Anda di halaman 1dari 4

Dari contoh tersebut di atas 30.

000 kg produk selesai yang diterima oleh Departemen


B dari Departemen A, telah membawa total biaya produksi dari Departemen A sebesar
Rp450.000, atau Rpl5 per kilogram.

Untuk mengolah produk yang diterima dari Departemen A tersebut, Departemen B


mengeluarkan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik dalam bulan Januari 2008
berturut-turut sebesar Rp270.000 dan Rp405.000. Dari 30.000 kg produk yang diolah
Departemen B tersebut dapat dihasilkan produk jadi yang ditransfer ke gudang sebanyak
24.000 kg dan persediaan produk dalam proses pada akhir bulan sebanyak 6.000 kg dengan
tingkat penyelesaian 50% untuk biaya konversi.

Untuk menghitung harga pokok produk jadi Departemen B yang ditransfer ke gudang
dan harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen B pada akhir bulan Januari
2008, perlu dilakukan penghitungan biaya per satuan yang ditambahkan oleh Departemen B
dalam bulan yang bersangkutan.

Hasil perhitungan ini kemudian dikalikan dengan kuantitas produk selesai yang
ditransfer oleh Departemen B ke gudang dan akan diperoleh informasi biaya yang
ditambahkan atas harga pokok produk yang dibawa dari Departemen A. Untuk menghitung
harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen B pada akhir periode, harga
pokok produk yang berasal dari Departemen A harus ditambah dengan biaya produksi per
satuan yang ditambahkan Departemen B dikalikan dengan kuantitas persediaan produk dalam
proses tersebut, dengan memperhitungkan tingkat penyelesaiannya.

Untuk menghitung biaya produksi per satuan yang ditambahkan oleh Departemen B,
perlu dihitung unit ekuivalensi tiap unsur biaya produksi yang ditambahkan oleh Departemen
B dalam Januari 2008, dengan cara perhitungan sebagai berikut:

Biaya konversi, yang terdiri dari biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik, yang
ditambahkan oleh Departemen B dalam bulan Januari 2008 untuk memproses 30.000 kg
produk yang diterima dari Departemen A sebesar Rp155.000 tersebut, dapat menghasilkan
24.000 kg produk jadi dan 6.000 kg persediaan produk dalam proses yang tingkat
penyelesaian biaya konversinya sebesar 50%. Hal ini berarti bahwa biaya konversi tersebut
telah digunakan untuk menyelesaikan produk selesai sebanyak 24.000 kg dan 3.000 kg (6.000
x 50%) persediaan produk dalam proses. Dengan demikian unit ekuivalensi biaya konversi
adalah 27.000 kg, yang dihitung sebagai berikut: 24.000 + (50% x 6.000)= 27.000 kg.
Perhitungan biaya produksi per kilogram yang ditambahkan oleh Departemen B
dalam bulan Januari 2008 dilakukan dengan membagi tiap unsur biaya produksi (biaya tenaga
kerja dan biaya overhead pabrik) yang dikeluarkan oleh Departemen B adalah sebagai
berikut:

Setelah biaya produksi per kilogram yang ditambahkan oleh Departemen B dihitung harga
pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departemen B ke gudang dan harga pokok
persediaan produk dalam proses di Departemen B pada akhir bulan Januari 2008 dapat
dihitung sebagai berikut :

Harga pokok produk selesai ditransfer Departemen B ke gudang


Harga pokok dari Dep. A: 24.000 x Rp15 Rp360.000
Biaya yang ditambahkan oleh Dep. B: 24.000 x Rp25
600.000
Total harga pokok produk jadi yang ditransfer
Departemen B ke gudang 24.000 x Rp40 Rp960.000
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir:
Harga pokok dari Dep. A: 6.000 x Rp15 Rp90.000
Biaya yang ditambahkan oleh Dep.B:
Biaya Tenaga Kerja: 50% x 60.000 x Rp10 Rp30.000
Biaya Overhead Pabrik: 50% x 6.000 x Rp15 45.000
75.000
Total harga pokok persediaan produk dalam proses Dep.B 165.000
Jumlah biaya produksi komulatif Dep.B bulan Januari 2008 Rp1.125.000

Perhitungan tersebut di atas kemudian disajikan di dalam laporan biaya produksi Departemen
B sebagai berikut:
PT Eliona Sari
Laporan Biaya Produksi Departemen B
Bulan Januari 2008
Data Produksi
Diterima dari Departemen A 30.000 kg
Produk jadi yang ditransfer ke gudang 24.000 kg
Produk dalam proses akhhir 6.000
Jumlah Produk yang dihasilkan 30.000 kg
Biaya Kumulatif yang Dibebankan Departemen B
dalam Bulan Januari 2008
Total Per Kg
Harga pokok dari Dep. A (30.000 kg) Rp450.000 Rp15
Biaya yang Ditambahkan Dep.B
Biaya tenaga kerja Rp270.000 Rp10
Biaya overhead pabrik 405.000 15
Jumlah biaya yang ditambahkan Dep.B Rp675.000 Rp25
Total biaya kumulatif di Dep.B Rp1.125.000 Rp40
Perhitungan Biaya
Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang 24.000 kg @40 Rp960.000
Harga pokok persediaan produk dalam proses akhir:
Harga pokok dari Dep.A Rp15x6.000 Rp90.000
Biaya yang ditambahkan Dep.B
Biaya tenaga kerja 30.000
Biaya overhead pabrik 45.000
165.000
Jumlah biaya produksi kumulatif yang dibebankan Dep.B bulan Januari 2008 Rp1.125.000

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi Departemen B

1. Jurnal untuk mencatat penerimaan produk dari Departemen A

Keterangan Debit Kredit


Barang Dalam Proses – Biaya Bahan Baku Dep. B Rp450.000
Barang Dalam Proses – Biaya Bhn. Baku Dep.A Rp60.000
Barang Dalam Proses – Biaya Tng. Kerja Dep.A Rp150.000
Barang Dalam Proses – Biaya Ov. Pabrik Dep.A Rp240.000
2. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja:

Keterangan Debit Kredit


Barang Dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Dep.B Rp270.000
Gaji dan Upah Rp270.000

3. Jurnal untuk mencatat biaya overhead pabrik

Keterangan Debit Kredit


Barang Dalam Proses – Biaya Ov. Pabrik Dep.B Rp405.000
Berbagai rekening yang dikredit Rp405.000

4. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer oleh Dep.B ke
gudang:

Keterangan Debit Kredit


Persediaan Produk Jadi Rp960.000
Barang Dalam Proses – Biaya Bhn. Baku Dep.B Rp360.000a
Barang Dalam Proses – Biaya Tng. Kerja Dep.B Rp240.000b
Barang Dalam Proses – Biaya Ov. Pabrik Dep.B Rp360.000c
a
Harga pokok produksi per kg dari Dep.A = 240.000 kg x Rp15
b
Biaya tenaga kerja yang ditambahkan oleh Dep. B = 24.000 kg x Rp10
c
Biaya overhead pabrik yang ditambahkan oleh Dep. B = 24.000 kg x Rp15
5. Jurnal untuk mencatat harga pokok persediaan produk dalam proses yang belum
selesai diolah dalam Dep.B pada akhir bulan Januari 2008:
Keterangan Debit Kredit
Persediaan Produk Dalam Proses – Dep.B Rp165.000
Barang Dalam Proses – Biaya Bhn. Baku Dep.B Rp90.000
Barang Dalam Proses – Biaya Tng. Kerja Dep.B Rp30.000
Barang Dalam Proses – Biaya Ov. Pabrik Dep.B Rp360.000