangkan suri-suri 6/12 dengan jarak 60 cm
 Pasangkan begisting sesuai ukuran dimensi balok yang akan di cor
 Masukan pembesian yang sudah dirakit kedalam bekisting balok yang sudah disiapkan
 Kemudian dengan cara yang sama lakukan pada pembegistingan pada pelat beton
 Pasangkan Hori beam dengan jarak per 40 cm
 Pasangkan begisting dengan plywood dengan ketebalan 15 mm
 Lakukan pemasangan pembesian pelat
 Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
 Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah,
beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
 Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag
struktur beton sesuai yang direncanakan
 Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran,
kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
 Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton
 Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol elevasi begisting

 Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 34
1. Adukan beton yang akan dicor, bisa dibuat secara konvensional, menggunakan mesin molen kecil,
ataupun dipesan adonan siap cor “ready mix”, yang biasanya didatangkan oleh truk molen besar.
Jika telah siap bisa dilakukan pengecoran pelat lantai dan balok (bisa juga sekaligus dengan
kolom).
2. Pastikan adonan beton telah melalui pengujian slump. Beton yang telah dituang diratakan dengan
penggaruk (papan perata) dan dipadatkan dengan mesin vibrator. Sebagai acuan bisa digunakan
tinggi peil lantai.
3. Jeda waktu untuk pengecoran satu bidang sebaiknya dihindari, karena berpotensi memicu
terjadinya retak/kebocoran. Jika terpaksa menghentikan pengecoran, sebaiknya pada posisi ¼
bentang (dihitung dari tumpuan). Jika mungkin, pengecoran baik dilakukan malam hari untuk
mengantisipasi sinar matahari yang ekstrem. Pengecoran siang hari akan baik bila dilakukan di
bawah terpal pelindung.
4. Pembongkaran bekisting sebaiknya dilakukan setelah 4-21 hari, seturut proses pengerasan dan
pengeringan beton. Sebelum kering sempurna, sebaiknya dak beton tidak dibebani berlebihan. Dak
beton yang difungsikan sebagai atap, idealnya dilapisi bahan waterproofing penutup pori-pori
beton untuk mengantisipasi rembes atau bocor.

D.2. PEKERJAAN BETON PRAKTIS


1. Membuat stek besi beton praktis
a. Bersihkan area dimana akan dilakukan pemasangan kolom praktis dan sekitarnya.
b. Rangkailah besi tulangan kolom praktis dengan jarak yang sesuai dengan shop drawing, ikatlah
dengan sistem ikat satu arah dengan kuat, antara tulangan utama dan sengkang/beugel dengan
menggunakan kawat bendrat. Jarak setiap sengkangnya dibuat seragam.
c. Persiapkan potongan besi d 10 sebanyak 8 buah, 4 buah untuk sisi atas pelat dan 4 buah untuk sisi
bawah pelat.
d. Buatlah marking posisi 8 stek penguat, 4 stek pada pelat atas dan 4 stek pada bawah.
e. Buat juga untuk stek untuk pekerjaan beton praktis lainnya dengan posisi lapangan yang disesuaikan
dengan kebutuhan
f. Bor pelat lantai atas dan bawah sampai kedalaman 5cm pada sudutnya, kemudian bersihkan lubang
tersebut dan pasanglah stek menggunakan epoxy, pastikan stek tidak goyang.
g. Ikatlah antara besi kolom praktis dengan stek penguat atas dan bawah menggunakan kawat bendrat
dan posisikan sehingga besi kolom praktis berdiri tegak.

h. Bekisting 1 dipasang sesuai ketinggian pasangan bata dan bekisting 2 dipasang lebih rendah dari
pasangan bata. Kedua bekisting dilebihkan jarak 5cm pada sisi kanan dan kiri untuk menutupi
pasangan bata.
i. Tambahkan jendela dari papan kayu pada bekisting 2 dengan kemiringan yang cukup, kemudianlah
ikatlah antara kedua sisi bekisting dengan kawat bendrat pada atas, tengah dan bawah bekisting.
Pastikan kawat bendrat terikat dengan baik.
j. Ukurlah dan cek vertikalitas bekisting kolom praktis tersebut dengan dilot.
k. Campurlah adonan beton sesuai spesifikasinya sampai adonannya rata dan homogen.
l. Pasanglah alas untuk menampung adonan yang jatuh, kemudian cor kolom praktis dengan
menuangkan adonan kedalam lubang bekisting, pada saat pengecoran ke dua sisi bekisting dipukul-
pukul dengan palu agar beton nantinya tidak keropos

2. Membuat kolom praktis KP (12/15)


3. Membuat balok latai BL(12/15)
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 14,5 MPa (K-175)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 35
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Kolom Praktis dan Balok Latai :
 Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan kolom praktis dan balok latei.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split, kaso, multiplek, besi beton, kawat
beton, paku, air, dll.
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, bor listrik, gunting besi,
pembengkok besi, gergaji, unting-unting, benang, selang air, dll.

 Pengukuran
Surveyor/Tukang dibantu oleh pelakksana melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi
tanda (marking) untuk posisi titik perletakan kolom beton praktis dan balok latei.

 Fabrikasi besi tulangan


- Fabrikasi besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan panjang dibuat sesuai gambar
kerja yang telah disetujui.
- Fabrikasi besi beton untuk tulangan kolom praktis dan balok latei.
- Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan pada saat akan dipasang.
- Posisi besi beton untuk tulangan pada kolom praktis dan balok latei yang belum ada besi stek
existing, terlebih dahulu dibuatkan besi stek dengan menggunakan alat bantu bor listrik.

 Fabrikasi bekesting
- Fabrikasi bekesting untuk kolom beton praktis praktis menggunakan bahan dari multiplek dan
perkuatan dengan menggunakan kaso.
- Potong multiplek untuk bekesting kolom praktis dan balok lintel.
- Pasang bekesting pada lokasi besi beton tulangan kolom praktis dan balok lintel dengan dimensi
dibuat sesuai ukuran gambar kerja.
- Pasang perkuatan/support pada bekesting.
- Bekesting dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal. Gunakan waterpass/unting-unting untuk pengecekan.
- Beton decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.

 Pengecoran beton
- Sebelum pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /
difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
- Pengecoran beton dilakukan menggunakan beton readymix K-175.
- Setelah area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke area pengecoran, adukan
beton diratakan dan dipadatkan sehingga beton tidak ada sarang tawon/keropos.

4. Membuat plat kanopi P3 (tebal=7cm')


a. Pekerjaan beton mutu f’c = 14,5 MPa (K-175)
b. Pasangan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :
a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu
kesatuan struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat
tetap. Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik
dapat digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang
dibawah dengan yang diatas harus rapat.

D.3. PEKERJAAN BETON PRAKTIS


1. Pekerjaan lapis water proofing cement base

⊳ Pekerjaan Persiapan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 36
a. Chipping sisa – sisa beton mortar plester dan cleaning debu, sisa – sisa curing compound,
minyak, oli dan material lain yang menempel pada beton.
b. Plugging lubang pipe tie rod dengan Non Shrink Grout atau plugging material lain.
c. Chipping beton yang keropos (honey comb) sp beton yang keras dan patching kembali
atau grouting dengan Non Shrink Grout material.
d. Treatment construction joint dengan Cement Pc + SBR (additive).

⊳ Pekerjaan Water Proofing


a. Cleaning dan spray (siram) permukaan beton agar lembab.
b. Coating / water proofing (Barralastc) layer (lapis I) dengan arah horizontal atau vertical.
c. Setelah mengering permukaan kira – kira ± 6 – 12 jam, dapat diteruskan coating tahap II
(2nd layer) dengan arah berlawanan, yaitu vertical & Horizotal.

⊳ Pekerjaan Test Rendam (Flood Water Test)


a. Setelah water proofing mongering minimal 1 x 24 jam, segera di isi / direndam air selama
minimum 1 x 24 jam, dan sebelumnya diberi tanda pada HWL (High Water Level) dengan
memasang lakban untuk monitoring.
b. Diperiksa bersama – sama untuk mendeteksi level tersebut apakah mengalami
penurunan level atau tetap.
c. Bila tidak ada penurunan, tetap dilihat kembali pada dinding yang lain (bagian luarnya)
apakah ada kelembapan ataupun rembesan walaupun kecil sekali.
d. Segera diatasi dengan cara injeksi epoxy (low viscosity) sampai semua kering 100% dan
sebelumnya bila ada kebocoran / rembesan yang cukup besar injeksi dahulu dengan
cement grouting sebelum diinjeksi dengan epoxy.

⊳ Pekerjaan Protection (Pelindung Water Proofing)


Setelah kebocoran tidak terjadi atau berhasil, maka permukaan water proofing coating
tersebut minimal di proteksi dengan skim coat (cement + SBR) dengan tebal ± 3 mm atau
diproteksi dengan mortar plaster + aci dengan tebal ± 3 cm.

⊳ Prosedur Standar Pengecheckan Prefab


a. Pastikan ukuran H1, H2, H3, W1, W2, & W3 sesuai dengan design yang sudah di approval.
b. Pukul lemah pada kolom dan balok praktis untuk menghindari beton kopong.
c. Check kerataan dengan jidar.
d. Check kesikuan prefab.
e. Check permukaan prefab dari retak besar maupun retak rambut.

E. PEKERJAAN STRUKTUR ATAP


E1. PEKERJAAN BETON BERTULANG

1. Membuat balok beton B1 (25/40)


2. Membuat balok beton B2 (20/35)
3. Membuat balok beton B4 (15/25)
4. Membuat plat atap P2 (tebal=10cm')
5. Membuat balok beton B5 (12/20)
6. Membuat balok lisplang BLp4 (7/40)
7. Membuat plat kanopi P3 (tebal=7cm')
a. Pekerjaan beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)
b. Pekerjaan bekisting
c. Pekerjaan pembesian

Metode Pelaksanaan :

a. Pengecoran balok dan pelat atap atau kanopi dilakukan bersamaan sekaligus, menjadi satu
kesatuan struktur, sehingga form work dan pelat/slab, dibuat sebagai satu kesatuan yang bersifat
tetap. Sesudah selesai form work ini baru dibongkar dan sebagian yang kondisinya masih baik
dapat digunakan kembali.
b. Adapun pada sistem ini digunakan scaffolding. Kontak antara kaki scaffolding dengan tempat
berpijaknya harus dijaga sempurna, demikian juga sambungan kaki scaffolding antara yang
dibawah dengan yang diatas harus rapat.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 37
 Pekerjaan pembesian
Alat dan bahan :
Besi Beton, Kawat Beton, Tang Alat pembengkok dan Pemotong Besi dll

Pelaksanaan Pekerjaan :
Pemasangan tulangan balok dan pelat lantai dilakukan secara serentak setelah pemasangan bekisting
balok dan pelat lantai. Pemasangan tulangan balok dilakukan sebagai berikut :
 Dipasang tulangan bawah diatas beton decking tebal 2,5 cm. ujung tulangan bawah dimasukkan ke
dalam tulangan kolom sebagai penjangkaran sepanjang minimal 25D. Apabila terdapat sambungan
pada penulangan dilakukan sambungan lewatan sekitar 40D. sambungan tulangan dilakukan selang
seling dan harus dihindarkan penempatan sambungan ditempat-tempat dengan tegangan
maksimum.
 Pemasangan tulangan sengkang yang diatur jaraknya dimana jarak pada tumpuan lebih rapat
dibandingkan jarak tengah bentang. Sengkang diikat dengan kawat beton.
 Tulangan atas dipasang dengan cara dimasukkan satu per satu kedalam tulangan sengkang dibagian
atas kemudian diikat dengan kawat. Ujung tulangan atas dimasukan kedalam tulangan kolom
sebagai panjang penjangkaran sepanjang 40D atau ¾ kali tinggi manfaat balok jika balok berukuran
besar. Sebagai pengaku dipakai tulangan pinggang sesuai dengan perencanaan.

Contoh pekerjaan penulangan

Pembesian Pelat lantai


Tahapan penulangan pelat lantai adalah sebagai berikut :
1. Dipasang tulangan bawah lapis 1 diatas beton decking dengan ketebalan 2 cm. Tulangan ini dipasang
melewati tulangan atas balok.
2. Dipasang tulangan bawah lapis 2 diatas lapis 1 dengan arah tegak lurus lapis 1 kemudian
persilangan tulangan diikat dengan kawat beton.
3. Untuk mendapatkan jarak tertentu antara tulangan atas dan bawah dipasang tulangan kaki ayam
yaitu potongan besi yang dipotong sedemikian rupa sehingga dapat menjaga jarak antara tulangan
atas dengan tulangan bawah pelat.
4. Tulangan atas lapis 2 dipasang. Tulangan ini juga melewati dan diletakkan dibagian atas tulangan
atas balok. Tulangan atas lapis 2 dipasang tegak lurus dengan tulangan atas lapis1.
5. Persilangan tulangan atas diikat dengan kawat beton

 Pasang bekisting
Alat dan Bahan
Bambu, Paku biasa, Minyak Bkisting ,Plywood tebal 9mm, Bendrat Dll.
Beton Ready Mix, SP. Koral, Pasir beton. Air ,Dll

Pelaksanaan Pekerjaan:
Sebelum pemasangan perancak dimulai pastikan dasar tempat pijakan perancak kuat untuk menahan
beben beton, ini sangat penting untuk menghindari terjadinya setel (penurunan) akibat pengecoran pelat
lantai berlangsung
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecoran balok dan pelat antara lain :
 Menentukan elevasi lantai II kemudian lakukan penandaan sebagai acuan dalam pembigestingan
pelat lantai dan balok.
 Elevasi dasar atas begisting pelat lantai adalah = El. LT II - (tebal spesi + keramik) - tebal pelet beton

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 38
 Elevasi dasar atas begisting Balok lantai adalah = El. Dasar atas begisting pelat - (tinggi balok - tebal
pelat)
 Pasangkan skafolding untuk balok terlebih dahulu searah balok
 Pasangkan Pasangkan balok 8/12 searah balok beton
 Pasangkan suri-suri 6/12 dengan jarak 60 cm
 Pasangkan begisting sesuai ukuran dimensi balok yang akan di cor
 Masukan pembesian yang sudah dirakit kedalam bekisting balok yang sudah disiapkan
 Kemudian dengan cara yang sama lakukan pada pembegistingan pada pelat beton
 Pasangkan Hori beam dengan jarak per 40 cm
 Pasangkan begisting dengan plywood dengan ketebalan 15 mm
 Lakukan pemasangan pembesian pelat
 Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk, ukuran dan posisi seperti yang
disyratkan pada gambar
 Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban yang diakibatkan oleh beton basah,
beban pelaksanaan dan beban-beban lainnya
 Bekisting harus cukup kaku (stabil) artinya harus dapat menghasilkan bentuk yang tetap bag
struktur beton sesuai yang direncanakan
 Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan pemasangan, kemudahan pembongkaran,
kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
 Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor pada saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton
 Dalam pemasangan bekisting harus selalu di kontrol elevasi begisting

 Membuat beton mutu f’c = 21,7 MPa (K-250)


1. Adukan beton yang akan dicor, bisa dibuat secara konvensional, menggunakan mesin molen kecil,
ataupun dipesan adonan siap cor “ready mix”, yang biasanya didatangkan oleh truk molen besar. Jika
telah siap bisa dilakukan pengecoran pelat lantai dan balok (bisa juga sekaligus dengan kolom).
2. Pastikan adonan beton telah melalui pengujian slump. Beton yang telah dituang diratakan dengan
penggaruk (papan perata) dan dipadatkan dengan mesin vibrator. Sebagai acuan bisa digunakan
tinggi peil lantai.
3. Jeda waktu untuk pengecoran satu bidang sebaiknya dihindari, karena berpotensi memicu
terjadinya retak/kebocoran. Jika terpaksa menghentikan pengecoran, sebaiknya pada posisi ¼
bentang (dihitung dari tumpuan). Jika mungkin, pengecoran baik dilakukan malam hari untuk
mengantisipasi sinar matahari yang ekstrem. Pengecoran siang hari akan baik bila dilakukan di
bawah terpal pelindung.
4. Pembongkaran bekisting sebaiknya dilakukan setelah 4-21 hari, seturut proses pengerasan dan
pengeringan beton. Sebelum kering sempurna, sebaiknya dak beton tidak dibebani berlebihan. Dak
beton yang difungsikan sebagai atap, idealnya dilapisi bahan waterproofing penutup pori-pori beton
untuk mengantisipasi rembes atau bocor.

E2. PEKERJAAN PELAPIS


1. Pekerjaan Pelapis waterproofing cement base

⊳ Pekerjaan Persiapan
a. Chipping sisa – sisa beton mortar plester dan cleaning debu, sisa – sisa curing compound,
minyak, oli dan material lain yang menempel pada beton.
b. Plugging lubang pipe tie rod dengan Non Shrink Grout atau plugging material lain.
c. Chipping beton yang keropos (honey comb) sp beton yang keras dan patching kembali
atau grouting dengan Non Shrink Grout material.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 39
d. Treatment construction joint dengan Cement Pc + SBR (additive).

⊳ Pekerjaan Water Proofing


a. Cleaning dan spray (siram) permukaan beton agar lembab.
b. Coating / water proofing (Barralastc) layer (lapis I) dengan arah horizontal atau vertical.
c. Setelah mengering permukaan kira – kira ± 6 – 12 jam, dapat diteruskan coating tahap II
(2nd layer) dengan arah berlawanan, yaitu vertical & Horizotal.

⊳ Pekerjaan Test Rendam (Flood Water Test)


a. Setelah water proofing mongering minimal 1 x 24 jam, segera di isi / direndam air selama
minimum 1 x 24 jam, dan sebelumnya diberi tanda pada HWL (High Water Level) dengan
memasang lakban untuk monitoring.
b. Diperiksa bersama – sama untuk mendeteksi level tersebut apakah mengalami
penurunan level atau tetap.
c. Bila tidak ada penurunan, tetap dilihat kembali pada dinding yang lain (bagian luarnya)
apakah ada kelembapan ataupun rembesan walaupun kecil sekali.
d. Segera diatasi dengan cara injeksi epoxy (low viscosity) sampai semua kering 100% dan
sebelumnya bila ada kebocoran / rembesan yang cukup besar injeksi dahulu dengan
cement grouting sebelum diinjeksi dengan epoxy.

⊳ Pekerjaan Protection (Pelindung Water Proofing)


Setelah kebocoran tidak terjadi atau berhasil, maka permukaan water proofing coating
tersebut minimal di proteksi dengan skim coat (cement + SBR) dengan tebal ± 3 mm atau
diproteksi dengan mortar plaster + aci dengan tebal ± 3 cm.

⊳ Prosedur Standar Pengecheckan Prefab


a. Pastikan ukuran H1, H2, H3, W1, W2, & W3 sesuai dengan design yang sudah di approval.
b. Pukul lemah pada kolom dan balok praktis untuk menghindari beton kopong.
c. Check kerataan dengan jidar.
d. Check kesikuan prefab.
e. Check permukaan prefab dari retak besar maupun retak rambut.

E3. PEKERJAAN RANGKA ATAP


1. Pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja KK1 (inc. pek. meni besi)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 40
2. Pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja 1/2 KK1 (inc. pek. meni besi)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 41
3. Pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja KK2 (inc. pek. meni besi)

4. Pekerjaan konstruksi kuda-kuda baja KK3 (inc. pek. meni besi)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 42
5. Pekerjaan konstruksi regel baja RG1 (inc. pek. meni besi)
6. Pekerjaan konstruksi regel baja RG2 (inc. pek. meni besi)
7. Pas. sagrod besi beton Ø12mm'
8. Pas. trackstang besi beton Ø10mm'
9. Pas. turbuckle/stangdrat galvanis Ø12mm' panjang=20cm'
10. Pas. gording CNP 150.50.20.2,3
11. Pas. kaso dan reng baja ringan

Metode Pelaksanaan :

Syarat-syarat mutu dan pemasangan harus menurut dan atau disesuaikan dengan standard-standard sebagai
berikut : JIB, B>S>PPBBI 1984, ASTM, VOSB, TGB, PUBI 1982, SII.

Lingkup Pekerjaan
Mencakup pekerjaan shop drawing pengiriman, fabrikasi dan pemasangan semua pekerjaan baja yang sifatnya
konstruktif. Pekerjaan baja meliputi pekerjaan struktur rangka atap, rangka plafon serta bagian-bagian lain yang
ditunjuk dalam gambar-gambar untuk itu. Unsur-unsur baja yang dipakai berupa profil-profil, pelat-pelat datar,
pelat siku dan sebagainya. Lingkup Pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah sebagai berikut:
a. Pekerjaan rangka atap baja.
b. Pekerjaan rangka plafon baja.

Bahan-bahan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 43
a. Persyaratan Bahan Semua bahan yang akan dipakai harus memenuhi persyaratan yang tercantum dibawah
ini:
a. Mutu baja yang digunakan adalah baja ST 37/BJ37.
b. Semua material baja harus baru dan disetujui oleh Direksi/Pengawas. Walaupun Kontraktor telah
menggunakan bahan yang telah disetujui, pasal-pasal berikut ini tetap mengikat Kontraktor untuk
tetap bertanggung jawab.
c. Semua bagian baja sebelum dan sesudah fabrikasi harus lurus dan tidak ada tekukan setelah pekerjaan
baja selesai di fabrikasi.
d. Semua profil dan pelat baja menggunakan baja yang baru dan merupakan “Hot Rolled Structural Steel”
dan harus memenuhi mutu baja ASTM A-36, atau ST-37 (PPBBI-83) atau standar lain yang setaraf.
e. Baut mesin dan baut angker harus terbuat dari baja, dan memenuhi syarat yang tercantum di dalam
SII.0589-81 atau ASTM A-37. buat dan mur harus memiliki kepala heksagonal dan memenuhi SII.0589-
81.
f. Kawat las yang dipergunakan adalah ARCH-Welding dengan menggunakan Mild Steel Electrode jenis
Eutelic Rod Unimatic 6.000 (AC-DC) dengan Tensile Strength 68.000psi=47,6 kg/mm2atau kawat las
lain yang setara. Kawat las harus memenuhi ASTM A-233 atau SII.0192-83, atau standard lain yang
setaraf. Pengelasan konstruksi baja harus sesuai dengan gambar konstruksi dan mengikuti prosedur
yang berlaku seperti PPBI 1983, AISC dan VOSB.
g. Besi bulat padat yang dipakai untuk ikatan angin dan trekstang, harus memenuhi SII.0884-83 atau
standard lain yang setaraf.
h. Meni yang dipakai harus zine chromate, seperti yang diproduksi oleh Dana Paints atau yang setaraf.
Sebelum dicat zinc chromate, harus dibersihkan dari karat dengan sikat baja dan dicat zinc chromate 2
(dua) kali, satu kali sebelum dikirim ke lapangan, sekali lagi setelah erection dan test akhir selesai.
i. Bahan-bahan yang dipakai buatan produsen dalam negeri yang dikenal baik dan produknya memenuhi
Standart Industri Indonesia yang berlaku. Bahan struktur baja tidak boleh cacat dan bengkok-bengkok,
jadi harus betul-betul lurus. Profil yang tepat, bentuk, tebal, ukuran, berat dan detail-detail
konstruksinya harus sesuai dengan gambar rencana.

Pelaksana pekerjaan/Kontraktor maupun Sub Kontraktor Spesialis harus bertanggung jawab atas
pekerjaan ini. Persetujuan yang diberikan Direksi/Pengawas/Konsultan Perencana tidak berarti
membebaskan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor maupun Sub Kontraktor Spesialis dari tanggung jawab.
Perubahan ukuran/dimensi dan mutu dari profil baja rencananya harus disetujui oleh Direksi Pengawas.

Penyediaan Data Penunjang


a. Daftar bahan Kontraktor harus menyiapkan dan mengajukan kepada Direksi/Pengawas, suatu daftar
bahan yang diusulkan untuk dipakai yang harus mencakup nama pabrik asal, katalog dari pabrik dan data
teknis, spesifikasi dan petunjuk pemasangannya.

b. Gambar Kerja (Shop Drawing) Dalam waktu tidak kurang dari satu bulan sebelum pekerjaan baja akan
dilaksanakan, Kontraktor harus menyiapkan dan mengajukan gambar kerja, yang harus mencakup :
 Perhitungan Konstruksi untuk setiap perubahan pekerjaan yang diusulkannya.
 Gambar kerja (shop drawing) dikirim dalam 3 (tiga) copy. Gambar kerja tersebut diatas meliputi
seluruh bagian dari pekerjaan konstruksi seperti detaildetail pemasangan, penyambungan, lubang-
lubang, baut-baut, las, pemotongan, pertemuan pada pemutusan, penguatan, ukuran-ukuran,
dimensi, designation dari bahan dan lain-lain yang secara teknis sangat diperlukan.Gambar rencana
berlaku sebagai gambar referensi untuk gambar kerja. Gambar kerja dan perhitungan konstruksi
tersebut diserahkan kepada Direksi/Pengawas untuk diperiksa dan disetujui dahulu sebelum
pekerjaan dilaksanakan.bilamana telah disetujui, 1 (satu) set gambar dikembalikan kepada
Kontraktor untuk dapat memulai pekerjaan fabrikasi. Sungguhpun semua gambar telah disetujui
oleh Direksi/Pengawas tidak berarti mengurangi tanggung jawab Kontraktor bilamana terdapat
kesalahan atau perubahan dalam gambar.
 Tanggung jawab atas ketetapan ukuran selama erection tetap ada pada Kontraktor.
 Pengukuran dalam skala gambar tidak diperkenankan.

c. Sertifikat Bahan Kontraktor harus menyiapkan dan mengajukan pula kepada Direksi/Pengawas, semua
sertifikat dari bahan yang dipakai, yang terdiri atas jaminan mutu dari pabrik (manufacture) dan/atau
laporan/sertifikat pengujian pabrik untuk setiap pengiriman yang menjelaskan telah dipenuhinya
persyaratan-persyaratan dibawah ini ;
 Laporan analisa “Iadle” untuk semua baja,
 Laporan pengujian lentur dan tarik dari profil baja, batangan baja dan pelat baja.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 44
Penyambungan dengan baut-baut dam mur-mur harus dilakukan dengan seksama dan kokoh, ukuran-ukuran
baut beserta ring-ringnya harus disesuaikan. Gambar-gambar untuk itu serta jenis bajanya setidaknya sama
dengan mutu baja profil. Penyambungan dengan baut harus diselenggarakan sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan cacat. Mutu bahan baut yang dipergunakan harus memenuhi
syarat mutu bahan standard pabrik dan rencana.

Penyambungan dengan pengelasan harus dilaksanakan dengan ketepatan dan keahlian tinggi. Pengelasan harus
menggunakan las listrik untuk bagian-bagian yang struktural. Permukaan yang dilas harus sama dan rata.

Pembakaran di bengkel atau di lapangan untuk pemotongan atau penyambungan harus mendapat persetujuan
Direksi Pengawas. Dalam hal persetujuan diberikan, maka bagian yang dibakar tersebut harus diselesaikan
sedemikian baik sehingga sama dengan hasil pemotongan.

Permukan besi baja kemudian dibersihkan dari korosi sehingga permukaan memperoleh warna metalic. Bekas
las-lasan harus dikikir dan dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. Segera setelah dibersihkan,
permukaan baja dicat dengan menie kapal merk Hemple.

Apabila ditentukan pekerjaan galvanisasi untuk pelat baja atau pipa-pipa maka yang dimaksud adalah proses
galvanisasi celup panas.

Fabrikasi
a. Umum Tenaga-tenaga yang dipergunakan haruslah tenaga ahli pada bidangnya yang melaksanakan
pekerjaan dengan baik dan teliti sehingga dapat menjamin bahwa seluruh bagian pekerjaan dapat cocok
satu sama lain pada waktu pemasanganDireksi Proyek mempunyai kebebasan sepenuhnya untuk setiap
waktu melakukan pemeriksaan pekerjaan. Tidak satu pekerjaanpun dibongkar dan dipersiapkan untuk
dikirim sebelum diperiksa dan disetujui oleh Direksi. Setiap pekerjaan yang cacat atau tidak sesuai dengan
dengan gambar rencana atau spesifikasi ini akan ditolak dan harus segera diperbaiki. Sub Kontraktor
Fabrikasi harus menyediakan atas biaya sendiri, semua alat-alat perancah dan sebagainya yang
diperlukan sehubungan dengan pemeriksaan pekerjaan. Sub Kontraktor Fabrikasi harus
memperkenankan Sub Konraktor Montase untuk sewaktu-waktu memeriksa pekerjaan dan mendapatkan
keterangan mengenai cara-cara dan lain-lain yang berhubungan dengan pemasangan ini ditempat
pekerjaan, dimana Sub Kontraktor Montase tidak mempunyai wewenang untuk memberikan instruksi-
instruksi mengenai cara penyelenggaraan fabrikasi.

b. Persiapan dan Pengukuran


1. Pemberian tanda Bilamana dibutuhkan pelengkungan besi, pembakaran, pemahatan atau
penggunaan alat lainnya untuk tujuan memberikan tanda pelengkungan, tidak diperkanankan.
Semua Konstruksi baja yang telah selesai di-fabrikasi harus dibedakan dan diberi kode dengan
jelas sesuai masing-masing agar dapat dipasang dengan mudah.
2. Perbaikan terhadap Distorsi Bahan Distorsi dari bahan atau distorsi yang diakibatkan oleh
fabrikasi harus diperbaiki dengan tidak merusak bahan.
3. Pola (maal) pengukuran dan peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan untuk menjamin
ketelitian pekerjaan harus disediakan oleh Sub Kontraktor Fabrikasi. Semua pengukuran harus
dilakukan dengan menggunakan pita-pita baja yang telah disetujui Direksi Pengawas. Ukuran-
ukuran dari pekerjaan baja yang tertera pada gambar rencana dianggap ukuran pada 25oC.

c. Pelurusan dan Pelengkungan Baja


1. Sebelum pekerjaan lain dialkukan pada pelat, maka semua pelat harus diperiksa kerataannya,
semua batang-batang diperiksa kelurusannya, harus bebas dari puntiran, apabila diperlukan
harus diperbaiki, sehingga apabila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat seluruhnya.
2. Melengkungkan Baja Bilamana pelengkungan baja harus dilaksanakan, maka ia harus
dilaksanakan pada suhu normal atau melalui proses panas, tapi sekali-sekali tidak
diperkenankan untuk didinginkan secara mendadak.

d. Pelaksanaan Fabrikasi
1. Pekerjaan baja harus diselenggarakan dengan cara yang setaraf dengan standard kerja yang
paling baik dari bengkel-bengkal modern, sejauh dapat diterapkan pada jenis pekerjaan yang
dilaksanakan Fabrikasi harus dikerjakan oleh mekanik yang cukup trampil dan berpengalaman.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 45
2. Sejauh yang dimungkinkan, penyetelan di pabrik harus selalu diusahakan dengan merakit dan
menyambungnya dalam batas-batas yang praktis.
3. Semua sambungan harus disetel secara cermat dan harus digerinda untuk memperhalus
pekerjaan. Sambungan yang terpanggang cuaca (exposed to weather) harus dibuat rapat-air
dengan pengelasan menerus Direksi atau wakilnya berhak meninjau bengkel dan memeriksa
pekerjaan fabrikasi Kontraktor.

e. Pemotongan
1. Pekerjaan baja dapat dipotong dengan cara mengguntingnya atau menggergajinya. Permukaan
yang diperoleh dari hasil pemotongan harus diselesaikan siku terhadap bidang yang dipotong,
tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan.
2. Kalau pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong maka pada pemotongan
tersebut terbuangnya metal diperkenankan sebanyak-banyaknya 3mm dengan pelat tebal 12mm
dan 6mm dengan pelat lebih besar dari 12mm.
3. Permukaan potongan yang akan menerima gaya tekan atau yang akan di las harus bebas dari
gerigi-gerigi. Sudut-sudut sebeleh luar harus dibentuk sedemikian rupa sehingga bebas dari
gerigi dan harus dibuat lengkung dengan radius minimum 12 mm.
4. Pemotongan dengan gas/oxygen harus mengunakan mesin potong gas otomatis. e. Pemotongan
dengan mesin las tidak diperkenankan.
5. Gerigi-gerigi, baik gerigi timbul maupun gerigi masuk tidak boleh ada dan garis pemotongan
harus lurus.

f. Permukaan yang berhimpitan


1. Semua permukaan yang berhimpitan, baik antara dasar tumpuan dengan kolom, atau elemen
lainnya, yang bertumpu langsung diatas pelat baja, harus digerinda atau dihaluskan seperlunya
untuk memperoleh bidang tumpuan yang penuh dan effektif.
2. Tepi-tepi yang akan dilas harus dipersiapkan secara memadai.

g. Lubang
1. Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material, dengan diameter lubang untuk baut
HTB adalah 1s/d1,5mm lebih besar daripada diameter yang tertera pada gambar rencana. Dalam
hal lubang tidak dibor sekaligus untuk seluruh tebal elemen-elemennya, lubang dapat dibor
dengan ukuran yang lebih kecil dan diperbesar kemudian pada saat montase percobaan.
2. Semua lubang baut harus memenuhi persyaratan yang tercantum pada SII.1302-85.
3. Pembuatan lubang dengan pembakaran gas untuk baut dengan mutu kekuatan yang tinggi, tidak
diperkenankan
h. Pekerjaan Las
Umum
 Semua sambungan halus dibuat atau dilas dengan jenis dan rancangan yang sesuai dengan yang
ditunjukkan oleh gambar atau gambar kerja (shop drawing) yang telah disetujui. Sambungan hanya
boleh dibuat pada tempat-tempat yang ditujukkan oleh gambar atau gambar kerja yang telah
disetujui.
 Detail-detail khusus yang menyangkut cara persiapan sambungan, cara pengelasan jenis dan ukuran
elektrode, tebalnya masing-masing bagian yang dilas dan ukuran dari las serta kekuatan arus listrik
untuk las harus diajukan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi/Pengawas
sebelum dilakukan pengelasan.
 Pelat-pelat yang akan dilas harus terbebas dari kotoran besi, minyak, cat, karat atau lapisan lain yang
dapat mempengaruhi mutu las.
 Hasil pengelasan harus dilakukan pengetesan untuk mengetahui kualitas pengelasan, baik dengan
metode serbuk magnet atau metode lain yang disetujui Direksi/Pengawas.

Tenaga Pengelasan
 Semua pengelasan harus dilaksanakan oleh tukang las yang telah diuji sebelumnya dengan cara yang
disebutkan di dalam AWS D 1.0 Qualification Procedures, atau prosedure atau pengujian yang lain
yang sebanding sebagaimana diperintahkan atau disetujui oleh Direksi/Pengawas.
 Pekerjaan las harus dikerjakan oleh tenaga las, dibawah pengawasan langsung seseorang yang
menurut anggapan Direksi/Pengawas mempunyai pengalaman yang sesuai untuk
menyelenggarakan pekerjaan tersebut.
 Tenaga las yang tidak bisa melaksanakan pekerjaan secara memuaskan, harus diberhentikan dan
tidak diperkenankan untuk bekerja kembali.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 46
Konstruksi Las
Semua persiapan dan penanganan bahan untuk pengelasan harus mengikuti syarat-syarat yang tercantum
di dalam AWS, dan harus disetujui. Besi yang akan di las harus dipanaskan sebelum dilas, sesuai dengan
persyaratan yang tercantum di dalam peraturan berikut :
- AICS Specification of Design, Fabrications and Erections of Structural Steel for Buildings,
- AWS Codes for Welding in Building Construction.

Mesin Las dan Kawat Las


 Mesin las yang akan dipakai harus mesin las jenis yang stabil (stable welder) yang dilengkapi dengan
proses-proses yang berfungsi dan dibentuk sesuai dengan bahan yang akan dilas.
 Alat-alat bantu yang dipakai untuk mengelas harus berfungsi secara memadai.
 Mesin las yang dipakai untuk pengelasan dilapangan harus mesin las listrik.
 Kawat las yang dipakai harus merk “kobesteel” atau yang setaraf.
 Ukuran elektrode, arus dan tegangan listrik serta kecepatan busur listrik, yang digunakan pada las
listrik harus seperti dinyatakan oleh pabrik las listrik tersebut dan tidak dapat diadakan
penyimpangan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas.

Pelat landasan
Kontraktor harus menyiapkan dan memasang semua pelat landasan/dudukan atau pelat tumpuan diatas
konstruksi beton, meskipun tidak ditunjukkan secara didalam gambar. Setiap pelat landasan harus dibuat
secara teliti sesuai dengan ukuran letak dari angkur. Angkur menggunakan angkur existing yang telah
tertanam dalam konstuksi kolom beton. Apabila angkur existing telah rusak atau dengan penilaian teknis
tidak dapat dipergunakan kembali, maka Kontraktor harus menyampaikan metode dan perhitungan
kembali pemasangan pelat landasan.

Montase Percobaan
Sebelum dikirim ke lapangan, pekerjaan baja harus dipasang sementara (Montase Percobaan) pada lokasi
Sub Kontraktor Fabrikasi yang terlindung dari cuaca untuk diperiksa oleh direksi mengenai alignemen
serta tepatnya seluruh bagian dan sambungan. Kalau terjadi perbedaan kedudukan, maka pada batang
yang berdampingan harus dimontase bersama-sama pada kedudukan yang dikehendaki lngkap dengan
perletakannya, gelagar melintang dan seluruh batang-batang penguat. Sambungan sementara harus
berhubungan menyeluruh seperti wartel, jack, baut-baut dan sebagainya. Baru pemahatan dialkukan pada
saat montase hanyalah untuk membawa bagian-bagian itu pada posisi yang dikehendaki dan bukan untuk
memperbesar lubang atau merusak material. Pemberitahuan kepada Direksi/Pengawas apabila pekerjaan
montase sudah siap untuk diperiksa dan semua fasilitas yang diperlukan untuk maksud pemeriksaan itu
harus disediakan oleh Sub Kontraktor. Montase percobaan tidak boleh lepas dahulu sebelum mendapat
persetujuan dari Direksi.

Penandaan
Setelah montase percobaan mendapat persetujuan dari Direksi/Pengawas setiap bagian harus diberi
tanda yang jelas ( dengan pahatan dan cat ) sebelum montase percobaan tersebut dilepas. Cat warna yang
berbeda dipergunakan untuk membedakan bagian-bagian yang sama. Copy dari gambar rencana
menyatakan dengan tepat tanda-tanda itu, harus diberikan dengan cuma-cuma kepada direksi dan Sub
Kontraktor Montase pada saat pengiriman pekerjaan baja tersebut ke lapangan.

Pengecatan Awal
Setelah dibongkar, maka pada permukaan seluruh pekerjaan baja, kecuali pada bagian yang dikerjakan
dengan mesin perkakas dan pada perletakan, harus dibersihkan seluruhnya sampai menjadi logam yang
bersih yang disetujui oleh Direksi Pengawas
Setelah permukaan bersih dan kering kemudian dicat dasar dengan satu lapisan manie kapal merk
Hemple.

Penyediaan Baut
Sub Kontraktor Fabrikasi harus menyediakan jumlah sepenuhnya dari mur-mur, baut-baut, cincin baut
atau ring dan sebagainya.yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan dengan
tambahannya 5% untuk setiap ukuran baut mur dan cincin baut. Diameter lubang cincin baut adalah
1s/d1,5 mm lebih besar dari Ø baut. Pada saat pengiriman Sub Kontraktor Fabrikasi harus
mengajukan/menyerahkan dengan cuma-cuma kepada Direksi/Pengawas dan Kontraktor Montase
sampel dan gambar penentuan letak dari seluruh baut-baut yang akan dipasang.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 47
Transportasi dan Handling
Cara transport dan handling pekerjaan besi harus sesuai dengan cara yang telah disetujui oleh
Direksi/Pengawas. Untuk menjamin terlindungnya dari kerusakan pada saat pengiriman, maka perhatian
saat pengangkutan diperlukan dan pada saat transport diberi perkuatan.

Penyerahan
Sub Kontraktor Fabrikasi bertanggungjawab untuk menjaga keamanan pekerjaan besi dan memperbaiki
semua kerusakan sampai diserahkan kepada Sub Kontraktor Montase.

Toleransi pada Fabrikasi


Kelurusan
a. Kecuali bilamana disebutkan lain, semua bagian struktur yang terutama terdiri atas profil atas profil
tunggal, harus lurus dengan toleransi yang diperkenankan sesuai dengan PUBI 1982 tabel 82-5.
b. Kecuali bilamana disebutkan lain, bagian struktur yang merupakan hasil bentukan dengan las, harus lurus
dengan toleransi yang diperkenankan sesuai dengan toleransi yang diperkenankan sesuai dengan
toleransi untuk profil dengan flens lebar, yang tercantum pada ASTM.
c. Bagian struktur yang mengalami tekanan tidak boleh memiliki devisa terhadap kelurusan lebih dari
1/1000 dari panjang axial antara titik-titik tumpuan.
d. Bagian struktur yang telah lengkap harus bebas dari puntiran, lengkungan dan sambungan terbuka.
e. Pantasan yang tajam atau lengkungan-lengkungan dapat menyebabkan ditolaknya pekerjaan.

Panjang
Variasi sebesar 0,8 mm pada panjang keseluruhan dari bagian struktur yang kedua ujungnya diselesaikan untuk
tumpuan, diperkenankan. Untuk bagian struktur yang tidak memiliki penyelesaian ujung untuk tumpuan yang
akan digabungkan dengan bagian struktur baja yang lain, variasi terhadap panjang yang didetail tidak boleh
lebih besar dari 3 mm, untuk bagian struktur diatas 10 meter panjang.

Pemeriksaan dan Pengujian Hasil Pengelasan


1. Pemeriksaan atas pengelasan harus dilaksanakan pada tahap kerja berikut:
a. Sebelum pengelasan dilaksanakan Kerak-kerak besi, besar sudut, jarak bebas antara bagian
konstruksi yang akan disambung, pembersihan permukaan baja yang akan dilas, pengeringan dari
cat, minyak, karat dan bekas potongan api yang kasar.
b. Selama pelaksanaan pengelasan Metode pengelasan dilakukan sedemikian rupa hingga tidak
timbul distrorsi pada elemen konstruksi baja. Prosedur pengelasan, diameter bagian yang akan
dilas dan diameter kawat lasnya, type dari bahan penerbit api, aliran dan voltase dari pengelasan,
kecepatan pengelasan, posisi kawat las, panjang dari bunga api, pelumeran, pengawasan atas
kawat las yang dipakai.
c. Setelah pengelasan dilaksanakan Kepastian bahwa hasil las berulir-ulir, kehadiran dan cacad-
cacad, penanggulangan lubang las, mutu pembuangan bintil-bintil las. Lapisan las yang berpori-
pori atau rusak atau retak harus dibuang sama sekali.

2. Pengujian hasil pengelasan


a. Sepuluh persen dari hasil pengelasan, yang merupakan bagian dari keutuhan struktur secara
keseluruhan dan yang paling sulit diperiksa nantinya, harus diuji dengan pengujian ultrasonik
yang luas pengujiannya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi ini atau sebagaimana
diperintahkan oleh Direksi/Pengawas.
b. Bilamana dibutuhkan pengujian parsial, pengujian ultrasonik harus dilaksanakan pada tempat
yang dipilih secara acak pada las-lasan, supaya dapat menunjukkan kualitas las secara tipikal.
c. Las yang perlu diperbaiki harus diuji secara ultrasonik, setelah setelah perbaikan dilaksanakan.

Perbaikan
1. Sebagai ganti atas penolakan dari seluruh bagian pekerjaan yang hasil lasnya ada yang tidak memuaskan
atau memperlihatkan kualitas pengerjaan yang kurang memadai, langkah-langkah perbaikan dapat
diijinkan oleh Direksi/Pengawas, yang persetujuan khususnya harus mencantumkan tiap perbaikan yang
harus diselenggarakan. Las-lasan atau baja dasar yang cacad atau kurang baik harus diperbaiki, baik dengan
cara membuang dan mengganti hasil las secara keseluruhan, atau seperti petunjuk dibawah ini :
a. Kecembungan dan overtap yang keterlaluan harus dikurangi dengan cara membuang semua besi
las yang lewat batas.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 48
b. Lubang atau kecekungan hasil las yang keterlaluan, hasil potongan yang kurang panjang secara
eksesip dan hasil las yang ukurannya kurang, harus diperbaiki dengan cara membersihkan dan
menambah besi las. c. Hasil las yang porous atau berbintil-bintil secara eksesip, perpaduan bahan
yang tidak sempurna dan penetrasi sambungan yang kurang baik harus diperbaiki dengan cara
membuang bagianbagian yang cacad dan mengelasnya kembali. d. Retakan pada hasil las atau baja
dasar harus diperbaiki dengan cara membuang retakan sampai ke lapisan baja yang baik pada
seluruh panjang dan 5 cm diluar bagian yang retak, kemuadian di las. Luas retakan, dalam dan
panjangnya harus dilacak dengan cara menggoreskan zat asam, pemeriksaan partikel magnetis
atau cara lainnya yang bertujuan sama.

2. Pembuangan baja las atau bagian dari baja dasar harus dilaksanakan dengan cara memahat, menggerinda,
memotong dengan oksigen atau pengerokan dengan oksigen, dan dilaksanakan dengan cara sedemikian
rupa sehingga baja las atau baja dasar yang tinggal tidak tertaris atau terpotong. Bagian yang cacad harus
dibuang tanpa perlu mebuang baja dasarnya.

Pemasangan (Erection)
a. Umum
Sub Kontraktor Montase harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat yang diperlukan untuk
pekerjaan memasang baut dan las dari seluruh pekerjaan besi tersebut. Semua pekerjaan harus dilakukan
secara hati-hati dan teliti. Penggunaan Drift harus mempunyai diameter yang lebih kecil dari lubang baut,
dan digunakan untuk membaca bagian-bagian pada posisinya yang tepat seperti disyaratkan dibawah ini.
Penggunaan martil berlebihan dapat merusak atau mengganggu material tidak diperkenankan. Untuk itu
setiap pekerjaan di bengkel yang menyulitkan pekerjaan montase serta pengepasan bagian-bagian
pekerjaan yang ada harus dilaporkan kepada Direksi/Pengawas.

b. Program pemasangan
1. Prasyarat dalam Kondisi Sebelum fabrikasi dan pemasangan di lapangan dapat dilaksanakan,
sebagai suatu prinsip, Kontraktor diwajibkan untuk menyiapkan suatu program pemasangan yang
cukup terperinci yang harus mencakup organisasi pengawasan teknis, prosedur fabrikasi,
penggunaan bahan, penggunaan mesin-mesin, prosedur pemeriksaan, lingkup dan standard
penilaian mutu. Program pemasangan ini harus diajukan kepada Direksi/Pengawas untuk
disetujui.
2. Keahlian Teknis Khusus Bilamana keahlian teknis khusus diterapkan disini, maka penerapan dari
spesifikasi parsial dapat dikeluarkan pada saat disetujuinya pekerjaan oleh Direksi/Pengawas.

c. Persyaratan Pemasangan
a. Baut Angker
- Pemasangan baut angker harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam ASTM.
- Baut angker harus ditempatkan dan dimatikan pada tiap tempat yang dibutuhkan untuk
pemasangan pelat dudukan dan memenuhi persyaratan berikut : - Ujung angker yang
berkaitan harus ditempatkan dan dirancang secara simetri sebagaimana ditunjukkan. - Ujung
angker yang berkepala harus diproyeksikan diatas konstruksi pendukungnya, dan harus
berjarak tidak kurang dari 10 mm diatas puncak mur baut angker, bilamana pelat dudukan
dipasang dan dikencangkan.
b. Pemasangan Pelat Dudukan
- Pelat dudukan harus dipasang dan disipat datar di ketinggian yang dibutuhkan oleh
pemasangan mur untuk penyipat datar dan diterapkan sementara pada tempatnya dengan
menggunakan mur angker.
- Bilamana bawah tiap dudukan harus diisi padat-padat dengan packing kering yang tidak bisa
meyusut, yang dipelihara secara baik dan diberikan kekuatan secara cukup sebelum daya
dukung dipekerjakan ke pelat dudukan.
- Tahan untuk sementara waktu mur angker yang telah dipasang untuk meyakinkan bahwa
pelat dudukan tetap berada pada posisi dan elevasi yang disyaratkan.
- Pemasangan adukan untuk mengatur sipat datar, tidak diperkenankan.

c. Sekur (schoor/bracing) Sementara


- Sekur sementara harus dipasang pada saat pekerjaan pemasangan telah membutuhkannya
untuk menahan hasil rakitan dan menerima beban atau gaya yang diakibatkan oleh
transpotasi peralatan, pelaksanaan pemasangan atau pekerjaan lainnya.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 49
- Bahan-bahan permanen dan sementara harus dipersiapkan, begitu juga takel-takel, setut atau
bahan/peralatan lain yang dibutuhkan.
- Sekur sementara harus dipertahankan pada tempatnya sampai pekerjaan permanen telah
disambungkan secara memadai dan konstruksi lainnya yang diperlukan untuk menunjang
atau menahan pekerjaan permanen, telah dipasang.
- Bilamana suatu bahan bangunan akan dipikul oleh rangka baja, maka
perlengkapanperlengkapan yang cocok harus dipasang secara cukup untuk menahan secara
aman gaya-gaya tambahan yang diakibatkan olehnya.
- Jumlah dan mutu dari sekur sementara harus diusahkan sedemikian rupa sehingga dapat
menahan beban angin dan lainnya, termasuk gaya gempa dalam intensitas tidak boleh kurang
dari seperti yang direncanakan untuk struktur permanennya.

d. Syarat sambungan sementara


Sementara pekerjaan pemasangan di lapangan telah berkembang, pekerjaan harus dibuat atau
dilas secara cermat, untuk menahan semua beban mati, angin dan gaya-gaya yang timbul akibat
pemasangan.

e. Kelurusan
Pemasangan baut atau pengelasan yang sifatnya permanen tidak diperkenankan sampai beberapa
struktur yang akan dikencangkan telah terpasang lurus atau sesuai dengan yang dimaksud dalam
gambar.
f. Pengelasan di lapangan
- Semua hasil pe-meni-an pabrik yang akan dilas di lapangan harus disikat-kawat untuk
membuang meninya.
- Pengelasan dilapangan harus memenuhi syarat yang disebutkan di dalam spesifikasi ini,
kecuali bilamana diterapkan prosedur pengelasan seperti di bengkel.

g. Pemasangan baut-baut standard


- Ring harus dipasang sesuai dengan kebutuhan
- Pada permulaan, kencangkan baut dan mur secukupnya untuk menjaga keutuhan pekerjaan.
- Pada tahap akhir, yaitu setelah pemeriksaan dan perbaikan terhadap kelurusan dan
kebenaran pekerjaan, semua baut dan mur harus dikencangkan agar tercapai dukungan
(bearing) yang penuh dan kuat.
- Sebelum pekerjaan ini dapat ditinggalkan, periksa dan kencangkan sekali lagi semua baut
sesuai kebutuhan.

h. Baut mutu tinggi


Pengencangan akhir harus dilaksanakan dengan menggunakan alat yang disarankan oleh pabrik,
yang dirancang khusus untuk maksud tersebut, sesuai dengan yang disetujui oleh
Direksi/Pengawas. Pemakaian kunci torque atau alat lainnya sebagai pengganti alat yang
disebutkan diatas tidak diperkenankan.

i. Perbaikan terhadap kesalahan


- Perbaikan terhadap kesalahan pemasangan yang tidak terlalu gawat dengan menggunakan
pahat tumpul dan alat pembesar lubang, pemahatan atau pengguntingan diperkenankan dan
harus dianggap sebagai dari pekerjaan pemasangan.
- Setiap kesalahan yang tidak memungkinkan pemasangan yang baik dari bagian-bagian
konstruksi atau yang membutuhkan perbaikan atau penyesuaian harus dilaksanakan
sebagaimana yang diperlukan dan hanya dapat diakukan dengan cara-cara yang disetujui
oleh Direksi/Pengawas.

j. Kerangka Baja Struktur baja harus dipasang sedemikian rupa, sehingga struktur tersebut dapat
membentuk lawan lendut seperti tertera pada gambar rencana.

Persiapan Pemasangan (erection)

a. Berdirikan, pasangan dan kunci pekerjaan sebagaimana ditunjukkan didalam gambar kerja (shopdrawings)
yang telah disetujui.
b. Tempatkan secara benar dan angker semua bagian dan hasil rakitan agar tercapai dukungan yang penuh
dari bagian struktur diatas elemen pendukung dari struktur.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 50
c. Pelaksanaan dan prosedur pemasangan dan penyetutan tidak boleh menyebabkan kerusakan pekerjaan
yang telah dipasang sebelumnya, dan tidak boleh menekan secara berlebihan bagian atau komponen
bangunan.
d. Kerusakan yang disebabkan oleh pelaksanaan pekerjaan ini harus diperbaiki sebagaimana diperintahkan
oleh Direksi/Pengawas.

Proses Pemasangan (erection)

a. Sebelum erection dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali kedudukan angker-angker baja dan
memberitahukan kepada Direksi/Pengawas metode ukuran pelaksanaan eretion.
b. Perhatian khusus dalam pemasangan angker-angker untuk kolom dimana jarak-jarak/kedudukan angker-
angker harus tetap dan akurat untuk mencegah ketidak cocokan dalam eretion, untuk itu harus dijaga agar
selama pengecoran angker-angker tersebut tidak bergeser, misalnya dengan mengelas pada tulangan
kolom/balok.
c. Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja-pekerjanya di lapangan. Untuk ini Kontraktor
harus menyediakan ikat pinggang pengaman, safety helment, sarung tangan dan pemadam kebakaran.
d. Pelaksanaan erection ini harus dikepalai oleh seorang yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam
erection konstruksi baja bertingkat guna mencegah hal-hal yang tidak menguntungkan bagi struktur.
e. Kegagalan dalam erection ini menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya, oleh sebab itu Kontraktor
diminta untuk memberi perhatian khusus pada masalah erection ini.
f. Untuk pekerjaan erection di lapangan, Kontraktor harus menyediakan tenaga ahli dalam bidang
konstruksi baja yang senantiasa mengawasi dan bertanggung jawab atas pekerjaan erection.
g. Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan erection tersebut harus mendapat persetujuan
Direksi/Pengawas.
h. Penempatan konstruksi baja di lapangan harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan pekerjaan
erection. Kontraktor harus memberitahukan Direksi/Pengawas sebelum pengiriman konstruksi baja dan
menjamin bahwa setelah di lapangan, konstruksi baja tersebut tetap tidak rusak dan kotor.
i. Bilamana ternyata yang dikirim rusak dan bengkok Kontraktor harus menganti yang baru.

Penyimpanan Material
a. Semua material harus disimpan rapi dan diletakkan diatas papan atau balok-balok kayu untuk
menghindari kontak langsung dengan permukaan tanah, sehingga tidak merusak material.
b. Dalam penumpukan material harus dijaga tidak rusak, bengkok.
c. Kontraktor harus memberitahukan terlebih dahulu setiap akan ada pengiriman dari pabrik ke lapangan,
guna pencegahan Direksi/Pengawas.
d. Penempatan elemen konstruksi baja di lapangan harus ditempat yang kering/cukup terlindung, sehingga
tidak merusak elemen-elemen tersebut.
e. Direksi/Pengawas berhak untuk menolak elemen-elemen konstruksi baja yang rusak karena salah
penempatan atau rusak.

Pengecatan Baja
Semua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dicat di pabrik dengan cat dasar yang telah disetujui oleh
Direksi/Pengawas, kecuali pada bidang yang dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakan.
Pengecatan baja terdiri dari:
a. Pembersihan seluruh sambungan lapangan dan bidang-bidang yang telah dicat dibengkel, yang telah
rusak pada saat transportasi atau pada saat pemasangan.
b. Permukaan profil harus dibersihkan dari semua debu, kotoran, minyak gemuk dan sebagainya dengan
cara mencuci dengan white spirit atau solvent lain yang cocok. Karat dan kerak harus dihilangkan dengan
cara menggosok dengan wire brush mekanik.
c. Paling lambat 2 jam setelah pembersihan ini, pengecatan dasar pertama sudah harus dilakukan.
d. Sebelum dimulai pengecatan, Kontraktor harus memberitahukan kepada Direksi/Pengawas untuk
mendapatkan persetujuannya untuk aplikasi dari semua bahan cat.
e. Cat dasar pertama adalah cat zin chomet primer 1 (satu) kali di work shop dengan menggunakan kuas
(brush). Cat dasar ini setebal 50 mikron.
f. Cat finish dilakukan 2 (dua) kali di lapangan setebal 30 mikron, setelah semua konstruksi selesai
terpasang dengan menggunakan kuas (brush).
g. Pemakaian cat akhir dengan menie kapal merk hemple untuk seluruh bidang pekerjaan besi.
h. Cat dasar yang rusak pada waktu perakitan harus segera dicat ulang sesuai dengan persyaratan cat yang
digunakan. Setiap lapisan yang telah selesai harus tampak sama rata. Permukaan cat rata ialah 12,5m2
sampai 15m2 per liter untuk cat dasar, dan 15 sampai 20m2 per liter untuk lapisan berikutnya.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 51
Persyaratan Pengujian
a. Untuk sambungan-sambungan baut dan las dilakukan pemeriksaan visual, kecuali pengelasan dengan full
penetration harus dilakukan pemeriksaan dengan radiographie test atau X-ray test secara random sebesar
2 % dari seluruh pengelasan yang minimal 1 buah sambungan full Penetration.
b. Pengawas berhak meminta kepada Kontraktor untuk untuk melakukan Radiographie test/X-ray test
untuk bagian-bagian tertentu pada konstruksi baja. Semua biaya untuk Radiographie test/X-ray test
ditanggung oleh Kontraktor.
c. Mesin las yang digunakan harus mencapai kapasitas 25 – 40 volt dan 200 – 400 ampere.
d. Percobaan tarik dan tekuk pada sampel.

Pekerjaan Rangka Penutup Atap Baja

Umum
Pekerjaan rangka penutup atap menggunakan Rangka Baja Ringan. Untuk bahan Rangka penutup atap baja ringan
agar memakai yang produk baik, baik import maupun produksi lokal dalam negeri disahkan oleh Balai Penelitian
Bahan Industri. Lingkup Pekerjaan: Konstruksi dan macam-macam pekerjaan rangka penutup atap baja ringan
meliputi: - Pekerjaan kaso dan reng (termasuk sekur-sekur dan ikatan-ikatan pengaku) - Dan pekerjaan lainnya yang
ditunjukkan dalam gambar.

Bahan
 Berukuran homogen dengan ukuran yang sesuai dengan gambar rencana, tidak cacat-cacat, karat, dan
menggunakan skew penyambung yang tepat. Bahan dari rangka baja ringan harus berkualitas baik dan tidak
korosi atau anti karat ( yang terbuat dari bahan Zincalume).
 Spesifikasi bahan dari pekerjaan rangka penutup atap dan penutup atap antara Lain: - Memiliki properti dengan
dimensi : Kaso : 5x7 cm t = 1 mm, reng : 2x3 t = 1 mm - Memiliki BEARING PLATE, sebagai tumpuan kuda-kuda
yang dipasang diatas ringbalk. - Memasang SELF DRILLING SCREW, dipasang sebagai pengikat kedua sisi hat
section minimal sebanyak 6 Buah. - Memiliki wind bracing, sebagai ikatan angin untuk pengaku pada rangka
penutup atap. Spesifikasi pekerjaan rangka penutup atap/produk yang digunakan harus memiliki hasil laporan
pengujian dari laboratorium rekayasa struktur dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pelaksanaan
1. Kontraktor harus menyediakan peralatan dan sebagainya dalam pekerjaan perakitan dan dan erection rangka
penutup atap kayu.
2. Pelaksanaan pekerjaan baja ringan untuk rangka penutup atap harus mengikuti gambar dan kaidah teknis
pemasangan pekerjaan baja terutama baja ringan.
3. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi
di lapangan (ukuran dan lubang-lubang) termasuk mempelajari bentuk, pola lay out atau penempatan, cara
pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
4. Pemasangan gording, kaso dan reng harus memperhitungkan adanya talang-talang air hujan, gevel dan lain-lain
5. Pemasangan sambungan gording harus diletakkan pada jarak 75 cm (¼ bentang) dari tumpuan.
6. Semua kaso dipasang sedemikian rupa sehingga setelah penutup atap dipasang tidak menyebabkan kebocoran
dan menerawang.
7. Semua usuk harus ditumpu minimal oleh dua gording.

E4. PEKERJAAN PENUTUP ATAP


1. Pas. Atap genteng plentong glazuur (Jatiwangi)
2. Pas. Bubung genteng plentong glazuur (Jatiwangi)
3. Pas ornamen bubung
4. Pas. Lisplank hardboard 1,0/30 fin. Cat

Metode Pelaksanaan :
Penutup atap adalah semua genteng beton yang didatangkan harus mempunyai bentuk yang utuh, tidak cacat,
tidak retak yang cacat tidak boleh dipasang sebagai penutup atap. Material penutup atap sebelum dilaksanakan
harus dipresentasikan terlebih dahulu kepada Direksi/Pengawas untuk menentukan persetujuan bahan yang
akan dipakai. Penutup atap untuk bangunan ini menggunakan genteng keramik kualitas super dengan syarat
sebagai berikut:
- Produksi : lokal dengan merek terkenal skala nasional, setara.
- Kualitas : super (A)
- Warna : Sesuai dengan permintaan Pemberi Tugas.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 52
Warna harus sewarna dan seragam
- Untuk penutup bubungan menggunakan bubung beton yang semerek, sejenis dan sekualitas.
- Material atap yang dipasang harus bebas dari cacat.
- Material atap harus dari satu proses produksi yang sama untuk menjamin keseragaman ukuran, warna
dan toleransi.

Pelaksanaan
a. Pemasangan dimulai setelah pemasangan rangka atap benar-benar sewarna sudah selesai dan sudah
mendapat persetujuan Direksi/Pengawas.
b. Pemasangan genteng beton harus benar-benar rata, rapi dan tidak melengkung.
c. Pemasangan penutup atap harus lurus, rapi sehingga hasilnya baik, pola pemasangan harus sesuai
petunjuk petunjuk pabrik.
d. Pemasangan bubungan harus lurus, rapi dan sesuai ketentuan.
e. Bubung harus dipasang sedemikian rupa sehingga pasangan genteng harus terikat kuat satu sama lain
dan sambungan bubungan harus rapat dan bebas dari kebocoran

F. PEKERJAAN ARSITEKTUR
F1. PEKERJAAN DINDING
1. Pas. bata merah tebal 1/2 bata 1Pc:4Ps ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
2. Pas. bata merah tebal 1 bata 1Pc:6Ps ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
3. Pas. bata merah tebal 1/2 bata 1Pc:6Ps ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Tahapan Pelaksanaan :
Persiapan
⊳ Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang dinding merah ½ bata 1Pc:4Ps
dan 1Pc:6Ps , pasang dinding merah 1 bata 1Pc:6Ps.
⊳ Approval material yang akan digunakan.
⊳ Persiapan lahan kerja.
⊳ Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
⊳ Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran, benang, unting-unting, profil,
selang air, sendok semen, dll.

Pengukuran
⊳ Pengukuran dengan menggunakan alat ukur theodolith dan waterpass.
⊳ Juru ukur (surveyor) menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan dipasang batu bata
termasuk titik-titik kolom praktis, as dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan dan ketebalan
dinding.

Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding bata


1. Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan 1PC : 6Psr dan pasangan bata transram
menggunakan adukan 1PC : 4Psr.
2. Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak
terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan batu
bata cukup kuat.
3. Buat adukan untuk pasangan dinding bata.
4. Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 53
5. Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking dengan menggunakan perekat
adukan.
6. Pemasangan bata diikuti dengan pengecoran kolom praktis.
7. Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.
8. Pekerjaan pasangan bata dihentikan pada ketinggian 1 m, setelah kolom praktis dicor dan pasangan
bata /kuat baru pekerjaan pemasangan bata dapat dilanjutkan kembali

4. Pas. dinding terawang (rooster) 25x25x10cm', camp. 1Pc:4Ps ( Lantai 1 )

Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding terawang


1. Pasangan rooster dengan menggunakan adukan 1PC : 4Psr
2. Sebelum rooster dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak
terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan
rooster cukup kuat.
3. Buat adukan untuk pasangan dinding rooster
4. Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding rooster.
5. Pasang dan susun rooster pada area yang telah diberi tanda marking dengan menggunakan
perekat adukan.
6. Pemasangan rooster diikuti dengan pengecoran kolom praktis.
7. Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan rooster pada setiap ketinggian 1 m.
8. Pekerjaan pasangan rooster dihentikan pada ketinggian 1 m, setelah kolom praktis dicor dan
pasangan bata /kuat baru pekerjaan pemasangan rooster dapat dilanjutkan kembali

F2. PEKERJAAN PLESTERAN


1. Plesteran 1Pc:4Ps tebal 15mm' ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
2. Plesteran 1Pc:6Ps tebal 15mm' ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Tahap Pelaksanaan :

Bahan
 Pasir
 Semen
 Air

Pekerja
 Mandor
 Kepala tukang
 Tukang batu
 Pekerja

Peralatan yang di gunakan :


 Ember
 Meteran
 Gosok kayu
 Cetok
 Anting-anting
 Benang
 Waterpass
 Palu
 Pensil
 Selang timbang air
 Jidar terbuat dari balok kayu atu alumunium

Cara kerja
1. Pekerjaan plesteran dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran pada sisi vertikal. Kepalaan
dibuat dengan cara memasang paku pada sisi atas dinding, memasang lot pada paku tersebut,
kemudian memasang paku di bawahnya dengan jarak 1 atau 2 m sesuai panjang jidar/sipatan.
Lakukan pemlesteran pada vertikal, lebar 10 cm, ratakan dengan jidar. Kepalaan dibuat setiap jarak 1
m sepanjang dinding yang akan diplester. Diamkan kepalaan plesteran paling tidak 1 hari supaya
kering.
METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]
Page 54
2. Buatlah adukan plesteran dari campuran pasir, semen, dan air dengan perbandingan sesuai spesifikasi
bangunan yang ingin dibuat. Jangan lupa perhatikan pula contoh adukan yang disarankan pada
kemasan sak semen. Penggunaan komposisi bahan bangunan yang tepat akan menghasilkan adukan
plester yang memiliki kualitas tinggi.
3. Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram atau dibasahi dengan air. Air
yang digunakan untuk membasahi dinding dan mencampur adukan plesteran tidak boleh mengandung
zat kimia seperti asam dan garam.
4. Selanjutnya adukan plesteran dapat dikamprotkan secara merata. Proses pengamprotan dari bawah
ke atas di antara ke dua kepalaan plesteran ,setelah itu ratakan dengan menggunakan kasut dan jidar
aluminium hingga rata dan halus. Untuk jidar yang digunakan harus lebih panjang dari jarak kepalaan
plesteran, rata dan lurus. Biarkan plesteran mengeras 3-4 hari.
5. Lakukan curing atau perawatan plesteran dengan cara dibasahi minimal 1 kali per hari selama 3 hari
6. Setelah plesteran kering/keras dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan acian.

3. Acian( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )


Tahap pelaksanaan :
Bahan
 Semen
 Air
Pekerja
 Mandor
 Kepala tukang
 Tukang batu
 Pekerja
Peralatan yang di gunakan
 Ember
 Cetok
 Palu
 Pensil
 Kuas
Cara kerja
Berikut tahapan-tahapan pekerjaan acian yang baik :
 Syarat sebelum finshing acian adalah pekerjaan plesteran harus memenuhi standar terlebih dahulu.
 Basahi plesteran yang sudah kering menggunakan air sampai benar-benar jenuh. Maksud dari
pembasahan ini adalah agar plesteran yang kering tidak menyerap banyak air pada saat acian basah
ditempel. Apabila plesteran menyerap air yang berlebih maka acian menjadi tidak menempel
sempurna yang akan menyebabkan retak-retak.
 Buat adukan menggunakan semen mortar dengan perbandingan sesuai dengan merk semennya.
 Tempelkan adukan basah ke dinding, kemudian ratakan dengan jidar agar permukaan lebih rata.
 Gosok dan ratakan sampai permukaan benar-benar rata.
 Setelah kering bisa dicek dengan menggunakan jidar apakah hasilnya sdah rata. Pengecekan bisa
dilakukan menggunakan sinar. Karena permukaan yang bergelombang akan kelihatan apabila diberi
cahaya.
4. Plesteran sudut ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Berikut ini langkah cara plesteran sponengan yang baik


1. Persiapkan peralatan-peralatan dan bahan material terlebih dahulu.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 55
2. Peralatan yang digunakan adalah jidar aluminium berukuran 1"x3" yang digunakan untuk profil dan
penjidaran.
3. Bahan-bahan yang digunakan adalah pasir, semen PCC, dan air. Saya anjurkan untuk menggunakan pasir
yang berkualitas baik seperti tidak berwarna coklat, tidak terlalu lembut dan bersih dari kandungan
lumpur.
4. Bahan tambahan lainnya bila diperlukan adalah sikabond dan kawat ayam.
5. Buat sipatan atau marking terlebih dahulu untuk menentukan tebal plesteran dan acian pada sudut bidang.
6. Memasang profil pada sisi dan atau kanan kiri kolom dengan holow aluminium 1"x3". Seperti pada gambar
di bawah ini. cara pemasangan hollow dengan dijepit menggunakan besi beton.
7. Sebaiknya gunakan 1 tukang dan 1 kenek untuk 1 plesteran kolom. Jika permukaan pada bidang terlalu
halus atau licin maka bisa diberi sikabond terlebih dahulu agar daya lekat antara plesteran dengan beton
meningkat. Alternatif lain adalah dengan ciping permukaan beton agar menjadi kasar.
8. Membuat adukan plesteran dengan perbandingan 1 Pc: 2 Ps.
9. Jika penebalan plesteran lebih dari 3 cm, bisa menggunakan kawat ayam. Pertama dikamproti terlebih
dahulu. Setelah kering diberi kawat ayam lalu diplester lagi.
10. Ratakan permukaan plesteran dengan jidar aluminium agar hasil lebih rata.
11. Setelah plesteran kering sekitar 2 hari, lakukan pekerjaan acian dengan menggunakan semen PCC. Alasan
menggunakan semen konvensional, pada sudutan atau sponengan lebih awet dan tidak rusak.

5. Plesteran beton 1Pc:2Ps tebal 15mm' ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

1. Sebelum pelaksanaan plesteran pada permukaan pasangan batu bata dan beton ,permukaan beton
harus dibersihkan dari sisa-sisa bekisting kemudian diketrek /scratched .Semua lubnag –lubang bekas
pengikat bekisting harus tertutup aduk plesteran
2. Pekerjaan plesteran dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran pada sisi vertikal. Kepalaan
dibuat dengan cara memasang paku pada sisi atas dinding, memasang lot pada paku tersebut,
kemudian memasang paku di bawahnya dengan jarak 1 atau 2 m sesuai panjang jidar/sipatan.
Lakukan pemlesteran pada vertikal, lebar 10 cm, ratakan dengan jidar. Kepalaan dibuat setiap jarak 1
m sepanjang dinding yang akan diplester. Diamkan kepalaan plesteran paling tidak 1 hari supaya
kering.
3. Buatlah adukan plesteran dari campuran pasir, semen, dan air dengan perbandingan sesuai spesifikasi
bangunan yang ingin dibuat. Jangan lupa perhatikan pula contoh adukan yang disarankan pada
kemasan sak semen. Penggunaan komposisi bahan bangunan yang tepat akan menghasilkan adukan
plester yang memiliki kualitas tinggi.
4. Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram atau dibasahi dengan air. Air
yang digunakan untuk membasahi dinding dan mencampur adukan plesteran tidak boleh mengandung
zat kimia seperti asam dan garam.
5. Selanjutnya adukan plesteran dapat dikamprotkan secara merata. Proses pengamprotan dari bawah
ke atas di antara ke dua kepalaan plesteran ,setelah itu ratakan dengan menggunakan kasut dan jidar
aluminium hingga rata dan halus. Untuk jidar yang digunakan harus lebih panjang dari jarak kepalaan
plesteran, rata dan lurus. Biarkan plesteran mengeras 3-4 hari.
6. Lakukan curing atau perawatan plesteran dengan cara dibasahi minimal 1 kali per hari selama 3 hari
7. Setelah plesteran kering/keras dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan acian.

6. Finsihing beton exposed ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Tahap pelaksanaan :
1. Alat yang benar. Alat-alat yang diperlukan adalah :
 Roskam kayu. Dipergunakan untuk mengaplikasikan plester. Aplikasi plester ini setebal 8-
15mm. Material kayu yang dipergunakan akan menarik pasir ke permukaan, sehingga
menghasilkan tekstur yang cukup kasar. Tekstur yang agak kasar ini diperlukan untuk
menempelnya acian. Jangan mempergunakan roskam besi untuk plester, hasilnya akan
bergelombang, menghasilkan tekstur yang terlalu halus, menarik air semen ke permukaan,
dan menyulitkan pengerjaan acian.
 Jidar. Jidar diperlukan untuk meratakan permukaan plesteran. Jidar yang baik terbuat dari
aluminium ukuran 2x5cm dengan panjang 2m. Sebaiknya, jangan mempergunakan jidar dari
kayu, karena tidak bisa dijamin tingkat kelurusannya.
 Sendok semen. Diperlukan untuk mencampur adukan semen, pasir, dan air, atau semen
instan dan air.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 56
 Ember/Bucket. Untuk tempat pencampuran. Jangan mencampur semen di atas permukaan
tanah, karena akan memungkinkan tercampurnya material-material dari luar. Mencampur di
atas keramik ataupun dak beton sebaiknya juga dihindari, karena akan meninggalkan bekas
yang sangat sulit dihilangkan.
 Roskam besi. Dipergunakan untuk aplikasi acian / skimcoat. Lapisan ini biasanya setebal 1-
3mm. Jangan mempergunakan roskam kayu untuk acian, karena akan menimbulkan bekas
kekuningan. Alat yang sama bisa dibuat sendiri oleh tukang dengan menggunakan pipa
paralon PVC yang dipotong dan diratakan.
 Balok styrofoam atau karet. Dipergunakan untuk menggosok acian yang setengah kering,
guna menghasilkan permukaan yang keras, halus, dan rata.
 Kawat ayam dengan bingkai kayu. Kawat ayam ini diperlukan untuk membuat plesteran
kasar yang disebut plester kamprot. Sebaiknya dinding yang akan dikamprot diplester rata
dulu terlebih dahulu, untuk menghasilkan hasil kamprotan yang lebih baik. Lempar adukan
semen ke arah dinding yang akan dikamprot dari jarak 30cm menerobos kawat ayam. Untuk
menghasilkan plester kamprotan bisa diperoleh dengan teknik lain. Tempelkan dulu
plesteran dengan roskam ke bidang dinding seperti biasa, tunggu setengah kering, lalu gosok
dengan roskam kayu yang dilapisi kain dengan gerakan melingkar.

Selain hal-hal di atas, ada hal lain yang perlu diperhatikan pada saat pembuatan permukaan beton
ekspose, yaitu :
 Material pasir harus dicuci dan diayak
 Campuran antara pasir dengan semen untuk plester adalah 1 : 3, atau 1 : 5
 Dinding yang akan diplester harus diberi kepalan/kelabangan setiap jarak 1 meter, untuk
acuan kelurusan dan kesikuan.
 Sebelum dinding diplester dan diaci, pastikan seluruh instalasi listrik dan air sudah tertanam
dalam bidang dinding untuk menghindari pekerjaan pembobokan ulang. Pembobokan akan
menyebabkan perbedaan warna dan tekstur (belang) antara plester/acian lama dan baru.
 Setelah dinding selesai diplester, minimal 24 jam setelahnya baru boleh dilakukan pekerjaan
acian.

F3. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING


1. Pas. lantai keramik 40x40 warna glossy ( Lantai 1 )
2. Pas. lantai keramik 40x40 warna doff/kasar ( Lantai 1 )
3. Pas. lantai keramik 20x20 ( Lantai 1 )

Tahap Pelaksanaan Pekerjaan Lantai :


 Persiapan

a. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai keramik.


b. Approval material yang akan digunakan.
c. Persiapan lahan kerja.
d. Persiapan material kerja : keramik 40x40 warna glossy, keramik 40x40 warna doff/kasar , keramik
20x20,semen PC, pasir, semen grouting nat, air, dll..
e. Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran, waterpass, benang, selang
dan air.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 57
Pelaksanaan pekerjaan pasang keramik lantai :
a. Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum
ditebar adukan pasangan keramik.
b. Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
c. Buat adukan untuk pasang keramik.
d. Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan keramik yang rata dan garis
siar/nat yang lurus.
e. Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m agar adukan yang ditebar permukaannya yang
rata/flat.
f. Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
g. Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang sudah ditebar
dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik lantai lainnya dengan acuan
kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
h. Pada saat pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk mendapatkan
permukaan lantai keramik yang rata.
i. Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
j. Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara
yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu baru dilanjutkan dengan pekerjaan
perapihan/finish garis siar/nat.
k. Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan lantai keramik dari kotoran.

4. Pas. dinding keramik 20x20 ( Lantai 1 )

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan dinding keramik.


 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 58
 Persiapan material kerja, antara lain : keramik 20x20 cm, semen PC, pasir, semen grouting nat, air,
dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, gerinda, palu karet, waterpass, benang, selang
dan air.

Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding keramik :


 Sebelum pekerjaan pasangan keramik dikerjakan, pastikan sparing ME sudah terpasang.
 Pasangan dinding bata diplester terlebih dahulu dan didiamkan selama ± 24 jam.
 Cek kerataan permukaan dan kesikuan plesteran dinding bata.
 Pasang benang untuk bantuan agar pasangan permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat
yang lurus.
 Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
 Pasangan dinding keramik untuk kepalaan pada tanda star awal pemasangan dengan perekat
menggunakan acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan dinding keramik lainnya dengan acuan
kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
 Saat pemasangan, keramik ditekan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan permukaan
yang rata.
 Acian perekat keramik harus rata dan tidak berongga untuk menghindarkan pasangan keramik
mudah pecah.
 Cek kerataan permukaan pasangan dinding keramik dengan alat waterpass.
 Setelah pemasangan dinding keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara
yang ada dalam adukan pasangan keramik. Setelah itu baru dilanjutkan pekerjaan grouting/ finish
garis siar/nat

5. Pas. Dinding batu alam hitam (20x40)cm’ ( Lantai 2 dan Lantai Atap )

Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang batu andesit/batu templek.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : batu andesit, batu templek, semen PC, pasir dan air.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, waterpass, gerinda listrik, benang, selang air, dll.

Pelaksanaan pekerjaan pasang batu andesit dan batu tempel :


 Permukaan dinding dibersihakan dari kotoran/debu dan disiram terlebih dahulu sebelum ditebar
adukan pasangan batu andesit/batu templek.
 Pasang benang untuk bantuan mendapatkan pasangan permukaan dinding batu andesit/batu
templek yang rata dan garis siar/nat yang lurus.
 Buat adukan untuk melekatkan batu andesit/templek.
 Rendam batu andesit/templek terlebih dahulu dalam air.
 Buat kepalaan pemasangan batu andesit/templek yang nantinya dijadikan acuan untuk
pemasangan berikutnya.
 Kemudian lekatkan batu andesit/templek selanjutnya pada permukaan dinding dengan acuan
pasangan kepalaan batu andesit yang telah dibuat.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 59
 Tekan dengan tangan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan permukaan pasangan batu
andesit/templek yang rata.
 Batu andesit/templek dipasang pada dinding sampai dengan ketinggian yang direncanakan,
 Cek dengan waterpass untuk kerataan pemasangan batu andesit/templek.
 Setelah pemasangan batu andesit/templek selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan
udara yang ada dalam adukan pasangan batu andesit/templek. Setelah itu baru dilanjutkan dengan
pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
 Pekerjaan terakhir adalah pembersihan permukaan pasangan batu andesit/templek dari sisa
adukan semen.

F4. PEKERJAAN PLAFOND (Lantai 1)


1. Pas. rangka plafon besi hollow 40.40
2. Pas. Plafond gypsum board (240x120) cm tebal 9 mm
3. Pas. lis langit-langit gypsum tebal 10 cm

Tahap Pelaksanaan Pekerjaan :


Pemasangan semua type plafond dapat dikerjakan apabila semua peralatan yang terdapat diatas
plafond (kabel-kabel, pipa-pipa, ducting-ducting, alat dan penguat plafond) siap dan selesai dikerjakan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa Konstruksi diwajibkan mengajukan sample untuk disetujui
oleh Direksi/Pengawas. Dalam kaitannya dengan jenis elemen lain yang terdapat dalam rencana plafond
mengacu pada gambar mekanikal elektrikal, sedangkan gambar arsitektur hanya memuat tata letaknya saja.
Pelaksanaan
 Sebelum pemasangan, Penyedia Jasa Konstruksi harus mengajukan sample bahan penutup plafond dan
harus mendapat persetujuan dari Direksi/Pengawas dan Pemberi Tugas.
 Penggantung plafond harus dibuat sedemikian rupa sehingga diperoleh bidang plafond yang rata, datar
dan tidak melengkung
 Penyedia Jasa Konstruksi Utama bertanggungjawab atas segala akibat yang mungkin terjadi terhadap :
1. Kemungkinan pemasangan partisi, dimana ada bagian-bagian partisi yang harus disangga oleh
rangka plafond.
2. Kemungkinan dibuatnya lubang-lubang untuk maintenace (man-hole) khusus untuk plafond
Gypsum board 9 mm.
3. Kemungkinan tidak sempurnanya rangka, sehingga plafond menjadi bergelombang karenanya.
4. Kemungkinan pemasangan alat-alat mekanikal dan elektrikal.
5. Kemungkinan pemasangan alat-alat maintenance pada plafond luifel diluar bangunan.

Pekerjaan Plafond Gypsum board Rangka Hollow

Persyaratan Bahan
 Ukuran : Standard pabrik, (120x240)cm’

Lis gypsum lebar 10 cm


 Tebal : 9,0 mm’
 Produksi : Pabrikan dengan merek terkenal skala nasional, setara
 Warna : Putih
 Kualitas : Baik

Pemasangan atau Pelaksanaan :


1. Pemasangan dikerjakan oleh tenaga ahli sesuai dengan petunjuk pabrik dan dengan disetujui
Direksi/Pengawas.
2. Rangka menggunakan hollow cube 4x4 cm. Modul rangka besi hollow adalah 600x1200 mm, dipasang
sesuai dengan gambar rencana.
3. Dipasang sedemikian rupa dengan penguat-penguat sehingga menghasilkan permukaan yang rata,
horizontal dan tidak bergelombang/melendut, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal :
permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
4. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata, lurus dan
waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.
5. Penggantung Galvanized wire rod atau bisa menggunakan besi hollow 2x4 cm, konstruksi ke pelat dak
beton di fisher dan sekrup atau dengan paku tembak-dyna bolt.
6. Bahan penutup langit-langit adalah Gypsum board 9 mm dengan mutu bahan seperti yang telah
dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Plafond Gypsum

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 60
board 9 mm dipasang dengan sekrup khusus dan pemasangan masing-masing sekrup sejajar minimal
berjarak 300 mm.
7. Dalam hal pemotongan, harus menggunakan alat pemotong (cutter) mekanikal.
8. Untuk meratakan sambungan digunakan plester Gypsum board 9 mm yang kemudian diratakan
dengan hard compound khusus Gypsum board 9 mm dengan sebelumnya diberi paper tape khusus
Gypsum board 9 mm. Setelah compound kering, diamplas sampai rata dan garis sambungan setiap unit
Gypsum board 9 mm hilang.
9. Setelah plafond Gypsum board 9 mm terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata, lurus,
waterpas dan antara unit-unit Gypsum board 9 mm tidak terlihat bergelombang dan sambungan.
10. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole/access panel ukuran 60x120 cm di langit-langit
yang bisa dibuka, diberi engsel tanpa merusak Gypsum board 9 mm disekelilingnya, untuk keperluan
pemeriksaan/pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal.
11. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut dan harus mendapat persetujuan
dari Pengawas.

Pekerjaan Pasangan Plafond Kalsiboard 5 mm Rangka Hollow

Persyaratan Bahan
 Ukuran : Standard pabrik, (120x240)cm’
 Tebal : 5,0 mm’
 Produksi : Pabrikan dengan merek terkenal skala nasional, setara
 Warna : Putih
 Kualitas : Baik

Pemasangan atau Pelaksanaan :


1. Pemasangan dikerjakan oleh tenaga ahli sesuai dengan petunjuk pabrik dan dengan disetujui
Direksi/Pengawas
2. Rangka menggunakan hollow cube 4x4 cm. Modul rangka besi hollow adalah 600x1200 mm, dipasang
susuai dengan gambar rencana.
3. Dipasang sedemikian rupa dengan penguat-penguat sehingga menghasilkan permukaan yang rata,
horizontal dan tidak bergelombang/melendut, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal :
permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
4. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata, lurus dan
waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang.
5. Penggantung Galvanized wire rod atau bisa menggunakan besi hollow 2x4 cm, konstruksi ke pelat dak
beton di fisher dan sekrup atau dengan paku tembak-dyna bolt.
6. Bahan penutup langit-langit adalah Kalsiboard 5 mm dengan mutu bahan seperti yang telah
dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Plafond Kalsiboard 5
mm dipasang dengan sekrup khusus dan pemasangan masing-masing sekrup sejajar minimal berjarak
300 mm.
7. Dalam hal pemotongan, harus menggunakan alat pemotong (cutter) mekanikal.
8. Untuk meratakan sambungan digunakan plester Kalsiboard 5 mm yang kemudian diratakan dengan
hard compound khusus Kalsiboard 5 mm dengan sebelumnya diberi paper tape khusus Kalsiboard 5
mm. Setelah compound kering, diamplas sampai rata dan garis sambungan setiap unit Kalsiboard 5
mm hilang.
9. Setelah plafond Kalsiboard 5 mm terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata, lurus,
waterpas dan antara unit-unit Kalsiboard 5 mm tidak terlihat bergelombang dan sambungan.
10. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole/access panel ukuran 60x120 cm di langit-langit
yang bisa dibuka, diberi engsel tanpa merusak Kalsiboard 5 mm disekelilingnya, untuk keperluan
pemeriksaan/pemeliharaan Mekanikal dan Elektrikal.
11. Pelaksanaan pekerjaan penyetelan level plafond ceiling acoustic harus dilakukan secara hati-hati
terhadap semua komponen yang terdapat di bagian dalam atau dibalik plafond acoustic, yaitu semua
komponen instalasi Mekanikal & Elektrikal existing dan yang baru.
12. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut dan harus mendapat persetujuan
dari Pengawas.

F5. PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM


1. Pas. kusen alluminium 4 " fabricated color anodized coklat ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
2. Pas. pintu Pas. pintu dobel plywood lapis HPL ( Lantai 1 )
3. Pas. pintu alluminium strip lebar 8 cm ( Lantai 1 )

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 61
4. Pas. jendela kaca rangka aluminium ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Metode Pelaksanaan :
Persiapan
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pintu, kusen dan jendela aluminium.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : alumunium kusen, alumunium frame, hardware, sekrup, fisher,
engsel, sealant, baut dynabolt, dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass, meteran, unting-
unting, reevet, gun sealant, selang air, cutter, dll.

Pengukuran
 Lakukan pengecekan dan pengukuran dilapangan untuk opening yang akan dipasang kusen aluminium
apakah sudah sesuai dengan gambar kerja atau belum.

Fabrikasi kusen alumunium


 Kusen dan frame alumunium difabrikasi di lokasi proyek untuk memudahkan apabila ada perbaikan.
 Alumunium dipotong dan di sambung/dirangkai menggunakan sekrup galvanis.
 Alumunium yang sudah di fabrikasi di proteksi dengan menggunakan protection tape (blue sheet) dan
diberi tanda untuk memudahkan waktu pemasangan.

Pemasangan kusen alumunium dan frame


 Pastikan semua dinding sudah diplester dengan rapi, khusus untuk opening peletakan kusen harus
benar – benar tegak lurus.
 Ukur kembali tinggi dan lebar kusen aluminium anda, dan beri tanda setiap lobang opening pintu
ataupun jendela sesuiaikan dan samakan dengan tanda pada kusen aluminium anda, sehingga saat
pemasangan tidak terjadi kebingungan.
 Jika semua lobang pintu dan jendela telah siap, maka kusen aluminium siap untuk dipasang, jangan lupa
beritingkat kelonggaran plesteran untuk memudah kan kusen masuk sekitar 0,5 cm saja.
 Siapkan peralatan kerja anda seperti mesin bor, palu besi, obeng, dan sekrup.
 Sipakan Kusen Aluminium anda, letakkan sesuai dengan kode atau tanda yang telah anda buat.
 Setelah kusen dimasukan kedalam opening pintu atau jendela perhatikan kembali apa ada kemiringan
pada kusen.
 Jika sudah lurus bor kusen hingga menembus dinding, masukkan sekrup dan kencangkan dengan
menggunakan obeng,untuk pemasangan sekrup pada kusen pintu sebanyak kurang lebih 6 – 7
sekrup.dan untuk kusen jendela sesui dengan ukuran nya.
 Untuk memberi kekutan antara kusen dan tembok beri silen yang merata agar selah antara kusen dan
tembok tertutupi.
 Jika kusen telah terpasang, selanjut nya proses pemasangan daun pintu dan jendela, hal ini cukup mudah
sebab daun pintu dan jendela sudah disesuaikan dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi dengan kusen
nya.

Memasang Daun Pintu


Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam
tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga dapat berputar
pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada yang tidak berputar pada engsel,
melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu tersebur dinamakan dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu
pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya
dibuat beberapa cm di atas lantai dalam manajemen proyek.

Ukuran Daun Pintu

Menyesuaikan gambar kerja/Type

Cara Pemasangan
 Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
 Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
 Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 62
 Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5
mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
 Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal) dengan jarak
dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada
bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
 Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri tanda
pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
 Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian pasang/tanam
pada tiang kusen
 Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan
pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
 Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
 Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
 Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.

Memasang Daun Jendela


Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen dipasang tetap
atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga
dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke kanan) atau berputar vertikal (ke atas dan ke
bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati dengan tujuan untuk
penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen jendela dalam
manajemen proyek.

Ukuran Daun Jendela

Menyesuaikan gambar kerja/Type

Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3 – 5
mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal) dengan
jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau engsel ditanam
pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian beri
tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian masukkan
pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan kusen.

F6. PEKERJAAN KUNCI DAN KACA


1. Pas. pintu kaca frameless tebal 12 mm tempered+accessories lengkap ( Lantai 1 )
2. Pas. pull handle panjang 60cm ( Lantai 1 )
3. Pas. kaca bening tebal 5 mm ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
4. Pas. kaca es tebal 3 mm ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
5. Pas. kunci tanam biasa ( Lantai 1 )
6. Pas. kunci tanam kamar mandi ( Lantai 1 )
7. Pas. engsel pintu ( Lantai 1 )
8. Pas. gerendel pintu ( Lantai 1 )
9. Pas. engsel jendela casement ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
10. Pas. ram buncis jendela aluminium ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Metode Pelaksanaan :

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 63
Pemasangan Kaca
Pekerjaan ini tidak semudah yang dilihat atau dibayangkan. Dengan sifat kaca yang sangat mudah
pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal
yang penting pada saat memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada daun
pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung dari ukuran kayu, material
rangka daun pintu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan tebal kurang dari 4 mm,
sebaiknya gunakan sistem rangka tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi
sebagai penahan kaca agar stabil dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk
menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5 mm, dapat digunakan rangka kayu solid,
bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan
lis kecil di sekeliling rangka kayu dalam manajemen proyek.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut dalam manajemen proyek;
1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan pada meja
yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk memegang kaca.
4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk
menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil

Pekerjaan Hardware

Lingkup Pekerjaan.

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan yang berhubungan dengan semua daun pintu/jendela dan furniture yang
akan dipasang dalam proyek ini dan ditunjukkan dalam table/door schedule serta gambar kerja untuk
konstruksi.

Persyaratan Bahan.

⊳ Sekrup dari bahan Steinless steel.


⊳ Semua kunci daun pintu menggunakan merk terkenal skala nasional, 2xslaag (putar).
⊳ Engsel pintu menggunakan engsel sekualitas merk terkenal skala nasional, untuk 3 (tiga) buah setiap
daun.
⊳ Semua kunci penggantung (hardware) yang akan digunakan harus diajukan dulu dan dimintakan
persetujuannya ke Direksi/Pengawas.
⊳ Bahan, type, merk dan warna hardware yang digunakan pada proyek ini ditunjukkan oleh Tabel atau
Door Schedule, atau bila tidak ditunjukkan akan ditentukan kemudian, Penyedia Jasa Konstruksi harus
memberikan contoh kepada Direksi/Pengawas sesuai dengan permintaan Pemilik (owner).

Syarat-syarat Pelaksanaan.

1. Tenaga

Pekerjaan ini harus dilakukan/dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli yang betul-betul berpengalaman
dan menguasai teknologi pemasangan, serta mempunyai keahlian khusus dalam pekerjaannya.

2. Pelaksanaan

⊳ Hardware harus terpasang dengan baik, sempurna, kokoh dan siku, sesuai dengan yang
dipersyaratkan dan disetujui Direksi/Pengawas. Termasuk pemasangan kunci dan alat-alat
bantu yang digunakannya.
⊳ Beberapa hal yang harus dihindarkan dalam pemasangan lock case yaitu : jangan memasang
spindle dengan cara dipukul dengan palu, jika lubang dead bolt tidak pas, jangan ditekan secara
paksa, jangan melubangi lock case dan jangan memberi beban berlebih pada handel pintu.
⊳ Seluruh pemasangan Hardware dilaksanakan di lokasi pekerjaan, dengan mempergunakan
peralatan lengkap sesuai untuk pekerjaan tersebut.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 64
⊳ Semua sistem mekanis dari Hardware harus dapat bekerja dengan baik dan sempurna.
⊳ Penyedia Jasa Konstruksi harus menjaga pekerjaan Hardware yang sudah selesai dilaksanakan,
sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.
⊳ Hasil pekerjaan pemasangan Hardware harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat.

F7. PEKERJAAN PENGECATAN


1. Mengecat baru dinding eksterior ( Lantai 1 )
2. Mengecat baru dinding eksterior kelas A ( Lantai 2 dan Lantai Atap )

Berikut adalah beberapa langkah pengecatan eksterior :


1. Mengecat tembok baru berbeda dengan cara mengecat tembok lama. Tembok baru masih penuh
dengan pori-pori yang bisa mengisap cat. Karena itu,untuk menghemat cat, sebaiknya Anda melapisi
tembok baru itu dengan sealer tembok water based atau solvent based yang berkualitas baik.
2. Setelah dilapis, permukaan tembok akan menjadi lebih halus, rata, dan siap untuk dicat. Sebelum
melakukan pengecatan, perhatikan kelembapan tembok yang terjadi akibat bahan yang digunakan
sebagai campuran bahan dasar tembok.
3. Sedangkan untuk tembok lama, apalagi yang sering dicat,pori-porinya sudah tertutup sehingga kadang
cat baru sulit menempel dan terlihat menggelembung. Jika ternyata Anda ingin mengganti cat lama
dengan cat baru, baik dengan warna yang sama ataupun berbeda, sebaiknya terlebih dulu keroklah
seluruh permukaan tembok yang catnya mengelupas. Selanjutnya ampelas seluruh permukaan tembok
hingga sisa-sisa cat lama terkikis habis. Lalu bersihkan dengan lap basah dan keringkan.
4. Kemudian sapukan cat dasar pada permukaan tembok. Anda dapat menggunakan roller. Cukup satu
lapis. Biarkan hingga kering sekitar 1-2 jam. Cat dasar juga membantu mencegah serangan alkali yang
terkandung dalam campuran antara semen, pasir, dan air yang digunakan untuk membentuk tembok.
Sebaiknya sebelum memberi cat dasar, tembok harus benar-benar kering dan bersih.
5. Campurkan cat eksterior dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat.
6. Aduklah hingga tercampur rata. Tuangkan dalam bak untuk mengecat. Celupkan roller ke dalam cat,
lalu gulirkan roller pada permukaan hingga cat tak menetes. Untuk tahap akhir, sapukan cat pada
permukaan tembok.
7. Gunakan kuas untuk mengecat pinggiran tembok atau lis. Setelah lapisan pertama mengering (2-3
jam), lanjutkan mengecat lapisan kedua di atas lapisan pertama.
8. Mengecat tembok dengan satu warna sebaiknya dikerjakan dalam satu kali pengerjaan. Sebelum cat
terpoles di seluruh permukaan tembok, jangan berhenti agar hasilnya tak membuat warna tampil
berbeda.
9. Untuk mengecat tembok bagian luar rumah sebaiknya selalu gunakan cat khusus eksterior dan
sebelumnya lapisi dengan cat dasar agar cat akhir merekat kuat

3. Mengecat baru dinding interior ( Lantai 1 )


Langkah Pengecatan :
a. Pemberian Cat Dasar
Cat dasar untuk tembok dibagi dua, yaitu cat dasar yang berupa varnish dasar air yaitu cat tanpa
pigmen dengan dasar emulsi acrylic 100%.Cat dasar ini biasanya disebut Wall Sealer Water Base.
Wall Sealer sangat baik untuk tembok baru yang banyak retak rambut untuk mengisi celah-
celahnya dan untuk menguatkan lapisan cat lama yang mulai mengapur. Kedua adalah cat dasar
yang berupa cat tembok warna putih dengan dasar emulsi acrylic 100% dan mempunyai daya
tahan alkali yang tinggi, daya rekat serta daya isi yang baik serta kadar bahan anti jamur cukup
tinggi. Cat dasar ini disebut Alkali Resisting Primer atau Undercoat Tembok.

Cara pemakaiannya adalah; encerkan cat sesuai dengan petunjuk pabrik, jangan berlebihan, karena
dapat menghilangkan fungsi cat dasar.

b. Langkah Pengecatan
1. Reaksi pengerasan (curing) semen pada plesteran harus sudah sempurna, minimal harus
ditunggu selama 28 hari.
2. Periksa kelembaban tembok. Gunakan alat protimeter, yaitu alat pengukur
kadar air.Kadar air harus sudah di bawah 18 %.
3. Periksa kadar alkali tembok.Gunakan kertas lakmus untuk mengukur pH (derjat
keasaman/alkali). Kadar alkali harus menunjukkan kurang lebih pH 8.Kalau lebih dari pH 8,
berarti reaksi semen belum sempurna dan tembok belum layak dicat.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 65
4. Kalau kadar air sudah rendah, tetapi kadar alkali masih tinggi, berarti masih ada semen
bebas yang belum beraksi karena kekurangan air.
5. Basahkan permukaan tembok dengan air bersih.
6. Bila semua persyaratan diatas sudah terpenuhi, bersihkan permukaan dari bekas percikan
semen, Efflorescene (pengkristalan garam), pengapuran, debu, kotoran, dan minyak. Gosok
permukaan tembok dengan kertas amplas kasar atau sikat sambil permukaan tembok
dibasahi air bersih. Kemudian keringkan dengan kain lap yang bersih.
7. Cuci permukaan tembok dengan larutan asam chlorida (HCl) 10-15% untuk menetralkan
alkali yang masih ada dan juga mengetching permukaan tembok agak lebih kasar sehingga
daya lekat lebih baik. 8 Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan
larutan kaporit 10-15%.

c. Pemberian Cat Akhir


1. Persiapan permukaan harus telah sempurna.
2. Bagian-bagian tembok yang tidak akan dicat, alat-alat rumah tangga seperti kursi, meja,
lantai sudah ditutup plastik atau kertas koran.
3. Siapkan alat alat pengecatan yang dibutuhkan, seperti kuas, roller, ember, pengaduk,
tangga, dan lain-lain.
4. Periksa kaleng cat, apakah sesuai dengan ketentuan pabrik. Catat nomor batch (lot)nya.
5. Aduk cat sampai rata dan pengenceran sesuai dengan kebutuhan pabrik.
6. Selang waktu antara setiap lapis harus cukup lama. Secara teoritis adalah 2-4 jam, tetap
sebaiknya minimal 8 jam atau semalam.
7. Ventilasi ruangan harus sebaik mungkin dan kalau dapat Pengecatan dilakukan waktu
cuaca terang dan kering.engenceran cat jangan langsung didalam kalengnya, kecuali kalau
dapat habis pada hari itu juga
8. Tutup rapat-rapat kaleng yang yang masih ada sisa catnya untuk menghindari
pembusukan.

d. Pengecatan Ulang
1. Bila daya lekat cat lama masih baik, cuci permukaan dengan air bersih sambil digosok
dengan kertas amplas/sikat. Bila perlu cuci dengan larutan ditergent, kemudia bilas dengan
air bersih.
2. Bila permukaan cat lama masih baik daya lekatnya, tetapi berlumut/berjamur, cuci dengan
larutan kaporit sambil disikat. Bilas dengan air bersih.
3. Bila terjadi pengapuran, amplas atau bersihkan debu-debu pengapuran dengan lap yang
dibasahi air sampai kelapisan cat yang tidak mengapur.
4. Bila lapisan cat lama sudah tebal atau terkelupas, kerok seluruhnya sampai kedasar
tembok.
5. Bila lapisan lama berasal dari cat kualitas rendah dimana mudah larut dengan air,
sebaiknya dikerok seluruhnya sampai kedasar tembok.
6. Bila permukaan tembok berlumut atau berjamur cuci dengan larutankaporit 10-15%.

4. Coating Batu Alam ( Lantai 2 dan Lantai Atap )

Tahap Pelakasanaan :
1. Bersihkan dahulu batu alam yang telah dipasang dari sisa-sisa kotoran seperti semen, debu,
minyak, cat atau kotoran lain nya supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna pada
permukaan batu alam
2. Pastikan pada saat akan melakukan coating pada saat cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering
dari air sisa pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
3. Tahap selanjutnya yaitu lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa
juga di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna atau hasil lebih merata.
4. Seetelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan berikutnya bila di
inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang
lebih maksimal. pastikan seluruh batu dilapisi dengan merata supaya tidak terlihat belang
hasilnya.
5. Daya sebar Coating Batu Alam 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis batu
dan porositas batu, biasanya untuk batu candi penggunaan lebih boros karena jenis batu tersebut
mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 66
6. Untuk melihat hasil maksimal membutuhkan waktu sekitar 12 jam sampai 24 jam, dan akan
terlihat hasilnya tapi biasanya coating batu alam akan langsung terlihat berbeda dalam waktu
beberapa menit atau jam saja

5. Mengecat baru plafond ( Lantai 1 )


Sediakan semua bahan kebutuhan. Daripada memakai kuas cat biasa, untuk pengecatan plafon lebih
baik gunakan kuas rol (roller) dari kain berbulu halus dan pendek serta tebal (thick-nap roller) yang
dilengkapi tongkat/galah penyambung. Tipe roller demikian akan menjamin lapisan cat yang halus
tanpa benjolan ataupun gelembung. Alat yang diperlukan:
 Tangga
 Baki/nampan cat dan pelapis
 Kuas dinding untuk mengecat bagian tepi
 Dempul dan pisau dempul untuk menangani lubang
 Dempul dan peralatan dempul untuk menangani retak pada bagian sudut
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat plafond gypsum
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : cat setara Vinilex, sealer dan air.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : schafolding, roll, bak rool, kuas dan ampelas.

Pekerjaan Cat Plafond Gypsum

Pelaksanaan pekerjaan pengecatan plafond gypsum :


 Pastikan permukaan plafond gypsum sudah dalam keadaan rata.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela untuk
menghindari tumpahan cat.
 Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas.
 Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
 Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan plafond minimal 2
(dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.

G. PEKERJAAN MEKANIKAL/ELEKTRIKAL
G.1. PENYEDIAAN AIR BERSIH DAN INSTALASI LANTAI 1
1. Pas. pompa air bersih
Spesifikasi :
 Type Semi Jet Pump
 Daya Hisap: 11m' (max.), Daya Dorong: 29m', Total Head: 40m'
 Debit: 41 Liter/menit (head=5m')
 Daya output listrik: 250watt, Daya input start: 500watt, Otomatis
 Inlet: 1,5", Outlet: 1,5"
2. Pasang pipa inlet PVC tipe AW dia. 1" dari sumur
3. Pasang pipa outlet PVC tipe AW dia. 1" ke tangki
4. Pas. tangki air kapasitas 1200 liter PVC ex. Penguin+kaki (include angkur baut dan pondasi)

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 67
5. Pas. kabel power pompa NYY HY 4x4.0mm2
6. Pasang Water Level Control (WLC) tangki dan instalasi
7. Pas. kabel sensor pompa WLC NYY HY 3x1.5mm2
8. Pas. stop kran pipa PVC dia. 1"

Metode Pelaksanaan :

Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan pengadaan air bersih. Pengadaan air
bersih diperoleh dari sumur/sumbe air existing dimana jarak serta lokasi penempatannya ditunjukkan
dalam gambar.
Adapun lingkup pekerjaannya diantaranya adalah :

 Pasang pompa semi jet pump otomatis

Spesifikasi pompa :
- Type Semi Jet pump otomatis
- Daya hisap: 11 m (max.); Daya dorong: 29 m; Total head: 40 m
- Kapasitas: 40liter/menit, Head: 5 m'
- Output Power 0,20 KW/250 VA
- Daya Listrik: 1 Phase 200-240 VA, Frequency: 50 - 60 HZ
- Pipa Hisap dia. 1’, pipa dorong dia. 1”
- Pasang pipa inlet PVC tipe AW dia 1” ke tangki
- Pasang tangki air kapasitas 1200 liter. Ex. PINGUIN+kaki (include angkur baud an pondasi)
- Pasang kabel power pompa NYY HY 4x4mm2 +klem kabel(dari pompa ke panel pompa)
- Pasang Water Level Control (WLC) tangki air
- Pasang kabel sensor pompa WLC NYY HY 3x1,5 mm2
- Pasang stop kran pipa PVC dia 1”

Persyaratan Bahan
 Bahan/Material yang dipakai seperti ditunjukkan dalam gambar dan rab
 Bahan, type dan merk yang digunakan pada proyek ini ditunjukkan oleh gambar detail rencana
yang dibuat oleh Perencana. Apabila tidak ditentukan dalam gambar, maka Kontraktor
mengajukan sanitary material schedule kepada Direksi/Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan.
 Untuk benda-benda/bahan-bahan dengan komponen bahan yang sama harus mempunyai warna
yang sama.

Pemasangan

1. Persiapan

a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus melaksanakan seting out/uitzet/pengukuran


bersama pengawas lapangan.
b. Menentukan letak, panjang, kedalaman, kebutuhan galian pipa, kedalaman pompa sesuai yang
dimaksud dalam kontrak.
c. Foto dokumentasi lokasi(0%) sebelum pelaksanaan pekerjaan.
d. Pemborong harus menyerahkan brosur pompa, pipa dan aksesoris yang ada dalam penawaran
3(tiga) hari setelah penanda tanganan kontrak.
e. Sebelum brosur tersebut mendapat persetujuan Direksi/Pengawas beserta rekomendasinya,
pemborong tidak diperkenankan mengirim barang yang dimaksud.
f. Pemborong harus mengajukan contoh pipa dalam bentuk potongan kepada Direksi/pengawas
sebelum pelaksanakan pengadaan barang.

Pekerjaan Instalasi dan Pemipaan Pompa

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan :


1) Instalasi dari Semi Jet pump otomatis ke tangki air melalui pipa dia. 1”.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 68
2) Penyediaan pompa transfer/pompa elektrik kapasitas 250 Watt merk sekualitas Sanyo atau setara
lengkap dengan otomatis untuk menyalurkan supply air dari groundtank penampungan air di-roof tank.
Pompa submersible existing berikut instalasi serta perlengkapannya yang ada masih tetap difungsikan
hanya dilakukan pembenahan alur pipa instalasinya menuju gedung yang baru ( 2 lantai ).
3) Penampungan air diatas berupa pengadaan bak tandon air kapasitas 1200 liter yang ditempatkan pada
plat beton dibagian teritisan atap dengan system WLC (Water Level Control) dan kemudian dialirkan
secara gravitasi menunju KM/WC dan lain sebagainya sesuai gambar.
4) Pemipaan dimulai dari bak distribusi dengan pipa suplai utama melalui shaft vertikal. pelayanan
masingmasing lantai melalui pipa distribusi dan terus disalurkan ke fixtures/sanitary. selanjutnya
jaringan pipa air dan kapasitas pipa-pipanya disesuaikan gambar.
5) Jenis pipa yang dipegunakan adalah pipa PVC, sambungan-sambungan atau persilangan-persilangan,
cabang-cabang dan seterusnya haruslah dengan mempergunakan alat bantu sambung dari bahan yang
sama.
6) Persyaratan mengenai bahan, pabrikasi dan instalasi harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada
pada peraturan umum instalasi air serta standar atau code yang untuk tujuan tersebut yang diuraikan
dalam RKS ini.
7) Pemasangan :
a. Pemasangan pipa harus tersembunyi di dalam dinding atau lantai.
b. Pipa suplai utama di dalam shaft.
c. Di setiap sambungan harus diberikan bahan perekat (seal tape).
d. Bagian konstruksi yang ditembusi pipa (jika terpaksa ada) harus dipersiapkan sebelum pekerjaan
sipil dimulai.
e. Pemasangan pipa pada dinding (dalam keadaan terbenam) harus dilaksanakan sebelum pekerjaan
plesteran/talud dinding dilaksanakan. pada sambungan-sambungan ini, semua pipa-pipa harus
diangkur pada dinding bata/hebel dengan mempergunakan angker pancing yang khusus untuk
pekerjaan ini, sehingga pasangan-pasangan pipa tidak goyah yang dapat mengakibatkan kerusakan
bagi pipa-pipa itu sendiri dan atau pekerjaan lainnya (plesteran/dinding dan sebagainya).
f. Pelaksanaan pekerjaan ini harus sesuai dengan gambar-gambar.

Pekerjaan Jaringan Pemipaan dan Tangki Air

Pekerjaan ini meliputi pekerjaan-pekerjaan :


 Pas. pipa PVC dia. 1" (ke tangki air) termasuk well flang, well cover, discharge elbow, pressure
gauge (manometer), water meter, non return valve, dan gate valve ,
 Pas. tangki air stainless steel kapasitas 1200 liter +kaki dan WLC (include angkur baut dan
pondasi),
 Pas. stop kran pipa PVC dia 1”
 Pas. pipa air bersih PVC dia. 1”, dia 3/4” dan dia. ½”
 Pas. pipa drain PVC dia. 1"

G.2. PEKERJAAN SANITASI DAN PLUMBING


1. Pas. closed duduk ( Lantai 1 )
2. Pas. jet washer kualitas bagus ( Lantai 1 )
3. Pas. closed jongkok ( Lantai 1 )
4. Pas. wastafel gantung/wall hung ( Lantai 1 )
5. Pas. kran stainless steel ( Lantai 1 )
6. Pas. floordrain stainless steel ( Lantai 1 )
7. Pas. pipa PVC dia. 4" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
8. Pas. pipa PVC dia. 2,5" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
9. Pas. pipa PVC dia. 1" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
10. Pas. pipa PVC dia. ½” ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
11. Pas. stop kran pipa PVC dia. 1" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
12. Pas. roof drain stainless steel ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
13. Pas. pipa air hujan PVC dia. 2" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
14. Pek. Septicktank ( Lantai 1 )
15. Pek. Peresapan ( Lantai 1 )

Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 69
 Kamar mandi dan toilet yang ada dalam proyek ini yang ditunjukkan dalam tabel/schedule spesifikasi
Sanitair, serta lokasi penempatannya ditunjukkan dalam gambar, antara lain: Kloset, Wastafel, Kran
Air, Floor Drain, Roof Drain dan perlengkapannya dalam keadaan lengkap, utuh dan tanpa cacat.
 Pekerjaan Septictank dan Peresapan

Persyaratan Bahan
 Bahan/Material yang dipakai adalah ex. INA atau setara (seperti ditunjukkan dalam gambar)
 Bahan, type dan merk yang digunakan pada proyek ini ditunjukkan oleh gambar detail rencana yang
dibuat oleh Perencana. Apabila tidak ditentukan dalam gambar, maka Kontraktor mengajukan
sanitary material schedule kepada Direksi/Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
 Untuk benda-benda/bahan-bahan dengan komponen bahan yang sama harus mempunyai warna yang
sama.

Lingkup Pemasangan

1. Pemasangan Closet jongkok


Unit : Closet keramik ex. INA atau setara (seperti ditunjukkan dalam gambar)
Warna : ditentukan kemudian sesuai dengan permintaan pemilik (owner)

2. Pemasangan Wastafel
Unit : Wastafel ex. INA atau setara (seperti ditunjukkan dalam
gambar)
Bahan/Material : Keramik
Warna : ditentukan kemudian sesuai dengan permintaan pemilik
(owner)

3. Pemasangan Kran Air


Unit :Kran air ex. Onda atau setara (seperti ditunjukkan dalam gambar) Kran
wastafel ex. Onda atau setara (seperti ditunjukkan dalam gambar)
Bahan/Material :Stainless Steel Diameter : ½’ atau ¾”
Warna :ditentukan kemudian sesuai dengan permintaan pemilik
(owner)

4. Pemasangan Floor Drain


Unit : Floor drain Ø2,5" stainless steel ex. Onda atau setara (seperti
ditunjukkan dalam gambar)
Bahan/Material : Stainless Steel
Warna : ditentukan kemudian sesuai dengan permintaan pemilik
(owner)

5. Pemasangan Roof Drain


Unit : Floor drain Ø2" stainless steel ex. Onda atau setara (seperti
ditunjukkan dalam gambar)
Bahan/Material : Stainless Steel
Warna : ditentukan kemudian sesuai dengan permintaan pemilik
(owner)

6. Pemasangan Pipa
Unit : pipa PVC dia 4”, dia 2,5”, dia. 2”, dia. 1”, dia ¾”, dia ½” (seperti
ditunjukkan dalam gambar)
Bahan/Material : PVC

7. Pemasangan Stop Kran


Unit : dia 1”(seperti ditunjukkan dalam gambar)
Bahan/Material : PVC

Syarat-syarat Pelaksanaan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 70
 Pekerjaan sanitary fitting and fixtures ini harus dilakukan/dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli yang
betulbetul berpengalaman dan menguasai teknologi pemasangan, serta mempunyai keahlian khusus
dalam pekerjaannya.
 Sanitair harus terpasang dengan baik, sempurna, dan kokoh, sesuai dengan yang dipersyaratkan
dalam petunjuk pemasangan produk sanitair bersangkutan dan disetujui Direksi/Pengawas.
 Semua peralatan dan perlengkapan lainnya harus terpasang sesuai dengan tata letak, ketinggian
menurut gambar rencana.
 Pola pemasangan sesuai dengan gambar, demikian juga dengan as pemasangannya.
 Pemasangan semua peralatan/bahan-bahan tersebut harus sepengetahuan dan mendapat persetujuan
dari Direksi/Pengawas.
 Semua sistem dari Sanitair harus dapat bekerja dengan baik dan sempurna.
 Kontraktor harus menjaga pekerjaan Sanitair yang sudah selesai dilaksanakan, sehingga terhindar
dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.
 Hasil pekerjaan pemasangan Sanitair harus dapat berfungsi dengan sempurna dan tidak cacat.
 Perbedaan letak/posisi plumbing yang terjadi di lapangan, harus segera dilaporkan ke
Direksi/Pengawas agar segera dibuatkan shop drawingnya oleh Kontraktor. Dan semuanya harus
diajukan dan disetujui oleh Direksi/Pengawas.

Pekerjaan Septictank dan Peresapan

Septictank dibuat dari pasangan batu merah dengan adukan campuran 1pc:4ps dan pada permukaan dinding
dalam diplester dengan adukan campuran 1pc;4ps tebal plesteran 2cm konstruksi dan pelaksanaan sesuai
dengan gambar untuk itu Bagian atas dari septictank ditutup dengan plat beton bertulang dan diberi tempat
pemeriksaan yang ditutup dengan plat beton, diberi pengangkat dan juga pipa hawa dari besi diameter 2"
dengan ketinggian sesuai gambar.

Septictank dipasang lengkap dengan pipa limpahnya yang tidak berlubang sepanjang 3 meter dan disambung
dengan pipa perembesan dari PVC sepanjang 2 meter dan bagian bawah dari pipa rembesan diberi lapisan ijuk,
pasir, kerikil, batu kali dll sesuai gambar. Konstruksi dan pelaksanaan plat beton untuk penutup septictank
sesuai gambar untuk itu. Termasuk dalam hal ini adalah pembuatan peresapan, berupa sumuran pasangan
batu kosong diameter 80 cm dengan lapisan penyaring sesuai gambar.

G.3. PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRICAL


1. Instalasi titik lampu ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
2. Instalasi stop kontak ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
3. Instalasi stop kontak AC ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
4. Instalasi outlet TV ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
5. Pas. lampu RM 2x18 mirror type inbow+lampu TL-LED 8watt ( Lantai 1 )
6. Pas. downlight inbow dia.4"+lampu LED-bulb 9watt ( Lantai 1 )
7. Pas. downlight outbow dia.4"+lampu LED-bulb 9watt ( Lantai 1 )
8. Pas. lampu pilar/dinding 2 arah+lampu LED-bulb 9watt ( Lantai 1 )
9. Pas. saklar tunggal ( Lantai 1 )
10. Pas. saklar ganda ( Lantai 1 )
11. Pas. stop kontak ( Lantai 1 )
12. Pas. stop kontak AC ( Lantai 1 )
13. Pas. outlet TV ( Lantai 1 )
14. Pas. MCB panel listrik Lt.1 ( Lantai 1 )
15. Kabel NYY 4x16 mm2 dari SDP ke MDP ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )
16. Kabel BC 16 mm2+conduit pipa PVC Ø5/8" ( Lantai 1, 2 dan Lantai Atap )

Pekerjaan Penyediaan Daya Listrik


1. Lingkup pekerjaan instalasi kabel power dan tambah daya meliputi :
a. Pekerjaan Instalasi kabel power dan tambah daya adalah pengadaan dan pemasangan tambah
daya
b. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :
- Menggunakan daya listrik bangunan existing
- Instalasi Titik Lampu
- MCB Panel
- Jaringan kabel daya NYY 4x16 mm2

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 71
2. Persyaratan bahan
a. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
System Jenis kabel

a. MDP NYFGBY
b. MDP-sub panel NYY
c. Kabel untuk kotak-kontak khusus NYY
d. Kabel penerangan dan kontak-kontak biasa NYM
e. Kabel lampu luar bangunan NYY
Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LMK/SPLN, kabelindo, kabel
metal, supreme atau tranka kabel.

b. Trafo, merk dan jenis yang dipergunakan adalah mempunyai kapasitas 100 KVA.

3. Persyaratan pemasangan
a. Kabel utama
- Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang
berlaku.
- Semua penarikan kabel harus menggunakan sistem roll untuk memudahkan pekerjaan
dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran.
- Sebelum penarikan kabel dimulai, penyedia jasa harus menunjukkan kepada direksi/
pengawas lapangan, pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya.
- Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan.
- Semua penyambungan kabel ke terminal busbar dipanel harus menggunakan kabel
schoen dengan sistem press dan di patri.
- Pemasangan kabel harus rapi, lurus dan kuat terpasang pada bagian bangunan.
- Konduit kabel mempunyai diameter minimum 1.5 x diameter kabel.
- Kabel-kabel yang turun ke kotak-kontak dan saklar harus menggunakan konduit PVC ega
atau yang setara.
- Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal ex LICO dan
lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m.
- Jalur kabel diatas partisi dinding yang lebih dari dua jalur harus berada diatas rak kabel
yang dibuat dari besi siku, besi plat (jenis nobi) dengan lebar dua kali jumlah lebar kabel.
- Kontak-kontak harus dipasang 30 cm dari lantai, khusus untuk pada lantai dasar tinggi
stop kontak 60 cm dari lantai.
- Kapisitas kotak-kontak 10 cmp, dan untuk kotak-kontak khusus 16 amp.
- Sakelar harus model tanam, dipasang 130 cm diatas lantai, kapasitas 6 amp, dan 10 amp.
- Tiap group penerangan diperkenankan maksimum 12 titik nyala.
- Semua instalasi didalam ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow).

Pekerjaan Mekanikal/Elektrikal

1. Pemasangan Jaringan Listrik


Pekerjaan ini meliputi :
a. Pemasangan penyambungan Jaringan Listrik baru sebesar 6,6 KVA, sudah termasuk dengan
jaringan kabel dari tiang PLN ke dalam lokasi pekerjaan.
b. Jika diperlukan pengadaan tiang sudah diperhitungkan dalam biaya pemasangan jaringan baru
tersebut.
c. Pemasangan jalur jaringan listrik.

2. Peraturan Pemasangan
Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut :
a. PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik).
b. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.05/MEN/1982.
c. National Fire Protection Association (NFPA)
d. Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang seperti PLN, PERUMTEL.
e. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan. Pekerjaan instalasi listrk ini harus dilaksanakan oleh
perusahaan yang memiliki surat ijin dari instansi yang berwenang dan telah biasa
mengerjakannya, maka daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam surat penawaran.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 72
3. Gambar-gambar
a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini serta risalah rapat penjelasan
merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya dan tidak dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya.
b. Gambar-gambar sistim ini menunjukan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan
pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada dan
mempertimbangkan juga kemudahan service/maintenance jika peralatan-peralatan sudah
dioperasikan.
c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan
detail finishing instalasi.
d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong harus mengajukan gambar kerja dan detail kepada
Direksi/Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu. Dengan
mengajukan gambar-gambar tersebut, Pemborong dianggap telah mempelajari situasi dari
instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini.
e. Pemborong harus membuat gambar-gambar instalasi terpasang yang disertai dengan buku
petunjuk operating dan maintenance instruction serta harus diserahkan kepada Direksi/Konsultan
Pengawas pada saat penyerahan pertama dalam rangkap 3 (tiga), dijilid serta dilengkapi dengan
daftar isi dan data notasi.

4. Koordinasi
a. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pemborong instalasi lainnya, agar
seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
b. Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi yang
lain
c. Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibatnya menjadi
tanggung jawab Kontraktor.

5. Pelaksanaan Pemasangan
a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pemborong harus menyerahakan gambar
kerja dan detailnya kepada Direksi/Manajemen Konstruksi dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.
b. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan
yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang diragukan, Pemborong harus segera menghubungi
Direksi/Konsultan Pengawas.
c. Pengambilan ukuran dan / atau pemilihan kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung
jawab Pemborong.

6. Testing dan Commisioning


a. Pemborong instalasi ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang dianggap perlu
untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi
semua persyaratan yang diminta.
b. Semua bahan dan perlengkapannya yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut
merupakan tanggung jawab Pemborong.

7. Masa Pemeliharaan dan serah Terima Pekerjaan


a. Peralatan instalasi ini harus digaransi selama satu tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama.
b. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama satu tahun terhitung sejak saat penyerahan
pertama.
c. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini diwajibkan mengatasi segala kerusakan
yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya.
d. Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan
tanggung jawab Pemborong sepenuhnya.
e. Selama masa pemeliharaan ini, apabila Kontraktor instalasi ini tidak melaksanakan teguran dari
Direksi/Konsultan Pengawas atas perbaikan/penggantian/penyetelan yang diperlukan, maka
Direksi/Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan/ penggantian/penyetelan tersebut
kepada pihak lain atas biaya Pemborong instalasi ini.
f. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini harus melatih petugas-petugas yang
ditunjuk oleh Pemilik sehingga dapat memahami sistim instalasi, mengoperasikan dan dapat
melaksakan pemeliharaannya.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 73
g. Serah terima dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil
baik yang ditanda tangani bersama oleh Pemborong dan Direksi/Konsultan Pengawas serta
dilampiri Surat Ijin Pemakaian dari Jawatan Keselamatan Kerja dan instalasi yang berwenang
lainnya.

G.4. PEKERJAAN PENANGKAL PETIR ( Lantai 2 )


1. Penangkal petir Speed gent AR 70
 Head terminal : ex. KURN Radius 35m'= 1 unit
 Connecting Sleeve = 1 unit
 Tiang/Pole : Pipa Galvanis dia. -2"
 Konduktor : Kabel BC 25 mm2
 Aksesoris
2. BC 25 mm2+conduit pipa PVC Ø1/2"
3. Grounding/pembunian kedalaman 6 meter tahanan maks 2 ohm
• Bak kontrol = 1 unit
• Kabel Grounding : Kabel BC 25 mm2
• Ground terminal plate
• Batang Grounding : Copper rod batang tembaga dia. 1" = 6 m'
• Ujung Spitz tembaga = 1 unit
• Test Grounding = 1 ls

Pekerjaan Grounding

Lingkup Pekerjaan

Semua pentanahan dari sistim harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maximum 3 Ohm pada
masingmasing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari
berturut-turut. Grounding diterapkan pada Semua lighting fixtures harus dibuatkan mur dan baut sebagai
tempat terminal pentanahan (grounding).

Pelaksanaan
- Kawat grounding dapat dipergunakan kawat telanjang (BCC = Bare Copper Conductor)
- Besarnya kawat grounding yang dapat digunakan minimal berpenampang sama dengan penampang
kabel masuk (income feeder) untuk penampang kabel lebih dari 70 mm2, atau sesuai dengan gambar
sistem pembumian.
- Elektode pentanahan untuk grounding digunakan messive copper berdiameter 25 mm dan 0.5 m dari
bagian ujungnya dibuat runcing. Electrode penatnahan yang ditanam dalam tanah minimal sedalam 4 m
dan sampai menyentuh permukaan air tanah.
- Nilai tahanan grounding system untuk panel-panel adalah maximum 1 ohm diukur setelah tidak turun
hujan selama 3 hari berturut-turut.
- Lihat gambar detail untuk Box dan terminal pembumian. - Grounding untuk peralatan elektronik dipisah
dengan grounding eletrikal dengan metode grounding yang sama.
- Tahanan tanah maksimum 3 Ohm, ground 10 Ohm, ground rod harus terbuat dari tembaga atau “opper
clad steel” dengan diameter tidak kurang dari 2 cm dan panjang 4 m dan harus ditanamkan kedalam
tanah.
- Sambungan pentanahan harus terletak pada kotak pemeriksaan untuk memudahkan pemeriksaan.
- Pada setiap ground rod harus dibuat bak pemeriksaan sambungan dari down konduktor ke elektroda
pentanahan yang harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan.

Pekerjaan Penangkal Petir


Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini meliputi :

1. Pasang Penangkal dengan radius perlindungan luas terhadap petir dengan jari jari setengah lingkaran hingga
maximum 85 meter.
Grounding Stick Rod Resistance 2 Ohm.

Bahan/produk
 Penangkal petir electrostatis : terdiri dari :
- Head terminal : Speed gent AR 35' = 1 unit - Connecting Sleeve
= 1 unit

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 74
- Tiang/Pole : Pipa Galvanis dia. 2"-2,5" = 1 m'
- Konduktor : Kabel BC 25 mm2 - Aksesoris konduktor = 1 ls
- Conduit : Pipa PVC dia. 5/8"
- Bak Connector - Ground terminal plate
 Grounding/pembunian : kedalaman 4 meter tahanan maks 2 ohm; terdiri dari :
- Bak kontrol = 1 unit
- Kabel Grounding : Kabel BC 25 mm2
- Batang Grounding : Copper rod batang tembaga dia. 1" = 4 m'
- Ujung Spitz tembaga = 1 unit Test Grounding = 1 ls

Pelaksanaan
 Instalasi sistem penangkal petir berfungsi sebagai penyalur arus/tegangan petir (lighning) yang sangat kedap
atau tertutup terhadap obyek bangunan gedung dan sekitarnya. Instalasi sistem penangkal petir terdiri dari:
terminal penerima, kabel penghantar khusus yang mempunyai isolasi tegangan tinggi dan elektroda
pentanahan.
 Instalasi sistem penangkal petir harus memberikan jaminan keamanan pada obyek yang dilindungi (gedung
dan sekitarnya) terhadap bahaya petir.
 Instalasi penangkal petir harus memberikan jaminan bahwa nilai tahanan pentanahan terukur kurang dari 2
Ohm.
 Tahanan pentanahan (earthing electrode/arde) harus mampu menghilangkan arus petir dengan cepat dan
aman ke tanah. Arde.
 Menciptakan elektron bebas awan yang besar sebagai Streamer Emission pada bagian puncak dari sistem
penangkal petir (terminal penerima).
 Pemasangan terminal penerima diletakkan diatas tiang dengan ketinggian minimal 3 meter dari posisi titik
bangunan tertingi. Mampu menerima sambaran petir hinga 150 kilo Amper. Radius proteksi ditetapkan
dengan emisi 6x1012 electron/secon/mA dengan tingkat sambaran petir rata-rata 25 kilo Amper. Memenuhi
International Wuality Standard (ISO 9001). Tidak mengunakan radio elemen, battery atau solar cell, capasitor,
diode maupun electric resistan.
 Kabel penghantar yang menghubungkan terminal penerima dengan elektroda pentanahan menggunakan NYA
1x70 mm2.
 Elektroda pentanahan menggunakan elektroda tembaga (Cu).
 Instalasi penghubung Kabel penghantar dengan elektroda pentanahan menggunakan Terminal Box

H. PEKERJAAN PELENGKAP
H.1. PEKERJAAN KANOPI TERAS
1. Pek. konstruksi kuda-kuda IWF 150.75.5.7
2. Pek. pengaku, baseplate dan angkur
3. Pek. konstruksi tiang pipa Ø2
4. Pek. konstruksi gording besi hollow (100x50)mm' tebal 2,3mm'
5. Pas. atap galvalume tebal 0,4mm'
6. Pas. atap acrylic tebal 8mm' clear
7. Pas. talang datar galvalume tebal 0,4mm'
8. Pas. clading alluminium composite panel
9. Pas. rangka plafond besi hollow 40.40
10. Pas. plafond kalsi board (240x120) cm tebal 3,5 mm
Langkah pengerjaan :
Bahan/Produk
a. Rangka: Rangka baja IWF ukuran 150.75.5.7 mm; Tiang pipa besi Ø2,5”; Gording besi hollow 100.50.2,3 mm;
Lengkap dengan base plate tebal 8 mm, angkur baut Ø16 mm, plat pengaku tebal 6 mm, plat buhul dan mur
baut Ø12 mm; Talang datar/jurai galvalume tebal 0,4 mm+rangka;
b. Penutup: Penutup atap mengunakan atap galvalume tebal 0,4 mm dan atap acrylic clear/bening tebal 8 mm;
Clading Alluminium Composite Panles (ACP) type PVDF tebal 4 mm+rangka baja; Plafon kalsiboard tebal 3,5
mm+rangka hollow galvanish 40.40;

Pelaksanaan
a. Pekerjaan rangka bata kanopi teras memperhatikan rencana kerja dan syarat-syarat yang telah disebutkan
pada pasal Pemasangan Rangka Baja sebelumnya.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 75
b. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan menunjukkan surat
keterangan referensi pekerjaan-pekerjaan yang pernah dilakukan kepada direksi lapangan untuk
mendapakan persetujuan.
c. ACP yang didatangkan harus sesuai dengan ketebalan dan spesifikasi PVDF yang disyaratkan, dan baru dapat
diijinkan untuk dipasang apabila telah dinyatakan diterima oleh Direksi/Pengawas Lapangan.
d. Pemasangan ACP harus mengikuti pola dan ukuran sesuai yang dinyatakan dalam gambar, adapun pemilihan
warna sesuai dengan arahan Direksi/Pengguna/Pengaws Lapangan.
e. Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk mempermudah serta mempercepat
pemasangan dengan hasil pemasangan akurat, teliti, dan tepat pada posisinya.
f. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan.
Bila hal ini terjadi kontraktor harus memperbaiki tanpa biaya tambahan.
g. Hasil pemasangan ACP harus merupakan hasil pekerjaan yang rapi terutama pada bagian tekukan atau
sambungan.
h. Penggunaan sealant harus dengan persetujuan Direksi/Pengawas Lapangan. Disyaratkan menggunakan
sealant yang berkualitas baik.
i. Kontraktor harus menyertakan jaminan mutu selama 5 tahun terhadap sinar matahari dan pabrik
pembuatnya berupa sertifikat jaminan.

RENCANA PEMELIHARAAN
a. DEMOBILISASI PERALATAN
Setelah pekerjaan dianggap selesai semua sesuai dengan pemeriksaan awal ( Pra PHO ) makaperalatan kerja
yang dipergunakan untuk bekerja ditarik kembali dari lokasi pekerjaan menuju gudang / bengkel kontraktor.
b. PEMBERSIHAN LOKASI PEKERJAAN
Setelah pekerjaan selesai maka diadakan pembersihan dilokasi pekerjaan dari sisa sisa material,kotoran bekas
bongkaran dan kotoran lain yang dapat menggangu kelancaran lalu lintas, bekas kotoran dibuang diluar lokasi
pekerjaan
c. PENYERAHAN PEKERJAAN
1. Serah Terima Pertama / Provisional Hand Over (PHO)
Setelah pekerjaan selesai maka Penyedia Jasa mengajukan permohonan untuk diadakan pemeriksaan
pekerjaan dalam rangka penyerahan yang pertama kalinya ( PHO ).

Kegiatan Provisional Hand Over (PHO)


Yang dimaksud dengan PHO adalah serah terima awal dari seluruh pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh
Kontraktor dengan baik dan benar. Pada umumnya dipersyaratkan bahwa PHO dapat diusulkan oleh
Penyedia Jasa jika pekerjaan fisik sudah mencapai prestasi 100%.

Tujuan : Memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang telah dikerjakan oleh Penyedia Jasa,secara prinsip
telah dapat diterima, namun secara total Penyedia Jasa masih harus terus memeliharanya sampai batas
FHO dinyatakan selesai.

Prosedur PHO :
 Pekerjaan telah mencapai 100 % pekerjaan dari seluruh nilai kontrak dan modifikasinya,Kontraktor
mengajukan tertulis (request PHO) kepada PPK untuk PHO.
 PPK memberitahukan kepada PPHP untuk meneliti dan melakukan pemeriksaaan dilapangan.
 PPHP melakukan pemeriksaan di lapangan.
 PPHP membuat daftar kerusakan dan kekurangan dari pekerjaan dan hasil pengujian yangrelevan
harus dilampirkan pada proses verbal PHO (jika ada).
 Penyedia Jasa segera melengkapi/memperbaiki kekurangan/penyimpangan yang ada.
 Dibuat Berita Acara PHO dan ditandatangani jika seluruh persyaratan telah dipenuhi termasuk
administrasi teknis dan dokumentasi.

PENANGANAN PADA MASA PEMELIHARAAN


Perbaikan Selama Masa PemeliharaanKegiatan Pemeliharaan Pekerjaan yang sudah di-serahterima-kan
 Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil pekerjaan yang dihitungdari mulai tanggal
Serah Terima Pertama (PHO) sampai dengan berakhirnya masapemeliharaan sesuai kontrak.
 Dalam masa pemeliharaan, jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi, Penyedia Jasaharus segera melakukan
perbaikan sesuai kondisi saat diserahterimakan.

Prosedur:

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 76
Setelah melakukan perbaikan, Penyedia #asa memberitahukan kepada PPK.
 PPK memberitahu PPHP untuk mengadakan pemeriksaan ulang.
 Apabila menurut PPHP tidak ada kekurangan atau cacat lagi, maka PPHP membuat
 Berita Acara pemeriksaan hasil perbaikan pekerjaan yang disampaikan pada PPK.
 Selama masa pemeliharaan harus ada kesepakatan antara PPK, Penyedia Jasa dan konsultan tentang :
- Personel pengawas yang dipertahankan
- Personel Penyedia Jasa yang dipertahankan
- Daftar peralatan yang masih akan digunakan

SERAH TERIMA KEDUA FINAL HAND OVER (FHO)

FHO adalah serah terima akhir dari seluruh pekerjaan &isik yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dengan baik dan
benar, setelah Penyedia Jasa menyelesaikan seluruh perbaikan yang tertera pada daftar perbaikan yang disusun oleh
PPHP dan telah melewati masa pemeliharaan sesuai bunyi kontrak.

Tujuan
Untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa telah selesai dan dapat diterima
dengan baik.

Yang perlu diperhatikan adalah unsur-unsur


- Kelengkapan administrasi
- Kondisi &isik pekerjaan yang baik dan benar sesuai spesi&ikasi teknik
- Kesesuaian dengan perencanaan

Prosedur
- PPK mengundang kembali PPHP, Konsultan untuk melaksanakan proses FHO.
- PPHP memeriksa ulang seluruh data yang terdapat pada da&tar pekerjaan yang harus diperbaiki
- PPHP akan memeriksa pekerjaan-pekerjaan dan mendokumentasikan semua kerusakan
- Jika telah dilakukan penyelesaian semua perbaikan pekerjaan, akan dibuat berita acara FHO

Setelah proses FHO dilaksanakan seperti diuraikan dan kerusakan0kerusakan diperbaiki seperti dijelaskan maka
pada saat yang sama “Retention Money”yang masih tertinggal dikembaikan.

Kebutuhan Selama Masa Pemeliharaan terdiri dari :

NO Kebutuhan Material Utama Kebutuhan Alat Utama

1 Sesuai Kebutuhan Pemeliharaan Sesuai Kebutuhan Pemeliharaan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 77
RENCANA PEMELIHARAAN

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 78
 URAIAN PEKERJAAN PEMELIHARAAN
Pemeliharaan pada bangunan dimaksudkan sebagai gabungan dari tindakan teknis dan administratif, yang
dimaksudkan untuk mempertahankan, dan memulihkan fungsi bangunan sebagaimana yang telah di rencanakan
sebelumnya. Keberhasilan suatu bangunan dinilai dari kemampuan bangunan untuk ada pada kondisi yang
diharapkan, yang dipengaruhi oleh beberapa persyaratan, antara lain :

1. Persyaratan fungsional
Yang dimaksud persyaratan fungsional adalah persyaratan yang terkait dengan fungsi bangunan. Setiap
bangunan memiliki fungsional umum dan khusus yang perlu dipenuhi. Persyaratan umum contohnya adalah
bangunan mampu melindungi pemakainya dari lingkungan luar. Sedangkan persyarat khusus sangat tergantung
pada jenis dan fungsi bangunan tersebut.

2. Persyaratan Performance
Masing - masing bangunan memiliki persyaratan performance bangunan yang sangat spesifik. Performance
bangunan mencakup banyak aspek, mulai dari performance fisik luar bangunan, sampai pada elemen-elemen
Mekanikal dan elektrikal ( ME ). Tindakan pemeliharaan
bangunan sangat ditentukan oleh tuntutan performance yang terkait dengan fungsi bangunan.
Namun seringkali terjadi perbedaan standart performance bangunan menurut USER dan
menurut OWNER, terutama pada bangunan sewa.

3. Persyaratan Menurut Undang-undang


Persyaratan menurut undang-undang merupakan persyaratan yang tidak bisadiabaikan, karena menyangkut
regulasi dan legalitas.Persyaratan ini diantarnya : Persyaratan ketinggian maksimum suatu bangunan, dll.

2. Persyaratan Menurut User


Persyaratan menurut user biasanya berkaitan dengan kenyamanan. Kenyamanan user merupakan ukuran
keberhasilan suatu bangunan. Biasanya bangunan yang memiliki persyaratan user adalah bangunan-bangunan
sewa dan bangunan-bangunan umum.

Idealnya, pada tahap desain, perencana telah memiliki kriteria-kriteria untuk menghasilkan suatu performansi
tertentu sehingga aktifitas pemeliharaan yangdilakukan selama masa operasi gedung akan lebih efektif. Namun
seringkali kriteria-kriteria semacam itu tidak dibuat sehingga menimbulkan kesulitan dalam menentukan
program pemeliharaan sampai tahap pelaksanaannya.

Kegiatan pemeliharaan bangunan meliputi berbagai aspek yang bisadikategorikan dalam 4 kegiatan, yaitu :
Pemeliharaan rutin harian, Rectification( perbaikan bangunan yang baru saja selesai ), Replacement( penggantian
bagian yang berharga dari suatu bangunan ), Retrofitting ( melengkapi bangunan sesuai kemajuan teknologi ).

Secara sederhana, Pemeliharaan bangunan dapat diklarifikasikan menjadi 2 macam yaitu :


Pemeliharaan rutin dan Pemeliharaan remedial / perbaikan

A. Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dengan intervalwaktu tertentu untuk
mempertahankan gedung pada kondisi yang diinginkan / sesuai.Contohnya pengecatan dinding luar gedung 2
tahunan, pengecatan interior 3 tahunan, pembersihan dinding luar, dll. Namun jenis pekerjaan pemeliharaan
rutin juga bisa berupa perbaikan atau penggantian komponen yang rusak. Kerusakan – kerusakan tersebut
bisadiakibatkan oleh proses secara alami ( contoh : Kerapuhan, kusam ) atau proses pemakaian ( contohnya :
goresan,pecah dll ).

Pada pemeliharaan rutin sangat penting untuk menentukan siklus pemeliharaan. Siklus pemeliharaan bisa
ditentukan berdasarkan data fisik gedung dan equipment yang cukup dalam bentuk dokumentasi, manual
pemeliharaan ataupun catatan pengalaman dalam pekerjaan pemeliharaan sebelumnya.

Dalam suatu rencana program pemeliharaan, jika siklus kegiatannya sudah ditentukan, maka jenis pekerjaan
dan anggaran dapat segera dibuat.

Kendala – kendala yang sering terjadi dalam pemeliharaan rutin adalah :


 Pemilik / Owner
Seringkali para pemilik gedung tidak melaksanakan program pemeliharaan yang sudah dibuat, bahkan
cenderung memperpanjang interval pemeliharan dengan tujuan mengurangi beban biaya pemeliharaan

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 79
agar keuntungan yang di dapat lebih besar. Padahal dengan tertundanya jadwal pemeliharaan rutin akan
mengakibatkan bertumpuknya kualitas kerusakan ( Multipier effect ) yang akhirnya akan membutuhkan
biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

 Kurangnya data dan pengetahuan Seringkali pemeliharaan rutin tidak dapat dilakukan akibat kurangnya
data baik manual,sejarah pemeliharaan ataupun dokumentasi. Disamping itu juga kekurangan
pengetahuan dari personil pengelola gedung baik tingkat manajerial maupun pelaksana mengakibatkan
program pemeliharaan dan pelaksanaanya kurang optimal.

B. Pemeliharaan Remedial
Pemeliharaan remedial adalah pemeliharaan perbaikan yang dapat diakibatkan oleh :

• Kegagalan teknis / manajemen


Kegagalan teknis / manajemen bisa terjadi pada tahap kontruksi maupun pada tahap pengoperasian
bangunan. Pada tahap kontruksi contohnya adalah kecerobohan dalam pemasangan suatu komponen
bangunan. Pada tahap pengoperasian bangunan, kesalahandalam merencanakan jadwal pemeliharaan
bisa terjadi dan ini dapat berakibat padakerusakan alat atau bahan – bahan bangunan.

• Kegagalan kontruksi dan desain


Dalam hal ini faktor desain dan kontruksi berhubungan erat. Contoh dari segi desain adalah kesalahan
dalam pemilihan bahan bangunan, sehingga usia pemakaiannya pendek dan tidak bertahan lama.
Sedangkan dari segi kontruksi kesalahan dalam pelaksanaan finishing dapat menyebabkan usia
pemakaiannyapun tidak bertahan lama.

• Kegagalan dalam pemeliharaan


Faktor lain yang menyebabkan kegiatan pemeliharaan perbaikan selama periode pemakaian bangunan
adalah akibat kegagalan pemeliharaan yang disebabkan oleh :
Ø Program pemeliharaan rutin yang dibuat tidak memadai
Ø Program perbaikan yang tidak efektif
Ø Inspeksi – inspeksi yang tidak dilaksanakan dengan baik
Ø Data - data pendukung pemeliharaan yang tidak mencukupi
Secara lebih luas, ditinjau dari direncanakan atau tidak, kegiatan pemeliharaan dapat
diklasifikasikan menjadi :
1. Pemeliharaan terencana / planned.
2. Pemeliharaan tidak terencana / unplanned

Difinisi :
1. Planned Maintenance : Pemeliharaan yang diorganisasikan dan dilaksanakan dengan perencanaan, control
dan penggunaan laporan – laporan untuk suatu rencana yang ditentukan sebelumnya.
2. Unplanned Maintenance : Pemeliharaan yang dilaksanakan untuk rencana yang yang tidak ditentukan
sebelumnya.
3. Preventive Maintenance : Pemeliharaan yang dilaksanakan pada interval yang ditentukan sebelumnya
atau yang sesuai untuk kriteria yang ditentukan dan ditujukan untuk mengurangi kemungkinan kegagalan
atau degradasi performansi suatu bangunan.
4. Corrective Maintenance : Pemeliharaan yang dilakukan setelah suatu kegagalan terjadi dan ditujukan
untuk memperbaiki suatu item untuk suatu keadaan yang itemtersebut dapat melakukan fungsinya yang
diperlukan.
5. Emergency Maintenance : Pemeliharaan yang diperlukan dengan segera untuk menghindari akibat –
akibat yang serius.
6. Condition Based Maintenance : Preventive maintenance yang di mulai dari suatu hasil pengetahuan
kondisi suatu hal dari pemantauan rutin.
7. Scheduled Maintenance : Preventive maintenance yang dilaksanakan untuk suatu interval waktu yang
telah ditentukan sebelumnya.

Pada dasarnya, tindakan pemeliharaan dilakukan berdasarkan atas laporan hasil pemeriksaan / survey
terhadap kondisi bangunan. Untuk itu pemeriksaan yang dilakukan harus teliti dan menyeluruh, sehingga dapat
ditentukan bentuk tindakan pemeliharaan yang tepat terhadap kegagalan tertentu.

PEMELIHARAAN BANGUNAN YANG BERLANTAI BANYAK

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 80
Pada bangunan yang berlantai banyak yang disewakan, misalkan kantor sewa, ada 3 pihak yang
berkepentingan dalam menentukan performance bangunan, yaitu :
• Owner / pemilik gedung
• Tenant / Penyewa
• Building management / pengelola bangunan
Masing – masing pihak memiliki tuntutan performance bangunan yang berbeda.Hal ini bisa menyulitkan untuk
menentukan standart sejauh apa kegiatan pemeliharaan bangunan perlu dilakukan. Mengingat kompleksitas
pekerjaan yang sangat besar, makamanajen pemeliharaan dalam gedung bertingkat tinggi biasanya dilakukan oleh
suatu organisasi pemeliharaan yang disebut dengan organisasi pemeliharaan gedung.

Organisasi pemeliharaan gedung ini bertanggung jawab dalam perencanaan, pengawasan dan penentuan
pelaksanaan / operasi pemeliharaan. Organisasinya bisa In – House atau berasal dari lembaga diluar pemilik seperti
konsultan atau kontraktor khusus bidang pemeliharaan.

Dalam pembentukan organisasi pemeliharaan gedung ada 2 hal yang harus diperhatikan, yaitu:
a. Organisasi pemeliharaan harus memberikan pelayanan yang tepat sesuai dengan garis kebijakan yang telah
ditentukan oleh perusahaan.
b. Organisasi pemeliharaan harus mampu bekerja secara efektif melalui pengamat dan pengendalian terhadap
performansinya.

Organisasi pemeliharaan pada gedung perkantoran biasanya masuk dalamorganisasi pengelola yang lebih besar yang
disebut Building management.
Building management dipimpin oleh seorang building manager dan dibantu oleh staff dan pelaksana.

Organisasi building management pada gedung yang berlantai banyak bervariasi tergantung pada organisasi induk,
fungsi gedung, luas lantai dan jumlah lantai. Fungsi – fungsi yang berada dibawah organisasi building management
pada dasarnya terdiri darifungsi keuangan (accounting), fungsi administrasi (general affair), fungsi security, fungsi
operasional dan pemeliharaan teknik.

Dalam konteks pemeliharaan gedung, Building Management melaksanakan perawatan dan


perbaikan gedung, fasilitas dan kelengkapan gedung dengan tujuan tercapainya :
• Reliabilitas ( kehandalan )
• Availabilitas ( ketersediaan )
• Memperpanjang umur teknis
• Memberikan nilai tambah

Untuk mencapai hal tersebut diatas maka building management harus membuat jadwal pemeliharaan sesuai
spesifikasinya baik fisik gedung maupun mekanikal dan elektrikalnya. Contoh struktur organisasi building
management yang umum dipakai :
Personil organisasi pemeliharaan yang dibawahi mechanical dan electrical manager bertanggung jawab atas kegiatan
pemeliharaan terhadap AC, System pengadaan air bersih, System pembuangan air kotor, Sytem pencegah kebakaran,
Power suplay (PLN atau dan genset), Penerangan, dan lain-lain.

Tugas – tugas pokok masing – masing bidang


1. Buiding Manager
• Menetapakan visi buiding management dengan berorientasi pada misi perusahaan / induk.
• Membuat planning, budgeting dan program tahunan
• Melakukan supervise total atas seluruh fungsi organisasi.
• Membuat laporan rutin dan insidentil

1. Chief
• Membuat protap –protap
• Membuat standart operasi dan maintenance
• Mengatur jadwal dan penugasan pelaksana
• Melakukan inspeksi
• Memberikan laporan kepada buiding manager secara rutin

2. Supervisor
• Membuat rencana kerja dan pemeliharaan dan penugasan bersama – sama chief
• Mengatur dan mengkoordinir pekerja harian sesuai dengan bidangnya

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 81
• Mengatur penggunaan peralatan dan bahan
• Membuat laporan kepada chief secara rutin

3. Teknisi / Pelaksana
 Melaksanakan pekerjaan pengoperasian,perbaikan dan perawatan alat dan fisik gedung
 Memberikan masukan perihal jadwal pemeliharaan rutin dan pemeliharaan perbaikan
 Melakukan inspeksi dan pencatatan ( checklist harian secara rutin )
 Membuat laporan kepada supervisor Tindakan pemeliharan secara mendadak dan tidak
direncanakan,biasa dilakukan atasdasar komplainan dari pihak tenant.
Komplain ini akan disampaikan kepada organisasi pemeliharaan gedung untuk di tindak lanjuti. Setelah
complain di tindak lanjuti, maka pelaksana perbaikan perlu membuat laporan kepada manager, sehingga
aktifitas pemeliharaan bisa dipantau dengan baik.Berikut skema yang menggambarkan bagaimana complain
ditanggapi :

TUJUAN PEMELIHARAAN GEDUNG

Permen 24 Perawatan Bangunan Gedung


Untuk mewujudkan tertib pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan administrasi
dan teknis untuk menjamin kelaikan fungsi bangunan gedung agar keandalan, keselamatan, dan kenyamanan
bangunan gedung dapat tetap terjaga. Untuk mewujudkan bangunan gedung yang efisien dan efektif
pengoperasiannya guna menunjang fungsinya sesuai dengan kaidah keamanan, keselamatan, kesehatan kenyamanan,
dan kemudahan, serta agar bangunan gedung serasi dan selaras dengan lingkungan sekitarnya

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 82
PEKERJAAN PENUNJANG

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 83
 URAIAN PEKERJAAN PENUNJANG
A. PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

1. PENDAHULUAN
Perusahaan jasa kontruksi memiliki potensi bahaya tinggi, seperti penggunaan alat berat, mesin gerinda, las,
bekerja diketinggian, suhu yang ekstrim, melakukan penggalian dan lain-lain. Dengan adanya hal tersebut maka
dipergunakan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang penerapannya meliputi Kantor, Projeck Site serta
area pendukung lainnya yang merupakan kebijakan pihak perusahaan.
Tersedianya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja datau Occupational Health and Safety
Manajement System (SMK3/OHSMS) dimana system ini diperlukan untuk menurunkan insiden dan penyakit
akibat kerja sehingga tercipta tempat kerja yang aman dan sehat.
Untuk memberikan kepuasan pelanggan dan perlindungan kepada karyawan dan keselamatan dan kesehatan
kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup dan dalam rangka pemenuhan OHSAS 18001:2007 butir 4:4.6
maka diperlukan suatu Rencana Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Proyek.
2. KEBIJAKAN K3
Sudah menjadi kebijaksanaan direksi CV. RAJA KEMBAR agar setiap karyawan dan pekerja mendapatkan tempat
yang aman dan sehat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Pada prinsipnya semua pihak harus berupaya serta
mengambil langkah-langkah positif sehingga seluruh karyawan dan pekerja terjamin dan bekerja dengan aman
dan sehat. Secara garis besar, kebijakan ini adalah :
1. Mematuhi seluruh peraturan perundangan dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan kerja, yang
merupakan persyaratan minimum kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.
2. Selalu memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan, tamu, pihak ke tiga dan asset perusahaan
dengan mencegah dan mengendalikan kejadian yang dapat merugikan asset perusahaan.
3. Melakukan komunikasi yang efektif kepada seluruh karyawan, masyarakat dan pihak-pihak yang
berkepentingan.
4. Mempertimbangkan setiap aspek Keselamatan dan kesehatan kerja pada setip tahap penyelenggaraan
kegiatan serta mengendalikan resikoyang ada seminimal mungkin
5. Meningkatkan kesadaran dan memberikan pengertian bahwah kecelakaan itu dapat dicegah.
6. Memberikan pengertian bahwah target utama CV. RAJA KEMBAR adalah “zero accident”
7. Mengutamakan keselamatan karyawan dan pekerja dari penggunaan peralatan dan bahan dilokasi proyek.
8. Menjamin bahwah semua karyawan dan pekerja telah mengetahui dan melaksanakan pekerjaannya secara
produktif yaitu dengan cara yang aman melalui petunjuk yang benar, instuksi pekerjaan yang tepat, instuksi
pemakaian peralatan yang tepat, instuksi pemakaian bahan yang tepat melalui pengawasan yang tepat.
9. Menyediaakan fasilitas, peralatan, perlengkapan keselamatan kerja yang layak dan memadai serta
menjamin akan digunakan secara tepat.
10. Memastikan bahwa yang diminta dan direkomendasikan dalam kebijakan K3 telah diikuti.
11. Meningkatkan perlindindungan dan pelestarian lingkungan dalam segalah aktivitas dan meminimumkan
kerusakan yang mungkin terjadi akibat aktivitas tersebut.
12. Semua karyawan dan pekerja harus sudah mengetahui akan tanggung jawabnya masing-masing termasuk
peduli akan kesehatannya, keselamatannya dan lingkunangan ditempat kerja, sehubungan dengan
kebijakan diatas.

3. PERENCANAAN
a) Identifikasi Bahaya dan pengendalian Resiko Bahaya
b) Pemenuhan perundang – undangan dan persyaratan lainnya
Daftar peraturan perundang – undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3 yang wajib dipunyai dan
dipenuhi dalam melaksanaan paket pekerjaan ini adalah :
a. UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
b. UU No. 23 1992 tentang kesehatan
c. UU No. 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi
d. UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan
e. Keputusan Menteri tenaga Kerja RI. Nomor : kep – 51/Men/1999 Tentang Nilai Ambang batas Faktor Fisika
ditempat kerja
f. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor kep- 187/Men 1999 Tentang pengendalian bahan kimia
berbahaya ditempat kerja
g. Peraturan pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang analisis mengenai dampak lingkungan.
h. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 Tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri.
i. Peraturan Menteri tenaga Kerja No: PER .05/MEN/1996 tentang sistem Manajemen kesehatan dan
keselamatan kerja.
j. Keputusan presiden No. 22 tahun 1993 tentang penyakit yang timbul akibat hubungan kerja

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 84
k. Keputusan menteri kesehatan Nomor 876/menkes/SK/IX/2001/tentang pedoman teknis analisis dampak
lingkungan
l. Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 1217/Menkes SK/IX/2001tentang pedoman penanganan dampak
radiasi
m. Keputusan Mewnteri Kesehatan Nomor 315 Menkes/SK/III/2003 tentang komite kesehatan dan
keselamatan kerja sektor kesehatan
n. Permen PU No.9 /PRT/M/2008 tentang pedoman sistem manajemen keselamatan Kerja (SMK3) konstriuksi
bidang PU

4. SASARAN & PROGRAM K3


SASARAN K3
Sasaran kesehatan dan keselamatan kerja dilokasi proyek adalah karyawan dan pekerja yangb terlibat langsung
dengan peralatan kerja dan material serta lingkungan sekitaqrnya. Sasaran yang dituju dalam penerapan k3
adalah:
a. Menghindari adanya kecelakaan kerja
b. Menghindari adanya penyakit akibat kerja
c. Menyediakan lingkungan kerja yang sehat
d. Menghindari terjadinya efek negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas kerja
e. Semua karyawan dan pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan resiko pekerjaannya masing-
masing.

PROGRAM K3
1. Promosi program k3 Promosi program k3 terdiri dari:
Pemasangan bendera k, bendera RI, bender Perusahaan, bentuk dan cara pemasangan (Lihat lampiran)
a. Pemasangan sign board k3
b. Slogan-slogan yang mengisyaratkan akan perlunya bekerja dengan selamat seperti contoh pada
lampiran.
c. Gambar-gambar pamplet tentang bahaya/kecelakaan yang mungkin terjadi dilokasi pekerjaan
dipasang dikantor proyek atau lokasi pekerjaan dilapangan.
2. Sarana peralatan untuk K3
Sarana peralatan untuk K3 terdiri dari :
a. Yang melekat pada orang, yaitu :
1. Topi helm
2. Sepatu lapangan
3. Sabuk pengaman (untuk pekerja ditempat yang tinggi)
4. Sarung tangan (untuk pekerja tertentu)
5. Masker pengaman untuk gas beracun ( untuk pekerjaan tertentu)
6. Kacamata las/google
7. Obat-obatan untuk P3K
8. Pelampung renang untuk lokasi tertentu

b. Sarana peralatan lingkungan yaitu :


Tabung pemadam kebakaran pada ruang-ruang antara lain:
1. Kantor proyek
2. Gudang bahan bakar
3. Ruang genset
4. Bengkel
5. Gudang bahan peledak
6. Mess karyawan
7. Barak tenaga kerja
8. Gudang material
9. Tiap lantai bangunan Proyek ( Pada saat Pekerjaan Bekisting dan finishing)

c. Rambu-rambu peringatan
Rambu-rambu peringatan antara lain untuk:
1. Perngatan bahaya dari atas
2. Peringatan bahaya benturan kepala
3. Peringatan bahaya longsoran
4. Peringatan bahaya api/kebakaran
5. Peringatan tersengat listrik

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 85
6. Petunjuk ketinggian (untuk bangunan yang lebih tinggi dari 2 (dua) lanta)
7. Petunjuk jalur instalasi listrik kerja sementara
8. Petunjuk batas ketinggian penumpukan material
9. Larangan memasuki area tertentu
10. Larangan membawa bahan-bahan yang berbahaya
11. Petunjuk untuk melapor (Keluar Masuk Proyek)
12. Peringatan untuk memakai alat pengaman kerja
13. Peringatan ada alat/masin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu)
14. Peringatan/larangan masuk lokasi genset/power listrik (untuk orang tertentu)

Catatan :
Ada pemahaman yang keliru, yaitu menganggap bahwa kalau sudah memenuhi syarat peralatan K3 berarti sudah
memenuhi persayaratan K3 padahal sarana peralatan K3 ini adalah baru sebagian dari sistem kerja K3. Bekerja
dengan K3 yang benar adalah bila memenuhi 3 hal sebagai berikut:
1. Orangnya
Orangya (pengawas dan tenaga kerja) punya sikap kerja yang benar yaitu:
a. Punya pengetahuan dan keterampilan K3
b. Berperilaku sesuai ketentuan K3
c. Sehat jasmani dan rohani.
2. Mesin/alat kerja serta sarana peralatan K3 sesuai ketentuan.
3. Lingkungan kerja sesuai ketentuan
Lingkungan kerja meliputi :
a. Lay out planning (perencanaan tata letak)
b. Huose keeping (pemeliharaan alat-alat rumah tangga)
c. Penerangan dan ventilasi
Penataan lingkungan
a. Lay out planning (perencanaan tata letak)
Perencanaan tata letak harus diatur sedemikian rupa sehingga orang dan alat yang akan bekerja tidak
saling terganggu justru saling mendukung sehingga dapat dicapai pelaksanaan dengan produktivitas
tinggi dan aman.
Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan tata letak yaitu :
a. Dimensi (ukuran), posisi, elevasi (ketinggian);
b. Gerakan manusia dan alat;
c. Suara (kebisingan);
d. Getaran;
e. Cahaya dan situasi udara.

b. House keeping kebersihan dan kerapian tempat kerja merupakan syarat K3


Sarana kebersihan dan kerapihan untuk program K3 terdiri atas.
⊳ Penyediaan air bersih yang cukup;
⊳ Penyediaan toilet/Wc yang bersih;
⊳ Penyediaan mushola yang bersih dan terawat;
⊳ Penyediaan toilet/Wc untuk pekerja proyek;
⊳ Penyediaan bak-bak sampah pada lokasi yang diperlukan;
⊳ Pebuatan saluran pembuangan limbah
⊳ Pembersihan sampah secara teratur;
⊳ Kerapian penempatan alat-alat kerja dilapangan setelah dipakai (concrete Vibratory, lampu-lampu
penerangan dll).

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 86
PERLENGKAPAN SAFETY
No Jenis Alat Uraian Doc
1 Safety Helmet Safety helmet berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda
yang bisa mengenai kepala secara langsung

2 Safety Belt Safety belt berfungsi sebagai pelindung diri ketika pekerja
bekerja/berada di atas ketinggian.

3 Safety Shoes Safety shoes berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang
menimpa kaki karena benda tajam atau berat, benda panas,
cairan kimia dan sebagainya.
4 Sepatu Karet Sepatu karet (sepatu boot) adalah sepatu yang didesain
khusus untuk pekerja yang berada di area basah (becek atau
berlumpur). Kebanyakan sepatu karet di lapisi dengan metal
untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda
panas, cairan kimia, dsb.
5 Sarung Tangan Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di
tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan.
Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi
masing-masing pekerjaan.
6 Masker (Respirator) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja
di tempat dengan kualitas udara buruk (misal berdebu,
beracun, dsb).

7 Jas Hujan (Rain Coat) Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja (misal
bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat).

8 Kaca Mata Pengaman (Safety Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya
Glasses) mengelas).

9 Penutup Telinga (Ear Plug) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di
tempat yang bising

10 Pelindung Wajah (Face Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing
Shield) saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda).

11 Pelampung Pelampung berfungsi melindungi pengguna yang bekerja di


atas air atau dipermukaan air agar terhindar dari bahaya
tenggelam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy)
pengguna agar dapat berada pada posisi tenggelam (negative
buoyant) atau melayang (neutral buoyant) di dalam air.

B. MANAJEMEN LALULINTAS
Penggunaan Rambu yang Baik Pada Zona Kerja Kontraktor perlu melakukan:
 Menempatkan rambu yang benar dan aman. Seluruh rambu harus diletakkan minimal 1 meter dari lajur lalu
lintas;
 Memastikan bahwa seluruh rambu berada dalam jarak pandang pengguna jalan;
 Memastikan bahwa seluruh rambu dapat terlihat – tidak tertutup oleh pohon, rumput, kendaraan proyek, mesin
atau halangan lainnya;
 Tidak menempatkan rambu yang dapat mengahalangi pandangan pengguna jalan terhadap rambu lainnya;
 Selalu memeriksa agar rambu tidak mengarahkan pengguna jalan pada lajur yang salah atau lokasi yang
membahayakan;
 Periksa kondisi seluruh rambu minimal satu hari sekali;
 Tidak mengarahkan pengguna jalan untuk melanggar aturan. Pastikan bahwa seluruh bentuk pengalihan tidak
memaksa pengguna jalan untuk memotong marka ganda menerus, atau melanggar rambu larangan/perintah;
 Setelah pekerjaan selesai - tutup rambu yang tidak diperlukan;
 Tutup atau pindahkan rambu yang tidak perlu;
 Selalu memperhatikan batas kecepatan yang aman. Bila pekerjaan selesai untuk mengembalikan kecepatan
pada kondisi normal, pastikan bahwa kondisi jalan pada kondisi yang baik, bersih dari pasir atau kerikil dan
tidak ada pekerja ;

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 87
 Gunakan kerucut lalu lintas yang mamantulkan cahaya – minimum tingginya 450 mm – untuk memberi
delineasi pada zona kerja. Selalu letakkan kerucut lalu lintas dalam satu garis yang menerus sehingga tampak
sebagai garis tepi lalu lintas. Perbaiki atau ganti kerucut yang tertabrak atau tertiup angin;
 Pergunakan taper yang panjang. Ingat bahwa pengemudi memerlukan taper yang lebih panjang – minimum
panjang taper diberikan pada Tabel dibawah.

Langkah Detail
1. Pengumpulan Data Lingkup pekerjaan, metode konstruksi, data geometrik jalan, data lalu lintas

2. Identifikasi Zona Kerja Durasi pekerjaan, lokasi dan waktu pekerjaan jalan, rentang waktu lalu lintas
terganggu

3. Identifikasi alternatif metoda Penyempitan lajur, penutupan lajur, satu lajur dua arah, melintasi median,
kerja pengalihan rute (detour), jalan sementara, penutupan berkala, penggunaan bahu
atau median sebagai jalur lalu lintas

4. Analisis VCR dan dampaklalu Studi dampak lalu lintas,batas kemampuan menampung arus lalu lintas (misal
lintas LOS=D, VCR0.85, atau panjang antrian 1km)

5. Analisis perbaikan teknis Pekerjaan diluar jam sibuk, malam hari, akhir pekan, pelarangan parkir/berhenti,
penjadwalan ulang pekerjaan, jalur yang digunakan bersama, pelarangan
berputar, dll.

6. Evaluasi Rencana Manajemen Waktu henti dan tunda kendaraan yang diterima, menjamin keselamatan dan
Lalulintas tidak menjadi penyebab kecelakaan , pertimbangan biaya proyek dan manajemen
lalu lintas, polusi udara dan hilangnya mata pencaharian.

7. Modifikasi Prosedur Review design, prosedur kerja, alternatif metoda konstruksi, prosedur lainnya.

Peraturan mewajibkan kita untuk menjaga keselamatan di lokasi kerja. Hal ini berarti bahwa kita harus melindungi
pekerja dan pengguna jalan yang melalui zona kerja. Ada beberapa hal utama yang perlu diperhatikan: Jika pekerja
bekerja kurang dari 3m dari lajur terdekat, maka kita harus:
- Mengendalikan kecepatan 40 km/jam pada Zona Peralihan dan Zona Pekerjaan
- Pastikan bahwa kerucut lalu lintas atau delineator terletak pada garis lurus minimal 1,5m dari pekerja
terdekat, untuk mengarahkan lalu lintas
- Jika beton penghalang (rigid barrier) diletakkan sepanjang jalan antara pekerja dan pergerakan kendaraan,
maka hal-hal diatas boleh tidak dilakukan. Beton penghalang harus disatukan dengan erat (sesuai petunjuk
penggunaan dari pabrik), dan terminal harus diletakkan diluar clear zone.

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 88
 PENUTUP
A. PENUTUP
Pada bab ini Penyedia Jasa akan menguraikan beberapa kesimpulan dan saran yang berhubungan dengan efisiensi dan
efektifitas tata letak fasilitas dan sarana pada proyek, khususnya untuk proyek. Kesimpulan yang diambil dan saran yang
diberikan berdasarkan data-data yang telah diperoleh dan hasil analisa layout fasilitas dan sarana pada proyek yang telah
dibahas dalam bab-bab sebelumnya.

B. KESIMPULAN
Untuk optimalisasi kinerja pekerjaan konstruksi, dengan tujuan mencapai hasil kerja yang efektif dan efisien di segala bidang,
harus sudah dimulai sejak pekerjaan persiapan, salah satunya adalah perencanaan tata letak fasilitas dan sarana proyek ( site
plan / site installation ). Dari hasil analisa tata letak fasilitas dan sarana ( site plan / site installation ) ketiga sampel proyek
dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah proyek secara umum terdapat fasilitas dan sarana proyek sebagai berikut :
1. Pintu Masuk dan Keluar Proyek
2. Jalan Kerja Kendaraan Didalam Proyek
3. Direksi Keet
4. Base Camp Staf Proyek dan Barak Pekerja
5. Gudang Material dan Peralatan
6. Los Kerja Besi dan Kayu
7. Disposal Area
8. Tangki Air
9. Dll.
Dengan memperhatikan kondisi lapangan yang ada dan disesuaikan dengan desain site plan / site installation yang akan
dikerjakan, diharapkan penempatan fasilitas dan sarana proyek nantinya akan dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan
perencanaan, sehingga dapat menghindari terjadinya keterlambatan waktu pelaksanaan dan bertambahnya angaran biaya
proyek. Namun demikian, yang tetap harus dipertimbangkan dalam merencanakan tata letak fasilitas dan sarana proyek
adalah bahwa seluruh fasilitas dan sarana proyek yang akan dibangun tersebut adalah bersifat sementara dan nantinya akan
dibongkar setelah pelaksanaan proyek selesai.

C. SARAN
Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, secara umum penulis memberikan saran tentang hal - hal yang perlu diperhatikan
dalam perencanaan tata letak fasilitas dan sarana proyek yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi, antara
lain :
1. Bagaimanapun kondisi proyek, sebisa mungkin kontraktor harus mampu menata seluruh fasilitas dan sarana secara
tepat sehingga kinerja pelaksanaan proyek dapat berlangsung efektif dan efisien.
2. Menempatkan semua fasilitas proyek pada lahan tak terpakai, sehingga tidak menganggu pelaksanaan proyek.
3. Menempatkan semua sarana proyek pada posisi yang strategis, agar dapat menjangkau seluruh area kerja yang
diperlukan dan dapat mendukung metode pekerjaan konstruksi yang telah dipilih.
4. Karena sifatnya yang sementara, maka sebisa mungkin bangunan fasilitas proyek dibangun dengan konstruksi yang
semurah mungkin dan dapat digunakan berulang kali untuk berbagai proyek.
5. Dalam pembuatan dan penempatan seluruh fasilitas dan sarana proyek harus memperhatikan faktor keamanan dan
keselamatan penggunanya

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 89
Demikian Metode ini dibuat oleh Penyedia Jasa untuk menyelesaian pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan
Winong (DID) yang berlokasi pada Kecamatan Winong Kabupaten Pati melalui dana APBD Kab. Pati Tahun Anggaran
2018 dengan Jangka Waktu Pelaksanaan selama 135 Hari Kalender dengan masa pemeliharaan selama 180 Hari
Kalender .

Atas perhatian Bapak/Ibu kami mengucapkan terimakasih.

Pati , 26 Juli 2018


CV. RAJA KEMBAR

ROSA MURFIANTI, A.Md.


Direktur

METODE PELAKSANAAN [Peningkatan Jalan Kajar - Pasucen, Kec. Gunem]


Page 90