Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN KETIDAKBERDAYAAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN

OLEH :

IDA AYU PUSPAYANI


(P07120015083)

TINGKAT 3.3

PRODI DIII JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

2017

LAPORAN PENDAHULUAN
KETIDAKBERDAYAAN

I. Masalah Utama
Ketidakberdayaan
a. Definisi
NANDA Internasional (2016) mendefinisikan ketidakberdayaan sebagai persepsi
bahwa tindakan seseorang secara signifikan tidak akan mempengaruhi hasil; persepsi
kurang kendali terhadap situasi saat ini atau situasi yang akan segera terjadi.
Ketidakberdayaan juga didefinisikan sebagai kondisi ketika individu atau kelompok
merasakan kurangnya control personal terhadap sejumlah kejadian atau situasi
tertentu akan mempengaruhi tujuan dan gaya hidupnya (Carpenito, 2009).
b. Tanda dan Gejala
Batasan Karakteristik (NANDA Internasional, 2016)
 Ansietas
 Pemberi asuhan
 Harga diri rendah kronik
 Kurang pengetahuan
 Kekurangan secara ekonomi
 Penyakit
 Pola koping tidak efektif
 Kurang dukungan sosial
 Nyeri
 Penyakit yang melemahkan secara progresif
 Harga din rendah situasionaì
 Marginalisasi social
 Kondisi terstigma
 Perjalanan penyakit yang tidak dapat diprediksi

II. Pohon Masalah


Ketidakberdayaan
Disfungsi proses berduka

Kurangnya umpan balik


Umpan balik negatif yang konsisten

III. Diagnosa Keperawatan


Ketidakberdayaan

IV. Rencana Tindakan Keperawatan


NO DIAGNOSA KEPERAWATAN NOC NIC
1. Resiko ketidakberdayaan NOC LABEL :  NIC
 SeIf-eficacy enhancement :
1. Self Esteem Situational
Definisi : beresiko terhadap  Bantu pasien untuk
Low
pengalaman hidup kurang kendali mengidentifikasi faktor-faktor
2. Body Image, Disturbed
terhadap situasi, termasuk suatu 3. Knowledge, Readiness for yang dapat menimbulkan
persepsi bahwa tindakan seseorang Enhanced ketidakberdayaan
4. Coping, Ineffective  Diskusikan dengan pasien
tidak secara bermakna
5. Death Anxiety
tentang pilihan yang realistis
mempengaruhi hasil 6. Life style, sedentary
dalam perawatan
KROTERIA HASIL :  Libatkan pasien dalam
Batasan Karakteristik :
1. Kepercayaan kesehatan :
 Ansietas pengambilan keputusan
 Pemberi asuhan persepsi kemampuan
tentang perawatan
 Harga diri rendah kronik 2. Kepercayaan kesehatan :
 Jelaskan alasan setiap
 Kurang pengetahuan
persepsi kendali
 Kekurangan secara ekonomi perubahan perencanaan
3. Menunujukkan Penilaian
 Penyakit
perawatan terhadap pasien
 Pola koping tidak efektif pribadi tentang harga diri
 Dukungan pengambilan
 Kurang dukungan sosial 4. Mengungkapkan
 Nyeri keputusan
penerimaan diri
 Penyakit yang melemahkan  Kaji kemampuan untuk
5. Komunikasi terbuka
secara progresif 6. Mengatakan optimisme pengambilan keputusan
 Harga din rendah situasionaì  Beri penjelasan kepada pasien
tentang masa depan
 Marginalisasi social
7. Menggunakan strategi tentang proses penyakit
 Kondisi terstigma
 Self Esteem Enhancement
 Perjalanan penyakit yang tidak koping efektif
 Tunjukan rasa percaya diri
8. Body image positif
dapat diprediksi
9. Mampu mengidentifikasi terhadap kemampuan pasien
kekuatan personal untuk mengatasi situasi
10. Mendiskripsikan secara  Dorong pasien
faktual perubahan fungsi mengidentifikasi kekuatan
tubuh dirinya
11. Mampu beradaptasi dengan  Ajarkan keterampilan perilaku
ketidakmampuan fisik yang positif melalui bermain
12. Melaporkan dukungan
peran, model peran, diskusi
yang adekuat dari orang  Dukung peningkatan tanggung
terdekat, teman-teman dan jawab diri, jika diperlukan
tetangga  Buat statement positif
13. Melaporkan waktu,
terhadap pasien
keuangan pribadi, dan  Monitor frekuensi komunikasi
asuransi kesehatan yang verbal pasien yang negative
 Dukung pasien untuk
memadai
14. Melaporkan ketersediaan menerima tantangan baru
 Kaji alasan-alasan untuk
alat, bahan pelayanan, dan
mengkritik atau menyalahkan
alat transportasi
15. Melaporkan mengetahui diri sendiri
 Kolaborasi dengan sumber-
prosedur treatmen
sumber lain (petugas dinas
kesehatan
16. Mampu Mengontrol social, perawat spesialis klinis,
kecemasan dan layanan keagamaan)
17. Kesehatan spiritual
STRATEGI PELAKSANAAN: KETIDAKBERDAYAAN (KLIEN)
SP1 Pasien: Assesmen Ketidakberdayaan dan Latihan Berpikir Positif.

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Tn. E sering termenung dan mengatakan merasa sedih dengan sakitnya yang tak
kunjung ada perubahan dan merasa mual jika membayangkan obat – obat yang harus
dikonsumsi setiap harinya. Tn. E khawatir dan takut penyakitnya bertambah parah.
Tn. E sulit berkonsentrasi dengan pembicaraan tentang prosedur tindakan
keperawatan yang diberikan.
2. Diagnosa Keperawatan
Ketidakberdayaan
3. Tujuan Tindakan
a. Pasien mampu membina hubungan saling percaya
b. Pasien mampu mengenali dan mengekspresikan emosinya
c. Pasien mampu memodifikasi pola kognitiif yang negative
d. Pasien mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkenaan
dengan perawatan pasien.
e. Pasien mampu termotivasi untuk aktif mencapai tujuan realistis.
4. Tindakan Keperawatan
a. Membantu klien mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan
ketidakberdayaan.
b. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien, serta
memperluas kesadaran diri.
c. Membantu klien menilai kemampuan klien yang dapat dilakukan saat ini.
d. Membantu klien memilih kegiatan saat ini yang akan dilatih sesuai dengan
kemampuan klien.
e. Melatih kegiatan yang dipilih.
f. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik
“Selamat pagi Pak . Perkenalkan, nama saya Puspayani . Senang dipanggi
Puspai. Saya perawat yang bertugas pada pagi hari inidari pukul 07.00 sampai
14.00 nanti Pak. Nama Bapak siapa? Lebih senang dipanggil apa?.”
b) Evaluasi Validasi
“Bagaimana perasaan Bapak hari ini?”
c) Kontrak
“Bapak, saya bertugas di sini untuk merawat Bapak. saya harap selama saya
merawat Bapak saya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi bapak
sekarang saya ingin berbincang-bincang dengan bapak untuk mengetahui
keadaan bapak saat ini, apakah ibu bersedia? bapak ingin kita bicara di mana?
Bagaimana kalau diruangan ini saja. Hmm,,baiklah pak. Berapa lama ingin
bincang-bincangnya pak? Bagaimana kalau kita berbincang selama 45 menit?”

2. Fase Kerja
“Saya perhatikan tadi bapak terlihat sedih dan merenung, memangnya apa yang
dirasakan bapak saat ini? O gitu bu.. jadi bapak merasa tidak mampu. Pada saat
apa biasanya bapak merasa tidak mampu dengan diri sendiri? Bagaimana dengan
lingkungan sekitar bapak, misalnya dari keluarga bapak, adakah hal-hal yang bapak
sukai dari mereka?Baiklah kalau begitu, sekarang bisakah bapak sebutkan kepada
saya hal apa saja yang bapak sukai dalam diri bapak? Coba bapak ingat-ingat
kembali kemampuan apa saja yang dapat bapak lakukan?Sekarang bagaimana kalau
saya membantu bapak untuk membuat daftar hal-hal positif dan kemampuan apa saja
yang bapak miliki. Baiklah, tadi bapak sudah menuliskan dan menyebutkan hal
positif dan kemampuan yang dimiliki. Iya bagus sekali pak. Disini, bapak dapat
melihat sendiri bapak memiliki kelebihan seperti orang lain, tapi tergantung bapak
juga, apakah ingin mengembangkan kemampuan tersebut atau tidak. Menurut bapak
kemampuan-kemampuan tersebut perlu dikembangkan atau tidak?Nah, setelah tadi
kita menuliskan hal positif dan kemampuan yang bapak miliki, menurut bapak
kemampuan yang mana yang mampu untuk bapak lakukan saat ini?. Wah iya bagus
sekali merapikan tempat tidur.”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
“Bagaimana perasaan bapak setelah tadi kita berbincang-bincang?”
b. Rencana Tindak Lanjut
“Nanti bapak dapat mempraktekkan kembali kemampuan positif yang sudah
bapak tulis. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian ya
bapak ?”
c. Kontrak yang akan datang
“Nah untuk hari ini sampai disini dulu. Besok kita akan bertemu lagi ya pak jam
10 pagi Wita dan membicarakan tentang kemampuan positif lain yang bapak
miliki.Bagaimana pak ? saya pamit dulu”.
SP2 Pasien: Evaluasi Ketidakberdayaan, Manfaat Mengembangkan Harapan Positif
dan Latihan Mengontrol Perasaan Ketidakberdayaan

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Pada pertemuan kedua, Tn. E menunjukkan rasa penerimaan terhadap kondisi
penyakitnya. Tn. E sudah berkonsentrasi dengan pembicaraan tentang prosedur
tindakan keperawatan yang diberikan.
2. Diagnosa Keperawatan
Ketidakberdayaan
3. Tujuan Tindakan
a. Pasien mampu membina hubungan saling percaya
b. Pasien mampu mengembangkan harapan positif
c. Pasien mampu mengontrol perasaan ketidakberdayaan.
4. Tindakan Keperawatan
a. Membantu klien mengevaluasi ketidakberdayaan.
b. Membantu klien mengembangkan manfaat harapan positif
c. Membantu klien mengontrol perasaan keridakberdayaan.
d. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.
B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a) Salam Terapeutik
“Selamat pagi pak E. Masih ingat dengan saya pak? Ya, betul sekali. Saya
perawat Puspa, Pak. Seperti kemarin, pagi ini dari pukul 07.00 sampai 14.00
nanti dan saya yang akan merawat Ibu.”
b) Evaluasi Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?Apa sudah lebih baik dari kemarin? Bagus
kalau begitu”
c) Kontrak
“Sesuai janji yang kita sepakati kemarin ya, pak. Hari ini kita bertemu untuk
mengevaluasi kegiatan kemarin dan membicarakan kemampuan bapak yang lain
di ruangan ini. Saya rasa 45 menit seperti kemarin cukup ya, pak .”

2. Fase Kerja
“Saya perhatikan tadi pak terlihat fresh ya., apakah pagi ini ibu sendiri yang
merapikan tempat tidur ibu ?bagaimana perasaan bapak setelah melakukan hal
tersebut ?O jadi bapak merasa senang ya..bagus sekali. Bisa ibu mempraktekkan
cara merapikan tempat tidur yang baik ??..wah bagus sekali ya..baiklah pak hari ini
kita akan melakukan kegiatan positif lain yang telah bapak tuliskan dalam daftar
harian yaitu membersihkan lantai dengan sapu.. bisa bapak lakukan ? Wah iya
bagus sekali ya.

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
“Bagaimana perasaan bapak setelah tadi kita berbincang-bincang?”
b. Rencana Tindak Lanjut
“Nanti bapak dapat mempraktekkan kembali kemampuan positif yang sudah Ibu
tulis. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian ya pak?”
c. Kontrak yang akan datang
“Nah untuk hari ini sampai disini dulu. Besok kita akan bertemu lagi dan
membicarakan tentang kemampuan positif lain yang miliki.saya pamit dulu”.

STRATEGI PELAKSANAAN: KETIDAKBERDAYAAN (KELUARGA)

SP1 Keluarga: Penjelasan Kondisi Pasien dan Cara Merawat.


A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Tn. E sering termenung dan mengatakan merasa sedih dengan sakitnya yang tak
kunjung ada perubahan dan merasa mual jika membayangkan obat – obat yang harus
dikonsumsi setiap harinya. Tn. E khawatir dan takut penyakitnya bertambah parah.
Tn. E sulit berkonsentrasi dengan pembicaraan tentang prosedur tindakan
keperawatan yang diberikan.
2. Diagnosa Keperawatan
Ketidakberdayaan
3. Tujuan Tindakan
a. Keluarga mampu mengenal masalah ketidakberdayaan pada anggota keluarganya.
b. Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami ketidakberdayaan.
c. Keluarga mampu memfollow up anggota keluarga yang mengalami
ketidakberdayaan.
4. Tindakan Keperawatan
a. Mendiskusikan kondisi pasien: ketidakberdayaan, penyebab, proses terjadi, tanda
dan gejala, akibat.
b. Melatih keluarga merawat ketidakberdayaan pasien.
c. Melatih keluarga melakukan follow up.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi Kak. Perkenalkan, nama saya Puspayani. Senang dipanggil
Puspa. Saya Saya perawat yang bertugas pada pagi hari ini dari pukul 07.00
sampai 14.00 nantiKak. Nama Kakak siapa? Lebih senang dipanggil apa?.”
b. Evaluasi Validasi
“Bagaimana perasaan Kakak hari ini?”

c. Kontrak
“Kak, saya bertugas di sini untuk merawat bapak. E dari hari Senin sampai
Minggu saya harap selama saya merawat Bapak E saya dapat memberikan
pelayanan yang terbaik bagi Bapak E Kak sekarang saya ingin berbincang-
bincang dengan kakak untuk mengetahui keadaan Bapak E saat ini, apakah
kakak bersedia? Kakingin kita bicara di mana? Bagaimana kalau ditaman.
Hmm,,baiklah kak. Berapa lama ingin bincang-bincangnya kak? Bagaimana
kalau kita berbincang selama 30 menit?”
2. Fase Kerja
“Nah, sebenarnya, apa yang kakak rasakan selama merawat Bapak? O jadi kakak
merasa sedih dan bingung tidak tahu harus bagaimana ya melihat Ibu yang jadi lebih
termenung dan pendiam. Jadi kak, kondisi Bapak yang muncul saat ini itu
dikarenakan bapak telah mengalami suatu kecemasan, dalam hal ini kecemasan
akibat penyakitnya yang tak kunjung ada perubahan. Dengan bapak yang
menunjukkan sikap pasif, ragu-ragu, jarang berinteraksi itu merupakan tanda dan
gejala dari rasa ketidakberdayaan. Dalam hal ini kakak harus memberikan dukungan
kepada bapak karena keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi
Bapak . Selain itu, kakak perlu juga memberikan pujian atas kegiatan atau
peningkatan pada kondisi Ibu atau ketika bapak mampu memutuskan untuk
melakukan kegiatan.”
3. Fase Terminasi
a) Evaluasi
“Bagaimana perasaan kakak setelah tadi kita berbincang-bincang?”
b) Rencana Tindak Lanjut
“Nanti kakak dapat mencoba untuk memberikan dukungan dan pujian atas
keberhasilan Bapak ketika Bapak memutuskan untuk melakukan kegiatan.”
c) Kontrak yang akan datang
“Nah untuk hari ini sampai disini dulu ya kak. Besok kita akan bertemu lagi dan
membicarakan tentang cara merawat dan mengatasi kondisi Bapak secara
langsung. saya pamit dulu. ”

SP 2 Keluarga: Evaluasi peran keluarga merawat pasien, cara latihan


mengontrol perasaan ketidakberdayaan dan follow up

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
Pada pertemuan kedua, Bapak E menunjukkan rasa penerimaan terhadap kondisi
penyakitnya. Bapak E sudah berkonsentrasi dengan pembicaraan tentang prosedur
tindakan keperawatan yang diberikan.
2. Diagnosa Keperawatan
Ketidakberdayaan
3. Tujuan Tindakan
a. Keluarga mampu mengenal masalah ketidakberdayaan pada anggota keluarganya.
b. Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami ketidakberdayaan.
c. Keluarga mampu memfollow up anggota keluarga yang mengalami
ketidakberdayaan.
4. Tindakan Keperawatan
a. Pertahankan rasa percaya keluarga dengan mengucapkan salam, menanyakan
peran keluarga merawat pasien & kondisi pasien.
b. Membuat kontrak ulang: latihan lanjutan cara merawat dan follow up.
c. Menyertakan keluarga saat melatih pasien latihan mengontrol perasaan tidak
berdaya.

B. Strategi Komunikasi
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Selamat pagi kak. Masih ingat dengan saya kak? Ya, betul sekali. Saya perawat
Budi, kak. Seperti kemarin, pagi ini dari pukul 07.00 sampai 14.00 nanti dan saya
yang akan merawat Ibu.”
b. Evaluasi Validasi
“Bagaimana perasaan Kakak hari ini?”

c. Kontrak
“Sesuai janji yang kita sepakati kemarin ya, Kak. Hari ini kita bertemu untuk
mengevaluasi kegiatan kemarin dan membicarakan kemampuan kakak dalam
merawat bapak . Saya rasa 30 menit seperti kemarin cukup ya, pak”
2. Fase Kerja
“Bagaimana kak ,,,apakah kakak dapat memotivasi ibu dengan memberikan pujian
atas kegiatan yang telah ia lakukan ? Pujian seperti apa itu kak ? ohh bagus sekali
itu kak,,baiklah.. kakak telah mampu memotivasi bapak E atas kegiatan yang dia
lakukan sekarang kak bagaimana perasaan ibu setelah melakukan hal
tersebut ?..baiklah kak hari ini kita akan membahas kegiatan positif lain yang telah
Bapak E tuliskan dalam daftar harian yaitu membersihkan lantai dengan sapu.. Jika
Bapak E telah melakukannya Kakak harus tetap memberikan motivasi kepada Bapak
E,,Wah iya bagus sekali ya.

3. Fase Terminasi
d) Evaluasi
“Bagaimana perasaan kakak setelah tadi kita berbincang-bincang?”
e) Rencana Tindak Lanjut
“Nanti kakak dapat mencoba untuk memberikan dukungan dan pujian atas
keberhasilan bapak ketika bapak memutuskan untuk melakukan kegiatan.”
f) Kontrak yang akan datang
“Nah untuk hari ini sampai disini dulu ya kak. Besok kita akan bertemu lagi dan
membicarakan tentang cara merawat dan mengatasi kondisi bapak secara
langsung. saya pamit dulu. Assalamu alaikum. ”
DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, LJ. (2009). Diagnosis Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis ed. 9. Jakarta:
EGC
NANDA Internasional. (2012). Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2012-2014
terj. Made Sumarwati. Jakarta: EGC
AMIN, dkk. (2015) Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA
NIC-NOC 2015. Jogjakarta: MediAction