Anda di halaman 1dari 2

Jodoh di Tangan Tuhan?

Dari kecil aku sering menyaksikan keluarga yang berantakan, perkelahian antara suami-istri,
perselingkuhan, dan banyak hal lain yang buat aku bingung tentang pernikahan.

Masa kecilku sangat sulit ku hadapi karena keluargaku sangat miskin. Ingat seragam sekolah ku pakai dari
Senin-Sabtu cuci kering, gak ada penghapus pakai karetlah, sepatu sudah robek tapi terpaksa tetap
dipakai. Kesal sama mama-papa kenapa kami miskin saat ada anak lain ku lihat bisa hidup enak. Kesal
kenapa anak mama banyak sampai-sampai mereka gak bisa cukupi kebutuhan kami.

Belajar Kitab Suci

Setelah belajar Alkitab aku sadar bahwa jodoh itu bukan di tangan Tuhan. Jadi di tangan siapanya jodoh
itu? Ya, di tangan sendiri, keputusan kita sendiri untuk memilih dan dipilih. Sadar jugalah aku memilih
jodoh itu harus sangat hati-hati sebab pernikahan Kristen hanya boleh satu pria satu wanita seumur
hidup.

Gak ada perkawinan yang sempurna sebab semua manusia tidak sempurna selain Yesus. Perkawinan
sukses karena mengikuti prinsip tali rangkap tiga. Tiga: suami, istri dan Allah Yehuwa sebagai penopang
pernikahan. Dengan mengikuti aturan-aturan dalam berumah tangga di Kitab Suci, suami istri bisa
menikmati perkawinan mereka.

Setelah belajar Alkitab juga aku sadar ada banyak kata atau ajaran turun-temurun itu tidak benar,
menyesatkan dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya: banyak anak banyak rezeki. Zaman Alkitab
saja si Nuh hanya punya tiga anak. Dia gak punya banyak anak biar proyek pembangunan bahtera cepat-
cepat selesai. Sebab, ada istilah banyak anak, banyaklah nanti yang kerja...hahaha. Tak betul kalipun
ajaran orang Batak ini bah! Tengoklah di kalangan orang Batak, banyak anaknya malah banyak susahnya.
Kalau kondisi mereka susah mereka bilang pula itu nasib, takdir atau hukuman dari Allah.
Alamak...padahal yang buat susah mereka ya diri mereka sendiri yang suka-suka buat banyak anak. Kok
Tuhan pula yang disalahi?

Ada lagi yang suka menghojot (baca: buru-buru) menikah macam kejar jam tayang siaran berita utama.
Sekalipun belum dapat yang tepat, siapa yang dekat dihajar saja soalnya sudah keburu lanjut usia...haha
atau karena opung, tulang, namboru dan kerabat mendesak-desak kawin. Kalau mendesak kawin nomor
satu biar bisa pesta, mangalang jagal (baca: makan daging), biar ini biar itu. Padahal, kalau perkawinan
tadi gak bahagia, manalah ada manusia-manusia yang mendesak tadi itu mau ikut bertanggung jawab.
Lain lagi bahas biaya persiapan membangun rumah tangga. Nah, istilah Batak tupa do sudengani i
(baca:tersedianya nanti itu) sangat tak betul kali. Yesus saja ajar kita untuk sangat teliti dalam
mempertimbangkan anggaran. Bacalah Lukas 14:28-29. Kalau dilogat Batakkan beginilah kira-kira
maksud Yesus: Kau hitung dulu biayanya cukup atau tidak. Jangan sampai kau tak sanggup, ditengok
orang bikin malu saja.

Jangan sampai pula terjadi peristiwa Setipis Bulung Sangge-Sangge. Dimana mertua sepele kali nengok
calon menantu. Itu karena apa? Ya karena tujuan kawin hanya mau angkat harkat, derajat dan martabat.
Kek-kek gini biasanya berujung pada malapetaka. Atau niatnya nikah sama yang tajir eh yang ada malah
menelan rasa pahit dan getirnya hidup.

Ah...intinya, gak bisa kita telan bulat-bulat semua ajaran manusia. Semua harus diuji terlebih dahulu.
Setelah ku tengok-tengoklah banyak pasangan suami-istri, kesimpulannya, ajaran Kitab Suci Alkitab yang
benar. Apa buktinya? Ya, terlihat dari kehidupan orang-orang yang menerapkan prinsip Alkitab. Jangan
jauh2 pula awak berguru ke pakar perkawinan, opung2 di huta atau siapapun itu, Alkitab saja kita baca.
Mana lebih duluan lahir Nuh dengan opung2 kita? Ya pasti Nuh kan! Kita tiru saja Nuh, Abraham dan
tokoh2 yang perkawinannya sukses.

Keknya bijak kali aku ini nulis tentang perkawinan ini ya? Dari siapa aku berguru? Hahahah...Dari Mama
Bapak, Abang, Kakak rohaniku, yang bantu aku belajar Alkitab. Kata-kata yang mereka sampaikan dari
Alkitab bisa kita pegang dan pertanggungjawabkan. Siapa-siapa mereka? Ini mereka. Daripada kelen
penasaran kan. Bisa ketemu nanti kita di Kebaktian Regional Saksi-Saksi Yehuwa di Gedung Serba Guna
Pemprovsu Jalan Pancing. Jumat, Sabtu, Minggu 17,18, 19 November 2017 mulai setiap jam 9.20 pagi
berakhir 5 sore.

Siapa boleh datang, datang saja, ajak kawan-kawan kelen yang mau nanya-nanya. Aku selalu ada di sana
selama acara. Acara gratis, tidak ada dipungut kolekte. Biar tak bingung nanti saat tiba di sana, hubungi
aku ya. Makasi.