Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

FARINGITIS

DISUSUN OLEH
EVVIN VALENDENA
NIM. 1601300077
III B

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN BLITAR
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DIIT RENDAH GARAM UNTUK PASIEN HIPERTENSI

Tempat : Rusunawa Kota Blitar, TB 03(F5-09)


Sasaran : Keluarga Tn. D dengan anak menderita faringitis
UPTD PUSKESMAS SUKOREJO KOTA BLITAR
Hari / Tanggal : Kamis, 14 Januari 2019
Alokasi waktu : 40 menit

A. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga memahami tentang
pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dan cara penularan faringitis serta dapat
melakukan usaha pencegahan dan pengobatan pada keluarga yang terkena faringitis.

B. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga dapat:

1. Menjelaskan pengertian dari faringitis.


2. Menyebutkan penyebab dari faringitis.
3. Menyebutkan tanda dan gejala dari faringitis.
4. Menyebutkan cara penularan dari faringitis.
5. Menyebutkan penatalaksanaan dari faringitis.
6. Menyebutkan cara pencegahan dari faringitis.

C. Materi
Materi penyuluhan terlampir:

1. Pengertian Faringitis
2. Penyebab Faringitis
3. Tanda dan Gejala Faringitis
4. Cara Penularan Faringitis
5. Penatalaksanaan Faringitis
6. Pencegahan Faringitis
D. Kegiatan belajar mengajar
No. Tahapan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu
1 Pembukaan 1. Salam pembuka 1. Menjawab salam 5 menit
2. Memperkenalkan 2. Menyetujui
diri
3. Menyimak
3. Menjelaskan
maksud dan tujuan
4. Menggali
pengetahuan
audien tentang
faringitis akut
5. Membagikan
leaflet

2 Pelaksanaan 1. Menyamakan persepsi. 1. Menjawab 25


2. Menyampaikan materi sesuai dengan menit
pengetahuan
2. Memperhatikan
dan
mendengarkan.

3 Penutup 1. Evaluasi 1. Mendengarkan 10


2. Kesimpulan kesimpulan. menit
3. Rencana tindak lanjut 2. Memperhatikan
4. Salam Penutup tindak lanjut.
3. Menjawab
salam.

E. Metode
 Ceramah tanya jawab.
 Demonstrasi.

F. Media:
1. Leaflet penyakit faringitis.

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Satuan pengajar sudah siap satu hari sebelum dilaksanakannya kegiatan
b. Alat dan tempat siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
c. Penyuluh sudah siap sebelum kegiatan dilaksanakan.
2. Evaluasi Proses
a. Alat dan tempat bisa digunakan sesuai rencana.
b. Peserta mau atau bersedia untuk melakukan kegiatan yang telah direncanakan.
3. Evaluasi Hasil
a. 75% peserta dapat menjelaskan pengertian Faringitis
b. 75% peserta dapat menyebutkan penyebab dari faringitis
c. 75% peserta dapat menjelaskan tanda dan gejala faringitis
d. 75% peserta dapat menjelaskan cara penularan faringitis
e. 75% peserta dapat menjelaskan penatalaksanaan faringitis
f. 75% peserta dapat menjelaskan pencegahan faringitis.
MATERI
I. Pengertian Faringitis
Faringitis (pharyngitis) adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang
tenggorokan atau faring yang disebabkan oleh bakteri atau virus tertentu. Kadang
juga disebut sebagai radang tenggorok. (Wikipedia.com).
Faringitis adalah keadaan inflamasi pada struktur mukosa, submukosa
tenggorokan. Jaringan yang mungkin terlibat antara lain orofaring, nasofaring,
hipofaring, tonsil.
II. Penyebab Faringitis
Beberapa penyebab dari faringitis yaitu:
a. Virus
Virus merupakan etiologi terbanyak dari faringitis. Beberapa jenis virus ini
yaitu:
1) Rhinovirus
2) Coronavirus
3) Virus influenza
4) Virus parainfluenza
5) Adenovirus
6) Herpes Simplex Virus tipe 1 dan 2
7) Coxsackievirus A
8) Cytomegalovirus
9) Virus Epstein-Barr
10) HIV
b. Bakteri
Beberapa jenis bakteri penyebab faringitis yaitu:
1) Streptoccocus pyogenes, merupakan penyebab terbanyak pada faringitis
akut
2) Streptokokus grup A, merupakan penyebab terbanyak pada anak usia 5 –
15 tahun, namun jarang menyebabkan faringitis pada anak usia <3 tahun.
3) Streptokokus grup C dan G
4) Neisseria gonorrheae
5) Corynebacterium diphtheriae
6) Corynebacterium ulcerans
7) Yersinia enterocolitica
8) Treponema pallidum

III. Tanda dan Gejala Faringitis


Baik pada infeksi virus maupun bakteri, gejalanya sama yaitu nyeri
tenggorokan dan nyeri menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami
peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan
atau mengeluarkan nanah. Gejala lainnya adalah:
1. Demam
2. Pembesaran kelenjar getah bening di leher
3. Peningkatan jumlah sel darah putih.
Gejala tersebut bisa ditemukan pada infeksi karena virus maupun bakteri, tetapi
lebih merupakan gejala khas untuk infeksi karena bakteri.
Kenali gejala umum radang tenggorokan akibat infeksi virus sebagai berikut:
1. Rasa pedih atau gatal dan kering.
2. Batuk dan bersin.
3. Sedikit demam atau tanpa demam.
4. Suara serak atau parau.
5. Hidung meler dan adanya cairan di belakang hidung.
IV. Cara Penularan
a. Lewat saluran udara (Droplet)
b. Penggunaan alat-alat makan secara bergiliran
V. Penatalaksanaan Faringitis
a. Pada faringitis dengan penyebab bakteri, dapat diberikan antibiotic.
b. Bed rest sampai demam hilang.
c. Faringitis yang disebabkan oleh virus biasanya ditangani dengan istirahat
yang cukup, karena penyakit tersebut dapat sembuh dengan sendirinya. Selain
itu, dibutuhkan juga mengkonsumsi air yang cukup dan hindari konsumsi
alkohol. Gejala biasanya membaik pada keadaan udara yang lembab. Untuk
menghilangkan nyeri pada tenggorokan, dapat digunakan obat kumur yang
mengandung asetaminofen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin). Anak
berusia di bawah 18 tahun sebaiknya tidak diberikan aspirin sebagai analgesik
karena berisiko terkena sindrom Reye.
d. Pemberian suplemen dapat dilakukan untuk menyembuhkan faringitis atau
mencegahnya.
e. Minuman hangat, dapat meringankan gejala dan mencairkan mukus, sehingga
dapat mencegah hidung tersumbat.
f. Hindari makan / minum dingin.
g. Anjurkan pemakaian obat kumur dengan desinfektan.

VI. Pencegahan Faringitis


Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah faringitis yaitu:
a. Hindari penggunaan alat makan bersama pasien yang terkena faringitis,
memiliki demam, flu
b. Mencuci tangan secara teratur
c. Tidak merokok, atau mengurangi pajanan terhadap asap rokok