Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF

PASIEN NY.S DENGAN FAM MAMAE


DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RS EMANUEL
BANJARNEGARA

Oleh :
HEPRI DWI HANDAYANI
P1337420216042
Tingkat 3A

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
JURUSAN KEPERAWATAN
2019
ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF
PASIEN NY.S DENGAN FAM MAMAE
DI RUANG OK RS EMANUEL BANJARNEGARA

Nama Mahasiswa : Hepri Dwi Handayani


NIM : P133742021641
Tgl dan jam pengkajian : 21 Jauari 2019, pukul 11.30

I. Pegkajian
1. Identitas pasien
a. Nama Pasien : Ny.S
b. Tanggal lahir/umur : 1 Agustus 1998/41 tahun
c. Agama : Islam
d. Pendidikan : SMA
e. Alamat Kalimandi klampok
f. N. CM : 00528847
g. Diagnosa Medis : FAM Mamae

2. Identitas Penanggungjawab
a. Nama : Ny. S
b. Umur : 50 tahun
c. Agama : Islam
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Ibu rumah tangga
f. Hubungan dg Pasien : Ibu

Asal pasien
 Rawat Jalan

A. Pre Operasi
1. Keluhan Utama : Pasien mengatakan takut dan cemas
operasi
2. Riwayat Penyakit :-
3. Riwayat Operasi/Anastesi :-
4. Riwayat Alergi :-
5. Jenis Operasi :General Anastesi LMA
6. TTV : TD : 110/90 x/menit, RR : 20/menit,Nadi: 69x/menit
7. TB/BB : 140cm/26 kg
8. Golongan Darah :-

Riwayat Psikososial
9. Status Emosional : Kooperatif
10. Tingkat Kecemasan : Cemas
11. Skala Cemas : 1 : mengungkapkan kerisauan
12. Skala Nyeri : tidak ada nyeri
13. Survey Sekunder :
Normal Jika tidak ada, jelaskan
YA TIDAK

Kepala √
Leher √
Dada √ Terdapat benjolan di
mamae dextra
Abdomen √
Genetalia √
Integumen √
Ekstremitas √

14. Hasil Data Penunjang


Laboraturium : MCHC 23.4 (L)
USG : Tumor mamae dextra

Analisa Data
Data Fokus Problem Etiologi
DS: Pasien mengatakan Ansietas Proses pembedahan
takut operasi
DO:
- Klien tampak kurang
rileks
- TD: 110/90 mmHg;
N: 69x/m; R:20 x/m,
S: 35,60C,

Diagnosa Keperawatan
Ansietas berhubungan dengan proses pembedahan

Rencana Keperawatan
NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan
Tingkat Kecemasan
keperawatan diharapkan klien mampu
a. Gunakan pendekatan yang
untuk mengalami perbaikan dalam
menenangkan
tingkat kecemasan yang ditunjukkan b. Jelaskan semua prosedur dan
dalam indikator sebagai berikut: apa yang dirasakan selama
Tingkat Kecemasan prosedur
c. Temani pasien untuk
Indikator Awal Target
Perasaan memberikan keamanan dan
2 3
gelisah mengurangi takut
Wajah d. Identifikasi tingkat kecemasan
2 3 e. Instruksikan pasien
tegang
Peningkatan menggunakan teknik relaksasi
tekanan 3 4
darah
Rasa cemas
yang
3 4
disampaikan
secara lisan
Keterangan:
1: Berat
2: Cukup Berat
3: Sedamg
4: Ringan
5: Tidak ada

Catatan Perkembangan
Hari/Tanggal/
Implementasi Evaluasi
Jam
Senin, 21
Januari 2019 a. Melakukan S:
15.20 pendekatan yang - Klien mengatakan lebih tenang dari sebelumnya
menenangkan
dengan mengajak
pasien mengobrol O:
b. Menjelaskan semua TD: 110/90 mmHg; N: 73x/m; R:18 x/m, SpO2:
prosedur dan apa 100%
yang dirasakan - Pasien mampu mempraktekkan teknik relaksasi
selama prosedur nafas dalam yang diajarkan
c. Menemani pasien
- Pasien tampak lebih tenang
untuk memberikan
A:
keamanan dan Tingkat Kecemasan
mengurangi takut N Indikator Awal Target Akhir
d. mengidentifikasi o
tingkat kecemasan Perasaan
e. Menganjur pasien 1 2 3 3
gelisah
menggunakan 2 Wajah tegang 2 3 3
teknik relaksasi Peningkatan
3 3 4 3
nafas dalam untuk tekanan darah
mengurangi cemas Rasa cemas
yang 4
4 3 4
disampaikan
secara lisan
Keterangan:
1: Berat
2: Cukup Berat
3: Sedamg
4: Ringan
5: Tidak ada
Kesimpulan:masalah teratasi sebagian
P: Monitoring cemas hingga masuk ruang operasi.

B. Intra Operasi
1. Anastesi dimulai jam : 15.30
2. Pembedahan dimulai jam : 15.38
3. Jenis Anastesi : GA-LMA
4. Posisi Operasi : terlentang
5. Catatan Anastesi :-
6. Pemasangan alat-alat :LMA no 2,5 cm
7. TTV : N : 73 x/menit, RR : 20x/menit,
Saturasi : 100%, TD :106/58 mmHg
8. Survey Seunder
Normal Keterangan
YA TIDAK

Kepala √
Leher √
Dada √
Abdomen √
Genetalia √ Dilakukan pembedahan
di inguinal dextra
Integumen √
Ekstremitas √

Total Cairan Masuk


Infus :-
Total Cairan Keluar
Perdarahan : 5 cc
Balane Cairan : - 5 cc

Analisa Data
Data Fokus Problem Etologi
DS : - Resiko Program
DO : Pasien dilakukan infeksi pengobatan
tindakan invasif. (tindakan
N : 73 x/menit, RR : pembedahan)
20x/menit, Saturasi : 100%,
TD :106/58 mmHg

Diagnosa Keperawatan
Resiko infeksi berhubungan dengan program pengobatan (tindakan
pembedahan)

Rencana Keperawatan
NOC NIC
Setelah dilakukan tindakan Kontrol infeksi :
keperawatan diharapkan resiko 1. Verifikasi pemberian
infeksi tidak terjadi dengan indikator : antibiotik profilaksis
Indikator Awal Tujuan yang telah diberikan.
Mengidentifikasi 4 5 2. Membuka alat steril
tanda gejala dengan teknik aseptik.
infeksi 3. Scrubbing, gowning,
Menjaga 4 5
dan gloving sesuai
kebersihan
dengan prosedur yang
lingkungan
Mempraktikkan 4 5 ditetapkan.
strategi kontrol 4. Inspeksi kulit dan

infeksi jaringan sekitar area


Keterangan: operasi.
1: Tidak pernah menunjukan 5. Lakukan dressing pada
2: Jarang menunjukan area operasi.
3: Kadang-kadang menunjukan 6. Lepas kain steril
4: Sering menunjukan setelah selesai
5: Selalu menunjukan tindakan.
7. Bersihkan dan
sterilisasi instrumen
yang telah digunakan.

CATATAN PERKEMBANGAN
Hari/Tanggal/
Implementasi Evaluasi
Jam
Kamis, 21
Januari 2019 1. Membuka S: -
15.40 alat steril O: Pasien terpasang LMA no 2,5 cm
dengan teknik N : 73 x/menit, RR : 20x/menit, Saturasi :
aseptik. 100%, TD :106/58 mmHg
2. Scrubbing, A:
gowning, dan Kontrol Resiko
gloving sesuai Indikator Awal Tujuan Akhir
Mengidentifikasi 4 5 5
dengan
prosedur yang tanda gejala
ditetapkan. infeksi
3. Menginspeksi
Menjaga 4 5 5

kulit dan kebersihan

jaringan lingkungan
Mempraktikkan 4 5 5
sekitar area
strategi kontrol
operasi.
infeksi
4. Melakukan Keterangan:
dressing pada 1: Tidak pernah menunjukan
area operasi. 2: Jarang menunjukan
5. Melepas kain 3: Kadang-kadang menunjukan
steril setelah 4: Sering menunjukan
selesai 5:Selalu menunjukan
tindakan. Kesimpulan:masalah teratasi
6. Membersih- P:Monitoring tanda-tanda infeksi pada luka post
kan dan op
sterilisasi
instrumen
yang telah
digunakan.

C. Post Operasi
1. Pasien pindah ke :RR, jam 16.00
2. Keluhan saat di RR : Pasien mengatakan pusing
3. Keadaan umum : Baik
4. TTV : TD : 115/78 mmHg, Saturasi : 100 %, RR :
20 X/menit, N : 71 x/menit
5. Kesadaran : composmentis
6. Survey sekunder :
Normal Keterangan
YA TIDAK

Kepala √
Leher √
Dada √ Terdapat luka post op
general anastesi LMA
mamae dextra.
Abdomen √
Genetalia √
Integumen √
Ekstremitas √

Analisa Data

Data Problem Etiologi


DS: Pasien mengatakan pusing

DO:
- Pasiem dalam GA LMA Risiko Jatuh Periode pemulihan
anastesi pasca operasi
- Masih terdapat efek anastesi
TD : 115/78 mmHg, Saturasi :
100 %, RR : 20 X/menit, N :
71 x/menit

Diagnosa Keperawatan
Risiko jatuh berhubungan dengan periode pemulihan pasca operasi

Rencana Keperawatan

NOC NIC
Setelah dilakukan asuhan keperawatan Pencegahan Jatuh
selama 1x75 menit diharapkan klien 1. Perhatikan posisi pasien
mampu untuk mengalami perbaikan 2. Berikan penyangga di tempat
dalam : tidur
Kontrol Resiko 3. Idenditifikasi lingkungan yang
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
meningkatan potensi atuh
selama durante operasi, klien
4. Instruksikan pasien untuk
menunjukkan indikator :
memanggil bantuan terkait
Indikator Awal Target pergerakan
1. Monitor faktor 4 5
5. Monitor TTV
risiko lingkungan
2. Monitor faktor 3 5
risiko perilaku
personal
3. Mengembangkan 4 5
strategi efektif
untuk kontrol
risiko
Keterangan:
1: Tidak pernah menunjukan
2: Jarang menunjukan
3: Kadang-kadang menunjukan
4: Sering menunjukan
5:Selalu menunjukan

Catatan Perkembangan

Hari/Tanggal/
Implementasi Evaluasi
Jam
1. Memposisik S: Pasien mengatakan kakinya tidak bisa
Senin, 21
Januari 2019 an pasien digerakkan
16.00 2. Memberikan O:
penyangga - Pasien dalam post GA LMA
- Masih terdapat efek anastesi
di tempat
- TD : 115/78 mmHg, Saturasi : 100 %, RR :
tidur 20 X/menit, N : 71 x/menit
3. Menginstruk A: Risk Control
sikan pasien Targ Has-
Indikator Awal
untuk et il
1. Monitor 4 5 4
memanggil
faktor risiko
bantuan
lingkungan
terkait 2. Monitor 3 5 4
pergerakan faktor risiko
4. Memonitor perilaku
TTV personal
3. Mengem- 4 5 4
bangkan
strategi
efektif untuk
kontrol risiko

Kesimpulan : Masalah teratasi


P : Lanjutkan intervensi pindah ke Ruangan