Anda di halaman 1dari 12

STUDI KASUS DAN ASUHAN KEPERAWATAN

SISTEM PENCERNAAN

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas Keperawatan Medikal Bedah (KMB)

Oeh Kelompok 9:

1. Ni Putu Ardiyani (P17211186005)


2. Deva Resti A (P17211186023)
3. Rachmatul Hasanah (P17211186034)
4. Dhian Ndaru (P17211186036)
5. Tyas Hanif Muslimah (P17211186041)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM PENDIDIKAN NERS DAN PROFESI NERS
AGUSTUS 2017
STUDI KASUS

Pada tanggal 22 Juni 2010, pukul 11.30 WIB Ny. S datang ke UGD
dengan keluhan diare selama 2 hari. Klien berumur 50 tahun dan mengatakan
sudah diare selama 2 hari. BAB encer berlendir dengan frekuensi 4-5 kali setiap
harinya. Menurut hasil observasi perawat badan klien panas, warna dan bau feses
khas. Setelah ditanya kembali klien mengatakan sebelumnya makan makanan
pedas. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital :
Tensi : 110/70 mmHg
Nadi : 78 x/menit
RR : 20x/menit
Suhu : 37,5 C
Keadaan umum : Lemah, Mukosa bibir kering
ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN

PENGKAJIAN DATA KEPERAWATAN

No. Register : 2012


Ruang : anggrek 1
Tgl/ jam MRS : 22 juni 2010, jam 11.30 WIB
Tgl pengkajian : 23 juni 2010
Dignosa medis : Gastroenteritis

I. IDENTITAS
a. Biodata Klien
Nama : Ny. S
Jenis kelamin : Perempuan
Umur : 50 tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Alamat : Gadung 1

b. Penanggung Jawab
Nama : Tn.A
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 25 tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Hubungan : Anak klien
Alamat : Gadung 1
II. RIWAYAT KESEHATAN
a. Keluhan Utama
Klien menyatakan diare 2 hari.
b. Riwayat Penyakit Sekarang
Klien menyatakan sudah diare ± 2 hari yang lalu sejak tanggal 20 juni
2010. Klien BAB encer, dengan frekuensi 4-5x setiap harinya ( ±
500cc),warna dan bau khas feses. Klien menyatakan sebelumnya
mengkonsumsi makanan pedas. Klien juga mengatakan badannya panas.
c. Riwayat Penyakit dahulu
Klien mengatakan sebelumnya tidak pernah sakit seperti ini. Klien juga
tidak pernah MRS sebelumnya.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami DM,
hipertensi, dan penyakit menurun lainnya.

III. POLA AKTIVITAS SEHARI – HARI


No Pola Aktivitas Di Rumah Di RS
1. Nutrisi
- Makan 3x/ hari dengan porsi sedang (± 3x/ hari dengan porsi
8 sendok makan) Nasi, lauk, sedang (± 4 sendok makan)
sayur bubur merah

- Minum Air putih ± 7 gelas/ hari (± 1500 Air putih ± 7 gelas / hari (±
cc) 1500 cc )

2. Pola Eliminasi 1 – 2x / hari, dengan konsisten 4 – 5x / hari, dengan


- BAB lunak dan berwarna kuning konsisten cair

- BAK 6 – 7x / hari ( ± 1400 cc) 6 – 7x / hari (± 1400 cc)


berwarna kuning jernih berwarna kuning jernih

3. Aktivitas Fisik Klien biasanya bekerja sebagai Klien hanya menghabiskan


ibu rumah tangga dan waktu waktunya di tempat tidur
senggang biasanya digunakan
klien untuk berkumpul bersama
keluarganya

4. Istirahat Tidur Klien tidur ± 10 jam / hari Klien tidur ± 12 jam / hari
menggunakan kasur, bantal, menggunakan kasur dengan
guling, dengan penerangan peneranga terang
terang

5. Personal Hygiene
- Mandi 2x / hari 1 x / hari
- Keramas 3x/ minggu (Belum sejak MRS)
- Gosok Gigi 2x / hari 1x / hari
- Ganti Pakaian 2x / hari 1x / hari

IV. DATA PSIKOSOSIAL


a. Status Emosi
Klien tampak tenang saat dilakukan pengkajian
b. Konsep Diri
- Body image : Klien menerima penyakitnya dengan ikhlas dan
menganggapnya sebagai cobaan dari Tuhan
- Self Ideal : Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang agar
dapat beraktivitas seperti biasa dan dapat berkumpul dengan keluarganya
kembali.
- Self Esteem : Klien mengatakan diperlakukan dengan baik oleh dokter
dan perawat
- Role Performance : Klien di rumahnya berperan sebagai ibu rumah
tangga
- Self Identify : Klien adalag seorang ibu dengan tiga orang anak dan
seorang istri dari seorang suami

c. Interaksi Sosial
Klien sangat kooperatif saat dilakukan pengkajian.

d. Spiritual
Klien beragama Islam.

V. PEMERIKSAAN FISIK
a. Keadaan Umum : Lemah
b. Kesadaran : Composmentis
c. TTV : TD : 110/70 mmHg N : 78x/ menit
RR : 20x/ menit Suhu : 37,5 º C
d. Kepala :
- Ekspresi Wajah : Tenang
- Rambut : Rambut beruban, persebaran merata, berminyak
- Wajah : Simetris, tidak ada luka
- Mata : Sklera putih, Konjungtiva merah muda, dapat
membuka mata secara spontan
- Hidung : Tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada
Secret
- Mulut : Tidak ada sariawan, simetris, mukosa kering
- Telinga : Simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran
baik
- Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembengkakan vena jugularis
e. Thorax
- Inspeksi : Simetris, tidak ada benjolan dan luka
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada dada
- Perkusi : Suara paru sonor, suara jantung dullnes
- Auskultasi : Tidak ada bunyi tambahan, irama jantung teratur

f. Abdomen
- Inspeksi : Bentuk perut datar
- Auskultasi : Bising usus 14x / menit
- Perkusi : Suara hipertimpani
- Palpasi : Tidak ada pembesaran hepar

g. Ekstermitas
- Atas : Jari lengkap, terpasang infus RL : D5 pada tangan kanan,
tonus otot 5 I 5
- Bawah : Jari lengkap, tonus otot 5I5
h. Genetalia : Tidak dikaji

VI. DATA PENUNJANG


- HB : 11,56
- Leukosit : 6100
- Trombosit : 154.000
- PCU : 36

VII. TERAPI
- Infus RL : D5 30 TMP
- Injeksi Cefotaxime 3 x 1
- Sanmol 3 x 1
- Plantasit syrup 3 x 1
- Luminal 2x1 / 2

VIII. DATA SENJANG


DS :
- Klien mengatakan diare 2 hari
- Klien mengatakan BAB klien encer dengan frekuensi 4 – 5 x / hari
- Klien mengatakan feses berbau dab berwarna khas feses
- Klien mengatakan sebelumnya mengkonsumsi makanan pedas
- Klien mengatakan badannya panas

DO :
- Keluhan utama LemaH
- TTV : Suhu : 37,5 º C TD : 110/70 mmHg
Nadi : 78 x / menit RR : 20 x /meniT
- Konsistensi feses caiR
- Mukosa bibir kering
- Suara perut hipertimpani

ANALISA DATA

Nama : Ny.S
Dx. Medis : Gastroenteritis

NO DATA PENYEBAB MASALAH


1. DS: Kehilangan cairan sekunder Ketidak seimbangan
- Klien mengatakan diare akibat diare. cairan dan elektrolit.
2 hari
- Klien mengatakan saat
BAB feses klien encer dan
berlendir
- Klien mengatakan
BAB 4-5X dalam sehari
- Klien mengatakan
mengonsumsi makanan
pedas sebelumnya

DO:
- Keluhan utama lemah
- Konsistensi fases cair dan
berlendiR
- Mukosa bibir kering
- Suara perut hipertimpani
- Tugor kulit menurun

2. DS: Proses infeksi penyakit Peningkatan suhu


- Klien mengatakan badan tubuh
panas

DO:
- Keluhan utama lemah
- Hasil TTV:
S : 37,5 OC
N : 78 X/menit
TD : 110/70 mmHg
RR : 20 X/menit

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nama : Ny.S
Dx. Medis : Gastrointeritis

No DIAGNOSA MEDIS

1. Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan


cairan sekunder.
2. Hipertermi brerhubungan dengan proses infeksi penyakit.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama : Ny.S
Dx.Medis : Gastroenteritis

No DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI RASIONAL


1. Ketidakseimbanga Setelah a. Pantau tanda dan a. Penurunan volume
n cairan dan dilakukan gejala dehidrasi cairan dan elektrolit
elektrolit tindakan menyebabkan
berhubungan keperawatan dehidrasi jaringan
dengan kehilangan dalam waktu b. Pantau input dan b. Dehidrasi dapat
cairan sekunder. 1X24 jam output meningkatkan laju
diharapkan : filtasi glomerulus
- TTV dalam c. Bina hubungan c. Mempermudah
batas normal saling percaya melakukan
- Tidak ada intervensi
tanda-tanda selanjutnya
dehidrasi d. Pemberian cairan
d. Pemberian cairan
- Frekuensi secara cepat dapat
parenteral sesuai
BAB 1X / hari sebagai penganti
dengan umur
cairan yang hilang
e. Menentukan
e. Kolaborasi dengan
pemberian obat
dokter dalam
secara tepat.
pemberian obat.

2. Hipertermi Setelah a. Mempermudah


a. Bina hubungan salin
brerhubungan diberikan melakukan
percaya
dengan proses tindakan intervensi
infeksi penyakit. keperawatan selanjutnya
dalam waktu b. Membantu
1X24 jam b. Berikan kompres menurunkan suhu
diharapkan : pada klien tubuh klien
- Suhu tubuh c. Membantu
normal c. Anjurkan klien mengurangi
- Keluhan utama untuk memakai baju penguapan pada
kembali normal tipis dan dapat tubuh
- Demam klien menyerap keringat d. Menganti cairan
turun d. Anjurkan klien yang hilang
minum sedikit tapi
sering e. Menentukan
e. Kolaborasi pemberian obat
dengan dokter secara tepat.
dalam pemberian
obat.
DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, M. 2012. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan


dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.
Nanda. 2012. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi (terjemahan
Sumarwati, Made dan Subekti). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC