Anda di halaman 1dari 3

BAB V

PENUTUP

Setelah membahas teori dan melaksanakan asuhan keperawatan


pada Ny “F” dengan Asma Bronkial dan menggunakan proses
keperawatan yang merupakan suatu sistem dalam merencanakan
pelayanan asuhan keperawatan, maka penulis dapat menarik kesimpulan
sebagai berikut :

A. Kesimpulan
1. Asma bronkial adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran
nafas yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas
terhadap berbagai rangsangan, akibatnya timbul gejala episodek
berulang seperti nafas mengi (wheezing), sesak nafas, dada terasa
berat serta batuk yang disertai lendir.
2. Manifestasi klinik yang sering didapatkan pada asma bronkial yaitu
sesak, batuk disertai lendir, nyeri dada, lemah, pucat, suara
tambahan wheezing dan ronchi, suara nafas cepat dan dangkal.
3. Manifestasi klinik pada pasien Ny “F” dengan asma bronkial
menunjukan tanda dan gejala yang menonjol adalah adanya sesak,
batuk disertai lendir, nyeri dada saat batuk, suara nafas cepat dan
dangkal, suara tambahan wheezing.
4. Masalah yang muncul pada pasien dengan asma bronkial meliputi
masalah : ketidakefektifan jalan nafas berhbungan dengan
bronkospame, gangguan pola tidur berhubungan dengan
ketidaknyaman fisik, kecemasan/ansietas berhubungan dengan
perubahan status kesehatan/ancaman kehilangan.
5. Pengobatan asma adalah suatu tindakan yang melibatkan banyak
hal, antara lain penyuluhan (edukasi) penderita, menghindari factor
pencetus bagi penderita yang alergi harus menghindari bahan
allergen. Pengawasan lingkungan dan pemberian obat anti asma

88
89

secara teratur merupakan suatu hal yang mutlak, terutama


obat-obatan yang mempunyai sifat anti radang.
6. Peran serta kerja sama dan dukungan dari keluarga sangat
dibutuhkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasien untuk
mempercepat proses penyembuhan.
7. Setelah melaksanakan asuhan keperawatan selama 3 hari
diperoleh hasil bahwa 2 masalah sudah teratasi yaitu
ketidakefektifan jalan nafas b/d bronkospame, Ketidakefektifan
jalan nafas b/d hiperventilasi, gangguan pola tidur b/d kelemahan
fisik (sesak, batuk, nyeri dada saat batuk) dan masalah yang belum
teratasi yaitu kecemasan/ansietas berhubungan dengan perubahan
status kesehatan/ancaman kehilangan.

B. Saran

Penulis memberikan saran sebagai bahan pertimbangan


dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan kemajuan
untuk perawat, rumah sakit, mahasiswa dan pendidikan.

1. Institusi Pendidikan
Penulis menngharapkan agar institusi meningkatkan mutu
pendidikan baik dalam teori maupun dalam praktek langsung di
lapangan guna menghasilkan lulusan yang professional.
2. Bagi Mahasiswa
Agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan
asma bronchial.
3. Rumah Sakit
Hendaknya meningkatkan mutu pelayanan seperti tenaga
kesehatan yang profesional dan pengalaman serta fasilitas yang
memadai khususnya untuk pasien asma bronkial agar pasien dan
90

keluarga merasa puas dengan pelayanan yang ada di Rumah


Sakit.
4. Perawat
Perawat sebaiknya memberikan discharge planning pada pasien
dan keluarga agar pasien dapat mematuhi program pengobatan
secara tuntas dan program diet secara teratur.
5. Pasien
Dianjurkan bagi pasien agar menghindarkan faktor pencetus
timbulnya asma berupa jauh dari lingkungan berdebu, ataupun
makanan yang merupakan riwayat alergi munculnya asma.
Melakukan pemeriksaan secara rutin agar penyakit asma bisa
teratasi.
6. Keluarga
Keluarga sangat diharapkan agar bekerja sama dengan baik untuk
mencapai penyembuhan yaitu pendampingan minum obat secara
teratur, tetapi berkesinambungan bagi pasien serta dukungan moral
maupun moril untuk memberikan dukungan pada pasien.