Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Kimia Analitik I

Analisis Kation dan Anion

A. JUDUL PERCOBAAN
“Analisis Kation dan Anion”
B. WAKTU DAN TANGGAL PERCOBAAN
Kamis, 3 Mei 2018 pukul 13.00 WIB – 15.30 WIB.
C. TUJUAN PERCOBAAN
Mengidentifikasi kation dan anion terhadap suatu sampel.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Untuk tujuan analisis kualitatif sistematik, kation-kation di
klasifikasikan dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu
terhadap beberapa reagensia. Reagensia golongan yang dipakai untuk
klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida,
amonium sulfida, amonium sulfida dan amonium karbonat. Klasifikasi ini
didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini
dengan membentuk endapan atau tidak. (Svehla, G., 1985: 203).
Secara prinsip, zat yang akan diidentifikasi dilarutkan, lalu
ditambahkan pereaksi tertentu yang sessuai, yang akan mengendapkan
segolongan kation sebagai garam yang sukar larut atau hidroksidanya.
Pereaksi haruslah sedemikian rupa sehingga pengendapan golongan kation
selanjutnya tidak terganggu atau sebelumnya dapat dengan mudah
dihilangkan dari larutan yang hendap dianalisis (Roth, J. H., Gottfried, B.,
1994: 50).
Untuk identifikasi suatu senyawa organik pada umumnya
didasarkan atas kelarutannya dalam air. Jika senyawa yang hendak
dianalisis dan ditentukan dengan bantuan percobaan pendahuluan. Prinsip
destruksi terdiri dari pelelehan campuran senyawa yang sukar larut dalam
pereaksi yang sesuai dalam jumlah berlebih. Akibatnya reaksi akan digeser
sempurna ke arah hasil reaksi. (Roth, J. H., Gottfried, B., 1994: 52).
Kation golongan I membentuk klorida-klorida yang tak larut.
Namun timbal klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbal tidak
pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan HCl encer kepada
suatu cuplikan. Ion timbal yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif

1
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

dengan H2S dalam suasana asam bersama-sama kation golongan II. (Svehla,
G., 1985: 2015).
Endapan perak klorida dalam bentuk dadih susu atau gumpalan
sebagai hasil dari koagulasi bahan koloidal. Endapan dapat dengan mudah
disaring atau dicuci dengan air yang mengandung sedikit asam nitrat.
Asamnya mencegah peptisasi endapan dan teruakan apabilaendapan
dikeringkan. (Day, J. R., Underwood, A.L.,1993: 95).
Reaksi identifikasi yang lebih sederhana dikenal sebagai reaksi
spesifik untuk golongan tertentu. Reaksi golongan untuk kation golongan II
adalah hidrogen sulfida yang hasilnya adalah endapan-endapan dalam
berbagai warna (Svehla, G., 1985: 207).
Kation golongan II dibagi atas dua sub golongan yaitu, sub golongan
tembaga dan sub golongan arsenik. Sub golongan tembaga terdiri dari
Hydragium (II), Plumbum (II), Bismut (III), Cuprum (II), dan Cadmium
(II). Sub golongan arsenik terdiri atas Arsen (III), Arsen (V), Stibium (III),
Stibium (V), Stannum (II), dan Stannum (IV) (Svehla, G., 1985:212).

IDENTIFIKASI KATION
Kation adalah ion yang bermuatan positif, anion adalah ion yang
bermuatan negatif. Analisa kimia dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
1. Analsa kulitatif adalah salah satu analisa yang bertujuan mencari atau
menyelidiki adanya unsur didalam sampel.
2. Analisa kuantitatif salah satu yang bertujuan mencari atau menyelidiki
banyaknya suatu unsur dalam sampel.
Analisa kualitatif dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Analisa pendahuluan yang bertujuan untuk memperkirakan dan
memberi arah sehingga memperoleh gambaran terhadap contoh yang
akan diteliti analisa pendahuluan meliputi:
a. Organo leptid (menggunakan panca indra) yang dianalisa bentuk,
warna dan bau.
b. Pemanasan dengan tabung pijar.

2
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

c. Reaksi nyala (Homelask) dilakukan dengan menggunakan Pt atau


Nier.
Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala adalah
- Li+ merah
- Ba2+ kuning hijau
- K+ ungu
- Na+ kuning
- Sr2+ merah bata
- Cu2+ hjau biru
- Cu3+ merah kuning
2. Analisa kation dan anion
Setelah mempunyai gambaran/ perkiraan awal maka
langsung di identifikasi dengan Tube Fest, dengan menggunakan reaksi
yang pas.
Identifikasi dari zat biasanya dengan pertolongan yang
memiliki sifat kas. Transformasi ni disebut reaksi kimia yang
menyebabkan transfermasi yang disebut reagen. Reaksi-reaksi dalam
analisa kulitati kebanyakan merupakan reaksi dari asam-asam, basa-
basa, garam-garam yang satu dengan yang lainnya dalam larutan, yang
disamping itu dapat pula dilakukan reaksi-reaksi kering.
Dalam kimia analisa kulitatif dikenal satu cara reaksi selektif
dan spesifiktif. Reaksi selektif adalah pereksi yang memberikan reaksi
tertentu untuk beberapa jenis kation-anion. Sedangkan pereaksi spesifik
adalah pereksi yang memberikan reaksi tertentu untuk satu jenis kation
atau anion. Analisa kualitatif dapat dilakukan dengan berbagai ukuran,
analisa semi mikro dan makro, analisis semi mikro disebut sebagai
analisa senti gram, analisa makro disebut analis miligram. Jadi, hanya
ada bekerja saja yang beruba. Untuk analisa rutin, umumnya dilakukan
analisa semi mikro dan semi makro.
Metode analisa kualitatif meliputi dua macam tes, yaitu
reaksi kering digunakan untuk terhadap zat padat, sedangkan reaksi
basah digunakan zat-zat kimia dalam larutan. Suatu reaksi yang terjadi

3
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

dapat diketahui melalui pembentukan gas, pembentukan endapan dan


perubahan warna (Mulyono, Hadisuwojo, dkk : 254).
Adapun pemisahan golongan dapat dilakukan dengan cara
promatrafi sendiri berarti tehnik analisa untuk memisahkan suatu
campuran dari bahan-bahan terlarut (solute) yang pemisahannya
disebabkan oleh perbedaan gerakan dari bahan terlarut melalui medium
yang berpori dibawah pengaruh dalam promatografi tergantung tipe
penunjang ini yaitu:
- Kromatografi parsisi
- Kormatografi absorbs
- Kormatografi ion exchange (pertukaran ion)
(Vogel, 1985: 89)
Pada analisa kualitatif, ada pemeriksaan pendahuluan yang
menghasilkan kesimpulan sementara dan analisa yang menghasilkan
kesimpulan sesungguhnya menghasilkan definisi.
Pemeriksaan pendahuluan, didasarkan pada sifat fisik
maupun pada sifat kimia:
- Pemeriksaan pendahuluan kering
Pada pemeriksaan ini dilakukan pada bahan kering dengan
atau tanpa penambahan-penambahan bahan kering lain dipanaskan
ataupun tidak. Tidak dapat dilihat persisnya ataupun penambahan
yang terjadi dilakukan pengamatan pada keadaan fisik daam
temperature basah dan pemanasan bahan.
- Pemeriksaan basah
Bertujuan untuk memperoleh petunjuk tentang sisa asam
dalam bahan dengan penamahan H2SO4 encer, dan pekat dan juga
perlu dengan pemanasan (Haeria, 2011: 21-22).

Analisis kation
Analisis ini, merupakan pendekatan yang sistematis.
Dilakukan dengan cara identifikasi dan pemisahan. Pemisahan
dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari

4
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

larutannya. Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan


dengan cara sentrifuge dan menuangkan filtratnya ketabung uji yang
lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian
diendapakan kembali hingga membentuk kelompok-kelompok baru.
Jika dalam kelompok kation yang masih berisi berapa kation
maka kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kation yang lebih kecil
demikian seharusnya sehingga pada khirnya dilakukan uji spesifik
untuk 1 kation jenis dan konsentrasi pereaksi serta pengaturan pH.

Kelompok kation, analsis kualititatif yaitu:


Golongan I : Ag+, Hg+, Pb2+
Golongan II : Cu2+, Cd2+, Bi3+, Hg2+, Sn4+, Sb3+
Golongan III : Al3+, Cr3+, Co2+, Fe2+, Ni2+, Mn2+, Zn2+
Golongan IV : Ba2+, Ca2+, Mg2+, Na+, K+, NH4+
(Niesler, 1991: 91-33).

Identifikasi anion merupakan suatu reaksi kimia yang


dimaksudkan untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam sampel
tertentu. Dalam analisa kimia dibagi menjadi dua yakni analisa
kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa kualitatif merupakan anaisa
untuk mengidentifikasi dari suatu zat, campuran atau suatu larutan.
Sedangkan analis kuantitatif merupakan analisa untuk menentukan
berapa banyak atau julah konstituen kualitatif harus mendahului analisa
kualitatif karena kualitatif memberikan indikasi dari konstituen yang
ada akan bertindak sebagai suatu tujuan identifikasi jalan untuk metode-
metode yang akan digunakan dalam analisa kuanttatif (Vogel. 1985:
85).

Lima fungsi utama dari anion dan kation:


1. Memurnikan Darah

5
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Anion meingkatkan lima faktor utama dari darah (nitrogen,


oksigen, kalsium, natrium, dan kalium) dan membuat darah kita
menjadi sedikit alkali (basa) lalu darah kita dimurnikan kembali.
2. Menumbuhkan Kembali Sel-Sel
Tubuh kita terdiri dari 6 trilliun sel-sel, dan jika tubuh kita
mempunyai darah jumlah anion (alkali) yang banyak, pergerakan
sel-sel menjadi aktif anion membantu mengeluarkan nutrisi diantara
sel-sel dan membuang bahan sampah (sisa pembakaran). Dengan
persen ini membuang sampah. Dengan proses ini maka sel-sel yang
mati dapat dikembalikan dan terjadi peningkatan kalsium.
3. Meningkatkan Kekebalan
Jika terjadi peningkatan jumlah anion pada tubuh manusia
maka jumlah hemglobin dalam darah juga meningkat, hal ini dapat
membantu menjaga kesehatan tbuh dengan cara meningkatkan
daya tahan tubuh.
4. Peningkatan Kemampuan Syarat Otonom
Jumlah anion juga daat mengatur sistem syaraf otonom
seperti darah dan organ dimana status ata perasaan dari tubuh
manusia adalah baik. Dalam pihak, anion berperan penting dalam
sistem syaraf.
5. Menghilangkan Nyeri
Anion meningkatkan ionisasi kalsium, menghasilkan
endorphon dan enkerphalim yang dapat memulihkan dari cukup
atau memperkuat fisik, secara tidak langsung ini dapat membuat
sel-sel tubuh yang sedikit sembuh sirkulasi darah lancar, dan
menghilangkan nyeri.

Pada pemisahan golongan IV dari golongan V, pH dibuat lebih besar


daripada pemisahan sebelumnya. Pengaturan juga perlu baik, pH juga
tidak boleh terlalu tinggi (MgCO3 juga akan ikut mengendap). Pemisahan
ini bersifat paralel dengan pemisahan garam-garam sulfida. MgCO3 juga
tidak larut dalam air, namun tidak ikut mengendap dengan atau dapat

6
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

dipisahkan dari Ba2+, Ca2+, dan Sr2+. Sebabnya adalah pH dan perbedaan
nilai Ksp. Pada pemisahan golongan IV antara Ba2+, Ca2+, dan
Sr2+,campuran endapan golongan IV dilarutkan, kemudian ditambahkan
K2CrO4 untuk mengendapkan BaCrO4 (Harjadi, W., 1990: 43).
Logam-logam kation golongan III ini tidak diendapakan oleh
reagensia golongan untuk kation I dan II, tetapi semuanya diendapkan
dengan adanya amonium klorida dan hidrogen sulfida dari larutan yang
telah dijadikan basa dengan larutan amonia. Logam-logam ini diendapkan
sebagai sulfida kecuali alumunium dan kromium yang diendapkan sebagai
hidroksida karena hidrolisis yang sempurna dari sulfida dalam larutan air.
Besi, aluminium dan krom (sering disertai sedikit mangan) juga
diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amonia dengan adanya
amonium klorida. Sedang logam-logam dari kation golongan ini tetap
berada dalam larutan dan dapat diendapkan sebagai sulfida oleh hidrogen
sulfida. Maka golongan ini biasanya dibagi menjadi golongan besi
meliputi besi, alumunium, dan kromium atau diseut golongan III A dan
golongan zink meliputi nikel, kobalt, mangan, dan seng, atau disebut
golongan III B
Dalam contoh campuran ditunjukkan kesulitan untuk menentukan
dengan pasti kation-kation apas saja yang terdapat dalam campuran.
Disebutkan bahwa reaksi spesifik dapat dipakai untuk tujuan itu dengan
melakukan reaksi untuk ion perion. Cara lain untuk analisa campuran
adalah dengan reaksi selektif (Harjadi, W., 1990).
Pada pokoknya tujuannya adalah untuk memisahkan segolongan
kation dari kation lain. Reaksi-reaksi disin menyebabkan terjadinya zat
baru yang berbeda dari zat semula dan dikenali dari sifat fisiknya yaitu:
- Membentuk endapan dari suatu larutan.
- Melarutkan zat yang berbentuk padat (endapan).
- Zat berwarna lain.
- Pembentukan gas
- Bentuk kristal yang khas.

7
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

Untuk analisa kation bahan yang padat dilarutkan dahulu sedangkan


jika sudah berupa cairan/ larutan langsung digunakan untuk direaksikan
dengan reagensia tertentu (Harjadi, W., 1990).
Dalam pemeriksaan kulitatif, biasanya ditemukan persamaan reaksi
kimia. Persamaan reaksi kimia ini biasanya ditulis dalam bentuk reaksi
ion. Persamaan ini lebih sederhana dan menunjukkan intisari proses kimia
yang terjadi, karena zarah yang ikut serta dalam reaksi saja yang
diperlihatkan (Rivai, H. 1994: 11).

KATION SECARA UMUM


Semua garam alumunium kurang berwarna dan kelihatkan larut
dalam air. Garam alumunium menunjukkan kecenderungan ke bentuk
hidrat dan garam ganda. Tawas garam ganda dari Alumunium sulfat dan
kalium sulfat . Aluminium bersifat amphoterik, rangkaian dari garamnya
diemukan pada saat aluminim ditemukan sebagai anion, contohnya
aluminate.
Ion krom dalam kebanyakan hal seperti ion aluminium. Hidratnya
dalam air menghasilkan [Cr(H2O)63+], dengan nomor koordinasi 6. Ini
adalah asam lemah.
Ion ferro membentuk hidroksida yang lebih kuat dan lebih larut dari
pada bentuk hidroksida dari ion feri. Walaupun ion ferro dan ion feri
mengalami hidrolisis dalam larutan air, efeknya jelas lebih besar dalam
keadaan ion yang diterima dari basa lemah dan sedikit larutan basa. Garam
(II) bereaksi dengan oksidator seperti permanganat atau iod dan dapat
ditunjukkan dengan penghilangan warna Dari larutan enter senyawa
tersebut.
Kobalt membentuk dua golongan garam, dimana memiliki valensi
+2 dan +3. Campuran dari golongan yang terakhir sangat tidak stabil.
Kompleks dari ion kobalt dalam larutan sangat stabil.
Bilangan oksidasi utama dari nikel adalah +1 dan +4. Bagaimana
hanya +2 yang menunjukkan kestabilan. Dalam reaksi kimia ion nikel
sangat serupa dengan ion kobalt. Garam-garam nikel hidrat terbentuk dan

8
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

memberi warna hijau, sedangkan garam-garam anhidratnya memberikan


warna kuning.
Garam-garam mangan berwarna putih ketika kering, dan berwarna
pink ketika mengandung air atau dalam larutan cair. Garam-garam yang
mengandung air berwarna violet tetapi dalam larutan ion MnO4+ berwarna
hijau.
Seng dalam bentuk senyawa yang stabil bervalensi +2. Dalam
beberapa senyawa kompleks seng bervalensi nol. Seng hidroksida bersifat
amfoter yang senyawanya disebut zinkat. Ion seng juga menunjukkan
kecenderungan yang nyata untuk membentuk ion kompleks dengan
sebagai besar ion sederhana (Scenk. 1990).
Kimia farmasi analisis melibatkan penggunaan sejumlah teknik dan
metode untuk memperoleh hasil kualitatif, kualitatif dan informasi struktur
dari suatu senyawa obat pada khususnya dan bahan kimia pada umumnya
(Dr. Sudjasdi: 100).
Ilmu kimia farmasi analisis kuantitatif dapat didefinisikan sebagai
penerapan berbagai metode dan prosedur kimia analisis kuantitatif untuk
melakukan analisis secara kualitatif terhadap bahan-bahan atau sediaan
yang digunakan dalam farmasi, obat dalam jaringan tubuh dan sebagainya
(Dr. Subjasdi: 103).
Untuk keperluan sampel didihkan dengan larutan Na2CO3 jenuh,
praktis semua ion logam mengendap sebagai karbonat, dan filtrat atau
ekstrak soda (ES) dipakai untuk pengujian anion.
6. Kelompok Nitrat
7. Kelompok Sulfat
8. Kelompok Halogenida
Ada beberapa proses fisika kimia yang dapat digunakan untuk
memberikan informasi analisis. Proses ini berkaitan dengan sejumlah sifat
atom dan molekul serta fenomena-fenomena yang mampu menjadikan
elemen-elemen atau senyawa-senyawa tersebut dapat dideteksi atau dapat
diukur secara kualitatif pada kondisi yang dapat di kontrol proses-proses

9
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

yang mendasari ini semua menentukan berbagai macam teknik analisis


(Dr. Subjasdi: 103).
E. ALAT DAN BAHAN
 Alat
1. Tabung reaksi 9. Kaki tiga
2. Gelas kimia 250 ml 10. Sentrifuge
3. Gelas kimia 100 ml 11. Gelas ukur
4. Rak tabung reaksi 12. Labu erlenmeyer
5. Spatula 13. Tabung didih semi mikro
6. Pembakar spirtus 14. Cawan penguap
7. Pipet tetes 15. Piala kecil
8. Penjepit kayu 16. Kaca arloji
 Bahan
 Golongan Umum
1. HCl 6 M 9. NH4NO3 2%
2. HCl encer 10. NH4OH encer
3. H2O2 3% 11. NH4Cl 1%
4. H2S 12. (NH4)2S 2%
5. NH4NO3 13. CH3COOH
6. HNO3 pekat 14. NH3 pekat
7. NH4Cl 20% 15. (NH4)2CO3
8. NH4OH 16. Aquades

 Golongan I
1. HCl 2 M 4. K2CrO4 1 M
2. H2O dingin 5. NH3 encer panas
3. H2O panas 6. KI 1 M
 Golongan II A
1. H2O2 1 % 5. HNO3 encer
2. Air 6. NaOCl
3. H2S 7. HCl encer
4. NH4NO3 8. SnCl2

10
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

9. H2SO4 encer 13. CH3COOH encer


10. Alkohol 14. K4[Fe(CN)6]
11. NH3 pekat 15. KCN
12. Na2[Sn(OH)4] 16. KSCN
 Golongan II B
1. HCl encer 9. CH3COOH 2 M
2. Kertas lakmus 10. NaNO3 kristal
3. HCl pekat 11. Rodamina – B
4. H2S 12. HgCl2
5. NH3 encer 13. FeCl3
6. H2O2 3 % 14. Asam tartrat
7. Mg(NO3)2 15. Dimetil Glioksima
8. AgNO3 16. Air
 Golongan III A
1. HNO3 pekat 11. KSCN
2. NH4Cl 20 % 12. K4[Fe(CN)6]
3. NH4OH 13. CH3COOH encer
4. NH4Cl 1% panas 14. Pb(CH3COO)2
5. Aquades 15. Amil alkohol
6. NaOH 16. NH3 encer
7. H2O2 3 % 17. NH4CH3COO
8. HNO3 encer 18. Aluminan
9. NaBiO3 19. (NH4)2CO3
10. HCl encer 20. HCl encer panas
 Golongan III B
1. NH4OH encer 8. NaOCl 1 M
2. H2S 9. HCl encer
3. NH4Cl 10. Amil alkohol
4. (NH4)2S 1% 11. NH4SCN padat
5. Aquades 12. Dimetil glioksima
6. HCl 2 M 13. NaOH
7. Manikboraks 14. H2O2 3 %

11
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

15. HNO3 18. H2SO4


16. NaBiO3 19. Co(CH3COO) 0,1 M
17. HCOOH 20. [Hg(SCN)4]3
 Anion
1. Na2CO3 jenuh 10. Na2S2O3
2. HCl 6 M 11. Pb – asetat
3. BaCl2 12. Larutan I2
4. H2SO4 pekat 13. CaCl2
5. FeSO4 jenuh 14. MgCl2
6. AgNO3 15. NH4Cl
7. NH3 encer 16. NH4OH
8. NH3 pekat 17. FeCl3
9. CuSO4
F. ALUR PERCOBAAN
 Analisis Kation

Larutan Sampel

- Ditambah beberapa tetes HCl 6 M


Filtrat Golongan II, III, IV, V
- Ditambah 4 tetes H2O2 3%
- Ditambah HCl hingga [H+] = 0,3 M
- Dipanaskan 2 menit
- Ditambah H2S
Filtrat Golongan III, IV, V
- Dididahkan ditabung didih semi mikro dan didihkan untuk
menghilangkan gas H2S
- Ditambahlan 3 tetes HNO3 pekat
- Didihkan
- Ditambahkan NH4Cl 20% + NH4OH dalam suasana basa
Filtrat Golongan III B, IV, dan V
- Ditambahkan 2 tetes larutan NH3 encer
- Dipanaskan
- Dialiri H2S selama 1 menit
- Disentrifuge

12
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

- Endapan dicuci dengan larutan Filtrat Golongan IV dan V


amonium klorida yang telah
ditambah amonium sulfida 2%
Endapan kation III B CuS, NiS, MnS, ZnS

Residu CoS dan NiS


- Uji dengan manikboraks maka CO ada
- Larutkan dalam 1,5 ml NaOCl 1 ml + 0,5 ml HCl encer’didihkan sampai
Cl2 terusir
- Dinginkan dan encerkan ± 4 ml
Filtrat Co2+ dan Ni2+

Bagian II
- Ditambahkan 2 ml NH4Cl, larutkan dengan NH3 sampai keadaan basa
- Ditambahkan reagensia dimetil glioksima berlebih
Ni(C4H7O2N2)
(Ni ada)

 Analisis Anion

Larutan Sampel

- Ditambahkan 5 tetes Na2CO3 jenuh


- Di didihkan 5 menit
- Disentrifuge

Endapan Filtrat

Pembuktian sulfat, SO42-


Filtrat
- Ditambah 5 tetes HCl 6 M
- Di didihkan 5 menit
- Ditambahkan 5 tetes larutan BaCl2
Endapan putih

13
Laporan Praktikum Kimia Analitik I
Analisis Kation dan Anion

G. PERSAMAAN REAKSI
 Analisis Kation
3NiS ↓ + 2HNO3 + 6H+ → 3Ni2+ + 2NO ↑ + 3S↓ + 4H2O
NiS ↓ + OCl- + 2H+ → Ni2+ + S↓ + Cl- + 4H2O
S + 2HNO3 →SO42- + 2H+ + 2NO-
Ni2+ + 2C4H8O2N2 → 2H+ + Ni(C4H7O2N2) (s)
 Analisis Anion
MA2(s) + CO32-(aq) ↔ MCO3 (s) + 2A-(aq)
SO42-(aq) + Ba2+(aq) → BaSO4 (s)

14